Mengenal Pendidikan di Finlandia: Sistem Pendidikan Finlandia Tahun 2020 (Bagian 3)

 

Sistem Pendidikan finlandia Mulai Tahun 2020 dan sistem Finlandia belum terpengaruh oleh model reformasi pendidikan berbasis pasar, seperti persaingan yang lebih ketat antar sekolah dalam hal pendaftaran, standarisasi pengajaran. pembelajaran di sekolah, dan menggunakan tes berstandar tinggi untuk mengukur kinerja sekolah dan menjaga akuntabilitasnya. Alasan utamanya adalah komunitas pendidikan di Finlandia masih belum yakin bahwa arah peningkatan pendidikan yang modis secara global ini akan berdampak baik bagi sekolah-sekolah Finlandia. Keberhasilan akhir dari kebijakan tes berisiko tinggi adalah apakah kebijakan tersebut berdampak positif terhadap pembelajaran siswa, bukan apakah kebijakan tersebut meningkatkan nilai siswa pada tes tertentu (Amrein & Berliner, 2002). Jika pembelajaran siswa tetap tidak terpengaruh, atau jika tes mengarah pada pengajaran yang bias seperti yang semakin banyak terjadi saat ini di banyak belahan dunia, maka validitas tes berisiko tinggi tersebut harus dipertanyakan. Otoritas pendidikan Finlandia dan khususnya guru belum yakin bahwa pengujian berbasis sensus eksternal yang sering dilakukan dan akuntabilitas yang lebih kuat bagi guru akan bermanfaat bagi siswa dan pembelajaran mereka.

Kebijakan pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan prestasi siswa di Finlandia sangat menekankan pengajaran dan pembelajaran dengan mendorong sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan menetapkan konten pengajaran yang akan membantu siswa mencapai tujuan umum sekolah. Hal ini bertolak belakang dengan kebijakan di banyak negara lain yang memberlakukan arahan yang dirancang secara eksternal terhadap sekolah.

awal proses reformasi di Finlandia, diasumsikan bahwa guru dan pengajaran adalah elemen kunci yang membuat perbedaan dalam apa yang dipelajari siswa di sekolah, bukan standar, penilaian, atau program pengajaran alternatif. Ketika tingkat profesionalisme guru secara bertahap meningkat di sekolah-sekolah Finlandia selama tahun 1990-an, prevalensi metode pengajaran yang kuat dan ruang kelas pedagogi serta desain sekolah meningkat. Fleksibilitas baru dalam sistem pendidikan Finlandia memungkinkan sekolah untuk belajar satu sama lain dan dengan demikian menjadikan praktik terbaik mereka bersifat universal dengan mengadopsi pendekatan inovatif dalam menyelenggarakan sekolah. Hal ini juga mendorong para guru dan sekolah untuk terus memperluas metode pengajaran mereka, dan melakukan individualisasi pengajaran guna memenuhi kebutuhan semua siswa.

Sekolah dasar di mulai pada usia 7 tahun. Sebelum mereka bersekolah, semua anak mempunyai hak subjektif atas penitipan anak, baik yang berbasis keluarga atau di taman kanak-kanak. Terdapat hak atas cuti orang tua untuk berada di rumah bersama bayinya. Para ibu biasanya memulai cuti melahirkan sekitar 2 bulan sebelum tanggal kelahirannya dan berhak melanjutkan cuti tersebut selama sekitar 5 bulan setelah anak lahir. Cuti melahirkan disusul dengan cuti orang tua yang harus ditanggung bersama oleh kedua orang tua dan dapat berlangsung sekitar 8 bulan. Para ayah terus dihimbau untuk lebih aktif mengikuti cuti orang tua, atau cuti ayah yang durasinya maksimal 9 minggu, dan menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.


Filosofi pendidikan Finlandia saat ini didasarkan pada seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan kemauan yang disebut kompetensi transversal. Pendidikan anak usia dini dan pendidikan sekolah yang mengikutinya bertujuan untuk mengembangkan kompetensi tersebut agar individu dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya di sekolah dalam situasi kehidupan nyata.

Pendidikan dibiayai oleh pemerintah dan karenanya tersedia bagi semua orang, namun juga karena pendidikan dan pelatihan dianggap bernilai tinggi dalam budaya Finlandia.

Pendidikan dibiayai oleh pemerintah dan karenanya tersedia bagi semua orang, namun juga karena pendidikan dan pelatihan dianggap bernilai tinggi dalam budaya Finlandia. Belajar di universitas dan politeknik Finlandia tidak dipungut biaya (GRATIS)  bagi semua pelajar Finlandia, serta pelajar dari Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa, pendidikan tinggi merupakan kesempatan yang sama bagi semua yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan menengah atas.

204 Komentar

  1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Tanggapan saya mengenai materi ini pak, dalam materi diatas pendidikan Finlandia ini menekankan pada pencipta lingkungan pendidikan yang merata. Pembelajaran di sekolah ini juga menggunakan dan berstandar tinggi dimana untuk mengukur kinerja sekolah dan menjaga akuntabilitasnya. Hal ini juga mendukung para guru dan sekolah untuk memperluas metode pengajarannya guna memenuhi kebutuhan siswa, dalam hal ini juga pendidikan Finlandia memiliki filosofis yang didasarkan pada seperangkat pengetahuan keterampilan, nilai, sikap, dan kemampuan. Sistemnya juga berfokus pada pengembangan potensi di mana memastikan bahwa semua Siswa memiliki kesempatan yang sama untuk sukses tanpa dibebani biaya pendidikan yang tinggi.🙏

    BalasHapus
  2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Izin bertanya Pak, apabila konsep pendidikan Finlandia ini diterapkan di Indonesia, Hal apa yang bisa diterapkan deluan di sekolah tanpa harus mengubah sistem nya🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:Elisnawatie
      Kelas:VD
      NPM:2386206069

      Izin menjawab ya isdi Jika konsep pendidikan Finlandia ingin diterapkan di Indonesia tanpa harus langsung mengubah sistem pendidikan nasional yang besar dan kompleks, maka yang bisa dilakukan adalah menerapkan nilai-nilai dan praktik kecilnya terlebih dahulu di tingkat sekolah dan kelas.

      Hapus
    2. Nama: Maya Apriyani
      Npm: 2386206013
      Kelas: V.A

      Di sini saya juga ingin menjawab pertanyaan dari saudari isdiana apabila konsep pendidikan Islam dia ini diterapkan di Indonesia Hal apa yang bisa diterapkan duluan di sekolah tanpa harus mengubah sistemnya?
      Menurut pendapat saya konsep pendidikan di Finlandia ini sudah mulai diterapkan di Indonesia khususnya itu dari kurikulum merdeka yang di mana pada pembelajaran kurikulum Merdeka itu lebih terpusat kepada siswa yang di mana guru hanya sebagai fasilitator, dan pada kurikulum Merdeka itu guru diberikan kebebasan untuk memilih merancang pembelajaran.

      Hapus
    3. Nama:bella ayu pusdita
      Kelas:5d
      Nim:2386206114
      Izin menjawab ya isdi Mengingat bahwa sistem pendidikan di Indonesia (dengan Kurikulum Merdeka saat ini) sudah memiliki beberapa kesamaan prinsip, ada beberapa elemen kunci dari filosofi pendidikan Finlandia yang dapat segera diterapkan di tingkat sekolah tanpa perlu menunggu perubahan kebijakan nasional atau restrukturisasi sistem secara besar-besaran.
      Fokus utamanya adalah pada budaya sekolah, peran guru, dan lingkungan belajar. Dengan menerapkan perubahan budaya dan pedagogis ini, sekolah di Indonesia dapat mulai meniru filosofi inti Finlandia, yaitu kepercayaan, kesejahteraan, dan otonomi, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan menyenangkan.🙏🏻🙏🏻☺️

      Hapus
    4. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Isdiana,jadi menurut saya, kalau konsep pendidikan Finlandia diterapkan di Indonesia tanpa ubah sistem besar, yang bisa dilakukan duluan itu misalnya suasana belajar dibuat lebih santai dan ramah, guru fokus ke pemahaman bukan cuma nilai, tugas rumah dikurangi tapi lebih bermakna, penilaian lebih ke proses dan perkembangan siswa, serta guru memberi kepercayaan dan perhatian ke kebutuhan tiap anak supaya mereka lebih nyaman dan semangat belajar.

      Hapus
    5. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Kalau lihat Finlandia, hal yang paling gampang ditiru itu sebenarnya cara memperlakukan siswa di kelas. Guru bisa mulai dengan bikin suasana belajar yang lebih aman dan nyaman, jadi anak nggak takut salah dan nggak ditekan harus selalu benar atau cepat.
      Terus, penilaian juga bisa lebih fleksibel. Nggak melulu angka, tapi dilihat juga usaha anak, cara mikirnya, dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Fokusnya ke proses belajar, bukan cuma hasil akhir.
      Hal-hal kayak gini bisa langsung dilakukan di kelas tanpa harus nunggu perubahan sistem besar. Pelan-pelan, tapi dampaknya kerasa.

      Hapus
    6. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Saya izin menjawab pertanyaan komentar dari Isdiana Susilowati Ibrahim. Menurut saya, ada beberapa hal dari pendidikan Finlandia yang bisa diterapkan dulu, tanpa harus mengubah sistem sekolah di Indonesia.
      Guru bisa membuat suasana kelas yang nyaman dan nggak menakutkan. Anak nggak sering dimarahi, tapi diajak bicara dengan baik. Guru juga bisa lebih sering mengajak anak berdiskusi dan bertanya, bukan hanya menghafal. Selain itu, guru bisa menghargai usaha anak, bukan hanya nilai. Kalau anak salah, guru membantu dan memberi semangat. Dengan langkah kecil ini, sekolah bisa jadi tempat yang menyenangkan dan membuat anak suka belajar, seperti di Finlandia 😊

      Hapus
  3. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    kelas: V.A

    Izin menanggapi terhadap bacaan di atas.
    Sistem pendidikan di Finlandia ini berbeda dengan sistem pendidikan di negara lain yang di mana Kalau di negara lain sistem pendidikannya itu terfokus kepada standar,ujian, dan perbandingan, namun sistem pendidikan di Finlandia ini berpusat kepada siswa. Kemudian pendidikan Finlandia ini berfokus untuk meningkatkan pengetahuan kemudian keterampilan dan pemikiran yang kritis, guru dan pengajaran adalah kunci utama dari pendidikan di Finlandia yang di mana sangat menghargai profesi guru dan memberikan kebebasan terhadap guru untuk menggunakan metode pengajaran dan guru harus memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa yang akan dihadapi siswa. Kemudian di Finlandia anak akan memasuki sekolah dasar pada usia 7 tahun yang di mana sebelum usia 7 tahun itu adalah waktu anak untuk bermain, dan dengan memberikan cuti kepada orang tua itu akan mempererat antara hubungan orang tua dan anak, dan pendidikan di Finlandia itu semuanya ditanggung oleh pemerintah, itu merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidikan di Finlandia.
    Sekian tanggapan dari saya terima kasih

    BalasHapus
  4. Finlandia dari dulu merupakan negara yang dikenal dengan sistem pendidikan yang sangat luar biasa, di negara Finlandia sendiri cara menghargai manusia, cara menghargai kehidupan manusia sangat bisa dikatakan luar biasa, negara Finlandia sendiri juga merupakan negara yang membiayai pendidikan bagi semua orang karena menurut negara Finlandia pendidikan dan pelatihan dianggap peneliti dalam budayanya .
    Banyak sekali sekolah ataupun perguruan tinggi di Finlandia tidak dipungut biaya atau gratis bagi semua pelajar Finlandia
    Kita sudah sering mendengar bahwasanya negara yang maju adalah negara yang mempunyai pendidikan yang baik, Finlandia ini merupakan negara yang maju karena selalu memperhatikan pendidikan dan selalu memuliakan yang namanya manusia, memperhatikan hal-hal kecil yang selalu terjadi, di negara Finlandia bahkan pada laman ini dijelaskan proses reformasi di Finlandia itu diasumsikan bahwa guru dan pengajar adalah elemen kunci yang membuat perbedaan dalam apa yang dipelajari siswa di sekolah bukan standar penilaian atau program pengerjaan alternatif.
    Di laman ini juga diuraikan bagaimana sistem memanusiakan manusia terjadi di negara Finlandia semua anak sebelum bersekolah saja sudah mempunyai hak subjektif atas penitipan anak baik yang berbasis keluarga atai di taman kanak-kanak bahkan terdapat hak cuti orang tua yang bisa dikatakan cukup panjang durasinya untuk bisa merasakan dan menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.
    Hal ini tentunya perlu dicontoh oleh setiap negara ketika ingin negaranya maju maka bisa memuliakan manusia dan juga bisa menghargai pekerjaan manusia dan mulai melihat sisi pendidikan untuk terus disesuaikan untuk terus ditingkatkan agar bisa memajukan dan mensejahterakan rakyat serta negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D
      wahhh Saya setuju dengan tanggapan yang disampaikan Alusia. Dari penjelasan tersebut, saya semakin memahami bahwa kemajuan Finlandia bukan hanya karena teknologi atau ekonomi yang berkembang, tetapi terutama karena mereka menghargai manusia melalui sistem pendidikan yang adil dan bermartabat. Finlandia memberikan kesempatan kepada seluruh warganya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa biaya, karena mereka percaya bahwa setiap individu memiliki hak untuk berkembang dan belajar.Selain itu, saya juga melihat bahwa Finlandia mampu memajukan pendidikan karena mereka memberikan kepercayaan penuh kepada guru sebagai tokoh utama yang menentukan keberhasilan siswa, bukan pada standar penilaian yang kaku. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya profesi guru dalam membangun masa depan bangsa.Tidak hanya itu, perhatian Finlandia terhadap kesejahteraan anak dan keluarga sejak sebelum memasuki pendidikan formal juga menjadi bukti bahwa mereka benar-benar memanusiakan manusia. Hak penitipan anak, dukungan bagi orang tua, serta lingkungan tumbuh yang nyaman menjadi fondasi bagi perkembangan anak yang sehat dan bahagia.Keseluruhan kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa untuk menjadi negara maju, sebuah bangsa harus menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, terutama melalui pendidikan. Pendekatan Finlandia ini patut menjadi contoh bahwa ketika manusia dihargai, negara pun ikut maju dan sejahtera.

      Hapus
  5. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah saya membaca materi ini, ternayata pada materi ini penulis menjelaskan sistem pendidikan Finlandia, pada materi ini menunjukkan bahwasanya keberhasilannya pendidikan tidak terus-menerus tergantung pada persaingan, tes standar, atau kebijakan berbasis dasar seperti yang ada banyak diterapkan di negara lain. Dan menarik juga karena berfokus pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kompetensi transversal, yaitu kemampuan yang relevan dengan kehidupan nyata seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggu jawab sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Nanda yang ini sudah tepat karena menyoroti bahwa Finlandia tidak tergantung pada persaingan dan tes standar, melainkan fokus pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kompetensi transversal. Tambahan penting dari materi ini adalah bagaimana filosofi kompetensi transversal itu diterapkan. Filosofi ini didasarkan pada seperangkat kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan kemauan. Tujuannya adalah agar siswa bisa menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di sekolah dalam situasi kehidupan nyata.

      Hapus
  6. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah saya membaca materi ini, menurut saya hal yang patut untuk dicontoh dari Finlandia ini adalah bagaimana mereka memilah trend global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan mereka sendiri dan harus tetap konsisten dengan sistem yang berpusat pada siswa dan juga guru. Dari adanya pendekatan ini mengbuktikan bahwasanya keberhasilan pendidikan tidak hanya harus diukur dengan ujian, namun juga dengan kemampuan pada siswa dalam menghadapi kehidupan nyata/sehari-hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Nanda yang ini sudah sangat benar bahwa Finlandia memilah tren global dan konsisten dengan sistem yang berpusat pada siswa dan guru. Tambahan dari materi yang menguatkan hal ini adalah penolakan tegas mereka terhadap model reformasi yang modis secara global. Komunitas pendidikan Finlandia belum yakin bahwa model berbasis pasar seperti persaingan sekolah, standarisasi pengajaran, dan tes berstandar tinggi untuk akuntabilitas akan berdampak baik bagi sekolah mereka. Mereka berpegang pada prinsip bahwa hasil akhir sebuah kebijakan tes harus dilihat dari dampak positifnya terhadap pembelajaran siswa, bukan sekadar meningkatkan nilai. Hal ini membuktikan bahwa keberanian Finlandia melawan arus global itu dilandasi oleh keyakinan kuat pada kualitas proses yang konsisten.

      Hapus
  7. Nama : Oktavia Ramadani
    Npm : 2386206086
    Kelas : 5D

    pak ijin merangkum pada bagian paragraf ke 3 di atas menurut saya pada materi ini adalah tahap awal reformasi pendidikan di Finlandia, diasumsikan bahwa guru dan kualitas pengajaran merupakan faktor utama yang menentukan hasil belajar siswa, bukan standar kurikulum, sistem penilaian, atau program alternatif. Sepanjang tahun 1990-an, profesionalisme guru meningkat secara signifikan, sehingga metode pengajaran yang lebih kuat, desain pembelajaran yang lebih baik, dan lingkungan kelas yang lebih mendukung mulai berkembang.

    Sistem pendidikan Finlandia kemudian diberi fleksibilitas yang lebih besar, memungkinkan sekolah untuk saling belajar, berbagi praktik terbaik, dan mengadopsi pendekatan-pendekatan baru dalam penyelenggaraan pendidikan. Kondisi ini mendorong guru untuk terus mengembangkan variasi metode mengajar dan melakukan individualisasi pembelajaran agar mampu memenuhi kebutuhan seluruh siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      Npm : 2386206086
      Kelas : 5D saya berpendapat bahwa materi tersebut menegaskan bahwa pendidikan Finlandia berlandaskan filosofi pengembangan kompetensi transversal, yang mencakup pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan kemauan. Pendidikan dipandang sebagai proses transformatif yang membentuk individu berkarakter dan adaptif terhadap perubahan sosial. Pendekatan ini diterapkan secara konsisten dari pendidikan anak usia dini hingga tingkat menengah, dengan penekanan pada kemampuan menghubungkan teori dan praktik dalam kehidupan nyata.Komitmen negara terhadap kesetaraan tercermin melalui pembiayaan pendidikan gratis bagi seluruh warga, termasuk pendidikan tinggi bagi pelajar Finlandia dan Uni Eropa–EEA. Kebijakan tersebut memperkuat prinsip pendidikan sebagai public good dan mendorong terbentuknya masyarakat berbasis pengetahuan. Kesempatan yang sama bagi seluruh lulusan juga menegaskan orientasi pada meritokrasi inklusif.Secara keseluruhan, keberhasilan sistem pendidikan Finlandia bertumpu pada fondasi filosofis yang kuat—pengembangan kompetensi holistik, jaminan akses setara, serta budaya yang memandang pendidikan sebagai investasi kolektif—menjadikannya model rujukan di tingkat internasional.

      Hapus
  8. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    NPM : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Izin menggapai materi di atas pak, setelah membaca kembali materi tentang pendidikan di Finlandia ini, saya merasa sistem pendidikan mereka sangat memanusiakan siswa pak. Karena sekolah dan guru benar-benar fokus menciptakan suasana belajar yang nyaman, bukan cuma mengejar nilai ujian. Tes memang ada, tapi lebih untuk melihat perkembangan siswa dan sekolah, bukan untuk menakut-nakuti atau memberi cap pintar dan tidak pintar. Menurut saya, hal ini membuat anak lebih berani mencoba dan tidak cepat menyerah karena takut salah. Saya juga tertarik pak dengan peran guru dan dukungan pemerintah di Finlandia. Guru diberi kepercayaan penuh untuk mengatur proses belajar dan terus didorong menjadi profesional, sementara pendidikan dibiayai negara sehingga semua anak punya kesempatan sekolah tanpa terbebani biaya yang tinggi. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa pendidikan betul-betul dianggap penting dalam budaya mereka.
    Terimakasih🙏🏻

    BalasHapus
  9. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Pendidikan di Finlandia sangat menarik bagi saya, dari sistem pendaftaran saja sekolah di Finlandia memikirkan dengan matang sekali mereka benar-benar memastikan apakah tes berisiko tinggi akan berdampak positif terhadap pembelajaran siswa. Kebijakan pendidikan di Finlandia mengedepankan kebutuhan belajar siswa seperti lingkungan belajar yang nyaman dan materi pelajaran yang akan membantu siswa mencapai tujuan pendidikan, selain itu pemerintah Finlandia percaya bahwa guru adalah kunci utama apa yanh di pelajari siswa di sekolah jadi bukan standar, penilaian dan program tertentu yang menentukan kualitas belajar tapi cara mengajar guru. Guru didorong untuk terus memperluas metode pengajaran mereka dan melakukan individualisme pengajaran untuk memenuhi kebutuhan masing-masing siswa agar semua anak terbantu, bukan hanya yang cepat atau pintar saja

    BalasHapus
  10. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Di materi ini juga ada yang sangat terkesan bagaimana Finlandia mendukung peran orang tua dalam merawat anak di rumah sebelum masuk Sekolah Dasar pada usia 7 tahun, pertama ada cuti melahirkan untuk ibu setelah melahirkan pun masih ada cuti lagi di tambah cuti susulan yang ditanggung oleh kedua orang tua. Orang tua di Finlandia didorong untuk aktif merawat anak dan menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, jadi terharu dengan pemerintah Finlandia hal seperti inipun di perhatikan. Selain itu pendidikan di Finlandia didasarkan pada kompetensi transversal kemampuan yang bisa digunakan dalam situasi kehidupan nyata bukan hanya untuk pelajaran di sekolah. Semua siswa berhak mendapatkan pendidikan yang sama tanpa memandang latar belakang ekonomi sebab pendidikan di Finlandia dibiayai oleh pemerintah sungguh masyaAllah sekali pemerintah di Finlandia

    BalasHapus
  11. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Setelah saya baca materi ini saya sedikit paham bahwa Artikel ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai prinsip-prinsip inti yang mendasari keberhasilan sistem pendidikan Finlandia, terutama bagaimana sistem tersebut menjaga otonomi profesional dan menolak tren reformasi berbasis pasar. artikel ini menunjukkan bahwa keberhasilan Finlandia didasarkan pada kepercayaan (terhadap guru), kesetaraan (pendidikan gratis dan akses universal), kesejahteraan (mulai sekolah formal di usia 7 tahun, cuti orang tua yang memadai), dan fokus pada kompetensi hidup yang luas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Bella a sudah sangat komprehensif karena dia menyimpulkan bahwa sistem Finlandia berhasil karena menjaga otonomi profesional dan menolak reformasi berbasis pasar yang serba tes, sambil fokus pada kesetaraan, kesejahteraan, dan kompetensi hidup yang luas. Jadi, tambahan dari saya yang paling penting dari materi adalah bagaimana penolakan terhadap pasar itu dilakukan: komunitas pendidikan Finlandia dengan tegas belum yakin bahwa model global yang fokus pada persaingan antar sekolah, standarisasi pengajaran, atau penggunaan tes standar tinggi untuk akuntabilitas akan berdampak baik bagi sekolah mereka. Mereka berpegang teguh pada prinsip bahwa keberhasilan kebijakan tes harus dilihat dari dampak positifnya terhadap pembelajaran siswa

      Hapus
  12. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Izin bertanya sedikit pak tentang materi ini karena saya sedikit kurang paham Bagaimana sistem pendidikan di Finlandia memastikan bahwa fleksibilitas dan otonomi yang diberikan kepada guru dan sekolah tidak menghasilkan disparitas kualitas yang besar antar sekolah (yakni, beberapa sekolah menjadi sangat baik sementara yang lain tertinggal), dan mekanisme akuntabilitas internal apa yang mereka gunakan sebagai pengganti tes berstandar tinggi eksternal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Bella, jadi menurut saya, diFinlandia, ketimpangan kualitas bisa ditekan karena semua guru wajib lulusan S2 dan diseleksi ketat, jadi mutu dasarnya relatif sama di mana pun mereka mengajar. Kurikulum nasional hanya memberi kerangka besar, sementara sekolah dan guru bebas menyesuaikan, tapi tetap mengacu pada tujuan yang sama. Sebagai pengganti tes standar besar-besaran, mereka pakai asesmen berbasis kelas, refleksi guru, kerja tim antar guru, evaluasi diri sekolah, serta pemantauan sampel nasional yang tidak berisiko bagi siswa, sehingga fokusnya tetap pada perbaikan kualitas, bukan persaingan antar sekolah.

      Hapus
    2. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Saya izin menjawab pertanyaan komentar dari Bella Ayu Pusdita. Menurut saya, di Finlandia walaupun guru diberi kebebasan, kualitas sekolah tetap hampir sama karena semua sekolah dipercaya dan didukung dengan baik.
      Guru di sana dipilih dan dilatih dengan sangat serius, jadi kemampuannya sudah bagus sejak awal. Sekolah juga saling bekerja sama, bukan saling bersaing. Kalau ada sekolah yang kesulitan, pemerintah membantu, bukan menghukum.
      Mereka nggak banyak tes besar. Guru menilai anak setiap hari di kelas, lewat tugas, cerita, dan pengamatan. Jadi yang dinilai bukan cuma angka, tapi perkembangan anak. Karena saling percaya dan saling membantu, nggak ada sekolah yang jauh tertinggal 😊

      Hapus
  13. Nama:Elisnawatie
    Kelas:5D
    NPM:2386206069
    Ternyata Sistem pendidikan Finlandia benar-benar menempatkan siswa sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan. Mereka tidak bergantung pada tes berisiko tinggi atau standar yang ketat, tetapi lebih fokus pada bagaimana setiap anak bisa belajar dengan nyaman dan berkembang sesuai potensinya. Guru memiliki peran yang sangat besar sebagai penggerak kualitas pembelajaran, bukan hanya sekadar pelaksana kurikulum. Mereka diberikan kepercayaan sepenuhnya untuk berinovasi, menyesuaikan metode, dan memberikan perhatian individu pada setiap siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kesuksesan pendidikan bukan hanya tentang angka atau peringkat, tetapi bagaimana sekolah mampu menjadi tempat yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi semua peserta didik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D

      Dalam sistem pendidikan Finlandia, guru memiliki peran sebagai perancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Bagaimana individualisasi pembelajaran diterapkan untuk memastikan bahwa semua siswa, termasuk yang lambat maupun cepat dalam memahami pelajaran, dapat berkembang sesuai potensinya pak?

      Hapus
  14. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm: 2386206024
    Kelas:5B

    Materi ini sangat menarik karena ngebahas sistem pendidikan finlandia yang terkenal maju. Jadi makin paham kalau keberhasilan pendidikan bukan soal kurikulum, tetapi juga cara negara ngatur lingkungan belajar yang nyaman dan efektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Imelda Rizky Putri sudah sangat tepat karena menyoroti bahwa Finlandia fokus pada kualitas, kebahagiaan, pengembangan siswa, dan lingkungan belajar yang nyaman. Jadi, tambahan dari saya adalah bahwa komitmen pada kebahagiaan dan kenyamanan itu didukung juga oleh kebijakan layanan sosial yang kuat, bahkan sebelum anak masuk sekolah. Semua anak punya hak untuk penitipan anak, dan yang kerennya lagi, hak cuti orang tua mereka sangat mendukung, di mana ayah didorong untuk mengambil cuti hingga 9 minggu. Ini menunjukkan bahwa lingkungan yang nyaman dan mendukung kualitas belajar itu dimulai sejak anak lahir, dan pendidikan dianggap sebagai nilai tinggi dalam budaya Finlandia.

      Hapus
  15. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Setelah saya baca materi di atas ternyata di Finlandia itu guru benar-benar dianggap penting dan dihargai banget. Reformasi pendidikan mereka dari dahulu berangkat dari keyakinan kalau guru yang profesional bakal ngaruh besar ke apa yang dipelajari siswa, bukan aturan atas standar yang riba titip makanya mereka serius banget ningkatin kualitas guru sejak tahun 90-an. Hasilnya metode mengajar jadi makin relevan dan sekolah makin fokus ke kebutuhan siswa. Jadi kelihatan banget tuh kalau kepercayaan sama guru itu kunci utama keberhasilan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Fika yang pertama sudah sangat tepat karena menyoroti bahwa di Finlandia guru itu dihargai banget dan reformasi pendidikan berfokus pada kualitas guru dan kebutuhan siswa, bukan aturan standar yang dipaksakan. Jadi, tambahan dari saya adalah bahwa kepercayaan itu muncul karena mereka benar-benar yakin kalau guru dan pengajaran itu adalah elemen kunci yang membuat perbedaan dalam apa yang dipelajari siswa. Kebijakan di Finlandia didasarkan pada asumsi bahwa guru yang profesional akan otomatis tahu cara mengajar yang terbaik, dan bukan standar, penilaian, atau program alternatif yang membuat sukses. Ini akhirnya memberikan fleksibilitas besar bagi sekolah untuk melakukan individualisasi pengajaran guna memenuhi kebutuhan semua siswa.

      Hapus
  16. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Sistem pendidikan Finlandia itu ternyata menarik juga ya karena mereka nggak ikut-ikutan trend reformasi pendidikan yang serba kompetitif seperti di negara-negara lain. Mereka percaya kalau keberhasilan belajar itu bukan cuma soal nilai tes, tetapi soal dampaknya ke perkembangan siswa. Makanya sekolah di sana tuh fokus bikin lingkungan belajar yang nyaman dan enggak bikin stres anak murid. Guru juga dikasih kepercayaan loh buat ngatur cara ngajar sesuai kebutuhan siswa. Intinya mereka tuh lebih mementingkan kualitas belajar siswa daripada lomba-lombaan nilai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Fika yang kedua sudah benar sekali bahwa Finlandia enggak ikut-ikutan tren kompetitif, dan mereka lebih mementingkan kualitas belajar daripada nilai-nilai. Jadi, tambahan dari saya adalah bahwa sikap berani mereka menolak kompetisi itu adalah penolakan terhadap reformasi pendidikan berbasis pasar yang modis secara global. Mereka belum yakin bahwa kompetisi antar sekolah, standarisasi pengajaran, dan penggunaan tes berstandar tinggi akan berdampak baik. Alasannya, keberhasilan akhir dari tes berisiko itu harus dilihat dari dampak positifnya terhadap pembelajaran siswa yang sebenarnya, bukan sekadar meningkatkan skor pada tes. Dengan begitu, mereka bisa fokus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan enggak bikin stres.

      Hapus
  17. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Izin bertanya pak kenapa Finlandia memilih untuk tidak mengikuti tren global seperti persaingan antar sekolah dan tes ber standar tinggi, dan bagaimana keputusan tersebut memengaruhi kualitas pembelajaran siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Dita Ayu Safarila
      NPM : 2386206048
      Kelas : 5 C
      Halo,Izin menjawab ya
      Finlandia memilih jalur ini karena di dasarkan pada keyakinan filosofis dan bukti bahwa tes standar tinggi seperti PISA dan persaingan dapat merusak pendidikan yang berkualitas.
      1. Fokus sempit : Para pendidikan berpendapat bahwa tes seperti PISA hanya mengukur pembelajaran yang sempit
      2. Kompetensi non akademik lebih penting karena percaya bahwa tes tersebut tidak menjelaskan anak anak mempelajari kompetensi non akademik sehingga sering kali menjadi predikat or keberhasilan hidup yang baik.
      3. Mempertahankan kualitas guru.
      Nah adapun pengaruh keputusan terhadap kualitas pembelajaran siswa :
      1. penciptaan lingkungan yang optimal
      kebijakan yang menekankan lingkungan belajar yang optimal dan konten pengajaran yang membantu siswa mencapai tujuan umum sekolah.
      2. pembelajaran berpuasa pada siswa.
      Guru menjadi peran a.p. pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk memastikan semua siswa termasuk yang lambat dan cepat berkembang sesuai potensi mereka masing masing.
      3. Fokus pada proses
      sekolah dan guru menjadi bebas untuk fokus pada proses pembelajaran yang mendalam bukan hanya nilai akhir atau angka.
      Baik itu saja terimakasih

      Hapus
    2. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Fika, jadi menurut saya, Finlandia nggak ikut tren persaingan sekolah dan tes standar tinggi karena mereka percaya pendidikan itu soal pemerataan dan kepercayaan, bukan lomba nilai, jadi semua anak harus dapat kualitas yang sama. Keputusan ini bikin pembelajaran lebih fokus ke pemahaman, kreativitas, dan kesejahteraan siswa, guru nggak tertekan ngejar skor, dan siswa jadi belajar dengan lebih tenang tapi tetap bermakna.

      Hapus
    3. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Kalau menurutku sih ya Karena Finlandia percaya kalau pendidikan itu bukan lomba siapa paling jago, tapi proses buat semua anak bisa tumbuh dengan baik. Mereka nggak mau sekolah sibuk ngejar ranking atau nilai tes doang, karena itu biasanya bikin siswa stres, guru tertekan, dan belajar jadi sekadar ngejar angka.
      Dengan nggak ikut tren tes standar tinggi dan persaingan antar sekolah, fokus belajar jadi lebih santai tapi dalam. Guru bisa bener-bener ngajar sesuai kebutuhan siswa, bukan cuma ngejar materi yang keluar di ujian. Siswa juga jadi lebih berani salah, mau coba, dan ngerti konsep, bukan cuma hafal. Akhirnya kualitas pembelajaran lebih merata, anak nggak takut matematika atau pelajaran lain, dan belajar terasa lebih bermakna, bukan menakutkan.

      Hapus
    4. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Saya izin menjawab pertanyaan komentar dari Andi Nurfika. Menurut saya, Finlandia nggak ikut tren persaingan antar sekolah dan tes besar karena mereka ingin anak belajar dengan tenang dan bahagia, bukan karena takut nilai.
      Di Finlandia, sekolah nggak dibuat saling berlomba. Semua sekolah dianggap sama baiknya, jadi orang tua nggak bingung memilih. Anak-anak jadi nggak stres, bisa fokus memahami pelajaran, bukan menghafal untuk ujian. Karena tidak banyak tes, guru punya waktu mengajar dengan kreatif dan membantu anak yang kesulitan. Akhirnya, anak-anak lebih paham, lebih percaya diri, dan lebih suka belajar. Itu yang membuat kualitas belajar mereka tetap bagus 😊

      Hapus
  18. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Nah Sistem pendidikan finlandia,khususnya tentang kurang fokus pada skor PISA dan penekanan pada peran guru sebagai elemen kunci. Tetapi saya bahas Fokus pada kualitas pengajaran bukan persaingan tes global ( PISA )
    intinya pendidikan yang berhasil tidak di ukur oleh hanya dari skor PISA atau standar eksternal. Finlandia justru berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang optimal dan yakin bahwa guru adalah elemen kunci yang membuat perbedaan. Kualitas pendidikan dimulai dari kelas dan ada di tangan guru,bukan hasil dari tes yang sempit. sebagai calon guru kita harus berani memprioritaskan lingkungan belajar yang optimal dan perkembangan non akademik siswa alih alih hanya berorientasi pada nilai akhir.

    BalasHapus
  19. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Ijin menanggapi pak dari bacaan di atas,
    Materi tentang sistem pendidikan Finlandia memberikan wawasan mendalam mengenai pendekatan unik yang diterapkan di negara tersebut. Keberhasilan sistem pendidikan Finlandia terletak pada fokusnya yang kuat pada pengajaran dan pembelajaran, bukan pada standar dan tes yang terstandarisasi. Ini mencerminkan kepercayaan bahwa guru adalah faktor kunci dalam proses belajar, serta pentingnya lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Setuju banget. Dari bacaan tadi kelihatan jelas kalau Finlandia memang nggak terlalu pusing sama tes dan standar yang kaku. Mereka lebih percaya kalau kualitas belajar itu datang dari cara guru ngajar dan suasana kelas yang sehat.
      Guru diposisikan sebagai orang yang paling ngerti kebutuhan muridnya, bukan cuma pelaksana aturan. Ditambah lagi lingkungan belajar yang nyaman bikin siswa berani aktif, nggak takut salah, dan lebih menikmati prosesnya. Jadi wajar kalau hasilnya bagus, karena yang dibangun itu prosesnya dulu, bukan sekadar ngejar angka.

      Hapus
  20. nama :Aprilina Awing
    kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Menurut saya Sistem ini juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dan kolaborasi antara sekolah-sekolah, yang memungkinkan mereka untuk saling belajar dan mengadopsi praktik terbaik. Kebijakan untuk mendukung cuti orang tua, termasuk cuti ayah, menunjukkan komitmen Finlandia terhadap kesejahteraan keluarga, yang berkontribusi pada perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal.

    Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan pengujian berbasis sensus eksternal dan akuntabilitas yang lebih ketat. Ini dapat berpotensi mengubah dinamika pengajaran dan pembelajaran jika tidak dikelola dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama : aprilina awing
      kelas :5D PGSD
      NPM :2386206113

      Saya izin bertaya pak,Apa saja perbedaan utama antara sistem pendidikan Finlandia dengan sistem pendidikan di negara lain yang menerapkan tes berstandar tinggi?
      dan Bagaimana filosofi kompetensi transversal diterapkan dalam kurikulum pendidikan di Finlandia?

      Hapus
    2. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Aprilina Awing, jadi menurut saya, perbedaan utamanya, Finlandia nggak terlalu menekankan tes berstandar tinggi dan peringkat sekolah, sementara banyak negara lain fokus ke ujian nasional dan persaingan nilai, jadi di Finlandia pembelajaran lebih santai tapi mendalam dan merata. Filosofi kompetensi transversal diterapkan lewat kegiatan lintas mata pelajaran seperti proyek, diskusi, dan pemecahan masalah nyata yang melatih berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, literasi, dan tanggung jawab, bukan cuma hafalan materi.

      Hapus
    3. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Intinya menurutku, Finlandia itu nggak ribet sama tes dan ranking. Mereka lebih fokus bikin anak ngerti pelajaran dan nyaman belajar. Nilai bukan segalanya. Anak juga diajarin skill hidup kayak kerja sama, mikir logis, dan tanggung jawab lewat pelajaran sehari-hari. Jadi sekolah nggak cuma soal angka, tapi soal jadi manusia yang siap hidup.

      Hapus
  21. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    saya kagum dan setuju dengan sistem pendidikan di finlandia yang berfokus pada kualitas pengajaran dan kesejahtraan siswa, mereka berani tidak ikut-ikutan tren global yang terlalu menekannkan pada tes berstandar tinggi, sebaliknya mengajar apa yang benar-benar dibutuhkan siswa, ini adalah bukti bahwa pendidikan berkualitas tinggi tidak harus mahal dan penuh tekanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Saya izin bertanya pak, dalam artikel disebutkan finlandia menekankan pada individualisasi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa, jika kita ingin menerapkan prinsip ini di indonesia tanpa mengubah kurikulum secara besar-besaran, langkah paling sederhana dan nyata apa yang bisa segera di lakukan?

      Hapus
    2. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Margaretha Elintia, jadi menurut saya, langkah paling sederhana yang bisa langsung dilakukan di Indonesia adalah guru lebih peka sama perbedaan kemampuan siswa, misalnya dengan ngasih variasi tugas tingkat mudah–sedang–menantang, memberi waktu tambahan buat yang butuh, dan lebih sering ngobrol atau cek pemahaman satu per satu. Tanpa ubah kurikulum, guru juga bisa pakai asesmen kecil dan observasi harian supaya tahu kebutuhan tiap anak, jadi pembelajaran tetap sama tapi pendekatannya lebih menyesuaikan siswa.

      Hapus
    3. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Sebenarnya langkah paling gampang itu guru mulai sadar kalau tiap anak beda-beda. Nggak semua harus paham di waktu yang sama. Misalnya pas ngasih tugas, soal bisa divariasi, ada yang gampang, ada yang agak mikir. Jadi anak nggak langsung minder atau stres.
      Terus, guru bisa sering-sering tanya santai ke anak, kayak bagian mana yang bikin bingung? atau kamu enaknya dijelasin pakai cara apa?. Dari situ guru bisa nyesuain cara ngajar tanpa harus ubah kurikulum.
      Nilainya juga jangan melulu tes. Kadang cukup lihat usaha anak, cara mikirnya, atau pas dia jelasin jawabannya. Hal-hal kecil kayak gini sebenernya udah masuk ke individualisasi, tapi rasanya lebih manusiawi dan nggak ribet.

      Hapus
  22. Terima kasih bapak karena telah memberikan materi ini, setelah saya baca materi yang ini saya suka materi bapak tentang filosofi pendidikan Finlandia yang fokusnya ke kompetensi transversal itu. Konsepnya bagus banget, ya, karena tujuannya jelas agar ilmu yang dipelajari di sekolah itu benar-benar bisa dipakai dalam situasi kehidupan nyata. Jadi, bukan cuma hafalan teori, tapi anak-anak diajarkan bagaimana cara menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu.
    ​Terus, bagian pembiayaan pendidikan yang GRATIS bahkan sampai kuliah, apalagi untuk warga Uni Eropa, itu menunjukkan seberapa besar nilai pendidikan di budaya Finlandia. Pemerintah benar-benar menganggap pendidikan itu hal yang sangat penting dan jadi hak yang sama buat semua orang yang sudah lulus SMA. Ini kan cita-cita yang luar biasa, di mana semua orang punya kesempatan yang sama tanpa terhalang biaya.

    BalasHapus
  23. Dan materi bapak, tentang sistem dan peran guru. Saya lihat ada sisi yang patut dicontoh di mana awalnya ada kekhawatiran soal tes berisiko tinggi standarisasi dari reformasi tahun 2020, tapi ternyata kebijakan pendidikan mereka malah sangat menekankan pada pengajaran dan pembelajaran yang mendorong guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal.
    ​Ini sejalan dengan bagian yang bilang kalau fleksibilitas dalam sistem pendidikan itu memungkinkan guru untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dan melakukan individualisasi pengajaran. Ini menunjukkan kalau mereka benar-benar percaya bahwa guru adalah elemen kunci yang membuat perbedaan, bukan cuma hasil tes. Sebagai calon guru, ini jadi motivasi buat saya, karena berarti peran kita sangat dihargai untuk membuat proses belajar jadi lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.

    BalasHapus
  24. Disini saya juga suka dengan materi bapak yang membahasas tentang perhatian Finlandia terhadap pendidikan anak usia dini ( PAUD) dan dukungan untuk keluarga. Anak-anak baru mulai sekolah dasar di usia 7 tahun, tapi sebelum itu mereka sudah punya hak untuk penitipan anak atau di taman kanak-kanak. Ini menunjukkan bahwa perkembangan anak dari usia sangat muda itu sudah jadi prioritas. Ditambah lagi, kebijakan cuti orang tua di sana, yang durasinya sangat panjang sampai berbulan-bulan, itu luar biasa. Ada cuti hamil, cuti setelah melahirkan, dan cuti orang tua yang bisa diambil oleh ayah dan ibu. Ini kan menciptakan lingkungan yang sangat mendukung agar anak bisa tumbuh dan menghabiskan waktu yang cukup dengan keluarga di masa-masa awal kehidupannya. Menurut saya, ini adalah fondasi yang kuat kenapa sistem pendidikan mereka bisa berhasil, karena investasi pertamanya dimulai dari keluarga dan masa kanak-kanak yang bahagia.

    BalasHapus
  25. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5B (PGSD)

    Blog kali ini menarik dan membuka wawasan bagaimana Finlandia membangun sistem pendidikan yang kuat.
    Saya berharap Indonesia juga bisa mengambil contoh dari pendekatan pendidikan di Finlandia mulai dari memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada guru. saat ini kita melihat yang viral sekarang banyak sekali orang tua yang melaporkan seorang guru hanya karna cara mendidik. apa lagi yang sekarang seorang guru di lapor kan sampai di proses hukum, hanya karena dia memegang kepala si murid yang demam, melihat nya saya sedih dan khawatir sebagai calon guru, karena niat mendidik sering disalahpahami. Selain itu saya juga berharap pendidikan di Indonesia bisa mengurangi tekanan ujian, dan bisa menciptakan suasana belajar yang manusiawi serta berfokus pada perkembangan anak.
    Terima kasih tulisannya bapak, sangat menginspirasi dan semoga bisa menjadi bahan refleksi bagi dunia pendidikan di Indonesia.

    BalasHapus
  26. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Izin menanggapi materi ini,menurut saya materi ini sangat informatif karena menjelaskan bagaimana sistem pendidikan di finlandia terus berkembang dan beradaptasi.mereka selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari reformasi kurikulum hingga peningkatan kompetensi guru.saya jadi tahu bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang statis, tetapi harus terus diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan zaman.pendekatan ini sangat penting agar siswa mendapatkan pendidikan yang relevan dan bermanfaat.sistem pendidikan di finlandia terus mengalami reformasi dan pembaruan agar tetap relevan dan sesuai dengan kebutuhan zaman, serta berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru.

    BalasHapus
  27. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Saya setuju dengan pendapat bahwa komitmen terhadap kesetaraan adalah kunci keberhasilan pendidikan di finlandia.mereka memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau sosial, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.hal ini tercermin dari kebijakan mereka yang memberikan dukungan finansial dan sumber daya tambahan kepada sekolah - sekolah yang membutuhkan.saya berharap Indonesia juga bisa menerapkan prinsip kesetaraan ini agar semua anak bangsa bisa mendapatkan pendidikan yang layak.komitmen terhadap kesetaraan dalam pendidikan adalah kunci keberhasilan finlandia, di mana semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi atau sosial.

    BalasHapus
  28. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Menurut saya, salah satu hal yang menarik dari artikel ini adalah tentang pentingnya otonomi sekolah dan guru. di finlandia, sekolah dan guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa mereka.mereka tidak terpaku pada standar yang kaku, tetapi bisa berinovasi dan berkreasi.hal ini membuat guru merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi siswa.otonomi sekolah dan guru sangat penting dalam sistem pendidikan finlandia, karena memberikan kebebasan untuk mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan inovatif.

    BalasHapus
  29. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    Materi diatas menceritakan bagaimana sistem Pendidikan finlandia yang konsisten dengan prinsip dasarnya yang menempatkan guru , pembelajaran , dan kesejahteraan pada siswa sebagai pusat pendidikan, finlandia tidak mengikuti tren global yang dimana dapat mendorong persaingan antar sekolah, tes berstandar tinggi, atau standarisasi ketat seperti di negara negara lain . pendekatan ini justru menunjukan bahwa sistem pendidikan finlandia lebih percaya pada kualitas guru dan proses pembelajaran dari pada angka atau nilai tes, sistem pendidikan pada finlandia ini justru berusaha menyiapkan anak agar mama menghadapi kehidupan nyata, semoga dari sistem pendidikan finlandia kita bisa belajar, saya berharap pendidikan indonesia bisa lebih percaya pada kualitas guru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Kornelia Sumiaty sudah sangat tepat karena merangkum bahwa Finlandia konsisten, menempatkan guru, pembelajaran, dan kesejahteraan siswa sebagai pusat, serta menolak tren global yang berbasis persaingan dan tes berstandar tinggi. Tambahan penting dari materi ini adalah bagaimana komitmen itu diwujudkan dalam filosofi pengajaran mereka. Filosofi pendidikan Finlandia didasarkan pada kompetensi transversal yaitu gabungan pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan kemauan yang tujuannya adalah agar siswa bisa menggunakan ilmunya di kehidupan nyata. Ini benar-benar menguatkan poin Kornelia bahwa sistem mereka berupaya menyiapkan anak agar mampu menghadapi kehidupan nyata, bukan sekadar lulus ujian.

      Hapus
  30. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Materi ini mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter dan keterampilan sosial sama pentingnya dengan pengetahuan akademik. di finlandia, siswa tidak hanya diajarkan tentang mata pelajaran, tetapi juga tentang nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial.mereka didorong untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan menghargai perbedaan.hal ini sangat penting agar siswa menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat.pendidikan karakter dan keterampilan sosial sama pentingnya dengan pengetahuan akademik dalam sistem pendidikan finlandia, karena bertujuan untuk membentuk siswa menjadi individu yang bertanggung jawab, beretika, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

    BalasHapus
  31. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM :2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Tambahan lagi saya merasa bahwa keberhasilan finlandia dalam membangun sistem pendidikan yang unggul juga karena adanya dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat. pemerintah memberikan anggaran yang cukup untuk pendidikan, dan masyarakat juga aktif terlibat dalam mendukung kegiatan sekolah.hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran dan perkembangan siswa.kita harus belajar dari finlandia agar bisa membangun sistem pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan berkelanjutan di finlandia, di mana anggaran yang cukup dialokasikan untuk pendidikan dan masyarakat aktif terlibat dalam mendukung kegiatan sekolah.

    BalasHapus
  32. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    setuju sama materi ini, pelajaran dari Finlandia adalah Keberhasilan pendidikan itu datang dari menghargai guru, memberikan mereka kepercayaan dan fleksibilitas, berani menolak tes berisiko tinggi yang sering kali sia-sia, dan memastikan setiap anak mendapat dukungan penuh sejak lahir hingga kuliah secara gratis. Ini adalah model yang fokus pada kualitas belajar dan kesetaraan, bukan hanya persaingan skor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Naida sudah sangat komprehensif karena merangkum semua kunci sukses Finlandia menghargai guru, kepercayaan dan fleksibilitas, menolak tes berisiko tinggi, dan yang paling penting, dukungan penuh sejak lahir hingga kuliah secara gratis. Tambahan penting dari materi ini adalah bahwa pendidikan tinggi di Finlandia benar-benar gratis bukan hanya bagi warga negara Finlandia, tetapi juga untuk pelajar dari Uni Eropa (UE) dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA). Hal ini membuktikan bahwa komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai kesempatan yang sama bagi semua orang itu diterapkan secara nyata dan menyeluruh, dari sekolah dasar hingga masuk politeknik atau universitas. Dengan begitu, motivasi belajar siswa benar-benar didasarkan pada pengembangan diri dan kualitas, bukan terbebani oleh biaya.

      Hapus
  33. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Menurut saya, materi tentang sistem pendidikan Finlandia tahun 2020 ini menunjukkan dengan jelas bahwa mereka berani beda dan menolak ikut-ikutan tren global yang seringkali membuat pendidikan jadi stres. Hal yang paling menonjol adalah penolakan mereka terhadap ujian berisiko tinggi dan persaingan ketat antar sekolah ala pasar. Alasannya sederhana otoritas pendidikan dan guru di sana tidak yakin tes eksternal yang masif itu akan berdampak positif pada pembelajaran siswa, melainkan hanya meningkatkan nilai tes. Ini adalah pelajaran penting bagi perkembangan pendidikan sekarang, bahwa kita harus lebih fokus pada proses belajar dan kualitas pengajaran daripada sekadar mengejar skor.

    Di samping penolakan itu, menurut saya, fondasi kuat mereka terletak pada kesetaraan akses dan filosofi yang membumi. Mereka memastikan pendidikan dibiayai pemerintah dan gratis untuk semua, termasuk pendidikan tinggi, menjadikannya kesempatan yang sama bagi setiap orang. Secara pedagogis, mereka menekankan kompetensi transversal (pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap) agar siswa bisa menggunakan ilmunya di kehidupan nyata. Guru diberi fleksibilitas untuk melakukan pengajaran individual sesuai kebutuhan semua siswa. Intinya, sistem mereka dibangun atas kepercayaan pada guru sebagai elemen kunci dan keyakinan bahwa pendidikan yang baik harus dimulai dari kesejahteraan dan kesiapan siswa untuk hidup, bukan dari tekanan pasar.

    BalasHapus
  34. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    menurut saya, adalah bagaimana Finlandia berhasil membuktikan bahwa menghindari model reformasi pendidikan berbasis pasar adalah keputusan yang tepat dan berani. Di tengah tren global yang mendorong persaingan ketat antar sekolah, standardisasi pengajaran, dan penggunaan tes standar tinggi untuk akuntabilitas, komunitas pendidikan di Finlandia masih belum yakin bahwa arah modis ini akan berdampak baik. Mereka berpegang pada prinsip bahwa hasil akhir sebuah kebijakan haruslah berdampak positif pada pembelajaran siswa sejati, bukan hanya meningkatkan nilai pada tes tertentu. Pelajaran pentingnya adalah perkembangan pendidikan sekarang harus berani mempertanyakan validitas tes berisiko tinggi jika tes tersebut justru mengarah pada pengajaran yang bias, yang sayangnya banyak terjadi di belahan dunia lain.

    BalasHapus
  35. Materi ini menurut syaa menjelaskan bahwasannya keberhasilan dari pendidikan di Finlandia berpatok pada kepercayaan yang tinggi terhadap profesionalisme guru, Finlandia memandang bahwa tes berbasis sensus ini tidak bisa secara otomatis melainkan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    BalasHapus
  36. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Wah menarik..ternyata sistem pendidikan di Finlandia fokusnya bukan ke nilai atau ujian besar, tapi ke proses belajar dan kenyamanan siswa. Anak-anak mulai sekolah di usia 7 tahun, jam belajarnya ngga terlalu panjang, dan minim tekanan. Gurunya juga dipercaya penuh buat ngatur pembelajaran sesuai kebutuhan murid, jadi kelas lebih fleksibel dan manusiawi. Intinya, pendidikan di sana menekankan kesetaraan, kesejahteraan, dan belajar yang bermakna, bukan sekedar ngejar ranking.

    BalasHapus
  37. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm 2386206035

    Kalau sistem pendidikan di Finlandia diterapkan di Indonesia kayaknya bisa tapi ngga sepenuhnya terlaksana, kalau dilihat di negara kita kondisi pendidikanya sangat beragam, mulai dari perbandingan murid dan guru yang kurang seimbang, fasilitas yang brlum merata di setiap daerah dan lain lain..Jadi kayaknya kalo mau menyamakan jam belajar atau menghilangkan ujian total pasti cukup sulit unruk diterapkan. tapi kalau nilai-nilai dasarnya seperti fokus ke proses belajar, kenyamanan siswa, dan kepercayaan pada guru masih sangat mungkin untuk ditiru dan disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

    BalasHapus
  38. Materi ini memberikan gambaran yang jelas bahwa keberhasilan pendidikan Finlandia tidak dibangun dari persaingan antar sekolah atau tekanan tes yang tinggi, tetapi dari kepercayaan terhadap guru dan fokus pada pembelajaran siswa. Finlandia memilih untuk tidak mengikuti tren global yang menekankan standar ketat dan ujian berisiko tinggi, karena mereka menilai bahwa yang terpenting adalah dampaknya terhadap proses belajar anak, bukan sekadar nilai tes.
    Penekanan bahwa guru adalah kunci utama pendidikan menjadi poin penting dalam materi ini. Finlandia percaya bahwa guru yang profesional, diberi kepercayaan, dan memiliki kebebasan dalam mengajar akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Hal ini berbeda dengan sistem yang terlalu banyak mengatur dari luar, yang justru dapat membatasi kreativitas guru dan kebutuhan nyata siswa.

    BalasHapus
  39. materi ini mengajarkan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak selalu harus mahal, kompetitif, atau penuh ujian. Dengan pembiayaan penuh dari pemerintah, akses pendidikan yang adil, serta budaya yang menghargai belajar, Finlandia berhasil membangun sistem pendidikan yang manusiawi dan berkelanjutan. Materi ini sangat relevan sebagai bahan refleksi bagi Indonesia dalam merancang pendidikan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan bangsa sendiri.

    BalasHapus
  40. Nama:Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Izin menanggapi pak, pendidikan di Finlandia pada tahun 2020 tetap dikenal kuat karena fokus pada pemerataan kualitas dan kesejahteraan siswa, bukan sekadar nilai ujian. Guru diberi kepercayaan penuh untuk mengelola kelas, pembelajaran dibuat lebih fleksibel, dan siswa didorong untuk memahami materi secara mendalam tanpa tekanan tes berstandar tinggi, sehingga suasana belajar terasa lebih manusiawi.

    BalasHapus
  41. Nama:Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Izin menggapai pak, sistem ini juga menekankan kolaborasi, kreativitas, dan kompetensi hidup lewat pembelajaran lintas mata pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dampaknya, siswa Finlandia cenderung lebih mandiri, kritis, dan nyaman belajar, sementara kesenjangan antar sekolah bisa ditekan karena kualitas guru dan dukungan negara relatif merata.

    BalasHapus
  42. Nama: Hizkia Thiofany
    Kelas: V A
    Npm: 2386206001

    Pada tahun 2020 finlandia menyempurnakan kurikulum mereka pada saat itu mereka menekankan pendidikan berbasis pembelajaran fenomena dan kesaejahteran siswa di terapkan pada pembelajaran matematika tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu dalam pembelajaran kurikulum mereka saat itu siswa belajar menggunakan cara metode pembelajaran mendalam sehingga siswa belajar
      Lebih giat dan tekun siswa diajarkan untuk memahami konsep pembelajaran matematika lebih mendalam sehingga siswa dapat memahami konsep tersebut.

      Hapus
  43. Nama: Hizkia Thiofany
    Kelas: V A
    Npm: 2386206001

    Menambah tentang kurikulum finlandia dalam pembelajaran tersebut siswa belajar untuk hidup dan mandiri selain itu siswa belajar mengevaluasi diri mereka sendiri tentang pembelajaran tersebut yang mereka pelajari jadi siswa belajar untuk memahami konsep pembelajaran tersebut lebih mendalam.

    BalasHapus
  44. Nama: Ajuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Selain itu, menurut saya Finlandia tidak terburu-buru memulai sekolah. Anak-anak baru masuk sekolah dasar saat usia 7 tahun. Sebelum itu, mereka lebih banyak diberi kesempatan bermain, tumbuh bersama keluarga, dan berkembang secara alami. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di sana tidak hanya mengejar akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan emosi dan kesejahteraan anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara keseluruhan, sistem pendidikan Finlandia mengajarkan bahwa kualitas belajar bukan ditentukan oleh seberapa banyak tes dan persaingan, tetapi oleh bagaimana sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi semua siswa.

      Hapus
  45. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi Pak, dari paparan tentang sistem pendidikan Finlandia ini saya jadi merasa bahwa keberhasilan pendidikan mereka bukan karena tekanan tes atau persaingan antar sekolah, tetapi karena kepercayaan besar kepada guru dan proses pembelajaran itu sendiri. Penekanan pada kualitas pengajaran, fleksibilitas sekolah, serta perhatian pada kebutuhan individual siswa menunjukkan bahwa pendidikan dipandang sebagai proses manusiawi, bukan sekadar angka. Jujur sebagai mahasiswi, saya sering merasa sistem kita masih terlalu fokus pada hasil akhir, sementara Finlandia justru memastikan proses belajarnya sehat terlebih dahulu agar hasilnya mengikuti secara alami.

    BalasHapus
  46. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Saya setuju nih, Pak. Bahwa pendekatan Finlandia yang tidak terburu-buru mengikuti tren reformasi global berbasis pasar justru menjadi kekuatan utama sistem pendidikannya. Keputusan mereka untuk mempertanyakan validitas tes berisiko tinggi terasa sangat relevan, karena nilai tinggi belum tentu mencerminkan pembelajaran yang bermakna. Dari materi ini saya menangkap pesan bahwa pendidikan seharusnya bertanya “apa yang benar-benar dipelajari siswa”, bukan “seberapa tinggi skor yang dicapai”, dan ini terasa sangat kontras dengan realitas pendidikan di banyak negara.

    BalasHapus
  47. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi yaa, Pak. Menurut saya materi di atas, sangat menarik ketika menekankan bahwa guru adalah elemen kunci dalam pendidikan Finlandia, bukan kurikulum kaku atau standar eksternal. Kepercayaan pada profesionalisme guru membuat ruang kelas menjadi lebih hidup dan inovatif. Sebagai mahasiswi pendidikan, saya jadi membayangkan betapa besarnya dampak jika guru diberi ruang berkembang dan dipercaya mengambil keputusan pedagogis, karena dari situlah kualitas pembelajaran yang sesungguhnya bisa tumbuh.

    BalasHapus
  48. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin memberikan saran dari saya, Pak. Jika melihat konteks Indonesia, mungkin kita bisa belajar dari filosofi Finlandia tanpa harus menyalin sistemnya secara utuh. Fokus pada kesejahteraan guru, fleksibilitas pembelajaran, dan dukungan negara terhadap pendidikan sejak usia dini tampaknya menjadi fondasi penting. Materi ini menyadarkan saya bahwa reformasi pendidikan bukan soal cepat berubah, tetapi soal konsisten membangun ekosistem belajar yang sehat dan berkelanjutan.

    BalasHapus
  49. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Kalau boleh curhat sedikit, Pak. Membaca tentang pendidikan Finlandia membuat saya merasa bahwa pendidikan ideal itu memang membutuhkan kesabaran dan keberanian untuk tidak selalu mengikuti arus global. Mulai dari usia sekolah yang lebih matang, dukungan penuh pada keluarga, sampai pendidikan tinggi yang gratis, semuanya menunjukkan bahwa pendidikan diposisikan sebagai investasi sosial jangka panjang. Materi ini membuat saya berpikir bahwa kualitas pendidikan tidak lahir dari tekanan, tetapi dari rasa aman, kepercayaan, dan nilai budaya yang kuat terhadap belajar.

    BalasHapus
  50. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi lagi, Pak. Materi ini membuat saya melihat bahwa keberhasilan pendidikan Finlandia tidak bertumpu pada tes berisiko tinggi atau persaingan antarsekolah, melainkan pada kepercayaan terhadap guru, kualitas proses belajar, dan kesejahteraan siswa. Pendekatan ini terasa lebih manusiawi karena pendidikan dipandang sebagai proses membentuk kemampuan hidup, bukan sekadar mengejar nilai. Dari sini saya jadi berpikir, apakah sistem pendidikan di Indonesia ke depan bisa lebih berani meniru semangat Finlandia dengan menempatkan proses dan kepercayaan pada guru sebagai fokus utama, bukan hanya hasil tes?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaanmu ya Ninda, Sistem pendidikan Indonesia ke depan sangat mungkin untuk menirun semangat pendidikan Finlandia, terutama dalam hal menempatkan peroses belajar dan kepercayaan kepada guru sebagai fokus utama, namun tentu penerapannya tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa penyesuaian dengan kondisi dan konteks Indonesia. Dari materi ini yang dibahas keberhasilan Finlandia bukan karena tes semata , tetapi karena kualitas guru yang sangat diperhatikan bersama, mulai dari seleksi, pendidikan hingga kepercayaan profesional yang diberikan kepada mereka, jika Indonesia ingin mengarah ke sana maka langkah penting yang perlu diperkuat adalah peningkatan kompetensi guru, dukungan terhadap kesejahteraan guru, serta pengurangan tekanan pada evaluasi berbasis tes semata.

      Selain itu, Indonesia juga perlu secara bertahap menggeser paradigma pendidikan dari sekedar mengejar hasil nilai menuju pembelajaran yang berpusat pada proses dan perkembangan siswa. Asesmen tetap penting tetapi lebih sebagai alat refleksi dan perbaikan pembelajaran bukan sebagai tujuan akhir, dengan pendekatan seperti ini pendidikan Indonesia dapat tetap meningkatkan kualitas belajar siswa sekaligus menjaga sisi kemanusiaan dalam pendidikan, tanpa harus terjebak pada persaingan nilai dan peringkat semata.

      Hapus
    2. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Saya izin menjawab pertanyaan komentar dari Ninda Amelia Saputri. Menurut saya, Indonesia bisa kok meniru semangat Finlandia, walaupun caranya pelan-pelan. Kita bisa mulai dengan lebih percaya pada guru dan cara guru mengajar di kelas, tidak hanya melihat nilai ulangan.
      Kalau guru dipercaya, guru bisa mengajar dengan hati, membantu anak yang belum paham, dan membuat belajar jadi menyenangkan. Anak juga tidak terlalu takut salah atau takut tes, jadi lebih berani mencoba.
      Jadi ke depan, menurut saya pendidikan Indonesia bisa lebih fokus pada proses belajar dan kebahagiaan anak, bukan hanya angka nilai. Kalau anak senang belajar dan guru dipercaya, hasilnya juga akan ikut baik 😊

      Hapus
  51. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Disaat negara lain sibuk membuat sekolah saling bersaing layaknya perdagangan, Finlandia justru tenang saja. karena mereka sama sekali tidak tertarik sama sistem siapa yang pendaftarannya paling banyak maka dialah pemenangnya atau menggunakan standar tes yang membuat stress cuma buat gaya-gayaan akuntabilitas. menurut mereka, yang penting itu siswanya benar-benar belajar, bukan cuma dapat nilai tinggi dikertas. lalu tujuan sekolah di sana bukan hanya untuk menghafal buku, tapi agar anak punya kompetensi transversal. intinya, apa yang dipelajari di kelas harus bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah di kehidupan nyata. mereka ingin membentuk individu yang punya sikap, nilai, dan kemauan yang kuat, bukan hanya pintar teori saja.

    BalasHapus
  52. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Sistem pendidikan Finlandia menempatkan pembelajaran siswa sebagai tujuan utama kebijakan. Pemerintah Finlandia menghindari penggunaan tes berisiko tinggi sebagai alat akuntabilitas utama. Otoritas pendidikan memercayai profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran. Guru merancang pengajaran berdasarkan kebutuhan nyata siswa di kelas. Kebijakan tersebut menolak standar eksternal yang kaku dan kompetitif. Sekolah membangun lingkungan belajar yang optimal dan inklusif. Pendekatan ini menjaga kualitas pembelajaran tanpa tekanan pasar pendidikan.

    BalasHapus
  53. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Reformasi pendidikan Finlandia berangkat dari keyakinan terhadap peran guru. Pemerintah memandang guru sebagai faktor utama keberhasilan belajar siswa. Sistem pendidikan memberikan fleksibilitas tinggi kepada sekolah. Guru mengembangkan metode pengajaran inovatif sesuai konteks lokal. Sekolah saling belajar dan menyebarkan praktik terbaik secara alami. Profesionalisme guru terus diperkuat melalui kepercayaan dan dukungan negara. Kebijakan ini mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa

    BalasHapus
  54. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Finlandia menunjukkan bahwa akuntabilitas tidak harus berbasis tes standar nasional. Negara menilai keberhasilan kebijakan dari dampaknya terhadap pembelajaran siswa. Tes tidak dijadikan alat tekanan bagi guru dan sekolah. Otoritas pendidikan mempertanyakan validitas tes jika tidak meningkatkan kualitas belajar. Guru menghindari pengajaran yang bias terhadap ujian. Pembelajaran tetap berfokus pada pemahaman mendalam. Pendekatan ini melindungi esensi pendidikan jangka panjang.

    BalasHapus
  55. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Sistem pendidikan Finlandia juga didukung oleh kebijakan sosial yang kuat. Negara menjamin hak penitipan anak dan cuti orang tua sejak dini. Orang tua memiliki waktu cukup untuk mendampingi perkembangan awal anak. Anak memulai sekolah dasar pada usia tujuh tahun dengan kesiapan yang lebih matang. Kebijakan ini memperkuat fondasi emosional dan sosial anak. Sekolah menerima siswa dengan kondisi perkembangan yang lebih seimbang. Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara negara dan keluarga.

    BalasHapus
  56. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Filosofi pendidikan Finlandia berlandaskan kompetensi transversal. Sekolah mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap secara terpadu. Siswa menggunakan pembelajaran untuk menghadapi situasi kehidupan nyata. Negara membiayai pendidikan sebagai bentuk keadilan sosial. Pendidikan tinggi tersedia gratis bagi semua warga dan kawasan Eropa tertentu. Kebijakan ini memastikan kesempatan yang setara bagi setiap individu. Pendidikan menjadi bagian penting dari budaya dan identitas nasional Finlandia.

    BalasHapus
  57. nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    Sistem pendidikan Finlandia memang sering jadi bahan obrolan kalau kita bicara soal kualitas sekolah. Intinya, mereka punya pandangan unik daripada sibuk berkompetisi antar sekolah atau terus menerus tes standar nasional, mereka lebih fokus pada proses belajar itu sendiri. Guru guru di sana punya kebebasan penuh buat mengajar dengan cara kreatif karena masyarakat sangat percaya pada profesionalisme mereka.

    BalasHapus
  58. nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    Ada hal hal yang buatnya beda
    • Lingkungan belajar tuh dibuat senyaman mungkin supaya siswa betah dan fokus.
    • Guru gak disetir oleh aturan eksternal yang kaku, tapi bebas menentukan konten yang pas buat siswanya.
    • Pendidikan dimulai dengan dukungan kuat bagi orang tua, termasuk libur yang panjang supaya anak mendapat fondasi emosional yang baik sejak bayi.
    • Mulai dari TK sampai kuliah, semuanya gratis buat warga mereka.

    BalasHapus
  59. nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    Filosofi mereka juga cukup menarik karena gak cuma ngejar nilai akademis semata. Mereka mengenalkan konsep kompetisi transversal, yaitu gabungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang bisa dipakai langsung di kehidupan nyata. Jadi, anak-anak gak cuma menghafal teori di buku, tapi dilatih supay punya kemauan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

    BalasHapus
  60. nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Satu hal yang patut dicontoh kayak gimana mereka melihat hasil kebijakan pendidikan. Mereka gak menilai keberhasilan sekolah dari seberapa tinggi nilai tes siswanya, tapi dari apakah kebijakan itu berdampak positif bagi perkembangan anak atau ngga. Kalau sebuah tes malah bikin pengajaran jadi bias dan kaku, mereka gak ragu untuk mempertanyakan validitas tes tersebut.

    BalasHapus
  61. nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    Intinya tu Finlandia membangun sistem yang sangat memanusiakan manusia. Mereka percaya bahwa kalau dengan memberikan rasa aman secara finansial lewat sekolah gratis dan memberikan kepercayaan penuh pada guru, kualitas pendidikan akan meningkat dengan sendirinya. Fokusnya bukan lagi soal siapa yang paling pintar di kertas, tapi bagaimana tiap individu bisa berkembang sesuai kapasitas masing masing dalam lingkungan yang suportif.

    BalasHapus
  62. Menanggapi materi ini, sistem pendidikan yang baik tidak selalu bergantung pada banyaknya ujian atau kompetisi. Finlandia menunjukkan bahwa ketika siswa diberi ruang untuk belajar dengan tenang, tanpa tekanan berlebihan, mereka menjadi berkembang lebih optimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanifah
      5C
      2386206073

      Sistem Finlandia membuktikan bahwa dengan kepercayaan kepada guru, kebebasan bagi siswa, dan fokus pada kesetaraan hasilnya adalah generasi yang berdaya saing tinggi.

      Hapus
    2. Dari materi ini terlihat bahwa kunci sistem pendidikan Finlandia adalah tidak adanya ujian nasional yang menekan, kurikulum yang fleksibel, serta penghargaan tinggi terhadap profesi guru. Berbeda dengan negara lain, Finlandia menekankan kolaborasi dan kesejahteraan siswa sebagai fondasi

      Hapus
  63. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Pak, terima kasih atas materinya. Saya jadi makin paham tentang bagaimana sistem pendidikan di Finlandia yang menekankan kesejahteraan siswa, pembelajaran yang bermakna, dan kepercayaan kepada guru. Bukan hanya soal nilai atau target, tapi juga bagaimana anak merasa senang dan aktif dalam proses belajarnya. Menurut saya ini bisa jadi inspirasi buat kita dalam melihat pendidikan secara lebih humanis dan holistik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Iya, setuju banget. Sistem di Finlandia itu kelihatan sederhana, tapi isinya dalem. Mereka nggak ribet ngejar angka, tapi fokus bikin anak nyaman belajar dan guru dipercaya buat ngatur kelasnya sendiri. Alhasil anak bisa lebih aktif, nggak takut salah, dan belajar dengan perasaan aman.
      Ini jadi pengingat juga buat kita kalau pendidikan nggak melulu soal target kurikulum atau nilai rapor. Perasaan anak, cara mereka menikmati proses belajar, dan hubungan yang sehat antara guru–siswa itu sama pentingnya. Kalau suasananya sudah enak, belajar biasanya ikut jalan dengan sendirinya.

      Hapus
  64. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Izin bertanya ya pak, menurut bapak, bagian dari pendidikan Finlandia mana yang paling mungkin diterapkan di sekolah Indonesia? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Hai Alya Salsabila izin bantu menjawab pertanyaanmu. Kalau Menurutku, bagian dari sistem pendidikan Finlandia yang paling mungkin diterapkan di sekolah Indonesia, sesuai dengan materi Sistem Pendidikan di Finlandia Tahun 2020 (Bagian 3) adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan perhatian terhadap kesejahteraan siswa yang mana didalam materi dijelaskan bahwa pendidikan di Finlandia tidak hanya menekankan pada nilai akademik, tetapi juga pada kenyamanan, kebahagiaan, dan perkembangan siswa secara menyeluruh dan hal ini bisa diterapkan di Indonesia melalui suasana kelas yang lebih ramah, tidak menekan siswa, serta memberi ruang bagi siswa untuk aktif bertanya dan berpendapat.

      Selain itu, materi ini juga menyoroti kepercayaan yang tinggi kepada guru dimana guru di Finlandia diberi kebebasan dalam memilih metode pembelajaran sedangkan di Indonesia, hal ini dapat mulai diterapkan dengan memberi kesempatan guru untuk berinovasi dalam mengajar sesuai kebutuhan siswa, tanpa hanya berfokus pada ujian dan hafalan. Dengan menerapkan hal-hal tersebut dengan baik maka pembelajaran di Indonesia diharapkan bisa menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berpihak pada siswa, meskipun tetap disesuaikan dengan kondisi dan budaya pendidikan di Indonesia. Sekian kamsia...

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Iya, setuju. Yang paling mungkin diterapin di Indonesia itu sebenernya cara pandang ke murid dan proses belajarnya. Guru bisa lebih fokus ke gimana anak belajar, bukan cuma ngejar nilai. Anak juga dikasih ruang buat nanya, nyoba, bahkan salah tanpa takut dimarahin. Penilaian nggak melulu angka, tapi lebih ke catatan perkembangan dan feedback. Hal-hal kayak gini nggak butuh fasilitas canggih, tapi lebih ke perubahan pola pikir guru dan sekolah.

      Hapus
    3. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Saya izin menjawab pertanyaan komentar dari Ninda Amelia Saputri. Menurut saya, bagian pendidikan Finlandia yang paling mungkin diterapkan di sekolah Indonesia adalah cara guru mengajar dan memperlakukan murid. Guru bisa membuat kelas yang ramah dan tidak menakutkan, lebih banyak mengajak anak berdiskusi dan bertanya, bukan hanya menghafal. Guru juga bisa lebih sabar dan menghargai usaha anak, walaupun jawabannya belum benar.
      Selain itu, guru bisa mengurangi tekanan nilai dan lebih memperhatikan proses belajar anak. Hal-hal ini bisa dilakukan tanpa mengubah aturan besar. Dengan langkah kecil seperti ini, sekolah di Indonesia bisa jadi lebih menyenangkan dan membuat anak suka belajar 😊

      Hapus
  65. Nama: Ajuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Guru di Finlandia juga dipercaya sebagai profesional. Mereka tidak ditekan dengan tes yang terlalu sering. Menurut saya, ini membuat guru lebih tenang, kreatif, dan bisa fokus pada kebutuhan siswa bukan hanya mengejar hasil ujian Secara sederhana finlandia mengajarkan bahwa pendidikan itu bukan soal siapa yang paling tinggi nilainya, tetapi bagaimana sekolah benar" membantu anak berkembang dengan utuh.

    BalasHapus
  66. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Setelah saya baca ulang materi di atas, tiba-tiba kepikiran tentang cuti orang tua yang mau melahirkan di Finlandia sudah 2 bulan sebelum melahirkan sudah cuti apa lagi kan kemarin ada berita di Indonesia ibu hamil 9 bulan yang masih bekerja dan terkena musibah kebakaran di tempat kerjanya sampai ibu hamil tersebut tiada atau meninggal dunia disebabakan kejadian tersebut, yang mau aku tanyakan apakah di Indonesia bisa menerapkan hal yang sama dengan Finlandia yang menerapkan cuti panjang selain cuti sebelum melahirkan di mana ada cuti setelah melahirkan 5 bulan dan cuti orang tua 8 bulan serta cuti ayah 9 minggu dan juga peran orang tua yang di anggap penting sekali seperti di Finlandia apakah di Negara ini bisa menerapkan hal tersebut dan dengan cara seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Hai Sinta aku coba bantu jawab pertanyaanmu yah. Menurut pendapatku, kalau kita realistis lihat kondisi Indonesia sekarang, jujur aja meniru model Finlandia secara utuh itu berat atau sulit sih. Bukan karena nggak mungkin secara konsep, tapi karna prioritas pemerintah kita di Indonesia ini masih belum benar-benar berpihak ke perlindungan warga, apalagi soal ibu hamil dan pengasuhan anak. Banyak kebijakan masih fokus ke target ekonomi, sementara keselamatan dan kesejahteraan pekerja sering jadi nomor sekian malahan harus di kasi uang dulu baru bergerak, ini kita omongin realistis nya yah.

      Di Indonesia, cuti panjang seperti di Finlandia kemungkinan besar baru bisa jalan di atas kertas, tapi lemah di pengawasan. Nyatanya, ibu hamil saja masih banyak yang dipaksa kerja berat, malahan sampai kejadian tragis seperti yang kamu sebut. Itu tanda kalau sistem perlindungan tenaga kerja kita masih minim dan nggak tegas.

      Kalau mau lebih masuk akal, perubahan harus dimulai dari hal kecil tapi nyata kaya penegakan hukum ketenagakerjaan yang serius, perlindungan khusus bagi ibu hamil di tempat kerja, dan cuti ayah yang benar-benar diakui (bukan dianggap “libur nggak penting”). Selama negara masih melihat urusan keluarga sebagai masalah pribadi, bukan tanggung jawab bersama, kebijakan ala Finlandia akan sulit diterapkan penuh. Jadi masalahnya bukan idenya, tapi kemauan politik dan kepedulian nyata ke masyarakat.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Intinya, Indonesia sebenarnya bisa ke arah kayak Finlandia, tapi nggak bisa langsung. Soalnya kondisi ekonomi, aturan kerja, dan budaya perusahaan kita masih beda. Di sini, ibu hamil sering masih dipaksa kerja karena sistemnya belum ramah keluarga.
      Tapi bisa mulai pelan-pelan, misalnya perlindungan ibu hamil diperkuat, cuti ayah ditambah, dan perusahaan yang peduli keluarga dikasih dukungan dari negara. Budaya kita sebenernya sudah kuat soal keluarga, tinggal kebijakannya aja yang belum ngikutin.

      Hapus
  67. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Izin menanggapi Pak menurut saya sistem pendidikan Finlandia menarik karena tidak terlalu bergantung pada tes berstandar tinggi mereka lebih fokus pada proses belajar siswa hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak selalu harus diukur dari nilai ujian saja tetapi dari bagaimana siswa benar benar belajar dan berkembang di kelas

    BalasHapus
  68. nama : muhammad nur fuazi
    kelas : 5A PGSD
    npm : 2386206003

    Menurut saya Pak keputusan Finlandia untuk tidak terlalu bergantung pada tes berstandar tinggi menunjukkan bahwa mereka lebih percaya pada proses pembelajaran sehari hari di kelas dan peran guru dalam memahami perkembangan siswa karena dalam kenyataan di sekolah dasar sering kali kemampuan siswa tidak bisa diukur hanya dari satu tes melainkan dari kebiasaan belajar sikap dan usaha yang mereka tunjukkan setiap hari

    BalasHapus
  69. nama : muhammad nur fauzi
    kelas : 5A PGSD
    npm : 2386206003

    Saya setuju Pak bahwa penekanan Finlandia pada profesionalisme guru memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran karena guru diberi kepercayaan untuk menyesuaikan cara mengajar dengan kondisi siswa dan sebagai calon guru SD saya melihat hal ini penting karena setiap kelas memiliki karakter siswa yang berbeda sehingga pembelajaran tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan aturan dari luar sekolah

    BalasHapus
  70. nama : muhammad nur fauzi
    kelas : 5A PGSD
    npm : 2386206003

    Jika saya pahami Pak dukungan negara Finlandia sejak anak masih kecil sampai pendidikan tinggi menunjukkan bahwa pendidikan dianggap sebagai tanggung jawab bersama bukan hanya tugas sekolah dan menurut saya hal ini sangat berpengaruh pada kesiapan siswa di SD karena anak yang sejak awal mendapat perhatian dari keluarga dan negara biasanya lebih tenang lebih percaya diri dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar di kelas

    BalasHapus
  71. nama : muhammad nur fauzi
    kelas : 5A PGSD
    npm : 2386206003

    Dari materi ini menurut saya Pak pendidikan seharusnya membantu siswa berkembang sebagai anak bukan hanya mengejar nilai karena di sekolah dasar tujuan belajar adalah membentuk sikap senang belajar rasa ingin tahu dan kebiasaan yang baik sehingga pendekatan Finlandia yang menekankan suasana belajar nyaman dan kepercayaan kepada guru terasa lebih sesuai dengan kebutuhan anak anak

    BalasHapus
  72. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Dari materi ini kelihatan kalau pendidikan di Finlandia tidak cuma mengejar nilai atau peringkat, tapi lebih fokus ke proses belajar dan perkembangan siswa secara menyeluruh. Siswa dilatih untuk berpikir, berdiskusi, dan memahami makna belajar itu sendiri, bukan sekadar hafal materi. Buat saya sebagai mahasiswa, ini menarik karena menunjukkan bahwa sekolah seharusnya membantu kita siap menghadapi kehidupan nyata, bukan hanya lulus ujian.

    BalasHapus
  73. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Hal lain yang menurut saya menarik adalah bagaimana pendidikan di Finlandia didukung oleh lingkungan di luar sekolah, terutama keluarga. Anak tidak dituntut belajar terlalu cepat, tapi diberi waktu untuk tumbuh dan siap secara mental sebelum masuk sekolah. Ini bikin saya sadar bahwa keberhasilan pendidikan bukan cuma tanggung jawab sekolah, tapi juga hasil dari sistem dan dukungan sosial yang saling melengkapi.

    BalasHapus
  74. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Waktu baca tentang pendidikan di gratis saya langsung emez... Gitu Masyaallah Menurut saya keren banget sih sistem pendidikan di Finlandia yang dibiayai oleh pemerintah, jadi semua orang bisa sekolah tanpa dibebani biaya. Ini kelihatan karena pendidikan dan pelatihan memang dianggap penting dan bernilai tinggi dalam budaya mereka, bukan sekadar kewajiban. Negara benar-benar hadir buat memastikan semua pelajar punya kesempatan yang sama. Kalau dibawa ke Indonesia, sebenarnya konsep ini bisa saja diterapkan, tapi tentu harus realistis melihat kondisi anggaran negara. Jadi bukan cuma soal menggratiskan pendidikan, tapi juga soal bagaimana dana pendidikan diatur dengan bijak supaya tetap adil dan kualitasnya nggak turun. Terkait mbg gratis aja saya sudah kaget kyk wah bisa ya ternyata mengratiskan makanan.

    BalasHapus
  75. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya pak, apa hal yang paling mencolok yang membuat sistem pendidikan Finlandia beda sekali sama negara yang sistemnya berbasis pasar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Hallo Selma aku izin bantu menjawab pertanyaanmu. Jadi dari yang aku baca dan pahami mengenai pertanyaan dari mu ini bahwa perbedaan paling mencolok antara sistem pendidikan Finlandia dan negara yang berbasis pasar terletak pada cara memandang pendidikan itu sendiri. Di Finlandia, pendidikan dipandang sebagai hak dasar warga negara dan tanggung jawab negara, bukan sebagai barang atau jasa yang diperjualbelikan. Negara memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan setara.

      Sekolah-sekolah di Finlandia hampir seluruhnya dikelola oleh pemerintah dan didanai oleh negara, sehingga tidak ada sekolah “unggulan” atau “favorit” yang menciptakan kesenjangan kualitas. Hal ini berbeda dengan sistem berbasis pasar yang cenderung memunculkan kompetisi antar sekolah, komersialisasi pendidikan, serta kesenjangan antara sekolah mahal dan sekolah biasa. Finlandia justru menekankan prinsip kesetaraan (equity), keadilan, dan kepercayaan, sehingga tujuan utama pendidikan adalah mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, bukan memenangkan persaingan.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Menurutku Di Finlandia, sekolah itu hak semua anak, bukan barang dagangan. Jadi nggak ada tuh istilah sekolah favorit, promosi sekolah, atau saingan rebut murid. Semua sekolah dianggap harus sama bagusnya. Finlandia milih jalan beda, percaya sama guru, fokus ke anak, dan nggak kejar ranking. Mereka lebih mikir anaknya berkembang nggak? daripada sekolah ini nomor berapa?.

      Hapus
    3. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Hallo Selma Alsayanti Mariam saya izin menjawab pertanyaan komentar anda yaa. Menurut saya, hal yang paling mencolok adalah di Finlandia sekolah nggak dijadikan tempat persaingan. Di negara yang sistemnya berbasis pasar, sekolah sering bersaing cari murid, mengejar nilai tinggi, dan banyak tes. Sekolah seperti perlombaan, siapa yang terbaik. Sedangkan di Finlandia, semua sekolah dianggap sama baiknya. Guru dipercaya, anak nggak ditekan dengan banyak ujian, dan sekolah saling membantu, bukan saling mengalahkan. Tujuannya bukan cari juara, tapi semua anak bisa belajar dengan baik dan bahagia 😊

      Hapus
  76. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya kembali pak, mengapa orang Finlandia seperti anti sekali sama tes standar yang tinggi atau kompetisi ketat antar sekolah seperti di negara-negara lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Hai Selma izin bantu menjawab pertanyaanmu. Jadi dari materi di atas, dari yang aku baca dan pahami juga bahwa Finlandia tidak menolak evaluasi, tetapi menolak penilaian yang bersifat menekan dan berorientasi pada peringkat. Sistem pendidikan Finlandia percaya bahwa tes standar berskala besar dan kompetisi ketat dapat menimbulkan stres, kecemasan, serta menggeser tujuan belajar dari memahami konsep menjadi sekadar mengejar nilai. Oleh karena itu, Finlandia lebih mengutamakan penilaian formatif, yaitu penilaian yang membantu siswa berkembang, bukan menghakimi kemampuan mereka.

      Guru diberi kepercayaan penuh untuk menilai kemajuan siswa berdasarkan observasi, diskusi, tugas, dan refleksi belajar. Kepercayaan tinggi terhadap profesionalisme guru membuat negara tidak merasa perlu mengontrol kualitas pendidikan melalui ujian nasional yang ketat. Selain itu, minimnya kompetisi antar sekolah menciptakan iklim belajar yang lebih sehat, kolaboratif, dan inklusif, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman sesuai dengan ritme dan potensinya masing-masing.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Soalnya Finlandia mikir
      kalau anak terlalu sering dites, diranking, dibanding-bandingin, yang kepake itu cuma otot hafalan, bukan otak mikir. Anak jadi belajar karena takut, bukan karena pengen ngerti.
      Mereka juga anti kompetisi antar sekolah karena nanti ujung-ujungnya sekolah kaya makin jaya, sekolah kecil makin keteteran. Anak malah jadi korban sistem.
      Jadi buat Finlandia, belajar itu proses, bukan lomba. Yang penting anak nyaman, ga takut salah, dan pelan-pelan ngerti. Nilai mah nyusul.

      Hapus
  77. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya lagi pak, menurut materi yang bapak berikan ini. hal apa yang membuat guru-guru di Finlandia itu dianggap lebih penting daripada program belajar atau standar nilai? lalu di Finlandia, peran ayah ketika anak baru lahir itu seperti apa? mengapa pemerintahnya sampai menyarankan ayah untuk mengambil cuti juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Halo Selma aku bantu jawab pertanyaanmu yah. Kalau menurutku dari materi ini, guru di Finlandia itu dianggap paling penting karena mereka yang langsung memengaruhi proses belajar anak, bukan program atau angka nilai. Negara percaya, guru yang profesional dan dipercaya akan otomatis menyesuaikan cara mengajar dengan kebutuhan siswa, jadi pembelajaran lebih bermakna daripada sekadar ngejar standar.

      Kalau soal peran ayah, di Finlandia ayah dianjurkan ambil cuti karena pengasuhan anak dianggap tanggung jawab bersama kan, bukan cuma ibu. Hadirnya sosok ayah sejak awal bikin anak lebih sejahtera, pastinya ibu lebih terbantu juga, dan keluarga lebih seimbang. Pemerintah mendorong ini karena kesejahteraan anak sejak lahir berpengaruh besar ke kesiapan belajar dan kualitas pendidikan ke depannya.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Di Finlandia itu guru dianggap penting banget karena mereka percaya sama gurunya. Guru nggak cuma disuruh ngikutin aturan atau ngejar nilai. Mereka dikasih kebebasan buat ngatur kelas sesuai kondisi murid. Intinya, yang paling ngerti anak itu ya gurunya, bukan kertas kurikulum. Makanya fokusnya ke kualitas guru, bukan ribetnya sistem.
      Terus soal ayah, di sana ayah beneran dilibatin, bukan cuma kerja lalu pulang capek Pemerintah malah nyaranin ayah ambil cuti biar ikut ngurus bayi dari awal. Soalnya kalau ayah ikut terlibat, anak lebih nyaman, ibu nggak kewalahan, dan suasana keluarga jadi lebih sehat. Mereka percaya, anak yang diasuh bareng-bareng dari kecil bakal lebih siap pas masuk sekolah nanti.

      Hapus
    3. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Saya izin menjawab pertanyaan komentar dari Selma Alsayanti Mariam. Menurut saya, di Finlandia guru dianggap sangat penting karena gurunya dipilih dan dilatih dengan sangat baik. Jadi pemerintah lebih percaya pada cara guru mengajar di kelas daripada hanya melihat program atau nilai ujian. Guru tahu kebutuhan muridnya, jadi merekalah yang paling mengerti bagaimana anak belajar dengan baik. Tentang ayah, di Finlandia ayah juga punya peran besar saat anak lahir. Ayah dianjurkan ikut mengambil cuti supaya bisa membantu ibu dan mengasuh bayi bersama. Pemerintah menyarankan itu karena anak butuh kasih sayang dari ayah dan ibu, dan keluarga jadi lebih bahagia. Kalau ayah dan ibu kerja sama dari awal, anak bisa tumbuh sehat dan merasa aman, itu juga membantu anak lebih siap belajar saat besar nanti 😊

      Hapus
  78. Ingin menambahkan sedikit Di sana, jam sekolah tidak terlalu panjang, tapi guru diberi kepercayaan besar untuk mengatur pembelajaran sesuai dengan kebutuhan muridnya. Guru dianggap sebagai profesional yang tahu betul apa yang terbaik untuk muridnya, bukan hanya orang yang “mengajar murid”. Kalau menurut saya, ini jadi kunci kenapa sistem itu bisa berjalan baik karena guru punya otonomi dan tidak dibebani terlalu banyak aturan administratif atau tekanan hasil ujian.

    BalasHapus
  79. Nama: Finsensos Maria Seno
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206090

    Sistem ini tidak terpengaruh oleh persaingan antar sekolah, standarisasi pengajaran, atau tes berstandar tinggi untuk akuntabilitas, karena komunitas pendidikan belum yakin dampaknya positif.

    BalasHapus
  80. Nama: Finsensos Maria Seno
    Kelas:5D PGSD
    Npm: 2386206090

    Kebijakan menekankan sekolah menciptakan lingkungan optimal dan konten pengajaran yang sesuai, berbeda dengan negara lain yang menggunakan arahan eksternal.

    BalasHapus
  81. Nama: Finsensos Maria Seno
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206090

    Reformasi mengutamakan profesionalisme guru; peningkatan profesionalisme mereka mendorong metode pengajaran efektif dan fleksibilitas sistem.

    BalasHapus
  82. Nama: Finsensos Maria Seno
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206090

    Sekolah dapat saling belajar dan mengadopsi praktik terbaik inovatif, serta memperluas metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa.

    BalasHapus
  83. Nama: Finsensos Maria Seno
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206090.


    Kesesuaian dengan kehidupan keluarga: Ada hak cuti orang tua yang panjang (sekitar 8 bulan) untuk bersama anak, mendukung kesiapan anak sebelum masuk sekolah dasar pada usia 7 tahun.

    BalasHapus
  84. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Tulisan ini memberi gambaran bahwa kekuatan pendidikan Finlandia terletak pada kepercayaan kepada guru, fokus pada kualitas pembelajaran, dan kepedulian pada kesejahteraan anak sejak usia dini, bukan pada tes dan persaingan semata. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang manusiawi, fleksibel, dan didukung penuh oleh negara mampu menciptakan lingkungan belajar yang adil, bermakna, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Iya, aku juga nangkep poin itu. Finlandia kayak nunjukin kalau pendidikan tuh nggak harus ribet sama tes dan persaingan buat bisa berkualitas. Justru dengan percaya sama guru, ngasih ruang buat proses belajar yang nyaman, dan bener-bener peduli sama kondisi anak sejak kecil, hasilnya bisa lebih kena.
      Sekolah jadi tempat yang ramah buat belajar, bukan tempat yang bikin anak stres. Anak dipandang sebagai manusia yang lagi tumbuh, bukan mesin nilai. Dan pas negara hadir buat dukung itu semua, pendidikan jadi lebih adil dan bermakna, bukan cuma bagus di angka tapi juga di kehidupan nyata.

      Hapus
  85. Izin menanggapi Materi ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang sistem pendidikan Finlandia yang berorientasi pada kepercayaan, profesionalisme guru, dan kesejahteraan peserta didik. Penulis dengan jelas menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan Finlandia tidak bertumpu pada standar tes yang ketat atau persaingan antarsekolah, melainkan pada kualitas pembelajaran di kelas dan otonomi guru dalam mengelola proses belajar.Penekanan pada penolakan terhadap sistem pendidikan berbasis pasar dan standardisasi berlebihan menjadi poin penting yang patut dicermati. Finlandia memandang bahwa akuntabilitas terbaik berasal dari kepercayaan terhadap guru sebagai profesional, bukan dari tekanan tes eksternal. Pendekatan ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, bermakna, dan berfokus pada kebutuhan siswa.

    BalasHapus
  86. Izin bertanya pak Mengapa Finlandia menolak model pendidikan berbasis pasar dan kompetisi antarsekolah? Apa risiko model tersebut terhadap kualitas pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Hai Sari aku bantu jawab pertanyaanmu yah. Menurutku mengapa Finlandia menolak model pendidikan berbasis pasar yah karena mereka nggak yakin persaingan dan tes ketat benar-benar bikin anak belajar lebih baik. Menurut mereka, pendidikan bukan soal siapa sekolah terbaik, tapi bagaimana semua anak bisa belajar dengan baik dan adil.

      Terus risiko model kompetisi itu besar juga misalkan sekolah jadi kejar ranking, guru fokus ngajar buat tes, dan pembelajaran jadi sempit. Akhirnya yang naik cuma nilai, tapi pemahaman, kreativitas, dan kesejahteraan siswa malah turun. Makanya Finlandia lebih pilih percaya ke guru dan memperkuat proses belajar, bukan lomba angka.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Finlandia itu nggak mau sekolah jadi kayak ajang balapan. Mereka takut kalau pendidikan dibikin kayak pasar, sekolah malah sibuk pamer nilai, ranking, dan nama besar, bukan mikirin anaknya paham atau nggak.
      Kalau sekolah disuruh saingan, biasanya yang dikejar cuma angka dan prestasi kelihatan. Anak bisa stres, guru juga ketekan. Akhirnya belajar jadi nggak enak. Di sana semua sekolah diperlakukan sama, jadi fokusnya ke bikin anak nyaman belajar dan berkembang pelan-pelan, bukan soal siapa yang paling jago.

      Hapus
  87. Izin bertanya lagi pak Dalam konteks profesionalisme guru, bagaimana otonomi yang diberikan kepada guru di Finlandia dapat meningkatkan inovasi pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Okey aku bantu jawab lagi yah Sari. Kalau sepengetahuanku itu karna guru di Finlandia punya otonomi dan kepercayaan penuh, mereka bebas mencoba cara mengajar yang kreatif dan sesuai kebutuhan murid, tanpa takut melanggar aturan kaku. Guru bisa bereksperimen, refleksi, lalu berbagi praktik baik dengan sekolah lain. Dari situ inovasi tumbuh alami, bukan karena perintah, tapi karena guru merasa bertanggung jawab dan dihargai sebagai profesional.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Menurutku Gini ya, di Finlandia guru dikasih kepercayaan penuh. Mereka bebas ngatur cara ngajar, milih metode, bahkan nyesuain materi sama kondisi muridnya. Karena nggak terlalu dikejar target administrasi atau ujian ribet, guru jadi punya ruang buat coba hal baru.
      Akhirnya inovasi muncul alami. Guru bisa bikin pembelajaran yang kreatif, nyambung ke kehidupan sehari-hari, dan sesuai kebutuhan kelasnya. Jadi ngajar nggak sekadar ngejar kurikulum, tapi beneran mikirin: gimana biar anak paham dan enjoy belajar.

      Hapus
  88. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah di baca-baca yang aku lihat di materi ini, rasanya Finlandia itu benar-benar tenang tapi konsisten dalam mengelola pendidikan. Di saat banyak negara tergoda ikut tren global seperti kompetisi antar sekolah, ranking, dan tes standar yang ketat, malahan Finlandia berani bilang, “kita belum yakin ini baik buat anak.” Dari yang aku amati di dunia pendidikan, keputusan seperti ini nggak mudah, karena tekanan global sering kali membuat negara ingin terlihat modern dan cepat berubah. Tapi Finlandia memilih fokus pada satu hal utama seperti apakah anak benar-benar belajar dan berkembang, bukan sekadar nilainya naik.

    BalasHapus
  89. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Aku setuju dengan pandangan bahwa tes berisiko tinggi sering kali menggeser tujuan belajar. Di banyak sistem, guru akhirnya mengajar demi ujian, bukan demi pemahaman. Materi ini mengingatkanku kalau Finlandia sejak awal percaya kalau kunci pendidikan itu ada pada guru dan proses pengajaran, bukan pada standar dan pengawasan berlebihan. Ketika guru dipercaya dan profesionalismenya dibangun secara serius, mereka justru terdorong untuk terus memperbaiki cara mengajar dan saling belajar antar sekolah. Dari situ kualitas tumbuh secara alami, bukan karena dipaksa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Aku juga setuju. Kalau ujian dijadiin tujuan utama, yang terjadi malah belajar jadi sempit dan kaku, pokoknya yang penting keluar di soal. Padahal harusnya sekolah itu bikin anak paham, bukan cuma siap ujian.
      Contoh Finlandia ini kayak ngingetin kalau kepercayaan ke guru tuh penting banget. Waktu guru nggak terus-terusan ditekan target angka, mereka malah punya ruang buat mikir, nyoba cara baru, dan refleksi bareng guru lain. Kualitasnya tumbuh pelan tapi sehat, bukan karena takut diawasi, tapi karena emang pengen ngajarnya makin baik.

      Hapus
  90. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Terus tuh bagian tentang pendidikan anak usia dini dan dukungan keluarga menurutku sangat penting. Anak baru masuk sekolah di usia 7 tahun, tapi sebelum itu mereka sudah mendapat hak penitipan, pendidikan dini, dan dukungan penuh dari orang tua yang diberi cuti panjang. Ini menunjukkan kalau Finlandia melihat pendidikan sebagai ekosistem, bukan cuman urusan sekolah. Anak yang tumbuh dengan rasa aman, cukup waktu bersama orang tua, dan lingkungan yang mendukung tentu lebih siap belajar ketika masuk sekolah formal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Bagusnya juga pembahasan filosofi kompetensi transversal terasa relevan dengan tantangan zaman sekarang. Pendidikan nggak cuman soal hafalan, tapi soal kemampuan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Dari yang ku ketahui , banyak siswa sebenarnya pintar secara akademik, tapi bingung ketika harus menghadapi masalah nyata. Finlandia mencoba menjembatani itu sejak awal, lewat pendidikan yang menekankan sikap, nilai, dan keterampilan hidup.

      Hapus
    2. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Terakhir pak, fakta kalau pendidikan dari dasar sampai universitas dibiayai negara dan gratis menunjukkan betapa seriusnya Finlandia memandang pendidikan sebagai hak dan investasi sosial, bukan komoditas. Ketika akses pendidikan setara, latar belakang ekonomi nggak terlalu menentukan masa depan seseorang. Menurutku, inilah fondasi utama keadilan dalam pendidikan Finlandia.

      Hapus
  91. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Secara keseluruhannya, materi ini membuatku merasa kalau kekuatan sistem pendidikan Finlandia bukan terletak pada kebijakan yang “wah”, tapi pada keberanian untuk percaya pada guru, anak, dan proses jangka panjang. Mereka nggak tergesa-gesa mengikuti arus global, tapi konsisten membangun sistem yang manusiawi, adil, dan berorientasi pada pembelajaran yang sesungguhnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Iya, aku juga nangkepnya begitu. Justru yang bikin Finlandia kuat itu karena mereka berani sabar dan konsisten. Nggak kejar hasil instan atau kebijakan yang kelihatan keren di luar, tapi fokus ke proses belajar anak dari hari ke hari. Kepercayaan ke guru dan siswa itu jadi pondasi utama, bukan sekadar slogan.
      Pendekatan yang manusiawi ini bikin sekolah jadi tempat aman buat belajar, salah, dan berkembang. Hasilnya mungkin nggak langsung kelihatan cepat, tapi jangka panjangnya kuat. Dari situ keliatan kalau pendidikan yang adil dan masuk akal itu nggak harus ribet, tapi butuh komitmen dan kepercayaan yang besar.

      Hapus
  92. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Ternyata rahasia sukses pendidikan Finlandia itu simpel tetapi mendalam, mereka lebih fokus ke manusianya. bayangkan saja, anak baru mulai sekolah di usia 7 tahun. karena mereka membebaskan orang tua untuk fokus mengurus bayinya dulu dengan jatah cuti yang oke sekali. mereka juga tidak mau ikut-ikutan trend global yang dikit-dikit ujian beresiko tinggi. untuk mereka, yang penting itu bagaimana ilmu yang dipelajari di sekolah bisa digunakan di kehidupan nyata, bukan hanya untuk pamer angka di kertas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Setuju banget sih. Dari materi itu kelihatan kalau Finlandia tuh bener-bener memanusiakan pendidikan. Mereka nggak buru-buru ngejar anak harus cepat pintar, tapi mikirin kesiapan anaknya dulu, baik secara emosi maupun mental. Masuk sekolah umur 7 itu nunjukin kalau masa kecil dianggap penting, bukan sekadar fase persiapan akademik.
      Terus soal ujian juga keren. Mereka nggak ribet ngejar ranking atau tes besar, tapi fokus ke apa yang bener-bener kepakai di hidup sehari-hari. Jadi sekolah nggak cuma soal angka, tapi soal bekal hidup. Rasanya itu yang sering kita lupa, pendidikan harusnya bikin anak siap hidup, bukan cuma siap ujian.Setuju banget sih. Dari bacaan itu kelihatan kalau Finlandia tuh bener-bener “ngemanusiakan” pendidikan. Mereka nggak buru-buru ngejar anak harus cepat pintar, tapi mikirin kesiapan anaknya dulu, baik secara emosi maupun mental. Masuk sekolah umur 7 itu nunjukin kalau masa kecil dianggap penting, bukan sekadar fase persiapan akademik.
      Terus soal ujian juga keren. Mereka nggak ribet ngejar ranking atau tes besar, tapi fokus ke apa yang bener-bener kepakai di hidup sehari-hari. Jadi sekolah nggak cuma soal angka, tapi soal bekal hidup. Rasanya itu yang sering kita lupa, pendidikan harusnya bikin anak siap hidup, bukan cuma siap ujian.

      Hapus
  93. NAMA : Miftahul hasanah
    kelas : 5C
    npm : 2386206040

    artikel ini menggambarkan bahwa sistem pendidikan Finlandia menekankan lingkungan belajar yang optimal, profesionalisme guru, fleksibilitas dalam pengajaran, dan fokus pada perkembangan siswa secara menyeluruh daripada sekadar hasil ujian, sehingga sistem ini sering dianggap berbeda dari model pendidikan tradisional yang banyak terfokus pada tes skor tinggi dan standarisasi. Menurut Bapak, bagaimana strategi yang paling realistis agar sekolah kita bisa mengadaptasi beberapa prinsip Finlandia tersebut — seperti fleksibilitas pengajaran dan fokus pada proses belajar — dalam konteks nyata Indonesia yang memiliki keterbatasan sumber daya dan budaya pembelajaran yang berbeda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Selma Alsayanti Mariam
      Npm: 2386206038
      Kelas: VC

      Saya izin bantu menjawab ya mifta, menurut saya yang paling realistis itu tidak menirukan Finlandia secara mentah-mentah, tapi mengambil prinsip dasarnya lalu disesuaikan dengan kondisi Indonesia. kita kan beda budaya, beda fasilitas, dan beda jumlah siswa. strategi yang bisa dilakukan misalnya, guru diberikan ruang fleksibilitas dalam mengajar, tidak harus selalu kaku sama metode atau buku. walaupun sarana terbatas, guru tetap bisa membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna lewat diskusi, kerja kelompok, dan tugas berbasis masalah yang dekat sama kehidupan siswa. selain itu, fokus ke proses belajar, bukan cuma nilai. penilaian bisa lebih banyak menggunakan observasi, refleksi, atau proyek sederhana, jadi guru bisa melihat perkembangan siswa secara menyeluruh. ini masih mungkin dilakukan tanpa butuh biaya besar. yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas guru lewat pelatihan yang relevan dan saling berbagi praktik baik antar guru. intinya, walaupun kondisi kita terbatas, prinsip Finlandia seperti fleksibilitas, kepercayaan ke guru, dan perhatian ke perkembangan siswa tetap bisa diterapkan secara bertahap dan realistis di sekolah Indonesia.

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Kalau menurutku sih nggak usah muluk-muluk kayak Finlandia. Di sekolah kita juga bisa kok mulai dari hal kecil. Misalnya pas ngajar, guru nggak cuma ngejar materi selesai, tapi ngasih waktu anak buat nanya, ngobrol, atau cerita pakai contoh yang dekat sama hidup mereka.
      Terus soal nilai, jangan melulu fokus angka. Anak yang masih salah tapi mau usaha juga perlu diapresiasi, biar mereka nggak takut belajar.
      Jadi walaupun fasilitas terbatas, yang penting cara ngajarnya lebih manusiawi. Pelan-pelan aja, disesuaiin sama kondisi sekolah masing-masing. Yang penting anak merasa nyaman dan mau belajar

      Hapus
  94. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Menarik sekali membaca bagaimana Finlandia melawan arus reformasi pasar pendidikan yang lagi ngetrend di dunia. mereka tidak setuju kalau sekolah harus bersaing ketat atau gurunya diawasi lewat tes sensus eksternal yang ribet. alih-alih mengukur skor, mereka lebih memilih membuat lingkungan belajar yang nyaman dan memberikan kebebasan untuk guru buat berinovasi di kelas. fokusnya jelas sekali kompetensi yang bisa digunakan untuk bertahan hidup (transversal), bukan hanya jago menjawab soal pilihan ganda saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Setuju banget sih. Dari materi itu kelihatan kalau Finlandia emang beda arah sama banyak negara lain. Mereka kayak lebih percaya sama gurunya dan proses belajar anak, bukan sibuk ngejar ranking atau angka tes. Justru karena nggak ditekan soal skor, guru jadi lebih bebas nyoba cara ngajar yang kreatif dan sesuai sama kebutuhan muridnya.
      Yang keren juga, fokus mereka ke kemampuan hidup beneran, kayak mikir kritis, kerja sama, dan nyelesain masalah sehari-hari. Jadi matematika, sains, atau pelajaran lain tuh nggak berdiri sendiri, tapi nyambung sama kehidupan nyata. Rasanya pembelajaran jadi lebih masuk akal dan nggak bikin anak stres cuma karena ujian.

      Hapus
  95. Nama: Stevani
    NPM: 2387206045
    Kelas: VC
    Kalau dilihat dari materi ini, keliatan banget kenapa pendidikan Finlandia bisa kuat tanpa ribet ngejar tes. Mereka nggak percaya pendidikan naik gara-gara banyak ujian atau standar kaku, tapi karena guru dipercaya penuh sebagai profesional. Fokusnya ke lingkungan belajar yang nyaman, pengajaran yang fleksibel, dan kebutuhan tiap anakbukan ke angka semata.
    Yang keren, Finlandia juga mikir pendidikan dari hulu: dukungan keluarga, hak anak sejak usia dini, sampai kuliah gratis. Jadi belajar itu bukan tekanan, tapi budaya. Intinya, Finlandia nunjukin kalau pendidikan berkualitas lahir dari kepercayaan, keadilan, dan proses belajar yang manusiawi, bukan dari persaingan dan tes berisiko tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Stevani
      NPM: 2387206045
      Kelas: VC
      Saya punys pertanyaan,
      Jika Finlandia menempatkan kepercayaan pada guru sebagai kunci utama, sejauh mana sistem pendidikan kita sudah benar-benar mempercayai guru sebagai profesional, bukan sekadar pelaksana kebijakan?
      Dan sampai sejauh mana kebijakan pendidikan seharusnya disesuaikan dengan budaya dan konteks sosial suatu negara, bukan mengikuti tren global seperti PISA?

      Hapus
    2. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Hai Stevani aku coba bantu jawab yah. Dari yang aku liat yah kalau dibandingkan Finlandia, jujur aja sistem pendidikan kita masih belum sepenuhnya percaya pada guru. Guru di sini tuh masih sering diposisikan sebagai pelaksana kebijakan seperti ikut kurikulum yang sering berubah, dikejar administrasi, dan ditekan target nilai. Kalau kepercayaan ada, tapi masih setengah-setengah dan banyak kontrol dari atas.

      Nah soal kebijakan, seharusnya pendidikan dibangun dari budaya dan kondisi sosial kita sendiri, bukan sekadar ngejar tren global seperti PISA. Data internasional boleh jadi cermin, tapi bukan kompas utama. Finlandia memberi contoh bahwa pendidikan yang kuat itu lahir dari konteks lokal dan nilai masyarakatnya, bukan dari ikut lomba global.

      Hapus
    3. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Izin jawab yaa, kalau menurutku. Intinya gini, di Indonesia tuh guru belum sepenuhnya dipercaya. Katanya profesional, tapi masih dibatesin banyak aturan, laporan, target ini-itu. Jadi guru sering sibuk ngurus administrasi, bukan fokus ke ngajar.
      Soal kebijakan juga, nggak bisa asal niru Finlandia atau ngejar ranking dunia. Kondisi kita beda banget. Muridnya banyak, latar belakangnya macem-macem, budayanya juga beda.
      Harusnya sih pemerintah kasih arah besar aja, sisanya biarin guru yang ngatur sesuai kondisi kelasnya. Kalau guru dipercaya, biasanya malah lebih niat, kreatif, dan tanggung jawab.

      Hapus
  96. Saya sangat setuju bahwa keberhasilan pendidikan seharusnya diukur dari kualitas pembelajaran nyata siswa, bukan sekadar angka-angka di atas kertas hasil tes berstandar.

    BalasHapus
  97. Artikel ini membuka mata bahwa kolaborasi dan kepercayaan terhadap guru jauh lebih efektif daripada menciptakan persaingan ketat antar sekolah yang justru bisa merusak ekosistem pendidikan.

    BalasHapus
  98. Saya rasa Indonesia bisa belajar dari Finlandia bahwa "kurang itu lebih" dengan tidak membebani siswa dengan tes berisiko tinggi, mereka justru memiliki ruang lebih luas untuk berkembang secara alami.

    BalasHapus
  99. Kekhawatiran komunitas pendidikan Finlandia terhadap "tren global" menunjukkan sikap kritis yang penting agar kebijakan pendidikan tetap memiliki integritas dan validitas jangka panjang.

    BalasHapus
  100. esensi dari sistem pendidikan Finlandia itu bukan cuma siapa yang pintar ikut ujian cepat tapi membantu setiap anak berkembang secara menyeluruh akademis sosial dan emosional menurut kamu sendiri model kayak gini cocok nggak kalau diterapkan di sekolah kita

    BalasHapus
  101. Saya sangat menyarankan pembaca setia website buyaadin untuk membaca mengenal pendidikan di Finlandia mulai dari bagian 1 hingga bagian 3 secara berurut.
    Karena apa, ketika kita membaca mengenal pendidikan di Finlandia secara berurut kita akan semakin terpukau lagi dengan sistem pendidikan yang ada di negara Finlandia.
    Pada bagian 1 kita disuguhkan dengan penjelasan penting dari kebijakan dalam pendidikan di Finlandia lalu pada bagian 2 kita mengenal guru dan cara Finlandia melaksanakan ujiannya, dan pada bagian yang ke-3 kita mengenal sistem pendidikan di negara Finlandia.
    Dengan bacaan yang berurut kita semakin menginginkan situasi negara pendidikan di Indonesia ini dapat menyamakan sistem pendidikan yang ada di negara Finlandia, mulai dari kebijakan pendidikan ,cara memanusiakan manusia, cara menghargai guru, dan cara menerapkan pendidikan yang baik pada anak didik,ya mungkin itu adalah mimpi setiap anak bangsa Indonesia yang membaca sistem pendidikan di Finlandia ini.

    Terima kasih website buyaadin karena telah menyuguhkan bacaan-bacaan yang sangat bermanfaat dan bacaan-bacaan yang cukup memotivasi kami sebagai anak bangsa untuk mulai dari diri sendiri agar dapat menerapkan pembelajaran yang baik di Indonesia ketika kami menjadi seorang pendidik kedepannya.

    BalasHapus
  102. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    salah satu hal yang sering dibicarakan tentang pendidikan Finlandia adalah tingginya otonomi guru, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan penilaian yang lebih deskriptif dibanding angka*, yang diyakini membantu siswa menjadi pembelajar mandiri dan berpikir kreatif. Namun di praktik nyata di banyak sekolah kita, guru seringkali dibatasi oleh kurikulum kaku dan tuntutan penilaian formal yang seragam. Menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif supaya guru bisa menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih student‑centered dan inovatif tanpa mengalami konflik dengan tuntutan administratif dan kurikulum nasional?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Menurutku sebenernya guru nggak perlu ribet atau melawan sistem. Kurikulumnya jalan, administrasi tetap ada, tapi cara ngajarinnya aja yang dibikin lebih luwes. Materi yang sama bisa dibawain pakai diskusi, kerja kelompok, atau contoh yang dekat sama kehidupan anak, jadi muridnya lebih aktif.
      Soal nilai juga nggak harus melulu ulangan. Guru bisa lihat prosesnya, anaknya berani nanya nggak, mau nyoba nggak, kerjasamanya gimana. Itu bisa dicatet sambil jalan, terus nilainya tetap masuk.
      Intinya, nggak harus langsung kayak Finlandia. Pelan-pelan aja, mulai dari hal kecil di kelas sendiri. Yang penting murid nggak cuma dengerin, tapi ikut mikir dan ngerasa belajar itu asik, bukan beban.

      Hapus
  103. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi Pak, Wah meskipun dunia menghadapi tantangan pandemi pada tahun tersebut, Finlandia ternyata berhasil melakukan transisi ke pembelajaran jarak jauh dengan relatif mulus karena infrastruktur digital yang sudah matang dan tingkat kemandirian siswa yang tinggi yah. Sistem penilaian tetap bersifat formatif tanpa adanya ujian standar nasional yang memicu stres, kecuali ujian akhir saat lulus sekolah menengah atas. Selain itu juga, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah memastikan bahwa setiap anak mendapatkan dukungan nutrisi, kesehatan mental, dan bimbingan belajar secara cuma-cuma. Dengan begitu, menegaskan prinsip bahwa pendidikan berkualitas adalah hak dasar bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. Kiranya Indonesia juga dapat melakukan hal yang sama.

    BalasHapus
  104. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Materi ini menjelaskan bagaimana sistem pendidikan di Finlandia yang sangat menghargai peran guru. Menurut saya, kepercayaan yang besar kepada guru membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan tidak menekan siswa. Jika Indonesia bisa mengambil sebagian konsepnya, kualitas pendidikan mungkin bisa perlahan meningkat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Yormatiana Datu Limbong
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206082

      Saya ingin bertanya, apakah sistem seperti di Finlandia bisa diterapkan di Indonesia meskipun kondisi dan fasilitasnya berbeda?

      Hapus
    2. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Kalau ditanya bisa atau nggak, jawabannya nggak bisa ditiru mentah-mentah. Finlandia sama Indonesia itu kondisinya beda jauh. Di sana muridnya lebih sedikit, fasilitasnya rata, dan dari rumah juga sudah dibiasakan disiplin.
      Tapi bukan berarti nggak bisa ngapa-ngapain. Yang bisa ditiru itu cara mikirnya, bukan sistemnya persis. Misalnya, guru lebih dipercaya, anak nggak terus-terusan ditekan ranking, dan belajar lebih ditekankan ke paham, bukan cuma nilai.
      Jadi intinya, Finlandia itu buat contoh dan inspirasi, bukan buat disalin bulat-bulat. Indonesia tetap perlu jalan sendiri, yang sesuai sama kondisi sekolah dan siswanya.

      Hapus
  105. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Izin memberikan sedikit tanggapan Pak. Meskipun sistem Finlandia terlihat sangat ideal dengan prinsip tanpa ranking dan tanpa ujian nasional, saya agak kurang setuju jika sistem ini dianggap sebagai solusi mutlak untuk Indonesia. Kita harus ingat bahwa budaya disiplin dan etos kerja masyarakat Skandinavia sudah sangat kuat dari lingkungan keluarga. Di Indonesia, tanpa adanya tekanan berupa peringkat atau ujian, dikhawatirkan motivasi belajar siswa (dan bahkan kinerja guru) justru akan menurun drastis karena merasa tidak ada standar yang harus dicapai. Bukankah kompetisi yang sehat terkadang justru diperlukan untuk memacu prestasi di tengah masyarakat yang heterogen seperti kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Menurutku pendapat ini valid banget. Indonesia sama Finlandia jelas beda. Di sini, kalau nggak ada target, ranking, atau ujian sama sekali, bisa aja malah banyak yang jadi terlalu santai, baik siswa maupun gurunya. Bukan karena nggak mampu, tapi karena budayanya memang belum kebentuk ke arah sana.
      Kompetisi juga nggak selalu buruk kok. Selama masih sehat, justru bisa jadi pemicu semangat belajar. Yang penting tuh bukan ngejar peringkat doang, tapi gimana sekolah tetap punya standar jelas tanpa bikin anak stres. Jadi ya, sistem Finlandia boleh jadi inspirasi, tapi nggak bisa ditelan mentah-mentah. Harus dipilah dan disesuaikan sama kondisi kita.

      Hapus
  106. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Menarik sekali melihat bagaimana mereka sangat menjunjung tinggi prinsip kesetaraan (equity) di atas keunggulan kompetitif. Jadi di sana tidak ada istilah sekolah favorit atau sekolah pinggiran karena semua sekolah punya standar kualitas yang sama. Artikel ini sangat membuka pikiran bahwa pendidikan itu seharusnya merangkul semua anak, bukan cuma yang pintar saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Iya, setuju banget. Bagian itu tuh kena banget sih. Di Finlandia kelihatan jelas kalau pendidikan bukan buat lomba siapa paling unggul, tapi gimana caranya semua anak bisa tumbuh bareng. Jadi nggak ada cerita anak buangan cuma karena sekolahnya bukan favorit.
      Kalau dipikir-pikir, konsep ini bikin sekolah jadi tempat yang lebih manusiawi. Anak nggak langsung dilabel pintar atau kurang, tapi dilihat sebagai individu yang sama-sama punya potensi. Materi ini kayak ngingetin kalau tujuan pendidikan itu bukan nyaring siapa yang paling jago, tapi memastikan nggak ada anak yang ketinggalan.

      Hapus
  107. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Akhirnya saya tiba di bagian 3 ini, terakhir saya membaca pendidikan Firlandia ini di bulan november (bagian 1 dan 2) saya jadi lupa-lupa ingat Pak hehehe.

    Setelah baca bagian 1 dan 2, rasanya makin takjub sama sistem pendidikan Finlandia. Di bagian 3 ini, aku makin sadar bahwa pendidikan di sana bukan cuma soal sekolah, tapi soal kehidupan. Mulai dari usia dini, anak-anak sudah diperlakukan dengan penuh kasih dan perhatian. Mereka punya hak atas penitipan anak, waktu bersama orang tua, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang secara alami.

    Ini bikin aku mikir, pendidikan itu bisa dimulai dari rumah, bukan dari buku.

    BalasHapus
  108. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Apalagi dari cara Firlandia menghargai guru..

    Di sana, guru dianggap kunci utama keberhasilan, bukan sekadar pelaksana kurikulum. Mereka diberi kepercayaan penuh untuk mengajar dengan cara terbaik. Filosofi pendidikan di sana juga fokus pada kompetensi transversal (pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemauan), supaya anak siap menghadapi kehidupan nyata, bukan cuma lulus ujian.

    BalasHapus
  109. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Yang bisa aku simpulkan adalah, bagian 3 ini bikin aku makin yakin bahwa pendidikan itu bukan soal sistem yang rumit, tapi soal nilai-nilai yang kita pegang. Kalau kita percaya bahwa setiap anak punya potensi, dan kita sebagai guru punya peran untuk menumbuhkannya, maka pendidikan bisa jadi alat perubahan yang luar biasa.

    Finlandia sudah membuktikan itu, dan aku jadi makin semangat buat ikut berkontribusi di dunia pendidikan Indonesia.

    BalasHapus
  110. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Sistem di Finlandia keren banget ya, tapi apa mungkin bisa diterapkan di Indonesia yang siswanya jauh lebih banyak? Terus, kalau nggak ada ujian nasional, gimana cara guru memantau standar kemampuan tiap anak secara adil supaya kualitasnya tetap merata di semua sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Menurutku sih wajar banget ngerasa kagum sama sistem Finlandia, tapi kalau diterapin di Indonesia ya pasti ribet. Muridnya aja jauh lebih banyak, belum lagi kondisi sekolah yang beda-beda. Jadi kayaknya emang nggak bisa langsung ditiru mentah-mentah, tapi diambil bagian bagusnya aja.
      Soal nggak ada ujian nasional juga menarik. Di sana guru lebih percaya sama penilaian proses: tugas, proyek, perkembangan anak tiap hari. Memang ada risiko beda standar, tapi karena gurunya bener-bener disiapin, arahnya tetap jelas. Kalau di sini, mungkin bisa dimulai pelan-pelan, nilai ujian nggak jadi satu-satunya penentu. Jadi anak nggak stres, tapi kualitas belajar juga tetap kepantau.

      Hapus
  111. NAMA ;VIRGINIA JAU
    KELAS;VD
    NPM:2386206089
    terimakasih banyak bapak atas atikel yang sudah bapak buat menjelaskan bahwa salah satu alasan utama keberhasilan sistem pendidikan Finlandia adalah kepercayaan besar terhadap profesionalisme guru dan penolakan terhadap reformasi global yang terlalu berfokus pada tes dan standarisasi yang kaku. Guru di Finlandia diberikan kebebasan besar dalam memilih metode dan strategi mengajar sesuai kebutuhan siswa, tanpa harus terikat pada tes berstandar internasional yang sering kali lebih mengukur kemampuan siswa dalam menghadapi ujian daripada pemahaman dan kreativitas mereka.
    Pendekatan ini sangat relevan secara pedagogis karena riset global menunjukkan bahwa kepuasan guru, otonomi profesional, dan kualitas hubungan guru-siswa adalah faktor kunci dalam pencapaian hasil belajar yang bermakna. Dalam sistem seperti ini, guru bukan sekadar “penyampai materi” tetapi fasilitator yang membantu siswa berpikir kritis dan berkembang secara personal. Model ini memberi pelajaran penting bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai angka, tetapi juga kualitas pengalaman belajar yang dapat mendukung pengembangan kompetensi abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA:VIRGINIA JAU
      KELAS:VD
      NPM;2386206089
      Salah satu poin penting artikel adalah bahwa pendidikan di Finlandia dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah dan terbuka untuk semua warga negara tanpa adanya biaya pendidikan, buku, atau kebutuhan belajar lainnya. Ini berarti bahwa setiap siswa memperoleh hak yang sama untuk belajar tanpa beban finansial.
      Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan Finlandia yang menempatkan equity (keadilan) sebagai salah satu fondasi sistem pendidikan — tidak hanya dari sisi biaya, tetapi juga dari sisi dukungan pembelajaran dan kebijakan sosial. Misalnya, semua siswa mendapatkan layanan kesehatan, makanan sekolah, transportasi, dan bantuan akademik sesuai kebutuhan mereka. Pendekatan ini menjaga agar gap sosial dan ekonomi tidak menjadi penghambat kesuksesan pendidikan.
      Menurut analisis banyak studi pendidikan internasional, akses pendidikan yang setara dan dukungan komprehensif bagi semua siswa tidak hanya meningkatkan hasil akademis tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial secara keseluruhan. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, bisa memetik pelajaran penting dari prinsip ini: bahwa pendidikan bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi sosial jangka panjang yang harus dipastikan dapat dinikmati oleh seluruh warga negara tanpa pengecualian.

      Hapus
    2. NAMA:VIIRGINIA JAU
      KELAS;VD
      NPM:2386206089
      Artikel menekankan bahwa sistem pendidikan Finlandia tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi transversal seperti keterampilan berpikir kritis, nilai, sikap, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
      Ini sangat berbeda dengan sistem yang terlalu menekankan rote learning atau teaching to the test. Dalam pendidikan Finlandia, siswa didorong untuk menghubungkan pembelajaran dengan realitas kehidupan, memecahkan masalah nyata, serta bekerja sama secara kreatif. Ini sejalan dengan tren pendidikan internasional yang merekomendasikan pendekatan student-centered learning dan phenomenon-based learning — di mana siswa mengeksplorasi fenomena dunia nyata dari berbagai disiplin ilmu secara simultan.
      Pendekatan seperti ini bukan hanya meningkatkan pemahaman kontekstual tetapi juga membantu siswa menjadi individu yang lebih fleksibel, adaptif, dan kreatif di masa depan — kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia yang cepat berubah. Dengan kata lain, pendidikan Finlandia tidak sekadar mempersiapkan siswa untuk ulangan, tetapi mempersiapkan mereka untuk tantangan nyata dalam kehidupan dan pekerjaan masa depan.

      Hapus
  112. Nama: Ratna Andina
    NPM:2386206074
    Kelas: 5C PGSD
    Menurut saya materi ini menarik banget, soalnya nunjukin kalau pendidikan di Finlandia itu bener-bener fokus ke kualitas, bukan sekadar nilai atau ranking. Anak-anak dikasih ruang buat belajar dengan tenang, tanpa tekanan ujian yang berlebihan. Gurunya juga dipercaya penuh buat ngatur pembelajaran, jadi nggak kaku sama aturan.
    Yang paling kerasa bedanya, sekolah di sana kelihatannya ramah buat siswa. Jam belajar nggak terlalu padat, tapi hasilnya justru bagus karena anaknya enjoy dan nggak stres. Orang tua, guru, dan pemerintah kayak jalan bareng, bukan saling nyalahin.
    Kalau dibandingin sama kondisi di sini, rasanya kita masih terlalu ngejar angka dan target. Padahal dari bacaan ini kelihatan kalau pendidikan yang manusiawi, percaya sama guru, dan mikirin kesejahteraan siswa itu justru bikin sistemnya lebih kuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Ratna Andina
      NPM:2386206074
      Kelas: 5C PGSD
      Menurutku materi ini bikin kita mikir ulang soal sekolah. Di Finlandia itu sekolah bukan tempat buat bikin anak tertekan, tapi tempat yang bikin anak nyaman buat belajar. Mereka nggak ribet sama ujian terus-terusan, tapi lebih fokus ke prosesnya. Anak salah ya wajar, nggak langsung dicap bodoh.
      Guru juga kelihatan dihargai banget. Nggak cuma disuruh ngejar kurikulum, tapi dipercaya penuh buat ngajar sesuai kondisi muridnya. Jadi kelasnya lebih fleksibel, nggak kaku, dan muridnya bisa berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
      Yang paling ngena, pendidikan di sana kayak mikirin manusia dulu baru nilai. Anak diajarin jadi pribadi yang seimbang, bukan cuma jago akademik. Kalau sistem kayak gini bisa diterapin di sini, mungkin sekolah nggak lagi jadi momok, tapi jadi tempat yang ditunggu-tunggu.

      Hapus
  113. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    Menurut aku keren banget kalau di sana guru-gurunya punya kualifikasi tinggi dan kepercayaan besar dari sistemnya jadi mereka bebas berinovasi di kelas tanpa takut ditekan sama ujian nasional terus-menerus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Arjuna
      Npm: 2386206018
      Kelas: 5A
      Aku suka banget bagian yang bilang sekolah di Finlandia itu lebih pendek dan terstruktur santai tapi tetap efektif jadi murid bisa tetap seimbang antara belajar, istirahat, dan aktivitas lain

      Hapus
  114. Sebagai mahasiswa pendidikan, saya pikir salah satu kekuatan sistem Finlandia adalah kepercayaan besar pada guru dan penilaian yang lebih berkelanjutan, bukan hanya hasil ujian akhir. Pendekatan ini sangat relevan dengan teori pembelajaran progresif yang kita pelajari.

    BalasHapus
  115. Artikel ini membantu saya memahami bahwa sistem pendidikan Finlandia sangat memprioritaskan kesetaraan dan kesejahteraan siswa, termasuk dukungan terhadap kebutuhan individu siswa. Ini bisa menjadi inspirasi diskusi di kelas tentang reformasi pendidikan.

    BalasHapus
  116. Artikel ini sangat membuka wawasan saya tentang sistem pendidikan di Finlandia. Saya tertarik bagaimana mereka mengutamakan pembelajaran yang holistik dan berpusat pada siswa, bukan sekadar ujian dan standar semata. Ini bisa jadi bahan refleksi dalam kajian pendidikan kita di kampus.

    BalasHapus
  117. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    sistem pendidikan di Finlandia itu beda dan menarik, karena sekolahnya tidak terlalu mementingkan banyak ujian atau tes standar seperti di banyak negara lain. Mereka lebih fokus pada pembelajaran yang sanggup membuat siswa benar-benar paham dan berkembang. Guru dan sekolah diberikan kebebasan untuk memilih cara mengajar terbaik sesuai kebutuhan siswa mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Finlandia, anak baru mulai sekolah dasar pada usia 7 tahun, dan sebelum itu mereka banyak diberi waktu untuk bermain dan berkembang secara alami. Ini karena mereka percaya kalau anak yang bahagia dan siap secara emosional akan belajar lebih baik.

      Hapus
    2. Sistem ini juga menekankan bahwa semua anak punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bagus, karena pendidikan dibiayai oleh pemerintah dan tersedia untuk semua tanpa biaya besar.

      Hapus
    3. Menurut aku, materi ini penting karena ngajarin kita kalau pendidikan itu bukan cuma soal nilai atau banyak tugas, tapi tentang bagaimana kita bisa belajar dengan nyaman, merasakan proses belajar itu sendiri, dan guru serta sekolah saling bekerja sama supaya semua anak bisa berkembang

      Hapus
  118. Nama : Yasmin
    Kelas : 5D
    NPM : 2386206071

    Sistem pendidikan di Finlandia menekankan fleksibilitas dan pembelajaran yang lebih manusiawi dibanding tekanan ujian yang tinggi. di sana guru punya kebebasan buat ngatur metode ajar supaya sesuai kebutuhan siswa, bukan sekadar ngejar nilai atau tes standar. Pemerintah juga ngasih ruang buat sekolah menciptakan lingkungan belajar yang optimal buat semua siswa. Ini bikin proses belajar di Finlandia terasa lebih santai tapi tetap fokus pada pemahaman siswa.

    BalasHapus
  119. Nama : Yasmin
    Kelas : 5D
    NPM : 2386206071

    menurut saya, yang bikin pendidikan Finlandia menarik itu karena mereka ngurangin tekanan akademik dan fokus ke kesejahteraan siswa. Anak mulai sekolah formal agak lebih tua biar mereka punya waktu main dan berkembang sosial dulu, jadi mereka lebih siap waktu masuk sekolah. guru juga bisa expand metode belajar dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif. Ini bikin siswa gak gampang stress dan tetap semangat belajar dari hati.

    BalasHapus
  120. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  121. Nama : Yasmin
    Kelas : 5D
    NPM : 2386206071

    Saya baca kalau sistem pendidikan Finlandia itu fokus banget ke pengembangan siswa yang seimbang dan bukan sekadar nilai di kertas. Tapi gimana caranya sekolah di sini bisa mulai ngadaptasi hal‑hal seperti itu tanpa harus nunggu perubahan kebijakan besar? Apakah contoh kegiatan atau metode yang bisa langsung dipakai di kelas biar siswa lebih nyaman dan bebas berekspresi waktu belajar?

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak