Matematika dan Budaya: Mengenal Etnomatematika dan Penerapannya di Sekolah Dasar

 

Sejarah Etnomatematika

Etnomatematika adalah bidang studi yang relatif baru, namun akarnya dapat ditelusuri kembali ke sejarah panjang hubungan antara budaya dan matematika. Ungkapan  "etnomatematika" pertama kali diperkenalkan oleh Ubiratan D'Ambrosio. Beliau seorang matematikawan dari Brasil, pada tahun 1970-an. Ia mengusulkan bahwa matematika tidak hanya berkembang dalam konteks ilmiah atau formal tetapi juga dalam berbagai budaya dan tradisi. Sejarah etnomatematika mencakup pengakuan bahwa setiap budaya memiliki cara unik dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep matematika, yang seringkali berbeda dari matematika formal yang diajarkan di sekolah-sekolah.

Pada awalnya, etnomatematika dianggap sebagai pendekatan alternatif untuk memahami sejarah matematika, dengan fokus pada bagaimana berbagai kelompok etnis dan budaya telah mengembangkan praktik matematika mereka sendiri. Dalam dekade-dekade terakhir, etnomatematika telah diakui sebagai disiplin penting dalam pendidikan matematika, yang memungkinkan guru dan siswa untuk mengeksplorasi hubungan antara budaya dan matematika secara lebih mendalam.

Pengertian Etnomatematika

Etnomatematika dapat didefinisikan sebagai studi tentang bagaimana berbagai kelompok budaya memahami, mengembangkan, dan menerapkan konsep-konsep matematika. Ini mencakup matematika yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seni, arsitektur, musik, dan berbagai aspek kehidupan lain yang berakar pada budaya tertentu. Etnomatematika tidak hanya memandang matematika sebagai disiplin universal tetapi juga menghargai variasi lokal dalam cara orang berpikir dan beroperasi dengan konsep-konsep numerik.

Dalam konteks pendidikan, etnomatematika bertujuan untuk menghargai dan memanfaatkan pengetahuan matematika yang dimiliki oleh berbagai budaya, sehingga menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan bagi siswa dari latar belakang budaya yang beragam. Dengan mengakui keberagaman ini, etnomatematika juga memperkaya pemahaman kita tentang matematika itu sendiri, menunjukkan bahwa matematika adalah produk budaya yang hidup dan dinamis.

Prinsip-Prinsip Etnomatematika

Beberapa prinsip utama etnomatematika meliputi:

Pengakuan terhadap Keberagaman Budaya: Etnomatematika mengakui bahwa setiap budaya memiliki cara unik dalam memahami dan menerapkan konsep matematika.

Kontekstualisasi Matematika: Konsep matematika diajarkan dalam konteks budaya yang relevan, membuat matematika lebih berarti bagi siswa.

Kolaborasi Multidisiplin: Etnomatematika melibatkan kolaborasi antara matematika, antropologi, sejarah, dan disiplin ilmu lain untuk memahami bagaimana matematika berkembang dalam berbagai budaya.

Penghargaan terhadap Pengetahuan Lokal: Etnomatematika menghargai dan memanfaatkan pengetahuan matematika lokal yang mungkin diabaikan oleh pendidikan formal.

Inklusivitas dalam Pendidikan: Dengan menerapkan etnomatematika, pendidikan matematika menjadi lebih inklusif dan relevan bagi siswa dari berbagai latar belakang budaya.

Manfaat Etnomatematika

Etnomatematika memiliki berbagai manfaat dalam konteks pendidikan dan masyarakat, antara lain:

Peningkatan Relevansi Pendidikan: Dengan mengaitkan matematika dengan budaya siswa, etnomatematika membuat pembelajaran lebih relevan dan menarik.

Penghargaan terhadap Keragaman Budaya: Etnomatematika mengajarkan siswa untuk menghargai dan memahami keragaman budaya, yang penting dalam masyarakat multikultural.

Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Dengan mempelajari matematika dalam konteks budaya, siswa belajar untuk berpikir kritis tentang cara-cara berbeda dalam memecahkan masalah.

Peningkatan Partisipasi Siswa: Siswa dari latar belakang budaya yang beragam lebih cenderung berpartisipasi aktif dalam pembelajaran matematika ketika mereka melihat hubungan antara matematika dan budaya mereka sendiri.

Pemahaman Matematika yang Lebih Luas: Etnomatematika memperluas pemahaman kita tentang apa yang dianggap sebagai matematika, dengan memasukkan konsep-konsep yang mungkin diabaikan dalam pendidikan formal.

Langkah-Langkah Etnomatematika

Untuk menerapkan etnomatematika dalam pendidikan, beberapa langkah berikut dapat diambil:

Identifikasi Konteks Budaya: Identifikasi aspek-aspek budaya yang relevan dengan matematika, seperti seni, musik, arsitektur, atau kegiatan sehari-hari.

Integrasi dalam Kurikulum: Integrasikan konsep-konsep matematika yang ditemukan dalam konteks budaya ke dalam kurikulum sekolah.

Penggunaan Media dan Alat Peraga: Gunakan alat peraga yang berakar pada budaya lokal untuk membantu siswa memahami konsep matematika.

Kolaborasi dengan Komunitas: Bekerjasama dengan anggota komunitas lokal untuk mengidentifikasi dan mengembangkan materi pembelajaran yang relevan.

Evaluasi dan Refleksi: Secara berkala evaluasi efektivitas pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran, dan refleksikan bagaimana pendekatan ini dapat terus diperbaiki.

Contoh Penerapan Etnomatematika di Sekolah Dasar

Penggunaan Motif Batik dalam Pembelajaran Geometri: Siswa dapat mempelajari konsep simetri dan pola melalui motif-motif batik tradisional.

Pengukuran Tradisional dalam Pembelajaran Matematika: Siswa dapat mempelajari satuan pengukuran tradisional yang digunakan dalam budaya lokal, seperti depa, jengkal, atau hasta.

Permainan Tradisional dalam Pembelajaran Aritmetika: Permainan tradisional yang melibatkan perhitungan, seperti congklak atau dakon, dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep aritmetika.

Proyek Seni Budaya dalam Pembelajaran Matematika: Siswa dapat terlibat dalam proyek seni budaya yang melibatkan perhitungan dan pengukuran, seperti membuat ukiran kayu atau anyaman.

141 Komentar

  1. Wah ternyata matematika sekeren itu loh, mempunya budayanya tersendiri, mereka juga ternyata secara terang-terangan mengajak pendidik untuk menggali budaya apa saja dari berbagai murid untuk dapat mengaitkan matematika dengan budaya murid sendiri, padahal jika dipikir-pikir banyak sekali hal-hal baru yang bisa dikaitkan, tapi matematika malah memilih untuk menggali budaya-budaya agar dapat hidup dan mengaitkannya . oia pak berati para guru atau dosen matematika itu bisa diakatakan etnomatika ya pak ? soalnya kan para guru atau dosen matematika itu juga menerapkan konsep matematika dalam kehidupannya, dalam kegiatan mengajar yang bertahun-tahun. Keren ya,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Iyakan Alusiaa.. Matematika tuh ternyata sekeren itu loh!

      Aku juga dari dulu tuh selalu mikir kalau pelajaran matematika itu pasti pusing. Ngitung, ngapal rumus, belum lagi kalau udah ngerjain panjang-panjang eh hasil akhirnya salah 😭

      Ternyata matematika bisa dibuat seru, asal cara pandang kita terhadap matematika diubah. Matematika yang memusingkan itu bisa loh berubah jadi pelajaran yang menyenangkan tergantung gimana cara kita memandang matematika 😃

      Hapus
  2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Baik Pak izin menanggapi materi di atas menurut saya Pak materi ini sangat bagus. Karena materi ini memberi wawasan tentang matematika di mana ternyata matematika ini sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari budaya. Melalui pendekatan etnomatematika ini Kita bisa belajar bahwa cara orang berhitung, mengukur dan membuat pola dalam budaya itu juga termasuk dalam bagian matematika. Materi ini juga mengajak guru agar bisa membuat pelajaran matematika lebih dekat dengan kehidupan siswa dan juga bisa menghargai keberagaman budaya di sekitar kita🙏.

    BalasHapus
  3. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    Kelas: V.A

    ternyata ada banyak hal yang dapat di lakukan untuk mudah dan menarik siswa untuk memahami matematika, salah satunya dengan adanya etnomatematika yaitu kolaborasi antara matematika dengan budaya. yang di mana etnomatematika kita bisa mengaitkan latar budaya yang ada di daerah siswa tersebut yang pastinya karena matematika ini berkaitan dengan kebudayaan mereka, pastinya mereka akan sangat bersemangat, dan antusias.
    setelah bapak menjelaskan apa itu etnomatematika saya baru memahami cara kita untuk mengaitkan pembelajaran matematika dengan budaya. contoh yang saya dapat berikan secara sederhana ( di daerah saya ada namanya wadung, wadung ini merupakan kue yang terbuat dari beras ketan, kemudian di bungkus mengunakan daun tanah, kue ini di bungkus dengan bentuk segitiga, kemudian di kukus). hal yang saya tanya kan kepada siswa
    1. kue ini berbentuk seperti bangun ruang apa?
    2. kemudian saya bisa mengajarkan yang mana sisi, dan yang mana sudutnya.
    3. na setelah itu kita bisa masuk dapat rumus-rumus segitiga.
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      menarik banget contoh dari Maya Kue Wadung ya? Jujur saya baru tahu, tapi idenya keren banget untuk mengajarkan konsep segitiga dan bangun ruang ke anak SD. Bener kata Maya, kalau lewat media makanan atau benda yang sering mereka lihat, anak-anak pasti nggak bakal merasa asing lagi sama istilah sisi atau sudut. Ini membuktikan banget kalau etnomatematika itu sangat aplikatif.

      Hapus
  4. Nama:Elisnawatie
    NPM:2386206069
    Kelas:VD

    Saya setuju dengan materi tersebut karena melalui etnomatematika, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan siswa. Mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal seperti contoh ya pak jika saya mengajar nanti saya akan mengaitkan pembelajaran dengan berbagai macam contoh misalnya membuat kue barongko ,nah kue barongko ini makanan khas daerah Sulawesi Selatan nah dari situ saya sebutkan bentuknya dari persegi panjang/kotak .pembelajaran seperti itu dapat membantu siswa memahami bentuk bangun ruang secara nyata. Selain itu, pendekatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri dan membuat suasana belajar lebih menarik serta kontekstual.

    BalasHapus
  5. Nama:Elisnawatie
    NPM:2386206069
    Kelas:5D PGSD

    Bagaimana cara guru dapat mengembangkan pembelajaran etnomatematika agar siswa tidak hanya memahami konsep matematika, tetapi juga lebih mengenal dan menghargai budaya daerah mereka sendiri pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Elisnawatie saya izin menjawab pertanyaanya ya.
      Menurut saya cara guru agar dapat mengembangkan pembelajaran automatika supaya siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga mengenal dan menghargai budaya daerah asal mereka ialah
      Guru bisa mulai menggali informasi dengan cara menanyakan kepada siswa tentang asal budaya mereka, tentunya yang kita ketahui setiap budaya memiliki ciri khas yang masing-masing mulai dari rumah adat, pakaian adat, tarian ,makanan khas daerah, dan lain sebagainya, nah dari sini guru bisa mengaitkan budaya asal siswa dengan matematika kita bisa mengambil salah satu contoh atau bahkan lebih budaya untuk dipelajari dan dikaitkan dengan matematika, misalnya kita sedang belajar mengenai bangunan baik itu bangunan seperti segitiga persegi, kubus, dan lain sebagainya, itu bisa dikaitkan dengan bentuk rumah adat masing-masing daerah misalnya guru menampilkan rumah adat seperti rumah gadang,umah tongkonan, rumah limas itu memiliki bentuk segitiga pada atapnya.

      Hapus
    2. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Hai Elis! aku izin mau jawab pertanyaan kamu yaa 😃

      Kalau aku sih mikirnya guru bisa mulai ajak siswa buat belajar matematika lewat hal-hal yang mereka kenal dari budaya mereka sendiri. Contohnya tu kaya main congklak buat hitung-hitungan.

      Jadi anak-anak ga cuma ngerti konsep matematika, tapi juga makin kenal sama budaya daerahnya.

      cmiiw guys 😀🙌

      Hapus
    3. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie, cara yang bisa di lakukan adalah dengan melibatkan siswa sebagai peneliti cilik di lingkungannya sendiri lalu guru jangan cuma kasih tahu materi dari depan kelas tapi kasih tugas yang bikin mereka harus eksplorasi ke rumah atau ke orang tua meraka, dengan cara ini mereka engga cuman belajar hitungan atau bentuk bangun ruangnya saja, tapi juga punya rasa kagum dan bangga.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Elisnawatie

      Hapus
  6. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah saya baca materi diatas, menurut saya materi yang dijelaskan pada materi ini mengenai eromatematika sudah sangat komprehensif/lengkap, informatif, dan juga disusun dengan sistematis/terstruktur sehingga dapat mudah untuk dipahami oleh para pembeca yang membaca materi ini, terutama yaitu guru dan juga mahasiswa pendidikan. Penulis pada materi diatas menurut saya sangat bagus menjelaskan hubungan antara matematika dan juga budaya secara jelas dan juga mendalam. Secara keseluruhan materi ini sangat amat kaya gagasan jelas, dan sangat releven untuk guru sekolah dasar.

    BalasHapus
  7. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Izin menaggapi materi ini,jadi menurut saya etnomatematika adalah pendekatan yang sangat inovatif karena menghubungkan matematika dengan budaya siswa.ini membuat pembelajaran matematika lebih relevan dan bermakna bagi siswa, karena mereka dapat melihat bagaimana matematika hadir dalam kehidupan sehari-hari mereka.etnomatematika adalah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika.dengan menghubungkan matematika dengan budaya siswa, mereka menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan mampu melihat relevansi pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  8. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Prinsip-prinsip etnomatematika sangat penting untuk diperhatikan dalam pembelajaran.dengan menghargai keberagaman budaya, mengaitkan matematika dengan konteks budaya, dan berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain, pembelajaran matematika menjadi lebih inklusif dan relevan bagi siswa dari berbagai latar belakang.etnomatematika membantu siswa untuk menghargai dan memahami keberagaman budaya.dengan mempelajari bagaimana matematika hadir dalam berbagai budaya, siswa menjadi lebih toleran dan terbuka terhadap perbedaan.

    BalasHapus
  9. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM ; 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Nahh ada pun langkah-langkah penerapan etnomatematika memberikan panduan yang jelas bagi guru untuk mengintegrasikan etnomatematika ke dalam kurikulum.dengan mengidentifikasi konteks budaya, mengintegrasikan konsep matematika, menggunakan media dan alat peraga budaya, berkolaborasi dengan komunitas, dan mengevaluasi efektivitas pendekatan, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa.etnomatematika dapat diterapkan dalam berbagai konteks matematika, mulai dari geometri, pengukuran, aritmetika, hingga seni budaya.dengan memberikan masalah yang relevan dengan budaya siswa, guru dapat membantu mereka untuk melihat bagaimana matematika dapat digunakan untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  10. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Tambahan lagi terkait materi ini ada pun contoh penerapan etnomatematika di sekolah dasar sangat inspiratif.dengan menggunakan motif batik, pengukuran tradisional, permainan tradisional, dan proyek seni budaya, guru dapat membantu siswa untuk memahami konsep matematika dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan budaya mereka.implementasi etnomatematika dalam pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah.guru perlu dilatih dan didukung untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa.siswa perlu didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan melihat relevansi pengetahuan yang mereka peroleh.orang tua perlu mendukung pembelajaran siswa di rumah dan memberikan umpan balik yang konstruktif.pihak sekolah perlu menyediakan sumber daya dan fasilitas yang memadai untuk mendukung implementasi etnomatematika dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  11. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Etnomatematika adalah cara memandang matematika sebagai bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kumpulan rumus di buku pelajaran. Istilah ini diperkenalkan oleh Ubiratan D’Ambrosio dan menekankan bahwa setiap budaya memiliki cara sendiri dalam berhitung, mengukur, membuat pola, dan memecahkan masalah, baik melalui seni, arsitektur, permainan tradisional, maupun kegiatan harian. Dalam konteks pendidikan, khususnya di Sekolah Dasar, etnomatematika berusaha menjembatani matematika di sekolah dengan dunia nyata siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, relevan, dan dekat dengan pengalaman mereka.

    Dengan mengaitkan konsep-konsep matematika pada motif batik, permainan congklak atau dakon, satuan ukur tradisional seperti depa dan jengkal, serta berbagai praktik budaya lainnya, siswa tidak hanya belajar berhitung atau mengenal bangun datar, tetapi juga belajar menghargai dan bangga pada budayanya sendiri. Pendekatan ini membantu menumbuhkan sikap inklusif, menghargai keragaman, serta melatih kemampuan berpikir kritis karena siswa diajak melihat bahwa suatu konsep matematika bisa muncul dan diterapkan dengan berbagai cara dalam budaya yang berbeda. Pada akhirnya, etnomatematika memperluas pandangan bahwa matematika adalah ilmu yang hidup, tumbuh, dan selalu terkait dengan manusia dan budayanya.

    BalasHapus
  12. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin bertanya pak , menurut bapa , bagaimana sebaiknya kita sebagai calon guru sekolah dasar , bisa mempersiapkan agar siap untuk mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Hai Pia! aku izin jawab pertanyaan kamu yaa 😃

      Kalau aku sebagai calon guru, aku merasa kayanya perlu deh untuk mulai membiasakan diri melihat matematika dari sudut pandang budaya sekitar. Misalnya lewat permainan tradisional, motif batik, atau cara ukur jengkal hasta.

      Terus juga aku harus latihan kreativitas untuk buat media sederhana dari benda sekitarku. Jadi nanti, aku ga cuma ngajarin angka, tapi juga nunjukkan kalau matematika itu ada di sekitar mereka, ada di budaya mereka sendiri.

      Kalau yang sudah ada dalam bayanganku nih, aku bakal belajar matematika sambil main congklak. Pasti seru banget hehehehe.

      cmiiw guys 😀🙌

      Hapus
    2. Hallo ka Oktavia saya izin menanggapi pertanyaan kaka ya
      Menurut saya cara seorang guru agar siap mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatika ini pertama-tama guru bisa mengenali dan menggali budaya apa yang ada di sekitaran lingkungan sekolah dan bisa juga mencari tahu permainan tradisional apa nih yang sering dimainkan oleh para siswa di lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakatnya.
      Nah setelah mengetahui hal ini guru bisa nih mengaitkan pembelajaran dengan budaya misalnya dari permainan dari rumah adat ataupun dari lambang adat lainnya,tanpa disadari ini juga masuk pembelajaran yang kontekstual loh ka!.
      Nah guru bisa mengaitkan pembelajaran matematika dengan cara melihat budaya-budaya luar untuk mengaitkan pembelajaran matematika di dalam kelas misalnya rumah adat Baduy dari Banten nah itu kan rumah adatnya berbentuk segitiga bisa tuh dikaitkan dengan pembelajaran matematika yang sedang membahas topik bangun datar.
      Jadi singkatnya guru harus mengeksplorasi budaya di sekitaran lingkungan ataupun di luar sana dan mempelajari bagaimana mengaitkan pembelajaran matematika dengan budaya agar nyambung dan pembelajaran berjalan efektif.
      Semoga bermanfaat Kak..

      Hapus
    3. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Oktavia, mungkin persiapan yang paling penting buat kita sebagai calon guru adalah dengan mengasah matematika kita di kehidupan sehari-hari, lalu kita harus mulai membiasakan diri untuk melihat matematika di mana saja bukan cuman di buku, seperti lagi jalan-jalan atau melihat kerajinan lokal dan kita juga harus rajin berbicara dan mendengarkan jangan ragu buat bertanya ke orang tua atau tokoh masyarakat tentang kebiasaan atau permainan di daerah itu.
      semoga dapat manjawab pertanyaan dari Oktavia

      Hapus
    4. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin ikut menanggapi pertanyaan dari Oktavia ya, Pak. Pertanyaannya bagus sekali. Menurut opini saya sebagai sesama mahasiswa PGSD, untuk mempersiapkan diri mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan literasi budaya kita sendiri. Sering kali kita tidak sadar kalau permainan tradisional seperti congklak atau pola pada kain batik itu punya konsep matematika yang kuat.

      Selain itu, kita juga harus mulai peka terhadap lingkungan sekitar. Saat nanti kita ditempatkan di sekolah tertentu, kita bisa melakukan observasi kecil-kecilan mengenai kearifan lokal di sana untuk dijadikan media belajar. Jadi, matematika bukan lagi soal menghafal rumus, tapi soal memahami budaya.

      Mungkin Bapak bisa memberikan arahan lebih lanjut, kira-kira kompetensi teknis apa lagi yang perlu kami asah agar rencana pembelajaran (RPP) yang berbasis budaya ini bisa benar-benar efektif di kelas SD nanti? Terima kasih, Pak.

      Hapus
  13. Terima kasih bapak telah memberikan materi ini, setelah saya membaca bapak ini tentang Etnomatematika ini menarik banget karena benar-benar mengubah cara pandang saya tentang matematika. Saya jadi mengerti kalau matematika itu ternyata tidak cuma ada di buku dan sekolah formal, tapi juga sudah hidup di dalam kegiatan budaya dan tradisi masyarakat kita.
    ​Saya paling tertarik sama Prinsip Kontekstualisasi Matematika. Jadi, konsep yang tadinya abstrak, kayak simetri atau perhitungan, itu bisa jadi gampang dicerna kalau kita pakai contoh yang dekat dengan siswa, misalnya motif batik atau permainan tradisional. Ini penting banget, biar siswa di SD enggak merasa matematika itu jauh dan susah, tapi justru bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

    BalasHapus
  14. Saya juga suka dengan materi bapak pada bagian manfaat Etnomatematika ini membuka wawasan banget, khususnya tentang Peningkatan Relevansi Pendidikan dan Inklusivitas dalam Pendidikan.
    ​Kalau matematika dikaitkan dengan budaya lokal, belajarnya pasti jadi lebih asik dan bermakna buat siswa, dan ini bisa meningkatkan keikutsertaan mereka di kelas. Terus, soal inklusivitas, dengan mengakui matematika yang ada di berbagai budaya, itu sama saja kita menghargai latar belakang siswa yang beragam. Jadi, semua siswa dari mana pun asalnya bisa merasa bahwa matematika itu miliknya, bukan hanya milik satu kelompok. Ini cara yang bagus buat bikin siswa lebih percaya diri dan aktif di pelajaran matematika.

    BalasHapus
  15. Dan juga Setelah melihat contoh penerapannya di SD, saya jadi punya bayangan konkret tentang Etnomatematika. Misalnya, penggunaan permainan papan congklak untuk mengajarkan aritmetika atau pakai motif batik untuk geometri.
    ​Ini kan keren banget, karena proses belajar jadi lebih menyenangkan daripada hanya menghitung di papan tulis. Apalagi di bagian Pengukuran Tradisional seperti menggunakan satuan depa atau jengkal, ini bisa bikin siswa langsung praktik sambil mengenal budaya mereka. Menurut saya, kalau guru di SD bisa kreatif memanfaatkan budaya di sekitarnya, pelajaran matematika pasti jadi jauh lebih hidup dan siswa juga akan lebih gampang mengingat konsepnya karena pengalaman belajarnya unik.

    BalasHapus
  16. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Menurut saya, etnomatematika tuh bikin belajar matematika jadi lebih dekat dan bangga sama budaya sendiri, anak-anak nggak cuma belajar angka, tapi juga kenalan warisan budaya. Jadi belajar matematika sekaligus nambah wawasan budaya. Keren sih, dua manfaat dalam satu kegiatan.

    BalasHapus
  17. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Satu kata untuk matematika

    KEREN!

    Ternyata, melihat matematika itu bisa lebih dari satu sudut pandang yaa, kali ini sudut pandang dari sisi budaya. Ternyata, matematika itu ga cuma soal angka dan rumus, tapi juga bisa ditemukan dalam budaya, kaya yang Bapak sebutkan di atas. Motif batik, permainan tradisional, atau cara orang zaman dulu ngukur panjang pakai jengkal dan hasta.

    Pasti seru banget karena kita belajar matematika sambil mengenal budaya.

    BalasHapus
  18. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM :2386206125
    Kelas

    Terus juga latar belajar siswa kan berbeda-beda yaa. Otomatis kita sebagai gurunya harus belajar semua budaya mereka sebelum kita ajarkan ke mereka. Wawasan kita sebagai guru mereka harus luas banget nihh.

    Buat kita calon guru, ini jadi peluang besar buat bikin kelas kita jadi lebih hidup, terutama di kelas matematika. Bayangin nih, matematika digabungin sama seni, musik, atau proyek-proyek tentang budaya deh, pasti anak-anak makin semangat belajar!

    BalasHapus
  19. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Yang saya suka dalam materi ini yaitu bagian yang nyambungin motif batik, permainan tradisional, sampai alat ukur tradisional ke pembelajaran matematika. Itu contoh yang bikin teori etnomatika jadi gampang kebayang. Materinya juga nunjukin kalau setiap budaya punya cara unik buat mengolah konsep matematika. Jadi siswa bukan hanya belajar angka tapi juga belajar menghargai budaya sendiri. Cara kayak gini bisa bikin kelas lebih hidup dan siswa lebih semangat untuk belajar matematika.

    BalasHapus
  20. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Penjelasan langkah-langkah etnomatika juga sudah jelas dalam materi ini tinggal gimana guru kreatif membangunnya di kelas. Integrasi budaya ke pelajaran matematika Ini bisa bantu siswa yang bisa takut sama angka jadi lebih santai titik soalnya mereka belajar lewat hal-hal yang udah familiar. Materinya juga nunjukin pentingnya kerjasama antara sekolah dan masyarakat biar pelajarannya makin kaya. Intinya itu etnomatika bikin matematika jadi lebih manusiawi dan dekat dengan kehidupan anak-anak.

    BalasHapus
  21. Menurut saya matematika dan budaya ini sangat berperan aktif dalam membantu pemerintah untuk dapat mengenalkan budaya-budaya di Indonesia kepada anak muridnya, tanpa disadari juga etnomatika ini membangkitkan rasa penasaran siswa tentang budayanya jadi, setelah siswa mempelajari matematika dengan prinsip etnomatiika mereka akan mengetahui oh budaya luar seperti ini,, budaya-budaya yang ada di daerah saya seperti ini ,,mengetahui apa saja bagian yang ada di dalam budaya seperti rumah adat ,pakaian adat ,permainan tradisional ,dengan ini semua sebenarnya etnomatika ini juga mendukung untuk generasi muda dapat melestarikan budayanya.

    Dengan cara mengaitkan pembelajaran matematika dengan budaya untuk menarik perhatian siswa tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia, ini merupakan tugas penting bagi seorang guru untuk dapat memanfaatkan etnomatika ini agar selain mendapatkan dan memahami konsep-konsep matematika dengan budaya siswa juga dapat mengenali budaya ,dapat mengetahui budaya-budaya yang ada di Indonesia dan juga menambah wawasan siswa bahwa mereka mempunyai kebudayaan yang luar biasa di dalam negeri Indonesia.
    Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam penerapan ini, dan sekarang bisa kita lihat peran pemerintah dalam mendukung pembelajaran salah satunya memberikan fasilitas pembelajaran yang luar biasa yaitu TV yang besar yang bisa mendukung pembelajaran ,menurut saya dengan adanya alat teknologi yang telah disiapkan oleh pemerintah guru bisa lebih mantap lagi dalam menerapkan prinsip etnomatika menggunakan teknologi agar peserta didik dapat mengenali budaya-budaya yang ada di Indonesia melalui etnomatika ini.

    BalasHapus
  22. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    keren banget,materi ini berikan tentang etnomatematika sangat relevan dan inspiratif. intinya matematika itu hidup dalam budaya sehari hari masyarakat. etnomatematika mengajarkan kita untuk menghargai berbagai cara suatu budaya memahami dan menerapkan konsep matematika. ini adalah jembatan yang kuat untuk membuat pembelajaran matematika lebih kontekstual,bermakna dan menarik bagi siswa,terutama dalam masyarakat multikultural.

    BalasHapus
  23. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Sebagai calon guru,kita harus memandang etnomatematika sebagai alat yang powerful untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas pada diri siswa dan juga pada diri kita sendiri. Pendekatan ini secara fundamental menantang kita untuk keluar dari zona nyaman buku teks dan mulai menggali kekayaan budaya yang ada di lingkungan sekitar sekolah dan siswa kita. Kesuksesan etnomatematika di masa depan sangat bergantung pada kesiapan kita,para calon guru untuk menjadi agen perubahan yang berani merangkul budaya sebagai inti dari metodologi pengajaran matematika kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali! Etnomatematika memang bukan hanya tentang mengaitkan matematika dengan budaya, tapi juga tentang mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas pada diri siswa dan guru. Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan menggali kekayaan budaya yang ada di lingkungan sekitar.

      Sebagai calon guru, kita harus siap menjadi agen perubahan yang membawa budaya sebagai inti dari metodologi pengajaran matematika. Ini memerlukan kesiapan kita untuk belajar, beradaptasi, dan berinovasi.

      Hapus
  24. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    nah sekarang ada pertanyaan dari aku,teman teman boleh bantu jawab yaa.
    Menurut bapak/teman dari berbagai aspek budaya lokal di lingkungan calon sekolah mengajar kita,manakah menurut bapak atau teman yang paling potensial dan mudah untuk diidentifikasi serta diintegrasikan pertama kali ke dalam materi pelajaran matematika yang paling fundamental dan bagaimana langkah awal konkret kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Selma Alsayanti Mariam
      Npm: 2386206038
      Kelas: VC

      Izin bantu menjawab ya dita, menurut saya yang paling mudah untuk diambil itu ada 2. pertama permainan tradisional ini juaranya, seperti congklak (dakakon) atau bekel. kenapa begitu? karena disitu sudah ada konsep matematika paling fundamental yaitu, berhitung, operasi bilangan tambahan dan kurangan, sama strategi atau logika. hampir di setiap daerah punya versi permainannya sendiri. lalu yang kedua ada arsitektur dan motif lokal, coba lihat pola batik daerah, anyaman bambu, atau bentuk atap rumah adat. ini gudangnya materi Geometri (bangun datar, kesebangunan, simetri). anak-anak bakal lebih nyambung belajar segitiga kalau lihat atap rumah tetangganya daripada cuma gambaran di buku.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Dita, mungkin yang paling gampang buat kita eksekusi adalah permainan tradisional dan makanan khas daerah karena kedua hal ini pasti paling dekat sama keseharian anak-anak, hampir semua anak suka main dan suka jajan jadi merka engga akan merasa lagi belajar berat, lalu permainan seperti congklak atau kelereng itu sudah otomatis mengandung konsep berhitung dan logika yang paling dasar, langkah konkretnya kita enggak perlu bikin modul yang tebal dan mulai saja dengan membawa benda asli ke kelas.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Dita

      Hapus
  25. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD
    Setelah saya baca materi ini adalah ilmu baru bagi saya, materi tentang etnomatematika ini menarik sekali karena bertujuan untuk menghargai dan memanfaatkan pengetahuan matematika yang dimiliki oleh berbagai budaya, jadi etnomatematika adalah hubungan antara matematika dan budaya ternyata konsep matematika juga ada di dalam permainan tradisional, batik, rumah adat dan tentang budaya lainnya. Selain itu yang saya suka konsep ini cara belajaranya jadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, mereka pasti lebih gampang paham kalau pelajaran dikaitkan dengan hal yang mereka tahu, pernah lihat dan mereka kenal sebelumnya misalnya lewat permainan tradisional congklak itu pasti terasa lebih seru dari pada cuman lihat gambar.

    BalasHapus
  26. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Menurut saya, Etnomatematika ini bagus buat melestarikan budaya lokal, jadi siswa tidak hanya belajar hitungan atau mengenal bentuk saja, tapi juga belajar menghargai budaya sendiri atau lebih mengenal budaya daerahnya sendiri. Jadi ada dua manfaat sekaligus yang didapatkan siswa dalam konsep Etnomatematika ini yaitu kemampuan matematika meningkat dan rasa bangga terhadap budaya lokal juga tumbuh didiri mereka. Namun dibalik semua itu pasti ada tantangan dalam menerapkan konsep pembelajaran ini pada guru, yaitu kesiapan dan waktu yang terbatas sebab nggak semua guru terbiasa mengaitkan matematika dengan budaya, perlu kreativitas, ketersediaan media contohnya kain batik tidak semua sekolah punya dam kurikulum yang kadang belum mendukung penuh.

    BalasHapus
  27. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Menurut saya, dari materi Matematika dan Budaya ini , bisa dipahami kalau matematika itu sebenarnya dekat banget dengan kehidupan dan budaya sehari-hari, bukan ilmu yang berdiri sendiri atau cuma ada di buku. Banyak konsep matematika yang tanpa sadar sudah dipakai dalam budaya, seperti dalam pola batik, bangunan tradisional, permainan rakyat, sampai aktivitas jual beli di pasar. Mengaitkan matematika dengan budaya bisa bikin pembelajaran jadi lebih bermakna dan tidak kaku, karena siswa merasa apa yang dipelajari itu nyata dan ada di sekitar mereka. Pendekatan ini juga membantu siswa lebih menghargai budaya lokal sekaligus memahami matematika dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan. Jadi, menurut saya, matematika dan budaya itu saling terhubung dan bisa jadi strategi yang bagus supaya siswa tidak merasa matematika itu sulit dan jauh dari kehidupan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju sekali! 😊 Matematika memang ada di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam hal-hal yang paling sederhana sekalipun. Dengan mengenali dan mengaitkan matematika dengan budaya, kita dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan.

      Saya juga ingin menambahkan bahwa pendekatan etnomatematika ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memahami bagaimana matematika terkait dengan budaya, guru dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan menarik, sementara masyarakat dapat lebih menghargai warisan budaya mereka.

      Hapus
  28. Izin menanggapi ya pak, Materi ini sudah memberikan gambaran awal yang sangat amat baik mengenai latar belakang dan sejarah munculnya etnomatematika. Penjelasan tentang peran Ubiratan D’Ambrosio sebagai tokoh penting yang memperkenalkan istilah etnomatematika pada tahun 1970-an sudah tepat . Penekanan bahwa matematika tidak hanya berkembang dalam konteks formal saja, akan tetapi juga tumbuh dari praktik budaya dan tradisi masyarakat, merupakan inti gagasan etnomatematika yang berhasil disampaikan dalam materi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. akan tetapi di dalam materi ini msih ada kekurangan dari kebahasaan dan kelengkapan isinya. Terdapat beberapa kesalahan pengetikan dan juga kalimat yang terputus, sehingga makna nya kurang tersampaikan. Selain itu, materi ini bisa lebih kuat apabila dilanjutkan dengan penjelasan yang penuh lengkap mengenai perkembangan Etnomatematika serta contoh nya dalam kehidupan sehari hari.

      Hapus
  29. Dalam blog ini penekanan materi yang tersampaikan baik bahwasanya matematika tidak hanya bersifat tunggal saja. Melainkan tumbuh dengan berkembang dalam konteks budaya yang bermacam-macam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konsep dalam matematika ini menunjukkan perspektif yang inklusi dan juga menghargai kearifan lokal. Ini sangat penting karena dapat membantu melihat kan pandangan bahwasanya matematika hanya milik budaya tertentu pada matematika di sekolah.

      Hapus
  30. Pada perkembangan Etnomatematika
    Dari pendekatan alternatif ini menjadi sangat disiplin penting dalam pendidikan matematika melihat kam relevansi dan konstribusi nya yang kuat dalam dunia pendidikan modern.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan begitu, Etnomatematika imi tidak hanya memperluas jaringan pemahaman tentang sejarah matematika saja, akan tetapi kuya berpotensi meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika.

      Hapus
  31. Dalam prinsip Etnomatematika saya sangat setuju. karena pada penekanan dalam pengakuan terhadap keberagaman budaya menunjukkan bahwa matematika ini dipahami sebagai produk sosial dan budaya, bukan hanya sekedar kumpulan rumus abstrak. Pada prinsip ini sangat penting untuk membangun sikap saling menghargai dalam pembelajaran matematika.

    BalasHapus
  32. Untuk dibagian prinsip kontekstualisasi pada matematika ini juga sudah bagus, karena menegaskan bahwasanya pembelajaran akan menjadi lebih bermakna ketika hal tersebut dikaitkan pengalaman siswa. Hal ini dapat membantu para siswa memahami konsep matematika secara lebih ko konkret.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah Selain itu, adanya kolaborasi multidisiplin menunjukkan bahwa etnomatematika memiliki kajian yang luas dan kaya, karena melibatkan perspektif antropologi, sejarah, dan ilmu sosial lainnya. Hal ini bisa memperkuat pemahaman bahwa perkembangan matematika tidak terlepas dari dinamika kehidupan manusia. Terakhir yaitu , adanya prinsip penghargaan terhadap pengetahuan lokal menegaskan peran etnomatematika dalam melestarikan kearifan lokal dan menjadikannya sumber belajar yang bernilai. Secara keseluruhan, materi ini relevan dan mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual, berpusat pada siswa.

      Hapus
  33. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Bapak waktu itu udah pernah jelasin sedikit tentang etnomatematika ini di kelas hihi. Saya cukup mudeng dan ngeh ama pembahasan tentang materi ini. Sederhananya, etnomatematika itu kayak pencampuran dari pembelajaran mtk dan budaya gitu. Pembelajaran mtk yang tidak sengaja masuk ke dalam pembelajaran budaya itulah disebut etnomatematika.

    201

    BalasHapus
  34. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Ternyata, orang orang dulu keren loh berarti, karna dulukan mtk ga secomplatecated sekarang ya.Tapi mereka ttp bisa bikin budaya budaya yang berhasil dan dilestarikan sampai sekarang loh. Kayak ngebangun rumah adat dengan corak tertentu dan bisa berdiri dengan kokoh. Mereka juga bikin motif batik yang ada unsur geometrinya tu juga keren.

    202

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Pas ngebaca dan ga sengaja reflektif, saya kepikiran bahwa sebnernya etno ini bisa bikin kita org org zaman sekarang utk lebih menghargai pemikiran nenek moyang kita yang bikin budaya ini tau. Mereka dulu pasti ga kenal tuh yang namanya geomteri, pola, simetri atau segala macam, tapi pas kita pelajarin di zaman sekarang prakteknya udh jalan banget loh sama ilmu matematika. Ehh, tapi berartiii mtk tu lahir dari kebutuhan hidup manusia ya? Emm karna saya jadu ngerasa mtk tuh dekeeet banget ama hidup. Dan saya jadi makin sadar juga kalau mtk itu sefleksibel itu loh dan bisa berkembang sesuai zamannya. Keren kereeeeen hihihi.

      203

      Hapus
  35. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Naaah, kalau etno ini diterapin di SD, menurut saya bisa banget ngebantu anak anak yang awalnya ngerasa ‘aku udah ga bisa mtk mentok‘. Soalnya mereka belajar mtknya itu dikembalikan kepada hal hal yang dari mereka juga gitu, dari keseharian mereka dan budaya mereka. Anak jadi ga langsung ketemu rumus dan angka sekian sekian yang diceramahin guru, tapi cerita cerita dulu dan aktivitas aktivitas dulu. Dari situ baru deh pelan pelan dimasukin ke dalam konsep mtknyaaaa.

    204

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Satu lagi, saya ngerasa etno ini juga jadi bahan ilmu baru buat anak anak maupun kita sebagai guru. Setiap orang kan punya latar budaya yang beda beda ya, dan etno kasih ruang itu untuk kita belajar. Kita sama sama belajar terhadap latar budaya yang beda beda ini jadi gacuman dapet satu budaya gitu loh, tapi buaaanyaak. Lebih lagi kita nyangkutin budayanya ama matematika, behh kalau saya sihh kayaknya akan sering bilang ‘iiih kereeeen‘, ‘ohh gituu, kok bisaa, hebatnyaa‘ wkwkwkw.

      205

      Hapus
  36. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Kalau etnomatematika ini disangkutin ama HOTS kemarin, kayaknya masuk juga deh yaa. Soalnya. Dipembahasan di atas ada jelasin bahwa etno ini bisa membuat anak untuk berpikir kritis. Dan di HOTS kan ada bilang bahwa HOTS itu biasanya bisa memasukan konsep lke konsep lain. Jadi model soalnya atau pembelajarannya itu kayak narasi budaya yang terdapat materi mtknya untuk bahan analisa anak anak.

    206

    BalasHapus
  37. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Banyak manfaatnya etnomatematika ini untuk siswa lebih paham matematika, karena materinya dikaitkan dengan kehidupan dan budaya sehari-hari. etnomatematika juga membantu siswa belajar menghargai budaya, berpikir kritis, dan lebih percaya diri soalnya pengalaman mereka sendiri dijadikan bagian dari pembelajaran. serunya belajar etnomatematika tidak terasa seperti belajar di kelas pada umumnya. siswa bisa belajar sambil bermain, berdiskusi, dan mengamati lingkungan sekitar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin menanggapi komentar Rosidah
      Setuju banget sama apa yang disampaikan Rosidah. Poin tentang siswa jadi lebih percaya diri karena pengalaman mereka dijadikan bagian dari pembelajaran itu bermakna sekali. Saya jadi teringat, seringkali anak-anak di kelas merasa "kecil hati" kalau tidak bisa menjawab soal matematika yang kaku. Tapi dengan etnomatematika, kita sebagai calon guru bisa mengangkat apa yang mereka lihat di rumah atau lingkungan sekitar seperti bermain dan mengamati alam menjadi sebuah ilmu.

      Hal ini membuat matematika tidak lagi terasa seperti "beban", tapi justru jadi kegiatan yang seru karena mereka merasa dilibatkan secara personal. Benar kata Rosidah, ini bukan cuma soal hitung-hitungan, tapi juga cara kita melatih siswa untuk berpikir kritis sambil tetap menghargai budaya lokal. Makasih Rosidah atas opininya yang sangat menginspirasi, jadi makin semangat buat eksplorasi lingkungan sekitar untuk bahan ajar nanti!

      Hapus
  38. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    saya tertarik membahas prinsip-prinsip pada etnomatematika ini, ternyata prinsip ini sangat penting, karena menjadi dasar agar pembelajaran matematika benar-banar bermakna bagi siswa. di materi ini ada prinsip pengakuan terhadap budaya yang membuat siswa sadar kalau setiap daerah memiliki cara sendiri dalam memahami dan menggunakan matematika. di sini jua ada prinsip kontekstualisasi yang membuat matematika lebih mudah dipahami karena konsep diajarkan melalui situasi yang dekat dengan siswa. selain itu jua ada prinsip inklusivitas yang membantu semua siswa merasa dihargai karena latar belakang budaya mereka dilibatkan di dalam pembelajaran. semoga prinsip- prinsip ini diterapkan oleh guru-guru agar matematika tidak hanya belajar hitung-hitungan tetapi jua belajar berpikir kritis dan memahami budaya.

    BalasHapus
  39. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Menarik juag ya topik etnomatematika ini. Intinya tuh artikel ini mau ngasih tahu kita kalau matematika tuh nggak cuma soal angka kaku di papan tulis, tapi bagian dari budaya manusia yang hidup. Istilah ini pertama kali dibawa oleh Ubiratan D'Ambrosio, seorang matematikawan asal Brasil tahun 70-an. Dia ngelihat kalau setiap kelompok masyarakat sebenarnya punya cara sendiri buat ngitung dan memecahkan masalah, yang sering kali beda dari apa yang kita pelajari di sekolah formal.

    BalasHapus
  40. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Konsep ini penting banget karena buat belajar matematika jadi lebih nyambung sama kehidupan sehari hari. Bayangkan saja, anak anak nggak langsung dikasi rumus abstrak, tapi diajak melihat matematika lewat hal yang ada di sekitar mereka. Prinsipnya sederhana kayak akui kalau budaya itu beragam, sesuaikan materi dengan konteks lingkungan, dan ajak murid untuk menghargai pengetahuan lokal yang sudah ada turun temurun.

    BalasHapus
  41. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Kalau mau diterapkan di sekolah, ada langkah praktis yang bisa dilakuin kayak
    • Cari tahu dulu aspek budaya apa yang dekat dengan murid, misalnya seni, arsitektur rumah adat, atau permainan tradisional.
    • Masukkan konsep matematika ke dalam kurikulum dengan memanfaatkan pengetahuan lokal tadi.
    • Gunakan alat peraga yang nyata, seperti anyaman atau motif kain, bukan cuma gambar di buku.
    • Ajak komunitas atau tokoh masyarakat buat bantu mengembangkan materi yang relevan.

    BalasHapus
  42. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Contoh nyatanya banyak banget dan seru buat dicoba.Kayak guru bisa pakai motif batik buat menjelaskan konsep simetri dalam geometri. Terus, buat belajar pengukuran, murid bisa diajak pakai satuan tradisional kayak jengkal, depa, atau hasta. Bahkan permainan seperti congklak atau dakon bisa jadi media yang suru buat belajar aritmetika dasar daripada cuma menghafal di luar kepala.

    BalasHapus
  43. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Ujung ujungnya, manfaat etnomatematika ini gak cuma biar nilai matematika bagus, tapi biar murid lebih kritis dan inklusif. Mereka jadi sadar kalau cara berpikir tiap orang bisa beda beda tergantung latar belakangnya. Belajar jadi terasa lebih bermakna karena mereka lihat kalau budaya mereka sendiri ternyata punya nilai ilmiah yang tinggi. Dengan begini, matematika gak lagi jadi pelajaran yang menakutkan, tapi jadi sesuatu yang akrab dan membanggakan.

    BalasHapus
  44. Etnomatematika ini bener-bener ngebuka mata kalau matematika itu nggak jauh-jauh dari kehidupan kita dan sudah ada dalam budaya kita sejak dulu. Menghubungkan pelajaran dengan kearifan lokal pasti bikin anak-anak lebih antusias karena merasa lebih dekat dengan materinya.

    BalasHapus
  45. Hanifah
    5C
    2386206073

    Materi ini menyoroti bahwa matematika dengan budaya bisa membuat pembelajaran lebih menarik. Misalnya, konsep geometri dijelaskan melalui motif batik atau arsitektur tradisional, sehingga siswa merasa dekat dengan materi. Dengan cara ini, matematika tidak lagi dianggap abstrak, tapi menjadi bagian dari identitas dan kehidupan sehari-hari. Guru bisa memanfaatkan budaya lokal sebagai media pembelajaran agar siswa lebih termotivasi

    BalasHapus
  46. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Dari materi ini saya baru tau bahwa ada istilah Etnomatematika. ternyata belajar matematika itu tidak harus kaku dalam menggunakan rumus di buku saja. keren juga ya kalau belajar simetri menggunakan motif batik atau belajar hitungan menggunakan mainan tradisional congklak. jadi berasa lebih nyata dan tidak bikin pusing.

    BalasHapus
  47. Etnomatematika adalah pendekatan yang sangat relevan dan menarik dalam pendidikan matematika! Dengan mengaitkan matematika dengan budaya lokal, siswa dapat memahami konsep matematika lebih mendalam dan menghargai warisan budaya mereka. Ini juga dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar matematika. Saya sangat setuju bahwa etnomatematika harus lebih banyak diterapkan di sekolah-sekolah, terutama di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya yang kaya!

    BalasHapus
  48. Izin bertanya pak maupun teman-teman Bagaimana kita sebagai calon guru merancang sebuah kurikulum etnomatematika yang dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda di Indonesia, serta bagaimana guru akan mengevaluasi efektivitas kurikulum tersebut dalam meningkatkan pemahaman matematika dan apresiasi budaya siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Hai Dina aku izin bantu jawab pertanyaanmu. Jadi dari yang aku baca penerapan etnomatematika dalam pembelajaran di Sekolah Dasar dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih mudah karena dikaitkan dengan budaya dan kehidupan sehari-hari siswa di mana guru dapat menggunakan contoh budaya lokal, seperti motif batik, permainan tradisional, atau aktivitas jual beli di pasar, untuk menjelaskan konsep matematika seperti pola, simetri, pengukuran, dan operasi hitung.

      Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar rumus, tetapi juga memahami makna matematika dalam kehidupan nyata dan selain itu, pembelajaran berbasis budaya dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa karena mereka merasa lebih dekat dan familiar dengan materi yang dipelajari. Dengan demikian, etnomatematika membuat pembelajaran matematika di sekolah dasar menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan rasa menghargai budaya lokal sejak dini.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari Dina, menurut saya cara kita merancang kurikulum adalah dengan mengusung konsep dunia di dalam kelas, karena siswa berasal dari daerah yang berbeda-beda kita jangan cuma pakai satu budaya saja sebagai contoh, guru bisa mengajak siswa untuk jadi narasumber buat budayanya masing-masing, contohnya waktu membahas bangun datar siswa dari jawa bisa cerita soal bentuk candi dan seterusnya.
      semoga dapat menajwab pertanyaan dari Dina

      Hapus
    3. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin menanggapi pertanyaan Dina Marisa yang sangat menarik ini. Menurut saya, sebagai calon guru, cara kita merancang kurikulum etnomatematika di tengah keberagaman Indonesia adalah dengan menggunakan pendekatan tematik yang universal.

      Kita tidak perlu fokus pada satu budaya saja, tapi bisa mengangkat unsur budaya yang punya kemiripan di banyak daerah, misalnya pola anyaman, arsitektur rumah adat, atau permainan tradisional (seperti congklak). Dengan begitu, siswa dari latar belakang berbeda tetap bisa merasa relate dan saling mengenal budaya temannya melalui konsep matematika seperti geometri dan bilangan.

      Untuk evaluasinya, kita bisa menggunakan Asesmen Berbasis Proyek. Jadi, bukan cuma tes soal saja, tapi kita lihat bagaimana siswa mampu menemukan unsur matematika di lingkungan rumah atau budaya mereka sendiri. Jika siswa jadi lebih antusias belajar dan lebih menghargai tradisinya, berarti kurikulum tersebut efektif.

      Hapus
  49. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Dalam etnomatematika, matematika dipahami sebagai bagian dari budaya yang berkembang di masyarakat, seperti cara menghitung, mengukur, membuat pola, hingga merancang bentuk-bentuk yang ada di lingkungan sekitar siswa. Salah satu hal penting yang saya tangkap adalah bahwa mengaitkan matematika dengan budaya lokal membuat pembelajaran lebih relevan dan bermakna bagi siswa, terutama di tingkat SD. Ketika siswa dapat melihat contoh nyata dari budaya mereka sendiri misalnya motif batik, permainan tradisional, atau bentuk rumah adat mereka lebih mudah memahami konsep matematika karena sudah punya pengalaman konkret sebelumnya. Pendekatan ini juga membantu siswa untuk menghargai keberagaman budaya di sekitar mereka. Karena setiap budaya memiliki cara unik dalam menerapkan konsep seperti simetri, ukuran, pola, atau hitungan, pembelajaran yang berbasis budaya memberi ruang bagi semua siswa untuk merasa matematika itu miliknya. Hal ini mirip dengan temuan dalam etnomatematika bahwa pendekatan budaya bisa meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa.

    BalasHapus
  50. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Selain itu, materi ini juga memberikan langkah-langkah praktis bagi guru untuk mengintegrasikan budaya ke dalam pembelajaran matematika, seperti mengidentifikasi konteks budaya lokal, menggunakan alat peraga yang berasal dari budaya sekitar, serta berkolaborasi dengan komunitas atau lingkungan terdekat siswa. Hal ini penting karena pembelajaran matematika tidak hanya berfokus pada penguasaan rumus, tetapi juga pada pemahaman makna dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata yang sudah akrab dengan dunia siswa. Dengan pendekatan ini, siswa tidak merasa matematika sebagai pelajaran yang jauh dan sulit, melainkan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari yang sering mereka jumpai. Selain membantu pemahaman konsep, pembelajaran berbasis budaya juga dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal serta sikap menghargai keberagaman yang ada di sekitar mereka.

    Dengan begitu, materi ini tidak hanya memperluas cara pandang tentang apa itu matematika, tetapi juga memandu calon guru untuk merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan menyenangkan. Pendekatan etnomatematika ini sangat relevan diterapkan di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya, sehingga pembelajaran matematika di sekolah dasar dapat menjadi lebih hidup, dekat dengan siswa, dan berdampak pada peningkatan motivasi belajar mereka.

    BalasHapus
  51. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Waktu baca ini, sayajadi sadar kalau matematika sebenarnya hidup banget di sekitar kita lewat budaya. Misalnya motif batik, ukiran tradisional, atau permainan tradisional itu semua punya pola, simetri, pengukuran yang ternyata juga “ngomong bahasa matematika”. Jadi belajar matematika tuh bukan cuma di buku, tapi juga bisa dari budaya lokal yang kita lihat setiap hari. Menurut saya ini cara yang asik banget supaya siswa merasa matematika dekat sama kehidupan mereka, bukan cuma angka di kertas aja.

    BalasHapus
  52. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Dibagian etnomatematika yang bilang bahwa setiap budaya punya cara unik dalam memahami dan menerapkan konsep matematika.ternyata mengaitkan matematika sama budaya lokal itu juga bisa bantu anak-anak yang biasanya susah paham matematika loh. Karena lewat budaya yang mereka kenal dan sukai, konsep matematika jadi terasa lebih gampang dan ngga bikin stres. Misalnya, ngajarin konsep ukuran atau pola lewat kegiatan kerajinan tangan atau mainan tradisional bisa bikin mereka lebih semangat dan makin paham. Jadi, guru ngga cuma ngajarin angka, tapi juga bantu anak lebih dekat sama warisan budaya mereka sekaligus belajar matematika dengan cara yang asik.

    BalasHapus
  53. Nama: margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin menanggapi ya pak, saya tertarik dengan pembahasan tentang pendekatan etnomatematika ini, karena selama ini banyak siswa SD yang takut matematika karena dianggap terlalu abstrak dan hanya soal angka di papan tulis, dengan membawa budaya lokal jadi terasa lebih nyata dan dekat dengan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      menyambung poin diatas, dengan permainan tradisional seperti congklak adalah alat peraga aritmetika yang bagus, selain melestarikan budaya anak-anak juga belajar berhitung tanpa merasa sedang belajar, karena suasananya menyenangkan dan penuh interaksi sosial.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menambahkan lagi pak, poin tentang inklusivitas sangat menarik karena dengan mengakui matematika dalam berbagai budaya, kita menghargai latar belakang setiap siswa dan ini membuat siswa merasa bahwa matematika adalah milik semua bangsa bukan cuman milik kelompok tertentu saja.

      Hapus
  54. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin bertanya pak, saya ingin tahu bagaimana cara guru memastikan bahwa integrasi budaya ini tidak justru membingungkan siswa saat mereka harus menghadapi ujian matematika formal yang standarnya tetap menggunakan rumus-rumus moderen atau universal?

    BalasHapus
  55. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Materi ini memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep etnomatematika sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya. Penjelasan sejarah yang menyoroti pemikiran Ubiratan D’Ambrosio menunjukkan bahwa matematika bukan sekadar ilmu universal yang berdiri sendiri, tetapi berkembang dan hidup dalam berbagai praktik budaya masyarakat. Hal ini memperkaya cara pandang terhadap matematika sebagai bagian dari kehidupan manusia sehari-hari.
    Definisi etnomatematika yang disampaikan menekankan pentingnya menghargai pengetahuan matematika lokal yang sering kali terabaikan dalam pendidikan formal. Pendekatan ini sangat relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya. Dengan mengaitkan matematika dengan budaya siswa, pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan inklusif.
    Prinsip-prinsip etnomatematika seperti pengakuan terhadap keberagaman budaya, kontekstualisasi, dan inklusivitas menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap saling menghargai dan toleransi. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila.
    Manfaat etnomatematika yang dijelaskan, seperti meningkatnya partisipasi siswa, berkembangnya berpikir kritis, serta pemahaman matematika yang lebih luas, menegaskan bahwa pendekatan ini mampu menjawab tantangan pembelajaran matematika yang sering dianggap abstrak dan jauh dari kehidupan siswa.
    Contoh penerapan di sekolah dasar, seperti penggunaan motif batik, satuan ukur tradisional, permainan congklak, dan proyek seni budaya, sangat kontekstual dan mudah diadaptasi oleh guru. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa matematika dapat diajarkan secara menyenangkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.materi ini menegaskan bahwa etnomatematika merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk menghubungkan matematika dengan identitas budaya siswa, sehingga pembelajaran tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga membangun kesadaran budaya dan karakter siswa.

    BalasHapus
  56. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    Saya setuju dengan materi ini, mengenai Etnomatematika ini. Menurut saya, pendekatan ini sangat keren karena membuktikan bahwa matematika itu bukan cuma milik orang jenius di laboratorium, tapi milik semua orang di berbagai budaya. Sangat menarik melihat bagaimana hal-hal di sekitar kita, seperti motif batik atau permainan congklak, ternyata punya logika matematika yang hebat. Dengan cara ini, anak-anak tidak lagi merasa matematika itu asing atau sulit, karena mereka bisa melihat jejaknya langsung dalam tradisi dan kebiasaan keluarga mereka sendiri. Ini benar-benar cara yang manusiawi untuk belajar angka.

    BalasHapus
  57. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    izin bertanya pak, kalau menurut Bapak, etnomatematika itu lebih oke buat pemanasan (tambahan) atau memang harus jadi inti cara mengajar kita di semua bab matematika pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Nadia, mungkin etnomatematika paling pas kalau di jadikan pintu masuk di setiap materi, jadi enggak harus selalu jadi inti dari awal sampai akhir pelajaran di semua bab, tapi sangat efektif buat membuka logika siswa di awal biar mereka enggak bingung pas ketemu rumus yang susah.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Nadia

      Hapus
    2. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin ikut berdiskusi ya Naida. Kalau merujuk ke materi yang kita pelajari, idealnya etnomatematika itu dijadikan inti atau landasan cara mengajar kita, bukan cuma buat pemanasan atau tambahan aja. Kenapa? Karena matematika itu sebenarnya lahir dari budaya dan aktivitas manusia sehari-hari.

      Kalau kita jadikan etnomatematika sebagai inti di setiap bab, siswa bakal merasa kalau matematika itu nggak asing dan "dekat" sama hidup mereka. Tapi memang tantangannya adalah kita sebagai guru harus kreatif menyesuaikan materi bab tersebut dengan unsur budaya yang relevan agar konsep matematikanya tetap tersampaikan dengan akurat. jadi, sebisa mungkin kita integrasikan ke dalam inti pembelajaran biar matematika nggak cuma jadi hafalan rumus, tapi jadi ilmu yang bermakna bagi siswa.

      Hapus
  58. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya pak, sebenarnya apa bedanya Matematika yang sering kita pelajari di sekolah sama Etnomatematika ini? apa saja yang membuat dua hal tersebut berbeda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Selma saya izin menjawab.

      Sebenarnya menurut saya pembelajaran matematika yang sering kita pelajari di sekolah sama pembelajaran etnomatika ini sama, yang hanya membedakan pendekatannya saja. Pada penerapan etnomatika ini pembelajaran matematika dijabarkan dengan cara mengaitkan budaya dengan pembelajaran matematika yang akan dipelajari siswa, kalau kak Selma memaca laman ini sampai selesai, pada laman ini telah disebutkan contohnya , salah satunya penggunaan motif batik dalam pembelajaran geometri nah motif batik ini bisa dimanfaatkan agar siswa dapat mempelajari konsep simetri dan pola melalui motif-motif batik tradisional dan contoh lainnya seperti permainan tradisional seperti congklak dalam pembelajaran aritmatika permainan tradisional ini ternyata bisa melibatkan perhitungan dan bisa mengajarkan konsep-konsep aritmatika.

      Hapus
    2. Jadi intinya pembelajaran etnomatika ini pendekatannya menggunakan keterkaitan budaya dengan pembelajaran matematika sedangkan pembelajaran matematika yang biasa kita pelajari di sekolah bisa saja guru mengaitkannya dengan aktivitas keseharian siswa, lalu bisa mengaitkan dengan permainan yang umum dilakukan oleh siswa seperti permainan bola kaki dan lain sebagainya ,lalu bisa juga mengaitkannya dengan kondisi siswa atau kegiatan yang sedang berlangsung pada saat pembelajaran.
      semoga bermanfaat....

      Hapus
    3. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Selma, kalau matematika sekolah yang biasanya kita pelajari itu sifatnya lebih formal dan kaku, di mana kita langsung dikasih rumus yang sudah jadi lalu diminta menghitung soal-soal di buku paket yang kadang enggak ada hubungannya sama kehidupan sehari-hari, nah kalau etnomatematika itu lebih ke arah matematika yang hidup di tengah masyarakat, dia engga cuman soal rumus di atas kertas, tapi soal bagaimana orang-orang di budaya tertentu punya cara tersendiri buat memecahkan masalah.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Selma

      Hapus

    4. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      izin menanggapi ya Selma. Pertanyaan kamu mewakili rasa penasaran banyak orang nih.
      Beda utamanya ada pada konteks dan pendekatannya:
      - Matematika Sekolah: Biasanya fokus pada simbol, angka, dan rumus yang bersifat abstrak serta universal (formal).
      - Etnomatematika: Adalah matematika yang dipraktikkan oleh kelompok budaya tertentu. Fokusnya lebih ke bagaimana matematika digunakan dalam kehidupan nyata, seperti pada pola batik, arsitektur rumah adat, atau sistem takaran tradisional.
      Jadi, perbedaannya bukan di "hasil hitungannya", tapi di sumber dan cara penyampaiannya. Etnomatematika menjembatani antara budaya lokal dengan teori matematika formal di sekolah supaya belajar jadi lebih bermakna.

      Hapus
  59. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya kembali pak, bagaimana caranya agar sekolah bisa menggabungkan konsep budaya ke dalam kurikulum agar tidak ribet? apakah ada ide untuk langkah-langkahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Selma saya izin menjawab

      Sebenarnya kalau kita lihat kembali pada laman ini telah dijelaskan bagaimana cara sekolah menggabungkan konsep budaya ke dalam kurikulum dan langkah-langkah yang telah diuraikan pada laman ini menurut saya tidak ribet sangat praktis dan bisa diterapkan di semua sekolah.
      Di sini saya coba sebutkan kembali langkah-langkah yang diuraikan pada laman ini untuk sekolah bisa menggabungkan konsep budaya ke dalam kurikulum.
      Pertama-tama identifikasi budaya, pada tahapan ini sekolah bisa mengidentifikasi aspek budaya yang ingin ditetapkan sambil melihat apakah aspek budaya tersebut relevan dengan matematika.
      Selanjutnya pada poin kedua integrasi dalam kurikulum, pada tahap ini sekolah bisa menerapkan konsep matematika yang ditemukan dalam konteks budaya ke dalam kurikulum yang diterapkan di sekolah.
      Selanjutnya penggunaan media dan alat peraga, pada tahap ini sekolah bisa menyiapkan penggunaan media atau alat peraga yang ditemukan dalam budaya dan bisa dikaitkan atau dijadikan sebagai objek yang membantu siswa memahami konsep matematika.
      Tahap selanjutnya sekolah harus bisa berkolaborasi dengan komunitas yang ada di daerah tersebut agar saling mengidetifikasi dan mengembangkan pembelajaran yang relevan.
      Dan tahap yang terakhir sekolah bisa melakukan refleksi atau evaluasi secara berkala untuk mengetahui seberapa relevannya pendekatan etnomatika ini dalam pembelajaran yang telah ditetapkan atau telah berlangsung di sekolah.

      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Selma, sebenarnya sekolah engga sampai perlu merombak total kurikulum yang ada, langkah awalnya bisa dimulai dari hal yang paling sederhana misalnya dengan mengganti konteks soal cerita di buku, daripada pakai contoh yang jauh dari keseharian siswa guru bisa pakai nama jajanan pasar, alat musik daerah, atau kegiatan di lingkungan sekitar sebagai bahan soal matematika, jadi siswanya merasa lebih akrab tanpa harus menambah beban materi baru.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Selma

      Hapus
    3. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Bantu jawab lagi ya Selma biar. Biar nggak "ribet" saat menggabungkan konsep budaya ke kurikulum, kita bisa pakai langkah-langkah simpel ini:
      1. Identifikasi Materi: Pilih bab matematika yang paling mudah dikaitkan (misal: Geometri atau Bilangan).
      2. Cari Objek Budaya Terdekat: Cari apa yang ada di sekitar siswa, misalnya motif batik di seragam mereka atau jajanan pasar (seperti bentuk kue tradisional). Ini lebih mudah daripada mencari budaya yang jauh.
      3. Metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi): Kita bisa cari contoh soal yang sudah ada, lalu tinggal kita ganti konteks ceritanya dengan budaya lokal setempat.
      Jadi, kuncinya jangan langsung mengubah seluruh kurikulum, tapi mulai dari hal-hal kecil di sekitar kelas saja. Semoga membantu!

      Hapus
  60. Dari penjelasan yang telah diberikan ini kita bisa tau bahwa etnomatematika punya peran penting buat bikin pembelajaran lebih relevan. Mengaitkan matematika dengan budaya lokal bukan cuma bikin siswa lebih tertarik, tapi juga ngajarin mereka buat menghargai lingkungan dan kebiasaan di sekitarnya. Pendekatan kayak gini juga terasa lebih inklusif, karena pengalaman siswa benar-benar dijadikan bagian dari proses belajar.

    BalasHapus
  61. Nama: Arjuna
    Kelas: 5A
    Npm: 2386206018
    budaya itu bukan cuma soal tradisi atau kebiasaan yang kita lihat di luar sekolah budaya juga mempengaruhi bagaimana kita berpikir bagaimana kita menyelesaikan masalah bahkan apa yang dianggap logis atau penting

    BalasHapus
  62. Kalau menurut saya lagi hubungan antara matematika dan budaya ini bikin pembelajaran jadi lebih hidup belajar matematika bisa jadi lebih menarik kalau kita melihatnya sebagai bagian dari cara orang dulu memecahkan masalah real dalam kehidupan mereka bukan sekadar angka yang harus dihapal

    BalasHapus
  63. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Menurut saya, materi etnomatematika ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa matematika bisa dekat dengan kehidupan dan budaya sehari-hari siswa, seperti lewat batik, permainan tradisional, dan pengukuran lokal, sehingga belajar matematika terasa lebih bermakna, menyenangkan, dan tidak terlepas dari jati diri budaya mereka.

    BalasHapus
  64. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C
    npm : 2386206040

    pendekatan matematika realistik (RME) ini terlihat sangat kontekstual karena mengaitkan konsep matematika dengan pengalaman nyata siswa seperti pizza, pita, atau toko mainan. Tapi bagaimana cara guru menyeimbangkan antara kebutuhan kurikulum yang harus selesai dengan kegiatan kontekstual yang kadang memakan waktu lebih banyak? Misalnya jika waktu pembelajaran terbatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Miftahul, menurut saya kuncinya bukan bikin kegiatan yang wah setiap hari tapi memilih topik yang paling krusial, guru bisa pakai pendekatan kontekstual untuk materi yang dasarnya paling susah dipahami siswa, kalau dasarnya sudah kuat lewat contoh nyata biasanya materi lanjutannya bakal lebih cepat nyambung meski enggak pakai praktik yang lama-lama.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Miftahul

      Hapus
  65. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saya ijin menanggapi pak, saya setuju dengan artikel diatas karena menjelaskan bahwa matematika tidak hanya tentang angka dan rumus, tetapi juga berhubungan erat dengan budaya dan kehidupan sehari-hari. Selama ini, banyak siswa merasa matematika itu sulit dan membosankan karena hanya belajar dari buku dan mengerjakan soal. Padahal, tanpa disadari, kita sering menggunakan matematika dalam kegiatan sehari-hari.
    Di dalam artikel dijelaskan bahwa budaya di sekitar kita banyak mengandung unsur matematika. Contohnya, pada motif batik terdapat pola dan bentuk yang bisa dipelajari dalam matematika. Bentuk rumah adat juga memiliki bangun datar dan bangun ruang. Bahkan permainan tradisional pun sering menggunakan hitungan dan aturan yang berhubungan dengan matematika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Aprilina Awing
      Kelas : 5D PGSD
      NPM : 2386206113

      Selain itu, belajar matematika lewat budaya juga bisa membuat siswa lebih mencintai dan menghargai budaya Indonesia. Siswa jadi tahu bahwa budaya daerah mereka itu unik dan bisa dijadikan sumber belajar. Jadi, selain menjadi pintar berhitung, siswa juga belajar untuk bangga terhadap budaya sendiri. Menurut saya, pembelajaran matematika yang mengaitkan budaya seperti ini sangat baik diterapkan di sekolah, terutama di sekolah dasar. Guru bisa mengajak siswa belajar sambil melihat lingkungan sekitar, sehingga matematika terasa lebih dekat, lebih mudah, dan lebih menyenangkan.

      Hapus
  66. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saya ijin bertanya, bagaimana etnomatematika bisa membantu siswa yang selama ini menganggap matematika sebagai pelajaran yang membosankan dan sulit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari Awing, menurut saya etnomatematika bisa jadi obat buat siswa yang bosan karena dia mengubah matematika dari sekedar angka di kertas jadi sesuatu yang nyata di depan mata, biasanya matematika jadi sulit karena anak-anak enggak tahu rumusnya buat apa, tapi lewat budaya mereka jadi sadar kalau matematika ternyata ada di motif baju yang mereka pakai, permainan tradisional, sampai di bentuk rumah mereka sendiri.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Awing

      Hapus
  67. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Izin menanggapi pak, terima kasih atas materinya. Dari tulisan ini saya jadi paham bahwa matematika itu tidak terpisah dari budaya dan kehidupan sehari-hari kita. Banyak contoh budaya lokal yang sebenarnya punya nilai matematika di dalamnya ,seperti pola, ukuran, atau perhitungan. Menurut saya kalau guru bisa mengaitkan pelajaran dengan budaya di sekitar siswa, belajar matematika jadi lebih dekat dan tidak membosankan. Artikel ini sangat membuka wawasan saya tentang hubungan matematika dengan kehidupan nyata.

    BalasHapus
  68. Nama: Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Pak saya izin bertanya, apakah mengaitkan matematika dengan budaya bisa membantu siswa yang biasanya kurang tertarik dengan pelajaran ini? terimakasih banyak pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Alya, menurut aku jawabannya iya banget, biasanya anak yang enggak suka matematika itu karena mereka merasa pelajaran ini cuman soal angka mati yang engga ada gunanya di hidup mereka, dengan mengaitkan ke budaya matematika jadi keliatan lebih manusiawi dan akrab.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Alya

      Hapus
  69. nama:erfina ferenheldiana
    kelas:5c
    npm:2386206065
    kalau setiap siswa memiliki pengalaman hidup yang berbeda (misalnya ada yang belum pernah melihat petak sawah atau pasar), apakah guru perlu menyesuaikan konteks masalahnya sesuai latar belakang siswa? Atau ada cara umum supaya semua siswa tetap mendapat manfaat pembelajaran realistik ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Erfina, menurutku guru memang perlu banget fleksibel soal ini, karena kalau ada siswa yang belum pernah liat sawah atau pasar jangan dipaksa pakai contoh itu karena mereka bakal makin bingung, solusinya guru bisa pakai konteks yang paling dekat dan dialami semua siswa di kelas itu, kalau terasa asing guru bisa pakai benda yang ada di dalam tas mereka, susun kursi di kelas, atau makanan yang lagi viral di sekolah.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Erfina

      Hapus
  70. Walaupun penerapan etnomatika sangat baik untuk pendidikan namun ternyata ada langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menerapkan etnomatika dalam pendidikan, bukan hanya sekadar mengaitkan budaya dengan matematika atau dengan pembelajaran lainnya tapi kita harus bisa mengidentifikasi dulu konteks budaya bagian mana yang ingin kita kaitkan dengan matematika tentunya aspek-aspek budaya yang ingin dikaitakan harus relevan dengan matematika, dalam penerapan etnomatika ini sekolah berperan penting dalam mengambil langkah-langkah untuk menerapkan etnomatika dalam pendidikan salah satunya mengintegrasikan konsep-konsep matematika yang ditemukan dalam konteks budaya ke dalam kurikulum sekolah, setelah menerapkan itu sekolah juga harus menyiapkan penggunaan media dan alat peraga yang ditemukan dalam budaya yang bisa dikaitkan atau dijadikan sebagai benda yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika, dalam etnomatika juga sekolah harus bisa berkolaborasi dengan komunitas yang mengambil peran penting dalam mengembangkan budaya di sekitar sekolah, selain itu guru dan sekolah juga sering-sering melakukan evaluasi dan refleksi dalam menerapkan etnomatika dalam pendidikan.

    BalasHapus
  71. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    ini ngomongin gimlana matematika itu gak lepas dari budaya maksudnya matematika ada di segala aspek kehidupan manusia termasuk budaya tempat kita tumbuh misalnya tradisi permainan seni musik bangunan dan aktivitas sehari hari

    BalasHapus
  72. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Saya setuju Pak bahwa Etnomatematika itu keren banget soalnya bikin matematika jadi nggak terasa kaku atau cuma soal angka di atas kertas doang. Manfaat utamanya itu bikin belajar jadi lebih nyambung sama kehidupan nyata karena kita pakai budaya sendiri kayak pola batik atau arsitektur candi buat mahamin konsep geometri atau aljabar Pak. Hal ini otomatis bikin rasa bangga sama identitas budaya makin kuat sekaligus ngilangin mindset kalau matematika itu produk Barat semata, begitu Pak.

    BalasHapus
  73. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Terima kasih atas tulisannya yang sangat inspiratif ini, Pak. Artikel ini membuka mata saya bahwa matematika itu tidak selalu kaku dan hanya ada di buku teks, tapi ternyata hidup di dalam budaya dan tradisi kita sehari-hari. Penjelasan Bapak tentang etnomatematika membuat pelajaran ini terasa jauh lebih dekat dan bermakna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Saya sangat setuju bahwa melalui etnomatematika, kita tidak hanya belajar menghitung, tapi juga belajar menghargai warisan nenek moyang. Cara Bapak mengaitkan konsep geometris atau bilangan dengan artefak budaya adalah strategi yang sangat cerdas untuk menjaga identitas bangsa di tengah pendidikan modern.

      Hapus
    2. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Nahh saya sangat setuju dengan poin yang menyatakan bahwa pembelajaran matematika berbasis budaya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Saya sepakat bahwa ketika siswa melihat matematika ada di lingkungan sekitar mereka (seperti dalam permainan tradisional atau bentuk bangunan di desa mereka), hambatan psikologis terhadap matematika yang dianggap sulit akan perlahan hilang. Pendekatan ini menurut saya adalah kunci untuk membuat matematika tidak lagi menjadi subjek yang asing bagi siswa, melainkan sesuatu yang fungsional dan membanggakan secara budaya.

      Hapus
  74. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Izin bertanya Pak, menurut Bapak, apakah mungkin etnomatematika ini dikembangkan menjadi sebuah modul pembelajaran yang terstandardisasi untuk daerah tertentu, ataukah sebaiknya dibiarkan fleksibel agar guru bisa menyesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing sekolah? Terima kasih sebelumnya Pak.

    BalasHapus
  75. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Etnomatematika itu ilmu yang ngeliat gimana setiap budaya punya cara unik sendiri untuk memahami dan pake matematika misalnya dalam seni musik arsitektur permainan tradisional sampai kegiatan sehari ide ini muncul pertama kali dari Ubiratan DAmbrosio pada tahun 1970an dia bilang bahwa matematika bukan cuma ilmu di sekolah tapi juga bagian dari aktivitas budaya di berbagai masyarakat

    BalasHapus
  76. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Matematika itu bukan cuma angka di buku pelajaran iya juga tidak bisa dilepas dari budaya tempat kita tumbuh karena budaya itu banyak banget memuat ide matematis yang kita pakai tanpa sadar kalau dibawa ke kelas dengan cara yang tepat pelajaran jadi jauh lebih asyik bermakna dan dekat dengan kehidupan siswa

    BalasHapus
  77. Nama: Putri Anggraeni
    NPM: 2386206022
    Kelas: VB (PGSD)

    Izin menanggapi materinya ya, Pak. Artikel ini menarik banget karena jujur baru kepikiran kalau matematika itu sebenarnya nggak cuma soal rumus di buku, tapi erat banget sama budaya kita atau etnomatematika. Sebagai calon guru SD, materi ini jadi "eye opening" buat saya. Ternyata kita bisa ngajarin konsep bangun datar atau perhitungan lewat benda-benda budaya di sekitar anak-anak. Pastinya cara ini bakal bikin siswa lebih relate dan nggak ngerasa matematika itu pelajaran yang horor lagi. Terima kasih banyak sharing-nya, Pak! Sangat bermanfaat untuk bekal kami nanti.

    BalasHapus
  78. Nama: Putri Anggraeni
    NPM: 2386206022
    Kelas: VB (PGSD)

    Terima kasih Pak atas artikelnya! Materinya sangat menginspirasi, terutama soal etnomatematika. Ini ngebantu saya dapet gambaran gimana cara ngajar matematika yang asik di SD nantinya, yaitu dengan mengaitkannya ke budaya sekitar. Ternyata belajar matematika bisa sambil melestarikan budaya juga ya. Sehat selalu Pak!

    BalasHapus
  79. Nama : Putri Anggraeni
    NPM : 2386206022
    Kelas : VB (PGSD)

    Izin memberikan tanggapan terkait materi yang Bapak bagikan, Pak.
    Jujur, artikel ini sangat relate dengan apa yang sering saya temui. Dulu, saya termasuk salah satu siswa yang menganggap matematika itu pelajaran yang sangat abstrak dan membosankan karena isinya hanya angka dan rumus. Namun, setelah membaca tulisan Bapak mengenai etnomatematika, pandangan saya jadi berubah total. Ternyata, matematika itu "hidup" di dalam budaya kita.
    Saya jadi teringat pengalaman saya saat melihat pengrajin lokal atau struktur bangunan tradisional di sekitar tempat tinggal. Tanpa sadar, mereka sudah menerapkan prinsip geometri dan perhitungan yang presisi meski tanpa rumus formal di atas kertas. Hal ini menyadarkan saya bahwa sebagai calon guru SD, tantangan saya ke depan bukan hanya mengajarkan anak untuk berhitung, tapi bagaimana menghubungkan logika matematika dengan dunia nyata mereka salah satunya melalui budaya.
    Pendekatan etnomatematika ini menurut saya adalah solusi agar anak-anak tidak lagi takut dengan matematika, karena mereka akan merasa dekat dengan apa yang dipelajari. Terima kasih banyak, Pak, sudah membuka perspektif baru bagi kami. Materi ini sangat menginspirasi saya untuk lebih kreatif lagi dalam merancang pembelajaran di kelas nanti!

    BalasHapus
  80. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Artikel ini menarik karena menjelaskan bagaimana matematika ternyata terkait erat dengan budaya. Saya penasaran, contoh budaya apa saja yang bisa membantu siswa memahami konsep matematika? Apakah kegiatan sehari-hari atau tradisi tertentu bisa dijadikan media belajar matematika?

    BalasHapus
  81. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Artikel ini juga menekankan pentingnya mengenal konteks budaya supaya siswa bisa lebih paham konsep matematika. Saya ingin tahu, apakah semua materi matematika bisa dikaitkan dengan budaya, atau hanya beberapa topik tertentu saja? Bagaimana cara guru memilih contoh budaya yang tepat supaya siswa tidak bingung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Yormatiana Datu Limbong
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206082

      izin menanggapi pak,Saya penasaran tentang peran guru dalam menghubungkan matematika dengan budaya lokal. Bagaimana guru bisa menyiapkan materi dan aktivitas yang sesuai dengan budaya siswa? Apakah kegiatan seperti permainan tradisional atau membuat karya seni bisa menjadi media pembelajaran matematika? Menurut saya, guru yang kreatif bisa membuat matematika lebih menarik dan mudah dipahami.

      Hapus
  82. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Artikel ini juga menyebutkan bahwa belajar matematika lewat budaya bisa meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Saya setuju karena ketika siswa melihat hubungan antara matematika dan budaya, mereka belajar lebih dari sekadar angka dan rumus.

    BalasHapus
  83. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Materi tentang matematika dan budaya ini sangat membuka wawasan saya bahwa matematika sebenarnya dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari. Selama ini saya sering menganggap matematika hanya sebatas angka, rumus, dan soal di buku, padahal melalui budaya kita bisa melihat penerapan matematika secara nyata. Contohnya dalam pola batik, bangunan adat, dan sistem hitung tradisional yang digunakan masyarakat. Dengan pendekatan seperti ini, saya merasa siswa bisa lebih mudah memahami matematika karena dikaitkan dengan hal yang sudah akrab di sekitar mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
      Kelas: VD
      NPM: 2386206080

      Saya melihat materi ini sangat relevan dengan pembelajaran saat ini, terutama untuk membuat siswa tidak merasa matematika itu menakutkan. Ketika matematika dikaitkan dengan budaya lokal, siswa bisa merasa lebih dekat dan bangga dengan budaya mereka sendiri. Selain belajar berhitung atau konsep geometri, siswa juga belajar menghargai warisan budaya. Menurut saya, cara ini bisa menumbuhkan minat belajar sekaligus menanamkan nilai karakter pada siswa.

      Hapus
  84. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Materi ini menjelaskan dengan baik bahwa matematika tidak berdiri sendiri, tetapi berkembang bersama kehidupan manusia dan budaya. Banyak konsep matematika yang sebenarnya sudah digunakan oleh masyarakat sejak dulu, meskipun belum disebut dengan istilah formal seperti sekarang. Misalnya dalam pengukuran lahan, pembagian hasil, atau pola anyaman. Hal ini menunjukkan bahwa matematika adalah ilmu yang hidup dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

    BalasHapus
  85. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Saya merasa pendekatan matematika berbasis budaya ini sangat cocok diterapkan di sekolah dasar maupun menengah. Anak-anak biasanya lebih mudah memahami sesuatu yang bisa mereka lihat dan rasakan langsung. Ketika guru mengaitkan materi dengan budaya setempat, siswa akan lebih aktif dan tertarik untuk belajar. Selain itu, pembelajaran juga terasa lebih bermakna dan tidak hanya mengejar nilai semata

    BalasHapus
  86. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Meelalui materi ini saya jadi sadar bahwa budaya memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir matematis masyarakat. Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menerapkan konsep matematika sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini menunjukkan bahwa matematika itu fleksibel dan bisa disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya. Jika hal ini dijelaskan kepada siswa, mereka bisa memahami bahwa matematika tidak kaku seperti yang sering dibayangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
      Kelas: VD
      NPM: 2386206080

      Materi ini juga mengajarkan bahwa pembelajaran matematika tidak harus selalu menggunakan buku dan papan tulis. Guru bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, termasuk budaya lokal. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih kreatif dan variatif. Saya rasa cara ini juga bisa membantu siswa yang selama ini merasa kesulitan belajar matematika.

      Hapus
  87. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Menurut saya Pak, hubungan antara matematika dan budaya ini sangat penting untuk diperkenalkan sejak dini. Siswa akan memahami bahwa ilmu yang mereka pelajari tidak terlepas dari kehidupan nyata. Selain itu, mereka juga bisa belajar menghargai budaya sendiri dan tidak menganggap budaya hanya sebagai pelajaran tambahan. Matematika dan budaya bisa saling melengkapi dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
      Kelas: VD
      NPM: 2386206080

      Saya melihat materi ini juga mendukung pembelajaran kontekstual, di mana siswa diajak berpikir berdasarkan situasi nyata. Dengan mengaitkan matematika dan budaya, siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami makna di balik konsep tersebut. Hal ini bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam.

      Hapus
    2. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
      Kelas: VD
      NPM: 2386206080

      . Saya merasa materi ini sangat membantu calon guru untuk lebih kreatif dalam mengajar matematika. Guru tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi bisa mengembangkan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan budaya siswa. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Siswa pun bisa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

      Hapus
  88. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Menurut saya Pak, pendekatan matematika dan budaya juga bisa menjadi cara untuk melestarikan budaya daerah. Ketika budaya dijadikan bagian dari pembelajaran, siswa akan lebih mengenal dan menghargainya. Secara tidak langsung, pembelajaran matematika juga berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal. Ini menurut saya menjadi nilai tambah dari pendekatan ini.

    BalasHapus
  89. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD

    NPM: 2386206080
    Materi ini membuat saya berpikir bahwa matematika tidak selalu harus diajarkan secara abstrak. Dengan contoh-contoh budaya, konsep yang awalnya sulit bisa menjadi lebih mudah dipahami. Siswa bisa melihat langsung penerapan matematika dalam kehidupan nyata. Hal ini tentu sangat membantu dalam proses belajar mengajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
      Kelas: VD
      NPM: 2386206080

      pembelajaran matematika berbasis budaya juga dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Mereka merasa apa yang mereka pelajari berkaitan dengan kehidupan dan budaya mereka sendiri. Hal ini bisa membuat siswa lebih berani bertanya dan berpendapat. Pembelajaran pun menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

      Hapus
  90. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Saya melihat bahwa materi ini sangat cocok diterapkan di Indonesia yang memiliki beragam budaya. Setiap daerah memiliki kekhasan yang bisa dijadikan sumber belajar matematika. Guru bisa menyesuaikan pembelajaran dengan budaya setempat sehingga siswa merasa lebih dekat dengan materi yang diajarkan. Ini menurut saya sangat efektif.

    BalasHapus
  91. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    NPM: 2386206080

    Secara keseluruhan materi ini sangat bermanfaat dan relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Mengaitkan matematika dengan budaya membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan tidak membosankan. Siswa tidak hanya belajar angka, tetapi juga belajar memahami kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Saya berharap pendekatan seperti ini bisa lebih sering diterapkan dalam pembelajaran matematika.

    BalasHapus
  92. Izin menanggapi pak
    Wah, ini sih materi yang bagus banget buat dibahas.Jujur, aku baru ngeh kalau istilah Etnomatematika ini ternyata sudah ada sejak tahun 70-an berkat Ubiratan D’Ambrosio. Keren banget cara dia memandang matematika bukan cuma sebagai angka-angka kaku yang bikin pusing di papan tulis, tapi sebagai bagian dari napas budaya kita sendiri. Selama ini kan kita sering ngerasa matematika itu barang impor dari luar, padahal nenek moyang kita sudah jago banget mainin konsep geometri lewat pola batik, arsitektur rumah adat, bahkan sistem hitung dagang di pasar tradisional yang super cepat itu.Asyiknya lagi kalau konsep ini beneran diterapkan di Sekolah Dasar secara masif. Bayangin aja anak-anak nggak lagi belajar hafalan rumus yang ngebosenin, tapi langsung praktik lewat hal-hal yang mereka lihat sehari-hari di rumah atau lingkungan sekitar. Ini bisa jadi cara paling ampuh buat ngilangin fobia matematika sejak dini, karena mereka bakal sadar kalau matematika itu aslinya inklusif dan dekat banget sama kehidupan, bukan sekadar simbol Yunani kayak "Xi" yang ada di gambar itu. Jadi makin bangga sama kekayaan lokal karena ternyata tradisi kita itu isinya logika dan sains tingkat tinggi semua.

    BalasHapus
  93. Izin menanggapi lagi pak . atau teman -teman yg bisa menjawab
    Terus, kalau seandainya setiap suku punya cara hitung atau logika yang beda-beda, apa nggak bakal ribet kalau nanti mereka harus ujian nasional yang standar soalnya satu untuk semua? Menurut kalian, mungkin nggak sih etnomatematika ini justru jadi cara kita buat bikin rumus-rumus baru yang lebih canggih daripada yang kita pelajari sekarang?Btw, kalau kalian punya ide, gimana ya cara paling asyik ngenalin konsep ini ke anak SD yang sekarang lebih sering pegang gadget daripada liat kerajinan tangan atau budaya lokalnya sendiri?

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak