Mengapa Literasi Matematika Penting? Sejarah, Prinsip, dan Penerapannya di Sekolah Dasar

 

Literasi matematika telah berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Sejak zaman kuno, matematika telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, mulai dari perdagangan, pengukuran, hingga arsitektur. Bangsa Sumeria dan Mesir kuno merupakan salah satu yang pertama kali mencatat penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti dalam pencatatan perdagangan dan pembangunan piramida.

Di abad pertengahan, literasi matematika berkembang lebih lanjut di dunia Islam, di mana para ilmuwan Muslim seperti Al-Khwarizmi mengembangkan konsep-konsep dasar aljabar dan aritmetika. Melalui penaklukan dan perdagangan, pengetahuan ini kemudian diperkenalkan ke Eropa, di mana matematika menjadi dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Perkembangan literasi matematika semakin pesat dengan adanya revolusi industri di abad ke-18 dan ke-19. Matematika menjadi esensial dalam bidang-bidang baru seperti teknik, ekonomi, dan sains. Di abad ke-20, literasi matematika diakui sebagai komponen penting dalam pendidikan dasar, dengan fokus pada kemampuan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Literasi matematika sebagai konsep mulai dikenal luas pada akhir abad ke-20, khususnya setelah penerapan Program for International Student Assessment (PISA) oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2000.

Pengertian Literasi Matematika

Literasi matematika dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan menggunakan matematika dalam konteks sehari-hari. Ini melibatkan kemampuan untuk berpikir secara logis, memahami konsep-konsep matematika, serta menerapkannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi matematika tidak hanya terbatas pada kemampuan menghitung atau melakukan operasi aritmetika, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memahami data, menginterpretasikan informasi dalam bentuk grafis, dan membuat keputusan berdasarkan analisis numerik. Literasi matematika memungkinkan individu untuk berfungsi secara efektif dalam masyarakat yang semakin kompleks dan berbasis data.

Prinsip-Prinsip Literasi Matematika

Beberapa prinsip utama literasi matematika meliputi:

Keterkaitan Konseptual: Literasi matematika menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang konsep-konsep matematika dan bagaimana konsep-konsep tersebut saling berkaitan. Pemahaman konseptual memungkinkan siswa untuk menerapkan matematika dalam berbagai konteks dan menyelesaikan masalah yang kompleks.

Pemahaman Konsep Dasar: Memiliki pemahaman mendalam tentang konsep-konsep dasar matematika seperti bilangan, bentuk, dan ukuran.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari: Mampu menerapkan matematika dalam berbagai konteks, seperti mengelola anggaran, memahami statistik, atau menginterpretasikan grafik.

Berpikir Kritis dan Analitis: Kemampuan untuk menganalisis situasi, mengidentifikasi masalah, dan memecahkannya menggunakan pendekatan matematika.

Pemecahan Masalah: Menggunakan matematika sebagai alat untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai situasi, baik itu dalam pendidikan, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari.

Komunikasi Matematika: Mampu mengomunikasikan konsep-konsep dan solusi matematika secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis.

Kemandirian dalam Belajar: Literasi matematika juga mencakup kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri, mengembangkan strategi mereka sendiri untuk memahami dan menerapkan konsep-konsep matematika, serta mengevaluasi pemahaman mereka sendiri.

Manfaat Literasi Matematika

Literasi matematika memiliki berbagai manfaat, baik di tingkat individu maupun masyarakat:

Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Literasi matematika membantu individu dalam membuat keputusan yang didasarkan pada data dan analisis yang logis.

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah: Literasi matematika meningkatkan kemampuan untuk menghadapi dan memecahkan masalah kompleks dengan pendekatan yang sistematis.

Kemandirian dalam Belajar: Dengan literasi matematika yang baik, individu dapat belajar dan memahami konsep-konsep baru dengan lebih mudah.

Persiapan untuk Dunia Kerja: Literasi matematika sangat penting dalam berbagai bidang pekerjaan, termasuk ekonomi, teknik, sains, dan teknologi.

Partisipasi dalam Masyarakat: Literasi matematika memungkinkan individu untuk berpartisipasi secara lebih aktif dalam masyarakat, seperti dalam pengambilan keputusan politik atau pemahaman isu-isu sosial yang melibatkan data.

Cara Belajar Literasi Matematika

Untuk menguasai literasi matematika, beberapa pendekatan berikut dapat digunakan:

Pembelajaran Berbasis Masalah: Menghadapi masalah-masalah nyata yang memerlukan aplikasi konsep-konsep matematika untuk diselesaikan.

Pembelajaran Kontekstual: Mengaitkan konsep-konsep matematika dengan situasi sehari-hari yang relevan bagi siswa.

Latihan Rutin: Melakukan latihan secara teratur untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan matematika.

Diskusi dan Kolaborasi: Mendorong diskusi dan kerja kelompok untuk memperdalam pemahaman konsep-konsep matematika.

Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan alat-alat teknologi seperti kalkulator, perangkat lunak pendidikan, dan aplikasi interaktif untuk memfasilitasi pembelajaran matematika.

Contoh Penerapan Literasi Matematika di Sekolah Dasar

Di sekolah dasar, literasi matematika dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, seperti:

Proyek Berbasis Masalah: Misalnya, siswa dapat diberikan proyek untuk merencanakan perjalanan fiktif dengan anggaran tertentu. Mereka harus menghitung biaya perjalanan, termasuk transportasi, akomodasi, dan makanan, serta mempertimbangkan opsi yang berbeda untuk menghemat biaya. Proyek seperti ini membantu siswa menerapkan matematika dalam konteks kehidupan nyata.

Pembelajaran Kontekstual: Guru dapat menggunakan situasi sehari-hari sebagai konteks untuk pembelajaran matematika. Misalnya, ketika mengajarkan konsep pecahan, guru dapat menggunakan contoh pembagian kue atau pizza, di mana siswa harus menentukan berapa banyak setiap orang akan mendapatkan berdasarkan jumlah orang dan ukuran kue.

Penggunaan Alat Manipulatif: Alat manipulatif seperti blok pecahan, penggaris, atau kalkulator dapat digunakan untuk membantu siswa memahami konsep-konsep matematika secara visual dan hands-on. Penggunaan alat manipulatif juga membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antar-konsep matematika.

Integrasi Teknologi: Penggunaan aplikasi matematika atau permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan literasi matematika juga dapat menjadi cara efektif untuk melibatkan siswa dan meningkatkan pemahaman mereka. Teknologi dapat memberikan umpan balik langsung dan memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri.

Kegiatan Harian: Siswa dapat diajak untuk melakukan aktivitas matematika sederhana setiap hari, seperti menghitung uang jajan, mengukur panjang benda di kelas, atau menghitung jumlah kata dalam sebuah paragraf. Aktivitas ini membantu memperkuat pemahaman mereka tentang konsep matematika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

141 Komentar

  1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Menurut saya Pak materi ini, sangat baik karena memberikan pemahaman tentang hakikat dan urgensi literasi matematika di dunia pendidikan. Khususnya di sekolah dasar, materi di atas juga menjelaskan bahwa literasi matematika bukan sekedar kemampuan dalam berhitung ataupun menguasai rumus, tetapi untuk memahami dan juga dapat menerapkan konsep dari matematika. Dalam materi ini juga menjelaskan prinsip utama literasi matematika yaitu, berkaitan dengan konsep, berpikir kritis, dan analitis, komunikasi matematika dan juga kemandirian belajar. Prinsip-prinsip ini penting untuk siswa agar tidak hanya mampu menghafal tetapi juga memahami materi ini. Materi ini sangat penting agar guru dapat mengajarkannya di sekolah dasar melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek pembelajaran kontekstual, dan penggunaan alat serta manipulatif integrasi teknologi dan kegiatan harian. Di mana siswa diajak untuk mengalami langsung konsep matematika Contohnya yaitu menghitung uang jajan mereka sendiri. Materi di atas juga mengajarkan siswa agar menjadi individu yang kritis kreatif dan percaya diri. 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat Isdiana! 😊 Materi ini memang sangat penting karena memberikan pemahaman tentang hakikat dan urgensi literasi matematika di dunia pendidikan, terutama di sekolah dasar.

      Saya setuju bahwa literasi matematika bukan sekedar kemampuan berhitung atau menguasai rumus, tapi juga tentang memahami dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
      Prinsip-prinsip literasi matematika seperti berpikir kritis, analitis, komunikasi matematika, dan kemandirian belajar sangat penting untuk siswa. Ini akan membantu mereka menjadi individu yang kritis, kreatif, dan percaya diri.

      Hapus
  2. Memang benar pernyataan ini literasi matematika itu sangat penting, karena membantu kita menyelesaikan permasalahan kehidupan, misalnya dengan kalkulasi perjalan seperti diatas, pastinya kita harus berpikir maju untuk membayangkan atau meemperkirakan kejadian atau kendala yang kita alami dalam perjalan itu membutuhkan pengeluaran apa tidak, dan jika ia kita pun harus memperkirakannya berapa, semua itu masuk hitungan kan, ke matematika lagi kan.
    Lalu manfaat lainnya kita dapat menyelesaikan soal cerita matematika dengan baik karena apa? karena kita membaca soal itu dengan baik,teliti dan memahami apa maksud darim soal tersebut , literasi dong ya? jadi literasi dalam matematika itu sangat penting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Setuju banget sama poin yang disampaikan Alusia! Contoh soal kalkulasi perjalanan itu bener-bener relatable ya, karena seringkali kita nggak sadar kalau sedang mempraktikkan matematika di kehidupan nyata.
      Aku juga sepakat soal pentingnya literasi dalam menyelesaikan soal cerita. Memang bener, tantangan terbesar anak-anak SD nanti biasanya bukan di hitung-hitungannya, tapi di cara mereka memahami maksud soalnya. Tanpa literasi yang baik, angka-angka itu cuma jadi deretan tanpa makna. Ini jadi pengingat buat kita calon guru PGSD supaya nanti bisa ngajarin matematika bukan cuma sebagai hafalan rumus, tapi sebagai cara berpikir yang logis dan teliti. Semangat ya buat kita semua!

      Hapus
  3. Nama:Elisnawatie
    NPM:2386206069
    Kelas:5D PGSD

    literasi matematika bukan hanya kemampuan dalam menghitung atau menguasai rumus semata, tetapi lebih kepada kemampuan untuk memahami, menalar, dan menerapkan konsep-konsep matematika dalam berbagai situasi kehidupan nyata .Dalam pembelajaran di sekolah dasar, literasi matematika juga menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, komunikasi matematis, serta kemandirian belajar agar siswa tidak hanya mampu menghafal, tetapi benar-benar memahami makna dari setiap konsep yang dipelajari. Melalui pendekatan seperti pembelajaran kontekstual, berbasis proyek, dan penggunaan alat manipulatif serta teknologi, siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna, misalnya dengan menghitung uang jajan sendiri atau mengamati pola dalam kegiatan sehari-hari.

    BalasHapus
  4. Nama:Elisnawatie
    NPM:2386206069
    Kelas:VD

    Apa dampaknya bagi siswa atau masyarakat pak jika kemampuan literasi matematika masih rendah, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang membutuhkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan berbasis data?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Elisnawatie saya izin menjawab pertanyaanya ya
      saya akan menjawab dampak rendahnya literasi bagi siswa, menurut saya literasi merupakan tombak arah kehidupan manusia, dengan literasi kita mampu memahami, mampu mengetahui apa dan bagaimana alur tujuan kita, rendahnya kemampuan literasi matematika bagi seorang siswa dapat berdampak fatal dalam menaklukan tantangan kehidupan di era modern ini yang tentunya membutuhkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan yang tepat, hal ini dikarenakan siswa memiliki kemampuan literasi yang rendah sehinnga dalam pengerjaanya soal-soal matematika yang berbentuk cerita dan dalam memecahkan masalah tidak dapat ia kerjakan dengan baik karena kurangnya literasi matematika pada soal tersebut, ini juga mengakibatkan ketidakmampuan siswa dalam mengalisis soal dan memutuskan penyelesaian soal secara cepat dan tepat.

      Hapus
    2. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Hallo elis izin menanggapi ya , Menurut saya, jika kemampuan literasi matematika masih rendah, dampaknya cukup besar bagi siswa maupun masyarakat. Siswa akan kesulitan memahami pelajaran yang berkaitan dengan angka, grafik, dan soal cerita, sehingga cenderung hanya menghafal rumus tanpa bisa menerapkannya dalam kehidupan nyata. Dalam jangka yang panjang, mereka bisa kurang percaya diri dan menghindari bidang studi atau pekerjaan yang berhubungan dengan data dan perhitungan.

      Bagi masyarakat, literasi matematika yang rendah itu membuat orang mudah tertipu oleh data atau statistik di media, iklan, maupun tawaran finansial, karena tidak mampu mengkritisi angka yang disajikan. Akibatnya, banyak keputusan penting—seperti mengatur keuangan, mengambil kredit, atau menyikapi informasi publik—diambil tanpa dasar analisis yang kuat, dan ini bisa merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

      Hapus
    3. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie, menurut sepengetahuan yang aku ketahui sih yaaa Elis jikalau literasi matematika itu rendah, siswa dan juga masyarakat itu akan jadi kesulitan untuk memahami sebuah data, lalu menganalisis informasi, dan juga mengambil sebuah keputusan yang logis. Nahh dampaknya itu, individu tu menajdi mudah salah menafsirkan sebuah informasi dan lalu menajdi kurang mampu untuk memecahlan masalah sehari-hari.

      Hapus
    4. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Izin menanggapi ya. Kalau literasi matematika masih rendah, anak-anak biasanya gampang bingung pas ketemu masalah sehari-hari. Contohnya ngatur uang jajan, baca diskon, ngerti grafik di berita, atau sekadar bandingin pilihan mana yang lebih untung. Akhirnya mereka sering nebak-nebak aja, bukan mikir pakai logika.
      Di masyarakat juga efeknya kerasa. Banyak orang jadi gampang percaya info yang kelihatannya “pakai data”, padahal datanya belum tentu bener. Terus pas harus ambil keputusan, misalnya soal keuangan atau pilihan hidup, jadi kurang yakin dan kurang kritis. Makanya literasi matematika itu penting banget, bukan cuma buat nilai sekolah, tapi biar orang bisa mikir lebih masuk akal dan nggak gampang kecele di kehidupan modern.

      Hapus
    5. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin ikut menanggapi pertanyaan dari Elisnawatie
      Menurut pemahaman saya setelah membaca artikel Bapak, kalau literasi matematika kita rendah, dampaknya bisa cukup fatal di kehidupan modern sekarang. Kita jadi gampang "termakan" hoaks data atau statistik yang keliru karena kurangnya kemampuan analisis.
      Selain itu, dalam pengambilan keputusan sehari-hari seperti mengelola keuangan atau membandingkan risiko kita bakal sering ragu-ragu atau malah salah langkah. Di era digital yang serba data ini, literasi matematika itu seperti "navigasi" kita. Tanpa itu, kita mungkin bisa menghitung, tapi tidak tahu arah dan tujuan dari angka-angka tersebut.
      Semoga jawaban Bapak nanti bisa memberikan gambaran yang lebih mendalam lagi bagi kami. Terima kasih

      Hapus
  5. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas:5B PGSD

    Pada materi diatas mengenai literasi matematika menurut saya sudah disusun sangat lengkap, sistematis, dan juga informasi yang disajikan pada materi diatas sangat mendalam/menyeluruh. Pada materi ini sang penulis tidak hanya menjelaskan tentang konsep literasi matematika, namun juga mampu menghubungkannya dengan sejarah, konteks global, dan juga penerapannya dalam pendidikan dasar. Materi diatas dapat menjadi referensi yang baik bagi guru, mahasiswa pendidikan, maupun siapapunitu yang ingin memahami mengenai literasi matematika secara lebih mendalam.

    BalasHapus
  6. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Sebagai mahasiswa, saya melihat materi tentang literasi matematika ini cukup relevan dan membantu mengubah cara pandang saya terhadap matematika. Selama ini, banyak orang , termasuk saya dulu selalu menganggap matematika hanya sebagai kumpulan rumus dan hitungan di kelas. Dari materi ini, terlihat jelas bahwa literasi matematika jauh lebih luas , ia berkaitan dengan kemampuan menggunakan matematika untuk memahami dunia, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah dalam konteks nyata. Penjelasan sejarahnya, dari Sumeria dan Mesir kuno, perkembangan di dunia Islam melalui tokoh seperti Al-Khwarizmi, sampai penguatan konsep literasi matematika lewat PISA, membuat saya sadar bahwa matematika dan literasi matematis bukan konsep yang baru , tetapi sebagai hasil perjalanan panjang peradaban manusia.

    BalasHapus
  7. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Saya juga tertarik dengan cara materi ini menjelaskan prinsip-prinsip literasi matematika, seperti keterkaitan konseptual, aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi matematika, dan kemandirian belajar. Di level mahasiswa, semua hal itu terasa sangat relevan. Misalnya, ketika membaca grafik penelitian, mengkritisi data survei, atau menilai informasi yang beredar di media sosial, kita sebenarnya sedang mempraktikkan literasi matematika. Jadi, literasi matematika bukan sekadar bisa mengerjakan soal ujian, tetapi kemampuan berpikir dengan angka dan logika di berbagai situasi. Bagian penerapan di sekolah dasar menurut saya juga sangat penting. Contoh proyek merencanakan perjalanan dengan anggaran tertentu, pembelajaran pecahan lewat pembagian kue, penggunaan alat manipulatif, permainan edukatif, dan kegiatan harian seperti menghitung uang jajan atau mengukur benda, semuanya menunjukkan bahwa matematika bisa diajarkan dengan cara yang konkret, dekat dengan pengalaman siswa, dan menyenangkan. Sebagai mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan, saya merasa pendekatan seperti ini sangat membantu mengurangi anggapan bahwa matematika itu menakutkan dan sulit. Siswa dilatih melihat bahwa matematika hadir dalam setiap aktivitas sederhana, bukan hanya di lembar soal.

    Namun, saya juga menyadari bahwa penerapan literasi matematika di lapangan pasti menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan kesiapan guru. Materi ini memberi kerangka yang bagus, tetapi di tingkat praktik diperlukan dukungan lebih lanjut, seperti pelatihan guru, pengembangan media yang murah dan kontekstual, serta kebijakan sekolah yang mendukung pembelajaran berbasis masalah dan konteks. Secara keseluruhan, sebagai mahasiswa, saya melihat materi ini sangat bernilai karena menegaskan bahwa literasi matematika adalah kompetensi hidup yang esensial di era yang penuh data dan angka, dan sekolah dasar adalah tempat strategis untuk mulai menanamkannya sejak dini.

    BalasHapus
  8. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Saya izin bertanya Pak dan teman” semua jika ingin menanggapi , dalam konteks Kurikulum Merdeka, bagaimana Bapak dan teman” semua bisa melihat peran literasi matematika dalam membentuk profil pelajar Pancasila, khususnya di jenjang sekolah dasar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Hai Pia! aku izin mau jawab pertanyaan kamu yaa 😃

      Menurut aku nih, aku habis searching juga barusan sebelum jawab pertanyaan kamu, literasi matematika itu bisa bantu banget dalam profil pelajar Pancasila, apalagi di kurikulum merdeka yang fokusnya ke pembelajaran bermakna.

      Jadi, matematika ga cuma soal angka, tapi juga soal sikap dan cara berpikir yang bikin anak-anak menjadi anak yang insyaallah menjadi anak yang bijak dan aktif.

      cmiiw guys 😀🙌

      Hapus
    2. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      btw Pia.. kalau aku mau tanya balik, boleh dong 😁✌️

      Kalau kamu balik ke artikel ini lagi, terus nemu komentar aku ini tolong dijawab yaa Piaa, tapi kalau ada dari temen-temen yang mau jawab nih BOLEH BANGET YAKK 👌

      Kalau kamu diminta bikin proyek matematika yang bisa nunjukkin nilai-nilai Pancasila, kamu ada kepikiran ga bakal bikin aktivitas seperti apa untuk anak SD?

      hehehe thankyouu

      Hapus
    3. Nam: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Oktavia Ramadani, menurut sepengetahuan yang aku ketahui sihh ya Via dalam kurikulum merdeka literasi matematika itu berperan cukup penting dalam membentuk profil pelajar pancasila dikarenakan itu dapat melatih para siswa Sekolah Dasar untuk dapat berpikir kritis, bernalar logis, dan juga mandiri melalui pemecahan suatu masalah kontekstual.

      Hapus
    4. Izin menjawab yah, Literasi matematika dalam Kurikulum Merdeka membantu membentuk profil pelajar Pancasila dengan cara:

      - Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
      - Mengembangkan kemampuan gotong royong dan kerja sama
      - Meningkatkan kemampuan mandiri dan kreatif
      - Menghubungkan matematika dengan nilai-nilai keimanan dan kebinekaan global

      Hapus
    5. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Izin menjawab ya. Kalau menurut saya, literasi matematika itu punya peran besar banget di Kurikulum Merdeka, apalagi buat ngebentuk Profil Pelajar Pancasila di SD. Lewat literasi matematika, anak-anak dilatih buat berpikir kritis, nggak asal jawab, tapi mikir dulu alasan dan logikanya. Ini nyambung banget sama nilai bernalar kritis dan mandiri.
      Selain itu, pas anak ngerjain soal kontekstual atau proyek sederhana, mereka juga belajar kerja sama, jujur, dan tanggung jawab, misalnya saat ngitung bareng atau diskusi solusi. Dari situ kelihatan kalau matematika bukan cuma angka, tapi juga melatih sikap dan cara berpikir yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sejak kecil.

      Hapus
    6. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin ikut menanggapi pertanyaan dari Oktavia ya. Pertanyaannya menarik sekali karena menghubungkan literasi matematika dengan Profil Pelajar Pancasila. Menurut saya, dalam konteks Kurikulum Merdeka di SD, literasi matematika punya peran besar banget, terutama pada dimensi Bernalar Kritis. Ketika siswa diajak memahami masalah, menganalisis data, dan mencari solusi (bukan cuma hafal rumus), di situlah karakter bernalar kritis mereka terbentuk.

      Selain itu, literasi matematika juga melatih kemandirian dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah sehari-hari. Jadi, matematika bukan lagi sekadar angka di atas kertas, tapi jadi alat untuk membentuk karakter siswa yang logis dan solutif sesuai nilai-nilai Pancasila.

      Hapus
  9. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Izin menanggapi pak,dari materi yang saya baca menurut saya literasi matematika sangat penting karena tidak hanya tentang kemampuan menghitung, tetapi juga tentang kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi matematika dalam kehidupan sehari-hari.ini membantu individu untuk membuat keputusan yang lebih baik, memecahkan masalah, dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat.literasi matematika adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu.dengan memiliki literasi matematika yang baik, individu dapat membuat keputusan yang lebih baik, memecahkan masalah, dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat maria! Literasi matematika memang bukan hanya tentang kemampuan menghitung, tapi juga tentang kemampuan memahami dan menggunakan informasi matematika dalam kehidupan sehari-hari.

      Dengan literasi matematika, individu dapat membuat keputusan yang lebih baik, memecahkan masalah, dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai kesuksesan.
      Saya setuju bahwa literasi matematika adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu.

      Hapus
  10. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Cara belajar literasi matematika yang diuraikan dalam materi ini sangat praktis dan mudah diterapkan.dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kontekstual, latihan rutin, diskusi dan kolaborasi, serta penggunaan teknologi, siswa dapat mengembangkan literasi matematika mereka dengan cara yang menyenangkan dan efektif.
    literasi matematika dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan pembelajaran. dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kontekstual, latihan rutin, diskusi dan kolaborasi, serta penggunaan teknologi, siswa dapat mengembangkan literasi matematika mereka dengan cara yang menyenangkan dan efektif.

    BalasHapus
  11. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Tambahan terkait materi ini nah ada juga nih prinsip-prinsip literasi matematika sangat relevan untuk pembelajaran.dengan menekankan keterkaitan konsep, pemahaman konsep dasar, aplikasi dalam kehidupan, berpikir kritis dan analitis, pemecahan masalah, komunikasi matematika, dan kemandirian dalam belajar, pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi siswa.literasi matematika membantu individu untuk memahami dan menggunakan informasi matematika dalam kehidupan sehari-hari.ini termasuk kemampuan untuk membaca dan menafsirkan data, memahami konsep matematika dasar, dan menggunakan matematika untuk memecahkan masalah praktis.

    BalasHapus
  12. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Tambahan lagi dari materi ini,jadi literasi matematika membantu individu untuk memahami dan menggunakan informasi matematika dalam kehidupan sehari-hari.ini termasuk kemampuan untuk membaca dan menafsirkan data, memahami konsep matematika dasar, dan menggunakan matematika untuk memecahkan masalah praktis.
    Jadi,implementasi literasi matematika dalam pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah.guru perlu dilatih dan didukung untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa.siswa perlu didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan melihat relevansi pengetahuan yang mereka peroleh.orang tua perlu mendukung pembelajaran siswa di rumah dan memberikan umpan balik yang konstruktif.pihak sekolah perlu menyediakan sumber daya dan fasilitas yang memadai untuk mendukung implementasi literasi matematika dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  13. Terima kasih bapak telah memberikan materi yang bermanfaat ini untuk saya dan teman2 lainnya, setelah saya membaca materi ini saya jadi lebih paham kalau Literasi Matematika itu bukan cuma soal bisa ngitung cepat, tapi lebih ke kemampuan kita pakai matematika buat hadapi masalah di kehidupan sehari-hari.
    ​Saya paling setuju sama prinsip Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari. Ini penting banget, karena seringkali kita belajar konsep di sekolah, tapi bingung mau dipakai di mana. Dengan literasi matematika, kita diajarkan buat mengelola uang, baca grafik sederhana, atau merencanakan sesuatu dengan perhitungan yang logis. Ini membuat matematika jadi lebih terasa berguna buat kita sebagai mahasiswa dan nanti di masyarakat.

    BalasHapus
  14. Dan juga materi bapak pada bagian manfaat Literasi Matematika, saya jadi sadar betapa pentingnya kemampuan ini buat masa depan kita, terutama buat Persiapan Dunia Kerja dan Partisipasi dalam Masyarakat.
    ​Di dunia kerja nanti, kayaknya semua bidang pasti butuh kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan cuma perkiraan. Literasi matematika itu jadi alatnya. Bahkan di kehidupan sehari-hari, kayak yang disebutkan di materi, kita bisa lebih aktif ikut ambil keputusan di lingkungan sosial karena kita bisa membaca data atau isu yang melibatkan angka. Jadi, ini bukan cuma buat pelajaran, tapi benar-benar buat bekal hidup dan jadi warga negara yang melek data.

    BalasHapus
  15. Dari materi bapak ini jua saya suka dengan contoh penerapan Literasi Matematika di SD, khususnya di bagian Proyek Berbasis Masalah dan Pembelajaran Kontekstual.
    ​Contoh proyek merencanakan perjalanan dengan budget tertentu itu sangat keren. Siswa jadi harus menghitung banyak hal sekaligus, kayak transportasi, akomodasi, dan lainnya, persis kayak kita kalau mau traveling. Terus, contoh pembagian kue buat belajar pecahan juga sangat dekat dengan pengalaman anak-anak. Menurut saya, kalau guru sering pakai cara ini, matematika enggak akan jadi pelajaran yang menakutkan, tapi justru jadi seru karena mereka langsung lihat sendiri kalau matematika itu memang dipakai buat menyelesaikan masalah nyata.

    BalasHapus
  16. Nama:Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Menurut saya, literasi matematika itu adalah kemampuan untuk memahami, memakai dan mengartikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bukan cuma soal hitung-hitungan cepat, tali juga cara mikir logis, jadi literasi itu bikin kita nggak gampang ketipu sama angka dan data. Hidup jadi lebih paham arah, bukan cuma ikut arus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Setuju banget sama pendapat Imelda! Menarik banget poin yang bilang kalau literasi matematika itu bikin kita nggak gampang ketipu sama angka dan data. Di era gempuran informasi sekarang, kemampuan buat "membaca" situasi pakai logika matematika itu krusial banget.

      Kalau aku boleh nambahin sedikit dari artikel yang Bapak dosen bagikan, literasi matematika ini sebenernya jadi skillbertahan hidup yang wajib kita ajarkan ke anak-anak SD nanti. Karena tujuannya bukan cuma biar mereka pinter rumus, tapi supaya mereka punya kemampuan problem solving yang oke di dunia nyata. Jadi, matematika nggak lagi dianggap sebagai "momok" yang cuma isinya angka mati, tapi sebagai alat bantu buat ngambil keputusan yang tepat setiap hari. Semangat ya kita calon guru SD buat ngebangun literasi ini ke murid-murid nanti!

      Hapus
  17. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Setelah membaca artikel ini, yang bisa saya simpulkan adalah lagi dan lagi saya belajar bahwa matematika itu ga cuma soal angka. Tapi juga soal hal-hal yang kita temui setiap hari.

    Literasi matematika bikin kita bisa pakai matematika buat hal sederhana seperti ngatur uang jajan, baca grafik, bahkan bikin keputusan kecil. Jadi belajar matematika itu sebenernya dekat banget sama kehidupan kita.

    BalasHapus
  18. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Selama hampir satu tahun juga saya mengajar bimbel privat, banyak banget tuh permintaan orang tua untuk bimbel anaknya khusus belajar matematika. Kalau cara saya ngajarin matematika ke anak-anak ga harus pakai cara yang seriuss. Saya kadang ajak buat proyek kecil-kecilan, saya kaitkan dengan cerita sehari-hari mereka, atau buat dari permainan sederhana.

    Yang penting anak-anak merasa matematika itu berguna dan seru, bukan sesuatu yang bikin pusing.

    BalasHapus
  19. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Saya ada pertanyaan nih untuk temen-temen 😃

    Menurut kalian nih, gimana cara bikin anak-anak sadar kalau literasi matematika itu bukan cuma buat sekolah, tapi juga bisa dipakai buat hal-hal keren di luar kelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Andi Nurfika
      NPM : 2386206017
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab ya Nabila, menurut saya ada beberapa cara simpel tapi lumayan ngena supaya anak-anak sadar kalau literasi matematika itu bukan cuman buat nilai di sekolah tapi bisa juga kepakai banget di kehidupan nyata dan bahkan bisa dipakai buat hal-hal keren.
      Adapun beberapa cara yang saya bisa berikan yaitu yang pertama kasih contoh yang dekat sama dunia mereka seperti mulai menghitung uang jajan bikin resep makanan ataupun mengukur bahan buat bikin kerajinan. Yang kedua hubungkan sama masing-masing hobi anak seperti anak kan suka game? Nah kita bisa tunjukin kalau strategi, level, dan peluang itu semua ada hubungannya sama matematika. Yang ketiga proyek yang seru dan nyata dapat diberikan kepada anak, misalnya bikin bisnis kecil-kecilan, desain taman kelas, atau rancang perjalanan berlibur. Yang keempat yaitu pakai teknologi yang mereka suka seperti aplikasi simulasi ataupun game edukatif yang sekiranya lucu-lucu agar bikin matematika kerasa lebih relevan dan tidak menakutkan untuk mereka. Terus yang kelima itu bisa tunjukkan tokoh atau profesi yang keren yang pakai matematika seperti arsitek, animator, desainer game, koki, bahkan youtuber yang analisis statistik viewer yang mereka sukai biar mereka tahu kalau matematika itu bisa mengantar mereka ke hal-hal yang menyenangkan dan kreatif.

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Nabila Aqli Rahman, menurut sepengetahuan yang aku ketahui sihh ya Nabila mungkin caranya bisa dengan mengaitkan mata pelajaran matematika ini ke dalam kehidupan nyata yang dakat dengan para siswa, seperti menghitung uang jajannya mereka, skor game, jarak, atau waktu. Ketika para siswa itu sering diajak untuk menyelesaikan suatu masalah sehari-hari dengan matematika lewat aktivitas seru, proyek sederahan, dan permainan, maka para siswa perlahan akan sadar kalau bahwasannya literasi matematika itu berguna dan juga keren bukanlah hanya sekedar pelajaran di kelas saja.

      Hapus
    3. Izin menambahkan jawaban yah, kalau menurut saya kita bisa mulai dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, seperti:

      - Menghitung uang jajan
      - Membagi kue dengan teman
      - Mengukur bahan-bahan untuk membuat kerajinan
      - Memahami grafik cuaca di TV atau aplikasi

      Dengan cara ini, anak-anak bisa lihat sendiri kalau matematika itu berguna dan keren! Kita juga bisa ajak mereka main games atau aktivitas yang melibatkan matematika, seperti Sudoku, Rubik's Cube, atau bahkan membuat resep masakan.

      Hapus
    4. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Izin menjawab ya, Kalau menurutku, caranya dengan sering nunjukin contoh nyata yang dekat sama hidup mereka. Misalnya matematika dipakai buat ngatur uang jajan, ngitung skor game, nentuin strategi main, atau bikin jadwal biar waktu main dan belajar seimbang. Jadi anak-anak lihat sendiri kalau matematika itu kepake banget, bukan cuma buat ngerjain PR.
      Selain itu, bisa juga ceritain profesi atau kegiatan keren yang pakai matematika, kayak arsitek, atlet, desainer game, atau konten kreator. Kalau anak sudah ngerasa matematika itu ada hubungannya sama hal yang mereka suka, pelan-pelan mereka bakal sadar kalau literasi matematika itu penting dan berguna di luar kelas, bukan sekadar pelajaran di sekolah

      Hapus
    5. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Halo Nabilah! Izin menjawab ya, pertanyaannya seru banget nih buat kita yang bakal jadi guru SD. Menurut aku, cara paling ampuh bikin anak sadar kalau literasi matematika itu "keren" adalah dengan membawa matematika ke dunia mereka. Misalnya, pas lagi main bareng, kita bisa ajak mereka hitung strategi buat menang di game favorit mereka, atau sesederhana bantuin ibu mereka hitung diskon pas belanja supaya uang sakunya sisa banyak.

      Kalau mereka sudah ngerasain sendiri kalau matematika bisa bikin mereka lebih "cerdik" dan nggak gampang dibohongin dalam hal-hal kecil di luar kelas, pasti mereka bakal mikir kalau literasi matematika itu bukan sekadar tugas sekolah, tapi superpower buat kehidupan sehari-hari. Semangat buat kita semua yang lagi belajar jadi pendidik yang kreatif!

      Hapus
  20. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Setelah saya baca materi di atas udah ngejelasin banget kenapa literasi matematika itu penting, apalagi buat anak SD yang lagi belajar dasar-dasarnya. Penjelasannya juga runtut dari sejarah sampai ke penerapan di kelas, jadi gampang kebayang perkembangan literasi matematika itu kayak apa. Nilai plusnya dalam materi ini menurut saya contoh penerapannya langsung nyambung sama kehidupan sehari-hari mereka jadi kerasa lebih nyata pembahasan prinsip-prinsipnya juga relevan buat guru biar tahu fokus apa yang harus dibangun. Secara keseluruhan, materinya lengkap dan enak dijadiin acuan buat ngajar untuk kami sebagai calon guru mendapatkan banyak pembelajaran dari materi ini.

    BalasHapus
  21. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Saya juga suka bagian yang ngejelasin kalau literasi matematika itu bukan cuma soal hitungan-hitungan aja tapi juga cara mikir dan ambil keputusannya gimana. Ini bikin matematika jadi bisa lebih beragam dan nggak cuma kumpulan rumus aja. Contoh di SD juga pas banget karena dekat pengalaman anak. Jadi materinya benar-benar ngasih gambaran gimana literasi matematika itu dipraktekkan di kehidupan sehari-hari maupun di sekolah.

    BalasHapus
  22. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Izin menanggapi lagi penjelasan tentang sejarah sampai penerapannya udah lengkap dan nyambung semua titik bagian prinsip-prinsipnya juga mudah dipahami dan cocok buat jadi pedoman bagi guru maupun calon guru. Dengan contoh yang konkret dan menarik di sekolah dasar, materinya jadi makin aplikatif. Secara keseluruhan sudah oke banget buat ngebantu guru maupun calon guru untuk ngajarin literasi matematika secara lebih menarik dan lebih bermakna kepada anak-anak muridnya.

    BalasHapus
  23. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    materi dia atas menjelaskan bagaimana matematika bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi bagian penting dari kehidupan sehari-hari sejak zaman kuno hingga sekarang. Penjelasannya runtut, dimulai dari sejarah, pengertian, prinsip, manfaat, cara belajar, sampai contoh penerapannya di sekolah dasar. Bagian sejarah juga membantu memahami bahwa literasi matematika berkembang dari kebutuhan manusia, bukan sekadar teori. Pengertian literasi matematika disampaikan dengan lengkap, tidak hanya soal menghitung, tetapi juga memahami data dan membuat keputusan.

    BalasHapus
  24. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Materi ini memberikan pandangan yang sangat komprenhensif tentang literasi matematika,yang di definisikan bukan hanya sebagai kemampuan berhitung,tetapi sebagai kemampuan menerapkan,memahami,dan benalar matematika dalam konteks kehidupan sehari hari dan berbasis data,materi ini menggaris bawahi penting nya berpikir logis,mengambil keputusan berdasarkan analisis data dan memecahkan masalah kompleks

    BalasHapus
  25. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Adanya materi ini jadi saya tahu bahwa pembelajaran literasi matematika harus bergeser dari sekedar latihan rutin operasi aritmetika menuju aplikasi dalam kehidupan sehari hari dan pemecahan masalah yang kompleks. Bagi,kita ini berarti kurikulum yang kita ajarkan harus didominasi oleh kegiatan yang menuntut siswa untuk mengidentifikasi masalah,merumuskan model matematika menggunakan konsep dan menginterpretasikan hasilnya. Inilah yang akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang modern.

    BalasHapus
  26. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Dari penjelasan di atas saya jadi paham bahwa literasi matematika ini lebih ke gimana kita bisa memahami dan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari, jadi bukan cuman bisa ngerjain soal tapi juga bisa mikir pakai matematika selain itu materi ini juga menjelaskan kenapa literasi itu muncul dan menjadi penting ternyata karena dunia sekarang semakin banyak data, informasi angka, grafik dan hal-hal yang butuh kita pahami sebelum bikin keputusan, anak sekolah dasar pun sebenarnya sudah ketemu hal-hal kayak begitu cuman mereka sering nggak menyadarinya, maka dari itu literasi matematika itu perlu ditanamkan sejak dini. Saya juga setuju sama bagian peinsip bahwa Literasi matematika itu bukan sekedar hafal rumus, tapi gimana anak bisa ngomongin ide matematikanya dengan jelas, ini tuh benar-benar membantu anak nantinya karena hidup sering ngasih masalah nyata dari pada soal ulangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      setuju banget sama poin yang disampaikan Nur Sinta di atas! Memang benar kalau literasi matematika itu jauh lebih luas dari sekadar menghitung atau menghafal rumus. Dari artikel Bapak, saya jadi makin paham kalau literasi matematika itu sebenarnya adalah 'alat' untuk memahami dunia yang penuh dengan data dan informasi agar kita tidak salah ambil keputusan. Sebagai calon guru SD, tantangan buat kita nanti adalah gimana caranya membawa masalah nyata ke dalam kelas, supaya anak-anak merasa matematika itu bukan beban, tapi solusi buat masalah harian mereka.

      Hapus
  27. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2385206033
    Kelas: 5B PGSD

    Menurut saya, jika sekolah dan guru mau menanamkan literasi matematika sejak dini melalui metode pembelajaran kontekstual, diskusi, proyek dan aktivitas sehari-hari, maka kita akan membentuk generasi yang tidak hanya bisa menghitung tapi juga bisa berpikir, mengambil keputusan yang tepat dan menyikapi dunia secara lebih matang. Namun perlu komitmen dari semua pihak yaitu guru, orang tua, kurikulum dan sistem supaya literasi matematika bisa dijalankan dengan baik dan konsisten. Untuk penerapannya di sekolah dasar, Misalnya anak belajar baca grafik sederhana, bandingin harga, ngitung uang jajan atau bikin perkiraan jumlah. Pembelajaran jadi lebih dekat sama hidup mereka, siswa juga jadi paham manfaat matematika, siswa jadi nggak cepat bilang matematika itu susah karena mereka lihat langsung apa gunanya. Materi ini mengingatkan kita bahwa tujuan matematika itu bukan hanya dapat nilai bagus, tapi bikin anak bisa berpikir lebih matang dan bisa mengambil keputusan yang masuk akal, jadi memang pantas literasi matematika dianggap penting dan perlu diajarkan sejak dini.

    BalasHapus
  28. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Literasi matematika merupakan kemampuan penting yang tidak hanya berkaitan dengan menghitung atau menghafal rumus, tetapi tentang bagaimana seseorang memahami, menafsirkan, dan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
    Literasi matematika ini membantu siswa dalam berpikir logis, kritis, dan sistematis duntuk menghadapi berbagai permasalahan nyata. Oleh karena itu, pembelajaran matematika seharusnya menekankan pada pemahaman konteks, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga matematika menjadi ilmu yang bermakna dan berguna dalam kehidupan, bukan sekadar tuntutan akademik saja.

    BalasHapus
  29. Materi ini sangat baik ,meningkatkan pengetahuan saya, bahwa literasi matematika tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang seiring perjalanan peradaban manusia. Penekanan pada peran bangsa Sumeria dan Mesir Kuno memperkuat argumen bahwa matematika sejak awal berfungsi sebagai alat praktis untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti perdagangan, pengukuran, arsitektur monumental. Hal ini menunjukkan bahwa literasi matematika ini pada dasarnya bersifat kontekstual.

    BalasHapus
    Balasan
    1. akan tetapi di dalam materi ini masih belum begitu sempurna dengan memperjelas kan keterkaitan antara praktek matematika di masa lalu dengan konsep literasi modern mungkin lebih bagus lagi apa lagi kalau semisalnya di tambahan contoh yang konkret bagaiamana kemampuan menghitung dan mengukur.

      Hapus
    2. Kesimpulan yang saya dapatkan pada materi ini adalah menjadi suatu dasar yang baik untuk bisa memahami literasi matematika yang kuat dalam kehidupan nyata manusia di zaman kuno hingga zaman sekarang.

      Hapus
  30. Pada penekanan yang terikat dengan konseptual merupakan suatu kekuatan yang utama karena dapat membantu para siswa bukan hanya menghafal rumus saja, tetapi memahami hubungan antara konsep sehingga mampu mentransfer pengetahuan ke hal yang baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan pada pemahaman konsep dasar juga tepat, karena konsepnya seperti bilangan, bentuk, hal itu merupakan pondasi bagi kemampuan matematika.

      Hapus
  31. Prinsip dalam aplikasi matematika kehidupan sehari-hari hari memperkuat teori pembelajaran matematika pada konteks nyata, materi ini mendorong para siswa melihat kan matematika sebagai alat yang berguna dalam kehidupan sehari-hari hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah selain tu pada berpikir kritis dan analisis melihat kan kita bahwa matematika tidak hanya berfokus pada hasil akhir saja, akan tetapi pada proses berpikir nya juga.

      Hapus
  32. Kesimpulan nya materi ini sudah cocok dengan kebutuhan pemebelajaran pada abad ke 21 . Untuk penguatan materi bisa di lengkapi dengan contoh konkret atau aktivitas belajar.

    BalasHapus
  33. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    menurut saya, literasi matematika sangat penting karena membantu kita memahami dan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar mengejarkan soal di buku. selain itu, literasi matematika jua melatih cara berpikir kritis dan mengambil keputusan. dengan literasi matematika yang baik, belajar matematika yang lebih bermakna karena terasa dekat dengan kehidupan, bermanfaat, dan bisa digunakan kapan saja dalam situasi nyata.

    BalasHapus
  34. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Setelah saya baca artikel ini saya jadi tau kalau matematika itu jauh lebih luas. Dia tuh kebih dari yang cuma bisa menghitung angka di atas kertas. Selama ini kita mungkin terjebak dengan rumus yang membosankan, padahal inti dari literasi matematika adalah kemampuan untuk memecahkan masalah di dunia nyata. Artikel ini juga ngenjelasian dengan cukup baik bagaimana matematika menjadi alat bantu manusia sejak zaman kuno untuk berdagang hingga membangun peradaban besar seperti piramida.

    BalasHapus
  35. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Ada beberapa poin yang saya tangkap dari artikel tersebut
    • Jangan hanya menghafal rumus, tapi coba terapkan pada kasus konkret kayak merencanakan anggaran perjalanan atau mengelola uang jajan.
    • Manfaatkan teknologi atau benda fisik untuk memvisualisasikan angka suapay konsep yang abstrak jadi lebih mudah dipahami.
    • Berbagi ide dengan orang lain membantu kita melihat sudut pandang baru dalam menyelesaikan sebuah persoalan.
    • Mengasah logika lewat aktivitas harian, misalnya mengukur benda di sekitar atau membaca data dalam bentuk grafik.

    BalasHapus
  36. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Saya setuju dengan bagian yang menyebutkan kalo literasi matematika meningkatkan kemandirian belajar. Ketika seseorang paham logika di balik sebuah angka, mereka gak gampang bingung saat harus ngambil keputusan penting. Contohnya kayak urusan pekerjaan atau bahkan saat memahami isu sosial di masyarakat. Ini adalah modal dasar yang sangat berguna supaya kita gak gampang terkecoh oleh data yang ditampilkan secara asal asalan.

    BalasHapus
  37. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Penerapan di SD juga terlihat sangat menarik.Apalagi kalau betul betul dilakukan secara kontekstual. Menggunakan contoh pembagian kue atau pizza untuk ngajarkan pecahan jauh lebih efektif daripada langsung ngasih angka pembilang dan penyebut. Dengan cara ini, anak anak gak akan merasa tertekan, melainkan merasa sedang bermain sambil memahami bagaimana dunia ini bekerja melalui logika matemati

    BalasHapus
  38. Nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Singkatnya tuh artikel ini ngingatin kita kalo matematika bukan musuh yang harus ditakuti, melainkan teman yang memudahkan hidup. Jika kita bisa ngubah cara pandang dari menghafal menjadi pahami fungsi, maka matematika akan terasa jauh lebih ringan dan bermanfaat. Literasi ini pada akhirnya membentuk pola pikir yang sistematis dan logis yang kita butuhkan setiap hari.

    BalasHapus
  39. Literasi matematika itu emang jauh lebih penting daripada sekadar jago hitung-hitungan cepat. ngebuka mata kalau matematika itu sebenernya alat bantu buat kita ambil keputusan yang logis dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Setuju banget. Banyak orang masih nganggep matematika itu soal siapa yang paling cepat ngitung, padahal yang lebih penting justru gimana kita pakai matematika buat mikir dan ngambil keputusan. Dari hal kecil kayak ngatur uang, milih barang, sampai ngerti informasi di sekitar kita, semuanya butuh cara berpikir matematis.
      Komentar ini pas banget ngingetin kalau matematika itu alat bantu hidup, bukan cuma pelajaran sekolah. Kalau siswa sudah paham ini sejak awal, belajar matematika jadi lebih masuk akal dan nggak terasa sia-sia.

      Hapus
  40. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Satu hal yang saya cukup ngeh dari semua materi yang udah lumayan banyak saya baca ini pak (mau curhat dikit)n. Saya buka blog ini dengan baca materi yang beda beda, judulnya pun beda, tapi saya ngerasa selalu ketemu di satu titik yang sama pak. Saya gatau temen temen di sini ngeh juga apa ngga, tapi justu karna ke-ngeh-an saua ini bikin saya mikir lagi. Dari materi ke materi, saya udh coba ga menanggapi dengan wah ternyata begini begitu lagi, tapi kayak ada perasaan nah balik ke sini lagi. Rasanya kayk muter tapi muter yang makin dalam gitu pak dan bukan di tempat yang sama bukan dimateri yang sama.

    262

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Dan pada materi literasi mtk kali ini juga ngasih perasaan yang sama pak. Saya ngerasa inti yang mau disampaikan di materi tuh lagi lagi bukan ttg anak yg ngehafal atau cuman bisa ngitung dari ceramah yang kita kasih. Tapi lebih ke gimana anak tu bisa nyaman ama mtk, bisa istilahnya tuh kayak hidup sama sama dgn mtk tanpa mereka sadar bahwa kalau mereka lagi “belajar mtk“. Di titik ini juga jadinya saya mencanangkan (wkwkwk) bahwa saya sadar ternyata materi materi kemarin dan awal awal yg saya baca itu arahnya selalu ke “makna“ bukan hafalan atau apalah itu. Iya gasih? Temen temen yang abis baca komen ini boleh direspon dong hehe, karna saya ngerasanya begitu...

      263

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Saya juga ngeh bahwa di materi materi bapak selalu balik ke anak dan kehidupannya alias kontekstual. Entahlah konteksnya itu dari materi lewat outcomes learning, teori teori belajar dan ini jugaa literasi mtk, ujungnya selalu ke inti apa yang bisa anak rasakan dari pembelajaran yang diciptakan. Jadi rasa rasanya bukan soal metode apa lagi yg paling bagus, karna semuanya sesuai ama pendekatan dengan pembelajaran mtk tinggal kita menyesuaikan aja lagi kalo ttg teori belajar. Tapi ttg apakah pembelajaran yang akan kita ciptakan nanti betulan nyampe ke anak apa ngga..

      264

      Hapus
  41. Hanifah
    5C
    2386206073

    Materi ini menekankan bahwa literasi matematika bukan sekedar kemampuan berhitung, tapi keterampilan berpikir kritis dan analitis. Literasi matematika memungkinkan siswa memahami data, membuat keputusan, dan berpartisipasi dalam masyarakat modern yang penuh informasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju bahwa kurikulum harus memberi ruang bagi pengembangan literasi ini, karena dapat menjadi fondasi bagi keterampilan seperti problem solving dan komunikasi.

      Hapus
  42. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  43. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  44. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya setuju sekali kalau literasi matematika itu membuat kita lebih mandiri dalam belajar. apalagi di dunia kerja sekarang yang serba teknologis dan sains, punya skill analisis yang kuat itu beneran senjata utama banget biar bisa bersaing. matematika memang bukan cuma soal rumus, tapi juga soal cara berpikir logis. lalu dengan literasi matematika juga dapat membantu banget ketika kita mau mengambil keputusan atau ketika lagi baca data agar tidak gampang kemakan hoax.

    BalasHapus
  45. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya pak, kegiatan simpel apa yang bisa kita lakukan setiap hari di sekolah selain waktu mengajar yang sebenarnya pada saat itu kita sedang melatih literasi matematika kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Izin menjawab. Menurutku, banyak kok kegiatan simpel yang bisa ngelatih literasi matematika tanpa harus pas jam pelajaran. Misalnya pas baris sebelum masuk kelas, guru bisa ajak siswa ngitung jumlah teman, bandingin mana yang lebih banyak atau sedikit. Atau pas istirahat, siswa bisa diajak ngatur giliran main sambil ngitung waktu atau urutan.
      Bisa juga pas kegiatan piket, siswa diajak ukur kira-kira berapa banyak air buat ngepel, atau pas di kantin disuruh ngitung kembalian dan bandingin harga. Hal-hal kecil kayak gini kelihatannya sepele, tapi sebenarnya lagi ngelatih anak buat mikir logis dan pakai matematika di kehidupan sehari-hari tanpa mereka sadar lagi belajar matematika.

      Hapus
  46. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya lagi pak, terkait Keterkaitan Konseptual. mengapa kita sangat membutuhkan yang namanya Keterkaitan Konseptual? apakah dengan menghafal rumus satu persatu saja tidak cukup?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Izin menjawab ya. keterkaitan konseptual itu penting banget karena matematika itu saling nyambung, bukan berdiri sendiri. Kalau siswa cuma hafal rumus satu-satu, biasanya mereka cuma jago di soal yang polanya sama persis. Begitu soalnya diubah sedikit, langsung macet.
      Tapi kalau konsepnya nyambung di kepala mereka, siswa bisa ngerti kenapa rumus itu dipakai, bukan cuma apa rumusnya. Hasilnya, mereka lebih pede, nggak gampang panik, dan bisa pakai ilmunya di berbagai situasi, nggak cuma di soal buku.

      Hapus
  47. Dari materi yang telah diberikan ini bahwa literasi matematika bukan cuma soal bisa menghitung, tapi lebih ke bagaimana seseorang memahami dan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting karena sering kali matematika dianggap terpisah dari realita, padahal justru sangat dibutuhkan untuk berpikir logis dan menyelesaikan masalah yang ditemui sehari-hari

    BalasHapus
  48. Dari prinsip-prinsip yang dijelasin, kita bisa tau kalau literasi matematika itu nggak cuma soal bisa ngitung. Yang ditekankan justru gimana siswa paham konsep dasarnya dan tahu hubungan antar materi. Kalau ini sudah kebangun, belajar matematika jadi lebih gampang dan engga terasa ribet.

    BalasHapus
  49. Materi ini juga menekankan pentingnya penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berpikir kritis, memecahkan masalah, sampai mengomunikasikan hasilnya. Prinsip-prinsip ini bikin matematika terasa lebih hidup dan berguna, karena siswa dilatih untuk berpikir logis, mandiri, dan nggak sekadar mengerjakan soal tanpa tahu maknanya.

    BalasHapus
  50. ternyata literasi matematika itu penting buat kehidupan sehari-hari, bukan cuma soal hitung-hitungan di sekolah. Paling berasa sih di bagian pengambilan keputusan dan kemandirian belajar kalau kita punya logika yang kuat, mau belajar hal baru atau dapet info apa pun jadi lebih kritis dan nggak gampang bingung.

    BalasHapus
  51. materi ini bagus banget karena ngajarin kita cara untuk menguasai literasi matematika, ternyata kuncinya itu bukan cuma di rumus ya, tapi gimana kita bisa nghubungin angka sama masalah nyata di kehidupan sehari-hari. Mulai dari sering-sering latihan secara rutin, belajar bareng lewat diskusi kelompok, sampai nyoba nyelesaiin kasus-kasus yang nyata dikehidupan sehari hari biar makin paham konsepnya. Jadi kalau belajarnya dibawa santai tapi sistematis kayak gini, matematika nggak bakal kerasa kaku lagi karena kita langsung praktek ke situasi yang emang relevan buat kita

    BalasHapus
  52. menarik banget lihat cara penerapannya, ternyata belajar matematika bisa seasik itu kalau metodenya tepat. Contohnya pas murid-murid diminta bikin proyek rencana perjalanan dengan budget tertentu di situ mereka engga cuma belajar hitung-hitungan, tapi juga dilatih buat ambil keputusan yang hemat dan logis. Penggunaan alat bantu visual juga ngebantu banget biar konsep yang tadinya abstrak jadi lebih gampang dibayangin. Jadi lewat kegiatan sehari-hari matematika itu jadi kerasa lebih hidup dan bermanfaat banget buat ngelatih logika berpikir mereka sejak dini.

    BalasHapus
  53. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Menurut saya, literasi matematika itu bukan cuma penting buat ujian sekolah aja, tapi juga buat kehidupan sehari‑hari. Misalnya waktu kita ngatur uang jajan, baca diskon di kasir, atau ngerti statistik sederhana di berita semua itu pakai literasi matematika. Kalau literasi kita kuat, kita jadi gak gampang salah paham soal angka dan bisa ambil keputusan yang lebih cerdas. Tapi kalo literasinya minim, kadang hal‑hal kecil bisa bikin salah paham besar, kayak salah baca harga diskon atau bingung waktu ngatur budget sendiri. Literasi matematika tuh ternyata ngebantu banget supaya hidup kita ngga “ngasal” dalam urusan angka.

    BalasHapus
  54. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Kalau dipikir‑pikir, literasi matematika itu kayak “kacamata” buat lihat dunia angka dengan lebih jelas. Manfaatnya tuh bikin kita gak takut sama data, persentase, atau grafik yang sering muncul di kehidupan sehari‑hari. Contohnya pas lihat hasil survei atau nonton berita soal angka ekonomi literasi matematika bikin kita ngga cuma ikut‑ikutan aja. Sebaliknya, kalau literasi kurang, gampang banget kita terpancing hoaks, salah paham informasi, atau malah ngerasa frustasi sendiri waktu menghadapi masalah yang sebenarnya simpel kalauu pakai logika angka.

    BalasHapus
  55. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin menanggapi ya pak, saya setuju bahwa literasi matematika jauh lebih penting daripada sekedar menghafal rumus, di zaman sekarang yang penuh dengan data dan informasi, kemampuan untuk membaca dan menganalisis angka secara logis adalah skill bertahan hidup yang wajib dimiliki semua orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      menyambung poin diatas, kalau siswa sudah punya literasi matematika yang baik, dengan poin tentang kemandirian belajar, mereka jadi punya rasa percaya diri untuk mencari solusi sendiri karena sudah paham logika dasarnya.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menambahkan lagi pak, dengan contoh proyek merencanakan perjalanan dengan budget tertentu itu sangat bagus, kerena anak-anak jadi sadar kalau matematika bukan sekedar hanya ada di buku pekat, tapi nyata gunanya buat mengatur keuangan mereka nanti.

      Hapus
  56. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Izin menanggapi materi di atas menurut saya Materi ini disajikan secara komprehensif dan runtut, dimulai dari sejarah perkembangan literasi matematika hingga penerapannya secara konkret di sekolah dasar. Penjelasan historis yang menelusuri perkembangan matematika sejak peradaban kuno, dunia Islam, revolusi industri, hingga munculnya konsep literasi matematika dalam konteks PISA, memberikan gambaran yang kuat bahwa literasi matematika merupakan kebutuhan sepanjang zaman dan semakin relevan di era modern.
    Definisi literasi matematika yang diuraikan dengan jelas menegaskan bahwa matematika tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup pemahaman data, penalaran logis, interpretasi informasi, dan pengambilan keputusan. Penekanan ini sangat penting, terutama dalam menghadapi masyarakat yang semakin berbasis data dan teknologi.
    Prinsip-prinsip literasi matematika yang dipaparkan—seperti pemahaman konseptual, aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi matematis, dan kemandirian belajar—menunjukkan bahwa literasi matematika berperan besar dalam membentuk siswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan kehidupan nyata. Prinsip-prinsip tersebut selaras dengan tujuan pendidikan abad ke-21 dan arah Kurikulum Merdeka.
    Manfaat literasi matematika yang dijelaskan semakin memperkuat urgensi penerapannya di sekolah dasar. Literasi matematika membantu siswa menjadi pengambil keputusan yang lebih baik, mandiri dalam belajar, serta mampu berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa literasi matematika bukan hanya untuk kepentingan sekolah, tetapi juga untuk kehidupan jangka panjang siswa.
    Bagian penerapan di sekolah dasar sangat relevan dan aplikatif. Contoh-contoh seperti proyek berbasis masalah, pembelajaran kontekstual, penggunaan alat manipulatif, integrasi teknologi, dan kegiatan matematika harian menunjukkan bahwa literasi matematika dapat dikembangkan secara bertahap dan menyenangkan. Pendekatan ini sesuai dengan karakteristik siswa SD yang membutuhkan pembelajaran konkret dan bermakna.

    BalasHapus
  57. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya setuju sekali sama materi yang bapak sampaikan ini, karena matematika itu bukan hanya soal berhitung angka atau rumus yang membuat pusing saja. yang terpenting itu bagaimana kita bisa menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah di hidup kita setiap harinya. kemudian saya juga suka sekali sama bagian Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari. penting sekali bisa mengelola budget atau paham grafik, agar kita tidak mudah tertipu sama data-data palsu di luar sana.

    BalasHapus
  58. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    izin bertanya pak, tadi disebutkan soal penggunaan teknologi seperti kalkulator. Kira-kira di umur berapa atau di kelas berapa anak-anak boleh mulai pakai kalkulator supaya literasi matematikanya terbantu tapi mereka nggak jadi malas berpikir? terus gimana cara kita menyakinkan siswa bahwa literasi matematika itu keren dan berguna bukan cuman pelajaran yg bikin pusing pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Izin menjawab ya. Kalau soal kalkulator, menurutku anak SD kecil-kecil mending belum dulu. Biar mereka ngerasain dulu hitung pakai otak dan tangan sendiri. Tapi pas kelas 4 ke atas, kalkulator udah boleh kok, asal buat bantu, bukan buat males mikir. Misalnya buat ngecek jawaban atau hitungan yang kepanjangan. Jadi mikirnya jalan, kalkulator cuma temen bantu. Biar anak nggak ketergantungan, gurunya bisa bikin aturan simpel: kerjain dulu, jelasin caranya, baru boleh pakai kalkulator. Jadi yang penting bukan hasil akhirnya, tapi gimana cara dia dapet jawabannya.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Izin menambahkan lagi. Terus biar literasi matematika keliatan keren dan nggak nyebelin, ya jangan melulu angka di papan. Kaitin sama hal sehari-hari aja: uang jajan, diskon, bagi pizza, ngitung waktu main game, atau belanja. Kalau anak ngerasa, eh ini kepake di hidup aku, biasanya mereka lebih semangat. Intinya, matematika itu bakal lebih asik kalau dibikin deket sama dunia anak, teknologinya dipakai secukupnya, dan anak tetep diajak mikir, bukan cuma pencet-pencet.

      Hapus
    3. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin ikut menanggapi pertanyaan Naida ya,, karena ini sangat menarik untuk kita diskusikan sebagai calon guru SD. Mengenai penggunaan kalkulator, kalau menurut pemahaman saya dari artikel Bapak, teknologi itu sebenarnya alat bantu untuk mempercepat proses hitung agar siswa bisa lebih fokus pada analisis dan pengambilan keputusan. Jadi, mungkin di kelas tinggi (seperti kelas 5 atau 6 SD) penggunaan kalkulator sudah bisa mulai diperkenalkan secara bijak, asalkan konsep dasarnya sudah matang, agar mereka tidak sekadar "pencet angka" tapi paham prosesnya.

      Lalu soal cara meyakinkan siswa kalau literasi matematika itu keren, mungkin kita bisa mulai dengan memberikan contoh kasus yang mereka sukai. Misalnya, cara menghitung skor di game atau membandingkan harga jajan di kantin. Kalau mereka merasa matematika itu "senjata" buat mereka supaya tidak gampang tertipu dan bisa ambil keputusan yang menguntungkan, pasti mereka bakal merasa matematika itu berguna banget, bukan cuma pelajaran yang bikin pusing.

      Semangat Naida

      Hapus
  59. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Asik juga ya kalau guru mengajarkannya menggunakan contoh pizza atau kue untuk menjelaskan pecahan. lebih masuk di akal daripada hanya membayangkan angka-angka di papan tulis saja. kemudian pemanfaatan teknologi seperti aplikasi atau game edukasi itu memang membantu sekali. jadi kita bisa belajar dengan kecepatan kita sendiri tanpa merasa ketinggalan sama yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Iyaa bener banget selmaa. Pakai contoh pizza atau kue tuh bikin anak langsung ngeh, oh pecahan itu maksudnya dibagi-bagi kayak gini. Nggak cuma lihat angka doang di papan tulis yang kadang bikin bingung. Jadi belajarnya terasa lebih nyata dan nggak ribet di kepala. Terus soal aplikasi atau game edukasi juga asik, anak bisa belajar sambil main, nggak kerasa lagi belajar serius. Mereka bisa ngikutin ritme sendiri, yang agak lambat nggak ke-pressure, yang cepat juga nggak bosan. Tapi ya tetep, teknologinya cuma alat bantu, intinya guru tetap harus pinter ngarahin biar anak beneran paham, bukan cuma seneng mainnya doang

      Hapus
  60. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Kalau menurut aku sering kali siswa termasuk aku dulu cuma diajarin teknik ngitung tanpa diajarin gimana cara membaca soal atau konteksnya dulu akibatnya ketika dihadapkan dengan situasi nyata yang berkaitan dengan angka banyak yang bingung karena mereka nggak punya dasar literasi matematika yang kuat itu yang bikin literasi ini menurut saya penting banget

    BalasHapus
  61. Literasi matematika itu bukan cuma bisa ngitung tapi bisa baca dan ngerti angka pola dan informasi logis di kehidupan nyata ini bikin kita nggak cuma paham rumus tapi bisa pakai ilmu itu buat keputusan sehari hari Kalau literasi matematika kuat kita jadi lebih percaya diri dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan angka

    BalasHapus
  62. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Tulisan ini sangat jelas menunjukkan bahwa literasi matematika bukan sekadar soal hitung-hitungan, tetapi tentang kemampuan menggunakan matematika untuk memahami dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan sejarah, prinsip, sampai contoh penerapannya di SD membuat konsep literasi matematika terasa nyata dan relevan, sekaligus mengingatkan kita bahwa matematika seharusnya dekat dengan pengalaman anak, bukan sesuatu yang menakutkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Setuju shelaa. Dari penjelasannya kelihatan jelas kalau literasi matematika itu lebih ke cara berpikir dan mengambil keputusan, bukan cuma soal bisa ngitung cepat. Saat dikaitkan sama pengalaman sehari-hari anak, matematika jadi terasa lebih dekat dan masuk akal, nggak lagi jadi pelajaran yang bikin takut. Komentar ini juga ngingetin kita sebagai calon guru kalau penting banget menyajikan matematika dengan cara yang relevan dan ramah buat anak. Kalau sejak SD anak sudah ngerasa matematika itu berguna dan dekat sama hidup mereka, peluang buat mereka suka dan pede belajar matematika ke depannya juga bakal jauh lebih besar.

      Hapus
  63. Sepemahaman saya dulu literasi merupakan kegiatan membaca saja, namun semakin dewasa semakin memahami mengenai literasi, ternyata literasi itu bukan hanya kegiatan membaca ,literasi merupakan kegiatan atau kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi, memahami, dan menggunakan matematika dalam konteks sehari-hari bahkan ketika kita berliterasi dalam matematika itu bisa melibatkan kemampuan berpikir secara logis serta dapat memahami konsep-konsep matematika dan bisa menerapkannya untuk memecahkan masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

    Perkiraan kita dulu dalam matematika itu hanyalah sekumpulan rumus yang harus dihafal dan harus dikuasai, ternyata itu salah besar karena dalam literasi matematika bukan hanya kemampuan seseorang untuk bisa menghitung ataupun melakukan operasi aritmatika namun, mencakup kemampuan untuk memahami data ,menginterpretasikan informasi dalam bentuk grafis, dan membuat keputusan berdasarkan analisis numerik, sangat luar biasa sekali literasi matematika ini.

    BalasHapus
  64. Nama : Miftahhul hasanah
    kelas 5C
    npm : 2386206040

    literasi matematika sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan menggunakan matematika dalam konteks nyata, bukan sekadar hitung-hitung belaka. Itu menurut saya penting banget! Tapi menurut Bapak, adakah cara sederhana yang bisa guru pakai supaya literasi matematika ini tidak cuma muncul sekali-dua kali, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan siswa di setiap pelajaran matematika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Setuju banget sama poinnya. Biar literasi matematika itu jadi kebiasaan, menurut saya kuncinya ada di hal-hal kecil tapi rutin. Misalnya, tiap mulai pelajaran guru selalu kasih pertanyaan yang nyambung sama kehidupan sehari-hari, walaupun simpel. Jadi anak terbiasa mikir, oh ini matematika kepakai di sini ya.
      Terus pas ngerjain soal, jangan langsung fokus ke jawabannya, tapi ajak siswa cerita gimana cara mikirnya dan kenapa pilih cara itu. Lama-lama mereka terbiasa ngaitin angka sama makna, bukan cuma ngitung. Kalau itu dilakukan terus di setiap pelajaran, literasi matematika nggak cuma muncul sesekali, tapi jadi kebiasaan mikir anak-anak.

      Hapus
  65. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Menurut saya Artikel ini menjelaskan bahwa matematika itu penting untuk kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk mengerjakan soal di sekolah. Literasi matematika artinya kita tidak hanya bisa menghitung, tetapi juga bisa memahami dan menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah nyata yang sering kita temui.
    Contohnya, saat kita membeli jajanan dan menghitung uang kembalian, mengatur uang jajan agar cukup sampai beberapa hari, membaca jadwal, atau melihat grafik nilai semua itu memakai matematika. Kalau kita paham matematika dengan baik, kita jadi tidak mudah bingung dan bisa mengambil keputusan yang tepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Setuju banget. Penjelasannya pas banget nunjukin kalau matematika itu memang dekat sama kehidupan sehari-hari, bukan cuma urusan buku dan ujian. Contoh-contoh yang disebutin juga sederhana tapi nyata, jadi kelihatan jelas kalau tanpa sadar kita sebenarnya sering pakai matematika. Dengan literasi matematika yang baik, kita jadi lebih siap ngadepin situasi sehari-hari, nggak gampang bingung, dan lebih percaya diri pas harus ngambil keputusan. Jadi bener banget, belajar matematika itu tujuannya bukan cuma bisa ngerjain soal, tapi supaya kita bisa hidup lebih tertata dan masuk akal.

      Hapus
  66. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saya Ijin bertanya, Mengapa kemampuan memahami soal lebih penting daripada cepat menghitung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Izin menjawab ya. Soalnya gini, kalau anak nggak ngerti maksud soal, mau ngitung secepat apa juga tetap bisa meleset. Paham soal itu bikin anak tau yang ditanya apa, datanya yang mana, dan harus ngapain dulu. Kalau cuma ngejar cepat, biasanya anak langsung pakai rumus tanpa mikir. Tapi kalau dia ngerti soalnya, walaupun ngitungnya agak pelan, jawabannya lebih masuk akal dan bisa dipakai di soal lain juga. Intinya, ngerti dulu baru ngebut, bukan kebalik.

      Hapus
  67. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saat saya membaca Artikel ini lagi ternyata juga literasi matematika membantu kita berpikir lebih teliti, sabar, dan logis. Saat mengerjakan soal, kita belajar untuk berpikir langkah demi langkah. Kebiasaan ini juga berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat menyelesaikan masalah atau memilih sesuatu dengan bijak.Jadi, dari artikel ini kita bisa tahu bahwa matematika itu sangat berguna dan dekat dengan kehidupan kita. Kalau kita belajar dengan sungguh-sungguh dan memahami caranya, matematika bisa membantu kita menjadi anak yang lebih pintar, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.

    BalasHapus
  68. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Izin menanggapi pak, terima kasih pak atas penjelasannya. Dari tulisan ini saya jadi lebih paham bahwa literasi matematika itu bukan cuma kemampuan menghitung, tapi juga memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi numerik dalam kehidupan sehari-hari. Kalau siswa bisa berpikir matematika dengan baik, mereka bukan hanya bisa menjawab soal di buku, tapi juga bisa membuat keputusan yang tepat di kehidupan nyata. Materi ini sangat bermanfaat untuk mengingatkan pentingnya literasi dalam belajar matematika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Saya setuju banget alyaa. Memang literasi matematika itu bukan soal cepat-cepatan ngitung, tapi lebih ke gimana siswa ngerti makna di balik angka dan bisa memakainya buat ambil keputusan sehari-hari. Kalau cara berpikir matematikanya sudah jalan, soal di buku atau masalah di dunia nyata jadi terasa lebih masuk akal.
      Komentar ini juga ngingetin kita sebagai calon guru kalau tujuan belajar matematika itu lebih luas dari sekadar nilai. Yang penting justru bagaimana anak-anak bisa pakai matematika buat berpikir, menilai situasi, dan nyelesain masalah di kehidupan mereka nanti.

      Hapus
  69. Nama :Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Saya izin bertanya ya pak, gimana cara mengukur kemampuan literasi matematika siswa secara sederhana? terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Hmm menurut pendapatku, Bisa diukur dengan cara simpel kok. Misalnya pakai soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa, lalu lihat bukan cuma jawabannya, tapi cara mereka memahami dan menyelesaikan soal.
      Terus bisa juga minta siswa jelasin jawabannya dengan kata-kata sendiri, biar kelihatan mereka paham atau cuma hafal.
      Diskusi ringan di kelas juga membantu, dari situ guru bisa lihat cara berpikir siswa.
      Intinya, literasi matematika dilihat dari cara siswa memahami, berpikir, dan menjelaskan, bukan cuma hasil akhirnya.

      Hapus
    2. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      izin menjawab ya alya menurut saya, Cara mengukur kemampuan literasi matematika siswa secara sederhana dapat dilakukan dengan memberikan soal-soal berbasis konteks dunia nyata yang menuntut siswa untuk menjelaskan alasan atau proses di balik jawaban mereka, bukan sekadar memberikan hasil akhir. Selain itu, bisa melakukan observasi saat siswa mencoba memecahkan masalah praktis di kelas, seperti meminta mereka mengelola anggaran kecil untuk kegiatan sekolah atau menginterpretasikan data sederhana dari grafik jadwal piket, guna melihat sejauh mana mereka mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi sehari-hari.

      Hapus
  70. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    npm:2386206065
    literasi matematika juga disebut mencakup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah, bukan hanya menghitung saja. Kalau begitu, bagaimana cara guru menilai literasi siswa secara nyata di kelas — apakah cukup lewat soal cerita, diskusi, atau ada indikator lain yang lebih jelas supaya kita tahu siswa benar-benar telah mengerti dan mampu mengaplikasikan matematika?

    BalasHapus
  71. Nama: Ratna Andina
    NPM:2386206074
    Kelas: 5C PGSD
    Menurutku bacaan ini tuh ngingetin kita kalau literasi itu nggak cuma soal bisa baca dan nulis doang. Lebih dari itu, anak-anak perlu dibiasain buat ngerti isi bacaan, mikir maknanya, terus nyambungin sama kehidupan mereka. Kalau cuma baca tanpa ngerti, ya percuma juga. Jadi literasi itu soal mikir, bukan sekadar ngeja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Menurutku bacaan ini juga nyentil soal kebiasaan di sekolah yang masih terlalu fokus ke nilai. Padahal kalau anak-anak literasinya kuat, nilai itu bakal ikut sendiri. Tapi kalau dari awal mereka nggak dilatih buat paham bacaan, ya mau dikasih soal susah apa pun hasilnya tetap kurang maksimal. Aku ngerasa literasi itu sebenernya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Nggak harus selalu buku tebal. Bisa dari cerita pendek, poster, atau bahkan teks di lingkungan sekitar sekolah. Yang penting anak dibiasain buat baca, mikir, dan berani ngungkapin pendapatnya.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSDBacaan ini juga bikin sadar kalau literasi itu proses jangka panjang, bukan instan. Jadi nggak bisa berharap siswa langsung jago dalam waktu singkat. Harus pelan-pelan, konsisten, dan terus dilatih di kelas. Guru dan sekolah harus sabar ngawal prosesnya. Yang paling kerasa, literasi itu erat banget hubungannya sama kepercayaan diri siswa. Kalau mereka terbiasa membaca dan memahami teks, mereka jadi lebih berani ngomong, nanya, dan berdiskusi. Kelas juga jadi lebih hidup, nggak cuma satu arah dari guru.

      Hapus
  72. Nama: Ratna Andina
    NPM:2386206074
    Kelas: 5C PGSD

    Bagian yang bahas soal rendahnya literasi juga relate banget. Selama ini sering siswa yang disalahin, padahal bisa jadi cara belajarnya yang kurang asik. Kalau di kelas cuma dengerin guru ngomong tanpa diajak diskusi atau mikir bareng, wajar aja kalau anak-anak jadi males baca dan nggak tertarik. Peran guru di sini kelihatan penting banget. Guru itu bukan cuma nyampein materi, tapi juga bikin suasana belajar jadi hidup. Misalnya ngajak siswa ngobrol soal bacaan, nanya pendapat mereka, atau minta mereka cerita balik pakai bahasa sendiri. Hal-hal kecil kayak gini ternyata ngaruh besar buat ningkatin literasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD

      Aku juga suka bagian yang nunjukin kalau keterbatasan fasilitas bukan alasan buat nggak jalanin literasi. Walaupun nggak ada banyak buku atau internet, guru tetap bisa kreatif. Bisa pakai cerita sehari-hari, teks pendek, atau kejadian di sekitar siswa buat bahan diskusi. Yang penting anak-anak diajak mikir dan ngomong. Intinya, bacaan ini kayak ngingetin kita kalau literasi itu dasar dari semua pelajaran. Kalau anak udah terbiasa baca, ngerti, dan mikir, pelajaran lain bakal lebih gampang masuk. Jadi literasi itu bukan tugas satu mapel aja, tapi harus jadi kebiasaan di semua pelajaran.

      Hapus
  73. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Dari saya pak literasi matematika itu bukan sekadar bisa hitung cepat tetapi kemampuan buat membaca memahami dan pakai matematika dalam kehidupan nyata

    BalasHapus
  74. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi Pak, saya setuju mengenai literasi matematika itu penting banget, soalnya bikin kita jadi lebih jago pas harus ambil keputusan di kehidupan sehari-hari Pak. Kalau kita paham konsepnya, kita nggak bakal gampang ketipu sama diskon abal-abal atau data statistik yang kelihatannya keren padahal mah isinya cuma trik marketing doang Pak. Selain itu, cara berpikir kita jadi lebih sistematis dan logis pas nemu masalah yang ribet, jadi nggak asal tebak atau panik duluan, begitu pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      Setuju dengan putri, Memang benar, matematika itu bukan cuma soal angka di atas kertas, tapi soal "senjata" buat kita bertahan di dunia nyata. Contoh yang kamu kasih soal diskon itu pas banget banyak orang yang gampang tergiur tulisan "Diskon 50% + 20%", padahal kalau kita paham literasi matematika, kita tahu itu bukan diskon 70% dan kita bisa hitung nilai aslinya supaya nggak rugi.

      Hapus
    2. Saya juga sependapat kalau manfaat terbesarnya adalah cara berpikir sistematis. Jadi, pas ada masalah yang kelihatannya berantakan atau "ribet", otak kita otomatis langsung memecah masalah itu jadi bagian-bagian kecil yang lebih masuk akal buat diselesaikan. Itu yang bikin kita jadi lebih tenang dan nggak gampang kena panic attack duluan kalau ada masalah besar.

      Hapus
    3. Intinya, literasi matematika itu bikin kita jadi pribadi yang lebih kritis dan skeptis secara sehat, bukan yang gampang "nelan mentah-mentah" informasi atau data yang disodorin orang lain. Keren banget pemikiran kamu

      Hapus
  75. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Tulisannya sangat inspiratif, Pak. Poin yang Bapak sampaikan tentang matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah praktis sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Artikel ini menjadi pengingat bagi kami agar tidak hanya mengejar nilai, tapi benar-benar mengasah daya nalar agar matematika menjadi ilmu yang bermanfaat secara nyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Sangat menarik menyimak bahasan dalam artikel ini. Saya sangat setuju bahwa literasi matematika adalah bekal penting untuk menjadi masyarakat yang kritis. Melalui tulisan Bapak, saya jadi sadar bahwa tanpa literasi matematika yang baik, kita akan sulit untuk mengambil keputusan yang logis dan objektif di tengah banyaknya data dan informasi di era sekarang.

      Hapus
    2. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Saya sepakat bahwa jika matematika diajarkan tanpa konteks literasi, maka siswa hanya akan menjadi mesin penghitung yang tidak tahu tujuan dari apa yang mereka kerjakan. Sebagaimana yang Bapak sampaikan dalam artikel, literasi matematika memungkinkan seseorang untuk tidak hanya sekadar tahu rumus, tapi juga tahu kapan dan mengapa rumus tersebut digunakan. Hal ini menurut saya adalah kunci agar matematika tidak lagi menjadi subjek yang menakutkan, melainkan menjadi kebutuhan dasar bagi setiap individu.

      Hapus
  76. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Terkait asesmen, apakah menurut Bapak ujian-ujian di sekolah saat ini sudah cukup memfasilitasi pengukuran literasi matematika siswa, ataukah diperlukan perubahan model soal yang lebih mengutamakan penalaran kontekstual daripada sekadar kemampuan prosedural?

    BalasHapus
  77. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Literasi matematika itu bukan sekadar bisa hitung tapi bisa pakai matematika buat hidup sehari kalau kamu paham matematikanya bukan cuma hafal kamu bisa ambil keputusan dengan data pecahkan masalah secara logis baca angka dan informasi dengan tepat dan jadi lebih percaya diri hadapi tantangan belajar atau kerja

    BalasHapus
  78. Nama : Putri Anggraeni
    NPM : 2386206022
    Kelas : VB (PGSD)

    Izin memberikan tanggapan ya, Pak. Setelah membaca artikel Bapak, saya jadi semakin sadar kalau literasi matematika itu jauh lebih luas dari sekadar menghitung angka atau menghafal rumus. Selama ini, banyak anak SD yang merasa matematika itu menakutkan karena mereka tidak melihat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

    Poin yang paling menarik menurut saya adalah bagaimana literasi matematika melatih kemampuan kita untuk bernalar dan memecahkan masalah. Sebagai calon guru SD, ini jadi tantangan sekaligus motivasi buat saya. Nanti, tugas kita bukan cuma bikin siswa "bisa jawab soal", tapi gimana caranya mereka bisa pakai logika matematika itu buat ambil keputusan yang tepat di kehidupan nyata.

    Artikel ini sangat membantu membuka perspektif baru bahwa literasi matematika adalah life skill yang harus ditanamkan sejak dini agar siswa tidak sekadar "tahu" tapi juga "paham" fungsi dari apa yang mereka pelajari.

    Terima kasih banyak atas ilmunya, Pak! Sehat selalu.

    BalasHapus
  79. Nama : Putri Anggraeni
    NPM : 2386206022
    Kelas : VB (PGSD)

    Artikel ini sangat membuka mata saya bahwa matematika bukan cuma soal angka di atas kertas, tapi tentang bagaimana kita memecahkan masalah di kehidupan nyata. Sebagai calon guru SD, saya jadi sadar kalau tugas kita nanti bukan cuma ngajarin rumus, tapi gimana cara anak-anak bisa 'berpikir matematis' dalam mengambil keputusan sehari-hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar saya terkait materi ini lebih ke cara penyampaiannya di kelas nanti, Pak. Di artikel disebutkan kalau literasi matematika itu membantu pola pikir kritis. Berarti nanti pas kita ngajar di SD, media pembelajaran harus benar-benar konkret ya, Pak? Supaya anak-anak nggak menganggap matematika itu 'monster' yang menakutkan, tapi justru alat bantu yang seru buat memahami dunia

      Hapus

  80. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    kalo menurut ak iterasi matematika itu bukan cuma bisa berhitung saja, tapi kemampuan untuk mengerti dan memakai matematika dalam kehidupan sehari-hari misalnya menghitung uang jajan, membaca grafik, atau memecahkan masalah yang ada di sekitar kita. Literasi matematika juga membuat kita paham konsep, berpikir logis, dan tahu kenapa sebuah jawaban benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artikel itu juga bilang kalau literasi matematika bukan cuma tentang angka di buku, tetapi juga tentang mengerti data dan informasi dalam bentuk angka atau gambar, lalu membuat keputusan dengan logika yang baik. Ini penting supaya kita bisa menghadapi kehidupan yang makin kompleks dan penuh data.

      Hapus
    2. Kalau kita punya kemampuan literasi matematika yang baik, kita bisa lebih mudah menyelesaikan soal cerita, memahami situasi nyata, dan berpikir kritis terhadap masalah. Ini bikin kita bukan hanya jadi pintar mau pun bisa pakai matematika buat bantu kita dalam kehidupan sehari-hari.

      Hapus

  81. Menurut aku, artikel ini penting karena mengajarkan bahwa matematika itu bukan hanya hitungan di kelas, tapi juga alat buat berpikir dan mengambil keputusan yang baik dalam hidup.

    BalasHapus
  82. Izin. Menanggapi pak ini pembahasannya berbobot banget tapi tetep asik buat disimak! Jujur, aku baru kepikiran kalau sejarah literasi matematika itu panjang banget jalurnya, mulai dari bangsa Sumeria dan Mesir kuno yang pakai matematika buat dagang sampai bangun piramida sehebat itu. Belum lagi peran ilmuwan Muslim kayak Al-Khwarizmi yang jadi otak di balik aljabar dan aritmetika di abad pertengahan, yang akhirnya ilmunya nyeberang ke Eropa dan jadi fondasi teknologi modern kita sekarang. Tanpa mereka, mungkin kita nggak bakal ngerasain kemudahan teknologi zaman sekarang, ya? Yang bikin makin seru, literasi matematika itu ternyata jauh lebih luas dari sekadar "pinter ngitung" atau ngafalin tabel perkalian doang. Intinya itu justru gimana kita bisa pakai logika buat mecahin masalah sehari-hari, baca data, sampai berani ambil keputusan berdasarkan analisis angka yang bener. Apalagi di zaman sekarang yang serba data, kalau kita nggak punya literasi matematika yang kuat, bisa-bisa kita gampang ketipu sama grafik atau info yang keliatannya bener padahal cuma gimmick.

    BalasHapus
  83. Izin bertanya pak atau teman -teman yg bisa menjawab pertanyaan dari saya
    Tapi nih, aku jadi penasaran dan pengen nanya ke kalian Kalau literasi matematika itu sepenting itu buat kehidupan sehari-hari, menurut kalian kenapa ya di sekolah kita dulu matematika seringnya malah jadi pelajaran yang paling ditakutin atau dianggap monster sama banyak murid? Terus, kira-kira gimana caranya biar anak-anak SD zaman sekarang bisa ngerasa kalau literasi matematika itu alat bertahan hidup yang keren, bukan cuma sekumpulan rumus membosankan di papan tulis?

    BalasHapus
  84. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Saya setuju bahwa literasi matematika sudah berkembang sejak zaman kuno. Matematika memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Contoh penggunaan matematika dalam perdagangan dan pengukuran menunjukkan bahwa sejak dulu matematika sudah sangat dibutuhkan. Hal ini membuktikan bahwa literasi matematika bukan hal baru

    BalasHapus
  85. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Menurut saya penjelasan tentang peran bangsa Sumeria dan Mesir kuno sangat menarik. Matematika digunakan secara nyata dalam kehidupan mereka. Pembangunan piramida dan pencatatan perdagangan menunjukkan penerapan matematika yang nyata. Ini memperlihatkan bahwa literasi matematika lahir dari kebutuhan hidup manusia.

    BalasHapus
  86. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Menurut saya pengertian literasi matematika sudah dijelaskan dengan jelas. Literasi matematika bukan hanya soal menghitung. Kemampuan memahami data dan membuat keputusan juga termasuk di dalamnya. Ini sangat relevan dengan kehidupan modern yang penuh dengan informasi angka.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak