Literasi : Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia

Kurikulum baru yang lebih terstruktur dan dianggap lebih selaras dengan teori membaca modern telah dikembangkan di Philadelphia sejak tahun ajaran 2024-2025. Kurikulum ini diharapkan mampu menyamakan kualitas pengajaran di berbagai kelas dan sekolah. Pendekatan baru ini mengintegrasikan dua konsep utama, yaitu "pengetahuan kata" dan "pengetahuan dunia."

  • Pengetahuan Kata: Mengacu pada fonik sintetis terstruktur, yaitu metode pengajaran hubungan antara huruf dan bunyi yang digunakan untuk mengeja dan membaca kata-kata baru. Pendekatan ini dimulai dengan mengenali bunyi huruf, lalu menggabungkannya untuk membentuk kata. Berbeda dengan fonik analitis, yang dimulai dengan mengenali kata secara keseluruhan sebelum memecahnya menjadi bagian-bagian, metode ini mengikuti urutan tertentu yang terorganisasi.

  • Pengetahuan Dunia: Berfokus pada membangun pemahaman mendalam melalui teks nonfiksi yang sering digunakan dalam pelajaran sains atau studi sosial. Teks-teks ini biasanya memiliki tema sosial dan lingkungan yang relevan, seperti keadilan sosial.

Kurikulum baru ini menyusun materi pelajaran secara urut, berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang hanya memberikan standar dan materi pendukung tanpa urutan yang pasti. Kurikulum ini juga menyediakan skrip untuk membantu guru dalam mengajar serta aktivitas tambahan untuk siswa dengan berbagai kebutuhan, seperti Pembelajar Bahasa Inggris atau siswa berbakat.

Materi disajikan dalam modul enam mingguan dengan tema spesifik, seperti "What's Up in the Sky" yang mempelajari matahari, bulan, dan bintang, atau "Stories of Human Rights." Setiap modul dirancang untuk mengajarkan keterampilan tertentu, seperti memahami puisi naratif atau menyunting teks nonfiksi.

Apakah Kurikulum Ini Efektif?

Efektivitas kurikulum ini baru dapat diukur setelah beberapa tahun, karena membutuhkan waktu bagi hasil tes standar untuk mencerminkan dampaknya terhadap kemampuan siswa. Meskipun Distrik Philadelphia telah menunjukkan peningkatan setelah dampak pandemi COVID-19, masih banyak siswa yang memerlukan dukungan untuk mencapai tingkat literasi yang memadai.

Tantangan dan Kekurangan Kurikulum Baru

Beberapa guru menyambut baik pendekatan baru ini, namun juga menghadapi tantangan. Kurva pembelajaran yang tajam dan kebutuhan untuk mempersiapkan materi secara intensif menjadi beban tersendiri. Guru perlu menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan siswa dan menggunakan berbagai kegiatan untuk menemukan metode terbaik.

Bagian "pengetahuan dunia" dari kurikulum ini juga membutuhkan waktu tambahan untuk mempersiapkan materi praktik, yang sering kali harus diambil dari sumber pribadi. Hal ini dapat menyebabkan stres, terutama bagi guru yang baru memulai menggunakan kurikulum ini. Selain itu, durasi pembelajaran yang mencapai satu hingga dua jam per hari memerlukan fokus dan stamina yang tinggi dari siswa.

Pelatihan Guru

Untuk mendukung implementasi kurikulum baru, distrik menawarkan pelatihan profesional kepada para guru. Pelatihan ini mencakup sesi opsional di musim panas dan pelatihan kelompok besar selama tahun ajaran. Para ahli merekomendasikan pendekatan kolaboratif, di mana guru berbagi pengalaman dan mendapatkan umpan balik langsung.

Pentingnya Pengetahuan Latar Belakang

Salah satu keunggulan dari kurikulum ini adalah kemampuannya menghubungkan pengetahuan baru dengan latar belakang yang sudah dimiliki siswa. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan awal tentang suatu topik cenderung lebih mudah memahami informasi baru. Namun, fokus berlebihan pada literasi dan matematika akibat kebijakan seperti No Child Left Behind telah mengurangi waktu untuk pelajaran studi sosial dan sains, yang penting untuk membangun pengetahuan dunia siswa.

Dengan pendekatan baru ini, diharapkan siswa dapat membangun pemahaman yang lebih menyeluruh, baik dalam keterampilan membaca maupun wawasan dunia yang lebih luas.

Di Indonesia bagaimana? silahkan baca data berikut

https://www.rri.co.id/daerah/649261/unesco-sebut-minat-baca-orang-indonesia-masih-rendah

atau bisa di cari di mesin pencarian dengan keyword "literasi di Indonesia 2024". Jadi, bagaiamana?


Referensi

Misa Ketchel. 2024. Philadelphia students have a new reading and writing curriculum − a literacy expert explains what’s changing

272 Komentar

  1. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    Kelas : 5 D PGSD
    NPM : 2386206125

    "Literasi : Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia"

    Dari judulnya saja sudah menarik. Keduanya adalah aspek penting dalam literasi. Keduanya saling melengkapi. Kalau kita sekedar tahu saja arti kata tapi tidak punya pengalaman atau pun wawasan, kita bisa tetap bingung saat membaca.

    BalasHapus
  2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm:2386206058
    Kelas: VB PGSD

    Izin menanggapi pak, dari materi di atas ada dua konsep yang saling berkaitan yaitu pengetahuan kata dan pengetahuan dunia di mana dalam pengetahuan kata ini di fokuskan pada membaca dan memahami sedangkan pengetahuan dunia berfokus pada membangun pemahaman. Dimna siswa harus membaca dulu agar mereka tau kemampuan mereka atau pemahaman mereka sampai dimana dengan membaca dan memahami mereka dapat menambah wawasan yang lebih luas🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      Npm : 2386206086
      Kelas : 5D

      Izin bertanya isdi bagaimana nih menurut anda kurikulum ini menyeimbangkan antara kemampuan teknis dalam membaca dan pemahaman makna dalam bacaan ?

      Hapus
    2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Baik di sini Saya izin menjawab pertanyaan dari Oktavia Ramadhani menurut saya sudah menyeimbangkan karena tidak hanya melatih siswa membaca dengan benar tetapi juga melatih memahami makna dari bacaan yaitu melalui pengetahuan dunia. Jadi siswa bukan sekedar hanya bisa membaca tetapi juga bisa mengerti isi dari bacaan yang mereka baca dengan lebih luas🙏

      Hapus
    3. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D

      Izin menjawab ya Oktavia
      Kurikulum berusaha menyeimbangkan antara kemampuan teknis membaca dan pemahaman makna bacaan dengan cara:
      1.Mengajarkan membaca secara bertahap dimulai dari kemampuan teknis lalu diarahkan ke pemahaman makna.

      2.Memberikan tujuan membaca yang jelas siswa membaca untuk memahami, menemukan informasi, dan menafsirkan makna.

      3.Menghubungkan bacaan dengan kehidupan nyata agar siswa membangun pengetahuan dunia sekaligus memahami konteks.

      4.Melibatkan siswa dalam diskusi dan refleksi membantu mereka berpikir kritis dan mendalami makna bacaan
      5.Mengintegrasikan membaca dengan menulis untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan menyampaikan ide.

      Secara keseluruhan, kurikulum tidak hanya mengajarkan “bagaimana membaca” tetapi juga “mengapa dan untuk apa membaca,” sehingga siswa mampu memahami isi bacaan dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata.

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Baik saya izin menjawab ya Oktavia, menurut saya, kurikulum ini sudah seimbang sekali karena tidak hanya fokus melatih siswa supaya bisa membaca kata dengan benar lewat pengetahuan dasar, tetapi juga melatih mereka agar bisa benar-benar mengerti dan punya wawasan luas tentang isi bacaan tersebut.

      Sekian semoga bermanfaat 🙏🏻

      Hapus
  3. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    ya pengetahuan kata dan pengetahuan dunia di sini membahas kurikulum baru yang lebih struktur dan dianggap lebih selaras dengan teori membaca modern. pertama di pengetahuan kata sepengetahuan kata ini sangat baik dan kita mempelajari mulai dari bunyi huruf lalu menggabungkan huruf terus tuh mengenali kata secara keseluruhan sebelum memecah nya menjadi bagian bagian. sedangkan di pengetahuan dunia ini lebih berfokus ke membangun pemahaman mendalam melalui teks nonfiksi seperti buku sains atau studi study sosial.
    yang saya baca dalam kurikulum ini bisa dibilang mempermudah guru karena membantu guru dengan menyediakan klip untuk mengajar agar lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan siswa. karena ini kurikulum baru mungkin ada beberapa tantangan dari kurikulum ini maka dari itu dengan memberikan pelatihan kepada guru akan membantu guru lebih paham dengan kurikulum ini

    BalasHapus
  4. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    izin bertanya pa kapan sebenarnya atau efektif nya kurikulum bisa berjalan dengan baik atau merata di keseluruhan pembelajaran. seperti di Indonesia ini kurikulum terus berganti ganti bahkan ada yang terlambat untuk menjalani kurikulum maka mereka tertinggal dari sekolah - sekolah lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm: 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari saudari Andi Nurfika pak, menurut saya kurikulum itu bisa berjalan secara efektif jika guru siap melaksanakannya, dukungan sarana dan prasarana sekolah yang memadai, dan juga kebijakan pemerintah konsisten. Kurikulum bisa berjalan efektif dan merata jika pemerintah memberi waktu yang cukup untuk guru melakukan pendampingan intensif kepada guru. Serta menjaga stabilitas kebijakan pendidikan, dengan begitu setiap sekolah baik kota ataupun Desa mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai arah kurikulum yang berlaku🙏

      Hapus
    2. Hallo ka Andi saya izin menjawab pertanyaanya ya
      Sebelumnya saya juga sependapat dengan pertanyaannya kak Andi tentang bagaimana sih kurikulum di Indonesia yang dapat berjalan dan baik serta merata di seluruh pembelajaran ?karena, kurikulum di Indonesia ini kan terus berganti-ganti bahkan ada sekolah yang mengalami keterlambatan dalam menjalankan kurikulum terbaru yang telah ditetapkan.

      Kalau menurut saya pergantian kurikulum itu bisa terjadi oleh beberapa penyebab salah satunya adalah kemajuan zaman Kak.
      Nah sebenarnya tidak menyalakan kalau kurikulum itu diganti untuk menyesuaikan kemajuan zaman tapi yang perlu kita lihat ialah bagaimana kecepatan pemerataan kurikulum di Indonesia.
      Nah ini sangat menuntut bagaimana pemerintah itu dapat bekerja keras untuk memeratakan pelatihan-pelatihan kepada guru baik itu guru yang berada di perkotaan ataupun perdesaan untuk dengan cepat memahami penerapan kurikulum terbaru. Tapi seperti yang kita ketahui banyaknya kesenjangan pelatihan di kota maupun di pedesaan itu tidak sama pastinya di kota itu akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu , jadi di kota telah menerapkan kurikulum baru namun tidak dengan sekolah di perdesaan yang masih menggunakan kurikulum lama nah ,inilah yang menyebabkan sebagian sekolah itu tertinggal dalam penerapan kurikulumnya.
      Maka dari itu mungkin saran saya tidak apa kurikulum diganti untuk menyesuaikan kemajuan zaman karena tidak bisa dipungkiri juga kak kurikulum itu harus bisa menyesuaikan kemajuan zaman yang semakin canggih ini, tapi itu tadi peran pemerintah dalam pemerataan pelatihan ataupun fasilitas itu harus cepat sampai kepada guru ataupun sekolah baik di kota maupun di pedesaan.

      Semoga bermanfaat Kak..

      Hapus
    3. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Fika, jadi menurut saya, kurikulum bisa berjalan efektif dan merata kalau semua sekolah dapat waktu persiapan yang cukup, pelatihan guru yang jelas, serta fasilitas yang memadai sebelum kurikulum baru diterapkan, masalah seperti pergantian kurikulum yang cepat atau sekolah yang terlambat menerapkan bikin kesenjangan muncul, jadi solusinya adalah memastikan sosialisasi lebih rapi, pendampingan intens untuk sekolah yang tertinggal, dan evaluasi berkala supaya semua sekolah bisa mengejar ketertinggalan dan menerapkan kurikulum dengan lebih stabil.

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Saya izin menambahkan jawaban dari pertanyaan teman kita Andi Nurfika

      Menurut saya, kurikulum di Indonesia baru akan benar-benar terasa efektif, optimal, dan merata di semua sekolah kalau guru-guru di seluruh pelosok sudah mendapat pelatihan yang memadai dan punya waktu yang cukup untuk mencerna konsep baru yang dibuat, ditunjang dengan fasilitas belajar yang siap, dan yang paling penting, tidak di gonta-ganti terlalu cepat oleh pemerintah, sebab perubahan yang tergesa-gesa justru yang membuat sekolah dengan keterbatasan sumber daya pasti akan selalu ketinggalan dan sulit mengejar, menjadikan tujuan pendidikan sulit tercapai secara maksimal.

      Terima kasih 🙏🏻

      Hapus
  5. Nama : Oktavia Ramadani
    Npm : 2386206086
    Kelas : 5D


    Kurikulum baru di Philadelphia memberikan inspirasi yang sangat penting bagi dunia pendidikan, termasuk di dalam Indonesia , pendekatan yang menyeimbangkan antara kemampuan teknis membaca dan pemahaman membaca , pada pengetahuan kata mengacu pada fonik sintetis tersetruktur , yaitu metode pengajaran hubungan antara huruf dan bunyi yang digunakan untuk mengeja dan membaca kata kata baru , dimulai dengan mengenal bunyi huruf lalu menggabungkannya untuk membentuk kata, sedangkan pengetahuan dunia ini berfokus pada membangun pemahaman mendalam melalui teks nonfiksi , teks ini biasanya memiliki tema sosial dan lingkungan yang relevan seperti contohnya keadilan sosial , kurikulum ini menyediakan kesediaan untuk membantu guru dalam mengajar serta aktivitas tambahan untuk siswa dengan berbagai kebutuhan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Desy Olivia Sapitri
      Kelas / Npm : 5D / 2386206087

      Hai kak Oktavia, izin ya 🙏🏻Pendapat yang kamu sampaikan berhasil merangkum inti dari kurikulum tersebut secara lengkap namun sederhana. Saya setuju kalau pendekatan ini sangat menginspirasi karena tidak hanya mengajar anak cara "membunyikan" huruf melalui fonik, tapi juga memastikan mereka punya isi kepala yang luas lewat pengetahuan dunia. Kelebihan dari pendapat yang kamu sampaikan adalah kamu menyoroti bagaimana kurikulum ini sangat "perhatian" terhadap guru dan kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Di Indonesia, tantangan kita seringkali adalah anak bisa membaca lancar tapi tidak paham apa yang dibaca. Jadi, ide untuk menggabungkan keterampilan teknis dengan isu nyata seperti lingkungan dan sosial itu sangat cerdas untuk membuat siswa lebih kritis sejak dini.. 😃

      Hapus
  6. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Npm : 2386206082
    Kelas : VC

    Izin menanggapi pak,Menurut saya,materi ini menarik karena menjelaskan bahwa memahami bahasa itu bukan cuma tahu arti kata tapi juga tahu situasi dibaliknya.penjelasannya mudah dipahami dan contohnya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  7. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    izin menanggapi ya pak, saya setuju kalau literasi harus seimbang antara pengetahuan kata dan pengetahuan dunia, percuma kita bisa baca cepat tapi tidak mengerti apa yang dibaca karena tidak punya bayangan tentang apa yang dibaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Desy Olivia Sapitri
      Kelas / Npm : 5D / 2386206087

      Hai kak Margareta, izin menambahkan ya 🙏🏻 Setuju banget dengan pendapat yang kamu sampaikan ini langsung menusuk ke inti masalah literasi yang sering kita temui: banyak yang cuma "bisa baca" tapi nggak "paham makna". Ibaratnya, pengetahuan kata itu seperti punya kunci, tapi pengetahuan dunia itu adalah isinya. Tanpa pengetahuan dunia, anak-anak mungkin lancar mengeja kata "polusi", tapi mereka nggak akan paham kenapa itu berbahaya kalau mereka nggak punya gambaran tentang lingkungan. Keseimbangan ini penting banget supaya membaca nggak jadi kegiatan mekanik yang membosankan, tapi jadi cara mereka buat mengerti dunia nyata.. 😀

      Hapus
  8. Nama: Stevani
    NPM: (2386206045)
    Kelas: V C PGSD
    materi ini seperti mengingatkan saya kembali bahwa tugas kita bukan hanya mengenalkan kata, tapi juga membukakan jendela dunia bagi siswa. Materi tentang literasi sebagai gabungan antara pengetahuan kata dan pengetahuan dunia ini menurut aku benar-benar membuka cara pandang baru. Sering kali kita berpikir bahwa literasi cuma soal bisa membaca dan menulis, padahal esensinya jauh lebih luas dan dalam. Pengetahuan kata itu pentingnya, karena lewat kata kita bisa memahami teks. Tapi tanpa pengetahuan dunia, kata-kata itu jadi kayak potongan puzzle yang nggak lengkap. Misalnya, anak bisa baca kata “banjir”, tapi kalau dia nggak paham apa itu banjir, apa penyebabnya, dan bagaimana dampaknya, maka pemahamannya cuma sebatas bunyi, bukan makna. Dan di sinilah menurut aku materi ini terasa sangat kuat: mengajak kita melihat bahwa literasi bukan cuma soal membaca buku, tapi membaca dunia. Anak-anak butuh pengalaman, dialog, dan konteks nyata agar apa yang mereka baca bisa hidup dalam pikiran mereka.
    Waittt ! Terima kasih buyaadin sudah menyusun materi yang nggak cuma informatif, tapi juga menyentuh sisi filosofis dari proses belajar dan saya memiliki pengetahuan baru lagi!

    BalasHapus
  9. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Kurikulum baru yang sudah di terapkan di philadelphia ini menarik sekali saat saya baca kurikulum baru ini melakukan pendekatan dengan mengintegrasikan dua konsep utama yaitu "Pengetahuan Kata" dan "Pengetguan Dunia" yang dianggap sudah selaras dengan teori membaca modern, yang menarik adalah kedua konsep utama dalam proses literasi ini yaitu Pengetahuan kata dan Pengetahyan dunia saling melengkapi, kalau kita punya Pengetahuan kata artinya kita ngerti arti kata yang dibaca jadinya kita gampang buat paham maksud teks yang dibaca ditambah kita juga punya pengetahuan dunia kita bisa lebih nyambung sama isi bacaan yang bisa dikaitkan dengan pengalaman atau hal-hal yang sudah kita tahu sebelumnya. Jadinya kita tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami isi bacaan secara mendalam dan literasi kita juga semakin meningkat

    BalasHapus
  10. Saya sebenarnya nggak kaget melihat data dari UNESCO yang menyebut niat baca orang Indonesia masih rendah bahkan indeks net baca masyarakat Indonesia itu hanya diangkat 0, 1000% dari 1000 orang di Indonesia cuma satu orang yang rajin membaca.
    Waw ,padahal diartikel yang UNESCO tulis "buku itu masih sangat relevan dan menjadi sumber belajar yang utama isi muatannya lebih terpercaya dibandingkan beberapa sumber lain karena melewati beberapa tahap seleksi validasi editing juga menyajikan data dan informasi secara umum dan kompresif"tapi yang kita lihat pemerintah kita ini tidak memeratakan perpustakaan di setiap daerah-daerah terpencil jadi anak-anak dari kecil itu yang di bagian daerah terpencil kurang peminatannya untuk membaca karena, memang lokasi untuk membacanya itu tidak ada.
    Beberapa kampung di pedalaman memang memiliki pojok baca tapi kesadaran pemerintah kampung untuk mendekatkan atau memberikan buku untuk anak-anak di sekitar kampung supaya mereka membaca itu tidak ada, ditambah lagi kondisi anak perdesaan itu orang tuanya kebanyakan bertani jadi tidak ada juga dukungan dari orang tua untuk melatih anaknya ini minat membaca.

    jadi bukan karena orang Indonesia juga yang malas baca tapi karena bacaannya aja yang tidak tersedia dan kurangnya dukungan.
    Padahal sepengetahuan saya pernyataan bahwa minat baca di Indonesia masih rendah itu sudah dari zaman saya sekolah tapi di artikel yang saya buka pada laman ini itu ditulis kembali di tahun 2024 datanya, dan masih sama juga masyarakat Indonesia itu masih rendah minat untuk membaca

    Nah ini sebenarnya pukulan keras bagi pemerintah Indonesia agar kedepannya itu bagaimana caranya mereka membimbing atau memberikan dorongan untuk anak-anak yang masih kecil itu dibiasakan membaca buku tentunya dengan kerjasama dari pemerintah dan juga orang tua.

    BalasHapus
  11. Memperbaiki paragraf awal : Melihat data dari UNESCO yang menyebut niat baca orang Indonesia masih rendah bahkan indeks minat baca masyarakat Indonesia itu hanya di angka 0,001% atau dari 1.000 orang Indonesia cuma satu orang yang rajin membaca.

    BalasHapus
  12. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Materinya sangat menarik! Saya setuju dengan materi yang bapak sampaikan, literasi memang tidak hanya soal bisa membaca kata, tetapi juga memahami makna dan hubungan dengan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Alya Salsabila
      Npm : 238626062
      Kelas : V C
      Izin bertanya ya bapak, apa yang terjadi jika seseorang hanya memiliki pengetahuan kata tapi kurang memiliki pengetahuan dunia dalam memahami bacaan? terimakasih

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:VD

      Izin menjawab pertanyaan dari Alya pak

      pemahaman bacaan yang efektif memerlukan integrasi antara pengetahuan kata dan pengetahuan dunia. Tanpa keduanya, interpretasi teks bisa salah, makna bisa disalahpahami, dan proses berpikir kritis terhadap bacaan menjadi terhambat.seseorang yang hanya memiliki pengetahuan kata tetapi kurang pengetahuan dunia akan mampu mengenali kata-kata dalam teks, tetapi tidak dapat memahami pesan, konteks, maupun implikasi yang lebih dalam dari bacaan tersebut.

      Hapus
    3. Hallo ka Alya saya izin menjawab pertanyaanya ya.
      Pemahaman saya setelah membaca uraian di atas pengetahuan kata itu hanya mengacu pada konflik sintesis terstruktur yaitu metode pengajaran hubungan antara huruf dan bunyi yang digunakan untuk mengecek dan membaca kata-kata baru, nah sedangkan pengetahuan dunia ini berfokus pada membangun pemahaman mendalam melalui teks nonfiksi yang sering digunakan dalam pelajaran sains atau studi sosial

      Jadi ketika seseorang hanya mampu memiliki pengetahuan kata maka orang orang tersebut akan mengalami kesulitan untuk memahami makna apa yang ada dalam bacaannya, lalu dia juga akan lambat dalam mengambil kesimpulan dari bacaannya, serta mungkin bisa jadi salah menangkap pemahaman dari bacaannya.
      Karena seseorang yang memahami pengetahuan dunia sudah bisa menyesuaikan pengetahuan lainnya dengan mudah, karena dia membaca informasi dengan mendalam melalui teks nonfiksi( teks nyata) sehinnga pengetahuan atau informasi yang ia dapatkan valid.

      semoga bermanfaat..

      Hapus
  13. Nama : Aprilina awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM 2386206113

    Saya rasa kurikulum baru di Philadelphia ini terdengar sangat menarik dan inovatif. Dengan mengintegrasikan "pengetahuan kata" dan "pengetahuan dunia", siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan mendalam tentang materi pelajaran.

    Saya setuju bahwa kurikulum ini dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca dan wawasan mereka. Namun, saya juga memahami bahwa implementasi kurikulum baru ini tidaklah mudah dan memerlukan waktu serta usaha yang besar dari guru dan siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Aprilina awing
      Kelas : 5D PGSD
      NPM : 2386206113

      Saya ijin bertanya pak, bagaimana kurikulum ini dapat membantu siswa yang memiliki kesulitan belajar atau memiliki kebutuhan khusus? Apakah ada strategi atau sumber daya yang dapat digunakan untuk mendukung siswa tersebut?

      Hapus
    2. Nama :elisnawatie
      Kelas:VD
      NPM:2386206069

      Izin menjawab pertanyaan dari aprilina

      Tentu ada
      Untuk mendukung siswa yang memiliki kesulitan belajar atau kebutuhan khusus, guru dapat menggunakan berbagai strategi dan sumber daya agar mereka tetap bisa belajar secara optimal sesuai kemampuan masing-masing Siswa dengan kesulitan belajar dapat berkembang dengan baik bila Guru menerapkan strategi pembelajaran yang fleksibel dan inklusif, serta
      Menggunakan sumber daya pendukung seperti teknologi, GPK, dan lingkungan belajar yang ramah

      Hapus
    3. Hallo ka Aprilina saya izin menjawab pertanyaanya ya
      Setiap kurikulum pasti memiliki cara alternatif lain untuk membantu siswa yang memiliki kesulitan belajar atau memiliki kebutuhan khusus, strategi yang diterapkan untuk dapat mendukung siswa yang berkebutuhan khusus dan kesulitan belajar mengikuti pembelajaran yang sama seperti siswa lainnya ialah,
      1. Guru harus terlebih dulu bekerjasama dengan orang tua untuk mengidentifikasi kenapa siswa tersebut mengalami kesulitan belajar/guru mengidentifikasi kebutuhan khusus apa yang dialami oleh siswa tersebut dengan cara mencari informasi dari orang tua siswa
      2. Setelah mengidentifikasi semua itu guru bisa memberikan solusi untuk membantu siswa yang kesulitan belajar atau memiliki kebutuhan khusus tetap mengikuti pembelajaran
      3. Misalnya ada siswa yang berkebutuhan khusus mungkin tidak bisa mendengar guru bisa bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk menghadirkan pengajar yang bisa berbahasa isyarat agar membantu siswa tersebut memahami pembelajaran
      4. Selanjutnya ketika guru mendapatkan siswa yang mengalami kesulitan belajar guru bisa melakukan pendekatan secara intens dengan cara melakukan pembelajaran pembelajaran awal yang ringan untuk mendeteksi kesulitan belajar apa yang dialami oleh siswa tersebut

      Cara tersebut dapat dilakukan ketika di daerah siswa tidak ada sekolah yang khusus untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar atau berkebutuhan khusus.
      Selain itu juga guru bisa mengajak semua pengajar di sekolah untuk saling membantu melengkapi kekurangan wali kelas ataupun guru tersebut dalam menghadapi anak yang berkebutuhan khusus dan berkesulitan belajar.
      Karena seperti yang kita ketahui banyaknya bantuan dari rekan sejawat sebagai guru itu lebih efisien lagi untuk menopang dan memberikan pembelajaran efektif juga bagi anak yang kesulitan belajar dan berkebutuhan khusus.
      Segitu dari saya kak semoga bermanfaat..

      Hapus
    4. Nama: Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Aprilina Awing, jadi menurut saya, kurikulum bisa bantu siswa yang punya kesulitan belajar atau kebutuhan khusus dengan memberi ruang penyesuaian, seperti materi yang dipermudah, waktu belajar yang lebih fleksibel, dan cara penilaian yang lebih variatif, guru juga bisa pakai strategi seperti pembelajaran bertahap, pendampingan individual, visual pendukung, serta kerja sama dengan guru pendamping khusus, sementara sekolah menyediakan sumber daya seperti modul diferensiasi, alat bantu belajar, dan akses layanan konseling agar siswa tetap bisa berkembang sesuai kemampuan mereka

      Hapus
    5. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Baik saya izin menjawab ya Aprilina.

      Menurut saya, inti dari bagaimana kurikulum bisa membantu siswa yang kesulitan belajar atau punya kebutuhan khusus adalah dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa, yaitu guru menyesuaikan cara mengajarnya, materi yang disajikan, dan tugas yang diberikan, tujuannya agar kurikulum menjadi fleksibel dan semua siswa, tanpa terkecuali, bisa mencapai potensi terbaik mereka.

      Terima kasih.

      Hapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Nama: Bella ayu pusdita
    Kelas :5d
    Nim:2386206114
    Menurut saya konsep ini secara formal dikenal sebagai hubungan antara pengetahuan kata atau kosakata dan pengetahuan dunia atau latar belakang pengetahuan .keduanya ini adalah pilar utama yang menentukan kemampuan seseorang untuk memahami suatu teks.

    BalasHapus
  16. Jadi literasi sejati itu adalah saat seseorang mampu menggunakan keterampilan teknik membaca untuk memahami dunia dan berpikir kritis tentang informasi yang diterima.ini mengubah proses membaca pasif menjadi proses aktif dalam memperoleh kecakapan hidup.

    BalasHapus
  17. Literasi juga siklus yang memperkuat diri sendiri,semakin banyak yang kita ketahui semakin baik juga kita membaca dan semakin baik kita membaca semakin banyak juga yang akan kita ketahui.literasi bukan hanya keterampilan mekanis tetapi adalah sebuah tindakan kognitif yang bergantung pada dua faktor yang saling terkait, pengetahuan kata, pengetahuan dunia.

    BalasHapus
  18. Izin bertanya juga pak dalam konteks kurikulum merdeka di Indonesia, strategi pembelajaran apa yang paling efektif untuk secara simultan meningkatkan kosakata dan memperkaya pengetahuan dunia siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm: 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Halo bella ayu pusdita izin menjawab menurut saya, strategi yang paling efektif dalam Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kosakata sekaligus memperluas pengetahuan dunia siswa adalah dengan mengaitkan kegiatan literasi dengan pengalaman nyata dan tema kehidupan sehari-hari. Contohnya yaitu, siswa diajak membaca berbagai jenis teks seperti artikel, cerita, atau berita, lalu mendiskusikan isinya dan menulis tanggapan mereka sendiri. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menambah perbendaharaan kata, tapi juga memahami maknanya dalam konteks sosial, budaya, dan lingkungan sekitar🙏🏻

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Bella Ayu Pusdita, menurut sepengetahuan yang saya tau, strategi yang paling efektif itu adalah pembelajaran berbasis teks otentik/nyata dan juga kontekstual/sesuai konteksnya. Yaitu dengan menggunakan bacaan yang nyata berkaitan dengan tema kehidupan sehari-hari mereka atau bisa juga dengan proyek p5, dari situ para siswa bisa sekaligus mereka untuk dapat belajar kosakata baru dan juga mereka dapat memperluas pengetahuan dunia mereka dari membaca, berdiskusi, dan juga bisa dari membuat sebuah produk yang sederhana saja dari teks tersebut itu.

      Hapus
    3. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Wahh, pertanyaan yang baik sekali yaa, saya izin untuk menambah saja jawaban yang saya ketahui dari pertanyaan ini.

      Menurut saya, jurus paling ampuh untuk membuat siswa langsung dapat banyak kosakata baru sekaligus mengerti pengetahuan tentang dunia luar secara bersamaan di Kurikulum Merdeka itu adalah dengan mendorong mereka mengerjakan proyek nyata yang menarik perhatian mereka, ketika mereka sibuk meneliti atau membuat sesuatu yang penting, mereka secara alami akan mencari dan menggunakan kata-kata baru seperti inovasi dll nya, yang langsung punya makna kuat, sehingga kosakata itu tidak cuma dihafal tapi juga benar-benar di ingat karena dipakai sebagai kunci untuk memahami masalah atau topik yang sedang mereka kerjakan.

      Semoga membantu 🙏🏻

      Hapus
  19. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Di dalam materi ini memberitahukan betapa pentingnya keseimbangan antara pengetahuan kata dan pengetahuan dunia dalam meningkatkan literasi siswa. Pendekatan baru yang ada di philadelphia memberitahukan bahwa membaca itu bukanlah hanya sekedar mengenal apa itu huruf dan kata, namamu juga memahami isi bacaan itu secara keseluruhan, sedangkan dibandingkan dengan di indonesia, tingkat literasinya masih rendah menurut data UNISCO memberitahukan untuk adanya perubahan. Indonesia dapat mencontoh pendekatan tersebut dengan memperkuat membaca serta memperluas wawasan siswa melalui teks yang tepat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

    BalasHapus
  20. Nama : Desy Olivia Sapitri
    Kelas / Npm : 5D / 2386206087

    ijin menambahkan sedikit pak, kedua konsep tersebut memiliki fokus utama yg berbeda yaitu :
    - pengetahuan kata : fokusnya pada kemampuan membaca dan mengeja kata kata baru dengan mengenali bunyi huruf lalu menggabungkan membentuk suatu kata.

    - pengetahuan dunia : fokusnya pada pemahaman mendalam tentang suatu topik tertentu.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Nama : Dita Ayu Safarila
    NPM : 2386206048
    Kelas : 5 C
    Materi ini bagi saya menyimpulkan bahwa anak-anak dan orang dewasa harus belajar 2 hal penting agar bisa membaca dengan baik :
    1. Pengetahuan Kata: mereka harus tahu cara mengeja,merangkai dan membaca kata kata,ini dasar supaya mereka lancar membaca
    2. Pengetahuan Dunia : mereka harus mengerti apa yang mereka baca,terutama teks seperti sains atau sejarah. ini membuat membaca berguna dan meningkatkan pengetahuan umum mereka tentang dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Dita Ayu Safarila
      NPM : 2386206048
      Kelas : 5 C
      Izin menambahkan berarti menyatukan cara mengajar agar semua guru memiliki standar yang sama sehingga pengajaran di manapun merata. guru di bantu untuk tidak fokus hanya pada teknis membaca,tetapi juga membangun pemahaman siswa tentang ilmu pengajuan dan isu sosial di dunia nyata,tujuannya adalah memastikan kualitas membaca yang tinggi dan merata untuk siswa,menjadikan mereka tidak hanya pembaca yang lancar tetapi pembaca yang berpengetahuan yang luas juga

      Hapus
  23. Nama : Dita Ayu Safarila
    NPM : 2386206048
    Kelas : 5 C
    tapi juga ada pertanyaan dari saya pak, di dalam kurikulum ini kan menyeimbangkan Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia,nah bagaimana sekolah memastikan bahwa alokasi waktu dan sumber daya di kelas benar benar efektif dan tidak mengobarkan salah satu aspek,terutama untuk siswa yang memiliki tantangan besar di salah satu area tersebut ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Dita saya izin menanggapi pertanyaanya ya.

      Menurut saya cara yang paling efektif yang bisa dilakukan sekolah untuk memastikan hal yang ditanyakan tersebut ialah:
      Sekolah bisa memberikan pembelajaran dengan efektif tanpa mengorbankan salah satu aspek baik itu pengetahuan kata ataupun pengetahuan dunia.
      Sekolah bisa meminta bantuan kepada wali kelas untuk mengidentifikasi kebutuhan setiap siswa apakah ada yang memiliki kebutuhan lebih untuk memahami kedua aspek ini ataupun kebutuhan lebih memahami salah satu aspeknya baik itu pengetahuan kata maupun pengetahuan dunia. Setelah mengidentifikasi guru bisa menerapkan pembelajaran yang menggabungkan literasi baik itu untuk memahami pengetahuan kata ataupun pengetahuan dunia dengan cara memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran literasi tersebut, misalnya ada siswa yang kurang memahami pengetahuan kata guru bisa memberikan literasi dengan cara memberikan buku berupa pengetahuan tentang kosakata baru, kata-kata baru, buku cerita ataupun buku pembelajaran, dan saya rasa juga penting guru untuk memberikan konsep pemahaman awal mengenai tanda-tanda dalam membaca untuk benar-benar membantu siswa mengetahui pengetahuan kata yang ada dalam bacaan, nah di samping itu bagi siswa yang memerlukan pengetahuan dunia guru bisa menampilkan informasi-informasi nonfiksi atau informasi nyata dengan bantuan teknologi seperti laptop dan proyektor untuk bisa menampilkan berita tersebut dan meminta siswa untuk membacanya serta memahami bacaan nya dan perlu digaris bawahi sebaiknya guru mencari informasi nyata yang berkaitan dengan pembelajaran ataupun dengan informasi terbaru yang sesuai pada umur anak sekolah dasar

      Nah jadi bagusnya lagi sekolah itu bekerja sama bersama dengan guru-guru di sekolah tersebut seperti wali kelas guru, guru IT Dan rekan rekan guru lainnya untuk menunjang penerapan kurikulum dalam hal menyeimbangkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia

      Semoga bermanfaat….

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Dita Ayu Safarila, Menurut sepengetahuan yang saya tau mungkin dari sekolah bisa menyeimbangkan dari pengetahuan kata dan pengetahuan dunia yaitu dengan cara mengintregasikan/menggabungkan keduanya didalam satu aktivitas belajar. Contoh caranya yaitu dengan cara memilih sebuah teks dan tugas yang sekaligus juga memperkenalkan sebuah kosakata baru dan juga topik pengetahuan.

      Hapus
  24. Menurut saya pembahasan ini sangat penting terutama zaman sekarang, artikel ini mengingatkan bahwa literasi bukan hanya soal bisa membaca dan menulis, tapi juga memahami makna dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata, literasi berarti bagaimana seseorang dapat memahami dunia melalui kata kata, banyak anak bisa membaca teks dengan lancar, tetapi belum tentu memahami isi bacaan.

    BalasHapus
  25. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    Kelas: V.A

    Dari bacaan di atas ada dua pendekatan yaitu pengetahuan kata dan pengetahuan dunia.
    Pengetahuan kata sendiri adalah kemampuan seseorang untuk dapat membaca, sedangkan kemampuan dunia adalah kemampuan orang memahami apa yang ada dalam suatu bacaan. Jadi pada saat membaca, bukan hanya sekedar membaca tetapi mampu memahami apa maksud dari bacaan tersebut.
    Pada kurikulum ini dirancang untuk membantu siswa dengan berbagai kebutuhannya dan mengasah apa bakat dari siswa tersebut. Nah kurikulum ini mengalami peningkatan setelah adanya pandemi namun masih banyak siswa yang belum mengerti apa belum mencapai tingkat membaca yang memadai, namun pada kurikulum yang baru ini guru memiliki kecemasan tersendiri yang di mana guru harus mempersiapkan sebuah materi secara mendalam dan guru harus menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan memerlukan beberapa metode-metode, Kemudian pada kurikulum ini tuh untuk pemahaman membaca itu memerlukan waktu yang cukup lama.
    Kemudian pada kurikulum ini tuh guru diberikan pelatihan yang di mana mereka itu dilatih untuk berkolaborasi antar guru untuk memberikan pengalaman.
    Salah satu keunggulan dari kurikulum ini yaitu yang di mana pada saat pembelajaran pembelajaran ini dihubungkan antara pengetahuan yang baru dan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh siswa yang di mana hal ini menunjukkan siswa tersebut akan lebih mudah memahami suatu pelajaran.
    Terima kasih

    BalasHapus
  26. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas:5C
    NPM:2386206046

    Izin menanggapi pak

    Pendekatan yang mengajak anak memilih bacaan sesuai minatnya, memberikan tujuan membaca yang bermakna, serta mendukung rasa percaya diri anak memang tepat.
    Materi ini juga mengingatkan bahwa hambatan seperti “anak merasa kemampuan membacanya kurang” atau “anak punya minat lain yang lebih dominan” dapat membuat mereka menghindari membaca.

    BalasHapus
  27. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm: 2386206024
    Kelas: 5B

    Izin menanggapi pak, materi ini menggambarkan pentingnya literasi sebagai jembatan menuju pemahaman dunia yang lebih luas. Terutama tentang bagaimana kurikulum dirancang lebih terstruktur dan selaras dengan teori membaca modern, meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai sekolah. Materi ini membantu pembaca memahami bahwa literasi bukan sekedar membaca, tetapi alat untuk memperkuat pengetahuan dan cara berpikir.

    BalasHapus
  28. Nama: Rosidah
    NPM: 2386206034
    Kelas: V B (PGSD)

    tanggapan saya setelah membaca materi diatas, di bagian pengetahuan kata, ini dalam bahasa sederhananya yaitu berguna untuk melatih siswa supaya mudah membaca dan memahami kata baru. Sedangkan di bagian pengetahuan dunia, siswa dilatih memahami infomasi dan berpikir kritis.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  29. Nama: Rosidah
    Npm: 2383206034
    Kelas: V B (PGSD)

    Oh iya saya ingin menambahkan dibagian tantangan dan kekurangan kurikulum baru, menurut saya perubahan memang terasa berat, namun insyaallah bisa diatasi dengan strategi yang tepat. Salah satunya
    ,dengan selalu mengikuti pelatihan guru agar kemampuan mengajar semakin berkembang dan sesuai dengan kebutuhan kurikulum.
    Walaupun membutuhkan waktu tambahan dan proses yang tak sebentar, tetapi untuk anak generasi emas, para calon guru akan selalu berusaha dan memberikan yang terbaik.

    BalasHapus
  30. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Dari bacaan yang saya pahami, bahwa kurikulum di philadelphia ini baru diterapkan pada tahun 2024-2025 yang memiliki 2 fokus yaitu:
    Pengetahuan kata, cara baru yang terstruktur untuk mengajarkan anak agar bisa mengeja dan membaca dengan cara menggabungkan huruf dan bunyi mungkin contohnya kayak " ini huruf apa a a a, a untuk ayam aaa" penggabungan antara kata dan bunyi berupa lagu.
    Pengetahuan Dunia, yang membuat anak menambah wawasanya lewat membaca buku non fiksi dan cenderung ke buku pelajaran seperti IPA atau IPS.
    Menurut saya kurikulum ini bagus dan membuat anak jadi lebh gampang memahami dengan menyambungkan ilmu yang sudah mereka ketahui. tetapii tantangan lagi bagi seorang pendidik untuk lebih ekstra dalam mengimplementasikan materi tambahan lainya misalnya dalam pengetahuan dunia.

    BalasHapus
  31. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Saya juga membaca data dari UNESCO tentang Minat Baca Orang Indonesia masih Rendah. Sampai menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Padahal para tokoh - tokoh perjuangan Indonesia dulu dikenal sangat rajin membaca dan menambah wawasanya demi kemajuan bangsa..Perkembngan teknologi memng sangat mempengaruhi minat baca seseorang, atau karena kurangnya fasilitas perpustakaan? tapi sekarang banyak bahan bacaan yang bisa kita lihat dari teknolog seperti e-book yang sangat menarik, simpel danpraktis dibawa kemana - mana. Ini menjadi tantangan bersama bagi kita rakyat Indonesia unuk kembali membangkitkan semangat membaca mulai dari sejak dini, baik dari lingkungan keluarga, teman, masyarakat dan ingkungan disekitar.

    BalasHapus
  32. Nama : Zakky Setiawan
    NPM : ( 2386206066 )
    Kelas : 5C
    Untuk mengembangkan kurikulum itu semua hari dimulai dari guru, jadi agar kurikulum ini tuh bisa berjalan maksimal peran guru harus lebih ekstra, maka dari itu guru dituntut profesional agar ilmu yang di ajarkan tidak sembarangan, dengan adanya pelatihan profesional terhadap guru di harap guru semakin bisa menguasai kurikulum terbaru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Zakky Setiawan
      NPM : ( 2386206066 )
      Kelas : 5C
      Sedikit menambahkan pak, efektifnya kurikulum baru ini dilihat dari respon peserta didik, kenyamanan mereka terhadap kurikulum terbaru, dan keterbiasaan mereka terhadap kurikulum baru, semua butuh proses, nah disinilahlah peran guru profesional dibutuhkan, guru mampu atau tidaknya membuat kurikulum baru terasa menyenangkan dengan cara guru tersebut menyajikan dengan caranya sendiri

      Hapus
    2. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Wah, bagus sekali tanggapan mu Zakky.

      Saya setuju banget sama poin yang kamu sebutkan, inti dari kurikulum yang berhasil itu memang ada di tangan guru, kalau guru sudah mau ekstra dan profesional, ilmu yang mereka sampaikan pasti jauh lebih berbobot, apalagi buat kurikulum yang baru. Pelatihan profesional itu penting banget agar guru-guru bisa menguasai materi tanpa bingung dengan begitu memberi ilmu ke murid juga jadi maksimal dan kita bisa pastikan anak-anak didik kita siap menghadapi tantangan dari zaman ke zaman. Jadi, ini bukan cuma soal kurikulumnya, tapi juga soal kualitas pengajarnya yang perlu terus didukung.

      Oke deh, Zakky. Semoga ini jadi masukan yang baik ya buat kita semua. 🙏🏻

      Hapus
  33. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    Kurikulum Philadelphia ini bagus banget karena sudah seimbang, mengajarkan murid cara baca dasar (seperti fonik) sekaligus bikin mereka pintar dan banyak tau (pengetahuan umum). Saya setuju dengan intinya, tapi pelaksanaannya harus didukung oleh pelatihan guru yang mantap dan penyediaan bahan ajar yang lengkap, supaya guru tidak terlalu repot dan bisa mengajar dengan maksimal.

    BalasHapus
  34. Nama: Patricia Nini Making
    NPM: 2386206046
    Kelas: 5C

    makasih pak atas materinya, materi ini menjelaskan dengan jelas bagaimana pengetahuan tidak hanya diterima begitu saja, tetapi dibangun dari pengalaman dan interaksi kita dengan dunia. Penjelasan tentang konstruktivisme dan konstruksionisme sangat membantu untuk memahami bahwa “kata” dan “dunia” terbentuk dari proses berpikir dan pengalaman pribadi.

    BalasHapus
  35. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Izin menanggapi pak, menurut saya, kurikulum baru yang dibahas ini cerdas dan top banget karena dia mengakui bahwa literasi itu harus jalan beriringan di dua jalur, yaitu Pengetahuan Kata (teknik membaca dasar) dan Pengetahuan Dunia (wawasan ilmu). Kita sering keliru mengira kalau anak sudah bisa bunyikan kata, berarti dia sudah jago membaca. Padahal, dia butuh wawasan latar belakang yang luas tentang sains atau sosial untuk benar-benar mengerti apa yang dia baca. Materi ini dengan tegas menunjukkan bahwa kalau kita korbankan pelajaran ilmu pengetahuan demi fokus ke literasi, justru literasi itu sendiri yang akan merugi. Jadi, kuncinya adalah menjadikan teks-teks ilmu pengetahuan sebagai kendaraan utama untuk melatih kemampuan membaca anak, bukan sekadar buku cerita kosong.

    Pendapat saya juga, model terstruktur dari kurikulum ini bisa banget ditiru di Indonesia, apalagi ini sangat cocok dengan semangat Kurikulum Merdeka yang ingin membuat pelajaran jadi lebih bermakna dan kontekstual. Tantangan terbesarnya, sama seperti di Indonesia, adalah di penerapan di lapangan. Meskipun kurikulumnya sudah disusun rapi dan ada skripnya, guru tetap merasa tertekan karena harus menyiapkan materi kontekstual yang intensif, apalagi dalam durasi belajar yang cukup lama. Oleh karena itu, agar kurikulum ini berhasil, pelatihan guru harus on point bukan cuma teori, tapi harus kolaboratif dan praktis, sehingga guru tidak stres dan bisa menyesuaikan template kurikulum dengan kondisi siswa di kelas masing-masing.

    BalasHapus
  36. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Menurut saya, kurikulum baru yang menggabungkan Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia itu keren banget karena langsung menyasar inti dari pengembangan pemikiran kritis. Ini seperti mendapatkan dua keuntungan sekaligus; anak tidak cuma diajari teknik membaca dasar yang kuat, tapi juga dipaksa untuk melatih Analisis, Evaluasi, dan Sintesis mereka lewat teks-teks nonfiksi tentang isu-isu dunia nyata. Ini menunjukkan bahwa Literasi bukan cuma soal bisa membaca, tapi soal menggunakan bacaan sebagai amunisi untuk berpikir kritis, membuat keputusan yang berwawasan luas, dan memecahkan masalah. Jadi, kurikulum ini adalah cetak biru yang sangat ideal untuk menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan kompleks di dunia modern.

    BalasHapus
  37. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Menurut saya, ada satu nilai tambah lain yang penting banget dari kurikulum ini yang belum kita bahas, yaitu aspek kewarganegaraan dan kepekaan sosialnya. Dengan memasukkan tema-tema Pengetahuan Dunia seperti human rights dan keadilan sosial, kurikulum ini secara implisit membentuk siswa agar tidak cuma pintar secara akademik, tapi juga jadi warga negara yang peka dan kritis. Ini berarti membaca tidak cuma dijadikan alat untuk lulus ujian, tapi menjadi jendela untuk memahami dan menganalisis masalah-masalah yang ada di masyarakat. Dengan cara ini, literasi menjadi alat yang kuat untuk perubahan dan untuk melawan polarisasi informasi di media sosial, karena anak-anak sudah terlatih untuk menggunakan wawasan dunia mereka dalam Menganalisis dan Menilai isu-isu etis, menjadikan pendidikan itu relevan secara moral.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Muhammad Nur Fauzi
      Kelas : 5A PGSD
      NPM. : 2386206003

      saya setuju mengenai pendapat Juliana tentang literasi sebagai jendela dunia sangat masuk akal ketika anak-anak membaca teks tentang isu sosial sejak dini mereka belajar memahami perasaan orang lain dan mulai berpikir kritis terhadap masalah di sekitar mereka dengan memasukkan tema keadilan sosial kurikulum ini membantu siswa melihat bahwa pelajaran di sekolah berkaitan dengan kehidupan nyata selain itu kemampuan membaca dan memahami teks nonfiksi juga penting agar anak tidak mudah percaya pada informasi yang salah menurut saya jika sejak awal anak dibiasakan berpikir kritis mereka akan lebih siap menghadapi berbagai informasi di masa depan pada akhirnya pendidikan yang mengajarkan nilai dan kepedulian sosial akan membantu membentuk masyarakat yang lebih baik dan adil.

      Hapus
  38. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206067

    izin menanggapi Pak, menurut saya artikel ini ngasih sudut pandang yang menarik tentang literasi. Ternyata literasi itu bukan cuma soal tahu arti kata, tapi juga soal ngerti konteks dunia di balik kata-kata itu. Pantes aja kita baca teks tapi masih bingung, karena mungkin bukan kata-katanya yang sulit, tapi pengetahuan kita tentang topiknya yang masih kurang. Artikel ini ngebantu banget buat ngingetin kalau kemampuan membaca itu harus jalan bareng dengan pengalaman dan wawasan yang luas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya penasaran pak, kalau pengetahuan dunia punya pengaruh besar terhadap pemahaman bacaan, apa strategi paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan dunia siswa sejak dini?

      Hapus
    2. Asyik banget nih pertanyaannya, Bro/Sis! Intinya, kunci buat bikin kosakata (teori) sama pengalaman (praktik) itu balance adalah dengan kontekstualisasi dan project-based learning. Kita gak bisa cuma suruh anak ngafal, tapi harus langsung ajak mereka 'nge-gas' kosakata barunya di situasi nyata. Misalnya, buat anak yang minim pengalaman, kita kasih simulasi atau roleplay biar mereka punya database emosi dan konteks dari kata-kata yang baru dipelajari. Sebaliknya, buat yang jago praktik tapi kosakatanya masih basic, kita tingkatkan level bahasanya pas mereka lagi cerita (storytelling) tentang pengalaman mereka, jadi ada upgrade bahasa yang effortless.

      Nah, cara paling simple buat menghubungkan kata dengan situasi nyata itu adalah melalui aktivitas yang relevan sama timeline mereka. Ajak mereka bikin mini review atau nge-caption di sosmed tentang topik yang dipelajari, tapi pakai kosakata baru itu.

      Terus, untuk pertanyaan yang keren banget soal strategi paling efektif buat naikin 'pengetahuan dunia' siswa sejak dini—karena ini kunci pemahaman bacaan—kita gak boleh pelit 'jalan-jalan'! Gak harus field trip mahal, tapi manfaatin banget virtual tour atau video-video edukasi yang bikin topik jadi visual dan menarik. Yang paling penting, guru harus jadi curator yang selalu menyajikan berita-berita atau hot topic harian yang relatable dengan materi, biar siswa punya 'bahan bakar' konteks yang banyak. Jadi, pas mereka baca teks yang sulit, mereka langsung bisa 'connect the dots' dan gak cepat burnout!"

      Hapus
    3. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Baik saya izin menjawab ya.

      Menurut saya, sebenarnya intinya kalau kata-katanya gampang tapi kita tidak tahu konteksnya, pasti bingung juga, untuk strategi paling manjur meningkatkan wawasan global anak sejak dini itu kita perlu memberikannya modal yang lebih besar dari sekadar teori, karena wawasan global harus terus dibangun lewat pengalaman nyata, seperti contohnya kita kunjungan ke museum atau tempat baru, serta sesi diskusi ringan yang dilakukan sesering mungkin jadi ini tu bertujuan supaya mereka bisa cepat nyambung dan menangkap konteks dari bacaan yang sedang mereka hadapi, melebihi sekadar hafalan dari buku. Jadi, bukan cuma belajar, tapi lebih ke eksplorasi yang seru.

      Semoga masukan ini membantu ya 🙏🏻

      Hapus
  39. NAMA:VIRGINIA JAU
    KELAS:VD
    NPM:2386206089
    Artikel ini menyajikan pembahasan yang sangat relevan mengenai bagaimana literasi tidak bisa hanya dipahami sebagai kemampuan membaca kata demi kata, tetapi juga mencakup pemahaman yang lebih luas terhadap dunia. Penulis berhasil menekankan bahwa kurikulum modern harus mampu menghubungkan teori membaca dengan pengalaman dan pengetahuan nyata yang dimiliki oleh peserta didik. Penjelasannya terasa mendalam dan membuka sudut pandang baru bahwa literasi adalah fondasi bagi kemampuan berpikir kritis, memahami konteks sosial, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Artikel ini sangat bermanfaat, terutama bagi pendidik yang ingin memperkuat kualitas pembelajaran berbasis literasi.

    BalasHapus
  40. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    terimakasih pak atas materinya, materi ini menegaskan bahwa pengetahuan dibentuk melalui proses mental dan sosial. konstruktivisme memusatkan pada pengalaman individu, sementara konstruksionisme menekankan pda pembelajaran melalui pembuatan artefak. kueduanya membantu kita menjelaskan bagaimana manusia membangun hubungan antara kata dan dunia dalam kehidupan nyata.

    BalasHapus
  41. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, kurikulum baru yang menggabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia ini bagus karena membantu siswa bukan hanya belajar membaca, tetapi juga memahami isi bacaan dengan lebih luas. Dengan materi nonfiksi dan topik yang nyata, siswa bisa membangun pengetahuan latar belakang yang kuat. Tapi tantangannya adalah guru harus siap, karena penyusunan dan pelaksanaannya cukup berat. Jika diterapkan dengan baik, kurikulum seperti ini bisa membuat kemampuan literasi siswa jauh lebih berkembang.

    BalasHapus
  42. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, kurikulum yang menekankan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia bisa membantu siswa lebih mudah memahami bacaan. Siswa tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengaitkan teks dengan pengalaman dan informasi baru. Namun, guru perlu menyiapkan materi dan strategi yang tepat agar pembelajaran tidak terasa berat. Jika dilakukan dengan konsisten, kurikulum ini bisa membuat siswa lebih percaya diri dan lebih cepat menangkap isi bacaan.

    BalasHapus
  43. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, pendekatan literasi yang menggabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia sangat membantu siswa. Dengan cara ini, mereka tidak hanya membaca teks, tetapi juga mengerti konteksnya. Tantangannya, guru harus benar-benar menyiapkan contoh dan aktivitas yang menarik. Kalau pembelajarannya konsisten, siswa bisa lebih cepat paham dan lebih suka membaca.

    BalasHapus
  44. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, kurikulum yang berfokus pada penguatan literasi ini bagus karena membantu siswa memahami bacaan secara lebih mendalam. Mereka belajar mengenal kosakata sekaligus memahami isi cerita atau informasi. Hanya saja, guru perlu kreatif agar pelajarannya tidak membosankan. Jika dilakukan dengan tepat, siswa bisa lebih aktif dan lebih mudah menangkap makna dari apa yang mereka baca.

    BalasHapus
  45. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, menggabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia dalam pembelajaran membuat proses membaca lebih bermakna. Siswa tidak hanya fokus pada kata-kata, tetapi juga memahami konteksnya. Tantangannya adalah guru perlu menyiapkan materi yang sesuai. Jika berjalan baik, siswa akan lebih cepat mengerti bacaan dan lebih percaya diri saat belajar.

    BalasHapus
  46. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    Kurikulum baru ini menarik karena menggabungkan pengetahuan kata (fonik terstruktur) dan pengetahuan dunia (teks nonfiksi tematik). Pendekatan ini bikin belajar membaca bukan cuma soal “bisa mengeja”, tapi juga memahami konteks dan isu sosial. Kurikulumnya jelas, berurutan, dan sudah disiapkan skrip serta aktivitasnya, meski guru tetap menghadapi tantangan seperti beban persiapan dan durasi belajar yang cukup panjang.

    BalasHapus
  47. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, konsep pengetahuan kata dan pengetahuan dunia sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Pengetahuan kata membantu siswa membaca dengan lebih lancar, sementara pengetahuan dunia membuat mereka memahami isi bacaan dengan lebih baik. Agar berhasil diterapkan, guru perlu dukungan pelatihan dan waktu yang cukup. Jika kedua aspek ini dijalankan dengan seimbang, kualitas literasi di Indonesia bisa meningkat.

    BalasHapus
  48. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, literasi tidak cukup hanya bisa membaca, tetapi juga perlu memahami isi bacaan melalui pengetahuan dunia. Kurikulum baru seperti di Philadelphia menunjukkan bahwa penguasaan kata dan wawasan luas harus berjalan bersama. Indonesia bisa meningkatkan literasi jika sekolah memberikan materi yang terstruktur, guru mendapat pelatihan, dan siswa dikenalkan bacaan yang beragam sejak dini.

    BalasHapus
  49. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, peningkatan literasi harus menggabungkan kemampuan membaca kata dan pemahaman tentang dunia. Jika sekolah di Indonesia memperkuat kedua hal ini melalui materi yang terarah dan dukungan guru, kemampuan literasi siswa bisa berkembang lebih baik.

    BalasHapus
  50. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, literasi akan meningkat jika siswa tidak hanya belajar membaca kata, tetapi juga memahami isi bacaan melalui pengetahuan dunia. Dengan kurikulum yang jelas dan guru yang siap, Indonesia bisa memperbaiki kemampuan literasi siswa.

    BalasHapus
  51. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, literasi akan lebih baik jika siswa menguasai membaca kata sekaligus memahami konteks dunia. Dengan dukungan kurikulum dan guru, Indonesia bisa meningkatkan kemampuan literasi.

    BalasHapus
  52. nama : bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    Menurut saya ni pak materinya cukup menarik karena ngejelasin literasi dari dua sisi, bukan cuma soal bisa membaca huruf dan kata, tapi juga paham tentang dunia di balik bacaan. Pendekatan kayak gini bikin siswa nggak cuma lancar ngeja, tapi juga punya wawasan yang lebih luas. Jadi proses membaca terasa lebih hidup dan nyambung sama kehidupan sehari-hari. Cocok banget diterapkan di kelas biar anak-anak nggak sekadar baca, tapi juga ngerti maknanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Saya sangat setuju sekali dengan inti pemikiran yang bangkit sampaikan, terutama tentang materi ini yang berhasil menjelaskan literasi dari dua sisi, benar sekali, fokus pada pemahaman dunia di balik bacaan adalah kunci penting yang sering terlewatkan, ketika membaca tidak hanya sekadar melancarkan ejaan, tetapi juga menjadi cara untuk memperluas wawasan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, proses belajar jadi terasa lebih hidup dan bermakna, pendekatan seperti ini sangat relevan diterapkan di kelas agar anak-anak tidak hanya sekadar bisa membaca, tapi yang paling utama adalah mengerti maknanya.

      Semoga membantu 🙏🏻

      Hapus
  53. Nama: Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206082

    Menurut saya, materi ini mengingatkan bahwa literasi itu lebih dari sekadar bisa baca tulis dan membaca membantu kita memahami kata, mengambil arti, dan mengenal dunia di sekitar kita. Dengan literasi yang baik, kita bisa memperluas wawasan, berpikir lebih kritis, dan lebih mudah belajar hal-baru.

    BalasHapus
  54. Nama: Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,menurut saya Materinya keren banget pak. Penjelasannya juga mudah dipahami dan sangat menarik.Tapi saya masih penasaran bagaimana cara guru memastikan dua kemampuan itu berkembang seimbang pada siswa.Soalnya ada anak yang tahu banyak kata tapi kurang pengalaman,atau sebaliknya sudah punya banyak pengalaman tapi kosakatanya masih sedikit.Selain itu,apakah ada cara sederhana yang bisa dilakukan dikelas supaya siswa bisa menghubungkan kata yang dipelajari dengan situasi nyata?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Hallo yormatiana izin menjawab. Menurut aku soal gimana guru memastikan dua kemampuan itu berkembang seimbang, sebenarnya yang penting bukan harus sama persis, tapi dua-duanya tetap maju sesuai kebutuhan tiap anak. Ada yang kosakatanya banyak tapi kurang pengalaman, biasanya dibantu lewat kegiatan nyata seperti lihat video, cerita, atau praktik sederhana supaya mereka punya gambaran dunia nyata. Sebaliknya, anak yang pengalaman hidupnya banyak tapi kosakatanya masih sedikit bisa dibantu lewat latihan fonik, membaca bareng, dan mengenalkan kata baru pelan-pelan. Di kelas, guru biasanya ngecek perkembangan siswa lewat tugas ringan atau diskusi, lalu menyesuaikan kegiatan untuk tiap anak. Cara sederhana supaya siswa bisa menghubungkan kata dengan situasi nyata itu bisa lewat cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, ngebawa benda atau gambar, atau sekadar tanya hal sehari-hari yang mereka alami. Dengan begitu, kata-kata yang dipelajari nggak cuma dihafal, tapi juga benar-benar dipahami dan kepakai dalam kehidupan nyata.

      Terimakasih😊

      Hapus
    2. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Haiii Yormatiana, izin menjawab yaa, sebelum itu terima kasih atas tanggapan kamu yang mengatakan materi ini mudah dipahami dan atas pertanyaan yang sangat penting mengenai cara menyeimbangkan pengetahuan kosakata dengan pengalaman nyata, cara termudah nya adalah dengan memastikan bahwa setiap kata baru yang diajarkan tadi harus langsung dipraktekkan dan digunakan dalam konteks kehidupan nyata, misalnya melalui kegiatan penceritaan pengalaman atau permainan peran singkat, agar kata tersebut tidak hanya dihafalkan definisinya tetapi juga benar-benar berfungsi dan melekat pada pengalaman sehari-hari.

      Semoga bermanfaat 🙏🏻

      Hapus
  55. Kurikulum ini terasa lebih lengkap karena tidak hanya mengajarkan cara membaca kata, tetapi juga membantu siswa memahami dunia lewat bacaan. Pendekatan seperti ini bisa bikin belajar jadi lebih bermakna.
    Walau terlihat bagus, kurikulum ini tetap punya tantangan. Guru harus belajar banyak hal baru dan menyiapkan materi dengan lebih detail. Ini bisa bikin guru cukup kewalahan, terutama yang masih baru.

    BalasHapus
  56. Bagian pelatihan guru sangat penting. Tanpa pelatihan yang cukup, guru bisa bingung cara menerapkan kurikulum baru. Kerja sama antar guru juga bisa membantu mereka saling belajar.
    Fokus pada pengetahuan dunia itu bagus karena siswa lebih mudah memahami bacaan kalau mereka sudah tahu sedikit tentang topiknya. Tapi waktunya memang lebih banyak, jadi siswa perlu stamina dan konsentrasi lebih.

    BalasHapus
  57. Nama:syahrul
    npm:2386206092
    kelas:5D

    Kurikulum yang baru ini, yang dikembangkan di Philadelphia dan rencananya mulai diterapkan tahun ajaran 2024-2025, sepertinya ingin membuat cara mengajar jadi lebih terstruktur dan modern. Intinya ada di dua konsep kunci, yaitu pengetahuan kata dan pengetahuan dunia.Kalau pengetahuan kata fokus pada cara mengajar membaca dan mengeja dengan menggabungkan fonik analitis dan sintesis secara berurutan.Sedangkan kalau pengetahuan dunia itu tentang memperluas wawasan siswa lewat teks nonfiksi, yang topiknya bisa dari sains, sejarah, atau isu sosial dan lingkungan. Mereka bahkan punya modul spesifik kayak What's Up in the Sky tentang matahari, bulan, dan bintang. Jadi, pendekatannya adalah menggabungkan kemampuan dasar membaca kata dengan pemahaman konteks yang lebih luas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:syahrul
      npm:2386206092
      kelas:5D

      Ternyata ada juga beberapa tantangan dalam penerapan kurikulum ini. Efektivitasnya baru bisa kelihatan setelah satu tahun ajaran penuh, karena perlu waktu untuk melihat dampaknya. Guru juga perlu adaptasi dan pelatihan karena kurikulum ini berbeda dari sebelumnya, terutama dalam menghadapi siswa dengan berbagai kebutuhan. Apalagi bagian pengetahuan dunia ini butuh waktu tambahan di kelas buat praktik, yang bisa menambah beban atau stres bagi guru di awal. Namun, salah satu keunggulan utamanya adalah fokus pada menghubungkan pengetahuan baru dengan apa yang sudah siswa tahu, yang katanya bisa memudahkan mereka menyerap informasi baru.

      Hapus
  58. Nama: Hizkia thiofany
    Kelas: V A
    Npm; 2386206001

    Terima kasih pak untuk materi, dalam pembelajaran matematika perkalian adalah hitungan dasar untuk menghitung jumlah matematika di sekolah dasar
    Karena perkalian sangat penting untuk di pelajari bagi peserta didik.

    BalasHapus
  59. Izin menanggapi pak Materi ini menghadirkan cara pandang yang sangat menarik tentang bagaimana literasi seharusnya diajarkan pada anak-anak: bukan hanya soal membaca kata, tetapi juga memahami dunia. Konsep “pengetahuan kata” dan “pengetahuan dunia” yang diterapkan di Philadelphia terasa seperti dua sayap yang saling melengkapi satu membantu anak mengenali bahasa, satunya lagi membantu mereka memahami realitas.Pendekatan fonik sintetis terstruktur yang dijelaskan dalam materi ini memang sudah lama menjadi standar di banyak negara dengan capaian literasi tinggi. Dengan cara ini, anak belajar membaca dari fondasi yang jelas: bunyi huruf penggabungan bunyi membaca kata baru. Materi menjelaskan bahwa ini berbeda dengan fonik analitis, dan penjelasan ini penting karena banyak guru bahkan di Indonesia sering mencampur keduanya tanpa tahu bedanya. Jadi, kurikulum ini terasa lebih rapi, lebih sistematis, dan tidak membiarkan guru "menebak-nebak" saat mengajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi yang membuat kurikulum Philadelphia terasa lebih hidup adalah komponen “pengetahuan dunia.” Literatur nonfiksi bertema sains, sosial, lingkungan, atau isu kemanusiaan membuat siswa belajar membaca bukan hanya untuk membaca, tetapi untuk memahami sesuatu yang lebih besar dari halaman buku itu sendiri. Tema seperti "human rights" atau "benda langit" membuat literasi terasa relevan dengan kehidupan nyata.Namun, materi ini juga jujur dalam mengakui bahwa kurikulum ini bukannya tanpa tantangan. Guru harus belajar banyak hal baru, mempersiapkan materi lebih intensif, bahkan menambal kekurangan modul dengan bahan tambahan dari dana pribadi. Dan durasi belajar yang cukup panjang 1 sampai 2 jam juga membutuhkan stamina siswa yang tidak semua anak siap. Ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pendidikan tidak cukup hanya dari kurikulum, tetapi juga harus didukung kesiapan tenaga pengajar, fasilitas, serta manajemen waktu yang manusiawi.

      Hapus
    2. Nah Hal yang menarik lainnya adalah pentingnya pengetahuan latar belakang siswa. Ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia. Penelitian sudah lama membuktikan bahwa anak yang punya pengetahuan awal tentang suatu topik akan jauh lebih mudah memahami bacaan baru. Di bagian ini, materi menyentil kebijakan masa lalu yang terlalu fokus pada matematika dan literasi, tetapi mengorbankan sains dan studi sosial. Ini relevan bagi Indonesia yang belakangan juga terjebak dalam “mata pelajaran utama” dan “yang hanya pendamping.”Sekarang, kalau dibandingkan dengan kondisi Indonesia apalagi setelah membaca data UNESCO tentang minat baca yang masih sangat rendah materi ini seperti tamparan halus. UNESCO bahkan menyebut tingkat literasi Indonesia masih jauh di bawah rata-rata dunia. Minat baca rendah, akses buku tidak merata, dan kultur membaca belum mengakar. Di banyak daerah, perpustakaan hanya formalitas; buku lupa diperbarui; guru masih kesulitan mengajarkan literasi dengan pendekatan yang menyenangkan.

      Hapus
    3. Jadi, ketika kurikulum Philadelphia sudah melangkah menuju integrasi literasi + sains + sosial, kita di Indonesia masih berjuang dari titik awal: bagaimana membuat anak mau membaca, bukan hanya mampu membaca. Tantangan kita bukan hanya teknis, tapi juga budaya. Kita kekurangan buku yang menarik, ruang membaca yang ramah, dukungan orang tua di rumah, dan pelatihan guru yang konsisten. Bahkan akses internet yang seharusnya menjadi jembatan kadang justru membuat anak lebih banyak mengonsumsi konten ringan daripada mengeksplorasi bacaan yang makna­nya lebih dalam.

      Hapus
  60. Lanjut tapi, ini bukan berarti Indonesia tidak bisa mengejar. Justru materi ini memberi gambaran bahwa perubahan selalu mungkin dimulai dari struktur kurikulum yang jelas, pelatihan guru yang kuat, dan budaya membaca yang dibangun secara bertahap. Jika Philadelphia memulai dengan dua pilar utama, Indonesia bisa mulai dengan tiga: kurikulum yang jelas, guru yang didukung penuh, dan keluarga yang dilibatkan.Secara keseluruhan, materi ini bukan hanya menjelaskan kurikulum baru, tetapi juga mengajak kita merenung: kalau negara lain sedang menyusun strategi untuk memperkuat literasi masa depan, sudah sejauh apa langkah kita? Dan apa yang bisa kita lakukan agar anak-anak Indonesia tidak hanya bisa membaca, tetapi juga paham dunia tempat mereka tumbuh?

    BalasHapus
  61. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Izin menanggapi materi ini,nah saya sangat terkesan dengan materi ini karena memberikan pandangan yang luas tentang literasi dan bagaimana kurikulum baru ini mencoba untuk meningkatkannya.penjelasan tentang pengetahuan kata dan pengetahuan dunia sangat membantu saya memahami betapa pentingnya kedua aspek ini dalam proses belajar.saya jadi lebih mengerti bagaimana cara mengaitkan materi pelajaran dengan konteks dunia nyata, sehingga belajar menjadi lebih relevan dan bermakna.

    BalasHapus
  62. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Materi ini benar-benar membuka mata saya tentang tantangan dan kekurangan yang mungkin dihadapi dalam penerapan kurikulum baru ini.saya jadi lebih memahami betapa pentingnya peran guru dalam menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan siswa dan menggunakan berbagai kegiatan untuk menemukan metode terbaik.selain itu, saya juga menyadari bahwa materi tambahan untuk mempersiapkan materi perkuliahan seringkali diambil dari sumber pribadi, yang dapat menyebabkan stres bagi guru.semoga ada solusi untuk mengatasi masalah ini.

    BalasHapus
  63. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Materi ini sangat membantu saya memahami betapa pentingnya pengetahuan latar belakang dalam kurikulum baru ini.saya jadi tahu bahwa salah satu keunggulan dari kurikulum ini adalah kemampuannya menghubungkan pengetahuan baru dengan latar belakang yang sudah dimiliki siswa.hal ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan awal tentang suatu topik cenderung lebih mudah memahami informasi baru.saya berharap kurikulum ini dapat terus dikembangkan agar siswa dapat membangun pemahaman yang lebih menyeluruh.

    BalasHapus
  64. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Materi ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana kurikulum baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa.saya jadi tahu bahwa kurikulum ini menekankan pada pengembangan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia, yang keduanya sangat penting untuk membangun pemahaman yang lebih luas.saya berharap kurikulum ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan membaca maupun wawasan dunia yang lebih luas.

    BalasHapus
  65. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Saya sangat terinspirasi oleh materi ini karena memberikan semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.saya jadi tahu bahwa kurikulum baru ini dirancang untuk menyamakan kualitas pengajaran di berbagai kelas dan sekolah.saya berharap kurikulum ini dapat mengintegrasikan dua konsep utama, yaitu pengetahuan kata dan pengetahuan dunia,sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan literasi mereka secara efektif dan menyenangkan.

    BalasHapus
  66. Terima kasih bapak karena telah memberikan materi ini, setelah saya baca materi yang Bapak berikan, saya suka dengan materi bapak yang membahas tentang kurikulum yang dikembangkan di Philadelphia ini, apalagi yang mulai diterapkan sejak tahun ajaran 2024-2025. Karena di materi bapak ini nggak cuma fokus ke satu hal, tapi langsung mengintegrasikan dua konsep utama yang penting, yaitu Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia. ​Menurut pemahaman saya, Pengetahuan Kata itu pak kayak dasar yang kuat. Karena metodenya pakai fonik sintetis terstruktur, ini membuat siswa benar-benar tahu hubungan antara huruf dan bunyinya, lalu digabung jadi kata. Jadi, siswa belajar mengeja dari dasar banget, bukan sekadar menghafal kata secara utuh. Ini penting lho, Pak, apalagi buat anak yang mungkin awalnya kesulitan membaca.
    ​Nah, materi bapak itu bagian Pengetahuan Dunia bagus banget pak. Dengan adanya fokus ini, literasi nggak cuma soal baca tulis, tapi juga jadi alat buat memahami sains, sosial, dan lingkungan lewat teks nonfiksi. Jadi, siswa itu didorong buat paham mendalam tentang isi teks, yang otomatis memperluas wawasan mereka. Intinya, kurikulum ini mencoba menyeimbangkan antara keterampilan membaca dasar dengan pemahaman konteks global. Kalau diterapkan secara merata, harapannya kualitas pengajaran jadi lebih standar di semua kelas dan sekolah.

    BalasHapus
  67. Saya juga suka banget dengan cara bapakmenjelaskan tentang kurikulum ini menyusun materi pelajarannya. Kebanyakan kurikulum yang kita tahu kan biasanya cuma ngasih standar umum aja, tanpa urutan yang jelas. Tapi, di materi ini dijelaskan kalau kurikulum barunya lebih terstruktur dan berurutan. Apalagi ada penyediaan skrip buat guru dan aktivitas tambahan untuk siswa yang punya kebutuhan berbeda misalnya tuh anak yang berbakat atau butuh pelajaran Bahasa Inggris tambahan. Ini menunjukkan kalau kurikulumnya tersusun rapi dan coba menjangkau semua jenis siswa. Terus, pembagian materi dalam modul enam mingguan dengan tema spesifik kayak "What’s Up in the Sky " atau " Stories of Human Rights " itu membuat belajar jadi lebih fokus dan nyambung sama kehidupan nyata. Ini membantu banget lho, Pak, biar materi nggak terasa cuma teori di buku. Setiap modul dirancang buat mengajarkan keterampilan tertentu, kayak memahami puisi naratif atau mengedit teks. Di samping itu, rekomendasi pendekatan kolaboratif, di mana siswa berbagi pengalaman dan dapat umpan balik langsung, itu juga kunci sukses. Karena, belajar itu nggak cuma dari guru ke siswa, tapi juga antar siswa. Pendekatan ini pasti bikin suasana kelas jadi lebih hidup dan siswa lebih aktif, nggak cuma duduk manis dengerin guru.

    BalasHapus
  68. Dan materi bapak yang tak kalah pentingnya juga pada bagian tentang Pentingnya Pengetahuan Latar Belakan menerut saya sih bapak. Penelitian yang Bapak sebutkan di materi itu benar adanya. Siswa yang sudah punya pengetahuan awal tentang suatu topik pasti jauh lebih gampang menyerap informasi baru. Kurikulum ini mencoba menghubungkan pengetahuan latar belakang siswa dengan materi baru, dan itu langkah yang cerdas banget.
    ​Tapi, saya juga melihat ada tantangan yang nggak bisa dianggap mudah juga, seperti yang Bapak bahas di bagian Tantangan dan Kekurangan Kurikulum Baru. Meskipun pendekatannya bagus, pasti ada beban buat guru, apalagi yang baru mulai pakai kurikulum ini. Kurva belajarnya yang tajam dan kebutuhan untuk menyiapkan materi intensif bisa bikin guru stres. Apalagi, materi Pengetahuan Dunia itu kan seringnya harus disiapkan dari sumber pribadi, yang pastinya butuh waktu dan usaha ekstra dari Guru. ​Selain itu, durasi pembelajaran yang mencapai satu sampai dua jam per hari juga menuntut fokus dan stamina yang tinggi dari siswanya. Sebagai calon guru, saya sadar betul kalau mempertahankan fokus siswa selama itu butuh teknik mengajar yang super kreatif. Tantangan ini perlu diatasi dengan dukungan yang kuat, seperti pelatihan profesional yang Bapak singgung di materi.

    BalasHapus
  69. Bapak juga membahas materi yang juga penting disini dari materi bapak ini buat saya menyadari bahwa efektivitas kurikulum baru ini baru bisa diukur setelah beberapa tahun. Ini menunjukkan kalau mereka realistis dan nggak terburu-buru mengharapkan hasil instan. Hasil tes standar itu memang perlu sebagai alat ukur dampak terhadap kemampuan siswa, meskipun kenyataannya banyak siswa yang masih butuh dukungan buat mencapai tingkat literasi yang memadai, terutama pasca pandemi. Jadi, butuh waktu, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Bagian akhir materi bapak ini yang menyinggung tentang Indonesia itu juga langsung bikin saya mikir. Kalau di Philadelphia saja dengan segala sumber daya dan penelitiannya masih ada tantangan, apalagi di Indonesia. Data tentang minat baca orang Indonesia yang masih rendah sesuai link RRI yang Bapak cantumkan itu harusnya jadi alarm buat kita. Menurut saya, fokus pada pembangunan pengetahuan dunia itu sangat penting agar siswa punya wawasan yang luas, bukan cuma jago baca dan hitung. Tantangan kita mungkin lebih besar dalam konteks pemerataan kualitas guru dan akses materi. Jadi, konsep Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia ini bisa banget jadi inspirasi, tapi implementasinya di Indonesia jelas harus disesuaikan dengan kondisi dan tantangan unik di negara kita.

    BalasHapus
  70. Dari semua materi yang dibahas oleh bapak, menurut saya pribadi meteri bapak disini juga menekankan pada bagian yang tak kalah penting nya yaitu pada bagian tentang Pelatihan Guru Materi bapak ini sangat penting untuk mendukung implementasi kurikulum baru ini. Kurikulumnya memang bagus secara konsep, tapi kalau gurunya sendiri nggak siap atau kewalahan, ya hasilnya nggak akan maksimal. Fakta bahwa distrik menawarkan pelatihan profesional itu sudah langkah yang benar. Apalagi pelatihan tersebut mencakup sesi opsional di musim panas dan pelatihan kelompok besar selama tahun ajaran. Ini menunjukkan ada keseriusan untuk membekali guru. Rekomendasi buat menggunakan pendekatan kolaboratif di mana guru bisa berbagi pengalaman dan dapat feedback langsung itu juga esensial. Guru itu kan butuh tempat buat curhat dan berbagi solusi atas masalah di kelas. Namun, di sisi lain, saya jadi mikir soal potensi stres yang Bapak sebutkan, terutama bagi guru yang baru pertama kali pakai kurikulum ini. Mereka harus menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan siswa yang beda-beda, dan yang paling berat mungkin adalah mencari materi pengetahuan dunia dari sumber pribadi. Sebagai calon guru, membayangkan harus menyiapkan materi intensif di luar jam mengajar itu memang terasa menantang. Jadi, dukungan dari sekolah dan distrik itu harus benar-benar Nyata, bukan cuma sekadar pelatihan sekali jalan. Harus ada sistem pendampingan yang berkelanjutan biar guru-guru baru ini tidak merasa sendirian dan stres saat menghadapi kurikulum yang menuntut fokus tinggi ini.

    BalasHapus
  71. Saya sangat mengapresiasi penekanan kurikulum baru ini pada penyusunan materi secara urut dan sistematis. Hal ini jelas merupakan perbaikan signifikan dari pendekatan sebelumnya yang kurang terstruktur. Selain itu, desain setiap modul yang secara spesifik ditujukan untuk mengajarkan keterampilan tertentu seperti kemampuan memahami puisi naratif atau menyunting teks nonfiksi menunjukkan fokus yang kuat pada hasil pembelajaran yang terukur dan aplikatif, bergerak melampaui sekadar penyampaian informasi.

    BalasHapus
  72. Saya mencermati bagian yang membahas tantangan kurikulum, khususnya terkait kurva pembelajaran yang tajam dan kebutuhan untuk mempersiapkan materi secara intensif yang menjadi beban bagi guru. Beban ini tampaknya diperparah oleh bagian ''pengetahuan dunia'' yang sering kali memerlukan guru untuk menyiapkan materi praktik dari sumber pribadi. Hal ini menggarisbawahi perlunya dukungan yang lebih terstruktur dan penyediaan sumber daya yang memadai dari pihak kurikulum, terutama untuk guru yang baru memulai, untuk membantu mengurangi tingkat stres dan memastikan kualitas pengajaran tetap optimal.

    BalasHapus
  73. Menurut saya, penggabungan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia dalam kurikulum ini merupakan langkah yang tepat karena membaca tidak hanya soal mengenali huruf, tetapi juga memahami makna. Pendekatan fonik sintetis membantu siswa membangun dasar membaca yang kuat dan sistematis. Sementara itu, pengetahuan dunia memperkaya pemahaman siswa sehingga mereka mampu mengaitkan teks dengan realitas kehidupan.

    BalasHapus
  74. Saya menilai penyusunan materi secara berurutan dalam modul enam mingguan memberikan kejelasan arah bagi guru dan siswa. Kurikulum yang terstruktur membantu proses pembelajaran menjadi lebih konsisten antar kelas dan sekolah. Dengan adanya skrip dan panduan, guru memiliki pegangan yang jelas meskipun tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi siswa.

    BalasHapus
  75. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, kurikulum baru di Philadelphia menunjukkan upaya sistematis dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Kurikulum tersebut mengintegrasikan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia secara terstruktur. Pendekatan ini membantu siswa memahami hubungan antara bunyi, kata, dan makna bacaan. Guru menggunakan modul tematik untuk menguatkan pemahaman konsep secara bertahap. Siswa memperoleh pengalaman membaca melalui teks fiksi dan nonfiksi yang relevan. Pendekatan ini mendorong pemahaman mendalam, bukan sekadar kemampuan mengeja. Kurikulum tersebut berpotensi meningkatkan kualitas literasi secara merata.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Saya setuju sekali dengan pendapat Lidia bahwa kurikulum perlu berupaya sistematis dalam meningkatkan kemampuan membaca, poin pentingnya ada pada integrasi antara pengetahuan kata dengan pengetahuan dunia yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Ketika siswa mampu menghubungkan bunyi, kata, dan maknanya dengan konteks dunia nyata, mereka tidak akan hanya sekadar mengeja saja, pendekatan ini mendorong siswa untuk mencapai pemahaman konsep yang lebih mendalam dan bertahap, terutama dengan bantuan modul tematik, benar sekali ya kurikulum yang fokus pada kedalaman pemahaman seperti ini memang berpotensi besar untuk meratakan kualitas literasi di seluruh siswa terutama di Indonesia.

      Sekian semoga bermanfaat 🙏🏻

      Hapus
  76. Penggunaan teks nonfiksi dengan tema sains, sosial, dan lingkungan menurut saya sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan siswa.

    Tema seperti keadilan sosial dan hak asasi manusia membantu siswa memahami isu nyata sejak dini. Hal ini membuat kegiatan membaca menjadi lebih bermakna dan tidak terlepas dari konteks kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  77. Meskipun kurikulum ini memiliki banyak kelebihan, saya melihat tantangan yang cukup besar terutama bagi guru. Beban persiapan materi dan durasi pembelajaran yang panjang dapat menimbulkan kelelahan jika tidak diimbangi dengan dukungan yang memadai.

    Oleh karena itu, fleksibilitas dan kreativitas guru sangat diperlukan agar pembelajaran tetap efektif dan menyenangkan.

    BalasHapus
  78. Saya setuju bahwa pelatihan guru menjadi kunci keberhasilan penerapan kurikulum ini.

    Pendekatan kolaboratif antar guru dapat membantu mengatasi kesulitan dan memperkaya strategi pembelajaran. Selain itu, penekanan pada pengetahuan latar belakang siswa sangat penting karena pemahaman yang baik akan memperkuat kemampuan literasi secara menyeluruh.

    BalasHapus
  79. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, penekanan pada pengetahuan kata dalam kurikulum baru berperan penting bagi pembaca awal. Metode fonik membantu siswa mengenali bunyi huruf secara sistematis. Guru membimbing siswa membentuk kata melalui tahapan yang berurutan. Siswa membangun kemampuan membaca dengan dasar yang kuat. Pendekatan ini mengurangi kebingungan dalam mengenali kata baru. Proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan terukur. Hasilnya, siswa dapat membaca dengan lebih percaya diri.

    BalasHapus
  80. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, pengetahuan dunia dalam kurikulum memberikan konteks nyata bagi siswa. Teks nonfiksi memperkenalkan topik sains dan sosial secara bermakna. Guru mengaitkan materi bacaan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Siswa memahami isi bacaan melalui pengetahuan latar belakang yang relevan. Pendekatan ini meningkatkan daya ingat dan pemahaman konsep. Pembelajaran membaca tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan ilmu lain. Kurikulum tersebut memperluas wawasan dan cara berpikir siswa.

    BalasHapus
  81. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, penerapan kurikulum baru juga menghadirkan tantangan bagi guru. Guru membutuhkan waktu untuk mempelajari struktur dan modul pembelajaran. Sekolah perlu menyediakan pelatihan yang berkelanjutan. Guru menyesuaikan strategi mengajar dengan kebutuhan siswa yang beragam. Proses persiapan materi menuntut fokus dan konsistensi tinggi. Siswa memerlukan stamina belajar yang baik untuk mengikuti pembelajaran panjang. Tantangan ini perlu dukungan sistem yang kuat.



    BalasHapus
  82. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, jika dibandingkan dengan Indonesia, Kurikulum Merdeka memiliki arah yang sejalan. Kurikulum Merdeka menekankan literasi yang bermakna dan kontekstual. Guru mengaitkan bacaan dengan projek dan pengalaman nyata siswa. Siswa mengembangkan kemampuan membaca sekaligus pemahaman dunia. Pendekatan ini mendorong berpikir kritis dan reflektif. Namun, penerapan masih bergantung pada kesiapan guru dan sumber belajar. Penguatan pelatihan guru menjadi kunci keberhasilan kurikulum.

    BalasHapus
  83. Nama: Dominika Dew Daleq
    Npm: 2386206051
    Kelas: V.A

    Ternyata setelah membaca materi ini yang dapat saya tanggapan adalah Model Philadelphia yang menggabungkan metode pengajaran membaca yang terbukti efektif (Pengetahuan Kata) dengan konten yang kaya (Pengetahuan Dunia) adalah pendekatan yang sangat relevan dan mendesak untuk diterapkan di Indonesia guna mengatasi tingkat literasi dan skor PISA yang masih tertinggal. Selain itu, Indonesia juga harus mengatasi masalah kultural yang lebih luas terkait minat baca di luar lingkungan sekolah.

    Semoga membantu, terima kasih 🙏🏻

    BalasHapus
  84. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Saya merasa kurikulum baru ini menunjukkan upaya yang serius untuk meningkatkan kualitas pembelajaran membaca secara lebih menyeluruh. Penggabungan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia membuat siswa tidak hanya fokus pada kemampuan mengeja saja nih Pak, tetapi juga memahami isi bacaan dengan lebih baik. Materi yang disusun secara berurutan membantu proses belajar menjadi lebih terarah dan konsisten di setiap kelas. Penggunaan teks nonfiksi dengan tema sosial dan sains juga terasa lebih relevan dengan kehidupan siswa. Meski menuntut adaptasi yang cukup besar bagi guru, kurikulum ini berpotensi memberikan dampak positif jika didukung dengan pendampingan yang berkelanjutan.

    BalasHapus
  85. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi ya, Pak. Menurut saya, penggunaan teks nonfiksi dengan tema sains dan sosial menjadi nilai tambah dalam kurikulum ini. Pendekatan tersebut membantu siswa mengaitkan bacaan dengan pengetahuan dunia nyata yang mereka hadapi. Saya setuju bahwa pengetahuan latar belakang sangat berpengaruh terhadap pemahaman membaca siswa. Walaupun durasi pembelajaran cukup panjang, materi yang bermakna dapat membantu siswa tetap fokus dan terlibat. Secara keseluruhan, kurikulum ini tampak menjanjikan untuk membangun kemampuan literasi sekaligus wawasan siswa secara seimbang.

    BalasHapus
  86. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi lagi, Pak. Menurut saya kurikulum baru ini menunjukkan arah yang cukup jelas dalam memperbaiki pembelajaran membaca, terutama dengan menggabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia. Pendekatan ini membuat membaca tidak hanya dipahami sebagai kemampuan teknis, tetapi juga sebagai proses memahami isi dan konteks bacaan. Materi yang disusun berurutan membantu guru dan siswa mengikuti alur pembelajaran dengan lebih terarah. Penggunaan teks nonfiksi dengan tema sosial dan sains juga terasa relevan dengan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran tidak terasa jauh dari realitas mereka. Meski demikian, saya melihat tantangan bagi guru dalam hal persiapan dan adaptasi, terutama bagi yang baru menerapkan kurikulum ini. Oleh karena itu, dukungan pelatihan dan kerja sama antar guru menjadi sangat penting agar kurikulum ini dapat berjalan efektif dan memberi dampak positif bagi kemampuan literasi siswa.

    BalasHapus
  87. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Saya setuju bahwa kurikulum ini terlihat lebih rapi dan terarah karena materi disusun berurutan serta menggabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia. Menurut saya, pendekatan ini bisa membantu siswa tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami isi bacaan dengan lebih dalam. Namun Pak, saya izin bertanya, bagaimana strategi yang paling realistis agar guru bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan kurikulum ini tanpa merasa kewalahan, terutama bagi guru yang baru pertama kali menerapkannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Menurut saya, agar guru tidak kewalahan menerapkan literasi pengetahuan kata dan pengetahuan dunia, kuncinya ada pada integrasi bukan penambahan beban yang artinya guru tidak perlu membuat pembelajaran baru yang terpisah, tetapi cukup memperdalam kosakata dan konteks dunia dari teks yang sudah digunakan. Untuk guru pemula yaitu dengan penerapan secara bertahap dan kolaborasi dengan guru yang lain sangat penting agar fokus tetap pada kualitas pemahaman siswa, bukan sekedar menuntaskan materi saja.
      Cukup sekian semoga membantu jawaban saya

      Hapus
  88. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Menurut saya, fokus pada pengetahuan latar belakang siswa merupakan poin kuat dari kurikulum ini karena sangat membantu pemahaman teks nonfiksi. Saya juga setuju nih Pak, bahwa integrasi sains dan studi sosial dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Tetapi, dengan durasi pembelajaran yang cukup panjang setiap hari, apakah kurikulum ini sudah mempertimbangkan kesiapan dan daya tahan siswa agar mereka tetap fokus dan tidak mudah lelah saat proses belajar berlangsung Pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Kalau melihat durasi belajar yang cukup panjang, menurut saya kurikulum ini perlu diimbangi dengan strategi yang benar-benar memperhatikan daya tahan siswa. Penguatan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia sebaiknya tidak dilakukan secara monoton, variasi aktivitas dan pengaitan dengan pengalaman nyata siswa justru membuat mereka lebih bertahan dan fokus. Jadi bukan durasinya yang menjadi masalah utama, tetapi bagaimana guru mengelola pembelajaran agar tetap bermakna dan tidak melelahkan secara kognitif.

      Hapus
  89. 2386206060
    5B PGSD



    Untuk Kritik Konstruktif tentang Konsep Literasi nah artikel itu sudah sangat baik menjelaskan dua komponen penting dalam literasi, yaitu pengetahuan kata dan pengetahuan dunia. kata menekankan kemampuan teknis membaca memahami huruf, bunyi, dan cara mengeja sehingga pembaca benar-benar berbicara dengan teks secara tepat. Sedangkan pengetahuan dunia menuntut pembaca bisa mengaitkan apa yang dibaca dengan konteks luas seperti sejarah, sains, dan kehidupan sosial.tapi juga menekankan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan memahami teks saja, itu juga kemampuan berpikir kritis, menilai informasi, dan mengekspresikan ide secara logis. Di era digital sekarang yang penuh informasi, kemampuan ini sangat penting agar seseorang tidak hanya membaca teks secara dangkal tetapi juga mengevaluasi relevansi dan kebenarannya. Kritik ini bisa menjadi pengembangan lebih jauh dari artikel tersebut.

    BalasHapus
  90. 2386206060
    5B PGSD
    cerita ini menarik juga ya karena menggunakan contoh kurikulum baru di Philadelphia sebagai model pendekatan literasi yang terstruktur dan sistematis. padahal Pemisahan antara pengetahuan kata dan dunia membuat siswa belajar dari dasar teknis membaca hingga pemahaman konten yang lebih luas.
    ketika kita bicara tentang pendidikan di Indonesia, perlu ada penyesuaian konteks, misalnya bagaimana kurikulum seperti ini bisa dipadukan dengan kebijakan nasional, tersedianya guru terlatih, buku yang sesuai tingkat pembaca, dan infrastruktur sekolah. Tanpa dukungan tersebut, konsep bagus ini akan sulit diterapkan secara efektif di banyak sekolah kita.
    Masukan ini bisa jadi bahan diskusi seru dengan teman yang punya pandangan berbeda mengenai global vs lokal dalam pendidikan

    BalasHapus
  91. 2386206060
    5B PGSD


    Bagian pengetahuan Nah utu dunia dalam cerita itu sangat menarik karena menjelaskan bahwa pemahaman bacaan tergantung pada wawasan pembaca.untuk
    Masukannya, pengetahuan dunia bisa diperluas tidak hanya soal sains dan sejarah, tapi juga budaya dan pengalaman sosial.
    Contoh: seseorang yang membaca cerita tentang kemiskinan akan lebih memahami isinya jika ia punya pengetahuan atau empati terhadap kondisi sosial masyarakat. Ini membuat literasi juga berkaitan dengan kepekaan sosial, bukan hanya akademik.

    BalasHapus
  92. 2386206060
    5B PGSD


    Teman teman saya mau tanya jadi ni Mengapa kemampuan membaca itu saja tidak cukup untuk disebut sebagai orang yang memiliki literasi yang baik menurut isi cerita ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Mengapa kemampuan membaca saja tidak cukup, karena literasi bukan hanya soal membaca atau memahami teks secara harfiah, dalam materi literasi pengetahuan kata dan pengetahuan dunia dijelaskan bahwa pembaca juga memahami makna kata secara mendalam dan mengaitkannya dengan pengetahuan dunia yang dimiliki. Seseorang bisa saja lancar membaca teks, tetapi jika memahami konteks, latar atau makna kata yang berkaitan dengan kehidupan nyata, maka pemahamannya akan dangkal, isi cerita menekankan bahwa literasi yang baik terjadi ketika pembaca mampu menafsirkan isi bacaan, menarik makna dan menghubungkannya dengan pengalaman atau pengetahuan lain ini bukan sekedar membaca permukaan teks.

      Hapus
  93. 2386206060
    5B PGSD

    Jadi Apa dampak yang bisa terjadi jika seseorang memiliki pengetahuan kata yang baik tetapi pengetahuan dunianya masih terbatas? apa teman teman bisa menjelaskan juga dri cerita ini atau dri kalian sndiri.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Baik Okta Putri Aditia Pertanyaanmu bagus sekali
      Kalau menurutku, dampak ketika seseorang memiliki pengetahuan kata yang baik tetapi pengetahuan dunianya terbatas misalnya mengerti kosakata yang digunakan dalam cerita tetapi tidak memahami situasi sosial, budaya atau konteks kejadian yang dibahas karena kurangnya pengetahuan dunia, jadi akibatnya itu pemahaman menjadi kurang utuh mudah salah menafsirkan pesan cerita dab sulit berpikir kritis dalam cerita maupun pengalaman sehari-hari orang seperti ini cenderung memahami teks secara tekstual saja belum sampai pada pemahaman mendalam, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kata dan pengetahuan dunia harus berjalan seimbang agar literasi seseorang benar-benar kuat.

      Hapus
    2. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Hampir lupa nih Okta Putri Aditia untuk menjawab pertanyaanmu mengenai pengalaman tentang pengetahuan kata namun pengetahuan dunia masih terbatas
      Menurut saya dari pengelaman pribadi hal ini sering terjadi ketika kita membaca berita atau informasi di media sosial kita bisa saja mengerti istilah yang digunakan, tetapi karena kurangnya pengetahuan dunia kita mudah salah dalam menafsirkan informasi atau langsung percaya tanpa berpikir kritis. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kata saja tidak cukup tetapi harus didukung oleh pengetahuan dunia agar pemahaman kita terhadap suatu teks menjadi lebih utuh dan bermakna.

      Hapus
  94. 2386206060
    5B PGSD

    teman teman menurut kalian ni jadi bagaimana konsep literasi yang dijelaskan dalam cerita ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital saat ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Menurut saya, konsep literasi yang dijelaskan dalam materi ini sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di era digital sekarang, di era digital kita tidak hanya dituntut bisa membaca teks di media sosial, berita online atau konsep digital lainnya tetapi juga memahami makna kata dan konteks informasi tersebut. Literasi pengetahuan kata membantu kita memahami istilah, bahasa atau narasi yang digunakan, sedangkan pengetahuan dunia membantu kita menilai kebenaran, maksud dan dampak informasi. Jadi penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari bisa dilaukan dengan cara membaca secara kritis, mengaitkan informasi dengan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya serta tidak langsung percaya pada satu sumber saja, hal ini sesuai dengan isi cerita yang menekankan bahwa literasi bukan sekedar membaca, tetapi memahami dan memaknai informasi secara utuh.

      Hapus
  95. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Pendidikan literasi memerlukan strategi yang menyelaraskan aspek linguistik dan pengetahuan konseptual, melalui perpaduan keduanya siswa akan mendapatkan keterampilan membaca yang fungsional dan makna pembelajaran yang lebih luas. Pendekatan ini juga selaras dengan kebutuhan abad ke-21 di mana kemampuan literasi harus mampu membuat siswa berpartisipasi dalam masyarakat berbasis informasi dan berpikir kritis terhadap teks yang mereka temui, dengan demikian literasi sebagai penguasaan kata dan pemahaman dunia merupakan fondasi penting bagi pembelajaran sepanjang hayat, guru perlu mengimplementasikannya dalam pembelajaran secara berkesinambungan agar siswa bukan sekedar bisa membaca tetapi dapat memahami, menginterpretasi dan menggunakan informasi untuk kehidupan nyata pendekatan ini membuka peluang bagi sekolah untuk membangun budaya literasi yang lebih kuat, relevan dan bermakna bagi perkembangan siswa.

    BalasHapus
  96. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Menurut saya Materi ini membahas tentang literasi yang mengagabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia yang mana menegaskan bahwa kemampuan membaca yang sesungguhnya tidak hanya berhenti pada kemampuan mengidentifikasi huruf, sukukata atau bunyi melalui fonik sintesis terstruktur, literasi sejati menuntut siswa mampu memahami makna teksd secara utuh melalui integrasi pemahaman konteks dan pengetahuan dunia nyata. Dengan demikian literasi bukan hanya proses mekanis tetapi proses kognitif dan sosial yang memerlukan pengetahuan latar belakang untuk menafsirkan informasi secara benar, pendekatan ini dikembangkan dalam materi ini untuk mendorong guru mengajarkan membaca secara komprehensif, guru tidak hanya melatih aspek teknis membaca tetapi juga aktif menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap fenomena di lingkungan sekitar melalui bacaan tematik nonfiksi. Pengembangan literasi dengan cara ini memberi kesempatan bagi siswa untuk membangun pola pikir kritis, memperluas wawasan, serta memahami hubungan antara kat yang dibaca dengan realitas sosial yang mereka hadapi.

    BalasHapus
  97. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas. : 5A PGSD
    NPM. : 2386206003

    Menurut saya kurikulum ini sangat menarik karena tidak hanya mengajarkan anak cara mengeja atau mengenal kata tetapi juga membantu mereka memahami dunia di sekitarnya kegiatan membaca menjadi lebih bermakna karena bahan bacaan yang digunakan berupa teks nonfiksi tentang sains dan isu sosial bukan sekadar kumpulan kata. Menurut saya pendekatan ini cukup baik karena anak belajar dua hal sekaligus yaitu kemampuan membaca melalui metode fonik dan pengetahuan tentang lingkungan serta nilai-nilai kemanusiaan.

    BalasHapus
  98. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM. : 2386206003

    Menurut saya adanya skrip dan materi yang teratur memang membantu menyamakan kualitas pembelajaran tetapi kita juga perlu memperhatikan kondisi guru materi ini menjelaskan bahwa guru bisa mengalami kesulitan dan stres karena harus mempelajari banyak hal baru serta menyiapkan kegiatan praktik yang cukup padat menurut saya kurikulum yang baik akan sulit diterapkan jika guru merasa kelelahan atau terlalu terikat dengan skrip mengajar oleh karena itu dukungan berupa kerja sama antar guru dan pelatihan yang tidak menambah beban mental sangat penting agar penerapan kurikulum ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah baru.

    BalasHapus
  99. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM. : 2386206003

    Tanggapan saya mengenai poin pengetahuan latar belakang adalah bahwa hal ini sering kali kurang diperhatikan dalam dunia pendidikan menurut saya siswa akan lebih mudah dan cepat memahami bacaan baru jika mereka sudah memiliki pengetahuan awal atau informasi dasar tentang topik tersebut saya setuju bahwa kebijakan yang terlalu fokus pada tes literasi dan matematika saja dapat merugikan karena anak menjadi kurang mendapatkan kesempatan untuk belajar sains dan ilmu sosial menurut saya pengetahuan umum merupakan dasar penting yang dapat mendorong kemampuan membaca anak berkembang dengan lebih baik.

    BalasHapus
  100. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Menurut saya durasi belajar literasi selama satu hingga dua jam setiap hari merupakan tantangan yang cukup besar bagi anak-anak materi ini mengingatkan bahwa siswa membutuhkan fokus dan daya tahan yang baik untuk mengikuti pembelajaran dengan waktu yang cukup panjang menurut saya guru perlu berhati-hati agar durasi yang lama ini tidak membuat siswa merasa jenuh atau justru tidak menyukai kegiatan belajar oleh karena itu penyajian materi sebaiknya dibuat menarik dan tidak kaku agar semangat dan stamina belajar siswa tetap terjaga sepanjang pembelajaran.

    BalasHapus
  101. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Saat saya membaca materi diatas, fokus saya langsung tertarik ke tulisan diatas paragraf apakah kurikulum ini efektif? yang meenjelaskan kalau menyajikan modul enam minguan dengan tema yag spesifik seperti " What Up in the Sky" yang mempelajarai matahari, bintang, bulan. Nah saya pernah melihat buku yang memuat informasi misalnya khusus tentang apa saja yang ada di langit, disitu disertakan gambar yang kualitasnya bisa dibilang HD, penuh warna sesuai seperti di langit dan setiap komponen planet misalnya ada penjelasanya, terus tentang informasi hewan purba yang menjelaskan jenis - jenis dinosaurus disertai gambar yang jelas dan penempatan yang terstuktur disertai tulisan yang simpel tpi point nya ada, saya lupa apa nama bukunya pokoknya dia terbagi banyak banget. Nah mungkin buku seperti ini bisa membangkitkan semangat literasi anak juga karena first impression ketika melihat buku itu langsung kayk wahh, menyenangkan . Mungkin komentar saya sedikit melenceng pak hehe tetapi menurut saya masih berkaitan dengan materi literasi pengetahuan kata yang dibahas pada materi tersebut.

    BalasHapus
  102. Nama : Nadia Vega
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2386206063

    Setelah membaca artikel ini, saya merasa lebih paham bahwa literasi itu bukan sekadar kemampuan membaca kata-per-kata, tetapi juga tentang memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Penjelasan yang ada benar-benar menekankan bagaimana kata yang sama bisa bermakna berbeda tergantung konteksnya, dan itu membuat saya sadar bahwa literasi sejati melibatkan pemikiran aktif. Artikel ini mengingatkan saya bahwa membaca dengan penuh makna bisa membuka wawasan baru yang selama ini mungkin terlewat hanya dengan membaca secara cepat.

    BalasHapus
  103. Nama : Nadia Vega
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2386206063

    Menurut saya, artikel ini menjelaskan konsep literasi dengan cara yang sangat membumi dan relevan. Saya suka bahwa penulis menekankan pentingnya pemahaman isi bacaan, bukan hanya sekedar tahu arti tiap kata. Saya jadi teringat bahwa sering kali kita terburu-buru membaca tanpa benar-benar menangkap inti gagasan, dan itu bisa membuat kita salah paham terhadap pesan yang seharusnya ditangkap. Artikel ini memberi saya motivasi untuk lebih memperlambat proses membaca dan lebih fokus pada makna yang ingin disampaikan penulis.

    BalasHapus
  104. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Materi ini membuka wawasan bahwa literasi bukan sekadar bisa membaca, tapi juga memahami isi bacaan. Penggabungan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia terasa sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Pendekatan yang terstruktur membantu guru dan siswa belajar lebih terarah. Konsep ini layak dipertimbangkan untuk penguatan literasi di Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan tentang fonik sintetis dan teks nonfiksi disampaikan dengan cukup jelas. Saya setuju bahwa pemahaman dunia sangat memengaruhi kemampuan membaca anak. Kurikulum seperti ini terlihat berusaha membangun literasi secara utuh, bukan setengah-setengah. Ini bisa menjadi inspirasi untuk perbaikan pembelajaran di sekolah kita.

      Hapus
    2. Tulisan ini menunjukkan bahwa literasi itu proses jangka panjang, bukan hasil instan. Keterkaitan antara membaca, sains, dan studi sosial terasa sangat masuk akal. Penekanan pada pengetahuan latar belakang siswa sangat penting. Pendekatan seperti ini patut diapresiasi dan dikaji lebih lanjut.

      Hapus
    3. Saya suka bagaimana materi ini menekankan pentingnya urutan dalam pembelajaran. Guru jadi punya pegangan yang lebih jelas saat mengajar. Meski ada tantangan, kurikulum ini terlihat berusaha menjawab kebutuhan siswa yang beragam. Ini menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas literasi.

      Hapus
    4. Konsep pengetahuan dunia dalam literasi terasa sangat relevan dengan kondisi saat ini. Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tapi juga memahami realitas sosial dan lingkungan. Pendekatan ini bisa membantu siswa berpikir lebih kritis. Semoga pendekatan seperti ini juga makin berkembang di Indonesia.

      Hapus
  105. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Materi ini menyadarkan bahwa rendahnya literasi tidak bisa diselesaikan dengan cara instan. Dibutuhkan kurikulum yang terencana dan guru yang didukung dengan baik. Integrasi fonik dan pemahaman isi bacaan terlihat seimbang. Ini langkah yang positif dalam dunia pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan ini memberi gambaran bahwa literasi itu soal membangun kebiasaan dan pengetahuan. Penggunaan teks nonfiksi membuat pembelajaran terasa lebih kontekstual. Walaupun menuntut persiapan ekstra, manfaat jangka panjangnya terlihat jelas. Pendekatan ini patut diapresiasi.

      Hapus
    2. Saya setuju bahwa literasi harus dikaitkan dengan pengetahuan dunia siswa. Anak akan lebih mudah paham jika topiknya dekat dengan kehidupan mereka. Kurikulum ini terlihat mencoba menjawab tantangan tersebut. Ini bisa jadi refleksi penting bagi sistem pendidikan kita.

      Hapus
    3. Penjelasan tentang pelatihan guru menunjukkan bahwa perubahan kurikulum tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dan kolaborasi guru sangat menentukan keberhasilan. Pendekatan ini terlihat realistis dan terencana. Hal seperti ini perlu dicontoh dalam penerapan kurikulum di Indonesia.

      Hapus
    4. Materi ini menegaskan bahwa membaca bukan sekadar melafalkan kata. Pemahaman dan wawasan menjadi kunci utama literasi. Penggabungan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia terasa saling melengkapi. Ini menjadi pengingat penting untuk meningkatkan budaya literasi secara menyeluruh.

      Hapus
  106. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Ternyata sebegitu parahnya ya minat baca di negara kita ini, setelah saya baca data UNESCO minat baca kita hanya 0,001%. itu artinya dari seribu orang, hanya satu orang saja yang benar-benar membaca. pantas saja kalau di sosial media mudah sekali menyebarkan berita hoax. kurikulum baru di Philadelphia ini yang menggabungkan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia itu keren sekali bagi saya, seharusnya kita juga mulai fokus ke pemahaman isi, bukan hanya bisa mengeja saja.

    BalasHapus
  107. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya pak, perihal metode Philadelphia ini. kalau metode Philadelphia yang digunakan adalah teks non fiksi soal isu lingkungan atau sosial ini diterapkan di Indonesia. apakah akan cocok sama murid-murid kita?

    BalasHapus
  108. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya lagi pak, kira-kira pelatihan seperti apa yang diberikan ke guru-guru yang ada di Philadelphia agar mereka tidak terkejut dengan sistem yang baru ini?

    BalasHapus
  109. Nama : Finsensos Maria Seno
    Kelas :5D PGSD
    Npm : 2386206090

    Ijin bertanya, materi ini menjelaskan bahwa literasi berkaitan dengan pemahaman kata dan makna. Bagaimana cara guru meningkatkan kosakata siswa secara bertahap di kelas? Apakah membaca teks pendek setiap hari bisa membantu? Metode apa yang paling efektif menurut pemateri?

    BalasHapus
  110. Nama : Finsensos Maria Seno
    kelas : 5D PGSD
    Npm : 2386206090

    Ijin bertanya, pengetahuan dunia memengaruhi pemahaman siswa terhadap bacaan. Bagaimana cara guru mengenalkan pengetahuan dunia kepada siswa yang pengalamannya terbatas? Apakah contoh dari kehidupan sehari-hari bisa lebih memudahkan siswa? Bagaimana penerapannya di kelas?

    BalasHapus
  111. Nama : Finsensos Maria Seno
    Kelas : 5D PGSD
    Npm : 2386206090


    Ijin bertanya, literasi dan numerasi saling berkaitan dalam pembelajaran. Bagaimana cara mengintegrasikan pemahaman kata dengan simbol matematika? Apakah soal kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa? Contoh kegiatan apa yang bisa diterapkan guru?

    BalasHapus
  112. Nama : Finsensos Maria Seno
    Kelas : 5D PGSD
    Npm : 2386206090

    Ijin menanggapi, materi ini menekankan bahwa literasi bukan hanya membaca tetapi juga memahami makna. Pengetahuan kata membantu siswa memahami isi bacaan dengan lebih baik. Hal ini sangat penting dalam semua mata pelajaran. Dengan literasi yang baik, siswa tidak mudah salah memahami materi.

    BalasHapus
  113. Nama : Finsensos Maria Seno
    Kelas : 5D PGSD
    Npm : 2386206090

    Ijin menanggapi, pengetahuan dunia membantu siswa menghubungkan bacaan dengan pengalaman nyata. Jika bacaan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, siswa lebih mudah memahami isi teks. Hal ini dapat meningkatkan minat belajar siswa. Guru berperan penting dalam mengaitkan materi dengan pengalaman siswa.

    BalasHapus
  114. Nama : Finsensos Maria Seno
    Kelas: 5D PGSD
    Npm : 2386206090


    Ijin menanggapi, pemahaman simbol matematika merupakan bagian dari literasi numerasi. Simbol seperti kali dan bagi perlu dipahami sejak dini agar siswa tidak keliru. Materi ini membantu siswa memahami makna simbol dengan benar. Dengan begitu, siswa lebih percaya diri dalam mengerjakan soal.

    BalasHapus
  115. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C
    NPM : 2386206040


    Dari penjelasan tentang “pengetahuan kata” dan “pengetahuan dunia”, saya jadi kepikiran… kalau siswa punya kemampuan fonik yang bagus tapi latar belakang pengetahuannya minim, apakah mereka tetap bisa memahami teks kompleks dengan baik? Atau kedua aspek ini memang harus berkembang bersamaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menanggapi Kak Miftahul, menurut saya keduanya harus berkembang bersamaan. Kemampuan unik yang baik memang membantu siswa membaca kata dengan lancar, sisa memang bisa membaca kata dengan lancar tetapi tanpa pengetahuan latar belakang yang cukup, karena siswa bisa saja membaca teks dengan benar tanpa benar-benar memahami isinya. Nah karena itu, pengetahuan kata dan pengetahuan dunia perlu dikembangkan bersamaan agar siswa tidak hanya bisa membaca teks, tetapi juga benar-benar mengerti maknanya.

      Hapus
    2. Maaf menambahkan kata karena salah ketik *kemampuan unik (KEMAMPUAN FONIK)

      Hapus
  116. Menurut saya, mengintegrasikan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia adalah langkah yang sangat baik dan masuk akal. Karena anak tidak hanya diajari cara membaca kata dengan benar lewat unik yang terstruktur, tetapi juga diajak memahami isi bacaan melalui pengetahuan tentang dunia nyata.

    BalasHapus
  117. Pengetahuan kata dan pengetahuan dunia. Jika pengetahuan kata dan pengetahuan dunia ini digabungkan, maka kemampuan membaca siswa akan menjadi lebih lengkap. Karena anak tidak hanya mampu membaca dengan baik, tetapi juga memahami apa yang mereka baca. Hal Ini yang membuat kegiatan membaca menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi perkembangan belajar siswa. Dapat dilihat dari penjelasan materi yang diberikan, pengetahuan kata sangat membantu siswa agar lebih lancar membaca. Ketika anak memahami bunyi setiap huruf dan cara menggabungkannya menjadi kata, mereka tidak lagi membaca dengan cara menebak. Hal ini membuat anak lebih percaya diri saat bertemu kata baru, karena mereka tahu cara membacanya. Dengan begitu proses membaca menjadi lebih baik dan tidak mudah salah. Selain itu, pengetahuan dunia juga sangat penting karena membantu siswa memahami isi bacaan. Jika seorang anak atau siswa sudah memiliki gambaran tentang topik yang dibaca misalnya tentang lingkungan, mereka akan lebih mudah menangkap maksud teks. Bacaan juga tidak terasa asing, sehingga anak bisa menghubungkan isi teks dengan pengalaman atau pengetahuan yang sudah mereka miliki.

    BalasHapus
  118. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    npm:2386206065

    Dari penjelasan tentang “pengetahuan kata” dan “pengetahuan dunia”, saya jadi kepikiran… kalau siswa punya kemampuan fonik yang bagus tapi latar belakang pengetahuannya minim, apakah mereka tetap bisa memahami teks kompleks dengan baik? Atau kedua aspek ini memang harus berkembang bersamaan?

    BalasHapus
  119. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    literasi itu bukan cuma bisa membaca huruf atau kata saja, tapi juga pengetahuan kata dan dunia. Artinya, waktu kita membaca, kita tidak hanya lihat hurufnya, tetapi juga ngerti artinya dan hubungannya dengan dunia sekitar kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. materi itu bilang kalau dalam belajar membaca, kita pertama-tama mengenal suara huruf dan cara menyusunnya supaya jadi kata yang benar. Dengan cara itu, kita bisa mengeja dan membaca kata-kata baru dengan lebih mudah

      Hapus
  120. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    Menurut aku, ini penting karena dengan memahami kata dan dunia, kita jadi lebih pintar ngobrol, menjawab pertanyaan di sekolah, dan mengerti cerita di buku. Bukan sekadar membaca huruf-huruf tanpa tahu maksudnya

    BalasHapus
  121. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c

    Pak, saya masih agak bingung. Kurikulum baru ini kan terstruktur dan cukup intensif, tapi di sisi lain guru juga dituntut menyiapkan banyak materi tambahan. Apakah tidak berisiko membuat guru kewalahan? Bagaimana sekolah bisa memastikan implementasinya tetap realistis untuk kondisi kelas yang berbeda-beda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Desy Olivia Sapitri
      Kelas / Npm : 5D / 2386206087


      Hai kak Erfina, izin bantu jawab ya 🙏🏻Mungkin agak berisiko ya karna guru kewalahan karena materinya padat dan persiapannya memakan waktu lama. Apalagi kalau guru harus mencari materi praktik sendiri, itu pasti bikin stres. Supaya tetap realis, sekolah bisa melakukan hal ini, yaitu jangan kerja sendirian. Guru harus sering-sering kumpul buat saling berbagi materi dan tips. Kalau satu orang sudah nemu cara yang enak, guru lain tinggal ikut, jadi nggak perlu mikir dari awal terus dan jangan sampai gurunya kehabisan tenaga cuma buat urusan administrasi, karena yang paling penting adalah mereka punya energi buat ngajar di kelas.. 👍🏻

      semoga membantu kak 🙏🏻

      Hapus
  122. Nama : Desy Olivia Sapitri
    Kelas / Npm : 5D / 2386206087

    Terimakasih atas materi yang disampaikan pak 🙏🏻 Pada materi diatas kurikulum ini sangat menarik karena mencoba menggabungkan dua hal yang dipisah. Teknik membaca (cara mengeja) dan wawasan umum (apa yang dibaca). Selama ini banyak anak bisa lancar membaca tapi tidak paham apa maksudnya, atau sebaliknya. Dengan menghubungkan bacaan ke tema nyata seperti hak asasi manusia. Membaca bukan lagi jadi sekadar merangkai huruf, tapi jadi jendela untuk mengerti dunia lebih luas.. ☺️

    BalasHapus
  123. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046
    izin bertanya pak
    bagaimana literasi memengaruhi kehidupan sehari-hari selain dalam konteks sekolah?
    Misalnya: literasi media, literasi digital, literasi kritis terhadap informasi.

    BalasHapus
  124. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    npm: 2386206046
    Saya setuju bahwa literasi bukan sekadar mengenal huruf, tapi juga memahami makna dan konteks teks. Kedua pengetahuan itu saling melengkapi.

    BalasHapus
  125. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    npm: 2386206046
    Kurikulum baru yang berfokus pada pengetahuan dunia membantu siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isu-isu sosial dan sains dengan lebih mendalam.

    BalasHapus
  126. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    npm: 2386206046
    Penerapan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia perlu disertai pelatihan guru yang intensif supaya implementasinya efektif.

    BalasHapus
  127. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    npm: 2386206046

    Pendekatan pengetahuan dunia membantu siswa membangun koneksi antara apa yang dibaca dengan realitas kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  128. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    npm: 2386206046
    Literasi seharusnya mencakup literasi media dan informasi juga, karena di era digital kita harus bisa memilah informasi yang benar dan bermanfaat.

    BalasHapus
  129. Nama: Patricia Nini making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046
    Apakah sistem pendidikan di Indonesia saat ini sudah relevan dengan pendekatan literasi modern yang menekankan pemahaman kontekstual, bukan hanya pengenalan kata?

    BalasHapus
  130. Nama: Patricia Nini making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046
    Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis secara teknis, tetapi juga kemampuan mengolah, memahami, dan mengevaluasi informasi hal ini penting untuk berpikir kritis serta kehidupan sehari-hari

    BalasHapus
  131. Nama: Patricia Nini making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046
    Apa perbedaan antara fonik sintetis dan fonik analitis dalam pembelajaran membaca?

    BalasHapus
  132. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    Npm: 2386206046
    Mengapa pengetahuan latar belakang atau pengalaman dunia siswa penting dalam memahami teks nonfiksi

    BalasHapus
  133. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    Apa yang dimaksud dengan pengetahuan kata dan pengetahuan dunia dalam konteks literasi?
    Bagaimana dua aspek ini saling melengkapi dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks?

    BalasHapus
  134. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    manakah yang lebih penting dalam pembelajaran membaca: kemampuan teknis membaca (pengetahuan kata) atau kemampuan memahami konteks (pengetahuan dunia)

    BalasHapus
  135. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    Bagaimana cara kurikulum baru ini membantu siswa dengan kebutuhan khusus atau kesulitan belajar untuk menguasai literasi?

    BalasHapus
  136. Nama: Patricia nini making
    kelas: 5C
    npm: 2386206046
    Apakah pendekatan ini cocok diterapkan di Indonesia?
    Mengingat tingkat literasi di Indonesia yang menurut UNESCO masih perlu meningkat.

    BalasHapus
  137. Nama : Miftahul hasanah
    kelas : 5C

    Saya masih agak bingung. Kurikulum baru ini kan terstruktur dan cukup intensif, tapi di sisi lain guru juga dituntut menyiapkan banyak materi tambahan. Apakah tidak berisiko membuat guru kewalahan? Bagaimana sekolah bisa memastikan implementasinya tetap realistis untuk kondisi kelas yang berbeda-beda?

    BalasHapus
  138. izin menanggapi pak,
    Materi tentang kurikulum literasi Philadelphia ini sangat relevan dengan diskusi kita tentang pendidikan yang bermakna. Dari penjelasannya, saya tertarik pada dua strategi utamanya: pendekatan dua pilar (Pengetahuan Kata dan Pengetahuan Dunia) dan penggunaan modul tematik yang terstruktur.

    Strategi pertama menarik karena ia menolak dikotomi antara "bisa baca" dan "paham bacaan". Pengetahuan Kata memastikan fondasi teknis membaca kuat, sementara Pengetahuan Dunia mengisi bacaan itu dengan konteks dan makna yang membuat anak ingin terus membaca. Ini penting agar siswa tidak hanya menjadi decoder teks yang pasif, tetapi menjadi pemikir yang aktif terhadap apa yang dibaca. Sementara itu, modul tematik 6 minggu (seperti "Stories of Human Rights") menurut saya adalah cara yang brilliant untuk mengorganisasi pembelajaran. Ia menciptakan alur, kedalaman, dan memungkinkan akumulasi pengetahuan yang sistematis, berbeda dengan pembelajaran yang terpotong-potong dan tidak saling berkaitan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari artikel disebutkan bahwa guru membutuhkan banyak persiapan. Dalam konteks Indonesia dengan keragaman yang sangat besar antar sekolah, apakah pendekatan kurikulum yang sangat terstruktur dan menyediakan "skrip" seperti ini lebih berpotensi membantu atau justru membelenggu kreativitas guru? Apakah "skrip" ini bisa fleksibel diadaptasi untuk konteks lokal, misalnya dengan mengganti tema "What's Up in the Sky" dengan tema "Lingkungan dan Kearifan Lokal di Daerahku", sambil tetap mempertahankan struktur dan tujuan literasinya? Bagaimana kira-kira mekanisme pelatihan dan pendampingan yang ideal agar guru tidak sekadar "menjalankan paket", tetapi benar-benar menguasai filosofi di balik dua pilar ini?

      Hapus
  139. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    dalam blog ini dijelaskan bahwa literasi tidak hanya soal mengenal kata, tetapi juga memahami dunia.bagaimana hubungan antara pengetahuan kata dan pengetahuan dunia dalam membantu siswa memahami bacaan secara lebih utuh, terutama ketika mereka membaca teks yang konteksnya jauh dari pengalaman sehari-hari mereka?

    BalasHapus
  140. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    diblog menekankan pentingnya pengetahuan dunia sebagai latar belakang pemahaman teks. Bagaimana dampaknya jika siswa memiliki kemampuan membaca teknis yang baik tetapi minim pengetahuan dunia, dan sebaliknya, memiliki pengetahuan dunia luas tetapi kemampuan membaca kata yang masih terbatas?

    BalasHapus
  141. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    izin bertanya pak
    jika literasi dipahami sebagai kemampuan membangun makna, bukan sekadar membaca lancar, bagaimana seharusnya guru mengubah cara mengajar membaca di kelas agar tidak hanya fokus pada kecepatan membaca, tetapi juga pada pemahaman isi dan konteks bacaan?

    BalasHapus
  142. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    izin bertanya ya pak sejauh mana kurikulum di Indonesia saat ini sudah memberi ruang bagi pengembangan pengetahuan dunia siswa, misalnya melalui teks bacaan yang kontekstual, beragam topik, dan dekat dengan realitas kehidupan mereka?

    BalasHapus
  143. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    Npm: 2386206046

    Dalam praktik pembelajaran, sering kali siswa diminta membaca teks tanpa penjelasan latar belakang terlebih dahulu. Bagaimana pengaruh kurangnya pengantar konteks ini terhadap pemahaman bacaan siswa, dan apa solusi yang bisa dilakukan guru agar pembelajaran literasi menjadi lebih bermakna?

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak