Belajar matematika? Sebaiknya mulai dari mana ya?
Hal ini kadang menjadi hal yang kita pikirkan untuk belajar matematika. Mulai dari mana? apa yang harus dipelajari dahulu. TIdak ada salahnya memulai dari awal lho ya... Matematika juga sering dianggap menantang oleh sebagian pelajar, ada yang membuat mereka enggan belajar atau bahkan takut untuk belajar matematika. Namun, dengan pendekatan yang tepat, matematika dapat menjadi pelajaran yang tidak hanya menarik tetapi juga menyenangkan. Boleh dicoba deh langkah-langkah strategis yang dapat diambil oleh kita untuk memulai dan mengembangkan kemampuan dalam belajar matematika.
1. Memahami Manfaat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari
Langkah pertama yang sangat penting adalah memahami alasan pentingnya matematika. Matematika sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di kelas saja ya. Misalnya:
- Pengambilan Keputusan Finansial (keuangan): Perhitungan anggaran, menghitung bunga dari pinjaman dan investasi membutuhkan pemahaman matematika yang baik.
- Teknologi dan Inovasi: Banyak teknologi yang kita gunakan sehari-hari, seperti komputer dan smartphone, berasal dari matematika. alat-alat ini di bangun dari prinsip-prinsip matematika lho ya.
- Pemecahan Masalah (problem solving): Matematika mengajarkan cara berpikir kritis dan rasional, yang berguna untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan kita.
Memahami bagaimana matematika berguna dalam kehidupan sehari-hari dapat mendorong diri untuk untuk belajar lebih serius.
2. Menentukan Kemampuan diri dan Menetapkan Tujuan
Sangat penting bagi siswa/diri kita untuk mengetahui sejauh mana kemampuan matematika saat ini sebelum mereka mulai belajar. Langkah-langkah yang dapat diambil dapat dilakukan melalui:
- Uji Diri: Mengambil tes diagnostik atau melakukan evaluasi diri sendiri untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pada diri.
- Tentukan Tujuan: Setelah mengetahui posisi awal diri berada dimana, tetapkan tujuan yang jelas, terukur, dan dapat dicapai. Misalnya, mendapatkan pemahaman tentang konsep operasi hitung bilangan pecahan dalam waktu satu bulan atau menguasai persamaan linear dalam waktu dua minggu. Kalian atur dengan baik waktu ini .
Selama proses belajar, menetapkan tujuan akan memberikan arahan dan motivasi pada diri.
3. Membangun Basis (dasar) yang Kuat
Memahami konsep-konsep yang lebih kompleks membutuhkan dasar matematika yang kuat. Sangat penting untuk memahami beberapa dasar berikut:
- Operasi Aritmetika: Kemampuan untuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
- Pecahan, Desimal, dan Persentase: Memahami konversi antara pecahan, desimal, dan persentase dan bagaimana menggunakannya dalam soal-soal.
- Konsep Geometri: Memahami konsep pengukuran serta karakteristik bentuk dasar seperti bangun datar ataupun bangun ruang, serta konsep pengukuran.
- Aljabar Dasar membutuhkan pemahaman dasar tentang variabel, persamaan, dan penyelesaian persamaan sederhana.
4. Membangun Teknik Belajar yang Efektif
Kebiasaan belajar yang baik akan sangat membantu dalam pemahaman dan penguasaan matematika. Kebiasaan yang dapat diterapkan termasuk:
- Latihan Soal Secara Rutin: Menghabiskan waktu setiap hari untuk mengerjakan soal matematika akan membantu memperkuat ingatan dan lebih memahami pola-pola dalam soal. misalnya dalam 1 hari menyisihkan waktu 10-15 menit sebagai langkah awal latihan, dan kemudian ditingkatkan setiap harinya.
- Membuat Catatan Terstruktur: Menulis rumus, definisi, dan contoh soal secara terstruktur. Untuk menunjukkan hal-hal penting, gunakan warna atau simbol.
- Evaluasi Diri: Evaluasi kemajuan Anda dalam belajar secara berkala. Tinjau kembali soal-soal yang telah salah dikerjakan dan ketahui di mana kesalahannya terletak.
5. Menggunakan Sumber Belajar yang Beragam
Sangat penting untuk menggunakan sumber belajar yang beragam dan sesuai dengan gaya belajar siswa. Beberapa sumber yang dapat digunakan termasuk:
- Buku Teks Matematika: Buku teks biasanya memberikan penjelasan menyeluruh tentang setiap topik, serta contoh soal dan latihan. Sekarang banyak e-book bertebaran di dunia maya. Nah... bisa kita manfaatkan untuk belajar.
- Platform Online: Sumber daya online sudah ada banyak yang menawarkan kursus matematika yang dapat diakses kapan saja.
- Video Pembelajaran: Video tutorial yang tersedia di platform seperti YouTube dapat menawarkan penjelasan visual yang membantu pemahaman konsep yang sulit.
- Aplikasi Pendidikan: Photomath, Mathway, dan Desmos dsbnya adalah beberapa aplikasi interaktif yang dirancang untuk membantu belajar matematika. Bantu ya.. Bukan menyalin jawaban.
6. Menggunakan Matematika dalam Dunia Nyata
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pemahaman matematika adalah dengan menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di dunia nyata. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana hal ini terjadi:
- Berbelanja: Mengetahui diskon, memahami tagihan, dan membuat anggaran.
- Masak: Mengukur bahan makanan, menghitung waktu masak, dan mengkonversi satuan pengukuran adalah bagian dari proses memasak.
- Proyek: Ukur dan potong bahan dengan geometri untuk proyek kerajinan tangan atau perbaikan rumah.
Ketika matematika diterapkan dalam kehidupan nyata, itu membantu melihat nilai apa yang dipelajari, memungkinkan dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman diri dalam matematika.
7. Mencari Bantuan Jika Mengalami Kesulitan
Tidak semua yang belajar (siswa atau diri sendiri) dapat memahami konsep matematika dengan mudah. Jika mereka menghadapi kesulitan, sangat penting untuk mendapatkan bantuan.
- Bimbingan Belajar: Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, ikuti kursus tambahan atau les privat (secara online ataupun offline).
- Belajar Bersama: Bergabunglah dalam kelompok belajar dengan teman-teman Anda untuk saling membantu dan berbicara tentang masalah yang sulit.
- Bertanya pada pengajar: Jangan ragu untuk bertanya kepada pengajar, jika kamu menemukan sesuatu yang belum dipahami.
8. Meningkatkan dan Mengembangkan sikap Positif Taerhadap Matematika
Sikap mental terhadap matematika juga sangat penting untuk keberhasilan dalam belajar. Beberapa pandangan yang harus dikembangkan dan terus di asah yakni :
- Percaya Diri: Yakin bahwa semua siswa dapat memahami matematika dengan usaha dan latihan yang konsisten.
- Jangan takut gagal: anggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, dan setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
- Rasa Ingin Tahu: Terus bertanya dan mempelajari ide-ide baru yang tidak diajarkan di kelas. Jadi, kita harus kepo nih... agar kita bisa menumbuh kembangkan pengetahuan kita
Belajar matematika membutuhkan strategi, komitmen, dan pendekatan yang tepat. Dengan memahami dasar-dasar, membuat kebiasaan belajar yang baik, menggunakan sumber daya yang tepat, dan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari, dapat meningkatkan kemampuan mereka. Hal terpentingnya, jangan lupa bahwa matematika adalah keterampilan yang dapat dikuasai oleh siapa saja yang mau melakukan usaha. Tetap Semangat!!!
Referensi:
- Polya, G. (2004). How to Solve It: A New Aspect of Mathematical Method. Princeton University Press.
- National Council of Teachers of Mathematics (2000). Principles and Standards for School Mathematics. NCTM.
- Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2018). Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally. Pearson.
- Boaler, J. (2016). Mathematical Mindsets: Unleashing Students' Potential through Creative Math, Inspiring Messages and Innovative Teaching. Jossey-Bass.


Tema pada laman ini seolah menarik mata saya untuk membacanya terlebih dahulu baru membaca laman yang lainnya heheh, cukup menarik ketika membaca judulnya soalnya saya kan calon pendidik pastinya mau tau juga dong tips dan trik untuk menjadi bekal saya dalam mengajar matematika itu mulai dari mana sih ??
BalasHapusDari pengalaman saya ketika belajar matematika itu pertama dimulai dari lingkungan keluarga, yaps rumah pastinya, pertama-tama saya tidak tau tu apa itu matematika ?, saya juga belajar penjumlahan dan pengurangan dari rumah, bukan hanya belajar tapi saya diajarkan cara menerapkan pengurangan dan penjumlahan itu dalam kehidupan saya sehari-hari, misalnya ketika saya membeli jajan , lalu dikasih uang Rp. 2000.00 saya membeli permen Rp. 500.00 nah sesampainya di rumah ditanya oleh bapak saya berapa uang kembalinya nak, saya memberikan semua kembaliannya kepada bapak saya, biasanya setelah saya mengembalikan uang kembalian disitu lah bapak saya bertanya dan menjelaskan kegunaan pengurangan dalm kehidupan, nah dari kebiasaan ini saya mengenal pengurangan.
Tanpa saya sadari ternyata kegiatan ini sedari kecil yang saya lakukan saya telah menerapkan matematika realistik.
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Wah Alusia , cerita yang kamu sampaikan ini terasa mengingatkan masa kecil siiih , saya bisa menanggapi Alusia seperti ini , Saya suka sekali ketika mungkin saya menyadari proses belajar matematika itu justru ya dimulai dari rumah , tidak dengan buku tebal , tidak dengan rumus , tetapi bias lewat pengalaman sederhana dari kehidupan sehari- hari , contohnya cara bapa dia mengajarkan penjumlahan dan pengurangan itu melalui uang jajan itu contoh yang sangat bagus dari pembelajaran yang kontekstual. Yang memang sering menjadi fondasi dari matematika realistik .
Dan Alusia berkata bahwa dia belum tahu bahwa apa itu matematika , tapi dari interaksi yang sederhana dengan membeli permen , menerima kembalian , lalu dihitung bersama itu akhirnya bisa memahami konsep pengurangan kan secara Alama , tidak dipaksa , tidak diberi rumus dulu , tetapi bisa lewat aktivitas yang kita temui setiap hari , menurut saya pengalaman seperti ini justru bekal terbaik untuk calon guru , karena kita Suda merasakan sendiri bagaimana konsep matematika paling dasar itu bekerja ketika di terapkan ke dalam kehidupan nyata kedepan , pengalaman pribadi itu bisa menjadi inspirasi untuk mengajar siswa dengan cara yang lebih realistik , lebih dekat dengan kehidupan mereka dan pastinya ya akan lebih bermakna ya
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Setuju banget sama apa yang disampaikan Alusia! Cerita kamu tentang jajan permen dan hitung kembalian itu adalah contoh nyata dari apa yang dibahas di artikel Pak nurdin, terutama kalau kita kaitkan dengan teori Konstruktivisme dan Konstruksionisme.
Secara Konstruktivisme, apa yang dilakukan bapak kamu itu keren banget. Beliau tidak langsung kasih rumus, tapi membiarkan Alusia "membangun" sendiri pemahaman tentang pengurangan lewat pengalaman nyata. Seperti kata artikel, belajar itu harus dari bawah dan punya basis yang kuat. Pengalaman masa kecil kamu itulah yang jadi pondasi kuat bagi pemahaman matematika kamu sekarang.
Kalau dilihat dari sisi Konstruksionisme, kegiatan kamu yang langsung "praktek" di dunia nyata (beli jajan) bikin ilmu matematikanya jadi lebih nempel karena ada produk atau tindakan nyata yang dilakukan. Ini sejalan dengan poin nomor 6 di artikel tentang menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata benar ya, matematika itu nggak melulu soal angka di atas kertas, tapi soal bagaimana kita berinteraksi dengan dunia.
Sebagai calon pendidik PGSD, cerita Alusia ini jadi pengingat buat kita semua bahwa nanti saat mengajar, kita harus bisa menciptakan suasana belajar yang "hidup" seperti itu agar anak-anak tidak merasa matematika itu menakutkan. Semangat buat kita calon guru masa depan!
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Menurut saya Pak materi di atas sangat bagus karena membantu untuk membuka cara pandang baru bagaimana seharusnya kita mulai belajar matematika. Biasanya banyak siswa yang menganggap matematika itu susah (termasuk saya Pak) karena terlalu fokus dan tertuju pada rumus yang susah, padahal langkah awal yang penting adalah bagaimana cara kita dapat memahami manfaat dan tujuan pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam materi ini Saya juga setuju Pak pada bagian yang membahas tentang membangun dasar konsep yang kuat dan juga pentingnya menggunakan sumber belajar yang beragam seperti video pembelajaran dan aplikasi interaktif. Ini sangat bagus sekali Pak apalagi di era digital sekarang, karena dengan adanya ini dapat membantu belajar kita secara mandiri dan lebih menyenangkan🙏
Nama: Maya Apriyani
HapusNpm: 2386206013
kelas: V.A
Saya juga sependapat dengan Saudari isdiana yang di mana dulu matematika hanya dipandang dengan rumus-rumus yang susah kemudian hafalan hafalannya cara pengerjaannya yang sulit itu dulu cara pandang saya terhadap matematika.
Langkah awal bagaimana kita belajar Matematika itu adalah memahami apa sih manfaat dan tujuan matematika dalam kehidupan kita sehingga tidak termotivasi untuk belajar matematika, dan juga dalam tanggapan ini sadar Istiana menyatakan bahwa sumber belajar yang beragam seperti video pembelajaran aplikasi ekstraktif nah Menurut pendapat saya ini juga sangat relevan dengan era digital sekarang karena sekarang ini banyak sekali media-media yang menyediakan pembelajaran matematika seperti di youtube di tik tok di aplikasi-aplikasi kemudian di pokoknya berbagai macam media-media yang dapat kita menemukan matematika tentunya pembelajaran yang seperti ini ini tidak membosankan bagi siswa dan membuat siswa ini menjadi tertarik belajar matematika.
terima kasih
Saya setuju bahwa Memahami manfaat matematika dan membangun dasar konsep yang kuat sangat penting. Menggunakan sumber belajar yang beragam seperti video dan aplikasi interaktif juga membantu karena dengan memahami manfaat matematika, kita akan lebih termotivasi untuk belajar dan memahami konsep-konsep matematika. Membangun dasar konsep yang kuat juga membantu kita untuk memahami konsep-konsep yang lebih kompleks. Menggunakan sumber belajar yang beragam seperti video dan aplikasi interaktif dapat membantu kita belajar secara mandiri dan lebih efektif.
HapusNama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Izin menanggapi ya, Isdiana. Pendapat kamu sangat mewakili apa yang saya rasakan setelah baca artikel tersebut. Memang benar, seringkali hambatan terbesar dalam belajar matematika itu datang dari pikiran kita sendiri yang sudah menganggapnya sulit karena hanya melihat dari sisi rumus.
Poin di artikel tentang "membangun dasar konsep yang kuat" menurut saya adalah yang paling krusial buat kita di PGSD. Kita perlu menguasai konsep dasar ini supaya nanti bisa menjelaskan ke siswa dengan cara yang lebih sederhana dan kontekstual di kehidupan sehari-hari. Dengan bantuan teknologi digital seperti yang kamu sebutkan, proses belajar mandiri pun jadi terasa lebih personal dan menyenangkan. Terima kasih sudah berbagi perspektif yang bagus, Isdiana! 🙏😊
Nama : Nabilah Aqli Rahman
BalasHapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Sebelum memberikan tanggapan serius saya mau cerita sedikit dulu Pak, hehehe
Saya baca artikel Bapak kali ini sore hari—biasanya pagi habis sholat subuh. Saya dulu beranggapan otak itu baiknya dipakai berpikir kritis dipagi hari, jadi kalau sore saya gausah belajar karena otak sudah cape, sore tuh pokoknya bukan waktunya belajar lagi. Tapi, di semester 5 ini (kebetulan juga jadwal kuliahnya sore) saya perbaiki mindset saya. Mungkin betul otak itu fresh di pagi hari, tapi bukan berarti ga bisa dipaksa belajar disore hari kan? akhirnya saya memaksa diri saya untuk membuka laptop, mulai membaca artikel ini. Saya memakai konotasi kata memaksa bukan berarti ini hal negatif yaa, tapi kan memang betul. Terpaksa, bisa, terbiasa, yeayy
Artikel yang saya baca kali ini ga kalah seru. Saya jadi makin sadar kalau matematika itu bukan cuma soal angka di papan tulis, tapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari ngatur uang jajan, bikin jadwal kegiatan, semuanya butuh logika dan hitungan yang rapi.
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Selain aktif di organisasi kampus, saya juga aktif di organisasi luar kampus (duh kan cerita lagi).
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). di IPM saya sering terlibat rapat dan program kerja. Saya baru sadari Pak. Ternyata, kemampuan matematika tuh kepake banget buat nyusun anggaran, ngitung kebutuhan logistik kegiatan, bahkan bikin kegiatan yang realistis. Dulu waktu SMA saya kira matematika tuh jauh dari dunia organisasi, tapi sekarang saya ngerasa matematika justru salah satu bekal penting buat jalan organisasi yang efektif
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Langkah-langkah belajar yang sudah Bapak jelaskan di atas juga relatable banget. Mulai dari kenali dulu konsep dasarnya, terus latihan soal pelan-pelan, dan masih banyak lagi tadi.
Kadang kita (apalagi saya) terlalu cepet bilang "aku ga bisa matematika", padahal belum coba belajar. Artikel ini ngasih semangat baru buat saya, kalau belajar matematika itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kita temui tiap hari.
Ga harus langsung jago kan Pak? yang penting mulai aja dulu dan konsisten.
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Terimakasih yaa Pak atas tulisannya..
Buat saya dan temen-temen semua yang statusnya calon guru, artikel ini jadi pengingat bahwa matematika itu bukan cuma pelajaran di sekolah. Tapi juga alat berpikir yang bisa bantu kita jadi lebih rapi, kritis, dan bisa menghasilkan solusi dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Pokoknya hari ini pola pikir saya yang berubah bukan cuma tentang belajar pagi dan sore hari, tapi juga pandangan saya tentang matematika. Wawasan saya jadi terbuka bahwa belajar matematika bukan cuma soal memahami rumus, tapi juga soal membangun cara berpikir.
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Hai Nabila boleh gasih kasih tips dan trik nya supaya kita ni tidak malas untuk belajar dan tetap konsisten untuk belajar di pagi hari ataupun sore hari itu 🙏🏻🥹
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Salam kenal Nabilah! Senang sekali baca ceritamu. Saya setuju, memaksakan diri untuk hal positif seperti membaca artikel ini di sore hari adalah langkah awal yang luar biasa. Perubahan pola pikir memang kunci utama supaya kita nggak merasa terbebani saat belajar materi yang dianggap sulit.
Poin yang kamu sampaikan soal matematika dalam keseharian atur uang jajan dan jadwal itu sangat tepat. Artikel ini memang membuka mata kita kalau dasar matematika itu sangat luas, bukan cuma angka tapi juga soal logika dan kerapihan dalam berpikir. Sebagai calon guru SD, kesadaran seperti ini penting banget buat kita bagikan ke siswa nanti agar mereka nggak takut matematika sejak dini. Semangat semester 5-nya!
Bacaan ini sangat menarik perhatian saya yang di mana memberikan strategi kita harus memulai pembelajaran matematika itu dari mana? Terkadang saya sendiri pun kebingungan saya harus memulai pembelajaran matematika ini seperti apa, setelah saya membaca blog Ini saya menyadari bahwa dulu saya menganggap pembelajaran matematika ini termasuk pembelajaran yang tidak penting karena dulu menurut sinetron saya banyak alat bantu yang dapat mempermudah kehidupan kita dalam menghitung matematika sehingga saya rasa tidak perlu mempelajarinya secara mendalam, Tetapi setelah saya Beranjak Dewasa ini saya mulai menyadari bahwa Matematika itu sangat penting untuk kita pahami dan kita mengerti, seandainya kalau dari dulu saya mengetahui hal ini mungkin saya akan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari matematika.
BalasHapusDari bacaan ini memberikan strategi agar kita bisa Mempelajari matematika dan mengetahui mulainya dari mana.
izin menambahkan identitas saya bapak
HapusNama: Maya Apriyani
Npm: 2386206013
Kelas: V.A
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Halo, Maya! Setuju banget sama apa yang kamu sampaikan. Dulu mungkin banyak dari kita yang mikir kalau matematika itu nggak terlalu penting karena "ah, kan ada teknologi/kalkulator", tapi setelah baca artikel dari Buya Adin ini, kita jadi makin sadar kalau matematika itu bukan sekadar hitung-hitungan angka saja.
Bener banget kata kamu, strategi buat tahu "mulai dari mana" itu penting banget. Sesuai dengan materi di blog tersebut, kunci utamanya ternyata ada pada pemahaman konsep dasar dan logika, bukan cuma sekadar hafal rumus. Sebagai calon guru SD (PGSD), pemahaman ini penting banget buat kita supaya nantinya kita nggak cuma ngajarin anak-anak cara menghitung, tapi juga cara berpikir logis.
Nggak ada kata terlambat kok buat mulai serius belajar, apalagi sekarang kita sudah tahu "peta jalannya". Semangat terus ya, Maya, buat kita semua yang lagi berproses memahami matematika lebih dalam lagi!
Nama: Maya Apriyani
BalasHapusNpm: 2386206013
Kelas: V.A
menurut yang saya simpulkan 8 strategi yang dapat kita terapkan untuk belajar matematika adalah.
1. Kita harus menyadari bahwa Matematika itu sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari.
2. Kita harus membuat target dalam pembelajaran misalnya dalam satu minggu kita harus dapat menguasai perkalian.
3. Tentunya dalam pembelajaran pembelajaran matematika kita harus memperkuat seperti pengurangan, perkalian,pertambahan, dan pembagian, Karena itulah dasar dari matematika.
4. Kemudian dengan kita latihan soal secara rutin membuat catatan dan mengevaluasi diri tentunya ini sangat membantu kita untuk menguasai dan mendalami pemahaman tentang matematika.
5. Sekarang kan banyak sekali pendukung pendukung dalam matematika seperti misalnya YouTube aplikasi buku dan sumber belajar lainnya ini akan mendukung kita dalam pembelajaran matematika.
6. Kita harus menggunakan matematika ini di dalam kehidupan nyata kita agar kita bisa melihat Oh ini loh bukti nyatanya matematika dalam kehidupan sehingga kita tuh ingin terus belajar tentang matematika.
7. Nah apabila kita mengalami kesusahan dalam pembelajaran matematika kita tidak perlu takut kita bisa bertanya kepada orang-orang yang menurut kita mengerti tentang matematika tersebut.
8. Nah kita harus memiliki percaya diri jangan takut gagal dan rasa ingin tahu apabila kita belajar matematika.
Dengan 8 strategi di atas Semoga dapat membantu kita semua untuk belajar matematika terima kasih
Wahh terimakasih ka Maya sudah mau berbagi 8 strategi yang luar biasa untuk digunakan dalam memulai belajar matematika.
HapusSaya sudah membaca ke-8 strategi yang ka Maya bagikan Saya sangat suka nih pada semua poin yang kakak berikan ,disini saya izin memberiakan pandangan saya terkkait ke-8 strategi tersebut jika pendidik menerapkannya pada proses pembeljaran tentang belajar matematika mulai dari mana ya??
1. Yang pertama-tama dari poin ke Maya mungkin sebagai pendidik memberikan sedikit arahan untuk kepada peserta didik agar menyadari bahwasanya matematika itu sangat berguna untuk kehidupan mereka sehari-hari.
2. Selanjutnya pada poin yang kedua kita sebagai pendidik bisa membuat target pembelajaran yang berfungsi untuk melatih kemampuan siswa dalam belajar matematika, misalnya minggu ini semua siswa harus bisa menghafalkan perkalian dari 1-10
3. Selanjutnya pada poin yang ketiga sebagai pendidik Kita juga harus bisa memberikan pembelajaran dengan semangat dan menyenangkan untuk memperkuat konsep awal atau dasar dalam matematika seperti pengurangan ,perkalian, pertambahan, dan pembagian.
4. Untuk yang poin 4 sebagai guru juga kita bisa memberikan soal-soal latihan secara rutin untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang kita gunakan setelah selesai pembelajaran .
5. Pada poin kelima kita sebagai guru memanfaatkan teknologi untuk dapat mendukung pembelajaran agar pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak membosankan
6. Pada poin keenam saya rasa hampir sama dengan poin yang pertama bahwasanya kita tetap terus menekankan dan memberikan pengertian untuk menyadari matematika ini berguna bagi kehidupan sehari-hari .
7. Untuk yang poin ke-7 sendiri menurut saya kalau sebagai pendidik kita perlu memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa untuk tidak merasa takut untuk menyampaikan pandangan atau ide-ide dan mencoba menyelesaikan tugas matematika yang kita berikan
8. Dan yang terakhir poin 8 sama juga kita mendorong siswa untuk berani menghilangkan rasa takut sebelum mencoba.
Itu dari pandangan saya terkait 8 materi ketika kita menjadi seorang pendidik
Semoga bermanfaat juga ka😊
Memperbaiki kalimat akhir
HapusItu dari pandangan saya terkait 8 strategi yang bisa kita terapkan ketika kita menjadi seorang pendidik, dalam hal mengajari siswa belajar matematika mulai dari mana ya?
Semoga bermanfaat juga Kak😊
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
ijin menanggapi yaa Maya Keren banget ringkasan 8 strateginya, sangat lengkap! Aku sangat setuju pada poin ke-6 tentang menerapkan matematika dalam kehidupan nyata. Sesuai dengan artikel tersebut, matematika bukan cuma soal angka di kertas, tapi alat untuk membantu kita berpikir logis setiap hari. Dengan melihat bukti nyatanya, motivasi kita buat belajar pasti jadi lebih besar. Poin ke-8 tentang percaya diri juga jadi kunci supaya kita nggak gampang menyerah saat ketemu soal yang menantang. Makasih sharingnya ya, Maya!
Nama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Setelah saya membaca materi diatas ini, menurut saya pada materi diatas ini sangat komprehensif/lengkap dan juga memberikan gagasan yang cukup jelas mengenai bagaimana seseorang itu dapat melalui belajar matematika dengan langkah yang terserah. Pada penegasan pada pentingnya memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari itu benar-benar penting, karena banyak dari peserta didik yang baru termotivasi ketika mereka itu tahu bahwasannya itu dakat dengan kehidupan mereka.
Ijin menanggapi Nanda🤩🤍. Aku setuju dengan pendapat kamu kalau materi ini sangat komprehensif. Poin yang kamu garis bawahi soal memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari itu memang jadi "booster" motivasi yang paling ampuh buat peserta didik. Kalau mereka sudah tahu "buat apa" mereka belajar, mereka pasti bakal lebih antusias. Sebagai calon guru PGSD, ini jadi tantangan sekaligus strategi buat kita nanti agar bisa menghadirkan matematika yang lebih dekat dan nyata bagi murid-murid. Nice sharing, Nanda🤍🤍
HapusNama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Izin bertanya pak dan teman- teman semua jika ingin menjawab , diantara semua langkah - langkah yang ada , langkah mana sih yang paling penting untuk diterapkan pertama kali 🙏🏻☺️
Nama: Nanda Vika Sari
HapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Izin menjawab pertanyaan dari Oktavia Ramadani, menurut sepengetahuan yang aku tau sih ya Via. Langakah yang paling penting untuk diterapkan pertama kalinya itu ialah memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan hal tersebut ini menumbuhkan sebuah motivasi dan juga sikap positif sebagai dari dasar untuk menjalankan dari langakah-langkah berikutnya.
Izin menjawab yah kalau menurut saya, langkah yang paling penting untuk diterapkan pertama kali adalah Memahami Manfaat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari. Ketika kita memahami manfaat matematika, kita akan lebih termotivasi untuk belajar dan memahami konsep-konsep matematika.
HapusNamun, jika saya harus memilih satu lagi, saya akan mengatakan bahwa "Membangun Basis yang Kuat" juga sangat penting. Jika dasar kita tidak kuat, maka kita akan kesulitan untuk memahami konsep-konsep matematika yang lebih kompleks.
Tapi, sebenarnya semua langkah-langkah itu saling terkait dan penting. Jadi, yang paling penting adalah memulai dari mana saja yang paling membuat kita nyaman dan termotivasi!
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Halo, Oktavia! Izin mencoba menanggapi pertanyaannya ya. Menurut aku, kalau kita merujuk pada materi di artikel Buya Adin tersebut, langkah yang paling krusial untuk diterapkan pertama kali adalah memperbaiki mindset atau pola pikir.
Kenapa ini yang paling penting? Karena kalau dari awal kita sudah "takut" duluan atau menganggap matematika itu membosankan, langkah-langkah teknis lainnya pasti akan terasa berat. Seperti yang dijelaskan di artikel, kita perlu sadar bahwa matematika itu bukan sekadar menghafal rumus, tapi soal mengasah logika.
Jadi, setelah mindset kita terbuka bahwa matematika itu logis dan bisa dipelajari, barulah kita bisa masuk ke langkah selanjutnya yaitu menguasai aritmatika dasar (seperti tambah, kurang, kali, bagi) sebagai fondasi utama sebelum lanjut ke materi yang lebih kompleks.
Semoga membantu ya, Oktavia! Semangat kita sama-sama belajar!
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin menjawab pertanyaan dari kak Oktavia, kalau menurut aku langkah yang paling penting untuk diterapkan adalah membangun sikap positif dan percaya diri ini adalah poin nomor delapan, untuk alasannya yaitu dimana percaya diri merupakan pintu masuk untuk semua langkah lainnya, mau pakai teknologi secanggih apa pun atau metode sedalam apa pun kalau siswanya sudah takut maka pelajaran tidak akan bisa masuk.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari kak Okavia
Nama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Izin menanggapi materi ini , setelah saya membaca materi ini menjelaskan langkah - langkah untuk belajar matematika dengan cara yang sangat mudah dipahami , bukan hanya pada rumus dan hitungan , tetapi pada bagaimana membangun dasar untuk berpikir dan kebiasaan belajar yang benar , hal ini sangat penting , karena banyak orang terutama saya merasa takut matematika bukan karena tidak mampu tetapi karena tidak tahu harus memulai dari mana , banyak siswa dan saya pun gitu kesulitan pada materi lanjutan seperti aljabar atau geometri karena dasar aritmetika nya belum kuat , dan di materi ini memberikan contoh dasar yang perlu dikuasai seperti operasi hitungan , pecahan , hingga konsep dasar aljabar ini sangat membantu saya untuk memahami prioritas dalam belajar .
Saya juga sangat setuju mengenai kebiasaan belajar yang efektif , konsistensi latihan 10 - 15 menit perhari jauh lebih efektif dibandingkan belajar lama tetapi jarang , catatan yang rapi , evaluasi diri dan latihan yang turun itu adalah kunci yang sering sekali dilupakan .
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Oiya saya mau cerita nih hehe dulu saya ngerasa dan selalu berpikir kaya kenapa sih harus ada matematika di dunia ini , tetapi ternyata cara
Berpikir saya begitu salah , setelah saya ikut organisasi OSIS dan rohis waktu saya SMK dulu , saya mengerti matematika itu sangat dibutuhkan hehe , apalagi di saat saya menjadi panitia yang menyusun anggaran , disitu saya mulai bisa menghitung berapa sih harga barang ini dan dijumlahkan semuanya berapa totalnya untuk diajukan ke bagian tata usaha , dan waktu rohis saya sering sekali nih belanja untuk kebutuhan ldk ( latihan dasar kepemimpinan) nah itu di mana , pihak tata usaha sekolah maunya kita makan yang irit jadi mau ga mau saya harus menghitung lagi dan meminimalisirkan anggaran agar anggaran itu bisa di terima , bahkan sekarang saya sebagai bendahara di Hima pun , saya secara ga langsung melibatkan matematika karena saya kebetulan bendahara umum di hima PGSD , nah disitu saya sama rekan saya selalu menghitung pengeluaran dan pemasukan uang kas , lpj an ke bagian kemahasiswaan sih yang bikin pusing karena kadang kita ngeh itunya nota dengan belanja dan duit yang masih sisa ga belance , sampe waktu itu karena ga nemu nemu hasil yang belance saya sampe sakit hampir seminggu waktu itu😭 dan sekarang saya menyadariternyata matematika selalu berada di pengalaman kita ya secara ga langsung dan ga bisa lepas sih menurut saya .
Wah, saya bisa merasakan betapa Anda telah mengalami perubahan dalam memandang matematika! Dari merasa bahwa matematika tidak berguna menjadi menyadari bahwa matematika sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Anda di OSIS, Rohis, dan sebagai bendahara Hima PGSD sangatlah berharga dan membuktikan bahwa matematika memang ada di sekitar kita.
HapusSaya bisa bayangkan betapa frustrasinya ketika Anda tidak bisa menyeimbangkan nota dengan belanja dan uang yang tersisa 😂, tapi itu semua bagian dari proses belajar! 😊 Sekarang, Anda telah menyadari bahwa matematika tidak hanya tentang angka dan rumus, tapi tentang bagaimana kita mengelola keuangan, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
Terima kasih telah berbagi pengalaman Anda! 😊 Semoga cerita Anda bisa menginspirasi orang lain untuk melihat matematika dari sudut pandang yang berbeda.
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Oktavia, pengalaman kamu sebagai bendahara Hima bener-bener contoh nyata dari apa yang dibahas di artikel, Oktavia! Memang bener banget, matematika itu bukan cuma soal angka di kertas, tapi tentang bagaimana kita melatih cara berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan masalah nyata.
Kejadian kamu sampai sakit karena laporan nggak balance itu bukti kalau matematika memang menuntut ketelitian tinggi. Tapi dari situ kita belajar kalau pemahaman konsep dasar seperti penjumlahan dan pengurangan yang kamu pakai buat nyusun LPJ adalah fondasi yang krusial. Kalau kita sudah terbiasa dengan logika dasarnya, perlahan kita bakal lebih tenang dan nggak gampang pusing menghadapi angka-angka yang banyak.
Bener kata kamu, matematika itu nggak bisa lepas dari pengalaman hidup kita. Semangat terus ya jadi bendahara, anggap saja itu latihan supaya nanti pas jadi guru, kita bisa lebih sabar dan kreatif ngajarin konsep matematika ke anak-anak murid!
Nama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Saya sangat amat tertarik dengan pembahasan dibagian yang membahas mengenai pentingnya sikap positif terhadap matematika. Sangat sering sekali terlihat siswa itu merasa bahwa matematika itu sulit bukanlah karena materinya, namun karena mindset kalau matematika itu adalah hal yang menakutkan. Pada materi ini bukanlah hanya membahas mengenai teknik belajar, namun pada meri diatas juga mengenai aspek psikologis yang mungkin sering terlupakan, sehingga bisa terasa lebih lengkap dan juga menyentuh dalam kebutuhan belajar secara menyeluruh.
Nama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Saya sangat suka pada penjelasan mengenai penggunaan teknologi didalam pembelajaran matematika sangatlah relevan/berkaitan dengan kondisi pendidikan yang ada saat ini. Terlihat banyak sekali siswa yang lebih tertarik belajar melalui video, aplikasi, atau platform interaktif dibandingkan dengan metode tradisional. Materi diatas ini sangat bagus karena pada materi ini memberikan catatan yang penting kalau bahwasanya teknologi itu harus digunakan sebagai alat bantu belajar, bukanlah sekedar untuk menyalin jawaban saja. Itu menjadi pengingat yang bagus untuk para siswa agar mereka bisa tetap fokus pada pemahaman, bukanlah hanya dengan hasil instannya saja.
Terimakasih pak atas materi yang telah diberikan dengan adanya materi ini nih saya bisa liat matematika dari pandangan lain atau sudut pandang lain, karena kita itu keseringan cuman lihat kalo matematika itu sebagai deretan rumus yang bikin pusing atau pikiran kita itu cuman mikir kalo matematika itu cuman kumpulan rumus yang bikin pusing jadi kita malas untuk belajarnya, padahal coba kita liat manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari mungkin dengan tau manfaatnya ada di kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa termotivasi belajarnya matematika
BalasHapussaya senang sekali dengan materi diatas karena ngajarin kalo kita mau belajar matematika itu kita harus tau pendekatan yang tepat, kita juga membutuhkan strategi, komitmen.sehingga matematika menjadi pembelajaran yang bukan hanya menarik tapi jg menyenangkan dan juga bisa mampu meningkatkan kemampuan matematika
BalasHapusNama:Imelda Rizky Putri
BalasHapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Menurut saya, belajar matematika itu kayak petualangan. Awalnya memang banyak teka-teki tapi begitu kita mulai dari dasar dan nemu pola-polanya yang pas, semuanya jadi lebih seru yang penting jangan bandingkan sama orang lain setiap orang punya ritme belajar sendiri.
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Setuju banget sama pendapat kamu, Imelda! Analogi "petualangan" itu pas banget buat menggambarkan belajar matematika. Kadang kita memang sering merasa pusing di awal karena belum ketemu polanya, tapi begitu dasar-dasarnya sudah kuat, rasanya pasti jauh lebih seru.
Poin kamu soal jangan membandingkan diri dengan orang lain juga penting banget. Setiap orang memang punya ritme belajar yang beda-beda, dan itu nggak masalah selama kita tetap konsisten berproses. Makasih ya sudah saling mengingatkan untuk menghargai proses masing-masing!
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM:2386206009
Kelas : V A PGSD
Izin menanggapi pada materi ini materi ini sangat membantu siswa untuk memahami pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari.dengan memahami manfaat matematika, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar matematika.belajar matematika sebaiknya dimulai dengan memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari.dengan memahami manfaat matematika, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar matematika.
Saya setuju dengan pendapatmu, Memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketika siswa tahu bahwa matematika berguna dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan memahami konsep-konsep matematika.
HapusTerima kasih banyak bapak atas materinya bapak saya merasa langkah-langkah di sini sangat membumi, terutama di poin Memahami Manfaat Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari dan Meningkatkan dan Mengembangkan Sikap Positif Terhadap Matematika. Jujur saja, selama ini saya sering merasa matematika itu hanya rumus di buku. Tapi, setelah membaca bagaimana matematika itu ada di balik aplikasi yang kita pakai sehari-hari atau saat kita mengatur keuangan, pandangan saya jadi berubah. Itu membuat saya lebih termotivasi untuk serius belajar. Saya setuju banget kalau kita harus percaya diri dan tidak takut salah, karena itu kunci biar kita enggak malas-malasan lagi mencoba soal-soal yang sulit. Intinya, materinya berhasil mengubah mindset saya bahwa matematika itu bukan cuma hitungan, tapi keterampilan penting untuk hidup.
BalasHapusNama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Nahh ada juga penjelasan tentang cara menentukan kemampuan diri dan menetapkan tujuan sangat membantu siswa untuk merencanakan pembelajaran matematika mereka.siswa perlu mengetahui posisi awal mereka dan menetapkan tujuan yang jelas agar pembelajaran matematika mereka lebih terarah.siswa perlu menentukan kemampuan diri dan menetapkan tujuan yang jelas agar pembelajaran matematika mereka lebih terarah.dengan mengetahui posisi awal mereka dan menetapkan tujuan yang jelas, siswa akan lebih mudah mencapai keberhasilan dalam belajar matematika.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Ada pun saran tentang cara membangun dasar (basis) yang kuat sangat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dalam belajar matematika.siswa perlu memahami konsep-konsep dasar matematika sebelum mempelajari konsep yang lebih kompleks.membangun dasar (basis) yang kuat sangat penting dalam belajar matematika.siswa perlu memahami konsep-konsep dasar matematika sebelum mempelajari konsep yang lebih kompleks.
disini sya juga mau menangapi materi bapak pada bagian yang paling menarik perhatian saya adalah di poin Membangun Basis atau dasar yang Kuat dan Menggunakan Sumber Belajar yang Beragam. Saya sadar, banyak kesulitan saya di materi yang lebih kompleks seperti Aljabar itu karena dasar saya di Operasi Aritmetika, Pecahan, Desimal, dan Persentase belum kokoh. Rasanya percuma mau loncat ke materi susah kalau pondasi dasarnya saja masih goyah. Selain itu, saran untuk memanfaatkan Platform Online dan Aplikasi Pendidikan juga sangat membantu. Di zaman sekarang, kita memang harus pintar memanfaatkan tool yang ada, seperti YouTube atau Photomath, tapi tentu saja bukan buat menyalin jawaban, melainkan untuk membantu memvisualisasikan atau memahami konsep yang masih abu-abu. Ini benar-benar panduan praktis buat kami yang sedang mencoba memperbaiki kemampuan matematika.
BalasHapusSaya sangat setuju dengan tanggapan margareta, Membangun Basis atau dasar yang Kuat memang sangat penting dalam belajar matematika. Jika dasarnya tidak kuat, maka materi yang lebih kompleks akan terasa sangat sulit. Saya suka bagaimana Anda menyadari bahwa kesulitan Anda di Aljabar disebabkan oleh dasar yang belum kokoh, dan itu adalah langkah pertama untuk memperbaiki kemampuan matematika.
HapusSaya juga setuju bahwa memanfaatkan Platform Online dan Aplikasi Pendidikan sangat membantu. Di zaman sekarang, kita memang harus pintar memanfaatkan tool yang ada untuk membantu belajar. YouTube dan Photomath adalah contoh aplikasi yang sangat berguna untuk memvisualisasikan atau memahami konsep yang masih abu-abu.
Dari materi bapak ini saya suka dengan materi bapak tentang Menentukan Kemampuan diri dan Menetapkan Tujuan serta Menggunakan Matematika dalam Dunia Nyata. Menentukan tujuan yang jelas, misalnya menguasai Persamaan Linear dalam dua minggu, membuat proses belajar jadi lebih fokus dan terarah, tidak seperti belajar tanpa arah yang selama ini sering saya lakukan. Selain itu, saran untuk menerapkan matematika saat Berbelanja atau Memasak misalnya saat mengkonversi takaran itu ide yang bagus. Itu cara paling gampang untuk melihat bahwa rumus yang kita pelajari di kelas itu nyata ada gunanya di kehidupan sehari-hari. Jadi, kita bisa langsung praktik dan tidak cepat lupa sama konsepnya. Menurut saya, ini adalah strategi belajar yang paling efektif agar matematika terasa lebih menyenangkan dan tidak menakutkan.
BalasHapusNama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Tambahan sedikit materi ini dalam materi ini juga memberikan saran tentang cara menggunakan matematika dalam dunia nyata.dengan menerapkan konsep-konsep matematika dalam dunia nyata, siswa akan lebih mudah memahami dan mengingat materi pelajaran.menerapkan konsep-konsep matematika dalam dunia nyata dapat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengingat materi pelajaran.dengan menerapkan konsep-konsep matematika dalam dunia nyata, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar matematika.
Nama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: 5B PGSD
Materi ini ngajarin kita kalau belajar matematika itu nggak perlu buru-buru dan nggak langsung pintar juga. Belajar matematika itu harus mulai dari dasar dulu, seperti hitung-hitungan sederhana karena kalau dasarnya belum kuat jika ke materi yang lebih susah pasti makin bingung. Di materi ini juga ditekankan kalau matematika itu sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat belanja, ngatur uang, masak dan lainnya. Jadi materi ini mengajak kita untuk mulai belajar matematika pelan-pelan asal konsisten bukan sekedar hafal rumus tetapi pahami dan latihan terus menerus, kadang hambatan terbesar bukan belajar materi melainkan takut salah, trauma dengan matematika atau kurang percaya diri.
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Halo Nur Sinta! Izin menanggapi ya. Aku sepakat sekali dengan poin kamu tentang rasa takut salah yang jadi hambatan terbesar. Artikel tersebut memang mengingatkan kita bahwa matematika itu sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual).
Jadi, bener banget kata kamu, nggak perlu buru-buru pengen langsung pintar. Yang penting kita konsisten latihan dan berani mencoba tanpa takut salah hitung, karena dari kesalahan itulah logika kita makin terasah. Sebagai calon guru SD, kesabaran dalam proses belajar ini penting banget buat kita tanamkan ke diri sendiri dan murid kita nanti.
Nama :Zakky Setiawan
BalasHapusNPM ; ( 2386206066 )
Kelas : 5C
Saya sangat setuju dengan materi ini, bahwa belajar matematika bisa di mulai dari kehidupan sehari-hari, dengan mengambil keputusan finansial membuat kita bisa mengambil keputusan dengan baik, dengan di bantu oleh teknologi yang canggih saat ini memudahkan manusia untuk belajar matematka, perlu di ingat teknologi ini hanya membantu yaa
Nama :Zakky Setiawan
BalasHapusNPM ; ( 2386206066 )
Kelas : 5C
Dengan kita membangun teknik belajar yang efektif membuat kita paham dan membatu kita dalalm matematika, dengan mengerjakan soal-soal secara rutin membuat semakin paham lebih dalam terhadap matematika itu sendiri
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: V C
ini menurut saya pas banget buat siswa yang sering bingung harus mulai dari mana, saya suka karena materinya ngajak kita mulai dari hal yang paling dasar dulu, bukan langsung ketemu rumus yang bikin pusing. Cara ini bikin matematika terasa lebih ringan dan masuk akal. Ditambah lagi, ada penekanan bahwa salah itu wajar yang penting ngerti prosesnya soooo, belajar matematika nggak terasa menakutkan, malah jadi kayak seru dan menantang yang mengasah
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Matematika sering kali dianggap sulit dan membingungkan, tetapi dari materi yang bapak jabarkan ini membuat saya memandang matematika dari sudut pandang lain yang lebih sederhana dan bermakna, Yang saya suka materi ini mengingatkan agar siswa membangun dasar pemahaman matematika yang kuat dengan latihan rutin dan menggunakan berbagai sumber belajar, termasuk penerapan konsep matematika dalam situasi nyata. Selain itu sikap positif terhadap matematika sangat ditekankan disini yang mana kebanyakan siswa / orang dewasa seringkali memiliki rasa minder dan ketakutan pada matematika. Sebgai calon guru materi ini sangat berguna dan penting bagi saya dan teman - teman.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Setelah saya membaca materi ini jadi ternyata materi ini menjelaskan dengan baik kalau belajar matematika itu nggak harus langsung yang susah, mulai dari hal paling dasar justru bikin kita lebih percaya diri dan nggak gampang takut duluan. Penjelasan tentang manfaat matematika di kehidupan sehari-hari juga penting banget supaya kita sadar kalau matematika itu dekat dengan hidup kita. kalau sudah paham gunanya biasanya rasa malas belajar jadi berkurang. Materi ini cocok juga buat pemula yang masih bingung harus mulai dari mana.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Saya setuju kalau mengenali kemampuan diri dan menentukan tujuan kita itu penting sebelum belajar matematika. dengan tahu kemampuan kita di mana, belajar jadi lebih terarah dan nggak asal-asalan. Langkah membangun dasar yang kuat juga sangat masuk akal karena matematika itu saling berkaitan. Kalau dasarnya belum paham, pasti akan kesulitan di materi selanjutnya. Materi ini memberi gambaran yang jelas tentang urutan belajar matematika secara bertahap.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Materi ini juga mengingatkan kita kalau sikap kita terhadap matematika itu berpengaruh besar. Kalau dari awal sudah takut dan berpikir nggak bisa, belajar jadi makin berat tips seperti latihan rutin, pakai berbagai sumber belajar, dan jangan malu minta bantuan itu realistis dan bisa dilakukan siapa saja. contoh penerapan matematika di kehidupan sehari-hari bikin belajar jadi terasa lebih nyata dan enggak membosankan intinya, materi ini memotivasi kita bahwa matematika itu bisa dikuasai asal mau berusaha dan sabar belajar
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
BalasHapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Saya ngerasa poin yang ada di materi ini mirip mirip ama komen saya di materi materi lain wkwkwk. Mungkin emang selalu berhubungan gitu yaa, karna kayak walaupun lagi bahas materi yang beda, tapi pasti ada aja ujungnya yang sama. Misalnya materi ini, kemarin waktu awal awal komen saya udah ada ceritain sedikit pengalaman SD ya yang terkait bgt ama materi ini tapi di materi lain pun nyambung gitu. Tapi saya coba ceritain lagi dengan lebih spesifik dan satu satu kali ya, supaya walaupun keliatannya sama cuman fokusnya beda.
223
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Dulu waktu saya masih SD di kelas 6, saya punya wali kelas yang amat support kebutuhan kami untuk UN. SD saya waktu itu SD swasta, dan masih naik naiknya banget kurikulum k 13. Nah, waktu itu waktu saya di kelas 6 itu ada UN dimana materinya itu fokus ke tiga mata pelajaran yaitu bindo, mtk ama ipa. Tapi waktu itu kurikulum yang dipake sekolah k 13 yang campur campur itu.
224
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Keliatan kan di mata kita kalau ga sinkron dong UN ama K13 ini untuk kelas 6, karna kayak kepecah gitu fokusnya. Tematik untuk belajar biasa, UN untuk penilaian masuk ke sekolah lanjutan yaitu SMP Jadi, wali kelas saya punya strategi yang top markotop banget dah menurut saya waktu ituuu hihi. Wali kelas saya ngejelasin bahwa anak anak kelas itu sekolahnya bukan lagi 12 bulan atau 1 tahun full melainkan hanya 10 bulan ygy. Nah, di situ wali kelas saya lanjut ngejelasin bahwa kelas 6A ikut aturan bapak, kita hanya belajar tematik selama 6 bulan, 4 bulannya kita potong dan fokus ke UN, gitu kata beliau.
225
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Beliau, wali kelas saya itu juga jelasin UN itu fungsinya apa waktu itu, jadi saya cukup amaze kayak ngeliat bahwa wali kelas saya benar benar ingin memperjuangkan UN kami. Dari sini udah mulai nyambung dong sama pembahasan bapak di atas yang tentang ngebangun pembelajaran yang efektif. Nah, singkat cerita, kami udah masuk di bulan ke 7 di kelas 6 waktu itu. Bapak mulai menjelaskan strategi, bahwa ada 3 matpel fokus yang mau kita dalami, yakni bindo, ipa dan mtk, selama 4 bulan itu juga ada 3 kali tryout untuk bahan evaluasi kami, keren kannn hihi.
226
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Nah, kami udah berada di bulan bulan fokus UN kan itu. Di awal bulan bapak ada ngasih kami kisi kisi materi yang harus kami pelajari selama 4 bulan itu. Kami mulai terjun fokus sama UN, dan bapak pelan pelan membimbing kami materi demi materi. Setiap hari kami nyicil kisi kisi materi yang di kasih bapak di awal bulan itu. Setiap materi yang udah terlewati dengan baik dan kami paham, kami semua mencentang materi tersebut tanda bahwa kami akan lanjut ke materi selanjjutnya.
227
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Di dalam bulan bulan itu saya ngearasin 90% sama kayak materi bapak nurdin di atas. Makanya setiap saya abis baca materi yang bisa bikin saya flashback waktu SD dulu saya selalu ngerasa kangen dan kagum sama wali kelas saya waktu itu hihi. Lanjut cerita, setiap awal materi, kami selalu diberikan pemahaman mengenai konsep yang benar terkait materinya itu. Jadi, bapak mau kita kenal dan ngerasa dekat dulu sama materinya dengan konteks bukan keliru tapi paham.
228
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Abis kami dikenalkan konsep, kami biasanya diberikan latihan latihan soal untuk ngelatih diri kami terkait konsep yang udah dikenalkan di awal. Pastinya, tidak sema materi kami paham dengan cepat materinya. Ada beberapa materi yang membutuhkan waktu lebih lama utk membahasnya, tapi bapak selalu mendampingi kami hihi <3. Kami diperbanyak ngerjain soal soal terkait materi yang agak sulit itu, loove bangeet pokonyaaa..
229
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Terus, bapak juga ada nasehatin kami, bapak bilang bahwa 4 bulan itu tidak terasa dengan materi yang begitu banyak di kisi kisi. Jadi bapak mengajak kami untuk ketika di rumah coba latih diri lagi, coba lagi materi materi yang di rasa belum mantap. Dan teman teman semua tau? Saya melakukannyaa, saya sama sekali ga ngerasa tertekan dengan masa masa itu. Saya bahkan enjoy latihan soal tiap malam sendirian di kamar untuk UN berkat wali kelas saya.
230
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Di dalam prosesnya saya tidak sadar bahwa ada karakter diri yang pelan pelan bangun di dalam diri saya. Saya lebih percaya diri untuk belajar dan ketika jawaban saya masih salah pun, its okey, belajar lagi. Saya jadi anak yang tak mudah nyerah, bayangin aja anak sekecil itu bisa enjoy latihan latihan soal sendiri di kamar. Dan saya jadi lebih punya rasa ingin tahu yang besar, kalau ada materi yang cukup sulit saya coba waktu malam hari, saya ga langsung tinggalin bukunya, tapi saya cari materinya, saya cari contoh soal yang mirip dan saya coba pecahkan pelan pelan, indah yaa? Ya Allah kangeeen.
231
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Selama bulan bulan tersebut juga kami punya acuan beberapa sumber belajar, jadi pembahasannya bisa dibilang cukup kaya. Yang ngga itu cuman di poin yg gunain platform onlinee, karna dulu saya belum punya HP dan jadinya patokannya itu di buku buku yang bapak arahkan. Tapi walaupun begitu, saya merasa sangat menikmati rasa belajarnya kok hihi. Di dalam kelas bapak juga sering negbahas contoh soal yang bisa dikaitin langsung di kehidupan nyata. Dan materi bapak nurdin di atas benar, belajar matematika itu butuh strategi, komitmen dan pendekatan yang tepat, dan saya sudah mendapatkannya dari wali kelas saya waktu ituu hihi <3.
232
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
BalasHapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Kalau saya coba refleksikan materi ini ke dalam diri saya yang sekarang, saya kayaknya bisa sedikit ceritain (lagi) pak ehehe. Maaf ya pak, komennya banyak tentang cerita, kayaknya saya orangnya tipe yang ceritaan gitu yak ehehe. Pengalaman saya terkait materi ini saya ceritakan untuk point yang mtk itu di dalam pundi pundi setiap kehidupan aja kali yaa. Soalnya poin point yang lain udah saya yapping bgtt di komen curhat waktu SD di atas itu ehehe, izin yaa pak.
233
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Di luar dari mata kuliah yang berbau matematika, saya ngerasa cukup sering bersentuhan dengan matematika di kehidupan sehari hari. Fyi, saya termasuk orang yang introvert, jadi kalau contohnya banyak pada organisasi itu bukan. Saya ga benci sama kegiatan atau perkumpulan yang melibatkan orang banyak, nope. Tapi saya cuman berusaha memahami kapasitas yang ada di dalam diri saya, olehnya pengalaman di organisasi bisa di bilang tidak banyak.
234
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Saya juga ikut organisasi kok, cuman ga sebanyak orang orang yang ambivert ma extrovert. Saya ngerasa akan melebihi kapasitas saya jika organisasi yang saya ikuti lebih dari tiga gituu. Karna Introvert berbeda dengan extrovert yang mendapatkan energi dari pertemuannya dengan orang orang. Introvert justru dapat recharger energinya jika dia melakukan aktivitas yang tenang dan sendiri.
235
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Jadi bisa di bilang saya juga agak kenal dengan hal hal yang berbau matematika di organisasi, kayak RAB, LPJ dan proposal. Dengan saya orang yang termasuk introvert, saya lebih bnyak menemukannya di aktivitas sehari hari saya. Saya memperkirakan dan mengkalikan produk skincare atau make up yang saya pake bisa bertahan sampai berapa lama. Saya memperkirakan waktu untuk pengerjaan tugas di rumah, di tempat kerja dan di kampus. Saya mencoba belajar memanage keuangan saya, sampai mengamati kemungkinan atau peluang untuk income saya ehehehe, dan masih banyak lagi. Semua itu termasuk ke dalam penemuan matematika dalam kehidupan sehari hari kan pak?
236
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Dari sini saya belajar bahwa mtk tuh dekat mentokkk ama kita manusia. Dia bisa tak terlihat jelas tapi kalau diamati sungguh terasa. Ini juga yang bikin saya amaze lagi sama mtk, karna bener bener bermanfaat bgt di kehidupan saya inihh hihi. Di umur yg udah kepala dua ini, saya sadar bahwa peran mtk justru kerasaa banget apalagi kita udah mulai ngurus banyak hal sendiri kayak gini jadi manusia yang super mempertimbangkan hihi, love mtk <3.
237
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5 B
materi ini sangat membantu terutama bagi siswa yang sering bingung harus mulai belajar matematika dari mana. penjelasan tentang pentingnya memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari membuat matematika terasa lebih dekat dan bermakna, bukan sekedar pembelajaran di kelas. selain itu, langkah-langkah seperti mengenali kemampuan diri, membangun dasar yang kuat dan menetapkan tujuan belajar yang jelas sangat penting agar siswa tidak merasa terbebani. saya juga setuju dengan penggunaan sumber belajar yang beragam dan penerapan matematika dalam kehidupan nyata dapat meningkatkan motivasi belajar.
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
HapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Menanggapi komentar dari kak ros saya juga sepakat kalau materi ini sangat revelan dan membantu baik bagi siswa maupun guru. Materi ini memang memberi gambaran yang jelas bahwa belajar matematika seharusnya dimulai dari dasar dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami siswa, selain itu juga harus dibarengi dengan pendampingan konep yang terstruktur dan konsisten. Pendekatan seperti ini membantu siswa merasa lebih terarah dan tidak bingung harus mulai dari mana. Selain itu, bagi guru materi ini bisa menjadi pengingat bahwa proses belajar matematika perlu dibangun secara bertahap dan kontekstual supaya siswa lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar.
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5 B
belajar matematika berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, tanpa disadari kita sering menggunakan matematika dalam aktivitas sederhana seperti belanja, menghitung uang kembalian, mengatur waktu, atau mengukur bahan saat memasak. dari situ terlihat kalo matematika bukan hanya tentang angka dan rumus, tetapi tentang cara berpikir logis dan sistematis. karena itu membangun dasar matematika yang kuat menjadi hal yang penting. jika konsep dasar sudah dipahami dengan baik, maka materi selanjutnya akan lebih mudah dipelajari dan tidak terasa berat. dengan melihat manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari siswa akan lebih termotivasi dan percaya diri dalam proses belajarnya.
Nama: Putri Anggraeni
HapusNPM: 2386206022
Kelas: VB (PGSD)
Setuju banget sama pendapat Rosidah! Benar kata artikelnya, belajar matematika itu memang seharusnya nggak bikin kita merasa terbebani. Kuncinya memang ada di pemahaman konsep dasar dan menghubungkannya dengan logika kehidupan sehari-hari, seperti contoh belanja atau masak yang kamu sebutkan tadi.
Kalau kita sudah paham "mengapa" dan "bagaimana" suatu rumus bekerja (bukan cuma sekadar menghafal), matematika bakal terasa jauh lebih ringan. Sebagai calon guru SD, poin yang kamu sampaikan tentang membangun motivasi dan rasa percaya diri siswa itu penting banget. Kita harus bisa menunjukkan ke anak-anak kalau matematika itu bukan "monster", tapi alat bantu yang keren buat memecahkan masalah sehari-hari.
Semangat terus ka Ros!🤍🤍
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Materi ini menekankan bahwa matematika adalah keterampilan,bukan sekedar bakat lahir,sebagai mahasiswa kita sering terjebak dalam kompleksitas mata kuliah tanpa memperkuat dasar. Poin yang membangun basis dan teknik belajar dengan sangat krusial. Di bangku kuliah ini kita harus di tuntut mandiri mana harus evaluasi dan memacari bantuan seperti di point 7 yaitu membentuk kedewasaan akademik bukan kelemahan. Kita juga harus perlu beralih dari sekedar menghafal menjadi memahami memakai logika di balik angka agar bisa di terapkan ke depannya.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Keberhasilan dalam belajar matematika sangat bergantung pada kekuatan pondasi awal dan fleksibilitas dalam menggunakan berbagai sumber belajar,materi ini dengan jelas memetakan bahwa seseorang tidak bisa melompat ke konsep kompleks seperti aljabar tanpa menguasai aritmetika dan desimal secara matang. Hal ini mengingatkan bahwa kita seringkali kesulitan yang kita alami di tingkat lanjut sebenarnya neraka dari pemahaman kita yang belum tuntas di pembelajaran sebelumnya.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Penghambat terbesar dalam belajar adalah rasa takut gagal dan stigma bahwa matematika itu sulit dan susah. materi ini mengajak kita untuk mengubah perspektif tersebut. Kesalahan bukanlah akhir melainkan dari bagian proses belajar untuk memperbaiki diri. Nah Sikap Kepo atau rasa ingin tahu yang tinggi sangat di perlukan agar kita tidak hanya belajar apa yang ada dalam kelas tetapi juga mampu melihat keterkaitan matematika dengan teknologi dan pengambilan keputusan finansial dalam kehidupan nyata.
Nama : Dita Ayu Safarila
Hapuskelas : 5 C
NPM : 2386206048
Terkadang kita memulai semester dengan semangat dan target yang jelas,namun di tengah jalan tumpukan tugas dari berbagai mata kuliah yang datang bersamaan menciptakan rasa tekanan mental untuk kita sendiri haha. Kondisi ini kebiasaan menunda nunda akibat kebiasaan mengacuhkan lebih sering main hp atau sering nongkrong jadi waktu belajar kita berkurang. Akibatnya mahasiswa terjebak di dalam sistem kebut semalam yang meskipun mungkin membantu melewati ujian.namun tidak memberikan pemahaman konsep yang mendalam.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Nah jadi kesimpulannya bahwa matematika adalah keterampilan yang bisa di kuasai oleh siapa saja yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh, dengan menjaga semangat dan terus bertanya dan berusaha ketika menemukan kesulitan kita tidak hanya belajar angka tetapi juga belajar untuk tangguh dalam menghadapi tantangan intelektual apapun.
Setuju banget, Pak Pertanyaan 'mulai dari mana' ini memang sering bikin bingung orang tua maupun siswa sendiri. kasih jawaban yang sangat jelas kalau dasar yang kuat itu lebih penting daripada buru-buru lanjut ke materi yang susah. Tipsnya sangat aplikatif buat membangun pondasi matematika yang asyik sejak dini.
BalasHapusNama : Nadia Vega
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2386206063
Saya merasa artikel ini memberi perspektif yang segar dan realistis soal proses belajar matematika. Penekanan pada pentingnya memahami prinsip dasar dulu sebelum terburu-buru mengerjakan soal sulit membuat saya berpikir ulang tentang cara saya belajar selama ini. Artikel ini membuat saya sadar bahwa matematika bukan soal cepat bisa, tapi soal cara kita membangun fondasi pemahaman secara bertahap. Penjelasan-penjelasan kecil yang diberikan terasa sangat membantu untuk memulai belajar dengan percaya diri.
Nama : Nadia Vega
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2386206063
Artikel ini menurut saya sangat membantu, terutama buat yang sering merasa bingung ketika memulai belajar matematika. Penjelasan yang ringan dan step-by-step membuat topik yang biasanya terasa menakutkan jadi lebih pendekatan dan mudah dimengerti. Saya suka bagaimana penulis mengajak pembaca fokus dulu ke konsep dasar sebelum beralih ke soal-soal yang lebih rumit itu menurut saya strategi belajar yang sangat efektif. Artikel ini jadi pengingat bahwa memahami fondasi adalah kunci supaya selanjutnya belajar matematika bisa berjalan lebih lancar.
Nama : Nadia Vega
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2386206063
Setelah membaca artikel ini, saya jadi bertanya-tanya: bagaimana cara terbaik membantu siswa yang sudah terlanjur merasa takut atau trauma dengan matematika agar bisa kembali membangun pemahaman dari dasar? Apakah ada strategi khusus yang bisa digunakan guru atau orang tua supaya proses mengulang konsep dasar tidak terasa membosankan, tetapi justru memotivasi siswa untuk mencoba lagi?
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin menjawab pertanyaan dari kak Nadia, mungkin cara terbaik menurut saya yaitu dengan menghapus label matematika itu serius, guru atau orang tua bisa nih mengganti soal-soal di kertas dengan permainan atau tantangan nyata, seperti mengajak anak-anak membagi potongan pizza atau menghitung skor pertandingan bola favorit mereka dari pada mengerjakan sepuluh soal pembagian yang membosankan.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari kak Nadia
Nama : Nadia Vega
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2386206063
Artikel ini menekankan pentingnya memulai belajar matematika dari konsep dasar. Pertanyaan saya, bagaimana cara menentukan konsep dasar mana yang perlu diprioritaskan ketika kemampuan siswa sangat beragam? Selain itu, bagaimana strategi agar siswa tidak hanya paham konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyelesaikan soal secara mandiri?
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Halo Nadia! Pertanyaan kamu menarik banget nih. Kalau menurut pandangan aku setelah baca artikelnya, untuk menentukan konsep mana yang diprioritaskan di tengah kemampuan siswa yang beragam, kita bisa mulai dengan memperkuat fondasi paling dasar, yaitu operasi hitung sederhana (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian). Karena artikel tersebut menyebutkan bahwa masalah utama sering kali bukan pada materi yang sulit, tapi pada pemahaman dasar yang belum tuntas.
Nah, supaya siswa nggak cuma paham konsep tapi juga bisa mandiri, strateginya bisa dengan:
1. Menghubungkan ke realitas: Ajak siswa melihat matematika sebagai alat bantu di kehidupan sehari-hari, bukan cuma deretan angka di buku. Kalau mereka merasa butuh, biasanya rasa ingin tahu dan kemandiriannya akan muncul sendiri.
2. Latihan bertahap: Mulai dari soal yang sangat sederhana untuk membangun kepercayaan diri mereka dulu.
3. Belajar dari kesalahan: Seperti kata artikelnya, jangan takut salah. Kita perlu menciptakan suasana kelas di mana proses mencoba itu lebih dihargai daripada sekadar hasil akhir yang benar.
Intinya, kalau konsep dasarnya sudah matang, materi sesulit apa pun ke depannya akan terasa lebih ringan buat mereka. Semangat ya calon rekan guru!
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin manjawab pertanyaan dari kak Nadia, menurut saya cara menentukan prioritas di kelas guru bisa memberikan tiga hingga lima soal dari tingkat yang paling mudah hingga sampai yang menantang, dari situlah guru bisa melihat di mana kebanyakan siswa mentok, dan supaya siswa tidak cuman paham konsep guru bisa mulai dengan mengerjakan soal bersama-sama di papan tulis lalu beri soal serupa yang di kerjakan berpasangan, lalu terakhir biarkan mereka mengerjakannya sendiri.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari kak Nadia
Nama: Selma Alsayanti Mariam
BalasHapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya setuju sekali sama materi ini, karena belajar matematika itu memang butuh mindset yang benar terlebih dahulu. kalau dari awal sudah mikir "saya tidak akan bisa", ya wassalam. padahal sekarang sumber belajar sudah banyak sekali, ada YouTube sampai aplikasi seperti photomath. yang penting itu mau berusaha dan konsisten.
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
HapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
saya setuju dengan selam, Betul kata mu, kalau mindset-nya sudah menutup duluan, alat secanggih apa pun jadi tidak berguna. Kuncinya memang di kemauan untuk mencoba dan konsistensi tugas kita tinggal memicu sedikit rasa percaya diri itu supaya mereka mau mulai lagi.
nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
npm:2386205092
Artikel ini punya poin yang bagus banget buat siapa saja yang merasa matematika itu musuh bebuyutan. Penjelasan di situ nekanin kalau matematika gak cuma angka di atas kertas, tapi alat buat bantu kita ambil keputusan di dunia nyata. Kalau kita tahu fungsinya buat ngatur keuangan atau masak, rasa malas belajarnya biasanya bakal berkurang sedikit demi sedikit.
nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
npm:2386206092
Langkah awal yang paling masuk akal adalah mengenali kemampuan diri sendiri. Kita nggak perlu langsung lompat ke materi yang susah kalau dasar dasarnya belum matang. Di artikel tadi disebutkan pentingnya tes mandiri supaya kita tahu titik lemah kita di mana. Fokus ke situ dulu sebelum lanjut ke topik yang lebih berat biar nggak gampang menyerah di tengah jalan.
nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
Npm:2386206092
ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa langsung dicoba
• Sisihkan waktu cuma 10 sampai 15 menit tiap hari buat latihan soal biar tangan terbiasa.
• Pakai bantuan aplikasi kayak Photomath atau nonton video di YouTube kalau penjelasan di buku terasa membosankan.
• Bikin catatan yang rapi dan kasih warna warna supaya rumus yang rumit lebih enak dipandang.
• Jangan belajar sendirian terus, ajak teman buat diskusi biar ada sudut pandang lain yang bisa bantu kamu paham.
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Halo, Syahrul! Tips yang kamu bagikan sangat bermanfaat. Aku setuju soal poin jangan belajar sendirian terus. Diskusi dengan teman memang seringkali membuka sudut pandang baru yang bikin materi sulit jadi lebih mudah dimengerti.
Satu lagi, ide kamu tentang membuat catatan yang berwarna-warni itu keren banget buat ngurangin rasa bosan pas belajar rumus yang rumit. Makasih ya, Syahrul, sudah memberikan langkah-langkah konkret yang bisa langsung kita praktikkan biar belajar matematika jadi lebih asik!
nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
Npm:2386206092
Satu hal yang menarik dari artikel ini tuh adalah soal membangun pondasi yang kuat. Sering kali orang gagal paham matematika karena mereka menyepelekan hal dasar kayak perkalian atau pecahan. Padahal, kalau dasarnya sudah mantap, materi kayak aljabar atau geometri bakal terasa jauh lebih ringan. Jadi, jangan malu buat belajar ulang materi dasar kalau memang itu yang bikin kamu macet.
nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
npm:2386206092
Pemanfaatan teknologi juga jadi kunci yang nggak boleh dilewatkan. Sekarang sudah banyak banget sumber belajar gratis yang visualnya bagus dan penjelasannya lebih luwes daripada guru di kelas. Gunakan alat alat ini sebagai pendukung, bukan cuma buat cari jawaban instan, tapi buat mengerti alur berpikirnya sampai ketemu angka akhirnya.
nama:syahrul
BalasHapuskelas:5D
npm:2386206092
Terakhir, yang paling menentukan adalah cara kita memandang kesalahan. Kalau salah hitung, anggap saja itu bagian dari proses, bukan tanda kalau kita bodoh. Sikap penasaran dan rasa percaya diri pelan-pelan bakal tumbuh kalau kita konsisten berlatih. Matematika itu keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja, asalkan ada niat buat mencoba terus tanpa takut salah.
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Materi ini memberikan sudut pandang berbeda dimana kalau belajar matematika itu bukan soal cepat - cepat selesai dalam mengerjakan soal, tapii soal berani memulai dari pemahamn dasar pasti akan lebih mudah. Terkadang kita terlalu fokus ke hasil padahal yang bikin paham justru proses kecil seperti mengkaitkan hitungan dengan hal sehari - hari. kalauu mindset ini dipakai dikelas, pasti matematika akan terasa lebih ramah dan ngga semenakutkan itu...
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Yang menarik dari materi ini adalah penekananya bahwa kalau kita bingung dalam menghadapi matematika itu wajar. Justru dari situ guru dan siswa bisa sama - sama sadar betapa pentingnya pondasi dalam memahami sebuah konsep. Kalau siswa diajak pelan - pelan, pakai tujuan yang jelas dan contoh yang nyata, belajar matematika pasti bisa berubag dari yang menurut kita beban menjadi tantangan yang seru..
Nama : Putri Anggraeni
HapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
Halo Erlynda! Menarik sekali poin yang kamu ambil tentang bingung itu wajar. Artikel tersebut memang seolah memvalidasi kalau proses belajar itu nggak harus selalu mulus di awal. Aku setuju kalau peran guru sangat penting untuk mengajak siswa pelan-pelan memahami konsep lewat contoh nyata. Dengan begitu, matematika nggak lagi jadi "beban" tapi jadi "tantangan yang seru" seperti yang kamu bilang. Kesadaran bersama antara guru dan siswa soal pentingnya pondasi dasar ini memang kunci utama keberhasilan belajar. Mantap pendapatnya!
Nama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Setelah saga baca ulang materi ini menurut saya sangat relevan karena menjawab kebingungan yang sering dialami siswa bahkan guru tentang dari mana seharusnya pembelajaran matematika dimulai dan juga materi ini menekankan bahwa belajar matematika tidak langsung pada rumus, tetapi perlu dimulai dari pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan siswa, kemudian secara bertahap menuju simbol dan konsep abstrak, selain itu saya setuju bahwa banyak kesulitan belajar matematika muncul karena siswa langsung dihadapkan pada simbol dan prosedur, tanpa memahami makna di baliknya. Dengan memulai dari aktivitas nyata, seperti menghitung benda di sekitar, mengukur panjang dengan alat sederhana, atau membandingkan jumlah melalui gambar, siswa dapat membangun pemahaman konsep secara alami.
setuju dengan sinta, matematika itu harus dimulai dari konkret ke abstrak. Memang betul, banyak orang stres karena langsung dipaksa menghafal rumus (simbol) tanpa tau maknanya. Padahal, jika dimulai dari pengalaman nyata seperti menghitung benda atau mengukur ruang, otak akan lebih mudah membangun logika sebelum akhirnya menggunakan rumus-rumus tersebut. Intinya Paham maknanya dulu, baru pakai rumusnya.
HapusHanifah
BalasHapus5C
2386206073
Materi ini mengingatkan bahwa banyak siswa yang merasa kesulitan dalam matematika karena fondasi awalnya tidak kokoh. Belajar matematika harusnya dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak bisa memahami makna angka dan operasi dasar.
Materi ini berpesan bahwa setiap perjalanan besar dalam matematika dimulai dari langkah kecil yang bermakna. Dengan memahami dasar-dasar bilangan dan operasi, siswa akan lebih percaya diri menghadapi materi yang lebih kompleks.
HapusMateri ini menekankan bahwa belajar matematika sebaiknya dimulai dari:
Hapus1. Bilangan dan operasi dasar sebagai fondasi berpikir matematis
2. Pola dan hubungan sederhana untuk melatih kemampuan analisis
3. Konteks nyata agar siswa melihat relevansi matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Putri Anggraeni
BalasHapusNPM : 2386206022
Kelas : VB (PGSD)
artikelnya sangat menarik dan membantu banget buat kami calon guru SD untuk punya perspektif baru tentang matematika!
Setelah saya baca, pada poin nomor 3 tentang "Membangun Basis yang Kuat", itu terasa sekali sisi konstruktivismenya. Di mana kita diajak untuk tidak langsung lompat ke materi sulit, tapi membangun struktur pengetahuan dari yang paling dasar dulu. Karena pada dasarnya, belajar itu kan menyusun kepingan pemahaman lama dengan yang baru.
Lalu pada poin nomor 6 tentang "Menggunakan Matematika dalam Dunia Nyata", ini nyambung banget sama teori Konstruksionisme. Belajar matematika jadi jauh lebih bermakna kalau siswa diajak "mengonstruksi" atau membuat sesuatu yang konkret, seperti proyek atau praktek belanja dan memasak. Dengan begitu, matematika bukan lagi sekadar angka di kertas, tapi jadi pengalaman nyata yang bisa mereka ingat terus.
Tips di artikel ini bikin saya makin sadar kalau tugas kita nanti di kelas bukan cuma kasih rumus, tapi membantu anak-anak untuk "membangun" sendiri pemahaman mereka lewat cara-cara yang asik dan realistis. Terima kasih banyak Pak
Saya setuju dengan pendapat putri bahwa membangun basis yang kuat memungkinkan siswa memahami konsep matematika dengan lebih baik dan mendalam.
HapusMenggunakan matematika dalam dunia nyata membuat siswa melihat relevansi dan aplikasi praktis dari konsep matematika, sehingga meningkatkan motivasi dan minat belajar.
Pendekatan konstruktivisme dan konstruksionisme memungkinkan siswa aktif membangun pemahaman mereka sendiri, bukan hanya menerima informasi pasif.
Dengan demikian, siswa lebih cenderung mengingat dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
kalau kamu bingung mulai belajar matematika dari mana itu wajar banget banyak orang bertanya hal yang sama karena matematika sering terasa kayak dunia terpisah yang tiba tiba harus kita pahami tanpa ada arahan yang jelas saya sendiri merasa kalau belajar matematika itu sebenarnya bukan soal langsung loncat ke materi sulit tapi kembali ke hal paling dasar dulu
Nama : Shela Mayangsari
BalasHapusNpm : 2386206056
Kelas : V C
Menurut saya, materi ini sangat membantu terutama bagi orang yang sering bingung harus mulai belajar matematika dari mana. Penjelasannya runtut, mulai dari menumbuhkan kesadaran akan manfaat matematika, memperkuat dasar, sampai membangun sikap positif saat belajar. Langkah-langkah yang diberikan juga terasa realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti contoh belanja, memasak, dan penggunaan teknologi. Materi ini memberi motivasi bahwa belajar matematika tidak harus langsung sulit, tetapi bisa dimulai pelan-pelan, konsisten, dan disesuaikan dengan kemampuan diri masing-masing.
Nama : Miftahul hasanah
BalasHapuskelas : 5C
npm : 2386206040
artikel ini menjelaskan bahwa memulai belajar matematika yang efektif sebaiknya diawali dengan memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari, menentukan kemampuan diri serta tujuan belajar, sampai membangun dasar konsep yang kuat sebelum ke materi yang lebih kompleks, serta menggunakan berbagai sumber belajar seperti buku, video, dan aplikasi. Kalau begitu, menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif agar siswa bisa konsisten menerapkan langkah-langkah awal itu dalam pembelajaran harian di kelas, terutama ketika beberapa siswa masih menganggap matematika sulit dan kurang relevan dengan kehidupan mereka?
Strategi efektif untuk membuat siswa konsisten menerapkan langkah-langkah awal itu adalah dengan membuat matematika relevan dengan kehidupan mereka. Mungkin bisa menggunakan cara:
Hapus- Mulai dengan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan siswa
- Gunakan proyek atau tugas yang memungkinkan siswa menerapkan konsep matematika dalam konteks yang bermakna
- Berikan umpan balik positif dan apresiasi atas usaha siswa
- Buat suasana kelas yang mendukung dan kolaboratif
- Libatkan siswa dalam menentukan tujuan dan target belajar mereka sendiri
Dengan demikian, siswa lebih cenderung melihat nilai dan relevansi matematika, sehingga lebih termotivasi untuk belajar.
nama:erfina feren heldiana
Hapuskelas:5c
izin menanggapin pernyataan dari mifta menurut saya bikin soal matematika tuh nggak cuma angka saja, tapi dikaitin sama hal-hal yang deket sama hidup mereka. Misal, pake contoh belanja, game, atau hitungan sehari-hari. Terus tiap awal pelajaran, ajak mereka ngecek dulu kemampuan diri sama tujuan belajar, biar mereka ngerti ‘ini belajar apa ya’. Nah, supaya konsisten, bikin rutinitas kecil yang asik, kayak quiz seru, atau kerja kelompok, jadi mereka ngerasa belajar itu nggak berat dan relevan dengan kehidupan sehari hari mereka.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin menjawab pertanyaan dari kak Miftahul, menurut saya strategi paling efektif agar siswa bisa konsisten adalah dengan membawa matematika ke meja makan artinya guru harus sesering mungkin menghubungkan materi hari itu dengan hal-hal yang benar-benar mereka sukai atau alami setiap hari.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari kak Miftahul
nama:erfina feren heldiana
BalasHapuskelas:5c
artikel ini juga menyoroti pentingnya menetapkan tujuan jelas dan menggunakan sumber belajar yang beragam, termasuk platform online atau aplikasi pembelajaran, agar proses belajar matematika lebih terstruktur dan menarik. Namun di kelas nyata seringkali waktu terbatas dan siswa memiliki berbagai gaya belajar yang berbeda-beda. Menurut Bapak, bagaimana cara guru menyesuaikan penggunaan sumber belajar yang beragam itu supaya semua siswa tetap termotivasi dan tidak kewalahan, misalnya ketika memilih antara video tutorial, aplikasi interaktif, atau pembelajaran kontekstual langsung di kelas?
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin menjawab pertanyaan dari Erfina, menurut saya kuncinya bukan pada seberapa banyak sumber belajar yang dipakai, tapi pada porsi dan kombinasi yang pas, guru bisa menggunakan prinsip kenalkan, tunjukkan, dan coba, lalu guru mulai dengan pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan masalah nyata biar siswa paham gunanya.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Erfina
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
BalasHapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
setuju pak dengan mater ini, belajar matematika sebenarnya tidaklah sulit asalkan kita mau memulainya dari dasar dan yakin bahwa kita pasti bisa. Kuncinya adalah dengan rajin berlatih sedikit demi sedikit setiap hari, menggunakan bantuan video atau aplikasi jika bingung, dan selalu ingat bahwa matematika sangat berguna untuk kehidupan kita sehari-hari, seperti saat belanja atau mengatur uang.
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapuskelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin menanggapi ya pak, saya jadi sadar kalau belajar matematika itu memang tidak bisa buru-buru, kita harus tahu dulu posisi kemampuan kita ada di mana, kalau dasarnya saja masih bingung tapi dipaksa lanjut ke materi berat, ya pasti bakal makin benci sama matematika.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Menyambung poin diatas, saya setuju pada poin ke tiga soal membangun dasar yang kuat itu penting sekali, kadang kita gengsi mau mengulang pelajaran SD seperti pecahan atau pembagian, padahal itu pondasinya kalau pondasinya goyah mau belajar aljabar setinggi apa pun pasti bakal roboh juga.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Masih menyambung poin diatas, saya suka saran poin enam tentang menerapkan matematika di dunia nyata, ternyata masak atau belanja itu cara paling asyik buat melatih logika matematika tanpa merasa seperti sedang belajar, jadi tidak melulu soal rumus mati di buku.
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Nah ditambah lagi sekarang ada sumber belajar yang beragam seperti di poin lima, kalau dulu cuma bisa lewat buku teks yang membosankan, sekarang kalau bingung tinggal cari video tutorial atau pakai aplikasi interaktif, belajar jadi terasa lebih modern dan tidak kaku lagi.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Izin memberikan sedikit pandangan berbeda ya, Elin. Meskipun menyarankan untuk mulai dari dasar itu bagus, menurut saya pendekatan mulai dari materi paling bawah bisa jadi membosankan bagi sebagian orang dan malah mematikan semangat. Terkadang, lebih efektif jika kita mulai dari masalah nyata yang ingin kita pecahkan (pendekatan top-down), lalu baru kita mundur mempelajari teori dasarnya saat kita membutuhkannya. Jika kita selalu mulai dari dasar tanpa tahu kegunaannya untuk apa, belajar matematika seringkali terasa hambar. Bagaimana pendapat Buya tentang pendekatan belajar yang berbasis masalah (Problem-Based) seperti ini?
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin menambahkan lagi pak, semua poin di atas sangat penting tapi yang paling penting ya poin terakhir yaitu tetap punya sikap positif, mau pakai teknologi atau metode sehebat apa pun kalau sudah takut duluan pasti susah masuknya, intinya jangan takut salah karena dari kesalahan itulah kita jadi makin paham.
Nama : Alya Salsabila
BalasHapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Terima kasih sharing nya, Pak. Tulisan ini menjawab kebingungan saya kalau nanti dapat tugas mengajar di kelas rendah. Ternyata kuncinya bukan di seberapa banyak materi yang diberikan, tapi di titik awal mana kita mengajak anak masuk ke dunia matematika agar mereka merasa butuh dengan ilmu tersebut.
Nama : Alya Salsabila
HapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Artikel ini jadi pengingat buat saya kalau tugas guru SD itu bukan cuma bikin anak pintar matematika, tapi yang lebih sulit adalah gimana caranya supaya anak nggak 'takut' duluan sama matematika. Penjelasan Bapak tentang tahapan mulai belajar ini sangat mencerahkan untuk persiapan saya magang atau mengajar nanti.
Nama : Alya Salsabila
BalasHapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Pak izin bertanya, untuk anak-anak yang terlanjur punya trauma atau merasa 'bodoh' di matematika karena salah memulai di awal, langkah pertama apa yang paling efektif bagi kita guru kelas untuk mengembalikan rasa percaya diri mereka? terimakasih pak
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
HapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
izin menjawab ya alya, menurut saya, langkah awalnya, coba ajak anak mundur ke materi yang paling mereka kuasai supaya mereka merasa ternyata aku bisa ya gitu terus berikan mereka banyak kemenangan kecil lewat soal mudah, puji prosesnya bukan cuma hasilnya, dan buat suasana belajar yang santai agar mereka nggak takut salah lagi.
Nama : Putri Lestari Pinang
BalasHapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
Izin menyimpulkan Pak, Saya setuju Pak bahwa mulai dengan nyadar kalo matematika itu bukan cuma soal ngitung angka di kertas doang, tapi alat buat bantu hidup makin simpel. Pas paham manfaatnya, kayak gimana cara ngitung diskon belanjaan biar nggak rugi atau gimana logika matematika ngebantu ambil keputusan yang masuk akal, belajarnya pasti jadi kerasa jauh lebih seru dan nggak beban Pak. bakal sadar kalo matematika itu ada di mana-mana, mulai dari cara algoritma medsos kerja sampe cara ngatur duit jajan, jadi pas nanti masuk ke rumus yang ribet udah punya alasan kuat kenapa harus bisa naklukin itu materi.
NAMA:VIRGINIA JAU
BalasHapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Selamat siang pak terimaksih banyak atas artikel yang sudah bapak tulis ini .Artikel ini benar-benar membuka wawasan saya tentang bagaimana seharusnya memulai belajar matematika dengan benar. Selama ini saya sering merasa matematika itu sulit karena langsung fokus ke soal-soal tanpa memahami konsep dasarnya. Setelah membaca artikel ini, saya jadi paham bahwa belajar matematika perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari hal paling dasar dan disesuaikan dengan kemampuan diri sendiri. Penjelasannya juga ringan dan tidak terkesan menggurui, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Terima kasih sudah menulis artikel yang sangat bermanfaat dan memotivasi untuk belajar matematika dengan cara yang lebih terstruktur.
NAMA:VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Saya juga sangat setuju dengan isi artikel ini, karena pengalaman pribadi saya juga menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika sering kali muncul karena salah langkah di awal. Dulu saya merasa minder dan takut setiap kali bertemu pelajaran matematika, tapi ternyata masalahnya bukan pada kemampuannya, melainkan cara belajarnya. Artikel ini mengingatkan bahwa memahami konsep dasar, banyak berlatih, dan tidak terburu-buru adalah kunci utama. Penyampaiannya sederhana namun bermakna, sehingga cocok dibaca oleh pelajar maupun orang tua yang ingin membantu anaknya belajar. Artikel seperti ini sangat dibutuhkan agar matematika tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan.
NAMA;VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Artikel ini juga sangat inspiratif dan relevan, terutama bagi anak-anak yang sering merasa bingung harus mulai dari mana ketika belajar matematika. Penjelasan tentang pentingnya memahami dasar sebelum melangkah ke materi yang lebih sulit sangat tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan. Saya juga suka bagaimana artikel ini memberikan motivasi agar tidak mudah menyerah dan tetap konsisten dalam belajar. Menurut saya, artikel ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun mindset bahwa matematika bisa dipelajari oleh siapa saja jika caranya tepat. Semoga ke depannya ada artikel lanjutan yang membahas contoh metode belajar atau latihan soal yang efektif
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
Mulai belajar matematika itu nggak harus rumit intinya mulai dari yang paling dasar dulu latihan kecil tapi konsisten pakai cara yang kamu nyaman lihat matematika sebagai sesuatu yang berguna bukan menakutkan kalau kamu konsisten dan sabar kemampuanmu pasti berkembang karena matematika itu bukan soal bakat tapi usaha dan kebiasaan
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
HapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
setuju dengan arjuna, karena pada dasarnya matematika adalah sebuah "otot" yang akan semakin kuat jika terus dilatih. betul bahwa matematika bukanlah soal bakat lahir, melainkan tentang membangun kebiasaan dan ketekunan dalam memecahkan masalah.
Memulai dari hal yang paling dasar adalah strategi yang paling cerdas, karena itu akan memberikan kita rasa percaya diri sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar. Dengan melihat matematika sebagai alat bantu yang bergunadalam kehidupan, ketakutan kita akan berubah menjadi rasa ingin tahu yang besar. Jika kita mampu menjaga konsistensi dan kesabaran seperti yang kamu sampaikan, maka setiap kesulitan yang kita temui bukan lagi dianggap sebagai penghalang, melainkan sebagai anak tangga untuk menuju pemahaman yang lebih dalam.
HapusKelas : 5D PGSD
BalasHapusNPM : 2386206113
Artikel ini menggarisbawahi bahwa belajar matematika itu bukan asal buka buku dan ngitung soal, tapi dimulai dari memahami dulu kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita tahu kenapa matematika itu penting seperti dalam menghitung uang belanja, bikin anggaran, atau menyelesaikan masalah praktis motivasi belajar jadi lebih kuat dan logis. Ini penting karena banyak orang yang malas belajar matematika justru karena mereka belum melihat manfaatnya secara nyata. Pembahasan diatas juga menyarankan supaya sebelum belajar jauh, kita melakukan evaluasi diri dulu misalnya tahu mana yang sudah mampu dikerjakan dan mana yang masih bikin bingung. Hal ini mirip dengan tes awal agar kita tahu mau ditingkatkan dari mana. Setelah itu baru kita menetapkan tujuan belajar yang jelas, misalnya “mau paham operasi hitung pecahan minggu ini” atau “mau belajar aljabar dasar bulan ini”. Dengan begitu proses belajarnya terasa lebih terarah dan tidak asal ikut-ikutan saja.
NPM : 2386206113
HapusDalam Artikel ini menyarankan penggunaan sumber belajar yang beragam seperti buku teks, video pembelajaran, aplikasi interaktif, atau belajar kelompok. Ini membantu kita supaya tidak bosan atau stuck di satu pendekatan saja karena setiap orang punya gaya belajar yang berbeda. Misalnya ada yang suka belajar lewat video visual, ada yang suka latihan soal langsung, ada yang suka berdiskusi. Salah satu poin yang menarik adalah anjuran untuk mencoba menerapkan matematika yang dipelajari dalam situasi nyata seperti menghitung diskon belanja, mengukur bahan saat memasak, atau menghitung waktu. Ketika matematika terasa berguna dalam kehidupan sehari-hari, bukan cuma angka di buku, maka belajar jadi lebih menarik dan bermakna.
Kelas : 5D PGSD
BalasHapusNPM : 2386206113
Belajar matematika kan kadang bikin stress. Apa sih tipsnya supaya nggak cepat bosan atau merasa stuck gitu?
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
HapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
izin menjawab apriliana, menurut saya, Menghadapi rasa jenuh atau buntu saat belajar matematika adalah hal yang wajar, namun hal itu bisa diatasi dengan mengubah pola belajar menjadi lebih santai namun konsisten. Salah satu cara efektif adalah dengan menggunakan Teknik Pomodoro, yaitu belajar secara fokus selama 25 menit, lalu memberikan diri sendiri istirahat selama 5 menit untuk sekadar meregangkan badan agar otak tidak mengalami kelelahan yang berlebih.
Agar tidak merasa bosan, cobalah untuk memvariasikan sumber belajarjika membaca buku terasa menjemukan, beralihlah ke video animasi atau permainan logika berbasis matematika yang lebih interaktif. Selain itu, hindari terpaku pada satu soal sulit terlalu lama. Jika kamu merasa benar-benar stuck, lebih baik tinggalkan sejenak soal tersebut, kerjakan soal lain yang lebih mudah untuk mengembalikan rasa percaya diri, atau carilah perspektif baru melalui diskusi dengan teman dan pengajar.
HapusPenting juga untuk merayakan pencapaian kecil, seperti berhasil menyelesaikan satu rumus yang tadinya dianggap mustahil, agar motivasi tetap terjaga. Terakhir, cobalah untuk selalu mencari tahu "kenapa" rumus itu ada, bukan hanya sekadar menghafalnya, karena memahami alur logika di balik sebuah angka akan membuat matematika terasa seperti memecahkan sebuah teka-teki yang seru daripada sekadar tugas sekolah.
HapusNama : Reslinda
BalasHapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Artikel ini sangat membantu buat siapa saja yang sering merasa mentok atau bingung harus mulai dari mana saat belajar matematika. Saya sangat setuju dengan poin Buya bahwa kita tidak boleh malu untuk kembali ke materi dasar, bahkan jika itu materi SD, karena matematika itu ilmu yang berjenjang. Artikel ini memberikan semacam roadmap yang jelas bagi mereka yang ingin memperbaiki pemahaman matematikanya secara mandiri.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Setelah kita tahu titik mulai kita (misalnya dari konsep pecahan), bagaimana cara menjaga konsistensi agar tidak cepat bosan atau merasa kewalahan saat materi mulai sulit? Adakah tips agar jadwal belajar mandiri ini tetap terjaga? Dan menurut Bapak serta teman-teman, apakah lebih baik menguasai satu topik sampai benar-benar mahir (level mahir) baru pindah ke topik lain, atau lebih baik belajar beberapa topik dasar secara paralel agar kita bisa melihat keterkaitannya? Terima kasih sebelumnya.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Saya sangat sepakat bahwa 'mulai dari dasar' adalah kunci. Banyak orang benci matematika sebenarnya bukan karena tidak mampu, tapi karena ada lubang di pemahaman dasarnya yang belum ditambal. Jika dasar penjumlahan atau perkalian saja belum lancar, tentu belajar aljabar akan terasa seperti mimpi buruk. Strategi yang Buya paparkan ini sangat realistis dan manusiawi untuk diterapkan oleh siapa pun.
Wah materi ini relate bgt ni pergumulan dibangku sekolah, pas poin nomor 2 (Uji Diri) itu relate banget. Banyak orang gagal belajar matematika karena mereka sok tahu atau langsung loncat ke materi susah padahal dasarnya bolong. Mengambil tes diagnostik itu ibarat general check-up sebelum olahraga berat. Kalau kita tahu penyakit kita di mana (misalnya lemah di pembagian), kita nggak akan kaget pas ketemu aljabar.
BalasHapusNama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Wah materi ini relate bgt ni pergumulan dibangku sekolah, pas poin nomor 2 (Uji Diri) itu relate banget. Banyak orang gagal belajar matematika karena mereka sok tahu atau langsung loncat ke materi susah padahal dasarnya bolong. Mengambil tes diagnostik itu ibarat general check-up sebelum olahraga berat. Kalau kita tahu penyakit kita di mana (misalnya lemah di pembagian), kita nggak akan kaget pas ketemu aljabar.
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Saya suka banget saran menyisihkan 10-15 menit sehari. Masalah utama pelajar kita adalah belajar sistem kebut semalam (SKS) pas mau ujian. Padahal, otak itu kayak otot; lebih baik dilatih angkat beban ringan setiap hari daripada angkat beban 100kg cuma sekali sebulan. Latihan rutin ini yang bakal ngebentuk insting matematika.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Poin nomor 8 tentang Rasa Ingin Tahu itu koentji. Guru yang hebat bukan yang cuma ngasih jawaban, tapi yang bisa bikin siswanya kepooo atau penasaran. Kalau rasa ingin tahu sudah muncul, belajar matematika nggak akan berasa kayak tugas, tapi berasa kayak lagi mecahin teka-teki atau main game.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Saya ada pertanyaan, Di poin nomor 5, lo sebutin aplikasi kayak Photomath atau Mathway itu untuk 'membantu, bukan menyalin jawaban'. Sebagai calon guru, gimana cara lo ngajarin siswa buat pake aplikasi itu secara 'bijak'? Karena jujur aja, godaan buat langsung copy-paste jawaban demi nilai bagus itu gede banget buat anak jaman sekarang
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin menanggapi pak,Menurut saya, artikel ini sangat membantu karena mengingatkan bahwa belajar matematika sebaiknya dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan memulai dari hal sederhana, siswa bisa lebih mudah memahami konsep sebelum masuk ke soal yang lebih sulit. Saya rasa cara ini juga bisa membuat siswa lebih percaya diri.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
HapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin bertanya pak,contoh pengalaman nyata apa yang paling efektif digunakan supaya siswa bisa mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari mereka?
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Yorma, contoh pengalaman nyata yang paling efektif adalah aktivitas yang melibatkan transaksi uang jajan dan kegiatan di dapur, saat anak membeli jajanan di kantin atau warung mereka langsung belajar konsep pengurangan dan penjumlahan melalui uang kembalian secara nyata, selain itu mengajak anak membantu memasak juga sangat ampuh untuk mengenalkan konsep pengukuran berat, volume air, hingga perbandingan bahan makanan, pengalaman-pengalaman langsung seperti inilah yang membuat anak sadar bahwa matematika itu hidup dan ada di sekitar mereka, bukan sekadar angka mati di atas kertas.
semoga dapat menjawab pertanyaan dari Yorma
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin menanggapi pak,Saya setuju dengan bagian yang menekankan pentingnya memahami konsep dulu sebelum langsung ke soal. Kalau siswa hanya diberi soal tanpa tahu konsepnya, mereka bisa cepat bingung atau salah paham. Dengan memahami konsep, siswa bisa lebih mudah menyelesaikan soal dan berpikir logis ketika menghadapi soal yang lebih kompleks.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin menanggapi pak,Artikel ini menekankan pentingnya kesabaran dan latihan rutin. Saya setuju karena matematika memang butuh waktu dan latihan supaya bisa dikuasai. Saya rasa guru bisa membuat latihan tetap menarik dengan tantangan kecil atau permainan supaya siswa tetap semangat belajar dan tidak cepat bosan.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
HapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin bertanya pak,Bagaimana guru bisa menerapkan pembelajaran bertahap agar siswa tidak merasa terbebani, dan kapan saat yang tepat untuk naik ke materi yang lebih sulit?
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
izin menjawab pertanyaan dari Yorma, agar siswa tidak merasa terbebani guru sebaiknya memulai dengan mengaitkan materi ke kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari, sehingga matematika tidak terasa seperti deretan rumus mati melainkan alat yang berguna, guru juga perlu memberikan pilihan cara belajar dan memecah materi menjadi bagian-bagian kecil agar siswa merasakan kemenangan-kemenangan kecil yang menjaga motivasi mereka tetap tinggi, saat yang tepat untuk naik ke materi yang lebih sulit adalah ketika siswa sudah menunjukkan kemandirian dan kepercayaan diri pada tahap saat ini.
Semoga dapat menjawab pertanyaan dari Yorma
NAMA:VIRGINIA JAU
BalasHapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Wah artikel ini menurut aku tuh bener-bener ngasih pencerahan buat orang yang ngerasa “mati gaya” waktu mikir harus mulai belajar matematika dari mana. Aku suka banget pas baca langkah pertama yang ngomongin pentingnya ngerti dulu manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari — karena emang bener banget, kita tuh sering pengen ngerti sesuatu tapi malah ngerasa susah karena nggak tahu manfaatnya buat kita, kan? Di artikel itu dijelasin contoh-contohnya kayak ngatur uang, ngitung diskon, sampai logika buat nyelesain masalah. Itu menurut aku bikin kita sadar bahwa matematika tuh gak jauh dari hidup kita sehari-hari walaupun seringnya kita cuma mikir “ini kan pelajaran sekolah aja”. Setelah baca ini, aku jadi ngerasa belajar matematika itu gak sekedar ngerjain soal, tapi buat nambah skill supaya kita bisa mikir lebih sistematis buat ngadepin masalah nyata.
NAMA:VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Aku ngerasa artikel ini relevan banget buat yang kadang stuck pas mulai belajar matematika karena terlalu fokus ke “apa rumusnya”, bukan dari dasarnya dulu. Di poin kedua dan ketiga, artikel itu ngajak kita buat tahu dulu kemampuan diri sendiri, lalu bangun basis dasar yang kuat kayak operasi hitung, pecahan, desimal — hal-hal yang sering kita lupa tapi sebenernya penting banget. Itu tuh semacam reminder buat aku juga kalau kita itu belajar matematika bukan dalam semalam jadi pintar, tapi harus ada proses yang teratur dan konsisten. Terus juga artikel itu ngajak kita buat ngembangin teknik belajar yang efektif, misalnya latihan rutin, bikin catatan yang rapi, dan evaluasi diri. Itu menurut aku hal yang sering kita lewatkan — kita ngerjain soal tapi nggak pernah balik lagi buat lihat kenapa kita salah dan gimana caranya benerin pemahaman kita. Jadi artikel ini gak sekedar ngasih langkah tapi juga ngasih semacam mental untuk gak takut salah dan terus berproses.
NAMA:VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Yang aku suka dari artikel ini tuh bukan sekedar tips teknisnya aja, tapi juga cara pandang positif terhadap matematika yang dibangun dari awal sampai akhir. Di artikel itu ditekankan kalau belajar itu proses — bukan cuma hafalin rumus atau takut duluan, tapi paham kenapa kita perlu ngerti sesuatu dan bagaimana cara kita bisa serius tapi tetap enjoy ngelarin prosesnya. Termasuk juga bagian yang bilang kita harus siap pakai sumber belajar yang beragam kayak buku, video, aplikasi interaktif — itu menurut aku hal yang penting banget di era digital sekarang, karena ngejaga supaya belajar kita gak monoton dan malah bikin kita makin penasaran buat nyari tahu lebih jauh. Selain itu, poin tentang mencari bantuan kalau susah itu menurut aku sangat realistis karena kadang kita belajarnya sendirian terus mikir “kok aku gak paham ya?”, padahal bisa tanya ke orang atau gabung belajar bareng. Artikel ini tuh bikin aku ngerasa kalau belajar matematika itu sebenernya bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kita temuin di kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang harus ditakutin duluan.