Mengapa soal cerita terasa begitu sulit? Anak-anak mengerjakannya setiap hari! Mereka bisa menghitung apakah mereka punya cukup uang untuk membeli sesuatu di onlien shop adalah soal cerita. Mereka juga bisa memutuskan apakah mereka punya cukup waktu sebelum latihan sepak bola untuk menonton satu acara TV lagi – itu juga soal cerita.
Ada dua masalah:
Terlalu banyak angka tersembunyi di dalam terlalu banyak kata.
Guru yang memaksa mereka menggunakan variabel dan cara rumit ala guru matematika.
Meskipun mereka bisa memahami kata-kata, sering kali tidak jelas apa yang harus mereka lakukan dengan semua informasi tersebut. Ditambah lagi, guru memaksa penggunaan variabel dan teknik yang justru membuat semuanya semakin rumit!
Sebagai fasilitator pembelajaran mereka, kita dapat membantu mereka menyingkirkan semua kata yang tidak diperlukan. kita bisa menunjukkan cara bereksperimen dengan gambar, perkiraan, dan aritmetika untuk mendapatkan jawaban dengan percaya diri. Serta, bisa melakukannya tanpa variabel dan teknik yang membuat mereka tercengang.
Bon Crowder, seorang praktisi matematika yang telah memiliki pengalaman mengajar 15.000 orang secara privat dan seorang pengajar di sekolah khusus, memberikan cara menyelesaikan soal cerita matematika. Adapun sebagai berikut contoh dan penjelasan yang disampaikannya.
1. Burung Beebo hidup di dua tempat di dunia. Beberapa tinggal di Texas dan beberapa tinggal di Yunani. Beebo Yunani tingginya sekitar 20 inci dan beratnya sekitar tujuh pon. Ada sekitar tiga puluh sembilan ribu Beebo Yunani. Berapa berat total semua Beebo Yunani?
Baca kalimat terakhir terlebih dahulu. Bagian pertanyaan dari soal cerita biasanya ada di kalimat terakhir. Jika Anda memulai dari sana, Anda langsung menuju inti masalah. Sebagian besar orang suka mengetahui tujuan terlebih dahulu, baru kemudian memahami detailnya. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak dengan soal cerita. "Beri tahu saya apa tujuannya, lalu beri tahu saya apa yang harus saya kerjakan."
Untuk contoh kita, kalimat pertanyaannya adalah:
Berapa berat total semua Beebo Yunani?
Hilangkan informasi yang tidak "berguna." Bagian soal cerita yang bukan pertanyaan disebut sebagai "situasi." Ini mencakup semua potongan informasi yang tersedia.
Situasi ini sering kali mengandung informasi non-numerik. Informasi tersebut mungkin berguna, tapi jarang sekali. Jadi singkirkan saja dari awal. Ingatkan siswa Anda bahwa mungkin mereka perlu kembali ke informasi ini nanti, jika diperlukan.
Burung Beebo hidup di dua tempat di dunia. Beberapa tinggal di Texas dan beberapa tinggal di Yunani. Beebo Yunani tingginya sekitar 20 inci dan beratnya sekitar tujuh pon. Ada sekitar tiga puluh sembilan ribu Beebo Yunani.
Masukkan semua informasi yang "berguna" ke dalam tabel. Informasi dalam situasi yang tampaknya berguna bisa diatur. Tidak ada alasan untuk terus terjebak dalam kata-kata jika Anda bisa mendapatkan angkanya. Terutama jika angka-angka itu ditulis dalam kata-kata!
Di sebelah kiri adalah "apa yang dikatakan oleh angka" dan di sebelah kanan adalah "berapa jumlah nilai tersebut" – termasuk satuannya. Sertakan informasi yang hilang – jawaban pertanyaan – dalam tabel juga.
Saya menyebut ini sebagai tabel "Apa/Berapa." Kata-katanya memang sederhana, tapi konsepnya cukup jelas.
Perkirakan jawabannya. Minta siswa menentukan jenis jawaban yang masuk akal, atau jenis jawaban yang tidak masuk akal. Dalam soal burung beebo kita, kita menginginkan berat semua beebo Yunani di dunia dalam satu kumpulan besar. Jawaban desimal seperti 0,4371 tidak akan masuk akal. Kumpulan besar burung beebo jauh lebih besar dari itu!
Gambar gambar. Ini adalah tip standar untuk soal cerita yang melibatkan sesuatu yang bersifat geometris. Tapi bahkan jika soalnya tidak mengandung apa pun yang tampak "dapat digambar," doronglah untuk membuat gambar.
Menggambar soal cerita akan menarik siswa keluar dari otak kanan dan memasukkannya ke otak kiri. Sedikit kreativitas untuk sekadar berkreasi akan menenangkan mereka dan membuat semua orang merasa baik dalam melanjutkan pekerjaan.
Berikut adalah gambar saya untuk soal burung beebo kita.
Buat diagram alur. Diagram alur akan membantu siswa memahami bagian mana yang akan digunakan untuk mendapatkan jawaban. Dalam contoh kita, tidak banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi kita menyadarinya karena kita cukup berpengalaman dalam mengerjakan hal ini.
Seorang anak bisa menggunakan diagram alur untuk melihat bahwa, memang, tidak ada yang lain yang perlu dilakukan.
Mulailah dari atas dengan jawaban akhir. Minta mereka bekerja ke bawah menggunakan bagian-bagian yang diperlukan untuk mendapatkan jawaban. Jika mereka mengetahuinya, atau dapat menemukannya dengan cepat, sangat membantu juga untuk menyertakan operasinya. Namun, ini tidak diperlukan – dalam poin nomor 7 di bawah ini, mereka bisa mencoba dan menemukan operasi yang benar.
Arahkan panah ke atas untuk menunjukkan bahwa pekerjaan akan dilakukan dalam urutan tersebut.
Gunakan trial & error untuk memilih jawaban yang masuk akal. Saya sudah meletakkan operasi pada diagram alur di atas, tapi siswa Anda mungkin belum memahaminya. Ini adalah saat yang tepat untuk membiarkan mereka bereksperimen.
Mereka bisa mencari kata kunci untuk menentukan operasinya, tapi hal itu bisa terasa seperti trik matematika "berdebu." Biarkan mereka menjalani proses penemuan sendiri dan mereka akan menemukan kata kuncinya sendiri.
Tunjukkan bahwa tidak apa-apa mendapatkan jawaban yang salah beberapa kali sebelum mendapatkan jawaban yang benar. Biasanya, hanya ada empat operasi: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Mereka tidak perlu menggunakan eksponen, akar, atau logaritma pada titik ini.
Biarkan mereka menggunakan semua empat operasi pada angka-angka. Dengan perkiraan yang mereka lakukan di nomor 5, mereka bisa menghilangkan setidaknya satu jawaban. Membiarkan mereka mencoba sendiri akan memberi mereka rasa percaya diri. Ini seperti membuat soal pilihan ganda mereka sendiri!
Kesimpulan Meskipun tips ini ditulis dalam urutan tertentu, banyak yang bisa dipertukarkan. Terutama nomor 4, 5, dan 6. Dorong anak-anak Anda untuk menggunakan ini, tetapi jangan memaksakannya sebagai algoritma lain. Gunakan ini sebagai panduan menuju penemuan.
Begitulah cara Ben Crowder memberikan tipsnya dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Bagaimana menurutmu?

Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Materi di atas menjelaskan pendidikan yang menarik dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Dimana siswa perlu memahami soal cerita sejarah keseluruhan terlebih dahulu sebelum siswa mulai mengerjakan soal tersebut. Hal ini penting karena siswa sering bingung dalam mengerjakannya. Izin bertanya pak, apa saja tantangan yang sering dihadapi guru dalam mengajarkan soal cerita dengan metode ini bagaimana cara guru mengatasi permasalahan ini🙏
Nama: Maya Apriyani
HapusNpm: 2386206013
Kelas: V.A
izin menanggapi pertanyaan ka isna, mungkin salah satu tantangan yang di hadapi guru dalam mengajarkan soal cerita dengan metode ini adalah tbanyak sekali siswa sudah memahami pelajaran matematika kalau dalam bentuk cerita, siswa lebih mudah jika langsung di berikan angka, karena terkadang siswa sd itu belum terlalu memahami apa sih maksud dari cerita ini, mereka masih sulit untuk mengatur pemikiran mereka.
salah satu cara menangani nya mungkin guru harus membuat soal cerita dengan di kaitkan dengan kehidupan nyata dan dekat dengan peserta didik dan tidak membuat soal yang terlalu berbelit-belit
terima kasih
Nama:Elisnawatie
HapusKelaas:VD
NPM:2386206069
Izin menjawab ya ka isdii salah satu tantangannya terletak pada kemampuan bahasa dan pemahaman konteks siswa. Guru perlu mengatasinya dengan pendekatan yang bertahap, kontekstual, dan interaktif agar siswa tidak hanya bisa menghitung, tetapi juga memahami makna dari setiap soal cerita yang mau diberikan
Terimakasih ☺️🙏🏻
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Hai Isdi! aku izin mau jawab pertanyaan kamu juga yaa 😃
Kalau menurut aku nih yaa, tantangan guru saat mengajarkan murid untuk pakai metode Ben Crowder ini biasanya ada di siswa yang masih bingung memilah info pentinng dan kadang suka kelewat detail ceritanya karena dianggap ga penting padahal penting.
Cara mengatasinyaa menurut ku juga, guru bisa latih siswa pelan-pelan dengan kasih soal yang singkat dulu. Dengan latihan rutin dan contoh nyata, harapannya lama-lama anak jadi lebih nangkep maksud soal cerita dan ga takut lagi deh sama teks panjang.
cmiiw guys 😀🙌
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Menanggapi pendapat Isdiana Susilowati Ibrahim,
menurut saya penjelasan yang disampaikan sudah tepat, terutama terkait pentingnya siswa memahami soal cerita secara menyeluruh sebelum mulai menghitung. Memang di lapangan sering terjadi siswa langsung fokus ke angka tanpa memahami maksud soal, sehingga akhirnya salah dalam menentukan langkah penyelesaian.
Saya sepakat bahwa peran guru sangat penting dalam membimbing siswa agar terbiasa membaca soal dengan teliti, memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan, serta menentukan strategi yang tepat. Dengan pembiasaan seperti ini, siswa tidak hanya terlatih menyelesaikan soal cerita, tetapi juga mampu berpikir lebih runtut dan logis dalam pembelajaran matematika
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Isdiana, tantangan utama biasanya adalah waktu yang terasa labih lama karena prosesnya mendalam, serta siswa yang sudah terbiasa disuapi rumus sehingga mereka gampang menyerah kalau tidak langsung tahu caranya, untuk mengatasinya bisa dengan lebih mengutaman kualitas daripada jumlah soal, lebih baik mengerjakan satu soal sampai benar-benar paham alurnya daripada banyak soal tapi cuma hafal rumus, serta guru juga harus bisa menahan diri untuk tidak langusng memberikan jawaban, melainkan memberikan pertanyaan pancingan agar logika siswa tetap berjalan.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Isdiana
Nama: Maya Apriyani
BalasHapusNpm: 2386206013
Kelas: V.A
dapat saya simpulkan Ben Crowder dalam memberikan strategi dalam menyelesaikan soal cerita, yang pertama kita di minta untuk melihat langsung pada inti apa yang di tanyakan, kemudian kita melihat dan memahami inti dari cerita. kemudian kita di minta untuk membuat table yang berisi jumlah dan keterangan, dengan demikian kita akan lebih mudah untuk menemukan apa yang di tanyakan dan bisa meng efesiensikan waktu
terima kasih
Menurut saya tips yang diberikan Ben Crowder bener banget, pemasalah yang sering ditemui ketika mengerjakan soal cerita matematika ialah terlalu banyak kata yang membingungkan.
BalasHapusSaya suka sekali dengan cara penyelesaian soal cerita matematika yang disampaikan oleh seorang praktisi matematika yaitu Ben Crowder.
Beliau menyampaikan untuk menghilangkan informasi yang tidak berguna , ini itu memang bagus banget karena informasi yang tidak berguna itu membuang waktu siswa untuk membaca soal secara berulang ulang karena, penyusunan soal cerita itu tidak langsung ke intinya dia terbelit-belit dengan penambahan informasi yang buat boros waktu dalam mengerjakan satu soal cerita matematika.
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Hai Alusia! aku sependapat banget sama kamu 😃
Memang bermanfaat banget yaa tips dari Ben Crowder ini. Tips dari dia buat soal cerita jadi lebih gampang dipahami. Dengan begitu, soal panjang jadi singkat dan jelas. Jadi ga gampang ke distrak lagi, karena langsung ke inti soalnyaa.
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menanggapi ya pak, menurut saya tips yang di berikan Ben Crowder sangat bagus, karena sering kali soal cerita itu banyak jabakan kata-kata yang bikin pusing, mengikuti saran memilih angka penting dan langsung fokus ke pertanyaan memang cara terbaik biar kita engga buang-buang waktu trus yakin pas mencari jawaban untuk soal tersebut.
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
saya sangat setuju dengan pendapat Margaretha , memang benar sekali dan saya sangat setuju , soal cerita itu sering kali terasa sangat melelahkan , karena dipenuhi dengan banyak nya kata - kata , justru membuat kita sangat bingung , tapi adanya tips dari Ben crowder itu membantu kita melihat inti persoalan itu tanpa tersesat oleh informasi yang tidak penting , fokus langsung ke pertanyaan dan memilih angka yang benar- benar dibutuhkan memang cara yang lebih efektif dengan begitu , kita tidak hanya mengehemat waktu saja. Tetapi juga lebih percaya diri saat menentukan jawaban , pendekatan seperti ini membuat soal cerita terasa lebih sederhana dan tidak menakutkan lagi hehe ☺️
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin bertanya ya pak, dengan menerapkan tips seperti membaca kalimat terakhir dan menghilangkan informasi yang tidak perlu bisa benar-benar membuat soal cerita matematika yang sulit jadi lebih mudah dan dipahami oleh siswa?
Hallo kaa Margaretha saya izin menjawab pertanyaanya.
HapusBenar banget Kak, dengan menerapkan tips seperti yang telah disampaikan laman ini, yang di kemukakan oleh seorang praktisi matematika Ben Crowder , bahwa pada saat mengerjakan soal cerita matematika dengan membaca kalimat terakhir lebih dahulu kita akan menuju ke permasalahan yang inti, dan menghilangkan informasi tidak perlu bisa benar-benar membuat soal cerita matematika menjadi lebih mudah dan lebih cepat dipahami oleh siswa dalam mengerjakannya.
Nama:Elisnawatie
HapusNPM:2386206069
Kelas:5D
Haloo margaretha izin menjawab yaa
Bener banget tuuu tips seperti itu benar-benar bisa membantu. Dengan membaca kalimat terakhir terlebih dahulu, siswa langsung tahu apa yang diminta oleh soal. Sedangkan dengan menghilangkan informasi yang tidak perlu,mereka tidak bingung oleh hal-hal yang tidak penting dan bisa fokus pada data yang benar-benar dibutuhkan untuk menjawab soal.
Cara ini membuat soal yang awalnya terlihat sulit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami, karena siswa bisa menata informasi dengan jelas dan langsung berpikir tentang cara menyelesaikannya tanpa terganggu oleh detail yang membingungkan.
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Hai Margaretha! aku izin mau ikut jawab pertanyaan kamu juga yaa 😃
Jawabannya IYA
Tadi kan si Ben Crowder udah bilang kalau tips itu bisa banget bikin soal cerita matematika jadi lebih mudah dipahami siswa. Dengam membaca kalimat terakhir dulu, siswa langsung tau apa sih sebenarnya yang ditanyakan. Siswa bisa langsung fokus ke inti tanpa kedistrak sama informasi yang ga perlu.
Cmiiw guys 😀🙌
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari Margaretha Elintia, jadi menurut saya, iya, tips kayak baca kalimat terakhir dulu dan buang info yang nggak penting itu cukup membantu, soalnya siswa jadi fokus ke apa yang sebenarnya ditanya dan nggak keburu bingung sama cerita panjangnya. Dengan begitu, soal cerita yang awalnya terasa ribet bisa jadi lebih simpel dan lebih mudah dipahami.
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Menjawab pertanyaan dari Margaret Elinta,
menurut saya tips seperti membaca kalimat terakhir dan menghilangkan informasi yang tidak diperlukan memang sangat membantu siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Dengan cara ini, siswa bisa lebih fokus pada inti pertanyaan dan tidak terdistraksi oleh cerita yang panjang.
Namun, tidak semua siswa langsung mampu memilah informasi penting dan tidak penting. Oleh karena itu, guru perlu membimbing siswa secara bertahap melalui contoh dan latihan bersama. Jika dilakukan secara konsisten, siswa akan lebih terbiasa memahami soal cerita dan pembelajaran matematika menjadi lebih mudah serta tidak membingungkan.
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusNpm: 2386206058
Kelas : VB PGSD
Baik Pak izin menanggapi materi di atas, menurut saya materi ini sangat membantu karena menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan soal cerita dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Saya setuju pak bahwa masi banyak siswa kesulitan bukan karena tidak bisa menghitung, tetapi karena bingung memahami kalimat dalam soal. Saya suka pada bagian materi tentang memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba sendiri (trial and error). Itu bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam berpikir logis. Secara keseluruhan, tulisan ini bukan hanya bermanfaat untuk guru, tapi juga untuk calon guru dan siapa pun yang ingin memahami cara berpikir dalam matematika dengan lebih sederhana dan menyenangkan🙏🏻
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Hai Isdi! aku setuju banget sama kamu 😃
apalagi di bagian "Tulisan ini bukan hanya bermanfaat untuk guru, tapi juga untuk calon guru dan siapa pun yang ingin memahami". Duh ngena bangetttt.
Tulisan di artikel ini memang cocok banget di baca semua orang yang mau belajar. Bukan cuma untuk kita calon guru dan mahasiswa.
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Menambahkan sedikit penjelasan materi,
dalam menyelesaikan soal cerita matematika, langkah awal yang sangat penting adalah memahami isi soal secara keseluruhan. Siswa perlu membaca soal dengan teliti untuk mengetahui informasi apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan, sebelum langsung melakukan perhitungan. Hal ini membantu siswa agar tidak salah dalam menentukan langkah penyelesaian.
Selain itu, pembiasaan membaca dan menguraikan soal dapat melatih cara berpikir logis dan runtut. Dengan bimbingan guru yang konsisten, siswa akan lebih terbiasa memilah informasi penting dan tidak mudah bingung saat menghadapi soal cerita. Dengan demikian, pembelajaran matematika menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.
Nama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Setelah saya membaca materi ini, ternyata materi ini memberikan pandangan yang cukup inovatif dan realistis terhadap kesulitan yang sering dialami siswa ketika berhadapan dengan soal cerita matematika. Pada materi ini hal yang sangat terlihat adalah penggunaan pada gambar dan juga diagram alur untuk membantu siswa memvisualisasikan informasi pada strategi ini bukan hanya membantu untuk pemahaman konsep, namun juga menentukan kecemasan terhadap soal cerita yang sering kali dianggap susah dan menakutkan juga.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Saya sepakat dengan Nanda bahwa materi ini memberikan pandangan yang inovatif dan realistis. Poin Nanda tentang penggunaan gambar dan diagram alur untuk memvisualisasikan informasi adalah kuncinya. Jadi, tambahan dari saya adalah penggunaan visualisasi ini bukan hanya sekadar alat bantu, melainkan strategi psikologis yang hebat. Ketika soal terasa susah dan menakutkan, otak cenderung freeze. Dengan mengubah teks abstrak menjadi gambar atau diagram alur yang konkrit, beban kognitif anak langsung berkurang drastis, dan kecemasan mereka terhadap matematika bisa teratasi.
Nama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Setelah saya baca-baca lagi pada materi diatas, ternyata secara keseluruhan pada materi ini cukup inspiratif dikarenakan materi ini mengembalikan esensi pembelajaran matematika sebagai proses berpikir, bukan hanya sekedar prosedur mekanis. Materi ini juga memberitahukan bahwasanya kunci menyelesaikan suatu soal cerita bukanlah terletak pada rumus, namun pada kemampuan memahami, menyederhanakan, dan juga memvisualisasikan informasi. Dengan adanya bimbingan yang tepat, maka siswa bisa untuk mengatasi rasa takut terhadap matematika.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Komentar Nanda yang mengatakan bahwa materi ini mengembalikan esensi matematika sebagai proses berpikir, bukan sekadar prosedur mekanis, itu benar banget. Jadi, tambahan dari saya adalah inilah yang membedakan pendidikan modern. Kunci sukses dalam soal cerita memang bukan terletak pada menghafal rumus, melainkan pada kemampuan anak untuk memahami, menyederhanakan, dan memvisualisasikan masalahnya. Dengan membimbing anak untuk berfokus pada pemahaman inti daripada sekadar mengikuti langkah-langkah, kita sedang mempersiapkan mereka menjadi pemikir yang fleksibel, yang akan jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan menghitung.
ama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Memang benar dan relevan pak dalam kehidupan saya , saya merasa soal cerita tu susah banget , pasti saya ga pernah paham kalo udah ada soal cerita pak , sulitnya tu bukan karena tidak bisa berhitung , tetapi menurut saya terlalu banyak kata , informasi dan langkah - langkah yang rumit yang harus dipahami sekaligus.
Tetapi pendekatan yang dijelaskan oleh bon crowder itu terasa lebih membumi karena bisa menyesuaikan dengan cara berpikir anak - anak dalam kehidupan nyata , beberapa langkah yang dia jelaskan juga sangat menarik dan masuk akal , misalnya memulai dari kalimat terakhir untuk mengetahui apa yang sebenarnya di tanyakan , ini membantu siswa langsung fokus pada tujuan soal tanpa tersesat pada informasi tambahan, karena sering kali soal cerita tu dibuat panjang hanya membuat Bingung.
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
saya izin menambahkan pak ternyata yang paling menarik adalah dorongan untuk menggunakan trial dan eror , banyak guru biasanya menghindari ini karena dianggap tidak matematis , padahal justru eksperimen itu dapat membuat siswa berani mencoba dan tidak takut salah , dengan mencoba - coba operasi , siswa bisa memahami hawa matematika itu bukan sekedar soal hafalan langkah tetapi soal untuk menemukan cara yang masuk akal, dan penggunaan tabel “apa / berapa” ini juga merupakan ide yang sederhana dan efektif , karena dengan mengubah kata - kata menjadi daftar angka , siswa menjadi lebih mudah untuk melihat informasi yang penting , di tambah lagi karena adanya gambar itu bisa membuat proses berpikir lebih terstruktur dan tidak membebani pikiran .
Nama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Tetapi setelah saya membaca materi ini secara keseluruhan , saya dapat pelajaran bahwa menyelesaikan soal cerita itu tidak harus rumit , ternyata bisa dimulai dari hal sederhana dari membaca pertanyaan , mengumpulkan angka penting , menggambar , membuat alur , lalu bisa mencoba beberapa cara hingga bisa menemukan jawaban , ternyata pendekatan ini terasa lebih ramah bagi siswa dan bisa juga menumbuhkan rasa percaya diri kita dalam matematika.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Komentar Oktafia benar banget bahwa menyelesaikan soal cerita itu bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti membaca pertanyaan, mengumpulkan angka, menggambar, dan mencoba berbagai cara, yang pada akhirnya menumbuhkan rasa percaya diri. Jadi, sanggahan dari saya adalah meskipun Oktafia menyebutkan mencoba beberapa cara dan hal ini memang esensi dari trial-and-error, yang harus diwaspadai adalah jangan sampai anak hanya mencoba-coba secara acak. Langkah sebelumnya, yaitu membuat perkiraan jawaban yang masuk akal, itu krusial. Tanpa perkiraan, siswa bisa menghabiskan waktu lama mencoba operasi yang jelas-jelas salah, misalnya mendapatkan hasil desimal kecil untuk jumlah total berat sekumpulan burung besar. Jadi, proses mencoba itu harus dipandu oleh akal sehat dan estimasi, bukan cuma tebak-tebak buah manggis.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Izin menaggapi materi ini secara efektif menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak dalam memahami soal cerita, terutama ketika soal tersebut terasa tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.pendekatan yang menekankan pada visualisasi dan penerapan konsep matematika dalam konteks praktis adalah langkah yang sangat baik untuk meningkatkan pemahaman siswa.nah ada juga tuh mengingatkan kita bahwa penting untuk memberikan kebebasan kepada siswa untuk bereksperimen dan menemukan solusi mereka sendiri tanpa terlalu terpaku pada metode yang kaku.
Lalu dalam memecahkan soal cerita itu tuh tidak harus menjadi pengalaman yang menakutkan bagi anak-anak.dengan pendekatan yang kreatif dan relevan, guru dan orang tua dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah mereka dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda,dan kita perlu memberikan mereka kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai metode dan strategi dalam memecahkan soal cerita.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Tambahan sedikit dari saya terkait materi ini cara yang sangat berguna bagi guru dan orang tua yang ingin membantu anak-anak mengatasi kesulitan dalam soal cerita. penggunaan diagram alur, metode trial dan error, dan penekanan pada pemahaman konsep daripada hafalan rumus adalah pendekatan yang efektif untuk membuat matematika lebih mudah diakses dan menyenangkan bagi anak-anak. nah materi ini juga menekankan pentingnya memberikan dukungan dan dorongan kepada siswa agar mereka merasa percaya diri dalam memecahkan masalah matematika.
Jadi dimateri ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kita dapat mengubah cara kita mendekati soal cerita dalam pendidikan matematika.dengan berfokus pada pemahaman konsep, visualisasi, dan penerapan praktis, kita dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan matematika yang kuat dan relevan yang akan bermanfaat bagi mereka sepanjang hidup. penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong siswa untuk mengambil risiko dan belajar dari kesalahan mereka.
Nama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Materi tersebut menyoroti bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita bukan terutama terletak pada kemampuan berhitung, melainkan pada kompleksitas bahasa dan pendekatan pengajaran yang terlalu prosedural. Penjelasan Bon Crowder menawarkan strategi yang lebih sesuai dengan cara berpikir anak, yaitu dengan menyederhanakan informasi, memfokuskan perhatian pada pertanyaan inti, serta menggunakan representasi visual dan tabel untuk menata data secara lebih terstruktur.
Pendekatan ini menekankan proses memahami masalah sebelum melakukan perhitungan, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk bereksperimen melalui perkiraan dan trial–error. Dengan demikian, pemecahan soal cerita menjadi lebih intuitif dan tidak terjebak pada teknik formal yang sering kali membingungkan. Secara pedagogis, strategi ini mendukung pembelajaran bermakna karena membantu siswa membangun pemahaman konseptual, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam konteks kehidupan nyata.
Nama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
ijin bertanya pak dan teman-teman yg ingin menjawab, Dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah, sejauh mana pendekatan penyederhanaan informasi, penggunaan tabel “apa/berapa,” dan visualisasi melalui gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami soal cerita dibandingkan pendekatan tradisional yang menekankan penggunaan variabel dan langkah formal? Selain itu, bagaimana pengaruh strategi berbasis penemuan (discovery learning) seperti perkiraan dan trial–error terhadap perkembangan kepercayaan diri siswa serta kemampuan mereka untuk menggeneralisasi konsep pemecahan masalah ke situasi kehidupan nyata?
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari Oktavia, jadi dalam pembelajaran matematika di sekolah, penyederhanaan informasi lewat tabel “apa berapa”, gambar, atau sketsa terbukti bikin siswa lebih gampang nangkap maksud soal cerita dibanding cara tradisional yang langsung pakai variabel dan langkah formal, karena mereka bisa lihat hubungan antar data dulu tanpa takut salah simbol. Ditambah lagi, strategi discovery learning seperti perkiraan dan trial error bikin siswa lebih berani nyoba, nggak takut salah, dan kepercayaan dirinya naik karena merasa menemukan sendiri jawabannya. Dampaknya, mereka nggak cuma paham soal di buku, tapi juga lebih mudah menggeneralisasi cara berpikir pemecahan masalah ke situasi nyata sehari-hari.
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Izin menjawab, Pak.
Literasi dalam pembelajaran matematika sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa menyelesaikan soal, terutama soal cerita. Dengan literasi yang baik, siswa dapat memahami isi soal, mengetahui apa yang ditanyakan, serta memilah informasi penting sehingga tidak mudah salah langkah.
Penggunaan teknologi juga dapat membantu mengurangi kesalahan siswa, misalnya melalui media visual atau latihan interaktif yang mempermudah pemahaman konsep. Namun, peran guru tetap penting untuk membimbing siswa agar tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi benar-benar memahami konsep matematika yang dipelajari.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Oktavia, menurut saya strategi trial dan error ini punya pengaruh yang besar banget buat mental siswa, ketika siswa dibolehkan mencoba-coba rasa takut mereka buat salah itu hilang mereka jadi lebih percaya diri karena merasa punya kendali penuh untuk mencari jawaban, bukan cuma sekedar menunggu intruksi atau takut dimarahi kalau hitungannya meleset, kebiasaan ini bikin mereka jadi orang yang solutif di kehidupan nyata.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Oktavia
Nama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Penyelesaian soal cerita matematika sering kali menjadi tantangan bagi siswa bukan karena keterbatasan kemampuan numerik, melainkan karena kerumitan bahasa, banyaknya informasi tidak relevan, serta pendekatan pengajaran yang terlalu menekankan prosedur formal. Pendekatan yang ditawarkan Bon Crowder—yang meliputi fokus pada kalimat pertanyaan, penyisihan informasi yang tidak penting, penataan data dalam tabel sederhana, visualisasi melalui gambar, serta penggunaan strategi perkiraan dan trial–error—menunjukkan bahwa pemahaman konsep dapat dibangun secara lebih alami. Metode ini tidak hanya mengurangi beban kognitif siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk mengembangkan representasi mental yang lebih jelas,meningkatkan rasa percaya diri, dan membentuk pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dalam konteks pedagogi modern, strategi ini sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivistik yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses menemukan solusi.
Nama : Zakky Setiawan
BalasHapusNPM : ( 2386206066 )
Kelas : 5C
Materi yang menarik, saya mendapatkan informasi baru untuk memevahkan masalah soal cerita dalam matematika, dengan menyingkirkan kat-kata yang tidak penting dan fokus kepada kata kunci dalam soal cerita, akan membuat inti dari persoalan matematika ini terlihat dan bisa mulai dikerjakan
Nama : Zakky Setiawan
HapusNPM : ( 2386206066 )
Kelas : 5C
Sedikit menambahkan, percaya diri dengan cara kita mengerjakan soal cerita ini sangat penting tau, untuk membuat diri kita tuh seolah-olah tidak terlalu membuang waktu dan bisa lebih fokus ke kata kuncinya dari soal tersebut saja
Nama:bella ayu pusdita
BalasHapusKelas:5d
Nim:2386206114
Wah saya baru tau nih pak kalau Materi ini memberikan panduan yang sangat praktis dan berpusat pada siswa tentang cara menyelesaikan soal cerita (word problems), terutama untuk mengatasi dua masalah utama yang sering membuat siswa kesulitan: terlalu banyak kata/angka tersembunyi dan pemaksaan teknik matematika yang rumit.
tips Bon Crowder berfokus pada pemahaman kontekstual, visualisasi, dan penemuan yang dipandu oleh intuisi, menjadikannya alternatif yang jauh lebih efektif daripada metode tradisional yang seringkali terlalu mengandalkan hafalan variabel atau kata kunci. Ini adalah metode yang bertujuan menjadikan siswa seorang pemecah masalah, bukan sekadar kalkulator.
HapusNama:bella ayu pusdita
BalasHapusKelas:5d
Nim:2386206114
Mau bertanya juga pak
mengingat bahwa aljabar dan penggunaan variabel (x, y) sangat penting untuk memecahkan soal cerita yang lebih kompleks di jenjang pendidikan yang lebih tinggi (misalnya, sistem persamaan), bagaimana seorang fasilitator dapat memperkenalkan konsep variabel dan aljabar ke dalam metode ini—misalnya melalui Tabel "Apa/Berapa" atau Diagram Alur—sehingga siswa beralih dari pemecahan masalah intuitif ke formulasi aljabar secara bertahap tanpa kembali ke pemaksaan teknik "ala guru matematika"?
Nama:Elisnawatie
HapusNPM:2386206069
Kelas:5D
Izin menjawab ya bellaFasilitator dapat mengenalkan aljabar secara bertahap dengan cara:
1. Mulai dari konkret gunakan tabel “Apa/Berapa” atau diagram alur untuk menata informasi soal.
2. Perkenalkan simbol x atau y diperkenalkan sebagai angka yang belum diketahui, menghubungkan langsung dengan tabel/diagram.
3. Tetap beri ruang eksperimen siswa bisa mencoba-coba angka (trial-error) sebelum menulis persamaan.
4. Perluas ke persamaan sederhana dari tabel/diagram ke aljabar, misalnya x + 3 = 8.
5. Kaitkan terus dengan soal cerita agar aljabar terasa sebagai alat bantu, bukan aturan kaku.
Pendekatan ini membuat transisi dari pemecahan masalah intuitif ke aljabar lebih alami dan tidak menakutkan.
Semoga membantu☺️
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari Bella, jadi fasilitator bisa mulai dari cara yang udah familiar dulu, misalnya pakai tabel “apa berapa” atau diagram alur buat nunjukin hubungan antar data, lalu pelan-pelan ganti kolom “berapa” itu dengan simbol kayak x atau y sambil dijelasin maknanya. Variabel dikenalin sebagai “pengganti angka yang belum tahu”, bukan simbol menakutkan, jadi siswa tetap pakai logika dan intuisi mereka, tapi mulai dibantu bahasa aljabar. Dengan transisi bertahap kayak gini, siswa nggak merasa dipaksa hafalin rumus, tapi sadar sendiri kalau aljabar itu alat yang bikin cara mikir mereka lebih rapi dan efisien.
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Izin menjawab, Bella.
Penggunaan aljabar dan variabel (x, y) memang penting untuk membantu siswa menyelesaikan soal cerita yang lebih kompleks. Namun, agar siswa tidak bingung, konsep variabel perlu dikenalkan secara bertahap dan kontekstual, misalnya melalui tabel, diagram alur, atau contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan cara tersebut, siswa dapat memahami bahwa variabel hanya sebagai pengganti nilai yang belum diketahui, sehingga tidak terasa sulit atau menakutkan. Pendekatan ini membantu siswa beralih dari pemahaman intuitif ke aljabar secara perlahan dan lebih mudah dipahami.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Bella, cara paling simpel mengenalkan aljabar adalah dengan menggunakan kotak kosong atau tanda tanya di dalam tabel, alih-alih langsung memakai huruf biarkan bagian yang belum diketahui nilainya tetap berupa kotak kosong, saat siswa berusaha mencari isi kotak tersebut mereka sebenarnya sudah mulai beraljabar secara alami, guru tinggal menjelaskan bahwa kotak kosong itu bisa kita ganti dengan huruf agar lebih praktis.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Bella
Nama:Elisnawatie
BalasHapusNPM:2386206069
Kelas:5D
Setelah saya membaca materi ini pak saya merasa lebih memahami bahwa kesulitan siswa dalam mengerjakan soal cerita tidak selalu karena mereka kurang pandai berhitung, tetapi sering kali karena soal itu disajikan dengan bahasa yang kompleks dan metode pengajarannya terlalu kaku atau prosedural. Pendekatan Bon Crowder sangat masuk akal bagi saya karena menekankan pemahaman masalah terlebih dahulu sebelum menghitung, menyederhanakan informasi, dan menggunakan tabel atau gambar untuk membantu menata data. Dengan cara ini, siswa bisa mencoba-coba, memperkirakan jawaban, dan berpikir lebih kritis, sehingga belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Saya jadi lebih paham bahwa fokus utama adalah memahami soal, bukan sekadar menghitung.
Nama:Elisnawatie
HapusNPM:2386206069
Kelas:5D
Izin bertanya pak Bagaimana penggunaan tabel, diagram, atau representasi visual lainnya dapat membantu siswa menyusun informasi dari soal cerita secara lebih terstruktur? Dan bagaimana visualisasi memudahkan siswa untuk mencoba-coba jawaban dan membuat perkiraan sebelum menghitung secara formal?
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Hai Elis! aku izin bantu jawab pertanyaan kamu yaa 😃
Kalau menurut aku pakai tabel, diagram, atau gambar itu bikin soal cerita jadi lebih gampang dibaca. Informasi yang berantakan bisa jadi tertata rapi. Anak langsung ngerti apa yang penting.
Nah untuk visual. Kalau menurut aku visual itu juga bikin anak berani coba-coba jawaban. Mereka bisa nebak dulu tuh lewat gambar atau tabel sebeum masukk ke hitungan aslinya. Kalau contoh dari pengalamanku sebagai guru bimbel itu : soal bagi buah, aku gambar keranjang buah dan buahnya, terus dibagi-bagi. Dari situ anak bisa bikin perkiraan, baru dihitung beneran.
Cmiiw guys 😀🙌
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Izin menjawab, Elisnawatie.
Penggunaan tabel, diagram, atau representasi visual sangat membantu siswa dalam memahami soal cerita matematika. Dengan adanya visual, informasi dalam soal menjadi lebih terstruktur sehingga siswa tidak langsung terpaku pada perhitungan, tetapi terlebih dahulu memahami maksud soal.
Selain itu, pendekatan ini juga melatih siswa untuk berpikir logis dan memperkirakan jawaban sebelum menghitung secara formal. Hal ini membuat proses belajar matematika menjadi lebih bermakna karena siswa memahami konsep, bukan sekadar menghafal rumus.
Nama:Imelda Rizky Putri
BalasHapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Materi ini menarik dan seru banget karena ngasih cara untuk menyelesaikan soal cerita, banyak soal yang menjebak kata-kata yang rumit, jadi materi ini menjelaskan cara mudah dan perlu memberikan kebebasan untuk siswa dan ruang untuk mereka bereksperimen untuk menemukan solusi pada soal cerita.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Komentar Imelda benar sekali bahwa materi ini menarik dan penting karena memberikan kebebasan bagi siswa untuk bereksperimen, apalagi banyak soal yang menjebak. Jadi, sanggahan dari saya adalah meskipun kebebasan bereksperimen itu penting, kita harus hati-hati agar kebebasan itu tidak menjadi kebingungan. Kebebasan trial-and-error dan eksplorasi operasi akan efektif jika siswa sudah punya fondasi yang kuat dulu, yaitu tahu cara mengorganisasi informasi dan membuat perkiraan jawaban yang masuk akal. Jika tidak ada panduan terstruktur seperti tabel Apa/Berapa atau diagram alur, kebebasan bereksperimen justru bisa membuat siswa tersesat dan frustrasi karena harus mencoba semua angka dengan semua operasi tanpa tahu mana yang harus dieliminasi.
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menambahkan pak, jadi selain itu, pendekatan ini juga bikin siswa lebih percaya diri karena mereka nggak langsung ditekan harus pakai rumus tertentu, tapi boleh mikir dengan cara sendiri dulu. Saat siswa dikasih ruang buat coba-coba, salah, lalu benerin lagi, proses belajarnya jadi lebih hidup dan nggak menakutkan. Lama-lama mereka sadar kalau soal cerita itu nggak seseram kelihatannya, asal tahu cara nyaring informasi dan fokus ke inti masalahnya.
Nama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Benar sekali bahwa banyak siswa sebenarnya bisa memahami dan menghitung soal matematika, tetapi bingung saat mengerjakan soal cerita mereka sering kali tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan semua informasi yang ada di soal cerita tersebut. Namun saya setuju dengan cara yang di sarankan oleh Bon Crowder perlu kita terapkan untuk mengatasinya, yaitu cara menyelesaikan soal cerita matematika saat membaca soalnya kita baca terlebih dahulu apa yang di tanyakan yang berada di kalimat terakhir setelah itu baru kemudian mengetahui detailnya. Menurut saya langkah seperti ini bikin siswa lebih tenang saat mengerjakan sial cerita, jika kita mengetahui alurnya dan terbiasaengerjakan pakai langkah-langkah dari Bon Crowder soal cerita matematika jadi enggak sulit lagi bagi siswa.
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Menambahkan sedikit materi, dalam menyelesaikan soal cerita matematika, selain memahami isi soal dan menentukan langkah penyelesaian, siswa juga perlu dilatih untuk menjelaskan kembali soal dengan bahasanya sendiri. Cara ini membantu siswa memastikan bahwa mereka benar-benar memahami maksud cerita sebelum mulai menghitung.
Selain itu, penting juga membiasakan siswa untuk mengecek kembali jawaban dengan mengaitkan hasil perhitungan ke cerita soal. Dengan begitu, siswa tidak hanya berhenti pada hasil akhir, tetapi juga belajar menilai apakah jawabannya sudah masuk akal sesuai konteks soal. Pembiasaan ini dapat melatih ketelitian dan mengurangi kesalahan dalam mengerjakan soal cerita.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Setelah saya baca materi di atas menjelaskan kalau soal cerita itu sebenarnya nggak seserem yang dibayangkan oleh anak-anak. Masalahnya seringkali mereka kebanyakan baca kata-kata yang nggak penting sampai lupa inti pertanyaannya apa dari soal yang sudah diberikan. dengan mulai dari kalimat terakhir, anak jadi langsung paham tujuan akhirnya. Cara ini bikin mereka fokus dan nggak gampang kebingungan. intinya, bikin soal cerita jadi lebih to the point biar anak nggak pusing saat melakukan pengerjaan soal.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Sering banget guru nyuruh pakai cara yang ribet, padahal anak-anak bisa mikir pakai logika sederhana. materi ini bagus banget karena ngajarin supaya anak nyoba gambar, bikin perkiraan, atau nyatet angka penting di tabel. Itu cara-cara yang lebih natural buat mereka menurut saya. Anak juga ngerasa bebas buat nyari strategi sendiri tanpa takut salah. jadi mereka bisa ngerjain soal cerita lebih percaya diri lagi.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Contoh yang dikasih Bon crowder nunjukin kalau soal cerita bisa dibongkar jadi hal-hal kecil yang gampang dipahami. Mulai dari baca pertanyaan dulu, nyari angka yang benar-benar penting, terus ngira-ngira jawabannya. Ini bikin anak nggak langsung panik lihat teks panjang. Gambar juga bantu banget biar mereka bisa ngebayangin situasinya. Dengan begitu belajar matematika jadi lebih fun dan nggak cuma menghafal rumus lagi Dan lagi
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Dari Bacaan yang bapak berikan , justru ini menjadi sebuah informasi baru yang sangat membatu saya untuk menambah tips saya dalam menyelesaikan soal cerita. Dan ya memang benar menurut saya menyelesaikan soal cerita di matematika tu terkadang membuat saya berpikir ekstra sampai membaca ulang soalnya terus – menerus. Tips yang diberikan oleh Bon Crowder sangat membantu membuka wawasan saya sebagai calon guru untuk membantu siswa membuka pikiranya dalam menyelesaikan soal secara bertahap.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Materi ini mengajarkan menyelesaikan soal cerita bukanlah hanya tentang menghitung tetapi adalah sebuah siklus proses berpikir dan ang di mulai dari pemahaman bahasa hingga penalaran kritis. Soal cerita melatih siswa untuk menjadi pemikir yang struktur. Guru juga harus siap berperan sebagai konselor awal atau materi terakhir untuk membantu siswa mengatasi kecemasan sebelum mereka bisa memahami soal.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
izin bertanya pak
Di jelaskan langkah pertama dalam memecahkan soal cerita adalah memahami masalah yang sangat bergantung pada literasi,metode sederhana apa yang paling efektif yang dapat di lakukan guru kelas di SD untuk membantu siswa memahami bahasa dan makna soal sebelum mereka mulai menghitung atau mengerjakan,mengingat kadang ada soal yang mengecoh atau menjebak?
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
HapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
izin menjawab ya dita, kalo menurut aku, cara paling ampuh buat guru SD agar anak-anak paham soal cerita sebelum mulai ngitung adalah dengan dua hal Pertama, ajak mereka fokus lihat kata kuncinya, tapi bukan sekadar kata total, melainkan apakah ceritanya bilang jumlahnya bertambah, berkurang, dikali berkali-kali, atau dibagi rata. Kedua, minta mereka ceritakan ulang soal itu pakai bahasa mereka sendiri, atau bayangkan kejadiannya tanpa lihat angka, supaya mereka betul-betul mengerti apa aksi yang sedang terjadi di dalam cerita, jadi tidak gampang terjebak soal iseng.
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari Dita, jadi di kelas SD, cara paling efektif itu guru bisa ngajak siswa baca soal bareng-bareng pelan-pelan, lalu minta mereka ceritain ulang pakai bahasa sendiri biar kelihatan sudah paham atau belum. Guru juga bisa ngajarin siswa menandai kata kunci, garis bawahi info penting, dan nanya “yang ditanya apa sih?” sebelum mulai ngitung. Ditambah pakai gambar, tabel sederhana, atau contoh dari kehidupan sehari-hari, siswa jadi lebih kebayang maksud soalnya dan nggak gampang kejebak sama kalimat yang ribet
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Dita, untuk membantu siswa SD memahami makna soal guru bisa membiasakan siswa untuk mengabaikan angka dulu dan fokus pada kata kerja yang ada di soal, ajak mereka menandai kata kunci lalu minta mereka membuat gambar coretan sederhana dari kata-kata tersebut, lalu dengan menggambar siswa dipaksa untuk membayangkan alur ceritanya secara nyata, jika mereka sudah bisa menggambarkan situasinya berarti mereka sudah paham maknanya dan tidak akan mudah terjebak oleh bahasa soal yang berbelit-belit saat nanti mulai menghitung.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Dita
Nama : Aprilina Awing
BalasHapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Menurut aku, penjelasan di atas cukup relate banget sama masalah soal cerita yang sering bikin anak-anak pusing. Padahal di kehidupan sehari-hari mereka sebenarnya sudah sering “nyelesaiin” soal cerita tanpa sadar, cuma begitu masuk ke bentuk tulisan panjang… langsung kebingungan.
Yang paling menarik adalah idenya untuk mulai dari kalimat terakhir dulu. Ini beneran membantu karena dari awal kita udah tahu apa yang dicari. Biasanya kan anak-anak langsung “tenggelam” sama cerita panjangnya, jadi fokusnya hilang.
Terus, cara untuk nyisihin informasi yang nggak penting juga bagus, karena banyak banget soal cerita yang kalimatnya panjang tapi isinya cuma pemanis. Anak-anak sering mikir semua informasi harus dipakai, padahal nggak selalu.
Nama : Aprilina Awing
BalasHapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Saya juga melihat dari materi ini Ide bikin tabel, gambar, sampai diagram alur juga terasa ramah banget buat anak. Nggak terlalu teknis, tapi membantu mereka ngerti alurnya tanpa harus terjebak aturan formal matematika yang kadang justru bikin takut.
Dan menurutku bagian trial & error paling keren anak boleh salah dulu, baru nemu jawaban yang benar. Ini bisa bikin mereka lebih percaya diri dan merasakan kalau matematika itu bukan cuma rumus, tapi proses berpikir.
Intinya, tips ini terasa lebih manusiawi dan ramah buat anak-anak. Nggak ribet, nggak memaksa mereka langsung pakai variabel, tapi pelan-pelan ngajak mereka memahami masalahnya dulu.
Nama : Aprilina Awing
BalasHapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Saya mau bertanya pak, Dari semua langkah yang disampaikan Bon Crowder, langkah mana yang paling cocok diterapkan di kelas?
Apakah siswa akan benar-benar mau menggambar atau bikin diagram alur? Atau justru mereka akan merasa itu pekerjaan tambahan?
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin Aprilina Awing, jadi menurut saya, kalau dilihat dari langkah-langkah Bond Crowder, yang paling cocok dan realistis diterapkan di kelas itu bukan langsung nyuruh siswa bikin gambar atau diagram rumit, tapi langkah “memahami masalah dengan cara sendiri”, misalnya lewat coretan sederhana, tabel kecil, atau ngomongin alurnya bareng-bareng. Kalau guru fleksibel dan nggak maksa harus rapi atau “bagus”, siswa biasanya mau kok menggambar atau bikin sketsa karena itu ngebantu mikir, bukan terasa tugas tambahan. Tapi kalau disajikannya kaku dan dinilai formal, baru deh siswa nganggep itu kerjaan ekstra. Jadi kuncinya ada di cara guru ngenalin langkahnya, bukan di langkahnya sendiri.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Awing, menurut saya langkah yang paling cocok buat langsung dicoba itu adalah membaca kalimat terakhir dulu dan membuat sketsa gambar, karena kedua hal ini paling cepat membantu siswa melihat apa yang sebenarnya ditanyakan tanpa harus pusing dengan teks yang panjang, lalu apakah siswa merasa itu pekerjaan tambahan, jujur saja mungkin di awal mereka akan merasa begitu kalau kita mewajibkannya sebagai tugas formal yang harus rapi.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Awing
Soal cerita dalam matematika apalagi soal dengan uraian begitu panjang selalu bisa membangkitkan rasa bosan dalam mengerjakan soal itu, ditambah lagi dengan rujukan soal dan uraian pada soal yang terlalu bertele-tele dan tidak langsung ke bagian inti dari pertanyaan soal.
BalasHapusSangat terbantu sekali bagi calon seorang pendidik untuk membaca uraian seorang praktik matematika yang telah memiliki pengalaman mengajar 15.000 orang secara privat yaitu Bon Crowder, beliau juga memberikan tips untuk menyelesaikan soal cerita dengan baik,
Yang pertama kita bisa memulai baca kalimat terakhir terlebih dahulu dari soal yang ada, lalu kita bisa memilah atau memilih informasi yang berguna dan tidak berguna, selanjutnya kita bisa memperkirakan jawaban yang mungkin masuk akal setelah kita membaca pertanyaan dan memilih informasi yang berguna dan tidak berguna, selanjutnya kita bisa menggambar soal tersebut dijelaskan tips standar untuk soal yang melibatkan sesuatu yang bersifat geometris itu dapat digambar, selanjutnya kita juga dianjurkan untuk membuat diagram alur untuk dapat membantu kita memahami bagian mana yang akan digunakan untuk mendapatkan jawaban, setelah itu kita bisa nih pelan-pelan memahami dari awal sampai akhir untuk menentukan jawaban yang menurut kita benar dalam memecahkan permasalahan atau soal yang telah diberikan.
NAMA : KORNELIA SUMIATY
BalasHapusNPM : 2386206059
KELAS : 5B PGSD
soal cerita sebenarnya ga sesulit yang dibayangkan, karena pada dasarnya anak-anak sudah sering memecahkan “soal cerita” dalam kehidupan sehari-hari. Yang membuat soal cerita terasa sulit adalah informasi yang terlalu banyak dan cara penyelesaian yang terlalu rumit seperti penggunaan variabel. soal cerita bisa dibuat lebih mudah, lebih menyenangkan, dan lebih masuk akal jika guru membantu siswa memecah masalah secara sederhana, bukan mempersulitnya dengan teknik yang tidak harus digunakan. Pendekatan ini sangat membantu anak merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal cerita matematika.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Komentar Kornelia benar bahwa soal cerita itu enggak sesulit yang dibayangkan dan anak-anak sering menyelesaikannya di kehidupan sehari-hari. Dia juga benar bahwa penggunaan variabel yang terlalu rumit bisa mempersulit. Jadi, sanggahan dari saya adalah meskipun pendekatan sederhana dari Ben Crowder sangat membantu, ada kalanya guru memang perlu memperkenalkan variabel dan teknik yang lebih formal. Alasannya, matematika di tingkat yang lebih tinggi, seperti aljabar dan fisika, mutlak membutuhkan penggunaan variabel sebagai bahasa universal untuk memodelkan masalah kompleks. Jadi, alih-alih menghindari variabel sepenuhnya, tantangannya adalah bagaimana guru memperkenalkan variabel secara bertahap dan setelah siswa menguasai konsepnya secara visual dan intuitif. Variabel jangan dijadikan penghalang di awal, tapi harus dijadikan alat yang kuat ketika anak sudah siap, agar kepercayaan diri yang sudah dibangun tidak hilang saat mereka naik kelas.
NAMA : KORNELIA SUMIATY
BalasHapusNPM : 2386206059
KELAS : 5B PGSD
saya ingin bertanya pak, apakah pendekatan pada Bon Crowder bisa di terapkan pada semua kelas atau hanya di kelas tertentu dan bagaimana pengunaan trial & error dapat membangun rasa percaya diri matematika (math confidence) siswa meskipun metode ini dianggap tidak formal ?
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
HapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
izin menjawab kornelia, kalo menurtku ya Metode Bon Crowder ini bagus dipakai untuk semua anak sekolah, dari SD sampai SMA, karena imengajarkan cara berpikir logis, bukan cuma rumus. Dan yang paling keren adalah pakai cara coba-coba (trial & error) meskipun terlihat tidak resmi, justru cara ini ampuh banget bikin anak percaya diri dalam matematika, karena mereka jadi tidak takut salah dan bisa menemukan sendiri jawaban yang masuk akal.
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari kornelia, jadi pendekatan Bone Crowder sebenarnya bisa diterapkan di hampir semua kelas, dari jenjang bawah sampai atas, tapi caranya harus disesuaikan sama usia dan kondisi siswa, misalnya di kelas kecil lebih banyak diskusi dan contoh konkret, sementara di kelas atas bisa lebih mandiri. Soal trial and error, justru ini penting buat bangun math confidence karena siswa jadi sadar kalau salah itu bagian dari proses mikir, bukan tanda bodoh. Saat mereka coba, salah, lalu dibimbing nemuin cara yang lebih tepat, rasa percaya dirinya naik karena merasa “oh, ternyata aku bisa belajar dari kesalahan”, walaupun kelihatannya nggak rapi atau nggak langsung benar.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Kornelia, menurutku pendekatan Bon Crowder bisa di terapkan di semua jenjang kelas, tapi cara penyampaiannya saja yang perlu kita sesuaikan, di kelas rendah kita bisa lebih banyak pakai gambar dan benda nyata, sedangkan untuk kelas yang lebih tinggi metodenya tetap sama yaitu melatih logika untuk menyederhanakan masalah yang terlihat rumit jadi masuk akal, jadi ini bukan soal kelasnya tapi soal bagaimana kita melatih kebiasaan berpikir siswa, dan untuk trial dan error justru membangun rasa percaya diri saat siswa dibebaskan buat coba-coba, mereka enggak akan merasa takut salah atau terbebani harus lengsung hafal rumus yang kaku.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Kornelia
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5B (PGSD)
Dari materi diatas, penting juga mengingatkan siswa agar tidak terjebak dalam detail yang rumit, tetap fokus pada pertanyaan utama, seperti yang dijelaskan beebo yunani yang menjelaskan. Memecahkan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menggunakan gambar juga sangat membantu, karena ini memberikan gambaran visual yang lebih jelas dan membuat proses berpikir jadi lebih struktur. Seperti yang sering bapak ajarkan dikelas, kalau soal cerita lebih baik buat gambar nya atau tulis diketahui dan ditanya biar enak kita memahami soal tersebut.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Saya setuju banget dengan pendapat Rosidah yang pertama bahwa penting banget mengingatkan siswa agar fokus ke pertanyaan utama dan enggak terjebak detail yang ribet. Jadi, tambahan dari saya adalah memecah masalah jadi bagian kecil dan menggunakan gambar itu bukan cuma bikin proses berpikir lebih jelas dan terstruktur, tapi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan otak kiri dan otak kanan. Ini membantu anak yang mungkin lemah di urusan angka tapi kuat di visualisasi, membuat mereka merasa percaya diri dan rileks sebelum mulai menghitung. Ini juga mirip dengan kebiasaan diketahui dan ditanya yang sering diajarkan, tapi dengan sentuhan kreatif.
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5B (PGSD)
Untuk secara keseluruhan saya setuju dengan cara Ben Crowder, menurut saya, lebih menekankan pada eksperimen dan eksplorasi. Itu biasanya akan mengembangkan keterampilan berpikir kritis anak. Sehingga mereka bisa menemukan solusi mereka sendiri, bukan hanya mengikuti langkah-langkah yang ada.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Saya juga sependapat dengan Rosidah yang kedua, bahwa cara Ben Crowder ini lebih menekankan pada eksperimen dan eksplorasi. Jadi, tambahan dari saya adalah penekanan pada eksplorasi dan trial-and-error ini sangat penting karena itu yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Ketika anak dibiasakan untuk menemukan solusi mereka sendiri dan tidak hanya mengikuti langkah-langkah yang ada, mereka sebenarnya sedang belajar tentang metakognisi yaitu berpikir tentang bagaimana mereka berpikir. Ini membuat mereka menjadi pemecah masalah yang tangguh dan mandiri, yang hasilnya akan berguna jauh melampaui pelajaran matematika.
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
BalasHapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
setuju. tips ini panduan yang fantastis karena mengajarkan siswa untuk menjadi pemecah masalah yang tangguh, bukan sekadar mesin penghitung. Ini adalah cara yang menyenangkan dan membangun kepercayaan diri untuk mengubah soal cerita yang menakutkan menjadi tantangan yang bisa diatasi dengan alat bantu visual dan akal sehat.
Nama : Juliana Dai
HapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Jadi, tambahan dari saya adalah bahwa komentar Naida ini tepat banget karena tips-tips tersebut benar-benar melatih anak buat jadi pemikir yang tangguh dan mandiri. Misalnya, dengan disuruh membuat tabel Apa/Berapa dan menggambar sketsa, anak dipaksa untuk mengorganisasi data dan melihat masalah secara visual, yang membuat mereka enggak gampang panik saat ketemu banyak kata-kata di soal cerita. Ditambah lagi, proses coba-coba operasi hitung dan memperkirakan jawaban itu mengajarkan mereka bahwa berbuat salah itu biasa dan membantu mereka menemukan strateginya sendiri, bukan cuma meniru rumus guru. Ini beneran mengubah soal cerita dari hukuman matematika menjadi tantangan yang seru buat dipecahkan dengan akal sehat.
Nama : Juliana Dai
BalasHapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Menurut saya, tips dari Bon Crowder ini keren banget karena mengubah cara kita melihat soal cerita matematika. Biasanya kan anak-anak pusing karena ketemu banyak kata-kata dan angka yang tersembunyi, ditambah guru sering memaksakan rumus atau variabel yang rumit. Nah, pendekatan ini justru membalikkan keadaan. Kita diajak fokus dulu ke tujuan utama, lalu buang informasi yang enggak penting, terus kita disuruh menggambar atau bikin tabel sederhana buat merapikan data. Ini membuat masalah yang tadinya kayak tembok tinggi jadi lebih mudah dipanjat. Intinya, kita tidak cuma menghitung, tapi diajak jadi detektif yang memilah data dan merencanakan langkah.
Pendekatan ini sangat nyambung dengan pendidikan zaman sekarang. Sekarang ini, yang penting bukan cuma hasil benar, tapi kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah persis seperti yang diajarkan Crowder. Dia menyarankan guru untuk membiarkan anak-anak mencoba-coba dan menemukan sendiri operasi hitungnya, bahkan kalau sesekali salah. Ini penting banget karena melatih anak untuk berani mencoba, enggak gampang nyerah, dan punya rasa percaya diri sama kemampuan berpikir mereka sendiri. Jadi, matematika tidak lagi terasa menakutkan, tapi lebih seperti petualangan untuk mencari tahu jawabannya.
Nama : Juliana Dai
BalasHapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
inti dari pendekatan Bon Crowder ini sebenarnya adalah tentang meredam kepanikan kognitif pada siswa. Soal cerita seringkali terasa sulit karena membebani otak dengan terlalu banyak variabel dan narasi sekaligus. Dengan langkah-langkah seperti memulai dari pertanyaan, memfilter informasi yang tidak berguna, dan memvisualisasikan data ke dalam tabel atau gambar, Crowder menciptakan jeda yang memungkinkan siswa bernapas dan menyederhanakan masalah besar menjadi potongan-potongan kecil yang dapat diolah. Hal ini sangat efektif dalam membangun fondasi rasa angka yang kuat, di mana siswa belajar untuk mengevaluasi kewajaran jawaban sebelum dan sesudah menghitung, membuat mereka menjadi pemikir matematika yang lebih mandiri dan strategis, bukan sekadar kalkulator yang mengikuti resep.
Nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
Npm:2386206092
Dari cara Crowder ngajar matematika, ternyatta ada cara yang jauh lebih santai daripada cuman memaksakan variabel x dan teknik rumit lainnya. Intinya, dia ingin kita semua terutama anak anak ngerasa percaya diri dan nggak pusing duluan saat lihat soal cerita.
Kenapa soal cerita sering bikin bingung? Biasanya tuh karena terlalu banyak angka yang tersembunyi di balik kata-kata, dan guru yang keburu-buru menyuruh pakai rumus atau variabel yang malah bikin mumet.
Nama:syahrul
Hapuskelas:5D
Npm:2386206092
Ben Crowder juga ngasih langkah yang praktis dan anti ribet.
• Cek Pertanyaan Akhir Dulu: Langsung fokus ke kalimat tanya di akhir soal. Misalnya, di soal Burung Beebo, langsung lihat Berapa berat total semua Beebo Yunani.Ini kasih tahu kita apa tujuannya.
Buat Tabel Apa/Berapa: Setelah tau tujuannya, kumpulin semua informasi berguna ke dalam tabel sederhana. Singkirin info yang nggak relevan. Untuk soal Beebo, yang berguna cuma berat per ekor dan jumlah total Beebo Yunani. Tinggi 20 inci itu info yang nggak berguna, jadi buang aja.
Prediksi Jawaban : Coba tebak jawaban yang masuk akal. Misalnya, total berat Beebo pasti angka besar, bukan desimal kecil seperti 0.4371. Ini membantu kita menyaring jawaban yang jelas jelas salah.
Nama:syahrul
Hapuskelas:5D
npm:2386206092
Setelah tu, saatnya kita coba Crowder bilang, nggak perlu takut salah coba. Kita hanya berurusan dengan empat operasi dasar: tambah, kurang, kali, dan bagi. Biarkan dirimu mencoba semua kombinasi operasi pada angka angka yang sudah dikumpulkan. Ini seperti membuat soal pilihan ganda versi sendiri, di mana kita mengeliminasi jawaban yang nggak masuk akal berdasarkan prediksi awal. Intinya, jangan khawatir kalau salah coba beberapa kali.
Nama:syahrul
Hapuskelas:5D
npm:2386206092
Yang paling penting tuh biarin proses penemuan itu terjadi secara natural, gak dipaksa.Tujuannya supaya membangun rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa matematika itu bisa diselesaikan dengan logika dan eksperimen, bukan cuma hafalan rumus. Kerennya, bahkan dia menyarankan untuk menggambar soal cerita, meskipun soalnya nggak geometris. Itu cara bagus untuk memindahkan pemikiran dari otak kiri ke otak kanan dan memicu kreativitas. Jadi yok buang jauh jauh rasa takut dalam nyelesaikan soal cerita, dan mulai cobain
BalasHapusMateri ini menggambarkan adanya jarak antara kemampuan anak menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan kesulitan yang mereka alami saat mengerjakan soal cerita di sekolah. Dalam keseharian, anak mampu melakukan penalaran matematis, misalnya saat mengelola uang atau mengatur waktu, akan tetapi kemampuan ini sering tidak tergali dalam pembelajaran formal. Salah satu penyebabnya adalah soal cerita yang disajikan dengan kalimat panjang dan informasi yang kurang langsung. Selain itu, tuntutan untuk segera menggunakan variabel dan langkah-langkah formal sering kali menyulitkan siswa, khususnya mereka yang masih berpikir secara konkret.
Di dalam point yang menjelaskan ada dua masalahnya, terlalu banyak angka yang tersembunyi di dalam kata, di poin tersebut kita lihat bahwa ternyata soal cerita itu sangat susah bagi anak apabila tidak di pahami secara betul betul
BalasHapusMenurut saya, tips yang disampaikan Ben Crowder sangat tepat. Salah satu kendala utama dalam mengerjakan soal cerita matematika adalah banyaknya kata atau informasi yang membingungkan. Cara beliau menyarankan untuk menghilangkan informasi yang tidak relevan sangat membantu, karena hal itu membuat siswa lebih fokus pada inti soal. Dengan begitu, waktu yang terbuang untuk membaca ulang soal berulang kali bisa diminimalkan, dan proses penyelesaian soal menjadi lebih efisien. Pendekatan ini juga mengajarkan siswa untuk lebih teliti dalam menyeleksi informasi penting sebelum menyelesaikan soal.
BalasHapusSelain itu, pendekatan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Ketika mereka mampu mengenali informasi penting dan menyelesaikan soal dengan lebih cepat, rasa percaya diri dalam menghadapi soal cerita lainnya juga akan meningkat. Metode ini tidak hanya membantu dalam matematika, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan analisis yang bermanfaat untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, strategi Ben Crowder tidak hanya sekadar trik mengerjakan soal, tetapi juga membentuk keterampilan berpikir yang lebih sistematis bagi siswa.
BalasHapusMenurut saya, pendekatan yang disampaikan dalam tulisan ini sangat baik, realistis, dan ramah bagi anak.
BalasHapusPembahasa ini dengan tepat menunjukkan akar masalah soal cerita, yaitu terlalu banyak kata dan tekanan metode formal. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak sebenarnya sudah sering menyelesaikan soal cerita tanpa sadar. Ini membantu kita memahami bahwa kesulitan anak bukan pada berhitung, tetapi pada cara soal itu disajikan dan cara guru memaksanya diselesaikan.
Ben Crowder ini membantu anak berpikir secara alami. Dimulai dari membaca pertanyaan terakhir, menyaring informasi penting, membuat tabel sederhana, memperkirakan jawaban, menggambar, hingga mencoba-coba operasi. Semua ini membuat soal cerita terasa lebih sederhana, tidak menakutkan, dan masuk akal. Anak tidak langsung
BalasHapusdilempar ke variabel dan rumus, tetapi diajak memahami makna soal terlebih dahulu.
Soal cerita matematika memang sering jadi 'momok' buat siswa karena mereka kadang bingung menerjemahkan kalimat ke angka. Tips di artikel ini praktis banget, terutama cara langkah-langkah memahaminya supaya anak nggak asal tebak.
BalasHapusNama : Dias Pinasih
BalasHapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Izin menjawab, Pak.
Menurut saya, kecemasan matematika memang jadi masalah yang sering dialami siswa, terutama karena sejak awal mereka sudah merasa takut dan tertekan saat berhadapan dengan angka. Hal ini biasanya muncul karena pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, seperti dimarahi saat salah atau terlalu ditekan untuk mendapat nilai bagus.
Peran guru sangat penting untuk mengurangi kecemasan ini, misalnya dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman, tidak menghakimi kesalahan siswa, dan lebih menekankan proses daripada hasil. Jika siswa merasa aman dan dihargai, rasa takut terhadap matematika bisa perlahan berkurang.
Menurut saya, pendekatan psikologis dalam pembelajaran matematika sangat relevan ke depan, karena bukan hanya membuat siswa lebih paham materi, tapi juga membantu mereka lebih percaya diri dan berani mencoba tanpa takut salah.
Nama : Dias Pinasih
HapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Izin menyampaikan saran dan kritik, Pak.
Menurut saya, materi ini sudah cukup membantu karena menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan soal cerita secara runtut dan mudah dipahami. Akan lebih baik jika setiap langkah disertai contoh soal yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa SD, seperti kegiatan membeli jajanan, membagi alat tulis, atau menghitung waktu belajar. Selain itu, menurut saya guru bisa membiasakan siswa untuk membaca soal dengan suara pelan atau mengulang cerita dengan bahasa sendiri agar pemahaman mereka lebih kuat sebelum mulai menghitung.
Menurut saya, materi ini masih cenderung menekankan pada urutan langkah penyelesaian, sehingga ada kemungkinan siswa hanya mengikuti pola tanpa benar-benar memahami isi cerita dalam soal. Beberapa siswa yang kemampuan membacanya masih rendah bisa tetap merasa kesulitan meskipun langkahnya sudah jelas. Akan lebih baik jika ada penekanan khusus pada tahap memahami bahasa soal dan mengidentifikasi informasi penting sebelum masuk ke proses perhitungan.
HapusNama : Dias Pinasih
BalasHapusNPM : 2386206057
Kelas : 5B PGSD
Izin bertanya, Pak.
Dalam materi ini dijelaskan bahwa siswa perlu memahami isi soal cerita terlebih dahulu sebelum menentukan operasi hitung yang digunakan. Menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif untuk membantu siswa SD yang masih kesulitan membaca agar tetap bisa memahami soal cerita dengan baik? Selain itu, bagaimana cara guru membiasakan siswa agar tidak langsung terpaku pada angka, tetapi lebih fokus pada makna cerita dalam soal?
Nama: Selma Alsayanti Mariam
HapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Izin bantu menjawab yaa kak dias, menurut saya kalau anak belum lancar membaca itu seharusnya jangan suruh mereka membaca sendiri. guru bisa membacakan soalnya seperti sedang mendongeng. lalu gunakan intonasi yang seru supaya mereka bisa membayangkan situasinya. lalu coba untuk mengajak siswa bermain peran (Roleplay), misalnya kita suruh mereka memperagakan cara memberikan sesuatu ke teman, dengan begitu mereka akan otomatis teringat kalau itu adalah bentuk operasi hitung pengurangan atau pembagian.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyan dari Dias, strategi yang paling efektif untuk membantu siswa yang kesulitan membaca adalah dengan metode bercerita atau audivisual, guru bisa membacakan soalnya dengan intonasi seperti sedang mendongeng atau bahkan menggunakan alat peraga nyata dengan begitu siswa enggak cuman melihat deretan huruf yang bikin pusing tapi mereka mendengar dan melihat situasinya secara langsung, cara supaya mereka engga terpaku guru bisa mencoba sajikan soal cerita tanpa angka dulu dengan begini anak dipaksa untuk membayangkan kejadiannya dan memahami maknanya dulu.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Dias
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Dari materi ini saya menyimpulkan kalau ngerjakan soal matematika itu ngga cuma tentang dapat jawaban yang benar aja, tapi lebih ke bagaimana cara kita berpikir. Soal cerita membuat siswa harus berpikir dan memahami apsih yang diminta dari soal tersebut, harus milah informasi yang penting dulu, terus menentukan gimana cara menyelesaikanya. Nah biasanya guru ngajarin kit kalu dapat soal cerita janagn lupa nulis " Diketahui, Ditanya,Dijawab" atau kalau ada yang perlu digambar bisa ditulis dikertas coretan untuk melihat bentuknnya seperti apa bukan hanya sekedar membayangkan. Menuruut saya ini ini cukup membantu supaya soal yang kita kerjakan ngga terlalu ribet dan kelihtan terstruktur. Kalau latihan kayak gini sering dilakukan, lama-lama siswa bisa ngeliat matematika sebagai alat buat nyelesain masalah sehari-hari, bukan cuma pelajaran yang bikin pusing.
Hanifah
BalasHapus5C
2386206073
Menurut saya, soal cerita bukan sekedar tentang angka tapi juga memahami konteks dari soal yang perlu pemahaman dalam membacanya. Sering kali siswa kesulitan bukan karena tidak bisa berhitung, tapi karena tidak mampu memahami kalimat soal.
Banyak siswa yang menganggap soal cerita sulit karena membutuhkan keterampilan literasi. Dari Materi ini menekankan bahwa strategi penyelesaian harus sistematis yaitu di mulai dengan memahami teks, menuliskan informasi, hingga menyusun langkah perhitungan .
HapusDan ini menjadi tugas guru agar bisa membimbing siswa untuk belajar sejak dini tentang literasi untuk melatih menghadapi soal cerita. Guru dapat melakukan latihan soal dari ulangan harian.
HapusNama: Ajuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
Saya melihat ada dua masalah utama dalam pembelajaran soal cerita pertama terlalu banyak informasi yang tersembunyi dalam kata" sehingga siswa kesulitan menentukan mana yang penting Kedua guru sering kali langsung memaksa siswa menggunakan variabel dan rumus formal padahal belum tentu itu cara yang paling mudah dipahami akibatnya, siswa tahu cara membaca soal tetapi tidak tahu harus mulai dari mana dan apa yang sebenarnya diminta.
soal cerita sering dianggap sulit bukan karena matematikanya, tetapi karena cara soal itu disajikan. Dalam kehidupan sehari hari anak" sebenarnya sudah terbiasa dengan soal cerita misalnya saat menghitung uang belanja atau membagi waktu untuk bermain
Hapusnama: Alya Salsabila
BalasHapusnpm : 2386206062
kelas : V C
Pak, terima kasih atas materinya. Dari tulisan ini saya jadi lebih paham bahwa soal cerita matematika itu bukan sekadar hitung angka, tapi kita perlu membaca dengan teliti, memahami konteks, lalu tentukan operasi yang tepat. Kalau langkah-langkahnya dipahami dengan baik, soal cerita jadi terasa lebih mudah. Artikel ini sangat membantu buat yang masih sering kesulitan dengan soal cerita.
Nama : Alya Salsabila
BalasHapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Izin bertanya ya pak, bagaimana cara melatih siswa agar tidak terburu-buru saat mengerjakan soal cerita? terimakasih
Nama: Selma Alsayanti Mariam
HapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya izin bantu menjawab ya kak alya, menurut saya agar siswa tidak terburu-buru saat mengerjakan soal cerita. guru bisa membiasakan anak pelan-pelan tetapi paham, misalnya seperti ajarkan anak untuk membaca soal dua kali, lalu garis bawahi kata penting seperti jumlah, selisih, sisa, dan lain-lain. jangan langsung menghitung dulu, tapi pahami dulu ceritanya. selain itu bisa juga dilatih dengan langkah tetap, misalnya seperti membaca soal, lalu ceritakan ulang dengan kata sendiri, kemudian tentukan apa yang diketahui dan ditanya, barulah mulai menghitung. kalau langkah ini sering digunakan, anak jadi lebih tenang dan tidak asal menjawab. guru juga bisa menekankan kalau lebih baik lambat tapi benar, daripada cepat tapi salah. lama-lama anak akan terbiasa dan tidak terburu-buru lagi saat mengerjakan soal cerita.
Nama: Margaretha Elintia
Hapuskelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Alya, cara paling ampuh yang dapat di gunakan mungkin dengan membiasakan mereka untuk bercerita ulang sebelum mereka menyentuh pensil buat menghitung, lalu minta mereka untuk tutup soalnya dan ceritakan pakai bahasa mereka sendiri tentang apa yang sedang terjadi di soal itu, kalau mereka bisa cerita dengan lancar biasanya mereka jadi lebih tenang saat mulai menghitung.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Alya
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, soal cerita terasa sulit karena bahasa sering menutupi inti matematika. Anak sebenarnya mampu memecahkan masalah serupa dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang berlebihan membuat fokus anak terpecah. Pendekatan menyaring informasi membantu siswa melihat tujuan soal. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyederhanakan konteks. Strategi ini meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan ramah bagi anak.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Membaca kalimat terakhir terlebih dahulu membantu siswa memahami tujuan soal. Langkah ini mengarahkan perhatian langsung pada pertanyaan utama. Anak tidak lagi tersesat dalam cerita panjang. Strategi ini sesuai dengan cara berpikir alami siswa. Guru memandu siswa memahami detail setelah tujuan jelas. Proses ini mengurangi kecemasan belajar matematika. Soal cerita menjadi lebih terstruktur dan mudah dikerjakan.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Penggunaan tabel “Apa/Berapa” membantu mengorganisasi informasi numerik. Tabel mengubah kata-kata menjadi data yang lebih jelas. Siswa tidak perlu terus-menerus membaca ulang teks soal. Strategi ini melatih kemampuan memilah informasi penting. Guru membantu siswa fokus pada angka dan satuan. Pemahaman konsep menjadi lebih sistematis. Kesalahan akibat salah tafsir soal dapat diminimalkan.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Perkiraan dan gambar membantu siswa membangun intuisi matematika. Gambar membuat soal terasa lebih konkret dan tidak menakutkan. Aktivitas menggambar menenangkan emosi siswa. Siswa lebih berani mencoba menyelesaikan soal. Diagram alur membantu memahami langkah penyelesaian. Proses ini menumbuhkan pemahaman alih-alih hafalan rumus. Matematika menjadi aktivitas berpikir, bukan sekadar hitungan.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Trial and error memberi ruang bagi siswa untuk bereksperimen. Siswa belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada rumus kaku. Anak menemukan sendiri operasi yang tepat. Guru membimbing tanpa memaksakan algoritma baru. Rasa percaya diri siswa meningkat melalui penemuan mandiri. Soal cerita berubah menjadi tantangan yang menyenangkan.
Dita Ayu Safarila
BalasHapus5 C
2386206048
Kita harus sadar bahwa anak zaman sekarang yaitu gen alpha sebutannya mereka lebih cepat bosan dengan teks panjang namun sangat visual. Tetapi strategi Bon Crowder ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi “diktator rumus” melainkan fasilitator yang membantu siswa memilah informasi. Kita harus berani membiarkan siswa salah,bereksperimen dan menemukan logika mereka sendiri sebelum masuk ke simbol matematika yang rumit.
Dita Ayu Safarila
Hapus5 C
2386206048
Siswa sering bingung memulai soal cerita karena tumpukkan informasi. Guru harus membiasakan siswa membaca kalimat terakhir terlebih dahulu. Dengan mengetahui apa yang di tanyakan siswa memiliki tujuan jelas. Strategi ini memangkas kebingungan awal dan membuat mereka lebih terarah pada solusi sejak detik pertama mengerjakan.
Dita Ayu Safarila
BalasHapus5C
2386206048
Sebelum menghitung,ajaklah siswa memperkirakan hasil yang masuk akal. Misalnya total berat ribuan burung tidak mungkin berupa angka desimal kecil.Melatih intuisi ini penting agar siswa tidak hanya sekedar menghitung tetapi juga memahami logika di balik angka tersebut,sehingga mereka bisa menyadari kesalahan hitung secara mandiri.
Dita Ayu Safarila
Hapus5 C
2386206048
Terkadang kita harus membiarkan siswa mencoba keempat operasi dasar yaitu tambah,kurang,kali dan bagi, untuk melihat mana yang bekerja. Kita sebagai calon guru tidak boleh langsung menyalahkan jawaban salah. Proses “trial aja error” justru membangun kepercayaan diri mereka dan pemahaman mendalam. Anak-anak akan lebih menghargai jawaban benar jika mereka pernah melewati proses penemuan.
Dita Ayu Safarila
BalasHapus5 C
2386206048
Matematika sering kali dianggap sulit karena masalah psikologis,bukan hanya intelektual. Dengan memberikan metode yang bisa mereka kuasai seperti eliminasi jawaban yang tidak masuk akal,siswa lebih merasa berdaya. Rasa percaya diri ini adalah kunci utama agar peserta didik tidak menyerah saat menghadapi soal-soal cerita yang lebih kompleks.
Dita Ayu Safarila
Hapus5 C
2386206048
Tugas kita bukan sekedar memindahkan isi buka ke otak siswa,melainkan menyediakan alat untuk mereka berpikir. Tipe dari abon Crowber ini adalah panduan fleksibel,bukan algoritma kaku. Guru yang sukses adalah mereka yang mampu menyesuaikan metode ini dengan kecepatan belajar masing masing anak didik yang berbeda - beda.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi Pak. Materi di atas menurut saya cukup kritis dalam mengungkap akar masalah kesulitan siswa pada soal cerita, yaitu bukan pada kemampuan berhitung, melainkan pada cara penyajian dan pendekatan penyelesaiannya. Selama ini siswa sering dipaksa langsung menggunakan variabel dan langkah formal, padahal mereka belum tentu memahami makna situasi yang diceritakan dalam soal. Pendekatan yang ditawarkan Ben Crowder justru menempatkan pemahaman konteks sebagai langkah awal, sehingga siswa diajak berpikir secara alami seperti saat menghadapi masalah di kehidupan sehari-hari. Menurut saya, ini penting karena matematika seharusnya membantu siswa bernalar, bukan sekadar mengikuti prosedur.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Saya setuju nih Pak. Bahwa membaca kalimat terakhir terlebih dahulu adalah strategi sederhana tetapi sering diabaikan dalam pembelajaran. Langkah ini secara tidak langsung melatih siswa untuk berpikir terarah dan fokus pada tujuan penyelesaian masalah. Jika siswa sudah memahami apa yang ditanyakan, mereka tidak lagi merasa harus menghafal semua informasi sekaligus. Menurut saya, kebiasaan ini juga bisa mengurangi kecemasan siswa saat mengerjakan soal cerita, karena mereka tahu apa yang sedang mereka cari, bukan sekadar menebak-nebak langkah selanjutnya.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Menurut saya Pak. Materi di atas cukup kritis dalam menyoroti kebiasaan guru yang terlalu cepat mengarahkan siswa pada penggunaan simbol dan teknik formal. Padahal, tidak semua soal cerita membutuhkan pendekatan aljabar yang rumit. Penggunaan tabel “Apa/Berapa” menunjukkan bahwa informasi numerik bisa disederhanakan tanpa kehilangan makna. Dengan menyajikan data dalam bentuk tabel, siswa belajar mengorganisasi informasi secara logis, sehingga proses berpikir mereka menjadi lebih sistematis dan tidak bergantung pada hafalan rumus semata.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi yaa Pak. Bagian tentang menggambar dan membuat diagram alur menurut saya sangat relevan dengan karakter belajar anak. Walaupun soalnya tidak bersifat geometris, visualisasi tetap membantu siswa memahami hubungan antar data. Diagram alur juga mendorong siswa untuk berpikir runtut, dari tujuan akhir hingga langkah-langkah yang dibutuhkan. Menurut saya, strategi ini melatih kemampuan berpikir logis dan reflektif, karena siswa diajak melihat proses penyelesaian secara keseluruhan, bukan hanya hasil akhirnya.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Saya setuju nih Pak. Bahwa pendekatan trial and error yang dijelaskan dalam materi ini memberikan ruang belajar yang lebih sehat bagi siswa. Dengan membiarkan siswa mencoba berbagai operasi dasar, mereka belajar mengambil keputusan berdasarkan perkiraan dan penalaran. Hal ini berbeda dengan pendekatan konvensional yang sering menuntut jawaban benar sejak awal. Menurut saya, cara ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa matematika adalah proses berpikir, bukan sekadar mencari satu jawaban yang benar.
Izin menanggapi pak Materi ini disajikan dengan sangat relevan dan membumi karena berangkat dari realitas yang sering dialami siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada soal cerita. Penulis dengan tepat menunjukkan bahwa kesulitan siswa bukan terletak pada kemampuan berhitung, melainkan pada cara memahami informasi dalam teks soal yang panjang dan kompleks. Penekanan bahwa terlalu banyak kata, angka tersembunyi, serta penggunaan variabel dan teknik yang terlalu formal justru membuat siswa semakin bingung, menjadi kritik yang reflektif terhadap praktik pembelajaran di kelas.
BalasHapusLanjut Pendekatan yang ditawarkan seperti membaca kalimat terakhir terlebih dahulu, menyaring informasi penting, menggunakan gambar, perkiraan, dan aritmetika sederhana menunjukkan peran guru sebagai fasilitator yang membantu siswa berpikir, bukan sekadar mengikuti prosedur. Hal ini sejalan dengan pembelajaran bermakna, di mana siswa diarahkan untuk memahami tujuan soal dan proses berpikirnya. Contoh konkret yang diberikan juga membantu guru dan siswa melihat bahwa soal cerita dapat diselesaikan secara logis dan sederhana tanpa harus langsung menggunakan simbol atau rumus yang rumit. Secara keseluruhan, materi ini mendorong perubahan pola pikir dalam pembelajaran matematika agar lebih humanis, kontekstual, dan berpihak pada cara berpikir siswa.
HapusIzin bertanya pak atau teman -teman yg bisa menjawab Dalam konteks materi ini, bagaimana peran guru berubah dari “pengajar rumus” menjadi “pemandu berpikir”? Jelaskan strategi konkret yang dapat dilakukan di kelas SD.
BalasHapusNama: Selma Alsayanti Mariam
HapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya izin bantu menjawab ya kak sari, menurut saya peran guru berubah dari pengajar rumus ke pemandu berpikir itu artinya guru tidak hanya memberikan rumus lalu menyuruh anak menghafalkan, tetapi lebih menuntun cara anak untuk berpikir. guru menjadi fasilitator yang membantu anak menemukan sendiri jawabannya. lalu strategi konkretnya di kelas SD bisa dimulai dari bertanya balik ke siswa, misalnya seperti menurut kamu ini soal tentang apa? atau kenapa kamu menggunakan cara itu?. guru juga bisa memberikan masalah sehari-hari dulu, baru pelan-pelan arahkan ke rumus. jadi anak paham konsepnya dulu, bukan langsung menghitung. selain itu, guru bisa membiarkan anak mencoba berbagai cara, walaupun caranya belum tentu sama. selama logikanya masuk akal, itu tetap dihargai. guru cukup mengarahkan kalau ada yang keliru, bukan langsung menyalahkan. dengan cara ini, anak jadi terbiasa berpikir, berani mencoba, dan tidak hanya bergantung pada rumus.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Sarimahyanti, perubahan peran ini sebenarnya seru karena guru enggak lagi jadi kamus rumus yang kaku tapi lebih jadi teman diskusi atau navigator, strategi konkretnya di kelas SD bisa dimulai dengan berhenti memberi jawaban langsung, kalau ada siswa yang bertanya guru jangan langsung kasih jawaban tapi balik bertanya, ini dapat melatih siswa buat memproses logika mereka sendiri.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Sarimahyanti
Nama: Selma Alsayanti Mariam
BalasHapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya izin bertanya pak, apa manfaatnya membiarkan anak melakukan trial and error alias coba-coba salah dulu ketika sedang mengerjakan soal? apakah hal itu tidak membuang-buang waktu?
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Izin menjawab pertanyaan dari selma saya juga kepikiran si tapi keknya Menurut saya, trial and error itu justru bukan buang-buang waktu, tapi investasi pemahaman. Dengan coba salah, anak belajar kenapa jawabannya salah dan kenapa yang lain benar. Mereka jadi lebih paham prosesnya, bukan cuma hafal rumus. Plus, ini bikin anak nggak takut salah dan lebih berani mikir sendiri.
Nama: Margaretha Elintia
Hapuskelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Selma, membiarkan anak melakukan trial dan error itu bukan membuang-buang waktu tetapi sedang membangun otot berpikir mereka justru saat anak mencoba-coba dan salah, otaknya sedang bekerja keras untuk memahami kenapa cara itu tidak berhasil sehingga saat nanti mereka menemukan cara yang benar, pemahamannya jadi jauh lebih kuat dan enggak gampang lupa, cara ini bagus buat melatih mental pantang menyerah mereka.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Selma
Nama: Selma Alsayanti Mariam
BalasHapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya izin bertanya kembali pak, bagaimana caranya menggunakan diagram alur tetapi cara mengerjakannya malah dari bawah ke atas (mundur)? apakah hal itu lebih mudah?
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Aku jawab lagi ya sel ma pertanyaannya menarik dan menggugah pendapat diri ini, Ngerjain diagram alur dari bawah ke atas mundur itu sebenarnya lebih kebantu buat soal cerita soalnya anak mulai dari tujuan akhir (jawaban yang dicari), lalu mikir biar sampai sini, aku butuh apa ya?? Jdi alurnya lebih logis dan nggak gampang nyasar. Buat banyak siswa, cara ini malah lebih simpel dan masuk akal.
Saya bntu jawab ya Selma. Cara mengerjakannya adalah dengan teknik 'Working Backward'. Kamu mulai dari kotak 'Output/Hasil', lalu tarik garis mundur ke syarat-syarat yang diperlukan untuk sampai di sana.
HapusHal ini bisa dibilang lebih mudah jika kita menghadapi masalah yang kompleks atau memiliki banyak jalur di awal, karena dengan melihat dari akhir, kita hanya fokus pada jalur yang benar-benar menuju ke solusi."
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Selma, kalau menurut aku ya diagram alur dari bawah ke atas itu tujuannya supaya kita fokus ke tujuan dulu baru cari jalannya, cara mundur ini terasa lebih mudah karena kita berangkat dari pertanyaan akhir, begitu kita tahu apa yang ditanya di bagian paling bawah kita tinggal naik satu tingkat untuk mencarai angka apa yang kita butuhkan supaya pertanyaan itu terjawab.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Selma
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku, ngerjain pakai diagram alur tapi dari bawah ke atas itu justru sering lebih gampang, apalagi buat soal cerita tertentu. Soalnya kita mulai dari jawaban yang dicari, terus mundur pelan-pelan ke informasi awal. Jadi alurnya kebalik, kalau hasil akhirnya segini, sebelumnya ngapain ya?
Cara ini cocok banget buat soal yang ceritanya runtut atau banyak langkah. Anak jadi nggak gampang nyasar, karena fokusnya jelas ke tujuan. Tapi tetep perlu diingetin, cara ini cuma alat bantu, bukan aturan wajib. Ada soal yang enak dikerjain maju, ada juga yang lebih kebuka kalau dikerjain mundur. Jadi makin sering latihan, siswa bakal tau sendiri kapan enaknya pakai cara biasa dan kapan lebih gampang pakai cara mundur.
Nama: Hizkia Thiofany
BalasHapusKelas: V A
Npm: 2386206001
Dimana guru akan memberikan waktu kepada siswa untuk membaca soal cerita tersebut dimana siswa membaca dengan teliti dan memahami bacaan tersebut setelah membaca maka guru akan menjelaskan cara pengerjaan soal tersebut sehingga siswa dapat memahami.
Setelah itu guru akan menjelaskan cara pengerjaan soal tersebut dengan menggunakan kalimat akurat dan mudah dipahami oleh siswa dan menyusun urutan soal tersebut dengan benar sehingga siswa dapat mengerjakan dan memahami konsep pembelajaran tersebut dan juga guru menjelaskan cara pengerjaan soal tersebut dengan siswa secara bersama.
HapusJadi Soal cerita dalam matematika sering jadi momok buat banyak siswa bukan karena materinya susah tapi karena cara bacanya yang bikin bingung Soal cerita itu pada dasarnya bukan cuma soal hitung" ini soal menterjemahkan situasi hidup yang ditulis dalam bentuk kalimat ke dalam bentuk matematika
BalasHapusKalau menurut saya, ada beberapa hal penting supaya kita bisa menyelesaikan soal cerita dengan lebih lancar
1.Baca keseluruhan dulu jangan langsung ngitung
Kadang kalau buru" langsung lihat angka kita malah salah paham maksud soal Jadi menurut saya pertama sekali itu pahami dulu ceritanya. Mau meminta apa sih soal itu?
2.Cari apa yang ditanyakan dan informasi penting.
Menurut saya, bagian ini penting banget kita harus tahu variabel apa yang ingin dicari, serta fakta apa yang diberikan. Misalnya soal bilang A punya 3 apel lebih banyak dari B. hal ini harus kita pahami dulu artinya sebelum dibentuk jadi simbol
Tambah dikit pak menyelesaikan soal cerita itu bukan hanya pintar menghitung tapi pintar membaca memahami konteks lalu memprosesnya secara logis banyak siswa yang jago ngitung rumus tetapi kesulitan di soal cerita karena mereka tidak terbiasa memahami teksnya dulu
HapusNama : Shela Mayangsari
BalasHapusNpm : 2386206056
Kelas : V C
Langkah-langkah sederhana seperti fokus pada pertanyaan, menyaring informasi penting, menggambar, dan mencoba dengan perkiraan memberi pesan kuat bahwa memahami soal jauh lebih penting daripada menghafal rumus, sehingga siswa bisa lebih percaya diri dan berani berpikir saat menghadapi soal cerita.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Bener bangett shela. Soalnya kalau siswa dibiasain fokus ke ngerti soalnya dulu, mereka jadi nggak langsung panik mikirin rumus. Dengan nyaring info penting, gambar seperlunya, dan nyoba pakai perkiraan, anak jadi lebih berani mikir dan percaya sama prosesnya sendiri.
Dampaknya, soal cerita nggak lagi kelihatan kayak jebakan, tapi kayak tantangan yang bisa dipecahin pelan-pelan. Jadi bukan soal siapa yang paling hafal rumus, tapi siapa yang paling paham ceritanya dan berani nyoba.
Nama: Hizkia Thiofany
BalasHapusKelas: V A
Npm: 2386206001
Maka guru akan membacakan sebuah soal cerita kepada siswa jadi meminta siswa untuk menyimak soal tersebut setelah membaca guru akan menjelaskan cara mengerjakan soal tersebut jadi menjelaskan secara berurutan jadi siswa dapat memahami isi dari soal cerita tersebut.
Selain itu guru juga memberikan siswa untuk latihan membaca jadi siswa belajar berhitung sambil membaca jadi siswa mengerti dalam pembelajaran tersebut perlu juga membaca
HapusSupaya lebih fokus pada menyelesaikan soal cerita jadi guru membuat soal tersebut dengan ada gambar jadi siswa penasaran tentang soal tersebut biasanya gambar dan jeruk jadi siswa mengetahui soal cerita dengan gambar tersebut.
HapusDalam pembelajaran matematika tersebut biasanya berbentuk soal angka jadi menambah soal cerita jadi siswa tidak merasa bosen saat mengerjakan soal tersebut.
HapusDengan ada soal cerita siswa jadi bisa membaca supaya mereka terlatih dengan hal membaca dalam soal matematika tersebut pasti ada soal cerita jadi siswa merasa tertarik mengerjakan soal cerita tersebut dan menyelesaikan soal bersama sama.
Hapusnama : Miftahul Hasanah
BalasHapuskelas : 5c
npm: 2386206040
jika langkah-langkah seperti membuat tabel “Apa/Berapa” dan menggambar itu diterapkan di kelas, bagaimana cara memastikan siswa tidak justru terlalu fokus pada gambarnya sampai lupa ke inti penyelesaiannya? Apakah ada batasan atau panduan agar keduanya tetap seimbang?
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Mau jawab pertanyaan miftaa Menurutku kuncinya ada di arahin, bukan ngebatesin berlebihan guru bisa tegas dari awal kalau tabel Apa/Berapa dan gambar itu alat bantu, bukan tujuan akhir. Jadi setelah gambar atau tabel jadi, siswa wajib jelasin Ini hubungannya apa sama pertanyaan??? Kalau nggak nyambung, berarti perlu dibenerin cukp sederhana, jelas, dan relevan nggak perlu gambar bagus. Intinya, gambar dan tabel dipakai buat mikir, bukan buat pamer hasil gambar.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Okeyy di bawa ada pertanyaan buat pembaca mengenai materi ini yaa menurut saya cara Ben Crowder ini relate banget sama masalah siswa sekarang. Soal cerita sering bikin pusing bukan karena matematikanya susah, tapi karena kebanyakan kata dan terlalu cepat dipaksa pakai variabel pemdktn ini justru ngebantu siswa buat mikir pelan-pelan: tahu dulu tujuan soal, pilah info penting, lalu main logika pakai gambar, perkiraan, dan coba-coba operasi kerennya lagi, siswa jadi lebih pede dan nggak takut salah, karena prosesnya lebih manusiawi, bukan sekadar ngikutin rumus. Buatku, ini cocok banget dipakai guru biar matematika terasa lebih masuk akal dan nggak menakutkan.
BalasHapusYang sering bikin perbedaan juga itu bukan cuma langsung hitung tapi buat rencana dulu pikirkan langkah-langkahnya apa aja sebelum masuk ke hitungan. Misalnya: aku tahu ini jadi aku akan lakukan baru setelah itu aku hitung Itu bikin prosesnya terstruktur dan hasilnya jadi lebih akurat
Terus itu setelah dapat jawaban jangan lupa cek ulang kadang kita udah kelar hitung tapi ternyata jawabannya gak nyambung sama yang ditanya karena kita salah tafsir soal cek ulang itu sebenernya bikin kamu yakin kalau jawabanmu udah pas
Hapusnama:erfina feren heldiana
BalasHapus5c
Izin bertanya, Pak… jika langkah-langkah seperti membuat tabel “Apa/Berapa” dan menggambar itu diterapkan di kelas, bagaimana cara memastikan siswa tidak justru terlalu fokus pada gambarnya sampai lupa ke inti penyelesaiannya? Apakah ada batasan atau panduan agar keduanya tetap seimbang?
Saya bantu menjawab ya,kekhawatiran bahwa siswa akan "terlalu asyik menggambar"menurut saya solusinya, kita perlu menekankan bahwa gambar tersebut hanyalah sketsa alat bantu, bukan karya seni, jadi tidak perlu bagus yang penting jelas logikanya.Contoh terapkan batasan waktu,berikan durasi yang spesifik dan singkat untuk sesi menggambar. Misalnya, "Kalian punya waktu 5 menit untuk membuat sketsa kasar sebelum kita masuk ke tahap perhitungan.Dan arahkan mereka untuk segera memberi label angka pada gambar tersebut agar mereka tetap ingat bahwa tujuan utamanya adalah menyelesaikan soal menggunakan data yang ada.
HapusNama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Erfina, ini sering terjadi apalagi kalau siswanya suka menggambar, menurut saya kuncinya ada pada intruksi yang jelas sejak awal kalau yang kita buat itu adalah sketsa matematika bukan karya seni, guru bisa memberikan batasan waktu yang cukup singkat misalnya hanya dua atau tiga menit untuk menggambar supaya siswa enggak fokus ke detail yang enggak perlu seperti mewarnai atau mempercantik gambar, dan guru juga bisa memberikan simbol-simbol sederhana saja yang dapat di gunakan siswa.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Erfina
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku, tabel sama gambar itu sebenernya cuma alat bantu, bukan tujuan akhir. Jadi dari awal anak perlu diingetin kalau gambar atau tabel itu dipakai buat ngebantu mikir, bukan buat dibikin bagus. Nggak apa-apa gambarnya sederhana, yang penting isinya kepake buat nyelesain soal.
Biar nggak kebablasan, guru bisa kasih batasan, misalnya gambarnya cukup pakai coretan kasar atau tabelnya cuma dua kolom aja. Setelah itu langsung ditanya, dari gambar ini, kamu dapet info apa? atau habis bikin tabel, langkah selanjutnya apa? Dengan cara gini, anak tetep pakai gambar dan tabel, tapi fokusnya balik lagi ke inti penyelesaian, bukan ke gambarnya.
nama:erfina feren heldiana
BalasHapuskelaa:5c
Saya juga penasaran, Pak. Pendekatan trial & error memang membantu siswa bereksplorasi, tapi apakah tidak berisiko membuat mereka jadi mengandalkan “coba-coba” saja tanpa memahami konsep operasi? Bagaimana cara guru menyeimbangkan eksplorasi dengan penanaman konsep yang kuat?
Bantu menjawab ya Erfina. Untuk menyeimbangkannya, guru perlu menggunakan metode Scaffolding. Artinya, eksplorasi diberikan di awal untuk memicu rasa ingin tahu, lalu diikuti dengan penguatan konsep secara sistematis agar siswa bisa menghubungkan hasil percobaannya dengan teori yang benar.
HapusNama : Miftahul Hasanah
Hapuskelas : 5C
izin menjawab pertanyaan dari Erfina, cara menyeimbangkan nya guru bisa hubungkan dengan visual yaitu menggunakan alat peraga atau diagram agar "coba - coba" mereka ada gambaran fisiknya. ini membatu mengubah tebakan abstrak menjadi pemahaman nyata.
Artikel ini dengan sangat tepat menyoroti hambatan kognitif utama siswa, yaitu beban informasi yang berlebihan akibat banyaknya angka yang tersembunyi di balik narasi soal cerita yang terlalu panjang.
BalasHapusTerdapat fenomena yang memprihatinkan di mana siswa mampu memahami bahasa atau teks dalam soal, namun kehilangan arah tentang apa yang harus dilakukan terhadap tumpukan informasi tersebut untuk mencapai sebuah solusi.
BalasHapusNama : Miftahul hasanah
BalasHapuskelas : 5C
NPM : 2386206040
Saya juga penasaran, Pendekatan trial & error memang membantu siswa bereksplorasi, tapi apakah tidak berisiko membuat mereka jadi mengandalkan “coba-coba” saja tanpa memahami konsep operasi? Bagaimana cara guru menyeimbangkan eksplorasi dengan penanaman konsep yang kuat?
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Miftahul, menurutku kekhawatiran ini wajar banget, tapi sebenarnya trial dan error itu bukan cuma soal asal tabak melainkan cara anak buat membangun insting, guru bisa menyeimbangkan dengan cara menjadi pemandu bukan cuma penonton, setelah anak menemukan jawaban yang benar dari proses coba-coba guru jangan langsung mengiyakan jawaban mereka tapi guru bisa mengambil itu jadi kesempatan bertanya kenapa dia memilih cara yang dia buat, dengan begini eksplorasi mereka engga berhenti di hasil akhir saja.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Miftahul
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku sih, trial dan error itu oke banget buat awal, biar anak nggak takut nyoba. Tapi emang ada risikonya kalau dibiarin terus, anak jadi mikir, yang penting nyoba, urusan ngerti belakangan. Nah, di sinilah peran guru penting.
Caranya, setelah anak nyoba-nyoba, jangan langsung dibilang salah atau bener. Ajak ngobrol dulu, kenapa kamu pake cara itu? atau menurutmu ini cocok nggak sama ceritanya? Dari situ guru bantu ngarahin ke konsepnya, misalnya kenapa harus ditambah, dikurang, atau dibagi. Jadi anak tetap bebas eksplor, tapi ujungnya tetep balik ke pemahaman, bukan sekadar nebak. Lama-lama mereka nggak cuma asal coba, tapi tau alasan di balik tiap langkahnya.
Nama: Finsensos Maria Seno
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386306090
Dari materi ini disampaikan dengan jelas dan runtut sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Penjelasan setiap bagian saling berkaitan dan tidak membingungkan. Contoh yang diberikan juga membantu memperjelas isi materi. Dengan begitu, pembaca dapat memahami konsep utama dengan baik.
Nama: Finsensos Maria Seno
BalasHapusKelas: 5D pGSD
Npm: 2386206090
Isi materi ini sangat relevan dengan pembelajaran karena membahas hal-hal penting secara mendalam. Penyajiannya tidak berbelit-belit dan langsung pada inti pembahasan. Hal ini membuat pembaca lebih fokus memahami tujuan materi. Materi ini juga bermanfaat untuk menambah wawasan.
Nama: Finsensos Maria Seno
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206090
membantu pembaca memahami konsep secara bertahap. Bahasa yang digunakan cukup sederhana sehingga mudah dimengerti. Urutan penjelasan dari awal sampai akhir sudah tersusun dengan baik. Hal ini membuat materi terasa nyambung dan tidak terputus.
Nama: Finsensos Maria Seno
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206090
Penjelasan dalam materi ini memberikan gambaran yang jelas tentang topik yang dibahas. Setiap poin saling mendukung satu sama lain. Materi ini juga mendorong pembaca untuk berpikir lebih kritis. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih efektif.
Nama: Finsensos Maria Seno
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206090
materi ini sangat informatif dan mudah dipahami. Isi materi disajikan secara sistematis dan terstruktur. Hal ini memudahkan pembaca dalam menangkap inti pembahasan. Materi ini layak dijadikan referensi dalam pembelajaran.
Nama : Putri Lestari Pinang
BalasHapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
Izin menambahkan Pak, menurut sayaa kuncinya tuh harus tenang dulu pas baca soalnya pelan-pelan dari awal sampe abis Pak. Abis itu, cari deh angka-angka pentingnya terus tandain apa sih sebenernya yang ditanyain, jangan sampe ketuker antara yang diketahui sama yang dicari. Kalau udah nemu polanya, tinggal bikin kalimat matematikanya dan pas udah dapet hasilnya, coba cek lagi sekali lagi kira-kira jawabannya masuk akal apa nggak buat mastiin nggak ada yang kelewat.
Saya sangat setuju dengan metode Bon Crowder ini berhasil menyederhanakan beban mental anak yang sering kali merasa "tercekik" oleh tumpukan teks dan angka yang tidak relevan. Strategi untuk fokus pada pertanyaan di kalimat terakhir adalah langkah yang sangat cerdas untuk memberikan navigasi yang jelas sebelum anak mulai menganalisis detail lainnya. Dengan mengganti variabel abstrak yang membingungkan menjadi tabel "Apa/Berapa" dan gambar, kita sebenarnya sedang memanusiakan matematika bagi anak SD agar mereka melihat angka sebagai solusi nyata, bukan sekadar simbol yang rumit.
BalasHapusNAMA:VIRGINIA JAU
BalasHapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Terima kasih banyak bapak untuk artikel yang sangat detail dan menginspirasi ini! 😊 Selama ini banyak siswa (termasuk saya dulu waktu sekolah) merasa soal cerita itu begitu rumit karena terlalu banyak kata dan nampaknya susah diterjemahkan ke dalam operasi matematika yang jelas. Penjelasan di artikel ini sangat membantu karena bukan sekadar memberi rumus, tapi juga strategi berpikir seperti membaca dulu pertanyaan utama, menghilangkan informasi yang tidak diperlukan, dan mengubahnya menjadi tabel atau gambar yang lebih terstruktur. Dengan cara seperti ini, soal cerita jadi terasa lebih logis dan tidak menakutkan. Menurut saya, pendekatan semacam ini sangat cocok untuk pembelajaran di kelas maupun belajar mandiri di rumah, karena membantu siswa membangun pemahaman yang kuat daripada sekadar mengejar jawaban cepat. Terima kasih sudah berbagi ilmu yang mudah dipahami dan aplikatif.
NAMA:VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Aku juga benar-benar merasa artikel ini sangat relevan untuk pengalaman belajar matematika aku sendiri. Dulu aku sering langsung terjebak pada angka dan akhirnya bingung harus melakukan apa, karena tidak pernah diajarkan cara menyaring informasi penting dan memetakan masalahnya dulu. Cara yang dijelaskan di artikel—memulai dari inti pertanyaan, kemudian menyusun informasi penting dalam bentuk tabel atau diagram sebelum melakukan operasi hitung—benar-benar mengubah cara aku berpikir. Aku juga setuju bahwa membuat prosesnya lebih visual dan terstruktur itu sangat membantu untuk memahami hubungan antar data dalam soal. Selain itu, artikel ini membuka mata bahwa soal cerita sebenarnya seringkali hanya menunggu kita ‘mengurai’ dulu semua kata-kata itu dengan benar. Semoga guru dan siswa makin banyak yang mengadopsi strategi ini di kelas.
NAMA:VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM;2386206089
Artikel ini Juga sangat bermanfaat dan motivatif bagi siapa pun yang pernah merasa kesulitan dengan soal cerita matematika. Pendekatan yang disajikan bukan hanya teknik hitung, tapi juga mindset dalam menghadapi masalah: fokus dulu pada apa yang ditanyakan, kemudian singkirkan hal yang kurang penting, baru susun langkah penyelesaian dengan rapi. Ini seperti memberi alat berpikir yang bisa dipakai bukan hanya di matematika, tetapi juga di situasi kehidupan nyata yang memerlukan pemecahan masalah. Untuk artikel selanjutnya, aku ingin melihat contoh soal yang lebih variatif dan latihan langkah demi langkah yang bisa dibahas bersama pembaca, supaya pembelajaran ini makin interaktif dan aplikatif. Tapi secara umum, ini merupakan artikel yang sangat membantu dan layak dibaca ulang berkali-kali oleh siswa maupun orang tua yang ingin mendampingi belajar di rumah.
Nama : Reslinda
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Suka banget sama bahasanya yang jelas. Ternyata ngerjain soal cerita itu nggak melulu soal hafal rumus, tapi soal gimana kita membedah masalah. Kalau langkah-langkah di artikel ini diikutin, soal yang kelihatan ribet pun pasti jadi kerasa lebih masuk akal.
Nama : Reslinda
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Setuju banget sama poin tentang pentingnya memvisualisasikan soal. Saya sepakat kalau dengan membuat sketsa atau model sederhana, masalah yang tadinya abstrak jadi kelihatan lebih nyata dan gampang dicari solusinya. Seringkali kita pengennya langsung buru-buru ngitung, padahal menggambar masalahnya dulu itu justru yang bikin kita nggak tersesat di tengah jalan. Teknik ini emang cara paling ampuh buat ngasah logika matematika kita.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Menurut Bapak, gimana cara melatih ketenangan siswa/mahasiswa pas ketemu soal cerita yang teksnya panjang banget, biar nggak langsung panik atau menyerah sebelum mencoba?
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Reslinda, cara yang paling ampuh untuk melatih ketenangan itu adalah dengan mengajarkan mereka untuk jangan langusng menganggap soal itu sebagai musuh, lalu coba ajak mereka buat jangan baca soal secara keseluruhan dulu fokus saja ke satu kalimat terakhir buat tahu apa yang diminta, kepanikan biasanya muncul karena kita masih harus paham semua kata di teks yang panjang, dengan tahu tujuannya duluan beban pikiran jadi berkurang karena cuma perlu cari informasi yang nyambung sama pertanyaan itu saja.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Reslinda
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku, kuncinya itu dibiasain dari cara mikirnya dulu. Anak-anak perlu diyakinin kalau soal panjang itu cuma kelihatan serem, padahal isinya bisa aja sederhana. Jadi pas ketemu teks panjang, ajak mereka berhenti bentar, tarik napas, terus mikir, oke, baca aja dulu, nggak usah mikir jawabannya sekarang.
Latihannya juga bisa pelan-pelan, dari soal yang ceritanya pendek, terus makin lama makin panjang. Jangan langsung dikejar nilai, tapi lebih ke dibiasain mau nyoba dulu. Kalau mereka sering ngerasain berhasil walaupun awalnya ragu, lama-lama panik itu berkurang, dan mereka jadi lebih tenang pas ngadepin soal cerita yang panjang.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin menanggapi pak,Materi ini menjelaskan cara menyelesaikan soal cerita dengan langkah-langkah yang mudah dipahami. Menurut saya, cara memecah soal menjadi bagian-bagian kecil sangat membantu agar lebih mudah dipahami dan dikerjakan. Jika sering latihan seperti ini, kemampuan menyelesaikan soal cerita pasti akan lebih cepat dan lebih tepat.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
HapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
Saya ingin bertanya pak,bagaimana jika soal ceritanya terlalu panjang atau ada banyak informasi yang tidak penting, apa tips supaya tetap bisa fokus?
Nama: Cecillia Titha Fortunata S
HapusKelas: VD
Npm: 2386206080
Halo yormatiana Izin menjawab pertanyaan kamu yaa menurut saya, kalau soal cerita terlalu panjang dan informasinya banyak, yang paling penting itu jangan langsung panik dulu. Biasanya saya baca pertanyaannya di bagian akhir terlebih dulu supaya tahu sebenarnya yang diminta itu apa. Setelah itu baru saya baca ulang soalnya pelan-pelan sambil nandain informasi yang memang berkaitan dengan pertanyaan. Informasi yang sekiranya cuma pelengkap cerita biasanya saya abaikan dulu supaya tidak bikin fokus pecah. Selain itu, saya juga suka nulis ulang poin pentingnya dengan kalimat sendiri atau dalam bentuk angka, jadi soal ceritanya terasa lebih sederhana dan gampang dipahami. Dengan cara itu, menurut saya soal cerita yang panjang pun tetap bisa dikerjakan tanpa terlalu bingung.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku Kalau soalnya kepanjangan, jangan langsung stres. Triknya, baca sekali dulu cuma buat tau ceritanya ngapain dan ujung-ujungnya ditanya apa. Habis itu baru baca lagi sambil nyari angka atau info yang beneran kepake. Jadi fokusnya ke tujuan, bukan ke semua kalimat.
Biar nggak buyar, tandain aja bagian pentingnya, sisanya anggap kayak cerita tambahan. Nggak perlu diinget semua. Kalau udah kebiasaan gini, soal sepanjang apa pun rasanya lebih ringan dan nggak bikin pusing duluan.
Nama: Cecillia Titha Fortunata S
BalasHapusKelas: VD
Npm: 2386206080
Saya baru baca artikel ini dan merasa cara yang dijelasin itu cukup masuk akal buat saya. Kadang pas ngerjain soal cerita, bukan angka yang bikin pusing, tapi terlalu banyak kata yang bikin saya kelamaan mikir dulu. Makanya waktu saya baca saran buat fokus ke pertanyaan dulu dan buang informasi yang kurang penting, saya langsung ngerasa “oh iya ya, kenapa ga gitu aja dari awal
Nama: Cecillia Titha Fortunata S
HapusKelas: VD
Npm: 2386206080
Setuju banget sama poin yang saya baca tadi, karena setelah fokus ke pertanyaan dulu, saya jadi bisa nentuin angka mana yang bener-bener dibutuhin buat jawabannya. Kadang saya suka kebawa cerita panjangnya, malah lupa mau ngerjain apa. Dengan cara ini, saya bisa ngurangin kebingungan itu dan ngerjain soal cerita jadi lebih cepat.
Nama: Cecillia Titha Fortunata S
HapusKelas: VD
Npm: 2386206080
Dan menurut saya juga, langkah itu bikin soal cerita nggak keliatan serem lagi. Soalnya kita jadi bisa ngerjainnya sambil bayangin dulu apa yang ditanya, terus baru ngambil angka-angkar yang penting. Intinya, setelah saya coba cara yang dibahas di artikel ini, soal cerita jadi lebih enak dikerjain karena saya nggak terjebak ribetnya kalimat panjang yang kurang perlu.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
materi dari Bon Crowder ini benar-benar sebuah "pendobrak" gamechanger! Ini adalah solusi paling praktis untuk masalah yang sudah kita bahas sebelumnya, Bahasa Proporsional dan Fobia Matematika teknik membaca kalimat terakhir dulu adalah strategi yang brilian secara psikologis. Ini memberikan siswa jangkar atau fokus. Tanpa tahu tujuannya, siswa membaca informasi seperti tinggi burung (20 inci) dan lokasi Texas/Yunani sebagai beban memori, padahal itu hanya distraktor informasi sampah dgn tahu tujuannya adalah berat total, otak siswa secara otomatis akan memfilter angka yang relevan saja.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Pas baca bagian saya suka banget bagian Menggambar dan Trial & eror
Menggambar, Sesuai dengan tahap Ikonik Bruner, gambar membantu siswa memvisualisasikan masalah abstrak menjadi konkret.
Trial & Error Ini sangat menghargai proses mental siswa. Daripada dipaksa pakai variabel x atau y yang bikin pusing, membiarkan mereka mencoba empat operasi dasar akan membangun intuisi bilangan (number sense) yang jauh lebih kuat.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Saya punya pertanyaan bapak, Gimana caranya melatih siswa agar mereka punya insting detektif yang tajam untuk membedakan mana informasi yang beneran berguna dan mana yang cuma hiasan,tanpa membuat mereka jadi malas membaca soal secara utuh?
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku, insting itu bisa dilatih pelan-pelan, nggak perlu kaku. Anak tetap disuruh baca soal sampai habis, tapi dibiasain bacanya nggak asal. Misalnya, baca pertama cuma buat ngerti ceritanya dulu, habis itu baca lagi sambil nyari petunjuk penting. Jadi mereka kayak lagi nyari clue, bukan sekadar baca teks panjang.
Biar nggak males baca, guru bisa ngajak anak main tebak-tebakan, mana info yang kepake, mana yang cuma hiasan cerita. Bisa juga satu soal dibacain rame-rame, terus ditanya, kalimat mana sih yang sebenernya penting? Kalau sering dilatih gini, lama-lama anak bakal kebentuk sendiri instingnya, mereka tetep baca semua, tapi udah tau bagian mana yang harus difokusin.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
BalasHapusKelas : 5A PGSD
NPM : 2386206003
izin menanggapi pak menurut saya teknik membaca kalimat pertanyaan di akhir soal terlebih dahulu adalah cara yang sangat jenius untuk menyingkirkan kebingungan siswa. saya sangat setuju karena seringkali anak-anak sudah lelah duluan membaca cerita yang panjang sehingga mereka lupa apa sebenarnya yang ditanyakan oleh soal tersebut.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Npm : 2386206003
izin menanggapi pak menurut saya pembuatan tabel apa dan berapa sangat membantu siswa untuk memisahkan antara informasi penting dan informasi yang hanya sebagai hiasan cerita saja. saya sangat setuju karena dengan mengubah kata-kata menjadi angka yang rapi dalam tabel maka beban pikiran anak dalam memahami kalimat yang rumit akan jauh berkurang.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
BalasHapusKelas : 5A PGSD
Npm : 2386206003
izin memberikan pendapat pak menurut saya membiarkan anak menggambar situasi soal meskipun bukan materi geometri adalah cara yang bagus untuk menenangkan pikiran mereka saat menghadapi matematika. saya sangat setuju karena aktivitas menggambar bisa memancing kreativitas siswa sehingga mereka tidak merasa sedang mengerjakan ujian yang kaku dan membosankan.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin pak,soal cerita seringkali jadi momok buat anak-anak karena mereka malas baca teks yang panjang. Kira-kira ada nggak trik biar mereka bisa langsung paham maksud soal tanpa bingung sama bahasanya? Terus, gimana cara ngajarin mereka ngubah kalimat soal itu jadi rumus matematika dengan cara yang lebih seru dan gampang diingat?
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku, ini bener bangett. Emang banyak anak yang takut duluan sama soal cerita cuma gara-gara teksnya panjang. Jadi kalau guru punya trik biar anak bisa nyaring informasi penting, dampaknya anak jadi nggak gampang panik dan lebih fokus ke inti soalnya. Cara ngajarin ngubah kalimat ke rumus juga penting banget, apalagi kalau dibikin seru lewat gambar, cerita sehari-hari, atau permainan. Kalau belajarnya dibuat lebih santai dan dekat sama dunia anak, soal cerita yang tadinya bikin pusing bisa jadi lebih gampang dipahami dan malah kelihatan menyenangkan.
Nama: Ratna Andina
BalasHapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurutku, dari materi ini jadi ngerti kalau soal cerita itu sebenernya nggak sesulit yang dibayangin. Jadi kalau kita langsung panik dan buru-buru ngitung tanpa baca soalnya baik-baik, hasilnya bisa salah. Tapi kalau kita ikutin langkahnya satu-satu, kayak baca soal pelan-pelan, ngerti apa yang ditanya, baru masuk ke perhitungannya, dampaknya jadi lebih gampang nemuin jawaban yang bener. Intinya, cara ngerjain yang rapi bikin kita lebih paham dan nggak gampang ketipu sama soal cerita.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Selain itu, dari materi ini juga keliatan kalau kesalahan di soal cerita sering muncul gara-gara kita salah nangkep informasi. Jadi kalau kita nggak teliti baca angka atau kata kunci di soal, dampaknya perhitungan jadi melenceng walaupun cara ngitungnya sebenernya udah bener. Bacaan ini juga ngingetin kalau nulis langkah penyelesaian itu penting, soalnya bisa bantu kita ngecek ulang jawaban dan ngerti letak salahnya. Jadi intinya, soal cerita itu bukan cuma soal bisa ngitung, tapi juga soal sabar, teliti, dan paham maksud soalnya dulu.