Basis pengetahuan kami di LTM sangat memengaruhi proses kognitif di sebagian besar situasi. Oleh karena itu, bentuk representasi pengetahuan sangat penting untuk memahami kognisi manusia. Beberapa cara utama untuk merepresentasikan makna informasi dalam memori telah disarankan: representasi proposisional (jaringan semantik), representasi prosedural (sistem produksi), dan skema. Representasi analogis atau model mental (Rumelhart & Norman, 1983) secara umum dapat dianggap sebagai skema. Konsep proposisi menunjukkan unit makna primitif, atau unit pengetahuan terkecil yang memungkinkan untuk membuat penilaian, benar atau salah. Jaringan seperti itu satuan-satuan yang saling berhubungan dapat digunakan untuk mewakili makna kalimat dan gambar. Newell dan Simon (1972) mengemukakan bahwa pengetahuan dapat direpresentasikan dengan seperangkat aturan kondisional atau kondisi produksi → tindakan. Aturan produksi disimpan dalam memori jangka panjang dan diambil serta digunakan dalam memori kerja. Isi memori kerja saat ini disesuaikan dengan kondisi seluruh aturan produksi dalam memori jangka panjang. Setiap kali kondisi suatu aturan terjadi dalam memori kerja, aturan tersebut dipicu dan tindakannya dilakukan. Tindakan aturan tersebut dapat mengubah isi memori kerja dan menentukan aturan mana yang dipicu selanjutnya. Dengan demikian, prinsip-prinsip yang menentukan bagaimana suatu aturan diikuti oleh aturan lainnya dibangun ke dalam aturan itu sendiri.
Salah satu teori paling maju yang didasarkan pada gagasan aturan produksi, teori ACT* (Adaptive Control of Thought; Anderson, 1983), atau versi terbarunya ACT-R (R untuk rasional; Anderson, 1993), menyarankan tipe terpisah memori jangka panjang untuk aturan produksi (untuk keterampilan) selain memori deklaratif (proposisi, gambar, dan representasi lain untuk fakta dan pengalaman). Item dalam ingatan ini dapat bervariasi dalam tingkat 'aktivitasnya'. Jika isi memori kerja cocok dengan lebih dari satu aturan dalam memori prosedural, maka aturan mana pun yang paling aktif akan dipicu. Konsep skema, awalnya dibahas oleh Bartlett (1932), masuk ke dalam psikologi kognitif dari penelitian kecerdasan buatan (Minsky, 1975; Bobrow & Winograd, 1977). Skema umumnya merepresentasikan objek sebagai sekumpulan atribut (slot). Skema generalisasi abstrak tentang objek dari contoh spesifik, mengkodekan kategori umum dan fitur khas. Mereka mungkin tidak hanya mencakup proposisi, tetapi juga fitur persepsi (misalnya, gambar spasial) dan rangkaian peristiwa stereotip. Skema mungkin memiliki slot dengan nilai tetap atau variabel; slot dengan nilai variabel biasanya memiliki beberapa nilai default atau nilai yang paling mungkin. Fitur skema yang paling penting adalah pola hubungan yang stabil antar variabel (slot). Setiap skema berisi informasi tentang beberapa kelas struktur. Ketika nilai-nilai tertentu ditugaskan ke slot skema, struktur pengetahuan berbasis skema dapat diperoleh dalam bentuk konsep, proposisi, dll.
Struktur pengetahuan yang diperoleh bisa lebih umum atau lebih spesifik tergantung pada nilai-nilai tersebut. Beberapa skema dapat dihubungkan bersama dan diorganisasikan ke dalam struktur hierarki yang canggih di mana satu skema dapat menjadi bagian dari skema yang lebih kompleks. Skema dapat mewakili pengetahuan dari semua jenis dan tingkatan: dari huruf individual (memungkinkan kita mengenali berbagai variasi huruf tulisan tangan) hingga sistem elektronik atau organisasi yang kompleks, pola perilaku, visual dan gambar persepsi pendengaran. Misalnya, skema kita untuk wajah manusia mencakup celah untuk mata, hidung, mulut, telinga, dll. Komponen-komponen ini disusun dalam konfigurasi tertentu yang tidak kaku. Namun, beberapa persyaratan umum harus dipenuhi: hidung dan mata harus ditempatkan di atas mulut; mata harus terletak di atas hidung pada sisi yang berbeda, dll. Skema umum ini memungkinkan kita mengenali contoh wajah manusia dalam situasi tanpa batas, termasuk beberapa bentuk seni visual yang aneh.
Skema siswa untuk menyelesaikan persamaan aljabar linier tipe ax = b dapat mencakup tiga slot: 1) angka b di sisi kanan persamaan; 2) angka a di ruas kiri persamaan; dan 3) operasi pembagian: membagi isi slot pertama dengan isi slot kedua. Untuk siswa yang kurang berpengalaman, skemanya dapat mencakup operasi membagi kedua ruas persamaan dengan bilangan a yang sama. Dalam hal ini, skema akan berisi slot untuk kedua bagian persamaan, bilangan pembagi a, dan operasi pembagian. Untuk contoh representasi pengetahuan skematis tingkat tinggi, pertimbangkan domain teknis yang mencakup pengetahuan tentang berbagai objek teknis (misalnya, perkakas, perangkat, mesin, prosedur teknologi). Keragaman pengetahuan dalam bidang teknis apa pun dapat direpresentasikan dengan tingkat spesifikasi yang berbeda: dari deskripsi fitur umum hingga detail spesifik. A Kerangka skematis untuk merepresentasikan pengetahuan tentang suatu objek teknis dapat mencakup tiga komponen utama yang saling berhubungan yang dapat disebut sebagai deskripsi fungsional, operasional, dan struktural. Objek teknis apa pun dapat dicirikan oleh beberapa fungsi atau tujuan yang dirancang untuknya (untuk apa objek ini?), proses yang digunakan dalam pengoperasian objek (bagaimana cara kerjanya?), dan struktur internal objek termasuk hubungan antar komponennya (apa apakah itu terdiri dari?). Menjelaskan operasi suatu objek berarti menjelaskan mengapa sekumpulan bagian yang terhubung melakukan fungsi tertentu dengan memanfaatkan proses tertentu selama operasi. Seorang pelajar harus membangun hubungan antara komponen fungsional, operasional, dan struktural dari deskripsi objek untuk memahami cara kerjanya (Kalyuga, 1984; 1990).
Referensi
Kalyuga, S. 2009. Cognitive Load Factors in Instructional Design for Advanced Learners. New York: Nova Science Publishers

Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Pada materi diatas ini membahas tentang bagaimana pengetahuan dipresentasikan. Pada materi ini juga menekankan kemampuan seseorang dalam memproses informasi. Dalam materi di atas juga membahas tentang pembelajaran yang menegaskan bahwa guru perlu merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kapasitasnya siswa. Dengan ini teori menjadi dasar penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dan juga cara berpikir kritis 🙏
Nama : Putri Lestari Pinang
BalasHapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi pak, skema memegang peranan yang sangat penting dan mendasar dalam proses pembelajaran karena bertindak sebagai kerangka atau struktur mental yang mengorganisasi pengetahuan. Tanpa skema, informasi baru akan menjadi potongan-potongan data yang terpisah dan sulit untuk diproses, diingat, atau diterapkan. Skema sangat penting dalam proses pemahaman karena ia memandu interpretasi kita terhadap dunia. Saat menerima informasi baru (misalnya, membaca teks atau mendengarkan ceramah), skema membantu siswa menginterpretasi dan mengartikan data tersebut dengan cepat, mengisi kekosongan, dan memahami implikasi yang tidak disebutkan secara eksplisit. Skema memungkinkan siswa untuk membuat prediksi tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya dan menarik kesimpulan yang logis berdasarkan pengalaman atau pola yang tersimpan dalam skema tersebut.
Nama : Putri Lestari Pinang
BalasHapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
Izin bertanya pak, bagaimana cara kerja mempresentasikan makna informasi dalam memori dengan representasi proposisional dan apa pentingnya dalam memori?
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
HapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Halo putri lestari pinang saya izin menjawab yah, menurut pemahaman saya cara kerja representasi proposisional yaitu dengan menggambarkan makna informasi dalam bentuk pernyataan atau hubungan antar gagasan di dalam pikiran. Informasi yang kita terima tidak disimpan sebagai kata-kata, tetapi diubah menjadi struktur makna yang saling terhubung sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Representasi proposisional ini penting dalam memori karena membantu kita menata pengetahuan secara logis. Dengan cara ini, otak dapat menghubungkan ide-ide lama dengan informasi baru, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan efisien🙏🏻
Semoga membantu 😊
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Saya ikut menanggapi komentar putri yaaa , pertanyaan putri ini sangat tepat karena menunjukkan bahwa saya juga bisa memahami bagaimana informasi itu disimpan dan diolah di dalam memori , pada representasi proposisional juga menunjukkan bahwa konsep dasar dalam teori kognitif , yaitu bagaimana makna bisa dipecah menjadi unit unit yang kecil yang saling terhubung dalam jaringan pengetahuan.
Dengan kita mengetahui cara kerja representasi proporsional dan pentingnya dalam memori saya bisa memahami bahwa informasi itu tidak hanya disimpan pada sebuah fakta , tetapi bisa di organisasikan dalam bentuk unit dan makna yang terhubung , ini adalah bagaimana cara otak berproses dan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang lama .
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Saya mau ikutan jawab pertanyaannya Putri deh, hehehe.
Menurut pemahaman saya nih yaa, sehabis membaca artikel di atas (saya searching-searching juga untuk memperkuat pemahaman). Kan representasi proposisional itu cara otak kita menyimpan informasi dalam bentuk kalimat sederhana.
Bayangkan anak SD belajar "matahari terbit di pagi hari". Otak mereka itu menyimpan kalimat tadi sebagai pengetahuan yang jelas. Ada subjeknya (matahari), ada predikatnya (terbit), ada waktunya juga (pagi hari). Pentingnya bentuk ini dalam memori yaa supaya informasi gampang diingat dan bisa dipakai lagi. Misalnya, ketika guru bertanya "kapan matahari terbit?", anak bisa langsung jawab tuh karena otaknya sudah nyimpan proposisi tadi.
Itu Put jawabannya kalau menurut saya, cmiiw 😀🙌
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin jawab ya. Representasi proposisional itu cara otak nyimpen makna informasi dalam bentuk inti idenya, bukan bentuk aslinya. Jadi yang disimpan bukan kalimat persis atau gambarnya, tapi maksudnya. Misalnya kita baca kalimat, yang diingat itu artinya, bukan kata per kata.
Pentingnya, karena dengan cara ini otak jadi lebih hemat dan rapi nyimpen informasi. Kita jadi gampang nginget, nyambungin sama pengetahuan lain, dan pakai lagi di situasi berbeda. Makanya kadang kita lupa kalimatnya gimana, tapi masih inget maksudnya apa. Itu tanda memori kita nyimpen maknanya, bukan hafalan mentah.
Nama:Elisnawatie
BalasHapusKelas:VD
NPM:2386206069
Materi ini membahas bagaimana pengetahuan disimpan dan diorganisasi dalam memori manusia. Bentuk representasi pengetahuan antara lain representasi proposisional, representasi prosedural (aturan produksi), dan skema. Ketiganya menjelaskan cara otak manusia memahami, mengingat, dan menggunakan informasi dalam berbagai situasi.
Nama:Elisnawatie
HapusKelas:5D
NPM:2386206069
Izin bertanya pak
Bagaimana skema terbentuk dari pengalaman seseorang, dan bagaimana skema tersebut dapat membantu individu mengenali pola-pola yang serupa di masa depan meskipun dalam konteks yang berbeda - beda pak?
Nama : Oktavia Ramadani
HapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Hai elis izin menanggapi ya pada pertanyaan elis , kita bisa melihat bahwa skema tidak hanya muncul dari informasi yang dipelajari saja , tetapi juga bisa terbentuk melalui pengalaman langsung yang dialami oleh seseorang , dan skema itu berfungsi sebagai pola berpikir yang membantu seseorang mengenali kesamaan dalam situasi yang berbeda ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi , karena tidak hanya melihat konsep skema secara sedaerahana saja , tetapi juga memahami bagaimana Skema itu bekerja di dalam memori dan bagaimana ia berkembang serta di gunakan untuk memahami situasi yang baru .
Nama: Rismardiana
HapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
izin menanggapi pertanyaan dari Elisnawatir, yang dari sayan ketahui skema itu sebenarnya kebentuk dari pengalaman berulang. Setiap kali kita ketemu situasi yang mirip, otak otomatis nyimpen pola nya. Lama-lama pola itu jadi skema semacam template di kepala.
Nah, begitu skema sudah kebentuk, otak jadi lebih gampang mendeteksi pola yang mirip, bahkan kalau konteksnya beda. Kayak: pernah belajar cara baca peta? Nanti lihat denah mall pun langsung ngeh karena polanya mirip.
Jadi pada intinya pengalaman,pola,skema,makin cepat paham hal baru yang mirip, walaupun wujudnya beda-beda.
Terimakasih.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menjawan ya. Skema itu kebentuk dari pengalaman yang sering kita alami. Jadi setiap kali kita ngalamin hal yang mirip, otak nyimpen caranya. Lama-lama pengalaman itu kayak jadi jalan pintas di otak.
Makanya pas ketemu masalah baru, walaupun ceritanya beda, otak bisa langsung ngeh, eh ini mirip yang dulu. Jadi kita nggak mulai dari nol lagi. Itulah kenapa orang yang sering latihan biasanya lebih cepat paham, soalnya pola pikirnya udah kebentuk dari pengalaman sebelumnya.
Setelah membaca uraian yang cukup panjang pada laman ini saya memahami bahawasannya manusia mempunyai kemampuan representasi dalam menyimpan pengetahuan dan menggambarkan nya didalam pikiran manusia, ternyata representasi pada manusia terbagi menjadi 3 bentuk dengan melalui beberapa cara yang telah disarankan yakni : represetasi proposional ( jaringan semantik ), representasi prosedural ( sistem produksi ) dan skema.
BalasHapusmasing-masing cara tersebut memiliki manfaat yang berbeda untuk membantu manusia mengingat,memahami,dan dapat membuat manusia melakukan tindakan.
Nama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Setelah saya membaca materi ini, munurut saya materi ini sudah sangat amat memberikan uraian/penjelasan yang sangat komperehensif/lengkap mengenai bagaimana pengetahuan direpresentasikan didalam memori manusia, khususnya dalam konteks Cognitive Load Theory (CLT). Pada materi diatas secara keseluruhan sudah mendalam, akademik dan juga terstruktur dengan baik. Jika pada bagian mengenai tentang keterkaitan secara langsung dengan kompenen Cognitive Load Theory lebih diperjelas lagi, maka materi diatas akan menjadi sangat baik untuk dimasukkan dalam karya ilmiah atau kajian pendidikan pada tingkat lanjut.
Setelah saya baca materi bapak yang ini, Teks tentang representasi pengetahuan ini benar-benar saya sangat suka, khususnya pandangan tentang Objek Teknis. Yang paling mengena bagi saya adalah definisi Operasi suatu objek: yaitu menjelaskan mengapa sekumpulan bagian yang terhubung melakukan fungsi tertentu. Ini menunjukkan bahwa pemahaman kegiatan bukan hanya sekadar langkah-langkah aja, tetapi juga pemahaman proses yang menjelaskan struktural dan fungsional objek secara bersamaan. Fokus pada aspek operasional ini, menurut saya, sangat penting dalam membantu pelajar membangun skema pengetahuan yang dapat diterapkan, sesuai dengan prinsip Teori Beban Kognitif.
BalasHapusNama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Materi ini menjelaskan dengan sangat relevan bagaimana pengetahuan dapat direpresentasikan dalam memori manusia terutama dalam konteks cognitive load theory , penjelasan ini mengenai 3 representasi yaitu proporsional , prosedural dan skema itu bisa memberikan gambaran bahwa proses belajar itu tidak hanya tentang mengingat fakta nya saja tetapi juga bagaimana informasi itu bisa di gunakan kembali saat diperlukan , konsep aturan produksi dan teori ACT-R juga menegaskan bahwa adanya perbedaan antara pengetahuan yang bersifat deklaratif (fakta ) dan pengetahuan prosedural (keterampilan) , keduanya ini bekerja sama dalam memori kerja.
Nama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNPM : 2386206086
Kelas : 5D
Izin bertanya pak dan teman teman semua , bagaimana ya seorang guru bisa memastikan bahwa representasi pengetahuan yang digunakan dalam pembelajaran baik dalam bentuk proporsional , prosedural dan skema apakah tidak menambah beban kognitif seorang siswa ? Terutama bagi mereka yang masih berada pada pemahaman dasar ? 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Nama : Nabilah Aqli Rahman
HapusNPM : 2386206125
Kelas : 5D PGSD
Saya izin menjawab yaa Piaa
Jadi kalau menurut saya supaya representasi pengetahuan engga nambah beban kognitif, guru bisa banget tuh bikin pembelajaran tetap ringan, tetap sederhana, pembelajaran yang engga rumit. Dengan cara memberikan pengetahuan secara pelan-pelan. Jadi menyajikan pengetahuannya tuh jelas gitu bukan sekaligus banyak.
Proposisi tadi kan cara menggambarkan pengetahuan dalam bentuk kalimat, nah guru kalau menjelaskan yaa cukup singkat aja kalimatnya dan gampang dimengerti. Kalau bisa jangan panjang-panjang dan berbeli-belit.
Kalau pakai prosedur (langkah-langkah), kasih langkah satu per satu, jangan langsung semuanya.
Terakhir, pengertian dari skema tadi kan kalau pemahaman saya itu kumpulan konsep yang saling terkait, nah kalau guru pakai skema, hubugkan sama hal yang dekat sama kehidupan siswa. Misalnya pecaran yang dijelaskan lewat "bagi kue sama teman". Dengan begitu, otak siswa engga overload karena informasi yang mereka terima itu terasa sederhana, nyata, dekat, terus menyenangkan deh.
Jadi kuncinya yaa, jangan ribet, pakai contoh sehari-hari, insyaAllah siswa akan paham tanpa merasa terbebani.
Nama: Rismardiana
HapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
Saya izin menjawab yah Oktavia, dari yang saya ketahui jadi guru bisa saja mencegah beban kognitif berlebih dengan nyampein materi secara bertahap dan fokus ke inti dulu, terutama untuk siswa yang masih di level dasar. Jadi mereka nggak langsung dibombardir representasi pengetahuan yang ribet seperti proposisional, prosedural, dan skema sekaligus.
Awalnya cukup kasih contoh konkret dan cintoh pemecahan masalah biar otaknya nggak penuh dulu. Setelah paham, baru pelan-pelan naik ke prosedur, lalu akhirnya ke skema yang lebih kompleks. Info yang nggak penting dipangkas, biar beban kognitifnya tetap ringan.
Dengan alur kayak gitu, skema justru bantu siswa memahami lebih cepat bukan bikin makin pusing.
Terimakasih.
Nama:Elisnawatie
HapusNPM:2386206069
Kelas:VD
Haloo Oktavia izin menjawab pertanyaanmu ya Jadi, guru bisa memastikan representasi pengetahuan tidak menambah beban kognitif siswa dengan cara:
1.Tidak diberikan sekaligus (makna dulu, langkah kemudian, pola belakangan)Dimulai dari yang konkret dan sederhana
2.Disesuaikan dengan kesiapan siswa, terutama yang masih pemahaman dasar Skema dibentuk perlahan lewat pengulangan bermakna, bukan dijelaskan secara abstrak.
Singkatnya itu seperti :
Urutan yang tepat + kesederhanaan + bertahap belajar lebih ringan, bukan membebani.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menjawab ya, Kalau menurut aku, guru bisa mastiin cara penyampaian materi itu nggak bikin siswa kewalahan dengan ngasih materi sedikit-sedikit. Jangan langsung kasih banyak rumus, langkah, dan penjelasan sekaligus, apalagi ke siswa yang masih belajar dasar. Lebih baik satu konsep dipahami dulu, baru lanjut ke berikutnya.
Terus cara ngajarnya juga harus simpel dan konsisten. Pakai contoh yang jelas, langkah yang berurutan, dan jangan gonta-ganti cara dalam satu waktu. Guru juga perlu sering ngecek kondisi siswa, misalnya lewat tanya jawab santai atau ngeliat ekspresi mereka. Kalau udah mulai kelihatan bingung, berarti materinya perlu diperlambat atau disederhanain lagi.
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206058
Baik pak saya izin menanggapi setelah membaca kembali materi di atas, materi ini menarik banget pak pembahasan tentang teori Cognitive Load ini. Karena memang penting banget untuk paham bagaimana cara mengelola beban kognitif saat belajar. Dari materi ini, saya sebagai calon guru jadi paham kenapa kita sebagai guru dan juga pengajar harus benar-benar memperhatikan cara kita menyampaikan informasi ke siswa. Kalau terlalu berat atau rumit, bisa bikin mereka kewalahan dan akhirnya nggak maksimal dalam menyerap materi. Makanya, kita perlu tahu cara yang tepat dalam menyusun materi, supaya siswa bisa menerima informasi tanpa merasa terbebani. Materi di atas juga ngebahas bagaimana memanfaatkan kapasitas memori dengan baik, biar pembelajaran jadi lebih efektif. Jadi, jangan asal kasih materi banyak, tapi harus paham juga gimana cara mempermudah proses belajar mereka🙏🏻.
Nama:bella ayu pusdita
BalasHapusKelas:5d
Nim:2386206114
Menurut saya Ini adalah ulasan yang sangat informatif mengenai berbagai bentuk Representasi Pengetahuan dalam Memori Jangka Panjang (Long-Term Memory/LTM), yang merupakan fondasi penting dari Cognitive Load Theory (CLT). Penulis (Buya Adin) memaparkan tiga representasi utama: Proposisional, Prosedural (Aturan Produksi), dan Skema, dengan penekanan yang kuat pada skema.
Nama:bella ayu pusdita
BalasHapusKelas:5d
Nim:2386206114
Mau tanya pak Materi diatas kan menjelaskan bahwa skema dapat diorganisasikan dalam struktur hierarki canggih, di mana skema yang lebih spesifik dapat menjadi bagian dari skema yang lebih kompleks (misalnya, skema untuk 'mobil' berisi skema untuk 'mesin', yang berisi skema untuk 'silinder', dan seterusnya).
Dalam perspektif Cognitive Load Theory (CLT), bagaimana proses instruksional harus dirancang untuk memfasilitasi 'chunking' (pengelompokan) dan automatisasi pengetahuan dari tingkat aturan produksi (prosedural) yang terpisah menjadi skema tingkat tinggi yang kohesif, dan pada tahapan pembelajaran manakah (pemula vs. ahli) instruksi eksplisit mengenai hubungan antar komponen skema paling efisien diberikan?
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
HapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206058
Hallo bella izin menjawab yh. Jadi gini menurut aku, skema dalam teori Cognitive Load itu bisa disusun dalam bentuk hierarki, misalnya, skema buat ngertiin mesin tuh bakal lebih rumit dibanding skema buat hal yang lebih sederhana, kayak silinder. Skema itu bakal berkembang seiring banyaknya informasi yang kita punya dan gimana cara kita nyambungin informasi tersebut. Kalau kita belajar sesuatu yang lebih sulit, misalnya soal mesin, skema yang kita punya bakal lebih kompleks dan ada lebih banyak bagian yang saling terhubung. Makanya, dalam belajar, kita harus nyesuain tingkat kesulitan materi sama struktur skema yang dipelajari. Kalau materinya terlalu ribet dan nggak terstruktur dengan baik, bisa bikin kita kebebani.
Terimakasih😊
Nama: Rismardiana
HapusNPM: 3386206025
Kelas: 5B PGSD
izin menjawab yah Bella, dari yang saya ketahui dalam CLT, intinya proses belajar harus dibuat supaya otak gampang ngumpulin potongan-potongan kecil jadi satu skema besar tanpa bikin memori kerja kepanasan.pemula perlu bantuan penuh dulu. Instruksi harus jelas, langkah-langkah dipisah kecil, dan hubungan antar bagian skema dijelasin terang-terangan biar gampang mengelompokkannya.
Kalau sudah lebih mahir, baru pelan-pelan dilepas supaya mereka mulai gabungin sendiri dan aturan produksinya makin otomatis.
Sementara yang sudah ahli cukup dikasih tugas kompleks nggak perlu dijelasin detail lagi.
pada intinya penjelasan eksplisit paling efektif di tahap pemula, lalu makin dikurangi seiring naiknya keahlian.
Nama: Maya Apriyani
BalasHapusNpm: 2386206013
kelas: V.A
Saya sudah mengulang bacaan ini kurang lebih 4 kali setelah saya baca berulang-ulang saya pun masih sulit untuk mendefinisikan apa sih sebenarnya inti dari bacaan ini, yang saya ketahui pada saat kita mendapat informasi yang baru ternyata otak kita ini juga bekerja dia masukkan informasi yang kita dapatkan ini ke dalam kelompok-kelompok pemikiran yang ada pada kita.
Nah ternyata ada beberapa untuk kita dapat merepresentasikan proporsional, yang pertama yaitu ada representasi proporsional yaitu otak kita dapat berpikir apakah yang termasuk dalam kalimat fakta atau pernyataan yang salah atau benar. Kemudian ada representasi prosedural kalau ini tuh berkaitan dengan cara otak kita berpikir setiap step by step Apa yang harus kita lakukan, lalu selanjutnya ada skema skema ini merupakan konsep dasar yang sudah kita ketahui.
Menurut pendapat saya dengan langkah-langkah di atas tentunya akan sangat membantu untuk membangkitkan pengetahuan siswa dan daya ingat siswa
Nama: Imelda Rizky Putri
BalasHapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menanggapi pak, materi ini sebenarnya ngingetin kita bahwa otak itu punya kapasitas yang terbatas, informasi yang berantakan bikin kita pusing. Dengan pengetahuan yang pas, materi jangan cuma numpuk, tapi dirapikan biar otak bisa ''bernapas''. Jadi bikin siswa lebih cepat mengerti tanpa harus berpikir terlalu berat
Nama: Rismardiana
HapusNPM: 3386206025
Kelas: 5B PGSD
Saya setuju dengan tanggapan Imel,kalau dipikir-pikir, materi ini juga kayak ngasih pemberitahuan ke guru dan pembelajar: jangan maksa otak kerja lembur buat hal yang belum siap. Soalnya, kalau info datangnya acak-acakan, otak cuma bakal sibuk “ngurusin kemacetan” daripada ngerti isinya.
Makanya penting banget buat nyusun materi step by step, dari yang simpel ke yang lebih rumit, biar otak punya waktu buat nyambungin potongan-potongan informasi jadi skema yang rapi. Begitu skemanya kebentuk, apa pun yang dipelajari nanti jadi lebih gampang nempel.
Intinya, materi ini ngingetin bahwa belajar itu bukan soal banyaknya info, tapi gimana info itu dirapihin biar otak kita nggak kewalahan. Kalau rapi, otaknya santai dan paham pun datang lebih cepat.
Kembali membuka laman ini untuk kembali memahami isi dari teori beban kognitif: tentang representasi pengetahuan
BalasHapusYang saya pahami setelah membaca laman ini, laman ini menjelaskan bagaimana pentingnya bentuk representasi pengetahuan dalam memahami kognisi manusia.
Laman ini menjelaskan bagaimana cara kerja jaringan-jaringan di otak manusia untuk dapat menyimpan pengetahuan dalam jangka panjang, lalu diambil dan digunakan sesuai kondisi kerja yang akan kita laksanakan.
Selain itu juga yang saya baca dari laman ini membahas tentang bagaimana fungsi skema yang umumnya bisa merepresentasikan objek sebagai sekumpulan atribut (slot), nah dalam skema ini di dalamnya berisi informasi tentang beberapa kelas struktur dan dalam tugasnya struktur pengetahuan skema ini dapat memperoleh bentuk, konsep, posisi dan lain sebagainya, dan yang saya tangkap juga skema ini dapat melihat dan menjelaskan bagian-bagian yang kita lihat, seperti yang dikasih contoh di atas ketika kita melihat wajah manusia kita dapat menjelaskan di wajah manusia ini ada apa saja ,ada bagian apa saja yang terdapat pada wajah manusia yang kita lihat.
Berarti menurut saya ketika kita menggunakan konsep skema ini dalam pembelajaran matematika berarti kita diajarkan untuk memahami konsep yang ada tentang bagaimana konsep itu terbentuk ,cara kita mendefinisikan konsep tersebut ,dan mengetahui bagian-bagian kecil yang terkandung di dalam konsep tersebut. Misalnya kita dapat mendefinisikan konsep dasar matematika nah di konsep dasar matematika itu ada bagian apa saja ,dan susunannya seperti apa ,lalu konsep tersebut yang benarnya ditempatkan pada bagian mana.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Izin menanggapi pak pengetahuan itu dibangun dari skema yang makin lama makin rapi, dari materi di atas kelihatan banget kalau otak kita sebenarnya kerja pakai skema semacam pola atau template yang sering dipakai makin rapi . Kayak pertama kali belajar nyetir yang masih bingung semua tombol, tapi lama kelamaan tangan otomatis saja. Jadi, cara kita menyimpan info Itu nggak cuma sekedar hafalan, tapi lebih ke pola yang make sense buat otak
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Representasi pengetahuan Itu macam-macam nggak cuma satu bentuk, setelah saya baca lagi materinya juga nunjukin kalau otang nggak cuma menyimpan fakta aja, tapi juga cara ngelakuin sesuatu atau prosedur, gambar, sampai hubungan antar konsep. Maknanya keadaan kita ingat cara ngerjainnya tapi lupa istilahnya, atau kebalikannya ngerti definisinya tapi nggak bisa ngerjain. semua itu karena bentuk penyimpanan infonya beda-beda. jadi wajar banget kalau belajar itu harus lewat banyak cara: lihat, dengan, praktik, dan latihan.
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Izin menanggapi lagi pak kalau mau paham satu hal, kita harus ngaitin fungsi cara kerja serta strukturnya. Penjelasan tentang objek teknis tadi ngejelasin kalau kita baru benar-benar paham apa sesuatu kalau bisa menghubungkan tiga hal seperti fungsinya buat apa cara kerjanya gimana dan isinya apa aja. Contohnya HP tahu fungsinya buat komunikasi, tahu cara kerjanya pakai sinyal, dan tahu komponennya ada baterai, layar, prosesor, dan lain-lain. di pelajaran pun sama kalau cuma hafal rumus dan pengerti kenapa dan gimana ya cepat lupa. Kotak lebih suka info yang paling nyambung bukan yang berdiri sendiri
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
Izin bertanya pak bagaimana interaksi antar skema fungsional operasional, dan struktural dalam memori jangka panjang dapat menjelaskan perbedaan cara 2 siswa memecahkan masalah yang sama meskipun keduanya memiliki pengetahuan deklaratif yang setara, tetapi berbeda dalam tingkat otomatisasi aturan produksinya
Nama: Rosidah
HapusNpm: 2386206034
Kelas: V B (PGSD)
Hallo kak Nurfika, izin menjawab ya, dari pertanyaan kakak bagus buat aku jadi baca-baca lagi dan mencari tau lebih dalam.
Nah menurut saya, perbedaan cara dua siswa memecahkan masalah yang sama, bisa dijelaskan dari bagaimana skema fungsional, operasional, dan struktur nya saling terhubung di memori jangka panjang. Jadi walaupun pengetahuan deklaratifnya setara, siswa yang produksinya lebih otomatis biasanya lebih cepat karena ia langsung menggali fungsi masalah, memahami langkah kerja, dan melihat hubungan antar komponen tanpa harus berpikir terlalu keras. Ini aku ada contoh yang insyaallah bisa menambah pemahaman kita. Misalnya dia siswa sama-sama rumus pembagian, tetapi yang sering berlatih akan langsung tahu harus membagi dan kemana angkanya ditempatkan, sedangkan yang jarang berlatih masih berhenti dan mengingat langkah nya. Inilah peran interaksi skema yang membuat proses berpikir tiap siswa berbeda meskipun pengetahuan dasarnya sama.
Semoga tanggapan saya bermanfaat untuk kakak dan teman-teman lainnya 😊
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Walaupun dua siswa sama-sama tau rumus dan konsepnya, cara mereka nyelesain soal bisa beda. Soalnya, yang satu udah sering latihan, jadi cara kerjanya di otak udah kebentuk dan otomatis. Begitu lihat soal, langsung tau harus ngapain tanpa mikir lama.
Sedangkan siswa satunya lagi sebenernya paham juga, tapi belum terbiasa. Jadi tiap langkah masih mikir, buka ingatan ke rumus lagi, kadang ragu. Bukan karena nggak ngerti, tapi karena belum sering dipakai. Jadi bedanya ada di kebiasaan dan latihan, bukan di paham atau nggaknya konsep.
Nama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: 5B PGSD
Izin menjawab pertanyaan dari Andi Nurfika
Menurut saya, perbedaan cara dua siswa memecahkan masalah yang sama misalnya menyelesaikan soal matematika yang dama itu bisa dijelaskan dari seberapa otomatis aturan yang ada di kelapa mereka bekerja, meskipun mereka sama-sama tahu rumus atau konsepnya. Misalnya siswa pertama itu sudah terbiasa dan lancar pakai langkah-langkah penyelesaian jadi saat ketemu soal dia langsung tahu harus ngapain tanpa mikir terlalu berat. Otaknya seperti sudah punya jalur cepat karena skema-skemanya sudah rapi dan otomatis akibatnya dia bisa fokus ke memahami soalnya, bukan malah bingung di langkah-langkahnya.
Sementara siswa kedua, walaupun dia tahu rumus yang sama tapi karena belum terbiasa dia masih mikir satu persatu ini langkahnya apa ya, habis ini ngapain ya. Otaknya jadi lebih cepat capek karena terlalu banyak yang dipikirkan sekaligus, jadi sebenarnya bedanya bukan di tahu atau tidak tahu tapi di seberapa sering dan seberapa otomatis pengetahuan itu dipakai. Yang sudah otomatis mikirnya lebih ringan dan rapi namun yang belum meskipun tahu tetap terasa berat pas ngerjain soal.
sekian jawaban dari saya...
Nama: Rismardiana
BalasHapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
Baik pak saya izin menanggapi, dari materinya sudah dalem banget tapi menarik, soalnya ngebahas gimana otak nyimpen dan ngolah pengetahuan dari berbagai sisi mulai dari proposisi, aturan produksi, sampai skema. Bagian tentang ACT-R juga keren, jadi kebayang gimana otak “milih” aturan mana yang dipake pas kita mikir. Penjelasan soal skema juga relatable banget, apalagi contoh tentang wajah manusia dan cara kita ngenalinnya walau bentuknya aneh-aneh. Intinya, materi ini bikin makin sadar kalau pengetahuan itu nggak cuma numpuk fakta, tapi juga pola-pola fleksibel yang kita bangun dari pengalaman.
Nama: Rismardiana
BalasHapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
izin menjawab pertanyaan Fika,dari yang saya ketahui sebenarnya bedanya itu muncul karena skema mereka nyambungnya nggak sama kuatnya. Walaupun dua siswa punya pengetahuan deklaratif yang sama, cara otaknya manggil dan ngatur info itu bisa beda banget.
Kalau aturan produksinya sudah otomatis, skema fungsional, operasional, struktural mereka saling kerja sama dengan lancar. Jadi begitu lihat soal, otaknya langsung tahu mau ngapain, langkahnya beraturan, dan nggak makan banyak beban memori kerja.
Sementara kalau otomatisasinya belum kuat, meskipun tahu konsepnya, dia masih mikir satu-satu: fungsi soalnya apa, langkahnya gimana, hubungannya ke bagian lain apa. Akhirnya prosesnya lebih lambat dan gampang bingung.
Jadi intinya, beda performa bukan karena beda pengetahuan, tapi beda kerapihan dan otomatisasi skema di memori jangka panjang.
Nama: Rismardiana
BalasHapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
izin menambahkan pak, materi ini ngebahas representasi pengetahuan dengan cara yang lengkap tapi tetap gampang diikutin. Bagian tentang proposisi, aturan produksi, dan ACT-R bikin aku kepikiran gimana otak sebenarnya kerja kayak sistem yang memicu aturan tertentu. Terus konsep skema dijelasin dengan cara yang cukup konkret, jadi gampang banget ngebayanginnya. Cocok banget buat yang pengen ngerti kenapa kita bisa paham sesuatu lebih cepat kalau udah punya skema sebelumnya.
Nama: Rismardiana
BalasHapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
izin bertanya pak dan untuk teman-teman sekalian, dari penjelasan tentang aturan produksi dan ACT-R itu menarik, soalnya kelihatan banget gimana otak milih aturan mana yang mau dipakai. Nah, yang bikin saya penasaran, gimana sebenarnya otak meningkatkan aktivitas suatu aturan sampai aturan itu jadi lebih sering kepakai?
Nama: Nur Sinta
HapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Izin menjawab Pertanyaan dari Rismardiana
Kalau dikaitkan dengan teori beban kognitif dan representasi pengetahuan, otak itu sebenarnya memilih aturan yang sering dipakai lewat pengalaman dan pengulangan, jadi bukan karena dipilih secara acak. Istilahnya semakin sering suatu aturan dipakai semakin kuat jejaknya di otak kita, dalam teori ACT-R ini disebut sebagai aktivitas nah aturan yang sering berhasil dipakai akan jauh lebih cepat muncul di benak kita dibanding aturan yang jarang dipakai.
Contoh paling dekatnya itu seperti dulu waktu kita pertama kali belajar perkalian jika ditanya hasil 6 x 7 kita pasti mikir lama dulukan jawabannya, tapi jika sering dipakai kalau ditanya lagi 6 x 7 kita bisa jawab langsung tanpa mikir itu karena aturan 6 x 7=42 yang mana sudah punya aktivitas tinggi diotak kita. Menurut Cognitive Load Theory hal ini bisa terjadi karena beban di memori kerja lebih ringan karena informasinya pindah ke memori jangka panjang, pengetahuan tidak lagi berdiri sendiri tapi sudah jadi skema yaitu pola yang tersusun rapi saat skema sudah terbentuk otak tidak perlu mikir lagi dari nol tinggal memanggil aturan yang sering dipakai. Jadi singkatnya otak meningkatkan aktivitas suatu aturan karena aturan itu sering digunakan, sering berhasil dan selalu dikaitkan dengan skema yang sudah ada akhirnya aturan itu jadi lebih otomatis dan sering muncul dibanding aturan lain.
cukup sekian jawaban dari saya maaf bila ada salah kata yaa...
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Kalau dari yang aku tangkep, otak itu sebenernya simpel. Aturan yang sering dipakai dan berhasil, itu bakal makin sering kepake lagi. Ibarat jalan pintas, makin sering dilewatin, makin halus jalannya. Jadi kalau siswa berkali-kali pakai satu cara buat nyelesain soal dan jawabannya bener, otak langsung mikir, “oh ini cara yang aman, pake lagi ah.”
Makanya latihan itu ngaruh banget, tapi harus latihan yang masuk akal. Kalau cuma ngulang tanpa ngerti, ya nempel sebentar doang. Tapi kalau siswa ngerti kenapa cara itu dipakai, terus dipraktekin di soal yang beda-beda, aturan itu jadi otomatis muncul sendiri tanpa mikir lama.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Izin bertanya pak,
Dalam konteks mengajar keterampilan seperti memecahkan masalah matematika dasar (misalnya,mencari keliling bangun datar) bagaimana kita sebagai calon guru dapat memastikan siswa tidak hanya menghafal rumus (proposisi),tetapi juga membangun skema konseptual yang kuat dan aturan produksi yang efisien sehingga pengetahuan itu bisa di terapkan dalam berbagai situasi?
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
HapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Hallo dita izin menjawab yh. Menurut saya, supaya siswa nggak cuma hafal rumus tapi juga punya pemahaman yang kuat, kita sebagai calon guru bisa mulai dari contoh yang dekat dengan kehidupan mereka dulu, biar mereka ngerti konsep dasarnya sebelum masuk ke rumus. Setelah itu, ajak mereka nemuin pola sendiri, misalnya menghitung sisi-sisi bangun dulu baru menyimpulkan rumusnya, jadi mereka merasa “oh, ini masuk akal”. Latihan juga harus bervariasi, jangan cuma soal yang bentuknya sama, supaya skema atau cara berpikir mereka makin kebentuk dan bisa dipakai di situasi lain. Terus, kasih panduan langkah-langkah berpikir, jadi bukan cuma jawabannya, tapi prosesnya juga mereka pahami. Kalau dilakukan terus menerus, mereka bakal punya skema yang kuat dan cara menyelesaikan soal jadi lebih otomatis dan efisien, bukan sekadar menghafal.
Terimakasih😊
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Kalau menurut aku, kuncinya ada di cara ngenalin konsepnya dari awal. Jangan langsung kasih rumus keliling, tapi ajak siswa ngerti dulu maknanya. Misalnya dengan ngukur sisi meja, buku, atau benda di sekitar kelas, terus diskusi bareng apa sih yang dimaksud keliling itu. Dari situ baru rumusnya muncul sebagai kesimpulan, bukan hafalan.
Terus biar mereka nggak cuma hafal, siswa perlu sering dikasih soal dengan variasi bentuk dan konteks. Nggak melulu angka di buku, tapi juga masalah sehari-hari. Guru juga bisa minta siswa jelasin langkah berpikirnya, bukan cuma jawabannya. Dengan begitu, siswa pelan-pelan ngebangun cara berpikir yang kuat dan tau kapan serta gimana rumus itu dipakai di situasi yang beda-beda.
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Hallo dita izin menjawab yh. Menurut aku, supaya siswa nggak cuma hafal rumus tapi juga punya pemahaman yang kuat, kita sebagai calon guru bisa mulai dari contoh yang dekat dengan kehidupan mereka dulu, biar mereka ngerti konsep dasarnya sebelum masuk ke rumus. Setelah itu, ajak mereka nemuin pola sendiri, misalnya menghitung sisi-sisi bangun dulu baru menyimpulkan rumusnya, jadi mereka merasa “oh, ini masuk akal”. Latihan juga harus bervariasi, jangan cuma soal yang bentuknya sama, supaya skema atau cara berpikir mereka makin kebentuk dan bisa dipakai di situasi lain. Terus, kasih panduan langkah-langkah berpikir, jadi bukan cuma jawabannya, tapi prosesnya juga mereka pahami. Kalau dilakukan terus menerus, mereka bakal punya skema yang kuat dan cara menyelesaikan soal jadi lebih otomatis dan efisien, bukan sekadar menghafal.
Terimakasih😊
Maaf Pak kedobel jawabannya 🙏
HapusNama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Saat membacanya, saya perlu beberapa kali untuk mengulangnya sampai benar - benar memahami isi materinya pak, dari yang saya pahami materi ini menjelaskan tentang pengetahuan didalam otak tidak disimpan secara acak tetapi disusun dalam bentuk yang terstruktur yang disebut skema. Skema inilah yang membantu kita untuk menyambungkan pengetahuan yang sudah kita ketahui dengan informasi baru, jadi proses belajar menjadi lebih gampang. Nah kalau materi dijelaskan dengan runtut, ada contohnya, sekma di otak kita semakin kuat dan beban berpikir kita jadilebih ringan. Maka dari itu pembelajaran yang bagus diterapkan harus jelas, bertahap, sederhana, dan mudah dipahami biar cara berpikir kita terasa lebih ringan.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Permisi pak saya izin menanggapi materi ini.jadi,menurut saya dalam materi ini ngebahas tentang bagaimana otak kita punya batasan dalam nerima informasi.jadi,kalo kita dikasih informasi terlalu banyak sekaligus,otak kita bisa kewalahan.ini penting banget buat guru atau siapa aja yang ngajarin sesuatu,biar merka bisa nyususun materi dengan cara yang gampang dicerna.kalo materinya terlalu berat,yang ada makah gak masuk-masuk ke otak!!!!
Izin menanggapi, saya setuju dengan pendapat Kak Tati. Soalnya dari materi itu juga dijelasin kalau otak kita tuh tidak bisa menerima informasi yang banyak sekaligus. Karena otak kita tuh perlu waktu buat mengolah dan nyimpen informasi itu satu persatu. Jadi kalau langsung dikasih banyak, malah jadi bingung dan tidak paham apa-apa. Makanya peran guru atau orang yang ngajar itu tuh penting banget. Karena materi yang disampaikan itu harus disusun pelan-pelan runtut dan gampang dipahami. Jadi jangan langsung berat atau ribet, karena kalau terlalu padat yang ada malah bikin pusing dan gak ada yang nempel. Jadi intinya tuh bukan karena muridnya tidak pintar, tapi kadang cara nyampenya yang bikin otak kewalahan. Kalau dijelasin pakai cara yang simpel dan nyambung, pasti lebih gampang masuk ke otak.
HapusNama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Saya tahu otak kita punya skema yang kaya peta buat nyimpen informasi.jadi,setiap kali kita belajar sesuatu yang baru,otak kita nyoba buat nyocokin sama skema yang sudah ada.kalo gak cocok,otak kita harus bikin skema baru ,nahh,proses ini butuh energi dan bikin otak kita capek.makanya ,penting banget buat kita buat ngasih informasi yang terstruktur dengan gampang dihubungin sama apa yang udah kita tau.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Nahh,adapun beberapa contoh yang dikasih di dalam materi ini.misalnya tentang gimana kita ngenalin wajah orang.otak kita punya skema tentang wajah,jadi kita bisa langsung ngenalin orang meskipun ngelihat dia dari sudut yang beda.ini nunjukin kalo skema itu penting banget buat kita ngertiin dunia di sekitar kita.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Tamabahan sedikit lagi,dalam materi ini juga ngebahas tentang gimana kita bisa memilih informasi mana yang penting dan mana yang enggak.otak kita punya cara buat nyaring informasi,jadi kita gak perlu mikirin semua hal sekaligus.ini penting banget buat kita biar gak gampang stres dan bisa fokus sama hal-hal yang beneran penting.jadi,jangan biarin otak kita kebanjiran informasi yang gak penting,ya!!!
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: V B (PGSD)
Menurut saya, materi pada blog ini menegaskan bahwa cara kita menyimpan dan memahami informasi di otak sangat tergantung pada bagaimana pengetahuan itu di representasikan. Jika infomasi disusun rapi dan saling terhubung, otak insyaallah akan mudah memprosesmemprosesnya tanpa kewalahan. Misalnya contoh seperti saat belajar menggunakan ponsel baru, kita tidak bisa menghafal semua fitur, tetapi perlu memahami dasarnya dulu, lalu mencoba satu persatu. Nah dengan cara seperti itu beban kognitif menjadi lebih ringan dan pemahaman terbentuk secara bertahap. Ini menunjukkan kalau skema pengetahuan itu sangat penting agar proses belajar lebih efektif dan bermakna.
Nama : Aprilina Awing
BalasHapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Ijin menanggapi pak dari materi yang telah disampaikan diatas, Materi ini sangat menekankan bahwa pengetahuan yang kita miliki di memori jangka panjang punya peran besar dalam menentukan bagaimana kita memahami informasi baru dan mengambil keputusan. Pengetahuan tersebut tidak tersimpan secara acak, tetapi terorganisasi dalam bentuk representasi seperti proposisi, aturan produksi, dan skema. Cara penyimpanan ini membuat otak lebih efisien karena tidak perlu memproses semuanya dari nol setiap kali menghadapi situasi baru.
Pembahasan tentang aturan produksi atau pola “jika–maka” juga menjelaskan bagaimana proses berpikir bisa berlangsung secara otomatis. Misalnya, saat melihat soal matematika tertentu, siswa yang sudah terbiasa akan langsung tahu langkah apa yang harus dilakukan tanpa perlu berpikir lama. Hal ini terjadi karena aturan-aturan tersebut sudah tersimpan di memori jangka panjang dan akan aktif ketika kondisi yang sesuai muncul di memori kerja.
Nama : Aprilina Awing
HapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Saya ijin menambahkan pak, Ternyata Materi ini juga menunjukkan perbedaan yang jelas antara pemula dan orang yang sudah berpengalaman. Pemula cenderung masih menggunakan memori kerja secara berat karena belum memiliki skema yang lengkap, sehingga mudah merasa kewalahan atau bingung. Sebaliknya, orang yang berpengalaman dapat menghemat kapasitas memori kerja karena banyak proses berpikir yang sudah otomatis melalui skema dan aturan yang dimilikinya.
Selain itu, contoh tentang pengenalan wajah manusia dan struktur objek teknis menunjukkan bahwa skema tidak selalu kaku. Skema bersifat fleksibel, memiliki bagian tetap dan bagian yang bisa berubah. Fleksibilitas ini membuat manusia mampu mengenali berbagai variasi bentuk dan situasi, meskipun tampilannya berbeda-beda. Ini membuktikan bahwa skema membantu kita beradaptasi dengan lingkungan yang kompleks.
Nama : Aprilina Awing
BalasHapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Ijin bertanya pak,Bagaimana cara paling efektif untuk membantu siswa membangun skema sejak awal pembelajaran?
dan Bagaimana guru bisa mengurangi beban memori kerja siswa saat materi baru diberikan?
Izin menjawab yaa awingggg...Kalau siswa mungkin bisa dilakukan dengan kita sebagai calon pendidikan itu memberikan apersepsi yang lebih bermakna yang mempunyai arti, misalnya ya mengaitkan matematika dengan pengalaman siswa sehari hari. Nah kalau guru untuk mengurangi beban nyaa itu bisa dengan menghindari suatu informasi yang berlebihans, agar para siswa tidak kwalahan. Semoga terjawab ya terimakasih awinggg
HapusIzin menjawab yah, kalau menurut saya sendiri untuk membantu siswa membangun skema sejak awal pembelajaran:
Hapus- Mulai dengan konsep dasar yang jelas dan sederhana
- Gunakan contoh konkret dan relevan
- Dorong siswa menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah ada
- Gunakan visualisasi seperti diagram atau peta konsep
Untuk mengurangi beban memori kerja siswa:
- Pecah materi menjadi bagian-bagian kecil
- Fokus pada satu konsep utama per sesi
- Gunakan contoh dan latihan yang terstruktur
- Berikan waktu untuk siswa memproses informasi
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Kalau menurut aku, biar siswa bisa ngebangun kerangka berpikir dari awal, guru bisa mulai dari hal-hal yang udah akrab buat mereka. Misalnya pakai contoh sehari-hari dulu, terus pelan-pelan diarahkan ke konsep matematikanya. Jangan buru-buru, ajak siswa mikir bareng dan jelasin langkahnya satu per satu biar mereka paham alurnya.
Terus supaya otak siswa nggak penuh pas dapet materi baru, guru bisa nyampein materinya dikit-dikit aja. Nggak usah kebanyakan dalam satu waktu. Dibantu juga pakai gambar, tabel, atau contoh nyata biar nggak cuma ngebayangin. Sesekali diulang dan dirangkum juga biar makin nempel dan nggak bikin pusing.
Izin menanggapi pal terkait materi yang mengemukakan Representasi pengetahuan adalah konsep yang sangat penting dalam memahami kognisi manusia. Materi ini menjelaskan beberapa cara utama untuk merepresentasikan arti atau informasi dalam memori, seperti representasi proposisional, representasi prosedural, dan skema. Representasi analogis model mental juga disebutkan sebagai skema.
BalasHapusDengan sebuah apersepsi yang bermakna suatu penyampaian dapat tersusun, siswa juga dapat membangun pemahaman nya sendiri secara bertahap tanpa mengalami beban yang berlebihan.
HapusPada Konsep proposisi ini jga sangat menarik menurut saya karna dapat dilihat bahawa pengetahuan yang dipecah menjadi unit unit yang kecil dapat di pahami.
BalasHapusPandangan saya terhadap Deskripsi fungsional ini menjelaskan tujuan atau fungsi objek, deskripsi operasional menjelaskan bagaimana objek tersebut bekerja, dan deskripsi struktural menjelaskan struktur internal objek. Dengan memahami ketiga komponen ini, siswa juga dapat memahami objek teknis dengan lebih baik dan dapat mengaplikasikannya dalam konteks yang lebih luas lagi.
BalasHapusNama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: V B (PGSD)
Setelah saya baca kembali uraian pada materi ini, dibagian konsep skema dan teori ACT-R membantu kita memahami seseorang berpikir dan belajar secara bertahap. Skema membuat otak lebih mudah mengenal situasi baru karena informasi sudah tersusun dalam pola tertentu berdasarkan pengalaman sebelumnya. Sementara ACT-R menjelaskan bagaimana pengetahuan dan keterampilan digunakan secara otomatis ketika dibutuhkan, kedua ini bagus dikaitkan dengan pembelajaran melalui contoh nyata dan latihan berulang untuk pemahaman siswa.
NAMA : KORNELIA SUMIATY
BalasHapusNPM : 2386206059
KELAS : 5B PGSD
menurut saya materi ini intinya jelasin kalau cara kita mikir dan ngerti sesuatu itu sangat dipengaruhi sama pengetahuan yang sudah tersimpan di otak. Pengetahuan itu disimpan dalam bentuk pola atau skema, aturan langkah-langkah, dan fakta. Skema ini bantu kita cepat ngenalin situasi dan langsung tahu harus ngapain tanpa mikir dari awal lagi.
NAMA : KORNELIA SUMIATY
BalasHapusNPM : 2386206059
KELAS : 5B PGSD
Skema juga bikin belajar jadi lebih gampang. Misalnya di matematika, siswa yang sudah punya skema bakal lebih cepat ngerti cara nyelesain soal karena sudah tahu polanya. Sebaliknya, yang belum punya skema biasanya masih bingung dan harus mikir langkah satu per satu.
Jadi, dalam belajar itu penting banget ngebangun skema yang tepat lewat contoh, latihan, dan penjelasan yang nyambung sama pengetahuan sebelumnya. Kalau skemanya sudah kebentuk, belajar terasa lebih ringan dan nggak ribet.
HapusNama: Selma Alsayanti Mariam
BalasHapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya merasa tertarik sekali tentang bagian membahas soal skema dan memori jangka panjang ini. ternyata otak kita tuh kerja seperti mempunyai slot buat menyimpan informasi agar gampang dikenali lagi. kalau di matematika, kalau skema penyelesaian soalnya sudah terbentuk. murid jadi tidak akan merasakan bingung lagi meski angka-angkanya diganti. penting banget buat kita membantu mereka membangun kerangka berpikir yang kuat sejak awal.
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
HapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Oiya selma izin menambahkan ya... Inilah mengapa pentingnya bagi guru untuk membantu siswa sejak awal proses pembelajaran, bukan hanya sekedar menghafalkan langkah. Menurut saya, ingatan tidak cukup hanya sekadar disimpan dalam memori jangka panjang. Ingatan tersebut perlu terus diperkuat melalui latihan dan praktik yang bermakna agar benar-benar bertahan dan dapat digunakan dalam berbagai situasi. Melalui praktik yang konsisten dan kontekstual, skema berpikir siswa akan semakin kuat dan fleksibel. Inilah yang menurut saya sangat penting untuk diterapkan di kelas, karena belajar bukan hanya tentang memahami sekali, tetapi tentang bagaimana pemahaman itu tetap hidup dan dapat digunakan kembali saat dibutuhkan.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Setuju. Emang kelihatan ya kalau otak kita nggak asal nyimpen info, tapi disusun rapi biar gampang dipakai lagi. Di matematika, kalau cara berpikir atau alur nyelesain soalnya udah kebentuk, anak nggak bakal panik walaupun soalnya dimodif atau angkanya diganti.
Makanya peran guru penting banget buat ngebantu siswa ngebangun kerangka berpikir itu dari awal. Jangan cuma ngasih contoh lalu suruh niru, tapi ajak mereka ngerti prosesnya. Kalau fondasinya kuat, belajar matematika jadi lebih ringan dan nggak bikin takut.
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Penjelasan tentang skema sangat menarik, saya jadi paham bahawa informasi baru akan jauh lebih mudah diserap kalau anak-anak sudah punya kerangka atau dasar pengetahuan yang kuat di pikirannya dan tugas kita sebagai guru yaitu untuk memastikan mereka sudah siap dengan baik sebelum lanjut ke materi berikutnya
Nama: Margaretha Elintia
HapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Menyambung poin di atas, karena skema itu penting kita sebagai guru harus pintar-pintar memberikan informasi supaya tidak terjadi beban kognitif bagi siswa, karena kalau terlalu banyak akan membuat anak-anak bingung dan informasinya tidak akan tersimpan di memori jangka panjang.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Aku setuju banget sama pendapat ini. Memang kelihatan ya kalau anak-anak bakal lebih gampang nangkep materi baru kalau dasarnya udah kuat. Kalau fondasinya belum kebentuk tapi kita udah buru-buru lanjut, yang ada mereka malah bingung dan makin ketinggalan.
Terus soal beban berpikir itu juga penting banget diperhatiin. Guru harus pintar ngatur cara nyampein materi, jangan kebanyakan sekaligus. Lebih baik sedikit tapi jelas dan nyantol, daripada banyak tapi malah bikin pusing. Kalau disampeinnya pas, pengetahuan anak bisa lebih lama nempel dan kepake terus ke depannya.
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusKelas: 5C PGSD
Npm: 2386206055
Izin bertanya pak, dari dua poin di atas saya jadi kepikiran bagaimana cara kita mengetahui secara pasti apakah skema dasar seorang siswa sudah benar-benar terbentuk sebelum kita memberikan materi baru?
Nama: Nur Sinta
HapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Izin menjawab pertanyaanmu ya Margaretha agar kamu tidak ke pikiran lagi, Jadi kita itu memang perlu memastikan bahwa skema dasar siswa sudah terbentuk dengan baik sebelum memberikan materi baru, hal ini penting agar beban kognitif tidak berlebihan dan tidak mengalami kebingungan. Dari apa yang saya baca cara kita mengetahui pasti skema dasar siswa sudah terbentuk sebelum kita memberikan materi baru adalah mulailah melalui pertanyaan pemantik atau diagnosis awal, guru dapat memberikan pertanyaan sederhana yang menuntut siswa menjelaskan kembali konsep dasar dengan bahasanya sendiri, jika siswa mampu menjelaskan secara runtut dan masuk akal itu menandakan sekam dasarnya sudah mulai terbentuk, bukan sekedar menghafal. Selain itu bisa juga dengan cara memberikan tugas atau soal sederhana, dalam Cognitive Loas Theory skema yang baik memungkinkan siswa menerapkan konsep pada situasi yang sedikit berbeda, jika siswa bisa menggunakan konsep dasar untuk menyelesaikan masalah baru yang sejenis berarti skemanya sudah cukup kuat dan melalui observasi proses berpikir siswa, guru dapat memperhatikan apakah siswa masih terpaku pada langkah-langkah mekanis atau sudah mampu memilih strategi yang tepat secara mandiri, siswa yang memiliki skema dasar biasanya tidak mudah bingung dan tidak membutuhkan banyak arahan tambahan.
Nama: Nur Sinta
HapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Izin menambahkan jawabanku ya Margaretha, Dari yang aku baca ternyata ada banyak cara agar kita dapa mengetahui secara pasti skema dasar yang sudah atau belum terbentuk pada siswan yaitu dengan menganalisis kesalahan yang dibuat siswa, kesalahan yang konsisten dan berulang sering menunjukkan bahwa skema dasar belum tepat nah sebaliknya jika kesalahan bersifat kecil dan tidak pada konsep inti itu menandakan skema utama sudah terbentuk. Cara lainnya yaitu melalui diskusi atau penjelasan lisan singkat, saat siswa diminta menjelaskan alasan di balik jawabannya guru bisa melihat apakah pemahaman mereka bersifat konseptual atau hanya prosedural, penjelasan yang logis dan saling terhubung menunujukan skema yang kebih matang. Jadi dalam perspektif cognitive load theory kita tidak menilai skema siswa hanya jawaban benar atau salah saja, tetapi dari cara siswa berpikir, menjelaskan dan mentransfer pengetahuan, dengan cara ini guru dapat lebih yakin bahwa skema dasar siswa sudah siap untuk menerima materi baru tanpa membebani memori kerjanya.
Izin menambahkan jawaban yah, kalau menurut saya untuk mengetahui apakah skema dasar seorang siswa sudah terbentuk, guru bisa menggunakan beberapa strategi:
Hapus1. Assessment awal: Lakukan penilaian awal untuk mengetahui apa yang sudah diketahui siswa tentang topik yang akan dibahas.
2. Pertanyaan terbuka: Ajukan pertanyaan terbuka yang mendorong siswa menjelaskan konsep yang sudah mereka ketahui.
3. Tugas konsep: Berikan tugas yang meminta siswa menjelaskan atau mengaplikasikan konsep dasar dalam konteks yang berbeda.
4. Diskusi kelas: Dorong diskusi kelas untuk mengetahui bagaimana siswa memahami konsep dan apakah ada miskonsepsi.
5. Peta konsep: Minta siswa membuat peta konsep untuk menunjukkan hubungan antara konsep yang sudah mereka ketahui.
Dengan cara-cara ini, guru bisa mendapatkan gambaran apakah skema dasar siswa sudah terbentuk dan siap untuk materi baru.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menjawab ya. Kalau menurutku sih, guru bisa ngecek dari hal-hal sederhana aja. Misalnya lewat obrolan santai, tanya: kenapa jawabannya bisa gitu? atau minta siswa jelasin pakai bahasa mereka sendiri. Dari situ biasanya kelihatan, dia ngerti beneran atau cuma ngikutin contoh.
Bisa juga lewat soal kecil atau tugas ringan yang nyambung sama materi sebelumnya. Kalau siswa bisa jelasin alurnya, ngasih contoh sendiri, atau nggak gampang bingung, berarti dasarnya udah lumayan kebentuk. Tapi kalau masih ragu-ragu atau banyak nanya hal dasar, itu tandanya perlu dikuatin dulu sebelum lanjut ke materi baru.
Izin bertanya, Pak. Kadang kita sebagai guru merasa perlu kasih banyak hiasan atau animasi di slide presentasi biar siswa tertarik. Tapi kalau melihat teori ini, apakah hiasan-hiasan tersebut justru bisa menambah beban kognitif yang tidak perlu (sedekah beban) bagi siswa? Bagaimana cara menyeimbangkan antara tampilan yang menarik dan materi yang efektif?
BalasHapusNama: Nur Sinta
HapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Izin menjawab pertanyaanmu ya Alda, Jadi hiasan atau animasi yang berlebihan di slide ppt memang berpotensi menambah beban kognitif, hal ini terjadi ketika perhatian siswa justru tersita untuk memproses warna mencolok, animasi bergerak atau dekorasi yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan belajar, sehingga kapasitas memori kerja yang terbatas tidak berfokus pada inti materi yang ingin disampaikan. Caranya agar seimbang antara tampilan yang menarik dan materi yang efektif itu kuncinya ada pada beberapa prinsip yang bisa diterapkan sesuai CLT yaitu gunakan gambar, diagram atau animasi yang akan membantu menjelaskan konsep misalnya contoh yang konkret dengan materi yang dibahas, silde sebaiknya fokus pada poin utama hindari terlalu banyak teks, font yang sulit dibaca atau efek transisi yang tidak diperlukan, selain itu jelaskan konsep kompleks secara lisan sambil menampilkan visual singkat bukan teks panjang, serta sesuaikan dengan usia dan kemampuan siswa untuk siswa sekolah dasar visual kontekstual dapat digunakan agar menarik tetapi diarahkan pada tujuan belajar jangan sampai visual tersebut menjadi distraksi. Jadi iya benar bahwa hiasan yang berlebihan bisa menjadi beban kognitif yang tidak perlu tetapi jika dirancang secara selektif dan fungsional tampilan yang menarik justru dapat membantu pemahaman, prinsipnya bukan semakin ramai semakin baik melainkan semakin relevan semakin efektif.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menjawab ya. Iya, hiasan atau animasi yang kebanyakan justru bisa bikin siswa tambah bingung. Kalau nggak ada hubungannya sama materi, itu malah jadi beban kognitif tambahan dan bikin fokus siswa pecah.
Biar seimbang:
Slide tetap boleh menarik, tapi jangan rame berlebihan
Pakai gambar/animasi yang bantu jelasin materi
Efek secukupnya aja, buat nekanin poin penting
Makin pemula siswanya, makin simpel tampilannya
Intinya, slide itu buat bantu belajar, bukan cuma biar kelihatan keren
Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
BalasHapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
Saya setuju dengan penjelasan ini karena memang begitulah cara otak kita bekerja supaya tidak pusing saat menerima banyak informasi. Intinya, materi ini bilang kalau otak kita itu tidak menyimpan informasi secara acak, tapi punya kotak-kotak atau pola yang rapi.
Saya jg sepakat dengan tiga cara otak menyimpan pengetahuan tadi : Ada yang disimpan sebagai arti kata (proposisi). Ada yang disimpan sebagai langkah-langkah tindakan (prosedur), seperti otomatis tahu kalau ada kondisi A kita harus melakukan B. Dan yang paling penting adalah skema (pola umum).
HapusContohnya, kita bisa mengenali wajah orang atau cara mengerjakan soal matematika karena otak kita sudah punya cetakan dasarnya di kepala. Jadi, meskipun soal atau wajahnya sedikit berubah, kita tetap nyambung karena otak tinggal mencocokkan dengan pola yang sudah ada. Kesimpulannya, memahami cara otak mengatur informasi ini sangat penting buat kita supaya bisa belajar hal baru dengan lebih cepat dan mudah.
HapusMateri tentang Cognitive Load Theory (Teori Beban Kognitif) dan representasi pengetahuan sangat menarik dan relevan dengan pembelajaran. Fokus pada bagaimana informasi diproses dan direpresentasikan dalam memori dapat membantu guru memahami bagaimana siswa belajar dan mengolah informasi.
BalasHapusKonsep skema dan representasi proposisional/prosedural dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif, terutama dalam mata pelajaran yang kompleks seperti matematika dan sains. Dengan memahami bagaimana siswa merepresentasikan pengetahuan, guru dapat membantu siswa membangun struktur pengetahuan yang lebih kuat dan fleksibel.
"Materi ini sangat menarik! Fokus pada representasi pengetahuan dan beban kognitif dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
BalasHapusIzin bertanya pak atau teman-teman yg bisa menjawab🙏🏻
BalasHapusBagaimana cara guru bisa menyesuaikan strategi pembelajaran untuk siswa yang memiliki skema awal yang berbeda-beda dalam satu kelas?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusNama:Elisnawatie
HapusNPM:2386206069
Kelas:VD
Haloo Dina izin menjawab pertanyaanmu yaa menurut aku guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran untuk siswa yang memiliki skema awal berbeda-beda dengan cara
* Mengenali pengetahuan awal siswa terlebih dahulu
* Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa
* Menerapkan pembelajaran diferensiasi
* Menggunakan metode belajar aktif dan kelompok heterogen
* Memberikan bantuan bertahap (scaffolding)
* Menggunakan media pembelajaran yang bervariasi
Dengan cara tersebut, semua siswa tetap dapat memahami materi dan membangun pengetahuan baru sesuai dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Kalau menurut aku, guru bisa mulai dengan ngenalin dulu kemampuan awal siswa, misalnya lewat tanya jawab ringan, diskusi, atau soal sederhana. Dari situ guru bisa ngelihat siapa yang udah paham dasarnya dan siapa yang masih butuh bantuan lebih.
Pas ngajar, materi bisa disajiin dengan beberapa cara, misalnya pakai gambar, cerita, contoh nyata, atau praktik langsung, jadi semua siswa punya pintu masuk yang beda-beda buat ngerti materi. Guru juga bisa ngelompokkin siswa secara fleksibel, yang udah paham bisa bantu temannya. Intinya, guru nggak harus nyamain semua siswa, tapi nyediain jalur belajar yang beragam supaya semuanya bisa ngikutin sesuai kemampuan awalnya.
Nama :Ema Yulianda
BalasHapusKelas. :5D
Npm :2386206075
Menurut saya, Cognitive Load Theory (Teori Beban Kognitif) sangat relevan dalam konteks representasi pengetahuan, karena cara informasi disajikan sangat memengaruhi kapasitas kerja memori siswa. Pada dasarnya, teori ini menekankan bahwa memori kerja memiliki keterbatasan, sehingga representasi pengetahuan harus dirancang secara efektif agar tidak membebani siswa secara berlebihan.
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Menurut saya meskipun fokus materi ini pada representasi pengetahuan, tetapi initi dari ognitive Load Theory juga mengingatkan kita bahwa terlalu banyak informasi sekaligus justru bisa menghambat pemahaman, karena memori kerja kita punya batasan kapasitas. Dengan menyajikan materi secara bertahap dan terstruktur bisa membantu siswa belajar lebih efektif tanpa merasa kewalahan.
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapuskelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Kalau dianalogikan sebagai sebuah kota yang besar, otak kita menyimpan begitu banyak " jalan" berupa informasi dan pengalaman. Representasi pengetahuan Cognitive Load Theory berfungsi sebagai peta jalan yang membantu kita mengetahui harus leat mana untuk sampai ke tujuan pemahaman. Tanpa peta yang jelas, informasi hanya akan menjadi kumpulan data yang terpisah-pisah, sehingga otak perlu bekerja lebih keras untuk mencari hubungan antar konsep.
Nama : Alya Salsabila
BalasHapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Pak, terima kasih atas penjelasannya. Dari tulisan ini saya jadi lebih paham kalau cara otak belajar itu punya batasan, kalau informasi disampaikan terlalu banyak sekaligus, siswa bisa cepat bingung atau lelah. Jadi penting banget buat menyusun pembelajaran secara bertahap dan tidak membebani siswa dengan banyak hal sekaligus. Materinya sangat membantu supaya kita bisa merancang pembelajaran yang lebih ringan tapi tetap efektif
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
setuju sama pendapat alya. Otak siswa memang punya batas, jadi kalau guru nyampein materi terlalu banyak dalam satu waktu, siswa bisa cepat bingung dan akhirnya capek sendiri. Pembelajaran yang disusun bertahap bikin siswa lebih tenang ngikutin pelajaran, lebih fokus, dan pemahamannya juga jadi lebih dalam, bukan cuma sekadar lewat
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menambahkan lagi. Menurut aku, materi ini ngingetin kita kalau belajar itu soal proses, bukan kecepatan. Guru perlu pintar-pintar ngatur porsi materi biar siswa nggak merasa terbebani. Kalau beban belajarnya pas, siswa bisa lebih enjoy, lebih percaya diri, dan hasil belajarnya juga jadi lebih efektif walaupun kelihatannya belajarnya pelan.
Nama : Alya Salsabila
BalasHapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Izin bertanya ya pak, apakah beban kognitif yang terlalu tinggi bisa membuat siswa cepat bosan atau frustrasi dalam belajar? trimakasih pak
Izin menjawan ya. Menurutku Iya, bisa banget. Kalau beban berpikirnya terlalu berat, siswa gampang capek, bingung, bahkan jadi bosan atau frustrasi. Otaknya kayak kepenuhan, jadi bukan tambah paham, malah pengen berhenti belajar.
HapusMakanya penting buat guru ngatur materi biar nggak kebanyakan sekaligus. Disajiin bertahap, pakai contoh yang jelas, dan dibantu gambar atau aktivitas sederhana. Kalau beban berpikirnya pas, siswa lebih nyaman belajar, nggak gampang nyerah, dan bisa lebih fokus nangkep materinya.
Nama: Ajuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
Baik pak terimakasih atas materinya Cognitive Load Theory atau Teori Beban Kognitif menjelaskan bagaimana cara manusia memproses dan menyimpan informasi dalam pikirannya. Pengetahuan yang kita miliki di memori jangka panjang sangat memengaruhi cara kita berpikir dan memahami informasi baru. Karena itu, cara pengetahuan direpresentasikan menjadi hal yang penting dalam proses belajar. Representasi pengetahuan dapat berbentuk proposisi. Sementara itu, representasi prosedural berhubungan dengan aturan atau langkah" yang digunakan untuk melakukan suatu tindakan.
Izin menanggapi pak Materi Cognitive Load Theory: Representasi Pengetahuan ini disajikan dengan sangat kuat karena menempatkan memori jangka panjang (LTM) sebagai pusat dari proses belajar, bukan sekadar kemampuan menghafal atau kecepatan berpikir siswa. Penjelasan bahwa cara pengetahuan direpresentasikan baik dalam bentuk proposisi, prosedur, skema, maupun model mental sangat menentukan bagaimana seseorang memahami, mengingat, dan menggunakan informasi, menunjukkan bahwa belajar sejatinya adalah proses pengorganisasian makna, bukan penumpukan informasi.
BalasHapusIzin bertanya pak Jelaskan bagaimana perbedaan representasi pengetahuan dalam bentuk proposisional, prosedural, dan skema dapat memengaruhi beban kognitif siswa SD ketika mempelajari konsep matematika yang sama (misalnya pecahan). Sertakan contoh konkret di kelas...!
BalasHapusNama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menjawab ya. cara siswa nyimpen pengetahuan itu ngaruh banget ke berat atau nggaknya mereka mikir. Kalau guru cuma jelasin konsep pecahan lewat kata-kata, misalnya “pecahan itu bagian dari keseluruhan”, siswa harus ngebayangin sendiri dan itu bisa bikin bingung. Kalau langsung dikasih langkah hitung tanpa ngerti artinya, siswa memang bisa ngerjain, tapi sering lupa atau salah pas soalnya agak beda
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin menambahkan lagi. Beban mikir siswa jadi lebih ringan kalau guru bantu ngasih gambaran yang jelas. Misalnya pakai kertas dilipat atau kue dibagi-bagi, baru dikaitin ke angka pecahannya. Jadi siswa nggak cuma hafal, tapi ngerti maksudnya. Kalau udah ngerti, mau bentuk soalnya diganti kayak apa pun, mereka tetap bisa ngerjain tanpa banyak mikir keras.
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
Tentang representasi pengetahuan menurut saya itu seperti cara kita menyusun pikiran klau yang kita pelajari disambungkan satu sama lain ada gambarnya ada contohnya otak lebih gampang nyimpen tapi kalau cuma hafalan tanpa ngerti hubungannya cepat lupa rasanya kayak nyimpen barang sembarangan pas mau dipakai malah nggak ketemu Buat saya belajar yang enak itu bukan yang cepat tapi yang nggak bikin kepala penuh pelan jelas dan masuk akal kalau itu tercapai belajar jadi nggak terlalu menakutkan
Nama : Shela Mayangsari
BalasHapusNpm : 2386206056
Kelas : V C
Jelas bahwa kita bisa mengetahui cara otak menyimpan dan mengolah pengetahuan sangat terstruktur melalui skema, bukan sekadar kumpulan informasi lepas. Penjelasannya membantu kita memahami mengapa siswa yang punya skema kuat lebih mudah belajar hal baru dan tidak cepat kewalahan. Ini jadi pengingat penting bagi pendidik untuk menyusun pembelajaran yang membangun pemahaman bertahap, agar pengetahuan benar-benar melekat dan bisa digunakan dengan efektif.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Setuju banget. Emang kelihatan jelas kalau pengetahuan di otak itu nggak berdiri sendiri, tapi saling nyambung lewat skema. Kalau skema dasarnya udah kuat, siswa jadi lebih gampang nyambungin materi baru tanpa harus mulai dari nol lagi.
Ini juga jadi pengingat buat guru supaya nggak buru-buru ngejar materi. Lebih baik pelan tapi bertahap, pastiin dulu dasar siswa udah kebentuk. Kalau fondasinya kuat, siswa nggak gampang kewalahan dan apa yang dipelajari bisa lebih lama nempel dan kepake ke depannya.
Nama : Miftahul Hasanah
BalasHapuskelas : 5c
npm : 2386206040
materi ini menjelaskan bahwa representasi pengetahuan seperti skema, proposisi, dan aturan produksi sangat penting supaya informasi baru “nyantol” di memori jangka panjang, bukan cuma tersimpan sementara di memori kerja. Tapi bagaimana cara guru di kelas memastikan skema siswa benar-benar terbentuk, bukan sekadar dihafal? Misalnya soal konsep aljabar yang abstrak — apa strategi representasi yang paling membantu supaya skema itu kuat dan bisa dipakai di berbagai soal?
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Izin jawab ya. Biar siswa nggak cuma hafal, guru perlu ngajak mereka ngerti maknanya, bukan langsung kasih rumus jadi. Misalnya di aljabar, sebelum ngomongin simbol, guru bisa pakai cerita atau situasi nyata dulu, biar siswa kebayang maksudnya apa. Jadi simbol itu muncul sebagai wakil dari sesuatu, bukan huruf kosong.
Selain itu, siswa perlu sering diajak jelasin ulang dengan cara mereka sendiri dan dikasih soal yang bentuknya beda-beda tapi idenya sama. Kalau mereka bisa nyelesain walaupun soalnya dimodif, itu tandanya cara berpikirnya udah kebentuk, bukan sekadar hafalan. Intinya, guru harus fokus ke proses mikir siswa, bukan cuma hasil akhirnya.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Selain itu, menurut aku penting juga buat guru nggak langsung ngebenerin siswa kalau jawabannya salah. Kadang dari cara salah itu justru kelihatan pola mikir mereka. Dari situ guru bisa ngarahin pelan-pelan biar siswa sadar sendiri letak kelirunya. Cara kayak gini bikin pemahaman mereka lebih nempel dibanding cuma dikasih jawaban benar.
Terus latihan juga jangan model yang sama terus. Variasi soal, diskusi bareng, dan minta siswa bandingin beberapa cara penyelesaian bisa bantu mereka ngerangkai konsep jadi satu pemahaman utuh. Kalau siswa udah bisa jelasin kenapa caranya begitu dan kapan cara itu dipakai, berarti yang kebentuk bukan hafalan, tapi cara berpikir yang bisa dipakai di berbagai situasi.
Nama : Miftahul Hasanah
BalasHapuskelas : 5C
npm : 2386206040
materi ini menekankan bahwa mengelola beban kognitif melalui representasi pengetahuan yang tepat — seperti diagram, peta konsep, atau multimedia — membantu siswa memahami informasi tanpa mengalami overload memori kerja. Menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif agar guru bisa menyusun representasi materi yang optimal di kelas, terutama ketika menyampaikan konsep yang kompleks?
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurut aku, komentar mifta ini bener banget. Kalau materi disampein terlalu rumit sekaligus, siswa bisa gampang bingung dan capek mikir. Makanya pakai gambar, diagram, atau peta konsep itu ngebantu banget biar anak-anak lebih kebayang apa yang lagi dipelajari.
Kalau buat strateginya, guru bisa mulai dari yang simpel dulu, jangan langsung lompat ke yang susah. Materi dibagi jadi langkah-langkah kecil, terus dikasih contoh yang dekat sama kehidupan sehari-hari. Jadi siswa pelan-pelan ngerti tanpa merasa kewalahan. Intinya sih, guru perlu nyesuaiin cara nyajiin materi biar otak siswa nggak “penuh” dan belajarnya jadi lebih enak.
nama:erfina feren heldiana
Hapuskelas:5c
izin memberikan tanggapan mifta, komen mifta ini masuk akal banget karna Konsep yang kompleks memang gampang bikin siswa pusing kalau penyajiannya nggak pas. Supaya representasi materinya optimal, guru perlu nyiapin alurnya dengan sadar, bukan sekadar nambah media.
Strateginya, mulai dari konsep paling dasar dulu, lalu naik bertahap. peta konsep, atau visual yang benar-benar bantu, Guru juga bisa jelasin sambil cek pemahaman siswa, jadi kalau terlihat bingung bisa langsung di jelasin lagi.
Materi ini tuh ngejelasin kalau cara manusia menyimpan dan merepresentasikan pengetahuan dalam memori jangka panjang (LTM) ngaruh banget ke cara kita berpikir memahami, mecahin masalah. Karena itu bentuk representasi pengetahuan jadi hal yang penting banget dalam psikologi kognitif.
BalasHapusMenurut saya penjelasan mengenai representasi proporsional ini nunjukin kalau manusia menyimpan pengetahuan dalam bentuk hubungan antar makna. Jadi saat kita memahami kalimat atau sebuah gambar sebenarnya otak kita tuh lagi ngehubungin banyak ide kecil yang saling terkait. Nah ini tuh ngebantu kita menilai apakah suatu informasi itu benar atau salah.
BalasHapusTeori ACT dan ACT-R ini ngejelasin kalau tidak semua pengetahuan itu sama. Jadi ada pengetahuan tentang fakta dan juga ada pengetahuan tentang keterampilan. Nah menariknya, aturan atau keterampilan yang paling sering digunakan akan lebih cepat muncul pada saat dibutuhkan. Ini ngejelasin banget Kenapa orang yang sudah terbiasa ngelakuin sesuatu bisa bertindak lebih cepat dan tepat.
BalasHapusNama: Ratna Andina
BalasHapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Dari materi ini keliatan kalau belajar itu nggak sekadar masukin informasi ke kepala, tapi ada proses gimana pengetahuan itu direpresentasikan dan disimpan di pikiran. Penjelasan tentang memori, skema, dan representasi kognitif bikin kita sadar kalau cara guru nyampein materi sangat ngaruh ke cara siswa memahami dan mengingat pelajaran
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Aku juga nangkep kalau tiap orang punya cara beda-beda buat ngerti sesuatu. Ada yang lebih gampang paham lewat gambar, ada yang lewat cerita, ada juga yang harus praktik langsung. Dari sini kelihatan kalau guru nggak bisa pake satu cara doang buat semua siswa. Kalau guru bisa nyesuaiin cara ngajar sama cara berpikir siswa, materi bakal lebih gampang nyantol dan nggak cepet lupa.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurut aku, bacaan ini juga bikin kita sadar kalau sering kali siswa kelihatan nggak ngerti, padahal sebenarnya cara penyampaian materinya aja yang nggak cocok sama cara mereka mikir. Jadi bukan karena siswanya nggak mampu, tapi karena representasi pengetahuannya belum pas. Ini penting banget buat guru biar nggak langsung nyalahin siswa.
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Selain itu, materi ini ngingetin kalau pengulangan, contoh yang variatif, dan pengaitan sama pengalaman sehari-hari itu penting banget biar informasi bisa masuk ke memori jangka panjang. Jadi belajar itu bukan sekali jelasin langsung paham, tapi perlu proses. Menurut aku, bacaan ini pas banget buat calon guru supaya lebih peka sama proses berpikir siswa, bukan cuma fokus ngejar materi selesai.
NAMA : KORNELIA SUMIATY
BalasHapusNPM : 2386206059
KELAS : 5B PGSD
kalo menurut aku, otak kita itu punya batas kemampuan untuk mengingat dan memproses informasi. Jadi kalau kita belajar terlalu banyak hal sekaligus, otak bisa jadi kewalahan dan kita susah paham pelajarannya.
yang penting kita bisa atur cara belajar supaya tidak terlalu berat buat otak kita. Misalnya dengan memberikan materi pelajaran yang tidak terlalu banyak sekaligus, atau pakai gambar dan contoh yang jelas supaya kita lebih mudah mengerti dan mengingatnya.
HapusDengan begitu, kita bisa belajar dengan lebih fokus dan tidak cepat bingung, karena otak kita punya kapasitas yang terbatas untuk menampung informasi baru.
HapusMenurut aku, materi ini penting karena mengingatkan kalau belajar bukan cuma banyak hafalan, tapi juga harus disesuaikan dengan cara kerja otak kita supaya kita bisa paham dengan lebih baik.
Hapusnama:erfina feren heldiana
BalasHapuskelas:5C
saya penasaran kalau kapasitas memori kerja itu terbatas dan representasi pengetahuan yang baik bisa membantu mengurangi beban kognitif saat belajar, apakah ini berarti materi pembelajaran juga sebaiknya disederhanakan dulu sebelum diperkenalkan lengkap? Misalnya lewat diagram, peta konsep, atau analogi sederhana agar siswa tidak cepat kewalahan — tapi tetap memahami inti konsep matematika?
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Izin menjawab pertanyaand ari fina menurut saya materi pembelajaran memang perlu diperkenalkan secara bertahap dan sederhana terlebih dahulu karena memori kerja itu terbatas, materi memang sebaiknya disederhanakan dulu di awal supaya siswa bisa membangun skema dasarnya. Diagram, peta konsep, dan analogi sederhana membantu mengemas informasi kompleks jadi lebih mudah diproses, tanpa bikin otak kewalahan. Setelah skema inti terbentuk, barulah materi bisa diperdalam dan dilengkapi detail, terutama di matematika, supaya pemahaman tetap kuat dan nggak sekadar hafalan
nama:erfina feren heldiana
BalasHapuskelas:5c
menyederhanakan informasi dan menghindari elemen yang tidak relevan agar beban kognitif siswa tidak terlalu tinggi, sehingga fokus mereka tetap pada inti pembelajaran. Namun di praktik nyata, siswa memiliki kemampuan memori kerja yang berbeda-beda. Menurut Bapak, bagaimana cara guru menyeimbangkan antara kebutuhan menyampaikan materi lengkap dan tetap menjaga agar beban kognitif siswa tetap dalam batas yang optimal?
Nama : Miftahul Hasanah
BalasHapuskls : 5C
Representasi pengetahuan yang dirancang dengan baik (misalnya diagram, peta konsep, atau multimedia) dapat membantu siswa memproses informasi tanpa membebani kapasitas memori kerja mereka, sehingga informasi baru lebih mudah dipahami dan dipindahkan ke ingatan jangka panjang. Menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif agar guru bisa menyusun representasi materi yang optimal di kelas, terutama ketika harus menyampaikan konsep yang kompleks dengan sumber daya yang terbatas?
nama:erfina feren heldiana
BalasHapuskelas:5c
guru menghindari elemen yang tidak relevan dalam penyajian materi sehingga fokus siswa tetap pada inti pembelajaran. Namun di praktik nyata, kebutuhan konsep baru seringkali banyak sekaligus. Menurut Bapak, bagaimana guru bisa menyeimbangkan antara menyampaikan materi secara lengkap dan tetap menjaga beban kognitif siswa dalam batas yang ideal?
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Penjelasan soal skema aljabar dan objek teknis bikin kelihatan jelas bedanya siswa pemula dan yang sudah ahli yg sudah punya skema matang bisa langsung fokus ke inti masalah, sementara yang belum masih kebebanan mikirin lngkah langkah kecil satu per satu. Ini jelasin kenapa latihan dan pengalaman itu penting banget
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Materi ini jgaas nunjukin kalau pengetahuan di otak itu tersimpan dalam berbagai bentuk, tapi skema jadi yang paling krusial karena bikin informasi kompleks terasa lebih sederhana dan mudah dipakai dgn skema, banyak detail bisa dipaketkan m jadi satu, jadi memori kerja nggak cepat penuh, Intinya, belajar itu bukan sekadar nambah informasi baru, tapi ngebangun dan nyusun ulang skema di memori jangka panjang. Kalau guru sadar ini, pembelajaran harus bantu siswa ngebentuk skema yang tepat dulu, supaya beban kognitif turun dan pemahaman jadi lebih dalam
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
dari Cognitive Load Theory itu simpel banget otak kita itu punya batas kemampuan buat mikirin banyak hal sekaligus terutama waktu lagi belajar sesuatu yang baru jadi kita gak bisa asal masukin semua informasi sekaligus nanti malah jadi overwhelmed dan hasil belajar jadi kurang maksimal
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
istilah beban kognitif itu sebenernya cuma cara kerennya bilang berapa banyak beban pikiran yang harus diproses otak kamu saat belajar sesuatu kalau beban itu terlalu banyak, tentu aja aku bakal cepat capek gampang lupa atau malah bikin kamu jadi bingung sendiri.
Materi ini juga menjelaskan bahwa beban kognitif tidak hanya berasal dari materi yang sulit, tetapi juga dari cara guru menyampaikan pembelajaran. Penyajian yang terlalu cepat, banyak teks, atau minim contoh dapat meningkatkan beban kognitif siswa. Sebagai calon guru SD, hal ini menjadi pengingat bahwa guru perlu menyesuaikan metode dan media pembelajaran dengan kemampuan berpikir siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
BalasHapusMateri tentang Cognitive Load Theory ini membantu saya sebagai mahasiswa PGSD untuk memahami bahwa kemampuan berpikir siswa SD memiliki batas, terutama pada memori kerja. Selama ini, kesulitan belajar sering dianggap karena siswa kurang fokus atau kurang mampu, padahal bisa jadi materi yang diberikan terlalu banyak dalam satu waktu. Penjelasan ini membuat saya menyadari pentingnya menyusun pembelajaran secara bertahap agar siswa dapat memproses informasi dengan lebih baik dan tidak merasa kewalahan
BalasHapusPembahasan mengenai hubungan antara memori kerja dan memori jangka panjang dalam materi ini terasa sangat relevan dengan pembelajaran di sekolah dasar. Siswa SD membutuhkan waktu dan pengulangan agar informasi dapat tersimpan dalam memori jangka panjang. Jika beban kognitif terlalu tinggi, siswa akan kesulitan memahami konsep dan mudah lupa. Materi ini membantu saya memahami bahwa pengulangan dan penyajian materi yang sederhana sangat penting dalam proses belajar siswa.
BalasHapusMateri Cognitive Load Theory ini membantu saya melihat pembelajaran dari sudut pandang kognitif siswa. Guru tidak hanya dituntut untuk menyampaikan materi sesuai kurikulum, tetapi juga memperhatikan bagaimana siswa memproses informasi tersebut. Dengan memahami keterbatasan memori kerja, guru dapat menghindari pemberian tugas atau materi yang terlalu berat dalam satu waktu. Hal ini sangat penting dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar
BalasHapusNama: Maya Apriyani
BalasHapusNpm: 2386206013
Kelas: V.A
Dari bacaan ini saya dapat melihat kembali bahwa skema ini merupakan suatu bagian yang cukup bekerja keras untuk kita yang di mana skema ini membantu kita memahami berbagai hal dari yang termudah hingga yang terkompleks. Di mana skema ini menurut saya mempunyai bagian-bagian yang dapat kita isi dengan apa yang kita dengar, dan apa yang kita lihat.
Dalam pembelajaran Konsep ini Tentunya ketika Siswa belajar sesuatu yang baru, misalnya dalam pembelajaran matematika yang di mana tentunya siswa harus melihat Bagaimana cara mengerjakannya? Apa sih fungsinya? Dan bagaimana struktur penyelesaiannya?
Kenapa pemahaman mendalam siswa itu terjadi apabila siswa mampu menerapkan tiga hal ini dalam mengerjakan suatu soal, di mana akan membantu siswa untuk mentransfer skema yang ada menjadi situasi yang baru.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Baca bagian Integrasi Fungsional Operasional Struktural Ini penting banget buat guru mapel teknis atau sains. Banyak guru cuma ngajarin "Apa itu?" (Struktural) tanpa ngejelasin "Gimana kerjanya?" (Operasional) dan "Buat apa?" (Fungsional). Materi ini ngasih tau kalau siswa bener-bener pahamcuma kalau ketiga komponen ini udah connect satu sama lain di kepala mereka.
Nama: Stevani
HapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Jadi ngebuka pikiran kalau, Guru itu Penulis Koding di Otak Siswa Teori aturan produksi kondisi tindakan itu mirip banget sama bahasa pemrograman. Guru harus sadar kalau mereka lagi ngebantu siswa bikin koding di otaknya. Kalau instruksinya nggak jelas, programdi otak siswa bakal error atau nggak jalan pas ketemu soal yang sedikit beda.
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: 2386206045
Kelas: VC
Seru bgt pas baca sistem slot dalam belajar, Mengajar itu kayak ngasih template kosong di otak siswa. Misalnya dalam Aljabar, guru sukses kalau siswa sudah punya slot di kepalanya untuk memilah mana variabel dan mana angka, sehingga mereka nggak bingung saat angkanya diganti-ganti, saya ada pertanyaan buyaadin, Mengingat memori kerja siswa sangat terbatas, bagaimana cara guru menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhenti memberikan informasi baru dan mulai fokus pada latihan pengulangan agar 'skema' tersebut bisa mengendap menjadi otomatis prosedural tanpa membuat siswa merasa bosan??
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Basis pengetahuan dalam memori jangka panjang sangat memengaruhi proses kognitif manusia. Bentuk representasi pengetahuan menentukan cara seseorang memahami dan memproses informasi. Representasi proposisional membantu individu menilai kebenaran suatu informasi. Jaringan semantik menghubungkan unit-unit makna secara sistematis. Proses ini memungkinkan pemahaman terhadap kalimat dan gambar. Guru dapat memanfaatkan konsep ini dalam pembelajaran bermakna. Dengan demikian, pengetahuan siswa dapat tersimpan lebih terstruktur.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Representasi prosedural melalui aturan produksi berperan penting dalam penguasaan keterampilan. Aturan produksi tersimpan dalam memori jangka panjang sebagai pedoman tindakan. Memori kerja memicu aturan yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Sistem ini memungkinkan individu bertindak secara cepat dan efisien. Teori ACT dan ACT-R menjelaskan mekanisme ini secara komprehensif. Siswa mengembangkan keterampilan melalui latihan berulang. Proses ini mendukung pembelajaran berbasis praktik.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Skema merupakan bentuk representasi pengetahuan yang bersifat terstruktur dan fleksibel. Skema membantu individu mengorganisasi informasi ke dalam kategori yang bermakna. Setiap skema memiliki slot yang berisi atribut atau ciri tertentu. Nilai dalam slot dapat bersifat tetap atau berubah sesuai konteks. Pola hubungan antar slot menjadi ciri utama skema. Siswa menggunakan skema untuk memahami konsep baru. Dengan skema, proses belajar menjadi lebih efisien.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Contoh skema wajah manusia menunjukkan fleksibilitas representasi pengetahuan. Skema memungkinkan pengenalan objek meskipun terdapat variasi bentuk. Hubungan antar komponen menjadi lebih penting daripada detail kaku. Otak manusia menggunakan pola umum untuk mengenali objek. Proses ini berlaku dalam berbagai konteks visual. Siswa memanfaatkan mekanisme serupa dalam memahami simbol dan bentuk matematika. Skema mendukung kemampuan generalisasi konsep.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Skema dalam pembelajaran aljabar membantu siswa memahami prosedur penyelesaian persamaan. Struktur skema memandu langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Siswa pemula menggunakan skema yang lebih konkret dan rinci. Siswa berpengalaman menggunakan skema yang lebih ringkas dan abstrak. Dalam domain teknis, skema mencakup aspek fungsional, operasional, dan struktural. Hubungan antar komponen membantu siswa memahami cara kerja suatu sistem. Dengan skema yang baik, pemahaman konseptual siswa dapat meningkat secara signifikan.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin menanggapi pak, Artikel ini bikin penyajian materi sangat memengaruhi pemahaman siswa. Materi yang disusun terlalu padat bisa membuat siswa sulit menangkap inti pelajaran. Dengan menerapkan teori beban kognitif, pembelajaran bisa jadi lebih efektif dan nyaman bagi siswa.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
BalasHapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
izin menanggapi pak, Menurut saya, teori beban kognitif sangat relevan dengan kondisi kelas saat ini. Guru harus kreatif dalam menyederhanakan materi tanpa menghilangkan maknanya. Rasanya kalau teori ini diterapkan dengan baik, proses belajar siswa bisa jauh lebih optimal.
Nama : Yormatiana Datu Limbong
HapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206082
Mengapa terlalu banyak informasi bisa membuat siswa sulit memahami materi?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNAMA:VIRGINIA JAU
BalasHapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Wah, aku baru ngeh banget setelah baca artikel ini bahwa belajar itu bukan cuma soal masukin sebanyak-banyaknya materi ke otak. Ada istilah beban kognitif yang ngajarin kalau otak kita itu punya kapasitas terbatas untuk ngolah informasi, jadi kalau kita dikasih materi yang terlalu kompleks atau campur baur tanpa urutan yang jelas, kita malah jadi bingung sendiri. Artikel ini keren karena jelasin bahwa representasi informasi yang pas — misalnya pakai visual atau urutan logis — bisa ngurangin tekanan di memori kerja kita. Jadi, cara belajar yang pintar itu bukan sekadar baca banyak, tapi ngerti gimana otak itu bekerja supaya informasi bisa masuk ke memori jangka panjang tanpa bikin pusing. Ini bikin aku mikir ulang cara aku belajar selama ini
NAMA;VIRGINIA JAU
HapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Menurut aku, artikel ini penting banget buat guru dan pelajar. Kadang kita sebagai siswa mikir kalau makin banyak informasi itu makin bagus, padahal kalau cara penyampaiannya nggak bener, justru beban di otak kita makin berat dan akhirnya gampang lupa atau bosan belajar. Teori beban kognitif itu ngajarin supaya kita memikirkan struktur pengetahuan sebelum ngajarin sesuatu, misalnya dengan ngebagi materi yang berat jadi bagian-bagian kecil atau pake gambar dan analogi supaya otak nggak overload. Jadi bukan cuma fokus ke isi pelajaran aja, tapi juga gimana caranya supaya otak kita bisa nerima dan nyimpen informasi itu tanpa ngerasa overwhelmed.
NAMA:VIRGINIA JAU
HapusKELAS;VD
NPM:2386206089
Jujur, artikel ini bikin aku sadar kalau belajar yang efektif itu nggak sekadar asal rajin baca buku aja. Kamu harus ngerti dulu gimana memori kerja itu cuma bisa nampung sejumlah informasi dalam satu waktu, dan kalau kebanyakan input, ya ujung-ujungnya malah bingung sendiri. Di artikel dijelasin juga soal skema pengetahuan dan kenapa representasi yang dipilih guru atau pembelajar itu penting banget buat bantu otak kita ngerangkai informasi baru dengan yang lama. Menurutku ini relevan banget buat zaman sekarang di mana informasi datang cepat banget — kita perlu strategi supaya otak nggak kelebihan beban dan pembelajaran tetap menyenangkan.
Nama : Putri Lestari Pinang
BalasHapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
Beban kognitif itu simpelnya kapasitas otak kita buat mikir atau nampung informasi dalam satu waktu yang emang ada batasnya banget. Jadi kalau dikasih tugas yang ribetnya minta ampun atau dapet info yang numpuk barengan, otak bakal ngerasa overload dan akhirnya malah jadi lemot atau susah fokus.
Nama : Yasmin
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2386206071
Izin menanggapi pak, saya merasa teori beban kognitif ini tuh penting banget buat guru karena menjelaskan kalau kemampuan otak siswa itu terbatas saat menerima informasi baru. kalau materi disampaikan terlalu banyak atau terlalu rumit, siswa bisa cepat bingung dan tidak fokus. dengan memahami teori ini, guru bisa menyusun pembelajaran secara bertahap supaya siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi
Nama : Yasmin
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2386206071
Menurut saya pak, pemahaman tentang beban kognitif membantu guru menyederhanakan materi agar siswa tidak kewalahan saat belajar. jadinya ngebikin proses belajar jadi lebih efektif dan nyaman buat siswa
Nama : Yasmin
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2386206071
teori ini betul-betul nunjukin kalsu representasi pengetahuan yang kita pilih punya dampak besar ke pemahaman siswa. ketika guru pakai diagram, konsep peta, atau bentuk visual lain selain teks polos, siswa bisa lebih gampang nyusun struktur skema di memori mereka, sehingga materi yang rumit jadi lebih mudah dipahami. berarti kita sebagai calon pendidik perlu mikir dua kali tentang materi yang kita sajikan: jangan terlalu padat, dan harus nyambung sama skema kognitif yang siswa punya. cara ajaib yang sederhana sering kali jauh lebih efektif daripada paparan informasi panjang dan kompleks
Nama : Yasmin
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2386206071
saya mau bertanya pak, bagaimana caranya kita sebagai guru bisa ngukur sendiri apakah beban kognitif yang kita berikan itu pas atau malah kebanyakan? Apa ada tanda-tanda nyata di kelas yang bisa kita lihat supaya bisa langsung ngurangin elemen yang bikin siswa kewalahan?
Nama : Yasmin
BalasHapusKelas : 5D
NPM : 2386206071
setelah membaca nya saya ingin ngucapin terima kasih pak atas materi nya karena dengan penjelasan tentang beban kognitif dan representasi pengetahuan, saya jadi belajar kalau desain materi pelajaran itu bukan sekadar isi saja tetapi juga cara penyampaian yang bikin siswa bisa nyerap informasi dengan baik. penjelasan ini bikin saya paham pentingnya struktur pengetahuan yang mendukung skema mental siswa supaya informasi baru bisa masuk ke ingatan jangka panjang. saya juga ngerasa bahwa teori ini bisa jadi dasar logis waktu merancang strategi pembelajaran yang efektif nanti waktu praktik mengajar
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
soal representasi pengetahuan karena itu nunjukin kalau cara penyajian materi itu gak boleh sembarangan misalnya pake diagram peta konsep atau visual selain teks biasa biar murid bisa mengaitkan informasi baru dengan pengalaman atau pengetahuan lama mereka sehingga proses belajar jadi lebih lancar dan gak bikin memori kerja cepat overloaded
Nama: Arjuna
BalasHapusNpm: 2386206018
Kelas: 5A
ini jadi pengingat penting buat guru murid dan semua yang terlibat dalam pendidikan bahwa itu gak cuma soal apa yang kita ajarkan tetapi juga gimana cara kita nyajikannya karena kalau kita bisa ngejaga beban kognitif murid tetap optimal murid bisa fokus belajar yang penting banget buat ngeraih pemahaman yang lebih dalam bukan sekadar hafal fakta aja
nama : muhammad nur fauzi
BalasHapuskelas : 5A PGSD
npm : 2386206003
Saya setuju bahwa basis pengetahuan yang tersimpan dalam memori jangka panjang sangat memengaruhi proses berpikir seseorang. Materi ini menjelaskan bahwa cara pengetahuan direpresentasikan akan menentukan bagaimana seseorang memahami dan mengolah informasi baru. Dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar hal ini sangat penting karena siswa masih membangun struktur pengetahuan awal. Jika guru mampu menyajikan materi dengan representasi yang tepat maka siswa akan lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran.
nama : muhammad nur fauzi
BalasHapuskelas : 5A PGSD
npm : 2386206003
Menurut saya penjelasan tentang berbagai bentuk representasi pengetahuan seperti proposisional prosedural dan skema memberikan gambaran yang jelas tentang kompleksitas proses kognitif manusia. Skema menjadi sangat menarik karena tidak hanya mencakup fakta tetapi juga hubungan antar konsep. Dalam pembelajaran matematika skema membantu siswa memahami pola dan langkah penyelesaian soal. Hal ini menunjukkan bahwa belajar bukan hanya menghafal tetapi membangun hubungan antar pengetahuan.
nama : muhammad nur fauzi
BalasHapuskelas : 5A PGSD
npm : 2386206003
Saya sependapat dengan penjelasan mengenai aturan produksi dan sistem ACT-R yang menunjukkan bagaimana keterampilan dan pengetahuan fakta disimpan secara berbeda. Meskipun konsep ini cukup kompleks tetapi dapat dipahami bahwa keterampilan muncul dari latihan yang berulang. Dalam pembelajaran di sekolah dasar hal ini terlihat ketika siswa semakin lancar berhitung setelah sering berlatih. Artinya latihan yang terarah sangat penting untuk membentuk skema yang kuat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusnama : muhammad nur fauzi
BalasHapuskelas : 5A PGSD
npm : 2386206003
Saya setuju bahwa skema merupakan bentuk representasi pengetahuan yang sangat fleksibel. Skema dapat digunakan untuk mengenali berbagai situasi meskipun tampilannya berbeda. Contoh tentang pengenalan wajah manusia sangat membantu memahami konsep ini. Dalam pembelajaran siswa juga menggunakan skema untuk mengenali pola soal atau jenis tugas tertentu meskipun bentuk soalnya berubah.
nama : muhammad nur fauzi
BalasHapuskelas : 5A PGSD
npm : 2386206003
Saya sependapat dengan pembahasan tentang struktur skema yang dapat disusun secara hierarkis dari yang sederhana hingga kompleks. Ini menunjukkan bahwa belajar merupakan proses bertahap. Dalam pendidikan dasar guru perlu memastikan bahwa skema dasar siswa sudah terbentuk sebelum melanjutkan ke konsep yang lebih sulit. Jika tidak maka siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi lanjutan.
nama : muhammad nur fauzi
BalasHapuskelas : 5A PGSD
npm : 2396206003
Secara keseluruhan saya setuju bahwa skema merupakan kunci dalam memahami proses belajar dan berpikir siswa. Materi ini memberikan wawasan bagi calon guru sekolah dasar untuk lebih memperhatikan struktur pengetahuan siswa. Dengan memahami skema yang dimiliki siswa guru dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif bermakna dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa.