Sejarah Singkat Kurikulum di Indonesia


kurikulum di Indonesia dari tahun 1945 hingga 2024 mencerminkan dinamika sosial, politik, dan budaya bangsa yang terus berkembang. Perubahan-perubahan ini menyesuaikan dengan kebutuhan pendidikan nasional yang berlandaskan pada falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

1. Kurikulum 1947: Rencana Pelajaran 1947

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, kebutuhan akan sistem pendidikan nasional sangat mendesak. Kurikulum pertama yang muncul adalah Rencana Pelajaran 1947 yang sering disebut sebagai Kurikulum 1947. Kurikulum ini berorientasi pada pendidikan yang nasionalis dan berlandaskan pada semangat kemerdekaan. Dalam implementasinya, kurikulum ini masih sederhana karena lebih menitikberatkan pada aspek pengetahuan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Kurikulum ini belum memiliki struktur yang ketat, dan isi pelajaran masih dipengaruhi oleh pendidikan kolonial Belanda.


2. Kurikulum 1952: Rencana Pelajaran Terurai

Pada tahun 1952, kurikulum mengalami revisi yang lebih sistematis dengan munculnya Rencana Pelajaran Terurai. Kurikulum ini disusun lebih rinci dan memiliki tujuan yang lebih jelas. Salah satu inovasinya adalah penggunaan metode yang memusatkan perhatian pada setiap mata pelajaran. Kurikulum ini menekankan bahwa isi pendidikan harus relevan dengan kehidupan nyata siswa dan nilai-nilai kemasyarakatan Indonesia. Untuk pertama kalinya, guru diberikan kebebasan lebih besar dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan siswa.


3. Kurikulum 1964: Rencana Pendidikan 1964

Kurikulum ini diperkenalkan oleh pemerintah Orde Lama dengan tujuan mempersiapkan generasi muda untuk menjadi tenaga produktif yang dapat memajukan pembangunan bangsa. Rencana Pendidikan 1964 menekankan pada program pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan, keterampilan, dan moral siswa secara seimbang. Ada lima bidang yang diutamakan: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keterampilan, dan jasmani.


4. Kurikulum 1968: Kurikulum Orde Baru

Setelah peralihan kekuasaan ke pemerintahan Orde Baru, terjadi perubahan signifikan pada kurikulum. Kurikulum 1968 dibentuk dengan dasar Pancasila sebagai pedoman dan berorientasi pada penguatan loyalitas kepada negara. Pendidikan diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa, berilmu pengetahuan, serta berkepribadian baik. Kurikulum ini menekankan pendidikan yang bersifat humanistik dan menekankan pada pembangunan moral dan akhlak bangsa.


5. Kurikulum 1975

Pada era ini, reformasi besar dalam bidang pendidikan dilakukan dengan lahirnya Kurikulum 1975, yang menitikberatkan pada efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Proses belajar mengajar diatur secara rinci melalui Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), yang dikenal sebagai metode pembelajaran dengan tahapan yang jelas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Fokus utama kurikulum ini adalah pencapaian tujuan instruksional yang jelas dan terukur, sehingga setiap guru harus merancang rencana pelajaran yang lebih sistematis.


6. Kurikulum 1984: Kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Kurikulum 1984 diperkenalkan dengan fokus pada partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, atau yang dikenal dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Kurikulum ini mengedepankan pendekatan proses, di mana siswa lebih aktif dalam belajar dan guru berperan sebagai fasilitator. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri siswa.


7. Kurikulum 1994

Perubahan kembali terjadi pada Kurikulum 1994. Kurikulum ini lahir sebagai respons atas kritik terhadap Kurikulum 1984 yang dinilai terlalu menekankan pada proses dan kurang pada hasil belajar. Oleh karena itu, Kurikulum 1994 mencoba menyeimbangkan antara proses dan hasil pendidikan. Namun, dalam praktiknya, kurikulum ini juga mendapatkan kritik karena dinilai terlalu padat dan memberatkan siswa. Sistem belajar berganti dari semesteran menjadi caturwulan, yang membuat beban materi lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat.


8. Kurikulum 2004: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Di era reformasi, muncul Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004. Fokus kurikulum ini adalah pengembangan kompetensi siswa dalam berbagai aspek: kognitif, afektif, dan psikomotorik. KBK menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang jelas di setiap mata pelajaran. Guru diberi kebebasan dalam menyusun materi dan metode pengajaran, selama sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan.


9. Kurikulum 2006: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Pada tahun 2006, pemerintah memperkenalkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang memberikan otonomi lebih kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan siswa. KTSP memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelajaran, namun tetap berpedoman pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.


10. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 diimplementasikan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan KTSP. Kurikulum ini bertujuan untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap yang baik. Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan tematik integratif, terutama di sekolah dasar, di mana berbagai mata pelajaran diintegrasikan dalam tema-tema pembelajaran. Penilaian juga lebih menitikberatkan pada aspek proses, bukan hanya hasil akhir. Guru berperan sebagai fasilitator, dan siswa diharapkan lebih aktif serta mandiri dalam proses belajar.


11. Kurikulum Merdeka (2021–2024)

Pada tahun 2021, pemerintah mulai memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai tanggapan atas tantangan pendidikan yang dihadapi akibat pandemi COVID-19. Kurikulum ini mengedepankan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengadaptasi materi pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Fokus utama Kurikulum Merdeka adalah pemulihan pembelajaran dan penguatan karakter siswa. Kurikulum ini juga memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam pendidikan semakin ditekankan, terutama dalam mendukung proses belajar dari jarak jauh. Di tahun 2024, Kurikulum Merdeka masih terus mengalami penyempurnaan dengan fokus pada penerapan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan siswa.

Sejarah kurikulum di Indonesia dari tahun 1945 hingga 2024 menunjukkan bahwa setiap kurikulum yang diterapkan mencerminkan kondisi dan kebutuhan bangsa di masanya. Setiap perubahan selalu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman. 

Terus bagaimana dalam pelajaran matematika? Perubahan pelajaran matematika di Indonesia dari 1945 hingga 2024:

1. Masa 1945-1964: Pengaruh Sistem Pendidikan Kolonial dan Pasca Kemerdekaan

Pada awal kemerdekaan, pelajaran matematika di Indonesia masih dipengaruhi oleh sistem pendidikan kolonial Belanda. Materi yang diajarkan lebih bersifat dasar, seperti aritmetika sederhana, geometri, dan aljabar dasar, dengan metode yang sangat terpusat pada hafalan dan pengetahuan faktual. Tujuan pendidikan saat itu lebih pada membangun keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung).


Kurikulum 1947 dan 1952, yang muncul pada masa ini, menekankan pada pembelajaran matematika yang terstruktur dan mendasar. Guru berperan sebagai pusat pembelajaran, sementara siswa lebih banyak menerima informasi secara pasif. Matematika dipelajari sebagai disiplin yang harus dihafalkan rumus dan prosedurnya, dengan sedikit ruang untuk pengembangan keterampilan berpikir kritis dan problem-solving.


2. Masa 1964-1975: Pendekatan Matematika Terstruktur dan Mulai Berorientasi Praktis

Pada masa Kurikulum 1964 dan 1968, terjadi perubahan arah pembelajaran matematika yang lebih menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir logis dan numerik yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Matematika mulai dianggap sebagai alat untuk memecahkan masalah praktis, meskipun pendekatannya masih sangat prosedural dan guru tetap mendominasi proses pembelajaran.


Materi yang diajarkan meliputi aritmetika lanjutan, aljabar dasar, geometri, dan mulai memperkenalkan konsep statistik sederhana. Tujuan utamanya adalah membentuk siswa yang mampu menerapkan matematika dalam konteks kehidupan, seperti perdagangan dan pengelolaan keuangan pribadi.


3. Masa 1975-1984: Kurikulum 1975 dan Pendekatan Sistematis

Pada era Kurikulum 1975, matematika diajarkan dengan lebih sistematis melalui Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Pendekatan ini menuntut perencanaan yang rinci dari guru dalam menyusun materi dan rencana pembelajaran. Proses belajar-mengajar lebih berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.


Pembelajaran matematika di periode ini difokuskan pada penguasaan konsep-konsep matematika secara logis dan sistematis. Materi yang diajarkan mencakup aljabar, geometri, trigonometri, dan pengantar kalkulus di tingkat sekolah menengah. Siswa diharapkan menguasai keterampilan pemecahan masalah yang lebih rumit, meskipun pendekatan yang digunakan masih sangat instruksional dan berfokus pada hasil akhir (output) ketimbang proses berpikir siswa.


4. Masa 1984-1994: Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Kurikulum 1984 memperkenalkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dalam pengajaran matematika. Pendekatan ini berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, di mana guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator. CBSA mendorong siswa untuk menemukan solusi masalah matematika melalui eksplorasi dan diskusi.


Pembelajaran matematika di era ini mencakup pengembangan keterampilan problem-solving dan pemahaman konsep. Siswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan soal-soal matematika, meskipun penerapan CBSA sering kali mengalami kesulitan di lapangan karena tidak semua guru dan sekolah siap dengan metode baru ini.


5. Masa 1994-2004: Kurikulum 1994 dan Tantangan Pembelajaran Matematika

Kurikulum 1994 mencoba menyeimbangkan antara pendekatan CBSA dan kebutuhan untuk mencapai hasil belajar yang lebih terukur. Pada era ini, matematika masih diajarkan dengan fokus pada pengetahuan prosedural, tetapi juga ada upaya untuk meningkatkan keterampilan analitis siswa.


Materi matematika semakin kompleks dengan adanya perluasan konsep seperti fungsi, kalkulus dasar, dan pengenalan logika matematika di tingkat menengah. Namun, pendekatan pembelajaran yang terlalu padat menyebabkan siswa merasa terbebani dengan beban materi, sementara proses pemahaman mendalam terhadap konsep masih kurang.


6. Masa 2004-2013: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Pada masa ini, matematika mulai lebih difokuskan pada pengembangan kompetensi siswa. KBK dan KTSP menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah menyelesaikan setiap mata pelajaran. Hal ini termasuk kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.


Dalam pembelajaran matematika, siswa tidak hanya diharapkan memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam berbagai situasi. Pendekatan kontekstual mulai diperkenalkan, di mana siswa diajak untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata melalui penggunaan matematika. Guru juga diberikan otonomi lebih besar dalam merancang pembelajaran, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa di daerah masing-masing.


7. Masa 2013-2021: Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 membawa perubahan signifikan dalam pengajaran matematika. Fokus utama kurikulum ini adalah pendekatan tematik integratif, terutama di jenjang pendidikan dasar, di mana matematika diajarkan secara terintegrasi dengan pelajaran lain. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada siswa tentang bagaimana matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Pembelajaran matematika di tingkat menengah dan atas tetap berbasis pada konsep-konsep inti seperti aljabar, geometri, dan statistik, tetapi pendekatannya lebih berpusat pada siswa. Siswa didorong untuk lebih mandiri dalam belajar, mengerjakan proyek atau tugas yang menuntut kolaborasi, serta berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Penilaian autentik menjadi bagian penting, di mana tidak hanya hasil yang dinilai, tetapi juga proses pembelajaran siswa.


8. Masa 2021-2024: Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka, yang mulai diterapkan pada tahun 2021, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi sekolah dan guru dalam menyusun pembelajaran, termasuk pembelajaran matematika. Di era ini, fokus pembelajaran matematika adalah pada pemulihan pembelajaran akibat pandemi, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis, logis, dan kreatif.


Siswa diajak untuk belajar matematika dengan cara yang lebih personal dan sesuai dengan minat serta kecepatan mereka. Proyek-proyek berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual semakin ditekankan, di mana siswa menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata di lingkungan mereka. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika semakin meningkat, terutama melalui aplikasi dan alat digital yang mendukung pemahaman konsep abstrak seperti geometri atau statistik.


Perubahan pelajaran matematika di Indonesia dari 1945 hingga 2024 mencerminkan pergeseran dari pendekatan yang sangat terpusat pada guru dan hafalan, menuju pendekatan yang lebih fleksibel, berpusat pada siswa, dan menekankan pada pemecahan masalah serta aplikasi praktis matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekadar pengajaran prosedural, pembelajaran matematika kini berkembang menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan adaptif terhadap teknologi serta kebutuhan siswa masa kini.



231 Komentar

  1. Nama : Reslinda
    Npm : 2386206067
    Kelas : V C

    Saya suka cara bapak menjelaskan, nggak terlalu formal tapi tetap informatif. Nahh dari sejarah kurikulum diatas, saya ijin menanggapi bagian kurikulum merdeka pak. Kurikulum merdeka ini memang banyak dibicarakan, dan artikel ini membantu banget untuk memahami garis besarnya. Jadi tau kalo sebenarnya kurikulum ini memberikan fleksibilitas. Cocok banget buat guru yang butuh referensi santai.

    BalasHapus
  2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD
    Menurut saya Pak, dengan materi yang Bapak berikan ini menjelaskan tentang penjelasan panjang perjalanan kurikulum, yang di mana jelas bahwa perubahan kurikulum bukan sekedar pengganti dokumen tetapi merupakan perubahan dalam memaknai pendidikan pada materi ini juga membahas tentang bahwa pendidikan selalu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan juga kurikulum ini menunjukkan berkelanjutan pendidik untuk menemukan keseimbangan. Dengan kurikulum saat ini kurikulum merdeka pendidikan di indonesia bergerak ke arah yang lebih kontekstual dimana memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis dimana menyesuaikan dengan profil belajar Pancasila. 🙏

    BalasHapus
  3. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Dari materi yang bapak jelaskan saya jadi lebih mengerti tentang perjalanan perubahan kurikulum yang ada di Indonesia selalu berubah bukn tanpa alasan, waktu itu saya sempat berpikir kenapa kurikulum ini berubah - ubah atau karena beda mentri dan harus punya visi misinya sendiri? namun ternyata ada alasannya ya, yaitu kurikulum ini berubah - ubah untuk menyesuaikan kondisi dan kebutuhan bangsa di setiap masanya..dan setiap penyampaian materi pembelajaran ternyata juga disesuaikan dengan kurikulum. Contohnya di pelajaran matematika saat di kurikulum merdeka ( 2021 - 2024 ) dimana dlu ada era pandemi dan mengharuskan pembelajaran online yang mengakibatkan siswa cenderung menyelesaikan tugasnya melalui internet jarang dari hasil pemikiranya sendiri . di kurikulum merdeka ini sebagai pemulihan yang menekankan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator melalui pengerjaan proyek berbasis masalah (contohnya menentukan jumbalh ubin yang harus di pasang di ruangan dengan ukuran yang sudah ditentukan menggunakan rumus matematika ) dengan menerapkan konsep matematika untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari – hari siswa berpikir dengan kritis melalui memahami, bertanya, menalar dan menghitung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57
      Menurut saya, perubahan kurikulum di Indonesia terjadi karena adanya penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan pada setiap masa. Setiap kurikulum dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan yang sedang dihadapi, seperti perkembangan teknologi, perubahan cara belajar siswa, hingga situasi khusus seperti pandemi. Contohnya pada Kurikulum Merdeka, pembelajaran lebih menekankan pada keaktifan siswa, pemahaman konsep, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan kurikulum bukan sekadar pergantian aturan, tetapi upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih relevan dan efektif bagi siswa.

      Hapus
  4. Perjalanan yang begitu panjang untuk mencapai kurikulum sekarang ,bayangkan saja kurikulum dibentuk dari tahun 1947 hingga sekarang tahun 2025 memiliki perubahan yang begitu panjang 11 kali berganti kurikulum.

    Sangat perlu diapresiasi bagaimana para pemerintah pendidikan,dab para guru dalam mengemban membentuk kurikulum untuk diajarkan oleh para generasi bangsa.

    Saya sendiri merasakan 3 penerapan kurikulum dalam perjalanan pendidikan saya yaitu kurikulum KTSP, kurikulum 2013,kurikulum merdeka, dan sekarang dengar-dengar sudah ada kurikulum Nasional

    Saya sangat setuju sekali dengan pernyataan di laman ini kurikulum itu berubah dipengaruhi oleh kebutuhan dan kondisi bangsa pada masanya, perubahan selalu memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman.
    Ini benar banget karena kita sekarang ada di abad ke-21 dengan kurikulum yang semakin maju dengan penerapan pembelajaran yang semakin mantap, saya yakin ketika sudah dijalankan dengan benar para anak didik para peserta didik akan lebih siap lagi untuk menghadapi tantangan-tantangan hidup mereka ke depannya.

    BalasHapus
  5. Nama: Zakky Setiawan
    NPM:( 2386206066 )
    Kelas: 5C
    Dari materi yang sudah bapak jelaskan di atss, Menurut saya nih pak, kurikulum yang sangat mengasikkan yaitu kurikulum 2004-2013 kurikulum KTSP dan KBK, di kurikulum ini saya sangat senang kenapa karena di masa itu saya mendapat infomasi baru melalui penugasan yang sudah di susun di lembar kerja siswa dengan mencari jawaban dari buku tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama :Elisnawatie
      Kelas:VD
      NPM:2386206069

      wahh saya sama dengan Zaky pak , karena menurut saya kurikulum 2004–2013, baik KTSP maupun KBK, pembelajaran memang dirancang agar lebih memudahkan siswa dalam memahami materi. Kurikulum ini menekankan pada kemandirian belajar melalui penugasan yang tersusun dalam lembar kerja siswa (LKS), sehingga peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif mencari dan menemukan jawaban sendiri dari berbagai sumber belajar, terutama buku teks. Dengan cara ini, siswa menjadi lebih terlatih berpikir kritis, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi pelajaran. Kurikulum tersebut juga memberi ruang bagi guru untuk berinovasi dalam menyampaikan materi, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan dan bermakna.

      Hapus
  6. Nama: Zakky Setiawan
    NPM:( 2386206066 )
    Kelas: 5C
    Di kurikulum merdeka matematika sanggat fleksibel dengan melalui pembelajaran secara personal, hal ini tuh sangat bagus karena peserta didik diajarkan pelan-pelan secara satu persatu, dan membebaskan mereka untuk berpikir sesuia kemampuan mereka dan kecepatan mereka, enaknya lagi di kurikulum ini pasti ada sebuah proyrk matematika, hal ini bisa menegaskan oh begini ternyata matematika kalau di kembangkan dalaam hal proyek, dan mereka juga jadi terampil

    BalasHapus
  7. Terima kasih materinya, Pak. Melihat sejarahnya yang sering berganti, apakah Kurikulum Merdeka yang sekarang ini, menurut analisis Bapak/teman-teman, memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bertahan lama dibandingkan kurikulum sebelumnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Rakinah saya izin menanggapi pertanyaanya ya.
      Menurut analisis saya kurikulum merdeka ini sudah memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bertahan lama dibandingkan kurikulum sebelumnya karena apa?
      Karena dalam penerapan kurikulum merdeka ini benar-benar membantu siswa untuk bisa mengeksplorasi dan memberikan ide dan menerapkan pembelajaran secara nyata melalui proyek, praktik dan tugas-tugasnya.
      Ya walaupun sekarang sudah ada pembaruan pendekatan yaitu menggunakan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) namun kurikulumnya tetap yaitu kurikulum ,dengan adanya pembaruan pendekatan ini kurikulum merdeka semakin kuat untuk terus bertahan.
      Kurikulum merdeka ini juga sangat membantu guru karena pembelajaran tidak selalu berfokus pada guru tetapi melibatkan siswa untuk ambil adil dalam pembelajaran, pembelajaran juga lebih difokuskan kepada siswa untuk aktif dan berkontribusi secara nyata melalui tugas,proyek dan praktik.
      Jadi saya rasa kurikulum merdeka ini akan bertahan lama namun dengan catatan pemerintah terus memberikan dukungan seperti memberikan pelatihan terhadap guru-guru di pedalaman dan juga memberikan fasilitas kepada sekolah-sekolah baik di kota maupun di perdesaan secara merata agar pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik disetiap sekolah.

      Ini analisis dari saya ka semoga bermanfaat....

      Hapus
    2. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57

      Menurut saya, Kurikulum Merdeka memiliki fondasi yang lebih kuat karena pembelajarannya lebih berfokus pada pemahaman konsep dan keaktifan siswa. Kurikulum ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar sesuai kemampuan dan minatnya, sehingga tidak hanya mengejar target materi. Selain itu, guru juga diberi keleluasaan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi kelas. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga Kurikulum Merdeka berpotensi bertahan lebih lama dibandingkan kurikulum sebelumnya.

      Hapus
  8. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Wah, sebelas kali berganti kurikulum.. Luar biasa juga yaa Indonesia ini 😀
    Dari yang saya baca barusan dan dari penjelasan Bapak saya juga (kebetulan Bapak saya seorang guru), kalau dulu itu pelajarannya lebih banyak menghafal, kalau sekarang lebih banyak praktek dan diskusi.

    Sudah pasti tujuan kurikulum yang berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman adalah supaya anak-anak bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dimengerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Hallo Nabila izin menjawab ya , memang benar sekali perubahan kurikulum yang begitu banyak memang menunjukkan bagaimana Indonesia terus berusaha untuk menyesuaikan pendidikan dengan adanya perkembangan zaman , dulu pembelajaran memang sangat berfokus pada hafalan dan cara belajar yang kaku sehingga siswa hanya serung mengikuti instruksi tanpa benar - benar memahami konsep tersebut , tetapi sekarang arah pendidikan jauh lebih memperhatikan pengalaman belajar siswa , pembelajaran berbasis diskusi dan praktik langsung dan pemecahan masalah dapat membuat siswa bukan hanya mengingat saja tetapi juga mengerti dan bisa menerapkan pengetahuan dalam kehidupan yang nyata , pendekatan seperti ini memang lebih menyenangkan , karena siswa akan dilibatkan secara aktif , bukan hanya fuduk dan mendengarkan saja.

      Tujuan dari perubahan kurikulum yang terus terjadi itu juga sejalan dengan apa yang disampaikan agar anak - anak bisa belajar dengan cara yang lebih mudah di pahami , pendidikan tidak lagi sekedar mengerjai nilai , tetapi bisa membangun kemampuan berpikir kritis , jadi meskipun adanya pergantian kurikulum yang terlihat banyak , sebenarnya itu bentuk dari usaha pemerintah untuk membuat pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini 😸😸

      Hapus
    2. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57
      Saya sependapat dengan penjelasan Nabila bahwa perubahan kurikulum membuat pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada hafalan. Hal penting yang bisa ditambahkan adalah bahwa kurikulum saat ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan banyaknya praktik dan diskusi, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga belajar berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Hal ini tentu membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa SD.

      Hapus
  9. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386306125
    Kelas : 5D PGSD

    Setiap berganti kurikulum, pemerintah pasti pengen membuat supaya pelajaran jadi lebih baik. Misalnya nih, sekarang kan ada kurikulum merdeka, yang kasih kebebasan buat guru dan murid belajar sesuai sama minat dan kemampuan.

    Seperti yang saya bilang sebelumnya, belajar bisa jadi lebih asyik dan ga bikin pusing. Tapi semoga kedepannya kurikulum ga sering-sering ganti yaa, supaya guru sama murid ga bingung terus.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah saya membaca materi ini, ternyata materi ini secara keseluruhan sudah sangat amat baik dan sudah layak dijadikan bahan kajian akademik atau juga karya ilmiah pendidikan. Pada penjelasan dan penyajian padat, logis, dan juga memberikan pemahaman mendalam mengenai hubungan antara kebijakan kurikulum dan praktik pembelajaran matematika di indonesia. Namun dengan sedikit menambahkan refleksi kritis/evaluasi mendalam dan penguatan teori belajar, maka tulisan pada materi ini menjadi lebih analitis/terperinci dan komprehensif/lengkap.

    BalasHapus
  12. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Kalau dari saya hidup sampe sekarang berarti saya sudah melewati dan merasakan tiga kurikulum yang berbeda. Dan waktu saya SD saya dapat dua kurikulum yang berbeda ini KTSP dan K13. Saya merasakan belajar pake kurikulum KTSP waktu di kampung dulu di kelas 1, 2 dan 3. Dan sepengalaman yang saya rasakan dengan kurikulum KTSP itu adalah saya merasa senang dan paham sama materi pelajaran yang diajarkan. ~~~

    (67)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Maksud saya, saya mengerti bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi pemahaman kita terhadap materi. Ada dari cara ngajar guru, suasana kelas, kesiapan kita sebagai murid. Namun, saat KTSP saya melihat dan paham jelas materi-materi yang ada. Karena setiap pelajaran punya bukunya sendiri dan dipelajari satu satu itu membuat saya memahami materinya sampe dalam. Sebab itu saya merasa pemahaman saya dan pengalaman saya terhadap materi saat KTSP masuk pada long memory term di kepala saya. Walaupun mungkin ada kekurangannya yaitu mata pelajaran satu dengan yang lain tidak ditampilkan jelas hubungannya seperti K13 ini. Tapi kalau dari perasaan saya tentang kedalaman materi kayak konsep dan mengingat saya jatuh cinta sama KTSP.~~~


      (68)

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Nah, waktu saya kelas 4 SD saya ingat betul waktu itu. Saya pindah ke samarinda jadi saya pindah ke sekolah baru juga dan pindah kurikulum juga hihihi. Saya ga terlalur ngerti waktu itu apakah emang pada tahun itu sudah masuk ke kurikulum baru yakni K13 atau belum. Karena memang perbedaan tempat yang di mana satu di kampung karna keterbatasan jarak dan satu di kota yang di mana mudah di akses. Kalau bahasanya itu kurikulumnya belum dilaksanakan secara merata. Atau memangpada tahun itu saat saya naik ke kelas 4 sudah waktunya ganti kurikulum.~~~

      (69)

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Tapi di luar pada itu, saya merasakan perbedaan dalam diri saya terkait pemahaman saya dalam materi saat belajar dengan KTSP dan dengan K13. Waktu saya belajar dengan K13 saat itu saya cukup bingung dengan alurnya karena dari belajar di kelas sebelumnya satu buku satu untuk setiap matpel. Tapi kali itu satu buku untuk beberapa matpel sekaligus. Saya pernah dibilangin sama guru saya yang di kampung kalau buku tulis kami harus di sampul rapi dan dinamai sesuai mata pelajarannya. Nah, pas ganti kurikulum jadi satu buku dicampur sama semua mata pelajaran. Saya mencoba memahami materinya dan yaa saya benar paham dengan materinya. Namun saya ngerasa ga begitu paham dengan dalam seperti saat saya belajar di KTSP.~~~

      (70)

      Hapus
    4. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Tapi juga, saya melihat di sisi lain bahwa emang ada perbedaan di sana. Karena saat KTSP saya memang paham betul dengan dalam meteri materi yg ada dan berkebalikan pada saat K13. Tapi, saat di K13 pun ada pengalaman pengalaman baru yang saya dapat. Contohnya yang saya masih ingat sampai sekarang adalah bazar kelas setiap hari jumat. Ini tuh programnya kayak setiap angkatan kelas 4, 5 dan 6 punya jadwal sendiri yang sudah ditentukan untuk melakukan bazar atau jualan di lingkungan sekolah.~~~

      (71)

      Hapus
    5. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM:2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Nanti setelah selesai hari jumat bazar itu, pada hari seninnya saat upacara akan diumumkan setiap modal untung atau rugi yang di dapatkan tiap kelas. Misalnya, kelas 4a jualan es jeruk dan roti bakar yang modalnya adalah 150.000 dan hasil penjualannya adalah 250.000. Maka kelas 4a berarti memiliki untung yaitu 100.000 baru pada tepuk tanganan gituu pak teman teman saya heheheh lucu yaaa jadi rinduu. Dan kelas selanjutnya di bacakan juga, jadi kalau misalkan jumat ini jadwalnya kelas 4 berarti yang jualan kelas 4a, 4b, 4c gituu dan dibacakan saat upacara juga sama sperti jadwalnya.~~~

      (72)

      Hapus
    6. Nam: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Menurut saya ini sangat membekas karena saya jadi paham tentang cara berjualan. Dan saya paham bahwa di dalam jualan itu terdapat modal, untung atau rugi atau cukup balik modal saja waktu itu wkwkwkkwkwk. Dari pengalaman bazar juga saya ternyata dapet banyak pengalaman baru yang nyata dan beruhubungan pak. Saya waktu itu jadi belajar berteman, bergaul dan bersosilisasi karna bener bener harus kita yang jualin orang orang atau anak anak kelas lain yang beli. Terus jadi belajar berwirausahadan bekerja sama juga pak habis dari kegiatan bazar tu pasti kelompok bazar kayak ada rencana selanjutnya mau jualan apa biar untungnya jadi meningkat dan lebih banyak wkwkwkwkwk. Ya walaupun yang saya bilang tadi KTS dan K13 punya cirinya masing masing..

      (73)Saya sengaja setiap komen saya selalu ngasih nomer dan tanda sudah komen ke berapa pak. Selain jadi reminder untuk saya juga untuk teman teman biar yang mungkin komennya masih lebih sedikit dari saya bisa termotivasi untuk komen lebih sering lagi. (alias cari amal jariyah hehehehehe)

      Hapus
  13. Nama: Arjuna
    Kelas: 5A
    Npm: 2386206018
    Menurut saya, perkembangan kurikulum di Indonesia sejak 1945 sampai sekarang menunjukkan bagaimana pendidikan kita selalu menyesuaikan diri dengan perubahan sosial, politik, dan budaya. Setiap perubahan kurikulum pada dasarnya muncul karena adanya kebutuhan untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar utamanya.

    BalasHapus
  14. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Nah, karena saya sudah bercerita panjang kali lebar tentang pengalaman saya sewaktu SD ngerasain belajar dengan dua kurikulum yang berbeda. Kemudian, timbulah pertanyaan yang berhubungan dengan peristiwa atau perasaan dari pengalaman yang saya alami sewaktu itu. Waktu itu saya kelas 1-3 diterapkan KTSP dan kelas 4-6 diterapkan K13. Nah, Saya ngerasain hawa/vibes atau beneran rasa belajar yang berbeda dari kedua kurikulum ini pak.~~~

    (74)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Waktu kelas 1-3 yang kita sebut aja kelas rendah, itu kan pas kurikulumnya pake KTSP. Nah, waktu itu saya ingat betul kalau lagi diajarin matpel IPA tentang mata pencaharian ibu guru saya selalu mencontohkan dengan hal yang dekat dengan kami. Jadi ibu guru waktu itu mencontohkan dengan mata pencaharian berkebun dan mencari ikan di sungai yg konteksnya sesuai sama kondisi lingkungan alam kami. Terus kalau belajar di kelas itu sering dijelaskan dan diceritakan diajak berpikir jugaa baru habis itu dikasih tugas supaya lebih paham. ~~~

      (75)

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Terus lanjut ke kelas 4-6, waktu itu saya ngerasa bingung ga bingung, jelas ga jelas gitu pak sama materi materinya. Di kelas itu ada sih kami belajar untuk maju ke depan dan mempresentasikan hasil tugas yg dikerjain. Terus pas kelas 4 itu bangku bangku nya itu kayak dikelompokan gitu pak. Saya ingat waktu itu dikelompokannya menjadi lima kelompok yang setiap kelompok meja nya itu terdiri dari 6-7 siswa. Jadi tiap hari itu bangkunya kayak gitu kayak berkelompok ga dipndah pindah dan ga diatur atur lagi kecuali pas ulangan. Terus ada praktek langsung bikin filter air dari bahan bahan yg ada di sekitar kita juga yg nandain bahwa emg K13 ni kurikulum emg pengen bikin anak anak lebih mandiri. ~~~

      (76)

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Terus kalau mata pelajaran MTK waktu di K13 saya ga terlalu paham sih pak. Sebenarnya paham sih.. cuman ga sepaham waktu diajarin di kelas 1-3 ituu. Saya rasanya bahkan ga inget waktu K13 itu saya diajarin MTKnya ituu pendekatannya yg gimana (ini kecuali pas kelas 6 mendekati UN itu pak hehe beda lagi karna pak alam emang ngasih jadwal dan fokus untuk belajar materi UN). Yang saya ingat tu mata pelajarannya tu saling nyambung terus gitu pak, sampai saya ada bingung ini kita lagi belajar mata pelajaran apa ya.. ~~~

      (77)

      Hapus
    4. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM:2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Nah, dari semuanya ini, sebenernya kan kurikulum diubah ubah terus karna menjawab atau menyesuaikan dgn kebutuhan negara kita ini kan pak supaya kualitasnya makin oke. Kalau seperti itu, emm emang harus nama dari kuriklum kayak KuMer, K13, KTSP, KBK itu kayak selalu di ubah ubah gitu pak?. Nda bisa kah kita kayak bikin pembaruan tapi namanya itu tetap sama gitu pak, cuman yang menjadi beda itu ada keterbaruan dan kemajuan dari isinya. Jadi ga terlalu bingung gitu pak, terus tu juga sebenernya kiblat untuk kurikulum Indonesia itu melihat dari mana pak? Dari dunia kah? Tapi kayaknya iya sih.. karna di KuMer itu ada kemampuan abad 21 ituu.


      (78)

      Hapus
    5. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Atau contoh lainnya bukan dari nama kurikulum besarnya, tapi kaya item item yang ada di dalam kurikulum. Kayak misalnya nih rencana pembelajaran yg dibuat guru, dulu itu tu namanya modul ajar, nanti waktu ganti kurikulum lagi namanya berubah jadi RPP terus di kurikulum merdeka berubah lagi jadi PPM gitu gitu pak. Yang kayanya sebenernya mungkin kita bisa aja ngakalin untuk gausah ganti ganti nama tapi kayak upgrade aja gitu apa yang baruu. Kayak kalau kita lagi pasang aplikasi di gadget kita, kalau misalkan ada pembaruan yaudaa kita update nanti baru dikasih tau lagi apa yg habis diupdate gitu pak.


      (79)

      Hapus
    6. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Emang ga bisa gitu ya pak? Hehehehe Karna waktu di semester 3 pas kuliah kemarin. Kami ada tugas observasi dan wawancara ke sekolah sekolah kan pak nanyain tentang kurikulum. Nah, dari guru guru yang diwawancari itu ga jarang mereka bilang kalau bisa kurikulum itu jangan diubah ubah terus. Maksudnya mungkin bisa aja di ubah, tapi karna indonesia ini sangat luas. Jadi di sebagian daerah mungkin masih belajar tentang kurikulum yg diterapkan dari 1-2 tahun yang terus nanti pas 5 tahun atau 3 tahun kemudian diganti lagi.


      (80)

      Hapus
    7. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Hmm, saya cukup dilema dan bingung pak tentang pengkurikuluman ini. Tapi mungkin pemerintah sudah pernah memikirkan, membahas dan mencari solusi yang paling efektif dari konteks yang saya tanyakan ini ya pak?. Dan jalan yang lebih baiknya adalah seperti yang sudah diterapkan sekarang gitu ya pak?. Saya cuman mencoba berpikir dari sudut pandang yang lain dan dari pengalaman belajar saya waktu SD aja sih pak. Makanya di pikiran saya ada timbul pertanyaan seperti ini hehhehe.. Mohon arahannya pak..


      (81)

      Hapus
  15. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    kelas: V.A
    Dari bacaan ini mengenai sejarah singkat kurikulum yang ada di Indonesia saya dapat mengetahui bahwa ternyata di Indonesia ini selalu mengalami perubahan kurikulum, yang di mana kurikulum ini disesuaikan dengan kebutuhan bangsa, setelah saya membaca materi ini ternyata kurikulum di Indonesia ini di situ sekarang mulai seperti menggabungkan antara kurikulum 1952 dan 1984 yang di mana guru itu sebagai fasilitator dan siswa lah yang berperan aktif dalam proses pembelajaran dan juga dimana Guru didirikan kebebasan untuk merancang pembelajaran.
    Tentunya pembaharuan kurikulum ini terus mengalami perubahan sesuai dengan tingkat kemajuan yang ada di Indonesia dan kondisi yang ada terima kasih

    BalasHapus
  16. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    kelas: V.A

    Saya izin bertanya mengenai kurikulum, tadi kan kita ketahui bahwa kurikulum itu berganti tujuannya itu yang pertama itu ingin mempermudah dalam melakukan proses pembelajaran baik itu guru maupun siswa makanya kurikulum itu selalu diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan bangsa. Pertanyaan saya kalau yang saya pikirkan adalah Apakah kurikulum ini sebenarnya dibuat untuk mempermudah pemahaman dan mencapainya kebutuhan bangsa tetapi justru yang terjadi itu banyak guru mengalami kesusahan karena kurikulum ini selalu berubah dan guru itu harus beradaptasi bagaimana kira-kira langkah yang dapat diambil agar hal ini berjalan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Maya saya izin menjawab pertanyaanya ya
      Kalau menurut saya kurikulum itu dibuat untuk mempermudah pemahaman dan mencapai kebutuhan bangsa, karena kita tidak bisa memungkiri kemajuan zaman, kemajuan zaman ini terlalu mencolok ketika kita masih tetap terus menggunakan penerapan kurikulum yang lama, kurikulum yang baru menurut saya hadir untuk memberikan inovasi terbaru terkait bagaimana teknologi atau kemajuan zaman itu dapat dikaitkan dengan kurikulum pada penerapan pembelajaran di Indonesia.
      Dulu saya juga berpikir bahwasanya kurikulum yang terus berganti itu membuat guru mengalami kesusahan karena ,guru harus beradaptasi lagi, tapi semakin ke sini saya semakin sadar bahwasannya kurikulum yang diterbitkan atau diperbarui itu benar-benar ingin berinovasi untuk menggabungkan penerapan kurikulum dengan kemajuan zaman atau teknologi di era abad ke-21 ini.
      Menurut saya langkah-langkah yang dapat diambil agar kurikulum yang diperbarui ini dapat berjalan dengan baik ialah: dengan memfasilitasi pembelajaran baik itu di kota ataupun di perdesaan secara cepat dan juga lengkap.
      Dengan zaman yang semakin maju dan teknologi juga semakin canggih saya yakin bahwasannya walaupun sering mengubah kurikulum tapi informasi dari pusat ke bagian pelosok itu cepat tersampaikan maka, penerapan kurikulum juga dapat berjalan dengan baik.
      Jadi pada intinya pemerintah harus benar-benar memperhatikan keadaan sekolah-sekolah di bagian pelosok juga agar tidak ketinggalan pada setiap informasi yang baru diterbitkan atau diberitahukan hal ini bertujuan agar penerapan pembelajaran kurikulum terbaru baik di kota maupun di pelosok dapat berjalan dengan selaras.
      Itu dari saya kak semoga bermanfaat...

      Hapus
    2. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Saya izin menjawab pertanyaan maya apriyani ya , pertanyaan tersebut sangat relevan , mengingat sekarang Indonesia memang cukup sekali berganti kurikulum , jika melihat kondisi sekarang , kurikulum merdeka sebenarnya memiliki peluang yang lebih besar dibanding dengan kurikulum sebelumnya , hal ini karena fondasi yang digunakan lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku seperti kurikulum dulu , kurikulum merdeka tidak memaksakan satu model pembelajaran untuk semua sekolah , melainkan memberi ruang bagi guru dan satuan pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi siswa , fasilitas, dan juga lingkungan, pendekatan ini membuat kurikulum terasa lebih realistis dan bisa diterapkan di berbagai daerah , baik yang sudah maju maupun yang masih berkembang .

      Hapus
    3. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57
      Menurut saya, tujuan utama perubahan kurikulum sebenarnya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman serta kebutuhan peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya memang sering terjadi kendala karena guru dan siswa harus kembali beradaptasi dengan aturan dan metode baru. Agar kurikulum dapat berjalan dengan baik, guru perlu diberi pendampingan dan pelatihan yang cukup sehingga tidak merasa terbebani. Dengan adaptasi yang baik, perubahan kurikulum justru bisa membantu guru dan siswa belajar dengan lebih efektif dan bermakna.

      Hapus
  17. Nama:Erfina feren heldiana
    kelas:5c
    npm:2386206065

    Izin bertanya pak, perubahan mana yang paling berdampak besar terhadap cara siswa memahami matematika di sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. izin menjawab ya erfina jadi menurut saya perubahan kurikulum yang paling berdampak besar terhadap cara siswa memahami matematika di sekolah adalah pergeseran dari kurikulum yang berpusat pada guru dan materi menjadi kurikulum yang berpusat pada siswa dan kompetensi, yang puncaknya terlihat pada Kurikulum Merdeka 2021-2024
      perubahan paling berdampak tuh kurikulum berorientasi Kompetensi karena dampak besar ini tidak terjadi secara tunggal, melainkan merupakan akumulasi dari Kurikulum berbasis kompetensi atau KBK 2004 dan Kurikulum 2013, yang kemudian dipertajam dalam kurikulum merdeka.ada juga yang fokus Bergeser dari apa ke bagaimana
      ​dulu kurikulum tradisional Pemahaman sering diukur dari kemampuan siswa menghafal rumus dan meniru prosedur penyelesaian soal yang ditunjukkan guru apa yang dihitung.
      ​nah sekarang kurikulum merdeka Matematika dipandang sebagai alat untuk pemecahan masalah dan pengembangan cara berpikir logis, kritis, dan kreatif bagaimana siswa menggunakan matematika. disini siswa didorong untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan pendekatan student-centered.kemuadian ada juga nih pembelajaran Kontekstual
      ​kurikulum modern terutama kurikulum merdeka secara eksplisit menekankan perlunya integrasi matematika dengan kehidupan nyata atau kontekstual dan lingkungan sekitar.
      ​hal ini membantu siswa melihat matematika bukan hanya sebagai angka dan rumus abstrak di buku, tetapi sebagai keterampilan praktis yang relevan. Melihat relevansi ini adalah kunci utama untuk pemahaman yang lebih mendalam jadi siwa tuh tidak hanya hafalan serta dapat peningkatan minat belajar.bisa juga menggunakan pembelajaran dengan materi esensial dan fleksibilitas jadi ini bisa fokus pada materi esensial dalam Kurikulum Merdeka bertujuan agar guru memiliki waktu lebih banyak untuk mengajarkan konsep secara mendalam atau deep learning, sehingga siswa benar-benar paham alih-alih hanya mengejar target penyelesaian banyak topik yang padat.serta fleksibilitas kurikulum memberi ruang bagi guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dan konten agar sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa pembelajaran berdiferensiasi, yang secara langsung memengaruhi seberapa baik seorang siswa dapat memahami suatu konsep.

      itu saja tanggapan dari saya atas pertanyaan-mu
      mohon maaf jika ada yang kurang terimakasih

      Hapus
    2. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Hallo erfina saya izin menjawab ya , pertanyaan nya sangat menarik sekali , karena setiap adanya perubahan kurikulum memang bisa membawa pengaruh terhadap cara siswa untuk belajar matematika , namun kalo dilihat dari sejarahnya , perubahan yang paling berdampak besar terhadap pamahaman siswa itu menurut saya saat Indonesia meninggalkan metode hafalan dan mulai beralih ke pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual , terutama sejak masuknya kurikulum 1984 (CBSA) , kemudia bisa diperkuat lagi oleh kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka , perubahan ini sangat berpengaruh sekali karena siswa tidak hanya lagi menghafal rumus tetapi lebih diarahkan untuk memahami bagaimana rumus itu bisa bekerja dan kapan digunakan .

      Hapus
    3. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206067

      Izin menjawab yaa Erfina. Menurut saya perubahan berdampak besar terhadap cara siswa memahami matematika itu adalah pergeseran dari cara menghafal rumus ke cara memahami konsep. Dari artikel tentang sejarah kurikulum di Indonesia, kelhatan banget kalo dulu pembelajaran lebih fokus ke hafalan dan latihan soal yang polanya itu-itu saja. Tapi ketika kurikulum menekankan pemahaman konsep, pemecahan masalah, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, siswa jadi lebih "ngeh" kenapa matematika itu penting.
      Perubahan ini bikin matematika nggak lagi terasa beban, tapi lebih seperti proses berpikir. Siswa jadi diajak mikir, bukan cuma ngafal. Menurutk saya inilah perubahan yang paling besar pengaruhnya,matematika jadi lebih masuk akal dan lebih dekat dengan dunia nyata.

      Hapus
    4. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD

      Hallo Ervina izin menjawab yaa

      Menurut banyak pengalaman di sekolah dan perkembangan kurikulum, perubahan yang paling berdampak besar terhadap cara siswa memahami matematika adalah pergeseran dari metode hafalan menjadi pembelajaran yang berbasis pemahaman konsep dan konteks nyata.

      Kenapa ini sangat berdampak? karena :
      1. Siswa paham “kenapa” bukan hanya “bagaimana”
      Mereka mengerti alasan di balik rumus, bukan hanya menghafalnya.

      2. Matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan
      Contoh dan soal berasal dari situasi yang mereka alami setiap hari.

      3. Mendorong siswa berpikir kritis
      Mereka belajar mencari cara, bukan sekadar mengikuti langkah contoh.

      4. Lebih percaya diri dan tidak mudah takut
      Karena merasa matematika itu masuk akal dan bisa dipahami oleh siapa saja.

      5. Melatih kemampuan abad 21
      Seperti kerja sama, komunikasi, dan pemecahan masala bukan hanya hitungan.

      jadiii Perubahan dari hafalan ke pemahaman konsep adalah yang paling memberi dampak besar pada kemampuan siswa dalam memahami matematika.

      Hapus
  18. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM:2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Menurut materi yang saya baca materi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai evolusi kurikulum matematika di Indonesia yang mencerminkan dinamika sosial, politik, dan budaya bangsa. perubahan ini menunjukkan adanya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi matematika, dengan pergeseran fokus utama dari masa ke masa.
    ​perkembangan kurikulum menunjukkan adanya pergeseran awal kemerdekaan 1945-1964 fokus pada keterampilan dasar berhitung, menulis dan penguasaan konsep dasar matematika yang dipengaruhi sistem pendidikan kolonial geometri, aljabar dasar. Pembelajaran masih bersifat terstruktur.masa struktur dan sistematis 1964-1975 penekanan pada berpikir logis dan penyelesaian masalah sehari-hari. masa CBSA 1984-1994 transisi ke fokus pada keaktifan siswa Cara Belajar Siswa Aktif/CBSA, mendorong eksplorasi, diskusi, dan berpikir kritis. Terdapat juga tantangan di Kurikulum 1994 karena beban materi yang dinilai terlalu padat.basis kompetensi 2004-2013 penekanan kuat pada pengembangan kompetensi siswa kognitif, afektif, psikomotorik melalui KBK dan KTSP, serta pengaplikasian matematika dalam berbagai situasi dengan pendekatan kontekstual.pendekatan Integratif dan kontekstual 2013-202 fokus pada pendekatan terintegratif antar pelajaran dan lebih menekankan pemahaman yang menyeluruh serta keterkaitan matematika dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual),kurikulum merdeka 2021-2024 lebih menekankan pada fleksibilitas, pengembangan keterampilan berpikir kritis, logis, dan kreatif, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk pemecahan masalah nyata. Tujuannya mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan hidup.

    BalasHapus
  19. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM :2386206009
    Kelas : V A PGS

    Tambah lagi tentang materi ini jadi setiap perubahan kurikulum selalu merupakan respons terhadap tuntutan dan tantangan zaman, baik itu kebutuhan pembangunan bangsa, kritik terhadap kurikulum sebelumnya, maupun dampak pandemi kurikulum merdeka.
    dari guru ke siswa terlihat yang semakin kuat, yaitu pergeseran orientasi pembelajaran dari yang semula sangat berpusat pada guru,dan materi menjadi berpusat pada siswa kompetensi aktif, berpikir kritis, pemecahan masalah.dengan pembelajaran matematika modern semakin ditekankan pada penerapan praktis dan pemecahan masalah nyata di lingkungan siswa, meninggalkan kesan matematika sebagai ilmu yang bagus.jadi materi ini sangat baik untuk memahami akar dan alasan di balik cara pengajaran matematika di Indonesia saat ini.

    BalasHapus
  20. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Kalau ngelihat perjalanan kurikulum dari 1945-2024, kerasa banget sih kalau pendidikan kita itu ikut berubah sesuai dengan kondisi zaman. Dari awalnya fokus banget sama nasionalisme, sekarang malah jadi lebih fleksibel lewat kurikulum merdeka titik setiap perubahan kurikulum itu sebenarnya usaha pemerintah biar pendidikan makin relevan sama kebutuhan masyarakat. Tapi kadang memang banyak revisi yang bikin guru dan siswa harus terus-menerus beradaptasi titik tapi yang mau gimana lagi dunia makin maju, jadi kurikulum juga harus tetap ikut maju.

    BalasHapus
  21. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Perubahan kurikulum matematika juga kelihatan jelas banget perkembangannya. Dulu matematika itu lebih kaya ke hafalan rumus dan hitung-hitungan yang sangat kaku titik tapi sekarang pembelajaran lebih ngajak siswa buat mikir, nyari solusi, dan nyambungin matematika sama kehidupan nyata sehari-hari mereka. Jadinya tuh matematika nggak cuma soal angka, tapi bikin siswa lebih kreatif dan lebih kritis. Meskipun gitu tantangannya tetap besar karena nggak semua sekolah punya fasilitas yang sama dan memadai.

    BalasHapus
  22. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Kurikulum 1975 1984 sampai 1994 itu berkesan banget karena benar-benar mengatur secara guru ngajar a sampai dengan z guru jadi punya aturan yang sangat rinci tapi kadang malah bikin pembelajaran jadi kaku untungnya di kurikulum setelah itu termasuk KTSP dan kurikulum 2013 guru mulai dikasih ruang buat improvisasi diri mereka. Kurikulum merdeka malah lebih bebas lagi, jadi guru bisa lebih kreatif sesuai kondisi gelap perubahan ini sebenarnya nunjukin kalau pendidikan makin ngeh sama kebutuhan nyata yang ada di lapangan.

    BalasHapus
  23. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Kalau bicara soal matematika, kerasa banget bedanya antara dulu dan sekarang dulu tuh matematika identik sama yang penting bisa ngerjain soal. Sekarang pendekatannya lebih manusiawi, lebih ke ngejelasin kenapa suatu konsep penting buat kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga lebih dilatih buat diskusi, kerja kelompok, atau menyelesaikan masalah dari konteks nyata. Jadi matematika itu bukan lagi pelajaran yang nakutin tapi jadi skill yang kepakai buat masa depan. Mungkin jika matematika begini dari dulu saya lebih bisa matematika dibandingkan sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Hallo Fika memang benar sekali , perbedaan cara belajar matematika dulu dan sekarang itu sangat terasa sekali , kali dulu fokusnya ya mengerjakan soal dan hafalan rumus saja , tetapi sekarang siswa lebih diajak untuk memahami makna di balik konsep dan bagaimana sih matematika itu berguna dalam kehidupan , pendekatan yang lebih manusiawi dan kontekstual ini membuat matematika tidak lagi menakutkan tapi lebih menjadi masuk akal dan sangat relevan , wajar kalo merasa , sepeti mungkin kita akan lebih paham kalo matematika itu bisa menggunakan metode seperti ini dan sudah dipakai dari dulu , karena memang pembelajaran sekarang itu lebih jelas dan lebih membantu siswa untuk memahami bukan sekedar menghafal saja .

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD

      Wahhh betull tu Andi Fika Memang kerasa sekali bedanya dulu dan sekarang. Kalau dulu matematika sering dianggap pelajaran “yang penting bisa jawab soal”, tanpa tahu maksud dan manfaatnya. Akhirnya banyak siswa merasa takut dan merasa matematika itu sulit.

      Sekarang lebih manusiawi dan bermakna:

      * Dihubungkan dengan kehidupan nyata
      * Melatih kerja sama dan komunikasi
      * Fokus memahami konsep, bukan sekadar hafalan
      * Jadi bekal untuk masa depan, bukan cuma untuk ujian

      Kalau sejak dulu pembelajaran matematika sudah seperti sekaran lebih menyenangkan, fleksibel, dan penuh makna pasti banyak siswa yang lebih percaya diri dan merasa mampu memahami matematika.
      Matematika yang baik itu bukan bikin takut, tapi bikin paham dan berkembang😁

      Hapus
  24. Nama:Syahrul
    Kelas:5D
    Npm:2386206092

    Sejak KBK/KTSP 2004-2013, fokus pembelajarannya pindah ke Kompetensi Siswa dan aplikasi Matematika di dunia nyata . Anak-anak nggak cuma disuruh hafal, tapi harus bisa pakai konsep Matematika di berbagai situasi. Puncaknya kayak di Kurikulum 2013, di mana Matematika di SD mulai diintegrasikan dengan pelajaran lain, dan di tingkat atas, penilaiannya sudah autenti melihat proses, bukan cuma hasil akhir. Dan yang terbaru, Kurikulum Merdeka 2021-2024, makin fleksibel, mendorong proyek berbasis masalah, dan memanfaatkan teknologi digital supaya belajar konsep abstrak kayak geometri jadi lebih mudah dipahami. Intinya, kita geser dari yang cuman hafal rumus ke pemecahan masalah dan berpikir logis yang terpakai di kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  25. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin bertanya pak , dan teman teman semua jika ingin menjawab mengapa kurikulum 1952 lebih dianggap sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya ya , kalo boleh tau emang kelabilannya apa saja ya🙏🏻🙏🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Dita Ayu Safarila
      NPM : 2386206048
      Kelas : 5 C
      Halo. Aku izin bantu jawab pertanyaan kamu ya Oktavia.
      Nah jadi gini menurut aku yaa dan setelah aku baca materi dan ada buka internet sedikit jadi kurikulum 1947 itu masih sangat sederhana belum memilik struktur yang ketat dan jelas karena kurikulum darurat pasca kemerdekaan. Nah kalau, kurikulum 1952 adalah kurikulum perbaikan dimana materi pelajaran sudah di uraikan atau di rinci lebih teratur dan jelas,sehingga lebih terstruktur dan dia bener bener fokus pada pendidikan nasional.

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD

      Hallo Oktavia izin menjawab yaa kalo menurut Kurikulum 1952 dianggap lebih sistematis karena materi pelajaran disusun lebih terarah, jelas, dan runtut sesuai tingkat kelas. Namun, kurikulum ini masih memiliki kelemahan, yaitu terlalu menekankan hafalan, kurang fleksibel, dan masih banyak meniru sistem pendidikan kolonial sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan karakter bangsa Indonesia pada saat itu.

      Hapus
  26. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin menanggapi materi ini , materi yang disampaikan memberikan gambaran yang sangat lengkap mengenai perjalanan kurikulum di Indonesia mulai dari 1945 hingga 2024 , sekaligus adanya perkembangan pembelajaran matematika di setiap masa , ini menunjukkan bahwa perubahan kurikulum tidak terjadi secara tiba- tiba , tetapi merupakan respons terhadap kebutuhan bangsa , tantangan zaman , serta perkembangan cara pandang terhadap pendidikan , kita bisa lihat dari awal kemerdekaan , kurikulum itu masih sederhana dan masih terpengaruh oleh sistem kolonial , namun , seiring berjalannya waktu , kurikulum di Indonesia mengalami banyak penyempurnaan mulai dari penekanan pada nasionalisme penguatan moral , pendekatan sistematis , sampai akhirnya bisa berfokus pada kompetensi dan fleksibilitas melalui kurikulum merdeka , bagian yang menjelaskan perkembangan pembelajaran matematika juga sangat menarik sekali , dijelaskan bahwa pada masa awal matematika diajarkan secara prosedural dan berpusat pada hafalan , tetapi dengan seiring waktu secara bertahap pendekatan pembelajaran mulai berubah , dari sekedar menghafal rumus sampai menjadi memahami konsep , mengerjakan soal yang nyata , berkolaborasi dan sampai menggunakan teknologi , hal ini menunjukkan bahwa matematika di Indonesia harus bergerak mengikuti perkembangan ilmu , kebutuhan siswa , dan perubahan sosial .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Izin menambahkan pak , materi ini juga memperlihatkan bagaimana peran guru berubah dari yang awalnya sangat dominan dan menjadi satu - satunya sumber belajar , hingga kini menjadi fasilitator yang mendampingi siswa untuk berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah , pendekatan pembelajaran pun semakin menekankan aktivitas siswa , konteks nyata , dan kebebasan belajar , penjelasan ini tidak hanya menjelaskan “apa” tetapi perubahan yang terjadi , tetapi juga “mengapa” perubahan itu dilakukan dan “bagaimana” dampaknya terhadap pembelajaran matematika, materi ini membantu kita untuk memahami bahwa perkembangan pendidikan itu adalah proses panjang yang terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat , dan perkembangan teknologi.

      Hapus
  27. Nama : Miftahul Hasanah
    Kelas : 5C
    NPM : 2386206040

    setelah membaca rangkuman sejarah kurikulum di Indonesia, saya jadi penasaran… dengan begitu banyak perubahan dari 1945 sampai Kurikulum Merdeka sekarang, bagaimana sebenarnya guru menyesuaikan metode mengajar matematika agar tetap efektif? Apakah siswa lebih mudah memahami konsep dengan pendekatan yang fleksibel dan kontekstual dibanding metode lama yang lebih hafalan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206067

      Izin menjawab yaa Mifta, menurut saya walaupun kurikulum sering berubah, guru tetap bisa efektif mengajar matematika dengan menyesuaikan metode ke hal-hal yang dekat dengan kehidupan siswa. Pendekatan yang fleksibel dan kontekstual biasanya bikin siswa lebih cepat paham dibanding hanya menghafal rumus. Jadi selama gurunya kreatif dan relevan, pembelajaran matematika tetap bisa berjalan dengan baik.

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD

      Hallo Mifta izin menjawab yaa Menurut aku Perubahan kurikulum dari dulu sampai Kurikulum Merdeka membuat guru harus terus beradaptasi dalam mengajar matematika. Guru tidak bisa hanya memakai metode lama yang berfokus pada hafalan, tetapi perlu menerapkan cara mengajar yang lebih variatif, fleksibel, dan dekat dengan kehidupan nyata siswa.
      Pendekatan yang kontekstual dan melibatkan siswa secara aktif terbukti lebih membantu siswa memahami konsep matematika secara mendalam. Dengan begitu, siswa bukan hanya bisa menjawab soal, tetapi juga mengerti manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa cepat bosan.
      Jadi, metode yang mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan siswa akan membuat pembelajaran matematika lebih efektif, bermakna, dan mudah dipahami oleh semua siswa.

      Hapus
  28. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206214
    Tanggapan saya tentang materi ini
    1. Struktur dan Periodisasi yang Jelas: Pembagian kurikulum per periode (1947, 1952, 1964, dll.) sangat memudahkan pembaca untuk melacak perubahan dan kontinuitas dalam sistem pendidikan nasional. Penulis juga dengan baik mengaitkan setiap kurikulum dengan konteks politik/sosialnya (misalnya, Kurikulum 1968 dengan Orde Baru, atau Kurikulum Merdeka sebagai respons pandemi).
    2. Transisi Paradigma yang Terekam: Materi ini secara efektif menunjukkan pergeseran filosofi pendidikan Indonesia. Secara umum, terlihat adanya pergeseran dari kurikulum yang terpusat pada isi materi dan guru (Teacher-Centered) menuju kurikulum yang berpusat pada siswa, proses, dan kompetensi (Student-Centered), yang puncaknya terlihat pada CBSA (1984), KBK (2004), K13 (2013), dan Kurikulum Merdeka (2021).
    3. Kasus Matematika yang Relevan: Bagian evolusi pelajaran matematika memberikan contoh kasus yang sangat baik dan spesifik. Ini menyoroti bagaimana perubahan filosofi kurikulum secara umum (seperti CBSA atau fokus pada problem-solving) diterjemahkan secara nyata ke dalam salah satu mata pelajaran inti. Pergeseran dari hafalan rumus menjadi aplikasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi dalam matematika adalah poin penting yang berhasil ditangkap.
    🌟 Poin-Poin Kuat
    • Pembedaan KTSP dan KBK: Penulis dengan tepat membedakan Kurikulum 2004 (KBK) yang fokus pada Standar Kompetensi dan Kurikulum 2006 (KTSP) yang fokus pada Otonomi Sekolah/Satuan Pendidikan dalam penyusunan silabus.
    • Penekanan pada Fleksibilitas: Teks ini secara akurat menempatkan Kurikulum Merdeka sebagai puncak dari tren fleksibilitas dan adaptasi, yang sangat dibutuhkan pasca-pandemi dan untuk menjawab tantangan zaman.
    • Bahasa yang Lugas: Penjelasannya mudah dipahami, meskipun topik kurikulum sering kali terasa kompleks bagi orang awam.

    BalasHapus
  29. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Izin mau bertanya juga pak Melihat tren Kurikulum Merdeka yang menekankan pada fleksibilitas sekolah, project-based learning, dan penguatan karakter, menurut pandangan Anda, apa tantangan implementasi terbesar yang dihadapi guru dan sekolah di daerah terpencil atau minim infrastruktur dalam menjalankan filosofi Kurikulum Merdeka yang 'fleksibel' dan berbasis 'proyek' ini, dibandingkan dengan Kurikulum 2013 yang lebih terstruktur?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
      Kelas : VB PGSD
      Npm : 2386206035

      Saya izin menjawab pertanyaan dari bela ya ...Tantangan terbesar implementasi Kurikulum Merdeka di daerah terpencil atau minim infrastruktur terletak pada kesiapan guru dan dukungan sumber daya. Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran fleksibel, kontekstual, dan berbasis proyek, sementara banyak guru belum memperoleh pelatihan yang memadai untuk memahami filosofi dan praktik project-based learning secara utuh. Berbeda dengan Kurikulum 2013 yang lebih terstruktur dan memiliki panduan baku, Kurikulum Merdeka memberi ruang kebebasan yang justru menjadi beban ketika kompetensi dan pendampingan guru belum merata.

      Selain itu, keterbatasan infrastruktur seperti akses internet, bahan ajar, dan fasilitas pendukung proyek menjadi hambatan nyata. Pembelajaran berbasis proyek idealnya memanfaatkan lingkungan belajar yang kaya sumber, namun kondisi ini sulit diwujudkan di sekolah terpencil. Tanpa dukungan sistemik dan pelatihan berkelanjutan, fleksibilitas Kurikulum Merdeka berisiko tidak optimal dan justru memperlebar kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah


      Hapus
  30. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Setelah saya membaca materi ini, ternyata perjalanan perubahan kurikulum dari masa ke masa cukup panjang. Dari kurikulum yang dulu masih kaku dan berfokus pada guru, sekarang kurikulum lebih fleksibel dan membuat ruang untuk siswa berkreativitas dan perubahan kurikulum ini nunjukin bahwa pendidikan terus berkembang supaya anak-anak bisa belajar dengan relevan, aktif, dan proses belajar semakin bermakna.

    BalasHapus
  31. Nama: Nur sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Materi ini menjelaskan sejarah singkat kurikulum di Indonesia dari 1945 hingga 2024 terjadi 11 kali perubahan kurikulum, di mana perubahan tersebut terjadi karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman, kebutuhan belajar siswa dan tujuan nasional sebagai bentuk upaya memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah. Pada awalnya kurikulum menekankan pada pengetahuan dasar seiring berjalannya waktu kurikulum mulai berkembang perubahan besar terlihat pada saat diterapkannya kurikulum 2013 yang menekankan pada sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu siswa tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga Berkarakter, aktif, kritis dan mampu berkerja sama. Kemudian muncul kurikulum merdeka yang memberikan kebebasan lebih besar kepada guru da sekolah dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, dari perjalanan ini terlihat bahwa perubahan kurikulum bukan hanya sekedar ganti nama tetapi merupakan usaha untuk memperbaiki sistem pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.

    BalasHapus
  32. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Setelah saya baca tentang perubahan perjalanan matematika di Indonesia perjalanan dari 1945 sampai 2024 memang kelihatan banget perubahan zamannya yang awalnya matematika itu masih fokus ke berhitung dasar saja yang penting bisa tambah, kurang, kali dan bagi karena mengejar kemampuan dasar untuk hidup sehari-hari, seiring berkembangnya zaman matematika jadi fokus pada hafalan rumus di mana siswa dituntut bisa cepat dan tepat mengerjakan soal yang penting bisa jawab namun sekarang, perubahan yang cukup terasa pembelajaran Matematika mengarah sebagai alat berpikir dan pemecahan masalah yang ditekankan bukan lagi hafalan rumus tapi pemahaman konsep, logika dan numerasi dalam kehidupan nyata, matematika sekarang bukan cuman buat lulus ujian tapi diharapkan benar-benar terasa manfaatnya dalam kehidupan.

    BalasHapus
  33. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    izin menanggapi materi ya pak dari pengalaman saya dulu, Kalau bahas Kurikulum ini jadi ingat waktu saya SD dulu. Seingat saya dulu saya memakai 2 kurikulum jdi yang pertama itu kurikulum KTSP dan yang kedua itu K13, jujur dulu sebagai murid emang lebih enak yang KTSP karna fokus sama satu pelajaran satu buku ibarat nya,kalau yang K13 itukan bentuk nya kaya tema jadi kaya lebih capek aja karna tema nya tu terstruktur gitu. Jaman dulu juga masih disuruh beli buku LKS untuk belajar jadi kalau gak bisa beli bisa join sama temannya tapi lebih susah mau belajar ataupun ada PR. Tapi jaman sekarang sudah gaada yang pake LKS lagi ya kaya nya,uda fokus sama buku paket itu sesuai kurmer. maaf ya pak jadi keingat suasana dulu hehe

    BalasHapus
  34. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Tapi izin juga menanggapi materi bapak di atas ini ya.
    Materi di atas ini memberikan penjelasan dan gambaran jelas tentang kurikulum di Indonesia dari tahun 1945 sampai sekarang tahun 2024/2025. Perubahan kurikulum ini cerminan bangsa untuk terus menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan jaman. Pemahaman terhadap sejarah ini sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pelaksana kurikulum tetapi juga agen perubahan yang inovatif mampu memilih pendekatan terbaik sesuai kebutuhan peserta didik bukan hanya mengikut trend yang ada.

    BalasHapus
  35. nama : bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    Materinya menarik banget pak karena ngajak kita ngelihat bagaimana kurikulum di Indonesia berubah dari waktu ke waktu. Ternyata setiap kurikulum itu punya alasan dan konteksnya sendiri, jadi wajar kalau selalu ada penyesuaian. Bacanya jadi ngerti kenapa sistem pendidikan sekarang bentuknya seperti ini. Pokoknya bahasannya ringan tapi tetap nambah wawasan.

    BalasHapus
  36. Menurut saya perubahan-perubahan kurikulum di Indonesia itu sudah tepat dilakukan karena ,menyesuaikan dengan perkembangan dinamika sosial yang ada yang terus berkembang setiap tahunnya dan juga pastinya tidak luput dari perkembangan politik yang ada di Indonesia serta faktor zaman juga yang semakin maju.
    Dalam setiap perubahannya yang saya pahami kurikulum selalu dibentuk dan diubah dengan melihat keadaan yang ada di Indonesia mulai dari kurikulum tahun 1947 sampai tahun 2024, perubahan-perubahan yang dilakukan menyesuaikan dengan keadaan pendidikan yang ada di Indonesia.
    Mulai dari kurikulum yang diterapkan secara sederhana, lalu ada kurikulum yang menekankan pendidikan harus relevan dengan kehidupan nyata terus kurikulum yang memiliki program pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan ,keterampilan ,dan moral siswa secara seimbang ,sampai kepada kurikulum yang berfokus pada pemulihan pembelajaran dan penguatan karakter siswa yaitu kurikulum merdeka.
    Namun dibalik itu semua tentunya ada proses panjang yang harus dilalui baik itu para menteri pendidikan dan terutama para guru serta murid terkait perubahan-perubahan yang terus dilakukan agar penyesuaian kurikulum setiap sekolah dapat berjalan merata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya tambahan perubahan-perubahan yang telah dilakukan oleh pemerintah ini menurut saya pastinya akan mendapatkan banyaknya argumen-argumen yang mungkin bisa mendukung dan juga tidak, hal ini menurut saya diakibatkan tidak meratanya penyampaian implementasi kurikulum terbaru bagi seluruh sekolah yang ada di Indonesia, dengan kendala ini pastinya siswa ataupun guru merasa terbebani dengan adanya perubahan kurikulum yang terus terjadi . Sebab biasanya itu di sekolah perkotaan mungkin sudah ada yang menerapkan kurikulum dan sudah berjalan dengan semaksimal mungkin karena akses informasi nya bagus dan baik,namun pada bagian sekolah yang di daerah pelosok belum tentu sama mulusnya dalam mengimplementasi kurikulum terbaru karena, kurangnya akses pembelajaran ,kurangnya informasi pembelajaran terkait penerapan kurikulum terbaru ,nah ini mengakibatkan tidak meratanya pendidikan di Indonesia dari perkotaan ke pedesaan. Jadi bisa dikatakan percuma juga jika terus mengganti namun tidak adanya usaha dari pemerintah untuk memerataka pendidikan di Indonesia.

      Hapus
  37. Nama:Elisnawatie
    NPM:2386206069
    Kelas:VD

    Ternyata sejarah kurikulum di Indonesia menunjukkan adanya perubahan secara berkelanjutan. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan bangsa serta perkembangan zaman. Saat ini, kurikulum yang digunakan mulai menggabungkan konsep dari Kurikulum 1952 dan 1984, yaitu guru berperan sebagai fasilitator, sedangkan siswa menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru juga diberikan kebebasan dalam merancang pembelajaran sesuai kondisi kelas. Pembaruan kurikulum akan terus dilakukan mengikuti perkembangan kemajuan pendidikan di Indonesia dan situasi yang terjadi.

    BalasHapus
  38. Izin menanggapi pak Materi ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana kurikulum di Indonesia berevolusi sejak kemerdekaan hingga masa kini. Dari paparan tersebut terlihat jelas bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, tetapi sebuah cerminan perjalanan bangsa baik dari aspek politik, sosial, budaya, maupun kebutuhan masyarakat pada zamannya. Perubahan kurikulum yang terjadi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pendidikan selalu bergerak mengikuti dinamika negara dan tuntutan perkembangan global.

    Kurikulum 1947, misalnya, sangat menggambarkan situasi Indonesia yang baru merdeka. Fokus pada pendidikan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung adalah langkah logis untuk membangun fondasi literasi masyarakat yang saat itu masih rendah. Namun, yang menarik adalah bahwa meskipun sederhana, kurikulum ini sudah memuat semangat nasionalisme suatu kebutuhan penting bagi bangsa yang sedang membangun identitasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perubahan ke Kurikulum 1952 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Rencana Pelajaran Terurai tidak hanya lebih sistematis, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa dan kondisi lokal. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal Indonesia sudah mencoba mengembangkan pendidikan yang kontekstual dan berakar pada pengalaman belajar siswa. Pendekatan ini sebenarnya sangat modern dan relevan dengan filosofi pembelajaran masa kini.

      Kurikulum 1964 kemudian muncul sebagai respons terhadap kebutuhan bangsa untuk membangun sumber daya manusia yang produktif. Fokus pada lima aspek—moral, kecerdasan, emosional/artistik, keterampilan, dan jasmani—menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya dilihat sebagai transfer pengetahuan, tetapi sebagai pembentukan manusia seutuhnya. Pendekatan holistik ini cukup progresif, terutama jika dibandingkan dengan kondisi sosial dan politik pada masa itu.

      Masuk ke Kurikulum 1968, kita melihat perubahan ideologis yang kuat akibat pergantian rezim. Fokusnya beralih ke pendidikan yang membangun karakter nasional berdasarkan Pancasila, dengan penekanan pada loyalitas negara, moralitas, dan pembentukan warga negara yang baik. Kurikulum ini mencerminkan bagaimana politik suatu masa dapat sangat memengaruhi arah pendidikan. Namun di sisi lain, tetap tampak upaya untuk menyeimbangkan aspek pengetahuan dan nilai, sebuah tema yang berulang dalam sejarah kurikulum Indonesia.

      Hapus
  39. Menurut saya pak Melalui penjelasan ini, tampak bahwa setiap kurikulum membawa “jiwa” zamannya masing-masing. Kurikulum bukan hanya rancangan pelajaran, tetapi sebuah dokumen yang memuat harapan bangsa terhadap generasi mudanya. Pergeseran dari kurikulum yang bersifat nasionalistik dan sederhana menuju kurikulum yang lebih terbuka, rinci, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia terus berusaha mencari bentuk terbaiknya.Materi ini juga mengingatkan kita bahwa perubahan kurikulum tidak bisa dipandang sekadar pergantian format atau struktur. Di balik itu, ada proses refleksi mendalam terhadap tantangan yang dihadapi bangsa: kebutuhan tenaga produktif, identitas nasional, kemajuan teknologi, hingga tuntutan globalisasi. Dengan memahami perjalanan sejarah ini, kita dapat lebih menghargai kurikulum yang ada saat ini, sekaligus melihat bahwa penyempurnaan kurikulum adalah bagian alami dari proses pendidikan.

    BalasHapus
  40. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saya ijin menanggapi pak dari penyampaiaan materi diatas, Materi mengenai perkembangan kurikulum di Indonesia dari tahun 1945 hingga 2024 memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang bagaimana pendidikan di Indonesia terus berubah mengikuti situasi zaman. Dari awal kemerdekaan yang masih dipengaruhi sistem kolonial, hingga masa sekarang yang lebih menekankan fleksibilitas, teknologi, dan kemandirian belajar, terlihat jelas bahwa setiap kurikulum muncul karena kebutuhan tertentu. Penyusunan materi ini juga cukup runtut sehingga memudahkan pembaca memahami alur perubahannya.
    Setiap kurikulum dijelaskan dengan baik, mulai dari tujuan, karakteristik, hingga tantangan dalam penerapannya. Misalnya, Kurikulum 1975 yang sangat sistematis tetapi membebani guru dengan administrasi, atau Kurikulum 1984 (CBSA) yang sebenarnya bagus karena menekankan keaktifan siswa, tetapi kurang berhasil karena guru belum siap. Penjelasan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan kurikulum bukan hanya persoalan dokumen, tetapi juga kesiapan SDM dan kondisi sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Aprilina Awing
      Kelas : 5D PGSD
      NPM : 2386206113

      Ijin menambahkan pak, Bagian yang membahas perkembangan pembelajaran matematika juga menarik karena menunjukkan bagaimana pendekatan pembelajaran matematika berubah dari prosedural dan hafalan menjadi lebih aplikatif dan berorientasi pada pemecahan masalah. Penjelasannya cukup membantu untuk melihat perbedaan karakter pembelajaran matematika dari satu kurikulum ke kurikulum berikutnya.

      Secara keseluruhan, materi ini informatif, jelas, dan memberikan gambaran besar yang mudah dipahami. Namun, karena isinya panjang, akan lebih baik jika dilengkapi ringkasan atau tabel perbandingan agar pembaca lebih cepat menangkap inti perubahannya.

      Hapus
  41. Terima kasih bapak karena telah memberikan materi ini, setelah saya baca materi bapak ini, saya jadi paham kalau ternyata kurikulum di awal kemerdekaan itu benar-benar menyesuaikan kondisi saat itu ya, yang penting bisa baca, tulis, dan hitung dulu. Kurikulum 1947 yang disebut Rencana Pelajaran 1947 itu isinya masih sederhana karena fokusnya memang di pengetahuan dasar. Terus, pas masuk 1952, ada revisi jadi Rencana Pelajaran Terurai. Di sini mulai kelihatan kalau pendidikan itu harus nyambung sama kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai masyarakat. Jadi, perubahannya itu terlihat banget dari yang tadinya cuma fokus di dasar-dasar, pelan-pelan bergeser jadi lebih relevan sama kehidupan nyata. Karena menunjukkan bahwa pendidikan itu selalu mencoba buat ikutin zaman dan kebutuhan bangsa.

    BalasHapus
  42. Dan dimateri bapak ini Menurut saya, bagian Kurikulum Orde Baru, terutama dari tahun 1975 sampai 1984, itu menunjukkan upaya besar buat bikin proses belajar mengajar jadi lebih rapi dan terukur. Misalnya, Kurikulum 1975 itu kan sampai ada PPSI ( Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional ) yang bikin pengajaran harus diatur detail dari perencanaan sampai evaluasi. Ini menuntut guru untuk harus bikin rencana pelajaran yang super sistematis. Tapi, yang paling terasa perubahannya itu Kurikulum 1984 dengan CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif ). Di sini, guru yang tadinya sangat menentukan, mulai didorong jadi semacam fasilitator aja, dan siswanya yang harus aktif. Menurut saya, pergeseran peran guru ini yang jadi tantangan besar, karena guru harus bisa mengarahkan siswa buat berpikir kritis dan mandiri, bukan cuma menyuruh menghafal.

    BalasHapus
  43. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saya ijin bertanya pak, Apakah perubahan kurikulum yang sering terjadi justru membantu atau malah membingungkan guru dan siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari kak Awing, kebingungan hanya sementara, tapi menfaatnya selamanya dan itu adalah harga yang harus di bayar agar pendidikan kita tidak jalan di tempat, karena tanpa perubahan sekolah hanya akan mengajarkan masa lalu padahal tugas sekolah adalah menyiapkan siswa untuk masa depan.

      Semoga dapat menjawab pertanyaan dari kak Awing

      Hapus
    2. Izin menjawab yah, klo menurut saya sendiri Perubahan kurikulum bisa bantu atau bingungin, tergantung implementasinya. Kalau dilakukan baik, bisa buat pembelajaran lebih relevan dan interaktif. Tapi kalau sering ganti dan kurang persiapan, bisa bikin guru dan siswa kesulitan.

      Hapus
    3. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      izin menjawab ya aprilina, Menurut saya, perubahan kurikulum itu seperti obat yang pahit tapi perlu. Di satu sisi, perubahan itu membantu supaya pendidikan kita nggak ketinggalan zaman dan lebih cocok dengan kebutuhan masa kini. Tapi di sisi lain, kalau terlalu sering memang bikin bingung karena guru dan siswa harus terus-menerus beradaptasi dengan sistem yang baru.

      Intinya, perubahan itu bagus untuk kemajuan, asalkan proses transisinya jelas dan gurunya diberikan bimbingan yang cukup supaya nggak kaget dengan aturan baru.

      Hapus
  44. Saya juga mau memberi tangapan saya dimateri bapak ini pada bagian kurikulum setelah reformasi, terutama dari KBK, KTSP, sampai Kurikulum 2013. KBK ( Kurikulum Berbasis Kompetensi ) tahun 2004 itu langkah maju banget karena fokusnya bukan cuma ngisi otak, tapi mengembangkan semua kemampuan siswa, dari pengetahuan, sikap, sampai motorik. Terus, KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) tahun 2006, materi ini bagus karena sekolah dikasih kebebasan lebih buat bikin kurikulumnya sendiri, disesuaikan sama potensi daerah dan kebutuhan siswanya. Pas masuk Kurikulum 2013, ada penekanan lagi ke integrasi pelajaran tematik di SD. Yang paling saya ingat dari K-13 itu adalah penilaiannya yang otentik, di mana proses belajar siswa juga dinilai, bukan cuma hasil ujian akhirnya. Ini penting, karena kita sebagai calon guru jadi sadar bahwa yang namanya belajar itu lebih dari sekadar nilai, tapi bagaimana siswa itu berproses di kelas.

    BalasHapus
  45. Saya suka materi dengan bagaimana pelajaran matematika itu berubah dari tahun ke tahun. Dulu di awal-awal, matematika cuma diajarkan buat dasar-dasar hitungan saja dan lebih banyak hafalan rumus. Tapi, sekarang di Kurikulum Merdeka ( 2021-2024 ), fokusnya sudah bergeser. Di sini, matematika diajarkan buat pemulihan pembelajaran akibat pandemi, dan juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif siswa. Pendekatannya makin ditekankan ke proyek berbasis masalah dan pembelajaran kontekstual, yang artinya siswa disuruh menyelesaikan masalah nyata pakai ilmu matematika. Ditambah lagi, Kurikulum Merdeka ini kasih banyak fleksibilitas ke guru dan sekolah. Perubahan ini menurut saya bagus, Bapak, karena bikin matematika jadi nggak cuma pelajaran di buku, tapi bener-bener alat yang berguna buat siswa menghadapi kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  46. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5B (PGSD)

    Terima Kasih bapak materi di atas, poin yang saya dapat di masa kurikulum 1994, meskipun ada penekanan pada kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan CBSA, kurikulum tersebut tetap memperhatikan penguasaan konsep-konsep matematika yang mendalam. Nah ini penting agar siswa nggk hanya berpikir kritis, tapi juga memiliki dasar pengetahuan yang kuat. Melalui pendekatan itu, harapan nya agar siswa mampu mengaitkan teori matematika dengan penerapan dikehidupan Sehari-hari.

    BalasHapus
  47. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5B (PGSD)

    Materi ini menunjukkan kalau perjalanan di Indonesia memiliki tujuan yang jelas yaitu terus memperbaiki kualitas pembelajaran. Misalnya dulu kan pembelajaran selalu menekankan pada hapalan, nah di kurikulum berikutnya mulai mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif. Kurikulum selalu berusaha menyeimbangkan dengan penguasaan konsep yang kuat. Dengan itu perubahan kurikulum ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Bukan perubahan yang dilakukan tanpa alasan. Sebelum saya terjun di dunia pendidik, saya kira itu setiap menteri pendidikan berganti, berganti juga kurikulum nya, ternyata ada alasan dibalik bergantinya kurikulum.

    BalasHapus
  48. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5B (PGSD)

    saya pernah diberikan tugas observasi dan wawancarai guru tentang kurikulum. Ternyata menurut data dilapangan, Dibalik tujuan baik tentang kurikulum, ada sisi negatif yang banyak dirasakan para pendidik dan beberapa pihak. Yaitu Perubahan yang sering membuat guru dan siswa sulit beradaptasi. guru sangat memerlukan waktu untuk memahami konsep, menyiapkan perangkat pembelajaran, dan menyesuaikan cara mengajar, sementara siswa harus menyesuaikan diri dengan metode belajar yang berubah.
    Nah selain itu, ada juga sekolah yang tidak memiliki kesiapan, seperti dari fasilitas, sumber belajar, dan pelatihan guru. Akibatnya penerapan kurikulum tidak merata. Memang saat wawancara dengan guru, mereka menjawab sudah menggunakan kurikulum terbaru, namun mereka juga bilang, belum sepenuhnya mereka bisa menerapkan dikarenakan fasilitas yang terbatas.

    BalasHapus
  49. Nama : muhammad nur fauzi
    kelas : 5A
    NPM : 2386206003

    Saya tertarik melihat perkembangan pelajaran matematika. Pada awal kemerdekaan (1945–1964) pembelajaran matematika masih berfokus pada menghafal rumus dan langkah-langkah pengerjaan dan guru sebagai pusat kegiatan belajar. Kemudian pada masa KBK/KTSP (2004–2013) pembelajaran matematika mulai menekankan pengembangan kemampuan siswa dan penggunaan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari Siswa diajak untuk memecahkan masalah yang nyata. Perubahan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa pembelajaran matematika tidak hanya tentang rumus tetapi juga tentang penerapannya dalam kehidupan serta melatih kemampuan berpikir dan memecahkan masalah sejalan dengan Kurikulum Merdeka.

    BalasHapus
  50. nama : muhammaad nur fauzi
    kelas : 5A
    NPM : 2386206003

    Saya izin membandingkan Kurikulum 1994 dan Kurikulum Merdeka. Kurikulum 1994 dinilai terlalu padat karena sistem caturwulan yang membuat materi menumpuk, sehingga pemahaman siswa menjadi kurang mendalam. Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi dengan memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan guru, mengurangi kepadatan materi, serta memberi ruang inovasi pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat belajar lebih sesuai dengan minat dan kemampuan mereka tanpa terbebani materi yang berlebihan.

    BalasHapus
  51. Menurut saya Materi ini memberikan suatu gambaran bahwa kurikulum di Indonesia sejak awal kemerdekaan sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan politik bangsa yang baru saja berdiri. Kurikulum 1947 sebagai kurikulum nasional pertama mencerminkan upaya pemerintah untuk membangun identitas dan semangat kebangsaan melalui pendidikan. Penekanan pada nilai nasionalisme dan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung menunjukkan bahwa tujuan utama pendidikan pada masa itu adalah mencerdaskan rakyat .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaupun masih bersifat sederhana dan belum memiliki struktur yang teruntut, Kurikulum 1947 menjadi pondasi yang sangat penting bagi perkembangan kurikulum selanjutnya. Pengaruh sistem pendidikan kolonial yang masih terlihat menunjukkan bahwa proses transformasi pendidikan tidak dapat berlangsung secara instan, melainkan bertahap sesuai dengan kesiapan sumber daya dan kondisi negara. Dengan demikian, kurikulum ini dapat dipahami sebagai langkah awal yang strategis .

      Hapus
  52. Kurikulum 1947 memang menjadi peran yang penting dalam sejarah pendidikan Indonesia. Meskipun masih sederhana dan terpengaruh sistem kolonial, kurikulum ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memulai transformasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan negara.

    BalasHapus
  53. Dilanjut pada Kurikulum 1975 memang menjadi titik balik penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Dengan adanya pendekatan yang lebih sistematis dan , kurikulum ini berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Penggunaan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) sebagai metode pembelajaran yang terencana dan terukur merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas dalam pendidikan.

    BalasHapus
  54. dengan adanya implementasi kurikulum ini. Salah satunya adalah fokus yang terlalu kuat pada tujuan instruksional yang jelas dan terukur, yang mungkin dapat membatasi kreativitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, penerapan PPSI juga memerlukan sumber daya dan kemampuan guru yang memadai, yang mungkin tidak selalu tersedia di semua sekolah.

    BalasHapus
  55. Materi yang bapak jelaskan membuat saya lebih mengerti kenapa sistem sekolah dulu sering berubah-ubah. Misalnya di Kurikulum 1994 yang pakai sistem caturwulan, ternyata tujuannya untuk menyeimbangkan proses dan hasil, meskipun akhirnya dikritik karena terlalu padat buat siswa. Penjelasan Bapak membantu saya melihat benang merahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melihat sejarah Kurikulum 1994 di materi tadi, saya jadi mengerti kenapa era itu dianggap cukup berat karena sistem caturwulannya. Ternyata kepadatan materi memang sudah jadi tantangan dari dulu ya, Pak. Materi ini membantu saya melihat bahwa penyesuaian beban belajar itu krusial agar siswa tidak kelelahan.

      Hapus
  56. Terima kasih atas materinya, Pak. Materi ini sangat membantu saya membedakan karakteristik tiap kurikulum, mulai dari yang sifatnya nasionalis pasca kemerdekaan, hingga yang berbasis kompetensi (KBK) dan otonomi daerah (KTSP). Jadi lebih paham sejarah pendidikan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Hallo kak rakinah, iyaa betul banget tanggapan kakak melihat perubahan kurikulum dari masa ke masa, kita bisa belajar bahwa pendidikan tidak pernah berhenti berproses. Setiap kurikulum membawa tujuan yang berbeda sesuai kondisi bangsa saat itu. Dari sini, kita juga jadi paham bahwa guru dan calon guru perlu terus belajar dan beradaptasi, bukan hanya mengikuti aturan, tetapi juga memahami alasan di balik perubahan tersebut.

      Dan juga kak dengan memahami sejarah kurikulum, kita bisa lebih bijak dalam melihat kebijakan pendidikan yang ada sekarang. Perubahan bukan berarti sistem lama sepenuhnya salah, tetapi menjadi langkah untuk memperbaiki dan menyesuaikan pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan siswa dan tantangan zaman.

      nah inilah yang menjadi tantangan dan perjuangan kita sebagai calon guru untuk memberikan yang terbaik.

      Hapus
  57. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin menanggapi ya pak, saya sadar perubahan kurikulum itu bukan sekedar ganti materi ganti kebijakan tapi ternyata setiap kurikulum punya tugasnya masing-masing sesuai kondisi zaman, seperti kurikulum awal kemerdekaan yang fokus pada semangat nasionalisme dan sekarang fokus pada teknologi serta fleksibilitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menambahkan poin di atas, saya tertarik dengan perubahan di pelajaran matematika, dulu kita hanya diminta menghafal rumus tapi sekarang matematika lebih diarahkan untuk menyelesaikan masalah nyata lewat proyek, dan ini bagus sekali agar siswa tidak lagi bertanya-tanya buat apa saya belajar rumus ini.

      Hapus
  58. Nama:Ema yulianda
    Kelas5D
    Npm :2386206075

    Saya setuju bahwa perubahan kurikulum di Indonesia dari waktu ke waktu mencerminkan respons terhadap tantangan sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan bahan refleksi untuk pengembangan kurikulum yang lebih baik.

    BalasHapus
  59. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Saya baru memahami kenapsaih kurikulumm di Indonesia itu berubah - ubah dari masa ke masa, teryata hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan sosial dan kebutuhan pendidikan nasional. Perubahan dari kurikulum 1947 yang masih sederhana , pada saat itu berorientasi pada pendidikan yang nasionalis berlandaskan pada semngat kemerdekaan yang masih dipengaruhi oleh pendidikan belanda sampai kurikulum merdeka yang lebih fleksibel dan kabarnya akan berganti lagi ini memang sangat menujukkan bahwa sistem pendidikan selaluberusaha mencoba menjawab tantangan zaman. Ini mengingatkan kita bahwa kurikulum bukan sekadar daftar materi pelajaran, tapi cerminan arah pendidikan bangsa di setiap periode sejarahnya.

    BalasHapus
  60. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Menurut saya, salah satu poin penting dari sejarah kurikulum ini adalah bagaimana peran guru berubah seiring model kurikulum. Dari pendekatan yang sangat terstruktur dan seragam di era awal kemerdekaan sampai ke Kurikulum Merdeka yang memberi ruang lebih besar bagi guru dalam menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Perubahan ini menunjukkan bahwa kurikulum bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga harus mempertimbangkan konteks lokal dan cara belajar siswa agar pendidikan lebih bermakna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Hallo kak erlynda menariknya pandangan kakak terkait materi ini heheh saya suka dengan pendapat nya,

      Di Perubahan kurikulum ini memang berdampak langsung pada peran guru. Dulu guru lebih banyak berperan sebagai penyampai materi, sedangkan sekarang guru dituntut menjadi pendamping yang membantu siswa belajar sesuai kebutuhan dan karakter mereka.
      Ternyata perubahan peran guru ini juga berpengaruh pada cara menilai belajar siswa. Di kurikulum sekarang, penilaian tidak hanya melihat nilai akhir, tetapi juga proses belajar, usaha, dan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Hal ini membuat guru perlu lebih peka dalam mengamati bagaimana siswa belajar, bukan hanya apa hasilnya.
      Dengan cara ini, pembelajaran bisa lebih adil dan manusiawi, karena setiap siswa punya kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Pendidikan tidak lagi menuntut semua anak harus sama, tetapi membantu setiap anak berkembang sesuai potensinya.

      Semoga tanggapan saya bermanfaat untuk kakak dan teman-teman

      Hapus
  61. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    Dari materi ini bisa dilihat kalau pelajaran matematika di Indonesia terus berubah mengikuti zaman. Dulu belajar matematika lebih banyak hafalan dan guru yang aktif menjelaskan, sementara murid cuma mendengarkan. Sekarang, matematika lebih dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari supaya gampang dipahami.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Perubahan kurikulum bikin cara belajar matematika jadi lebih seru. Murid diajak ikut aktif, berpikir sendiri, dan mencari cara menyelesaikan soal. Tidak cuma fokus ke jawaban, tapi juga ke proses belajarnya.

      Hapus
    2. sedangkan di Kurikulum Merdeka, matematika dibuat lebih santai dan fleksibel. Murid bisa belajar sesuai kemampuannya, pakai alat bantu, dan mengerjakan soal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, jadi matematika tidak terasa menakutkan.

      Hapus
  62. Setelah membaca materi ini saya izin bertanya pak atau teman” yang bisa menjawab🙏🏻
    Bagaimana perubahan pendekatan pembelajaran matematika dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka dan
    Apa perbedaan utama antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran matematika?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Selma Alsayanti Mariam
      Npm: 2386206038
      Kelas: VC

      Saya izin bantu menjawab ya kak dina, menurut saya kalau di lihat dari perjalanannya. pendekatan pembelajaran matematika dari kurikulum 1947 sampai kurikulum merdeka itu berubah cukup jauh. di kurikulum lama (1947 sampai sekitar KTSP), matematika lebih fokus ke hafalan rumus, berhitung cepat, dan guru menjadi pusat pembelajaran. murid kebanyakan hanya mendengarkan, menulis, lalu mengerjakan soal yang polanya hampir sama. jadi matematika sering terasa kaku dan menakutkan. kemudian masuk ke kurikulum 2013, mulai ada perubahan. matematika tidak hanya berhitung saja, akan tetapi juga melatih berpikir logis, pemecahan masalah, dan kerja kelompok. murid sudah mulai diajak aktif, walaupun dalam praktiknya masih cukup padat materi dan target. lalu di kurikulum merdeka, pendekatannya menjadi lebih santai dan fleksibel. murid menjadi pusat pembelajaran, agar bisa belajar sesuai kemampuannya masing-masing. kemudian matematika juga dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, diperbolehkan menggunakan alat bantu, dan tidak harus terburu-buru dalam mengejar materi. fokusnya lebih ke paham konsep, bukan sekedar benar dalam berhitung saja.

      Hapus
    2. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57

      Menurut saya, perubahan pendekatan pembelajaran matematika dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka menunjukkan pergeseran yang cukup besar. Pada kurikulum awal, pembelajaran matematika lebih menekankan hafalan rumus dan perhitungan cepat, dengan guru sebagai pusat pembelajaran. Seiring waktu, pendekatan tersebut mulai berubah, terutama pada Kurikulum 2013, di mana siswa sudah diajak untuk berpikir logis, memecahkan masalah, dan bekerja sama, meskipun dalam praktiknya masih cukup padat materi.
      Perbedaan utama antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka terletak pada fleksibilitas dan fokus pembelajaran. Kurikulum 2013 masih menuntut pencapaian kompetensi yang cukup banyak, sehingga guru dan siswa sering terburu-buru mengejar target. Sementara itu, Kurikulum Merdeka lebih menekankan pemahaman konsep, pembelajaran kontekstual, dan memberi ruang bagi siswa untuk belajar sesuai kemampuan dan minatnya. Dengan pendekatan ini, matematika menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak hanya berfokus pada hasil hitungan, tetapi pada proses berpikir siswa.

      Hapus

  63. Dari materi yg saya sudah baca ini, yg saya dapat yaitu
    Perubahan kurikulum di Indonesia mencerminkan dinamika zaman dan kebutuhan pendidikan. Kurikulum Merdeka sepertinya jadi langkah tepat untuk adaptasi dengan tantangan modern.
    Pembelajaran matematika yang dulu prosedural dan hafalan, sekarang lebih kontekstual dan interaktif. Ini bantu siswa paham aplikasi matematika di kehidupan nyata.

    BalasHapus
  64. Materi yang sangat membuka wawasan, Pak. Jadi paham kalau istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) di tahun 1984 itu sebenarnya cikal bakal biar kita nggak cuma dengerin guru aja, tapi harus aktif. Ternyata konsep 'merdeka' dalam belajar sudah dicicil sedikit demi sedikit dari dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menanggapi kak Rakinah.
      Kalau dilihat ke belakang, ternyata gagasan siswa aktif itu sudah lama ada, hanya istilah dan pendekatannya yang terus berkembang. Dulu disebut CBSA, lalu berkembang ke pembelajaran berbasis kompetensi, sampai sekarang kita kenal sebagai kurikulum merdeka. Menurut saya kurikulum merdeka ini seperti kelanjutan dari ide CBSA, tetapi dengan ruang yang lebih luas. Karena siswa tidak hanya aktif di kelas tetapi juga bebas bereksplorasi sesuai minat dan kemampuannya, termasuk dalam pelajaran matematika. Jadi bener yg Kak rakinah sampaikan, konsep merdeka belajar itu bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul, melainkan hasil proses panjang dari perubahan kurikulum sejak dulu. Sekarang tugas kita sebagai calon pendidik adalah bagaimana semangat itu benar-benar terasa di kelas.

      Hapus
  65. Baru tahu kalau dulu ada sistem caturwulan di Kurikulum 1994. Kira-kira menurut Bapak, apa yang bikin pemerintah akhirnya balik lagi ke sistem semesteran? Apakah karena beban belajarnya benar-benar seberat itu buat siswa saat itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menjawab yah, Betul banget! Sistem caturwulan di Kurikulum 1994 memang cukup berat buat siswa dan guru. Ada beberapa alasan pemerintah balik ke sistem semesteran:
      - Beban materi yang terlalu padat: Caturwulan membuat materi harus diselesaikan lebih cepat, jadi siswa dan guru merasa terburu-buru.
      - Penilaian yang lebih kompleks: Caturwulan berarti lebih banyak rapor dan penilaian, yang kadang membingungkan.
      - Kurang waktu untuk pemahaman mendalam: Siswa kadang lebih fokus "mengejar" materi daripada benar-benar paham.

      Sistem semesteran dianggap lebih seimbang dan memberi ruang lebih luas untuk pembelajaran yang efektif. Tapi ya, setiap sistem pasti punya tantangan sendiri.

      Hapus
    2. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57
      Menurut saya, pemerintah akhirnya kembali ke sistem semester karena sistem caturwulan pada Kurikulum 1994 dinilai cukup memberatkan siswa dan guru. Materi pelajaran harus diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat, sehingga proses belajar terasa terburu-buru dan siswa kurang memiliki waktu untuk memahami materi secara mendalam. Selain itu, sistem penilaiannya juga lebih kompleks karena laporan hasil belajar menjadi lebih sering. Dengan sistem semester, waktu belajar menjadi lebih longgar dan seimbang, sehingga guru memiliki ruang untuk mengajar lebih efektif dan siswa bisa belajar dengan lebih tenang serta memahami materi dengan lebih baik.

      Hapus
  66. Ternyata kurikulum kita sudah berubah berkali-kali ya sejak awal kemerdekaan. Artikel ini ngebantu banget buat kita para guru supaya paham kalau perubahan kurikulum itu sebenarnya upaya untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jadi nggak sekadar ganti nama saja, tapi ada semangat perbaikan di dalamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Hallo kak Alda, Saya setuju dengan pendapat kakak tersebut. Dari perubahan kurikulum yang terjadi dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa pendidikan memang terus berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Jadi, perubahan kurikulum bukan sekadar ganti nama, tapi ada maksud besar dibaliknya.

      Sedikit tambahan kak, terkait Kurikulum Merdeka saat ini, guru diberi ruang lebih luas untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi siswa. Hal kayak gini penting supaya siswa tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga benar-benar memahami materi dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

      Semoga tanggapan saya bermanfaat untuk kakak dan teman-teman

      Hapus
    2. Nama: Dias Pinasih
      Kelas: 5B PGSD
      NPM: 2386 20 60 57
      Saya setuju dengan pendapat Alda bahwa perubahan kurikulum bukan sekadar pergantian nama, tetapi bentuk upaya menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman. Perubahan tersebut menunjukkan adanya keinginan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan siswa dan kondisi saat ini. Dengan memahami hal ini, guru dan calon guru diharapkan tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga memahami tujuan di baliknya agar pembelajaran dapat berjalan lebih bermakna dan tidak sekadar mengejar target.

      Hapus
  67. Hanifah
    5C
    2386206073

    Dari materi ini dapat dilihat bahwa perjalanan kurikulum Indonesia adalah cermin perjuangan bangsa dalam mencerdaskan kehidupan. Setiap perubahan kurikulum membawa harapan baru agar pendidikan lebih relevan dengan tantangan zaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan dari faktanya perubahan kurikulum di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh aktor politik, sosial dan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari konteks kehidupan berbangsa.

      Hapus
  68. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Kembali saya buka laman ini, untuk memahami lebih lanjut tentang materi dan mengutarakanya disini menurut saya, dari penjelasan diatas terlihat jelas kalau pembelajaran matematika di Indonesia terus berkembang. Dulu matematika lebih fokus pada hafalan rumus dan peran guru sangat dominan.
    Sekarang lewat kurikulum Merdeka, pembelajaran diarahkan agar lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan siswa. Dan Guru diberi kebebasan untuk mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, sehingga matematika nggk terasa jauh dari realitas siswa. Untuk penilaian jua nggk hanya melihat hasil akhir, tetapi bagaimana proses belajar dan perkembangan siswa.

    BalasHapus
  69. Nama: Dias Pinasih
    Kelas: 5B PGSD
    NPM: 2386 20 60 57

    Menurut saya, materi tentang sejarah kurikulum di Indonesia sangat penting untuk dipahami, khususnya bagi calon guru. Dari materi ini terlihat bahwa perubahan kurikulum terjadi karena adanya penyesuaian dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Kurikulum tidak dibuat secara asal, tetapi melalui proses panjang untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Dengan memahami sejarah kurikulum, calon guru dapat lebih menghargai perubahan yang ada dan siap menyesuaikan cara mengajar agar sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran dari saya, materi ini akan lebih mudah dipahami jika disertai ringkasan singkat atau tabel perbandingan antar kurikulum, sehingga pembaca tidak merasa kewalahan dengan banyaknya informasi. Selain itu, akan lebih menarik jika ditambahkan contoh penerapan masing-masing kurikulum di kelas SD. Secara keseluruhan, materi sudah baik dan informatif, hanya perlu sedikit penyederhanaan agar lebih ramah bagi mahasiswa.

      Hapus
  70. Nama: Dias Pinasih
    Kelas: 5B PGSD
    NPM: 2386 20 60 57
    Bagaimana peran guru SD dalam menyesuaikan pembelajaran ketika terjadi perubahan kurikulum agar proses belajar siswa tetap berjalan efektif?

    BalasHapus
  71. Nama: Dias Pinasih
    Kelas: 5B PGSD
    NPM: 2386 20 60 57
    Menanggapi materi yang Bapak jelaskan tentang sejarah kurikulum di Indonesia, saya semakin memahami bahwa perubahan kurikulum bukanlah sesuatu yang dilakukan secara tiba-tiba atau tanpa alasan. Setiap kurikulum lahir sebagai respons terhadap kondisi sosial, budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya. Dari kurikulum awal hingga Kurikulum Merdeka, terlihat adanya upaya pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Materi ini juga membuka wawasan saya bahwa perubahan kurikulum sering kali menuntut guru untuk beradaptasi dengan cara mengajar yang baru. Hal ini memang tidak mudah, tetapi sangat penting agar pembelajaran tidak tertinggal. Guru tidak lagi hanya menyampaikan materi, melainkan juga berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa memahami konsep dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar untuk menghafal, tetapi juga belajar untuk berpikir kritis dan mandiri.

      Hapus
  72. Sebagai calon guru SD, materi ini sangat bermanfaat karena membuat saya lebih siap menghadapi perubahan kurikulum di masa depan. Saya menyadari bahwa sikap terbuka dan mau belajar adalah kunci agar perubahan kurikulum dapat dijalankan dengan baik. Jika guru mampu menyesuaikan diri dan memahami tujuan dari setiap perubahan, maka kurikulum justru dapat menjadi alat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

    BalasHapus
  73. Materi ini juga menegaskan bahwa peran guru menjadi semakin kompleks dan penting. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami karakteristik siswa, memilih strategi pembelajaran yang tepat, serta memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya perubahan kurikulum, guru perlu terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan belajar mandiri agar mampu menjalankan pembelajaran secara efektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu, dari materi ini terlihat bahwa arah kurikulum di Indonesia semakin menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa tidak lagi hanya diposisikan sebagai penerima materi, tetapi sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Hal ini terlihat dari penerapan pembelajaran berbasis aktivitas, diskusi, dan proyek yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu bekerja sama. Pendekatan ini sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga keterampilan hidup.

      Izin bertanya pak
      Bagaimana cara guru SD menyikapi perubahan kurikulum agar pembelajaran tetap berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa?

      Hapus
  74. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Pak, terima kasih atas materinya. Dari tulisan ini saya jadi lebih paham bagaimana kurikulum di Indonesia berkembang dari waktu ke waktu, dari yang tradisional sampai sekarang yang lebih fleksibel dan berfokus pada kompetensi siswa. Mengetahui sejarahnya membuat saya sadar bahwa perubahan kurikulum itu bukan tiba-tiba, tapi hasil dari upaya supaya pendidikan kita makin baik dan sesuai kebutuhan zaman. Artikel ini sangat informatif dan bermanfaat buat yang ingin memahami perjalanan pendidikan di Indonesia.

    BalasHapus
  75. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Izin bertanya pak, bagaimana cara guru menyesuaikan diri setiap kali kurikulum berubah? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      izin menjawb ya alya, menurut saya kalau menurut saya, cara guru menyesuaikan diri itu sebenarnya proses yang cukup menantang tapi juga seru. Kuncinya ada di tiga hal. Pertama, guru harus punya kemauan buat belajar lagi (unlearn dan relearn). Jadi, cara-cara lama yang mungkin sudah nggak relevan harus pelan-pelan dilepas buat belajar metode baru yang lebih segar.

      Hapus
    2. Kedua, guru biasanya memanfaatkan komunitas belajar, seperti KKG (Kelompok Kerja Guru) atau pelatihan-pelatihan. Di sana mereka bisa saling berbagi curhatan sekaligus solusi tentang cara ngajar yang pas sesuai kurikulum baru. Jadi, guru nggak merasa sendirian dalam menghadapi perubahan itu.

      Hapus
    3. Terakhir, yang paling penting adalah kreativitas dalam praktik di kelas. Guru harus pintar-pintar memodifikasi materi supaya tetap nyambung sama kebutuhan siswanya, meskipun aturan administrasinya berubah-ubah. Intinya sih, guru harus jadi pembelajar seumur hidup supaya bisa terus mendampingi siswanya dengan cara yang paling tepat di zamannya.

      Hapus
  76. Hanifah
    5C
    2386206073

    Dari materi ini saya jadi tahu kalau kurikulum bukan sesuatu yang statis, tapi selalu berkembang sesuai zaman. Sejak awal kemerdekaan Indonesia sudah berulangkali melakukan perubahan kurikulum untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Materi berpesan bahwa perubahan kurikulum adalah bagian dari upaya membangun masa depan pendidikan Indonesia. Dengan kurikulum yang terus diperbarui, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan global. Guru dan siswa adalah aktor utama yang menjadikan kurikulum hidup, bukan sekedar dokumen resmi.

      Hapus
    2. Inti dari materi ini adalah Indonesia sudah mengalami berbagai fase mulai dari kurikulum 1947 yang menekankan semangat kemerdekaan, kurikulum 1975 yang lebih administratif hingga kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum merdeka saat ini. Kurikulum tidak hanya bergantung pada desainnya, tapi juga implementasi di lapangan dan kesiapan guru serta siswa.

      Hapus
  77. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Kita sebagai calon guru kedepan,kita tidak boleh hanya menghafal teks,tetapi juga harus menjadi sosok yang adaptif.Kurikulum akan terus berubah namun esensi tugas kita tetap sama yaitu menjadi jembatan ilmu. Untuk peserta didik zaman sekarang yang sangat lekat pada teknologi,pendekatan ini tidak bisa lagi searah. Mereka butuh ruang eksplorasi dan relevansi nyata bukan sekedar teori di atas kertas. Kurikulum merdeka ini memeriksa kita peluang untuk mengajar sesuai tahap perkembangan anak bukan memaksakan standar yang kaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dita Ayu Safarila
      5 C
      2386206048

      Transformasi pembelajaran matematika dari hafalan rumus era kolonial menuju pemanahan masalah kontekstual mencerminkan perubahan cara berpikir logis. Matematika kini bukan lagi momok melainkan alat berpikir kritis. Guru harus mampu menyajikan matematika dengan cara menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari - hari anak agar mereka lebih menyukai logika.

      Hapus
  78. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Kurikulum di Indonesia bermula dari semangat dekolonisasi pada 1947 yang fokus pada pembentukan jati diri bangsa yang merdeka. Seiring berjalannya waktu fokus ini berkembang menjadi pengembangan manusia seutuhnya yang mencakup aspek moral,intelektual dan jasmani. Ini membuktikan bahwa inti dari pendidikan nasional adalah membangun karakter siswa yang kuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dita Ayu Safarila
      5 C
      2386206048

      Dahulu murid di pandang sebagai objek yang pasif menerima ilmu dari guru sebagai satu-satunya sumber. Namun sejak diperkenalkan CBSA pada 1984 hingga kurikulum merdeka saat ini murid telah menjadi subjek utama pembelajaran. Peserta didik kini didorong untuk lebih aktif,kritis, dan berani mengekspresikan potensi dirinya secara mandiri di kelas.

      Hapus
  79. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Pendidikan di Indonesia telah berpindah dari sekedar penguasaan menari menuju keseimbangan antara sikap,pengetahuan dan keterampilan. Melalui kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka penilaiannya tidak lagi hanya terpaku pada angka di kertas ujian. Fokus utama adalah bagaimana siswa mampu menerapkan ilmu tersebut dalam perilaku sehari hari dan kehidupan sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum terbaru saat ini akan menekankan literasi digital dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. kita harus mampu menjembatani kesenjangan digital agar perserta didik siap menghadapi tantangan global. Teknologi kini bukan lagi sekedar alat tambahan,melainkan bagian integral dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan modern.

      Hapus
  80. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Transformasi dalam pembelajaran matematika menunjukkan perubahan dari cara berhitung manual yang kaku menjadi pemecahan masalah yang nyata. Matematika sekarang diajarkan untuk mengasah logika berpikir kritis siswa,bukan sekedar menghafal rumus. Kita harus bisa menyajikan logika matematika yang relevan dengan kehidupan sehari hari anak didik kita.

    BalasHapus
  81. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Meskipun nama kurikulum berganti berkali-kali,nilai pancasila selalu menjadi landasan utama pendidikan di Indonesia. Dari era orde baru hingga profil pelajar pancasila saat ini,tujuannya tetap sama yaitu membentuk warga negara yang berakhlak mulia. ini menjadi tanggung jawab besar kita sebagai pendidik untuk menanamkan nilai moral tersebut di kelas.

    BalasHapus
  82. Dita Ayu Safarila
    5 C
    2386206048

    Kesimpulan akhirnya adalah bahwa tidak ada kurikulum yang sempurna selama nya karena pendidikan akan terus selalu menyesuaikan tuntutan zaman. Kita harus belajar dan terbuka terhadap perubahan kurikulum yang ada. Kuncinya adalah kreativitas guru dalam mengelola kurikulum tersebut demi kemajuan dan masa depan generasi penerus bangsa.

    BalasHapus
  83. Saya setuju dengan penjelasan yang diberikan, dari materi terlihat jelas bahwa perubahan kurikulum di Indonesia termasuk pelajaran matematika selalu mengikuti kondisi zaman dan kebutuhan bangsa. Nah menariknya, matematika yang dulu lebih banyak menekankan hafalan rumus dan peran guru sebagai pusat pembelajaran tapi sekarang justru bergerak ke arah pemahaman konsep dan pemecahan masalah nyata. Hal ini menunjukkan bahwa matematika tidak lagi dipandang hanya sebagai pelajaran hitung-hitungan atau itu menghitung, tetapi juga sebagai alat berpikir

    BalasHapus
  84. Menurut saya, kurikulum merdeka menjadi titik penting karena memberi ruang bagi guru dan siswa untuk lebih fleksibel. Dalam matematika, siswa bisa belajar sesuai kemampuan dan kecepatannya, serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekedar mengejar nilai. Hal ini juga menunjukkan bahwa matematika selalu menyesuaikan diri dari yang kaku dan prosedural, menjadi lebih kontekstual, interaktif dan memanfaatkan teknologi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru agar pembelajaran matematika terasa lebih bermakna dan tidak menakutkan bagi siswa. Jadi dari materi yang disampaikan sangat menggambarkan bahwa perubahan kurikulum khususnya dalam matematika adalah proses belajar bersama untuk menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis dan siap menghadapi tantangan zaman.

    BalasHapus
  85. Nama: Hizkia Thiofany
    Kelas: V A
    Npm: 2386206001

    Dalam kurikulum ada fase perubahan dimana guru harus mengikuti zaman kurikulum tersebut berdasarkan tahun di kurikulum k13 itu guru menggunakan metode pembelajaran berbasis teori dan penjelasan di mana guru menyampaikan sebuah materi kepada siswa untuk memahami dan menyimak pembelajaran tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjut ke kurikulum mederka dimana guru menggunakan metode pembelajaran mendalam tersebut yaitu guru mengajar dengan cara menyampaikan sebuah teori singkat terhadap pembelajaran tersebut di mana siswa belajar untuk mandiri Dan disiplin.

      Hapus
  86. Jadi kurikulum jadi memiliki berapa perkembangan berbagai sejarah
    Yang berorientasi , bertujuan dan berkompetensi di mana kurikulum tersebut
    Akan berubah seiring zaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kurikulum tersebut ada nama pembelajaran lebih fleksibel dan praktis bagi guru dalam mengajar jadi dalam kurikulum tersebut dan memudahkan
      Bagi guru dan peserta didik.

      Hapus
    2. Jadi kurikulum memiliki sejarah yang panjang dalam masa periode jadi guru
      Harus mengikuti arus kurikulum tersebut berdasarkan zaman dan cara mengajar tersebut.

      Hapus
  87. Jadi untuk kurikulum sejarah ini penting diketahui bukan hanya oleh guru atau dosen, tapi juga oleh siswa dan orang tua. Karena dengan tahu bagaimana kurikulum berubah, kita bisa lebih paham alasan di balik metode belajar yang dipakai sekarang, kenapa ujian dirancang seperti itu, dan kenapa penilaian tidak hanya nilai angka saja tapi juga

    BalasHapus
  88. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Materi ini sangat lengkap dan membantu memahami bahwa perubahan kurikulum, termasuk matematika, bukan sekadar ganti nama atau aturan, tapi respons nyata terhadap kebutuhan zaman dan perkembangan cara belajar anak. Penjelasannya runtut dari masa ke masa, sehingga terlihat jelas bagaimana matematika berkembang dari hafalan rumus menuju pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan siswa. Tulisan seperti ini bagus sekali untuk membuka wawasan guru dan pembaca agar lebih bijak melihat perubahan kurikulum sebagai proses belajar bersama, bukan sekadar beban.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju dengan poin Shela mengenai pergeseran paradigma dalam pembelajaran matematika. Transisi dari sekadar hafalan rumus menuju pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual adalah kunci agar siswa tidak hanya pintar berhitung, tetapi juga mampu menerapkan logika matematika dalam kehidupan sehari-hari.

      Hapus
  89. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    npm:2386206065

    Izin bertanya, Pak. Setelah membaca rangkuman sejarah kurikulum di Indonesia, saya jadi penasaran… dengan begitu banyak perubahan dari 1945 sampai Kurikulum Merdeka sekarang, bagaimana sebenarnya guru menyesuaikan metode mengajar matematika agar tetap efektif? Apakah siswa lebih mudah memahami konsep dengan pendekatan yang fleksibel dan kontekstual dibanding metode lama yang lebih hafalan?

    BalasHapus
  90. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    pendidikan di Indonesia berubah dari dulu sampai sekarang lewat yang namanya kurikulum. Kurikulum itu adalah aturan dan isi pelajaran yang dipakai buat belajar di sekolah supaya semua anak bisa belajar hal yang penting dan berguna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia punya kurikulum yang sederhana, namanya Rencana Pelajaran 1947, yang fokusnya mengajari kita baca, tulis, dan hitung supaya bisa ngerti pelajaran dasar. Sekarang kurikulum itu sudah jauh berubah supaya sesuai dengan zaman

      Hapus
    2. Terus zaman berganti, kurikulum juga berubah beberapa kali seperti 1952, 1964, 1975, 1984, 1994, dan seterusnya. Setiap perubahan dibuat supaya belajar jadi makin baik dan bisa sesuai dengan kebutuhan anak-anak di zaman itu. Beberapa kurikulum seperti Kurikulum 2013 mengajarkan kita tidak hanya belajar isi pelajaran saja, tapi juga memahami dan mengaplikasikan ilmu di kehidupan nyata. Bahkan sekarang ada Kurikulum Merdeka yang memberi guru dan murid lebih banyak kebebasan buat belajar sesuai minat kita masing-masing.

      Hapus
  91. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Saya jadi tau lebih dalam perubahan kurikulum di Indonesia termasuk dalam pelajaran matematika bukan sekadar ganti nama atau aturan, tapi benar-benar mengikuti kebutuhan zaman. Dari awalnya matematika yang fokus hafalan dan hitung-hitungan dasar, pelan-pelan arahnya bergeser ke pemahaman konsep, pemecahan masalah, dan sekarang ke berpikir kritis serta kontekstual

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Stevani
      NPM: 2386206045
      Kelas: VC
      Saya juga melihat benang merah yang jelas peran guru dan siswa terus berubah.m dulu dulu guru sangat dominan, sekarang siswa justru didorong lebih aktif, mandiri, dan kreatif. Di Kurikulum Merdeka, matematika terasa lebih hidup karena dikaitkan dengan masalah nyata dan minat siswa, bukan cuma soal di buku

      Hapus
    2. Nama: Stevani
      NPM: 2386206045
      Kelas: VC
      tantangan terbesarnya ada di konsistensi pelaksanaan. Secara konsep kurikulumnya sudah bagus dan relevan, tapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru, fasilitas sekolah, dan dukungan lingkungan kalau itu bisa berjalan seimbang, pembelajaran matematika ke depan bisa jadi lebih bermakna dan nggak lagi dianggap pelajaran yang menakutkan.

      Hapus
  92. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Dimana Perubahan besar terjadi di 1984, saat siswa mulai didorong aktif berpikir dan menemukan solusi sendiri melalui pendekatan CBSA. Namun pada 1994, materi matematika menjadi semakin padat, mencoba menyeimbangkan proses dan hasil, tetapi justru membuat siswa cukup terbebani.
    Di era 2004, matematika mulai berbasis kompetensi, siswa tidak hanya memahami konsep, tapi juga menerapkannya. Kemudian pada 2006, sekolah dan guru diberi kebebasan mengembangkan pembelajaran matematika sesuai kondisi daerah melalui KTSP. Trus masuk 2013, pembelajaran matematika menjadi lebih kontekstual, menekankan proses berpikir, penalaran, dan pemecahan masalah. Terakhir, pada 2021 smpai 2024 melalui Kurikulum Merdeka, matematika diajarkan secara fleksibel, diferensiatif, berbasis proyek dan teknologi, serta menyesuaikan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa. Singkatnya, pembelajaran matematika di Indonesia bergerak dari hafalan rumus, pemahaman konsep, penerapan nyata, penguatan berpikir kritis dan relevansi kehidupan

    BalasHapus
  93. nama :bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    Artikel ini bikin aku makin paham kalau kurikulum itu bukan hal yang statis — sejak awal kemerdekaan sampai sekarang sudah sering berubah supaya pendidikan kita tetap relevan dengan perkembangan zaman

    BalasHapus
  94. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    Izin bertanya pak, perubahan mana yang paling berdampak besar terhadap cara siswa memahami matematika di sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

      Halo Feren!
      Saya Fauzan Nashrullah NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

      Izin menanggapi pertanyaan dari Erfina Feren Heldiana, menurut saya perubahan yang paling berdampak besar adalah pergeseran dari sekadar menghafal rumus ke pendekatan yang lebih utilitarian dan eksploratif. Sesuai dengan materi yang kita bahas, ketika matematika diajarkan sebagai alat praktis untuk memecahkan masalah nyata dan bukan sekadar disiplin mental yang kaku, siswa dapat melihat relevansi ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini sejalan dengan teori Piaget yang menekankan bahwa keterlibatan siswa dalam aktivitas praktis yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka sangat krusial agar mereka siap memahami konsep yang lebih abstrak di tingkat berikutnya. Dengan perubahan ini, matematika tidak lagi hanya menjadi beban intelektual, melainkan menjadi sarana yang menyenangkan untuk memahami dunia.

      Hapus
  95. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Jadi kurikulum Indonesia itu bukan sesuatu yang tetap terus dia berubah karena ikut zaman tuntutan masyarakat dan cara pandang pendidikan yang baru

    BalasHapus
  96. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C

    Izin bertanya pak, perubahan mana yang paling berdampak besar terhadap cara siswa memahami matematika di sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      izin menjawab miftahul kalau menurut saya pribadi, perubahan yang paling membawa dampak besar itu ada pada transisi ke Kurikulum Merdeka yang kita jalankan sekarang. Kenapa? Karena di sini ada pergeseran paradigma yang luar biasa. Kalau dulu matematika itu identik dengan menghafal rumus dan berhitung cepat, sekarang fokusnya pindah ke literasi numerasidan logika berpikir.

      Hapus
    2. Dampaknya terasa sekali karena siswa nggak lagi dipaksa mengejar materi yang sangat padat dalam waktu singkat seperti di kurikulum-kurikulum sebelumnya. Sekarang, siswa punya waktu lebih banyak untuk mendalami konsep. Jadi, mereka nggak cuma tau bagaimana cara menghitung, tapi benar-benar paham mengapa rumus itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

      Hapus
    3. Selain itu, dukungan teknologi di kurikulum saat ini sangat membantu mengubah cara siswa memahami matematika. Sesuatu yang dulu abstrak dan susah dibayangkan, sekarang bisa divisualisasikan lewat aplikasi atau alat peraga digital. Jadi, menurut saya, fleksibilitas dan pendekatan kontekstual inilah yang paling berhasil mengubah cara pandang siswa terhadap matematika dari pelajaran yang ditakuti menjadi alat pemecahan masalah yang seru dan relevan dengan masa depan mereka.

      Hapus
    4. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

      Halo Miftah!!
      Saya Fauzan Nashrullah NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

      Menjawab pertanyaan Miftakhul... Menurut saya perubahan yang paling berdampak besar adalah pergeseran dari sekadar menghafal rumus menjadi pendekatan utilitarian dan disiplin mental yang terintegrasi dalam pengalaman praktis. Sesuai dengan materi yang kita bahas, perubahan ini memungkinkan siswa untuk tidak lagi melihat matematika sebagai beban hafalan, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah kehidupan nyata dan melatih pemikiran logis yang imajinatif. Dengan menekankan pada penggunaan peralatan praktis untuk memodelkan konsep baru sesuai tahap perkembangan individu sebagaimana teori Piaget, siswa menjadi lebih siap secara mental untuk memahami ide-ide abstrak secara mendalam.

      Hapus
    5. Selain itu.. Saya juga sangat setuju dengan poin dari Naida mengenai pergeseran paradigma menuju literasi numerasi dan logika berpikir! Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa kurikulum harus memberikan ruang bagi individu untuk mengembangkan apresiasi intelektual dan menikmati analisis hubungan matematika. Dengan tidak lagi memaksa siswa mengejar materi yang padat secara kaku, kita sebenarnya sedang memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencapai kemajuan secara individual sesuai dengan konsep kesiapan masing-masing. Perubahan ini krusial karena matematika seharusnya tidak hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga menjadi sumber kegembiraan dan keajaiban intelektual.

      Hapus
  97. nama : bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    Menarik banget! Ternyata kurikulum kita berubah berkali-kali karena pengaruh sosial, politik, dan kebutuhan masyarakat. Jadi perubahan itu bukan tanpa alasan

    BalasHapus
  98. Nama : bangkit dwi prasetyo
    Kelas : 5b
    Npm : 2386206044

    Sebagai mahasiswa, aku ngerasa artikel ini penting banget dibaca calon guru supaya kita bisa ngerti latar belakang perubahan kurikulum sebelum nanti terjun mengajar

    BalasHapus
  99. Nama : bangkit dwi prasetyo
    Kelas : 5b
    Npm : 2386206044
    Aku baru tahu kalau kurikulum pertama di Indonesia itu lahir tahun 1947, dan fokusnya buat bangun nasionalisme setelah kemerdekaan

    BalasHapus
  100. Nama : bangkit dwi prasetyo
    Kelas : 5b
    Npm : 2386206044
    Seru baca sejarah kurikulum! Dari Rencana Pelajaran 1947 sampai sekarang jelas banget kalau pendidikan itu harus terus berkembang biar bisa selaras sama kebutuhan siswa

    BalasHapus
  101. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    Saya setuju dengan materi ini, karena rangkuman ini sangat lengkap dalam menggambarkan perjalanan pendidikan kita sejak merdeka sampai sekarang. Menarik banget melihat gimana kurikulum di Indonesia terus berubah dari masa ke masa demi menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tantangan global yang semakin dinamis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khususnya untuk pelajaran matematika, saya sangat sependapat bahwa perubahannya sekarang bergerak ke arah yang jauh lebih positif. Kalau dulu matematika sering jadi momok atau pelajaran yang ditakuti karena fokusnya hanya pada hafalan rumus dan hitungan yang kaku, sekarang pendekatannya sudah jauh lebih modern. Saya setuju bahwa penggunaan teknologi dan metode pemecahan masalah nyata membuat matematika jadi lebih relevan buat siswa.

      Hapus
    2. Penjelasan materi ini betul” membuktikan bahwa pendidikan kita memang sedang berusaha menjadi lebih fleksibel dan tidak lagi membebani siswa dengan materi yang terlalu padat. Melalui Kurikulum Merdeka, siswa jadi punya ruang lebih untuk berpikir kritis dan kreatif sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Intinya, ulasan Anda ini sangat mewakili harapan kita semua untuk sistem pendidikan yang lebih maju dan adaptif.

      Hapus
    3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

      Halo Naida!
      Saya Fauzan Nashrullah NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

      Perubahan kurikulum yang dinamis memang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, terutama dalam mengubah wajah matematika dari momok menjadi sesuatu yang relevan melalui pemecahan masalah nyata. Sesuai dengan materi yang kita bahas, matematika memang seharusnya dipandang sebagai alat utilitarian untuk membantu individu berfungsi dan berkontribusi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan ekonomi. Dengan menggeser fokus dari sekadar hafalan rumus menuju metode eksplorasi praktis, kita sebenarnya sedang memberikan ruang bagi siswa untuk menikmati kegembiraan intelektual dan kreativitas dalam belajar.

      Poin saudari Naida bawakan... tentang pendekatan modern ini juga sejalan dengan teori Piaget yang disebutkan dalam materi, di mana kemajuan belajar harus dimulai dari pengalaman praktis agar siswa bisa memodelkan konsep-konsep baru sebelum masuk ke tingkat berpikir yang lebih abstrak. Jika pendekatan yang lebih manusiawi dan relevan ini terus kita kembangkan, saya yakin minat siswa terhadap matematika akan meningkat pesat.

      Hapus
  102. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091
    Perubahan kurikulum di Indonesia mencerminkan kebutuhan pendidikan pada setiap masa. Pemerintah menyesuaikan kurikulum dengan kondisi sosial, politik, dan budaya bangsa. Kurikulum awal menekankan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Guru berperan sebagai pusat pembelajaran dalam sistem yang masih bersifat instruksional. Siswa menerima materi secara pasif dengan fokus pada hafalan. Pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan pascakemerdekaan. Kurikulum menjadi fondasi awal pendidikan nasional.

    BalasHapus
  103. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091
    Izin menanggapi Pak, pembelajaran matematika pada masa awal kemerdekaan bersifat prosedural dan terstruktur. Guru menyampaikan materi aritmetika, aljabar dasar, dan geometri secara langsung. Siswa mempelajari matematika sebagai kumpulan rumus dan aturan. Proses berpikir kritis belum menjadi perhatian utama. Kurikulum menekankan penguasaan pengetahuan faktual. Pendekatan ini bertujuan membangun kemampuan numerasi dasar. Matematika dipandang sebagai alat berhitung praktis.

    BalasHapus
  104. Nama : bangkit dwi prasetyo
    Kelas : 5b
    Npm : 2386206044

    Artikel ini keren karena nggak cuma nyeritain nama kurikulumnya aja, tapi juga konteks kenapa berubah dari masa ke masa. Itu bikin insight aku tentang pendidikan jadi makin luas

    BalasHapus
  105. Nama : bangkit dwi prasetyo
    Kelas : 5b
    Npm : 2386206044

    Menurut aku menarik banget memahami bagaimana kurikulum Indonesia berevolusi — dari orientasi nasionalisme awal kemerdekaan sampai yang sekarang lebih fleksibel dan adaptif dengan tantangan global

    BalasHapus
  106. Nama : bangkit dwi prasetyo
    Kelas : 5b
    Npm : 2386206044

    Artikel ini kayak ngebuktiin bahwa kurikulum itu refleksi kebutuhan bangsa. Setiap perubahan punya cerita dan tujuan supaya pendidikan Indonesia makin maju

    BalasHapus
  107. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi pak terkait materi diatas pak, berganti kurikulum itu sebenernya niatnya mungkin bagus ya buat nyesuaikan sama perkembangan zaman yang makin cepet, tapi kalau jedanya terlalu deketan malah bikin bingung di lapangan karena persiapannya sering kerasa buru-buru banget Pak. Kasihan juga ke murid sama tenaga pengajar yang jadi kelinci percobaan terus, padahal yang paling penting kan kualitas pengajarannya bukan cuma sekadar ganti nama atau administrasi yang makin ribet.

    BalasHapus
  108. Nama : Reslinda
    kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Wahh selama ini saya cuma tahu kurikulum yang saya jalani saja, tapi lewat tulisan ini saya jadi paham kalau perubahan kurikulum di Indonesia itu bukan cuma 'ganti menteri ganti kurikulum', tapi memang ada adaptasi dengan kebutuhan zaman. Sejarahnya ternyata panjang banget ya dari awal kemerdekaan sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Membaca sejarah ini bikin saya salut sama guru-guru di Indonesia dari masa ke masa. Bayangkan betapa hebatnya mereka harus terus belajar setiap kali kurikulum berubah. Ini jadi pengingat buat saya sebagai calon guru supaya nanti harus punya mental yang fleksibel dan mau terus belajar biar nggak ketinggalan zaman.

      Hapus
  109. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Izin bertanya Pak, melihat tren sejarah kurikulum yang selalu berubah secara dinamis, menurut pandangan Bapak, apakah suatu saat Indonesia akan sampai pada satu titik kurikulum yang paling pas dan tidak perlu banyak dirombak lagi? Ataukah memang perubahan permanen seperti ini adalah hal yang wajar dalam dunia pendidikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

      Halo Reslinda!
      Saya Fauzan Nashrullah NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

      Menurut pandangan saya, perubahan kurikulum secara dinamis sebenarnya adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan karena pendidikan harus selalu relevan dengan tuntutan zaman yang terus berkembang. Seperti yang dijelaskan dalam materi bahwa kurikulum harus memungkinkan individu untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan menangani tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif, maka ketika kondisi sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat berubah, kurikulum pun harus ikut beradaptasi. Kecil kemungkinan kita akan sampai pada satu titik kurikulum permanen yang tidak perlu dirombak lagi, karena pendidikan adalah upaya intelektual yang terus berkembang untuk memahami dunia. Sebagaimana pandangan Piaget yang menekankan bahwa kemajuan itu bersifat individual dan terkait dengan tahapan perkembangan, begitu pula kurikulum nasional kita yang akan terus berevolusi demi mencari keseimbangan terbaik antara keterampilan praktis dan disiplin mental.

      Hapus
  110. Artikel ini menyoroti bahwa kurikulum di Indonesia bersifat dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Penggunaan istilah "dinamika" mengisyaratkan bahwa pemerintah terus berupaya mencari formula terbaik agar pendidikan nasional tetap relevan dengan tantangan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan. Tanggapan saya, sejarah panjang ini membuktikan bahwa perubahan kurikulum adalah suatu keharusan agar generasi muda Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia tanpa kehilangan akar budayanya.

    BalasHapus
  111. Setelah saya membaca artikel ini saya jadi tahu bahwa perubahan kurikulum di Indonesia sejak 1945 hingga 2024 bukan sekadar pergantian teknis materi pelajaran, melainkan refleksi dari evolusi identitas nasional. Saya juga sangat tertarik melihat bagaimana Kurikulum 1947 atau "Rencana Pelajaran 1947" lahir dari desakan kebutuhan akan sistem pendidikan yang berdaulat setelah kemerdekaan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia selalu berlandaskan pada falsafah Pancasila dan UUD 1945 untuk menyesuaikan dengan dinamika sosial, politik, dan budaya yang sedang berlangsung pada masanya.

    BalasHapus
  112. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual adalah langkah strategis untuk menghapus stigma bahwa matematika itu membosankan dan abstrak. Saat siswa diajak menyelesaikan masalah nyata menggunakan konsep matematika, mereka akan menyadari relevansi ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya meningkatkan literasi numerasi mereka, tetapi juga menumbuhkan motivasi intrinsik karena mereka merasa apa yang dipelajari benar-benar memiliki kegunaan praktis.

    BalasHapus
  113. Penerapan Kurikulum Merdeka membawa angin segar bagi dunia pendidikan karena mengakui bahwa setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Dengan adanya fleksibilitas bagi sekolah dalam menyusun materi, pembelajaran matematika tidak lagi terasa kaku atau sekadar mengejar ketuntasan silabus, melainkan lebih fokus pada pemahaman konsep secara mendalam sesuai dengan minat dan kemampuan personal masing-masing anak.

    BalasHapus
  114. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

    Halo teman-teman semua!
    Saya Fauzan Nashrullah NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

    Materi yang sangat menarik... Di satu sisi kita bertemu dengan pandangan utilitarian yang menekankan bahwa matematika harus diajarkan karena kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, ada pandangan bahwa matematika adalah aktivitas intelektual yang berkaitan dengan konsep abstrak untuk melatih pemikiran imajinatif yang terkendali. Saya merasa sebagai calon guru SD, kita harus paham bahwa matematika bukan sekadar alat hitung, tapi juga sarana untuk menikmati keindahan analisis dan struktur numerik.

    Menariknya, kedua pandangan ini sebenarnya tidak perlu dipertentangkan karena keduanya bisa saling melengkapi. Sejarah membuktikan bahwa bangsa Mesir kuno menggunakan matematika untuk pembangunan praktis sekaligus menghormati sisi teoretisnya yang dianggap mistis. Tugas kita nanti di kelas adalah memastikan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang seimbang... Mereka terampil memecahkan masalah praktis, namun tetap merasakan kegembiraan intelektual dan apresiasi terhadap kreativitas yang ada dalam matematika.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak