Sebagai guru, menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa menjadi tantangan. Namun, dengan mengatur waktu secara efektif, Anda dapat menikmati akhir pekan yang benar-benar bebas untuk diri sendiri dan kegiatan di luar sekolah. Strategi berikut membantu memaksimalkan waktu kerja Anda dan menghemat waktu setelah pulang sekolah. Marisa Silver (2024) memebrikan kita strategi memaksimalkan waktu kerja sebagai berikut.
Untuk mengatasi hal ini, tetapkan rutinitas kebersihan yang melibatkan siswa sejak awal tahun ajaran. Salah satu metode yang efektif adalah permainan Magic Piece of Trash. Permainan ini meminta siswa membantu merapikan kelas dengan imbalan kecil, seperti stiker atau pensil.
Cukup umumkan bahwa ada “sampah ajaib” di kelas, lalu biarkan siswa bekerja mencari barang yang perlu dibuang atau dirapikan. Permainan ini hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit, namun hasilnya luar biasa: kelas menjadi rapi dalam waktu singkat, dan Anda bisa langsung fokus pada perencanaan tanpa harus menghabiskan waktu merapikan ruangan sendiri.
Sebagai alternatif, jadikan hari Kamis sebagai waktu untuk merencanakan minggu berikutnya. Pada hari ini, Anda sudah memiliki gambaran jelas tentang kemajuan kelas dan apa yang perlu dipersiapkan. Dengan menyelesaikan semua perencanaan di Kamis sore, Anda bisa menggunakan hari Jumat untuk tugas-tugas ringan, seperti menyiapkan bahan ajar atau membuat salinan dokumen.
Dengan strategi ini, Anda tidak hanya mengurangi stres tetapi juga memastikan akhir pekan Anda benar-benar bebas dari pekerjaan sekolah.
Dalam rutinitas Friday Tidy, siswa membersihkan area pribadi mereka, seperti meja dan laci penyimpanan, sebelum membantu merapikan kelas. Beberapa tugas tambahan yang bisa mereka lakukan meliputi menyusun perpustakaan kelas, membuang barang daur ulang, atau mengembalikan barang ke tempatnya.
Selain menghemat waktu Anda, kegiatan ini membangun rasa tanggung jawab dan kebanggaan siswa terhadap lingkungan belajar mereka. Ketika ruang kelas terorganisasi dengan baik, suasana kerja menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Hal di atas yang disampaikan Marisa (2024) jika berlaku sekolah menerapkan fullday. Jika sekolah sampai hari Sabtu, kita mengkondisikannya dan perlu kita sesuaikan dengan kondisi kelas tentunya.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, dapat menciptakan rutinitas yang efisien dan memastikan akhir pekan bebas dari tekanan pekerjaan sekolah. Manfaatkan waktu kerja untuk perencanaan yang efektif, sehingga tetap menjadi pendidik yang produktif tanpa mengorbankan kehidupan pribadi Anda.

Nama :Elisnawatie
BalasHapusKelas :VD
NPM:2386206069
Izin bertanya pak menurut bapak ,apakah strategi - strategi ini bisa di terapkan pada semua guru pak atau hanya cocok untuk kondisi tertentu saja pak ?
hallo ka Elis saya izin menjawab pertanyaannya ya, menurut saya strategi yang ditawarkan ini bisa diterapkan pada semua guru yang sekolahnya menerapkan fullday(sama seperti yang diterangkan diatas materi) , beda lagi ni ka kalo sekolahnya yang full dari senin sampai sabtu, pastinya guru harus menyusun strategi baru agar dapat menikmati libur akhir pekan, tapi yang saya tau kalo memang sekolah nya full dari senin-sabtu di hari sabtunya itu pulangnya sih agak cepetan dari hari biasa, nah bisa tu guru tersebut mengikuti strategi diatas dengan sedikit modifikasi sesuai kebutuhan dan kenyaman tentuanya.
HapusNama: Nanda Vika Sari
HapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie, menurut sepengetahuan yang saya ketahui pada strategi-strategi yang ada pada materi diatas ini bisa saja diterapkan sebagian besar oleh para guru, tetapi tergantung lagi pada kondisi kelasnya lagi, budaya sekolahnya, serta jadwal belajarnya juga ( dilihat mereka fullday atau sampai sabtu), dan juga dari karakter setiap siswanya. Jadi bisa dibilang ini bukan strategi universal, namun strategi yang fleksibel dan dapat dengan mudah untuk disesuaikan terhadap kebutuhan dari setiap guru dan juga pada situasi sekolahnya.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206067
Izin menjawab ya Elisnawatie, menurut saya strategi-strategi buat "memulihkan akhir pekan tanpa bawa pekerjaan rumah" itu sebenarnya bisa dipakai semua guru, tapi penerapannya tetap harus disesuaikan sama situasi masing-masing. Intinya, prinsipnya sama, nagtur waktu lebih rapi, fokus ngerjain hal pneting di sekolah, dan bikin batasan biar kerjan nggak kebawa sampai rumah. Tapi tiap guru kan punya kondisi kelas, beban administrasi, dan budaya sekolah yang beda.Jadi yang penting itu bukan nyalin strategnya persis, tapi nyari cara yang paling cocok buatrutinitas dankarakter kerja masing-masing. Kalau fleksibel dipakai, pasti tetap kepake dan membantu.
Nama:Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie,Jadi menurut saya, Strategi-strategi buat memulihkan akhir pekan itu sebenarnya bisa diterapkan siapa saja, tapi paling efektif kalau disesuaikan sama kondisi tiap guru, jadi ada yang cocok kalau beban kerjanya tinggi, ada yang lebih pas buat guru yang butuh manajemen waktu, dan ada juga yang relevan kalau sekolah punya budaya kerja yang jelas, intinya pilih yang paling sesuai biar akhir pekan bener-bener bisa jadi waktu istirahat tanpa bawa kerjaan pulang.
izin mnjwb ya. Strategi yang dibahas dirancang untuk membantu guru merasa lebih siap dan mengurangi stres/beban mental, namun efektivitas dan penerapannya akan bervariasi tergantung pada kondisi spesifik setiap guru, seperti beban mengajar, dukungan administrasi, dan lingkungan sekolah.
HapusNama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Halo Elis, saya izin untuk menjawab pertanyaan yang kamu ajukan ya.
Menurut saya sendiri, strategi ini sebenarnya bisa dipraktikkan oleh semua guru, asalkan kita mau menyesuaikan jadwalnya dengan kondisi sekolah masing-masing dan rajin membiasakan siswa untuk disiplin merapikan kelas sejak awal tahun. Intinya di sini adalah bagaimana kita pintar-pintar untuk mengatur waktu agar semua urusan perencanaan dan kebersihan tuntas di hari kerja, sehingga saat akhir pekan tiba, kita benar-benar bisa istirahat tanpa perlu merasa terbebani oleh tumpukan pekerjaan sekolah yang dibawa ke rumah.
Terima kasih 🙏🏻
Nama:Elisnawatie
BalasHapusKelas:VD
NPM:2386206069
Saya setuju pak dengan strategi menjadikan hari kamis sebagai waktu khusus untuk merencanakan Minggu berikutnya adalah langkah yang bagus pak.Dengan cara ini guru bisa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kemajuan kelas ,menyiapkan bahan ajar lebih awal dan menikmati akhir pekan tanpa beban pekerjaan sekolah .
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm : 2386206090
Terima kasih atas pendapatmu Elisnawatie yang disampaikan. Saya setuju bahwa strategi ini dapat membantu meringankan beban kerja guru. Perencanaan yang baik sejak awal membuat kegiatan belajar lebih terarah. Hal ini juga berdampak positif pada kenyamanan guru dan siswa.
Nama : Nabilah Aqli Rahman
BalasHapusKelas : 5 D PGSD
NPM : 2386206125
Wah terimakasih banyak yaa Pak, strategi yang Bapak tuliskan di atas bisa saya pakai nanti kalau saya dikemudian hari jadi guru kelas (aamiin). Amal jariyah nih untuk Bapak!
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
saya setuju sekali dengan memulihkan akhir pekan tanpa membawa pekerjaan ke rumah.
dengan penerapan full day di sekolah dasar saat ini solusi yg tepat bagi guru untuk menerapkan kamis adalah Minggu yang baru ini karena dengan guru mengerjakan nya hal hal yang penting di hari kamis dan lebih produktif di hari kamis akan merasakan keringanan di hari Jum'at dan akan lebih fokus lagi ke siswanya untuk melakukan Jum'at bersih. karena kelas tersebut akan di pakai lagi di hari Senin akan terlihat bersih dan terasa nyaman saat masuk kelas di hari Senin. walaupun biasanya di setiap sekolah ada tukang bersih-bersih kelas tetapi ada baiknya mereka di bantu untuk membersihkan dengan melibatkan anak anak di kelas mereka masing masing-masing. solusi ini bisa jadi bekal kami nih pak setelah menjadi pengajar di masa yang akan datang.
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
BalasHapusNomor: 2386206058
Kelas: VB PGSD
Izin menanggapi pak, saya sangat setuju dengan strategi materi di atas karena dengan strategi ini dapat menghemat waktu guru saat guru di luar sekolah maupun di sekolah. Karena dengan cara seperti ini secara tidak langsung guru mengajar kan anak murid bagaimana cara menjaga kebersihan dan tanggung Jawab di kelas dan juga guru dapat menghemat waktu karena guru sudah mempunyai jadwal yang mereka harus lakukan ataupun kerjakan tanpa harus menumpukan tugas. Apalagi di jaman sekolah sekarang yang sekolah nya menerapkan fullday 🙏
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5 D PGSD
Npm : 2386206090
Terima kasih atas Isdiana Strategi ini memang mendorong guru untuk lebih kreatif dan terorganisir. Kegiatan yang direncanakan dengan baik membantu menghemat waktu dan tenaga. Dampaknya, guru dan siswa bisa menjalani pembelajaran dengan lebih menyenangkan.😊
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusNpm: 2386206055
Kelas: 5C PGSD
izin menanggapi ya pak, saya setuju dengan isi dari materi di atas karena tipsnya sangat membantu guru agar bisa benar-benar beristirahat pada akhir pekan, dengan cara sederhana seperti ini kita dapat melibatkan siswa dalam merapikan kelas dengan memberikan jadwal piket di kelas, jadi guru bisa lebih santai tanpa terbebani pekerjan sekolah saat libur.
Nama: Margaretha Elintia
BalasHapusNpm: 2386206055
Kelas: 5C PGSD
saya izin bertanya ya pak, bagaimana jika guru sudah mencoba menerapkan cara-cara itu, tapi tetap merasa terbebani karena banyak tugas yang harus mareka kerjakan dari sekolah?, apakah ada solusi lain agar guru tetap bisa memulihkan diri di akhir pekan?
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
HapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Baik Pak izin menjawab pertanyaan dari saudari Margaretha elintia. Mungkin solusinya dengan cara guru dapat mengatur waktu kerja lebih strategis dan juga berkolaborasi. Guru bisa gunakan hari khusus yang di mana bisa menjadi perencanaan pekerjaan, contohnya hari Kamis, selanjutnya hari Jumat guru bisa gunakan hari tersebut untuk merapikan pekerjaannya, agar hari libur guru benar-benar bebas dari pekerjaan ataupun beban tugas. Selain itu juga guru bisa melibatkan siswa dalam kegiatan kelas agar tidak terlalu menumpuk tugas, dan juga bisa menjaga keseimbangan diri untuk beristirahat dan bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan di hari libur🙏
Nama: Ratna Andina
HapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
ijin menanggapi ya margaretha, mungkin salah satunya solusinya adalah guru bisa membuat jadwal kebersihan atau kerapian untuk siswa supaya gak semuanya guru yang kerjakan. dan sesama guru juga mungkin bisa saling berbagi bahan ajar, ide kegiatan, atau rencana pembelajaran supaya pekerjaannya bisa lebih ringan. guru juga bisa mengambil waktu beberapa menit sebelum pulang untuk menenangkan diri supaya tidak terlalu lelah atau stress.
Nama: Nanda Vika Sari
HapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Izin menjawab pertanyaan dari Margaretha Elintia, menurut sepengetahuan yang saya tau ketika dari seorang guru sudah berusaha menerapkan strategi tersebut namun seperti tetap terbebani diterapkan banyak tugas sekolahnya, mungkin solusinya ialah bisa untuk mengurangi beban kerjanya dengan menggunakan cara yang lebih struktural/terstruktur, misalnya bisa dengan memprioritaskan tugas yaitu dengan fokus pada pekerjaan yang benar-benar penting, dan juga bisa berkomunikasi dengan pimpinan yaitu menyampaikan beban kerja yang tidak realistis agar ada penyesuaiannya atau solusinya yang bisa diberikan.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C Pgsd
Npm : 2386206067
izin menanggapi pertanyaan Elintia. Menurut saya kalau guru sudah coba semua tips yang ada tapi tetap merasa terbebani, berarti masalahnya bukan cuma di manajemen waktu, tapi juga di beban kerja yang memang terlalu banyak. Kadang guru itu sudah maksimal, tapi tugas administratif atau tuntutan sekolahnya yangnggak realistis.
Nah untuk solusi lain yang bisa dicoba adalah ngobrol langsung dengan pihak sekolah atau rekan guru untuk cari cara membagi tugas yang lebih sehat. Bisa juga bikin batasan yang jelas, misalnya benar-benar 'off' di hari tertentu supaya tubuh dan pikiran tetap pulih. Intinya, guru juga butuh istirahat biar tetap punya energi untuk mengajar dengan baik.
Nama: Imelda Rizky Putri
HapusNpm:2386206024
Kelas:5B
Izin menjawab pertanyaan dari Margaretha Elintia, Jadi menurut saya, Kalau guru sudah coba semua cara tapi tetap merasa kewalahan karena tugas dari sekolah numpuk, biasanya masalahnya bukan cuma di manajemen waktu, tapi juga di beban kerja yang memang kelewat besar. Solusinya bisa dengan ngobrol baik-baik sama atasan atau tim sekolah buat nyari pembagian tugas yang lebih realistis, bikin batas kerja yang jelas (misalnya stop kerja setelah jam tertentu), dan kasih ruang buat diri sendiri buat benar-benar “cabut” dari urusan sekolah di akhir pekan walau cuma sebentar. Kadang istirahat itu bukan soal punya waktu banyak, tapi soal berani ngejeda dan ngerawat diri biar energi nggak habis terus.
Nama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Izin menjawab ya Elin.
Menurut saya, kunci utama supaya akhir pekan kita benar-benar berjalan dengan baik adalah dengan menuntaskan seluruh administrasi atau pekerjaan dan persiapan mengajar paling lambat di hari Kamis, serta membiasakan siswa untuk terlibat aktif merapikan kelas melalui cara yang menyenangkan, sehingga saat hari Jumat berakhir, kita bisa pulang dengan perasaan tenang tanpa harus membawa beban pekerjaan ke rumah.
Semoga membantu 🙏🏻
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
izin bertanya pak kan biasanya guru sibuk di akhir semester jadi otomatis pekerjaan bertambah tidak seperti hari biasanya, jika guru yang sibuk dengan pekerjaan pekerjaan tambahan mereka di akhir semester tersebut apakah kira-kira masih bisa menerapkan hal ini ya pak? apakah ada solusi dengan hal ini pak
Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
HapusNpm : 2386206058
Kelas : VB PGSD
Izin menjawab pertanyaan dari Andi Nurfika pak, menurut saya meskipun akhir semester biasanya menjadi masa sibuk bagi guru, solusi yang bisa digunakan dengan strategi yang tertera pada materi di atas kita bisa terapkannya dengan menyesuaikan. Contohnya seperti memanfaatkan hari Kamis untuk menyelesaikan tugas administrasi. Dan untuk hari Jumat bisa digunakan untuk merapikan kelas, serta dokumen dengan menggunakan pembagian ini guru bisa tetap produktif tanpa harus membawa pekerjaan ke rumah pada hari libur🙏
Nama : Putri Lestari Pinang
HapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
Izin menambahkan jawaban mengenai pertanyaan dari Andi nurfika, mengatasi guru yang masih mengerjakan pekerjaan di akhir pekan dapat dilakukan dengan memprioritaskan tugas-tugas yang harus diselesaikan selama hari kerja, sehingga tidak perlu membawa pekerjaan ke akhir pekan. Guru juga dapat membuat jadwal yang efektif untuk mengelola waktu kerja dan waktu luang, sehingga dapat memisahkan antara pekerjaan dan kegiatan pribadi.
Dengan menetapkan batas waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan, guru dapat menghindari pekerjaan yang menumpuk dan mengurangi stres. Selain itu, guru juga dapat mencari dukungan dari rekan-rekan atau atasan untuk membantu mengelola beban kerja dan menemukan solusi untuk mengurangi pekerjaan di akhir pekan. semoga membantu
Nama: Rismardiana
HapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
Saya izin bantu jawab yah Fika, kalau yang saya pikirin itu sebenarnya, walaupun akhir semester itu penuh banget sama tugas tambahan mulai dari ngurus nilai, rapor, administrasi, sampai persiapan penilaian strategi dari Marisa tadi tetap bisa diterapkan,itu dari pandangan saya sih, cuma yah mungkin perlu sedikit diakalin. Ibaratnya bukan harus jalan 100%, tapi tetap dipakai biar beban kerja nggak makin numpuk.
Misalnya, permainan “sampah ajaib” atau rutinitas rapi-rapi tetap bisa dijalankan, malahan makin penting karena kelas biasanya makin berantakan di akhir semester. Itu dua menit yang sangat menyelamatkan waktu. Kamis sebagai hari perencanaan mungkin agak berubah ritmenya, tapi konsepnya tetap sama: jangan nunda sampai weekend. Apa yang bisa diselesaikan di sekolah, yah harus selesaikan di sekolah sih walaupun porsinya lebih kecil.
Tapi kalau kerjaan akhir semester terasa terlalu berat, bisa juga bikin versi minimalis dari strategi ini. Yang penting masih ada rutinitas yang membantu, nggak harus sempurna. Misalkan:
- tetap punya hari khusus untuk rapi-rapi kelas bareng siswa, walau cuma 5 menit;
- tetap punya waktu terjadwal untuk menyusun nilai, jangan dicicil tanpa pola;
- tetap pisahkan antara pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini dan pekerjaan yang boleh menunggu.
Jadi intinya, sekalipun akhir semester itu kesusahan, guru masih bisa banget menerapkan strategi ini dengan penyesuaian kecil. Yang terpenting adalah menjaga alur kerja tetap tertata supaya pekerjaan tambahan akhir semester nggak menggulung sampai ke akhir pekan. Jadi tetap ada waktu buat istirahat, bukan cuma buat ngurus laporan.
Nama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Baik saya izin menanggapi pertanyaan tersebut, memang di akhir semester sangatlah berat, tapi coba cicil pekerjaan dari jauh-jauh hari dan prioritaskan yang wajib dulu, wajar saja kalau harus kerja sedikit di akhir pekan, yang penting tetap sisakan waktu untuk kita istirahat.
wah saya sangat setuju dengan stategi tersebut, dengan menerapkan strategi itu guru bisa merasakan libur akhir pekan tanpa beban pikiran, karena kelas sudah bersih sejak diberlakukan permainan sampah ajaib, lalu untuk berkas dan pengecekan soal? sudah dilakukan juga di hari kamis, nah di hari juma'at sendiri guru hanya membuat sedikit pekerjaan untuk mempersiapkan pembelajaran kembali di hari senin jadi ,di hari sabtu dan minggu guru juga bisa menikmati libur akhir pekannya.
BalasHapusNama : Oktavia Ramadani
BalasHapusNpm : 2386206086
Kelas : 5D
Saya sangat setuju dengan materi ini karena sangat relevan bagi para guru sekolah dasar yang sering menghadapi tantangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi , banyak guru sering sekali membawa pekerjaan ke rumah karena kurangnya memanajemen waktu saat di sekolah , dengan strategi seperti ini , guru dapat menyelesaikan pekerjaan di jam kerja dan memiliki akhir pekan yang benar digunakan untuk istirahat, keluarga, atau juga saat ada kegiatan pribadi , karena guru yang seimbang secara emosional dan mental akan lebih bersemangat dalam mengajar siswanya , di Indonesia ini masi ada beberapa sekolah yang masih fullday , bahkan hingga hari Sabtu , sehingga penerapan strategi ini sangat di perlukan , guru memang perlu waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kinerja dan kesehatan mentalnya , sekolah juga bisa mendukung guru dengan kebijakan yang memungkinkan seperti rencana yang efektif di jam kerja bukan di luar jam sekolah .
Nama: Stevani
BalasHapusNPM: (2386206045)
Kelas: V C PGSD
Jujur setelah baca materi ini lebih ke perasaan seorang guru yang hebat dengan tanggung jawabnya, ngebayangin nya aja luar biasa saya belum jadi seorang guru nanti yaa Amin, materi ini ngena banget. Jadi guru SD tuh bukan cuma capek fisik, tapi juga mental ngatur kelas, nyiapin materi, ngoreksi tugas, belum lagi urusan administrasi yang kayak nggak ada habisnya. Akhir pekan seringnya malah jadi “hari kerja tambahan” yang cuma pindah lokasi ke rumah, Makanya, materi ini penting banget buat ngingetin guru bahwa istirahat juga bagian dari tanggung jawab profesional. Guru yang bugar, tenang, dan punya waktu buat diri sendiri pasti bakal lebih siap menghadapi murid-murid di hari Senin. Ngebatesin kerjaan supaya nggak "ikut pulang" ke rumah itu bukan tanda nggak total, tapi bentuk manajemen diri yang sehat. Dan yang bikin aku suka, materi ini bukan cuma ngomongin pentingnya istirahat, tapi juga kasih ide-ide konkret gimana caranya, kayak bikin batas waktu kerja, delegasi tugas, atur jadwal koreksi, sampai belajar bilang “cukup” untuk hari ini.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
HapusKelas : 5A PGSD
NPM. : 2386206003
Menurut saya saya sangat setuju dengan pendapat stevani bahwa istirahat bagi guru itu bukan hal mewah tetapi memang sangat dibutuhkan menjadi guru apalagi guru SD itu melelahkan bukan hanya secara fisik tetapi juga secara pikiran dan perasaan kalau pekerjaan terus dibawa pulang sampai akhir pekan guru bisa cepat lelah dan stres akibatnya guru jadi sulit sabar dan kurang bersemangat saat mengajar di kelas selain itu menurut saya membatasi pekerjaan agar tidak sampai mengganggu waktu pribadi adalah hal yang penting guru yang punya waktu istirahat cukup biasanya lebih segar, kreatif, dan semangat saat mengajar dengan cara sederhana seperti membagi tugas dengan siswa atau mengatur pekerjaan administrasi dengan rapi guru bisa menjaga keseimbangan diri jadi menurut saya berhenti bekerja saat waktunya istirahat bukan berarti guru malas tetapi justru supaya saat masuk sekolah lagi guru siap mengajar dengan energi dan pikiran yang lebih baik.
Nama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Benar sekali bahwa menemukan keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah sebuah tantangan bagi guru, banyak seorang guru yang masih membawa pekerjaannya ke rumah, jika berlebihan takutnya akan menimbulkan kelelahan dan kurang semangat saat mengajar. Namun dengan adanya strategi dari Marisa (2024) ini sangat membantu guru, dengan menerapkan strategi ini guru bisa mengatur waktu kerja dan waktu istirahat dengan baik, guru dapat menikmati akhir pekan dengan santai, serta kembali ke sekolah dengan semangat dan pikiran yang segar
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Strategi yang bapak berikan sangat bermanfaat bagi saya dan teman" sebagai calon guru nantinya, sepertinya suasana kelas akan lebih asikk jika cara penyampaiannya berbeda seperti ini pasti mereka tidak menyadari jika hal tersebut adalah sebuah perintah .Dari strategi yang bapak berikan saya berpikir bahwa seorang guru memang harus kreatif dalam hal apapun dan mengubah sesuatu yang sederhana menjadi sebuah pengalaman yang bermakna baik untuk guru maupun murid ... terimakasih bapak atas saranya
Nama:Syahrul
BalasHapusKelas:5 D
Npm: 2386206092
Jadi inti dari materi yg bapak kasih adalah fokusnya gimana guru bisa punya akhir pekan yang bisa bersantai dan istirahat tanpa mikirin urusan sekolah. Intinya, siswa ikut untuk tugas bersih-bersih kelas biar nggak jadi beban guru. Caranya ada tiga: pertama, bikin permainan sampah ajaib libatkan siswa merapikan barang kecil. Kedua, anggap Kamis itu hari deadline selesaikan semua rencana dan persiapan mengajar buat minggu depan di hari itu, jadi beban mental hilang. Terakhir, pakai 10 menit terakhir hari Jumat buat beres-beres kelas bareng siswa . Jadi, saat bel pulang berbunyi, kelas sudah rapi, dan guru bisa benar-benar meninggalkan semua urusan kerja di sekolah dan bisa healing di hari libur
Nama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Hai Syahrul, dari materi yang kamu sampaikan sangat betul sekali, dan di sini juga kamu berhasil menangkap inti materi dengan baik memang tujuannya supaya guru punya akhir pekan yang beneran bisa istirahat tanpa stress mikirin kerjaan, yang menarik melibatkan siswa itu memiliki manfaat tersendiri, guru terbantu dan siswa juga belajar tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan belajar mereka. Rangkuman yang telah kamu berikan tentang tiga strategi utama juga sangat jelas dan mudah dipahami.
Terima kasih.
Nama : Alya Salsabila
BalasHapusNpm : 2386206062
Kelas : V C
Setelah saya membaca materi, saya setuju dengan apa yang bapak sampaikan, isi materinya sangat bermanfaat karena mengingatkan saya untuk menggunakan akhir pekan dengan bijak bukan hanya untuk istirahat, tetapi juga memulihkan diri dan menyiapkan semangat baru. Hal ini bisa saya terapkan di kemudian hari jika saya menjadi guru. Terimakasih bapak!
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm : 2386206090
Terima kasih Alya Saya setuju bahwa akhir pekan memang perlu dimanfaatkan dengan bijak, tidak hanya untuk istirahat tetapi juga menyusun persiapan ke depan. Dengan perencanaan yang baik, guru bisa lebih siap saat mengajar. Hal ini tentu berdampak positif pada proses pembelajaran.
Nama: Zakky Setiawan
BalasHapusNPM: ( 2386206066 )
Kelas: 5C
Banyak seorang Guru di luar sana bahkan di sekitar kita yang bingung, cara menikmati waktu akhir pekan mereka, dengan adanya materi ini sangat bagus untuk memcahkan masalah mereka tersebu, termasuk bagi calon-calon guru muda
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm : 2386206090
Terima kasih atas tanggapannya Memang banyak guru yang merasa lelah dengan rutinitas kerja yang padat. Strategi ini bisa menjadi solusi agar guru tetap memiliki waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, semangat mengajar dapat kembali meningkat.
Nama: Zakky Setiawan
BalasHapusNPM: ( 2386206066 )
Kelas: 5C
Sangat penting untuk sadar kepada diri kita, semua itu ada batasnya, sama seperti profesi yang sangat mulia ini,sampai-sampai kadang mereka tuh lupa gimana cara memikirkan dirinya sendiri dan berakhir kelelahan dan sakit, dengan menyusun jadwal dan rancangan di materi ini, sangat membantu guru dalam hal kepentingan sendiri,dengan terstruktur semua akan terasa ringan
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm: 2386206090
Terima kasih atas penjelasannya Zakky Saya setuju bahwa perencanaan yang terstruktur sangat membantu meringankan beban kerja guru. Jika semua disusun dengan baik, pekerjaan terasa lebih ringan. Hal ini juga membantu guru lebih fokus pada kualitas pembelajaran.
Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
BalasHapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Tapi kalau dipikir pikir iya juga sih pak. 30 menit setiap harinya kalau dikali 5 hari dalam seminggu kita punya 2,5jam setiap minggu untuk beres kelas kalau mau terus begitu (lumayan). Tapi karna ada sefruit tips ini bahkan ga nyampe 5 menit kelas bisa bersih sebelum ditinggalkan penghuni penghuninya hihi. Bahkan selain bisa bikin kelas jadi bersih, penghuni penghuni kelas bisa punya tanggung jawab sama kelas mereka. Dan muncul lah rasa kepemilikan dan kepedulian karna mereka ngerasa bahwa itu kelas mereka dan layak untuk dijaga. Dan yang lain lagi, guru bisa memanfaatkan 2,5jam setiap minggunya itu untuk kepentingan lain dan sedikit banyaknya bisa ngerasa enjoy istirahat di akhir pekan. makasih pakk..
*komen ke 34 aul
Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
terus untuk yang hari kamis adalah minggu baru itu saya baru dengar banget pak. dan kayaknya okeyy banget kalau mulai diterapin. Misal karna kita belum ngajar di sekolah jadi kita bisa terapin waktu kita masih jadi mahasiswa ini. Peran kita kan ga cuman jadi mahasiswa tapi jadi anak, jadi kakak, jadi adek buat lingkungan keluarga kita juga. Jadi lingkupnya mungkin bisa dari sana dulu. Kita bisa bedain dan pisahin mana mana urusan menjadi mahasiswa dan mana mana menjadi urusan anak dsb pake metode hari kamis adalah minggu baru. Saya mau coba hmm menarik..
*komen ke 35
Nama: Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm: 2386206090
Terima kasih atas pertanyaan dan pendapatnya Aulia Pembagian waktu yang baik memang menjadi kunci agar guru tidak kelelahan. Kegiatan kecil yang konsisten justru bisa sangat membantu. Dengan strategi ini, guru tetap produktif tanpa merasa terbebani.
Nama: Finsensos Maria Seno
HapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206090
Terima kasih atas pandangan yang disampaikan Aulia . Peran guru dan calon guru memang sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. Strategi ini bisa menjadi bekal sejak masih mahasiswa. Dengan begitu, saat terjun ke sekolah sudah lebih siap dan terarah.
Nama : Aprilina awing
BalasHapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Srategi yang disampaikan oleh Marisa (2024) sangan menarik untuk memaksimalkan waktu kerja dan menghemat waktu setelah pulang sekolah. Permainan "Sampah Ajaib" dan rutinitas "Jumat Merapikan" adalah contoh yang bagus tentang bagaimana melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas dan membangun rasa tanggung jawab mereka.
Saya juga suka dengan ide menjadikan hari Kamis sebagai waktu untuk merencanakan minggu berikutnya. Dengan demikian, kita dapat mengurangi stres dan memastikan bahwa kita siap untuk menghadapi minggu berikutnya.
Nama : Aprilina awing
HapusKelas : 5D PGSD
NPM : 2386206113
Pertanyaan saya adalah, bagaimana kita mengelola waktu kerja kita sebagai guru? Apakah ada strategi khusus untuk memaksimalkan waktu kerja dan menghemat waktu setelah pulang sekolah?
Saya juga ingin tahu, bagaimana kita melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas dan membangun rasa tanggung jawab mereka? Apakah ada kegiatan atau rutinitas yang dapat di lakukan secara teratur untuk menjaga kebersihan kelas?
Nama : Desy Olivia Sapitri
HapusKelas / Npm : 5D / 2386206087
ijin menjawab pertanyaan aprilina ya, pertanyaannya "bagaimana kita mengelola waktu kerja kita sebagai guru? Apakah ada strategi khusus untuk memaksimalkan waktu kerja dan menghemat waktu setelah pulang sekolah?" mungkin jawabannya ada pada materi diatas yaa. ada beberapa tips dan strategi yg bisa kita terapkan nanti jika sudah menjadi guru (aamiin), kita bisa mengatur waktu secara efektif dan membantu memaksimalkan waktu kerja dan menghemat waktu pulang sekolah. beberapa strateginya yaitu menciptkan permainan"sampah ajaib" contohnya menciptakan permainan dengan memberikan imbalan kecil atau reward kepada siswa karena siswa melakukan rutinitas kebersihan di kelas , kamis adalah "minggu yg baru" singkatnya strategi ini adalah menjadikan hari kamis sebagai hari membuat perencanaan minggu berikutnya dan di hari jumat mengerjakan tugas"ringan. dengan strategi ini mengurangi stres guru dan membuat akhir pekan guru menjadi lebih tenang, strategi yg terakhir adalah "jumat merapikan" yaitu menjadikan hari jumat sebagai hari kebersihan atau kegiatan merapikan seluruh lingkungan kelas.
Startegi "jumat merapikan" ini sudah diterapkan juga di sekolah SMA saya yaitu dimana hari jumat kegiatan biasanya senam setelah senam istirahat sebentar lalu seluruh siswa ataupun guru ikut serta membersihkan lingkungan sekolah.
semoga membantu ya kak aprilina..
Nama:Elisnawatie
HapusKelas:5D
NPM:2386206069
Izin menanggapi yaa April , Saya sangat setuju dengan pendapat Desy Strategi-strategi seperti sampah ajaib, Kamis sebagai minggu baru, dan Jumat merapikanmemang menjadi cara yang efektif bagi guru untuk mengelola waktu kerja dengan lebih teratur. Pendekatan ini tidak hanya membantu guru menghemat waktu setelah pulang sekolah, tetapi juga mengurangi tingkat stres karena pekerjaan sudah diselesaikan secara bertahap dan terjadwal.
Selain itu, strategi-strategi tersebut juga memberikan manfaat yang besar di kelas. Melalui permainan kebersihan dan rutinitas mingguan, siswa ikut terlibat dalam menjaga lingkungan belajar mereka sendiri sehingga tumbuh rasa tanggung jawab. Saya juga setuju bahwa penerapan Jumat merapikan sangat positif, apalagi jika sudah menjadi budaya sekolah seperti pengalaman di SMA Anda, di mana seluruh warga sekolah bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
Secara keseluruhan, strategi ini sangat relevan dan layak diterapkan karena membantu guru mengelola waktu dengan lebih efisien sekaligus membangun karakter siswa.
Nama: Rismardiana
HapusNPM: 2386206025
Kelas: 5B PGSD
Izin jawab yah April, semisal posisi saya sebagai guru, mungkin saya bisa mengelola waktu kerja dengan cara bikin rutinitas yang jelas dan nyelesain hal-hal penting saat masih di sekolah, jadi nggak perlu bawa pulang pekerjaan. Contoh strategi seperti merencanakan minggu ajar sejak Kamis, nyicil administrasi sedikit demi sedikit, dan menentukan batas waktu kerja yang tegas bisa bantu banget biar energi tetap aman sampai akhir pekan.
Kemudian untuk menjaga kebersihan kelas, kita juga bisa melibatkan siswa lewat kegiatan sederhana tapi rutin. Permainan sampah ajaib, dua menit rapi-rapi sebelum pulang, atau Friday Tidy di akhir minggu bikin anak-anak terbiasa bertanggung jawab. Mereka jadi lebih peduli sama lingkungan belajar karena merasa ikut berperan. Selain hemat waktu buat guru, suasana kelas juga jadi lebih nyaman dan teratur.
Itu saja dari pendapat saya April, semoga membantu.
Nama : Reslinda
HapusKelas : 5C
Npm : 2386206067
Izin menjawab ya Aprilina. Menurut saya, cara paling aman buat guru mengelola waktu kerja itu dengan bikin jadwal kecil yang realistis. Misalnya, tentuin kapan waktu khusus buat nyiapin materi, kapan buat ngoreksi, dan kapan benar-benar harus istirahat. Jangan semua dikerjain sekaligus, karena itu bikin capek dan akhirnya malah makan waktu sampai rumah. Trik lainnya, manfaatin teknologi seperti template RPP, catatan digital, atau aplikasi pengingat biar kerjaan jadi lebih cepat. Untuk melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas, biasanya efektif kalau dari awal biasakan ada jadwal piket yang jelas. Bagi tugasnya simpel saja, misalnya penyapu, penghapus papan, pengatur bangku, dan pengecek kebersihan akhir pelajaran. Selain itu, guruu bisa kasih contoh dan pujian kecil biar mereka merasa dihargai. Kalau jadi rutinitas, lama-lama mereka terbiasa dan punya rasa tanggung jawab sendiri.
Nama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Baik saya izin menjawab pertanyaan dari Aprilina disini.
Menurut saya, alangkah baiknya kerjakan tugas yang paling penting saat energi kita masih banyak dan libatkan siswa lewat sistem piket harian atau permainan sambil bersih-bersih yang menyenangkan agar mereka bertanggung jawab terhadap kelasnya sendiri.
Terima kasih 🙏🏻
Nama : Andi Nurfika
HapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
izin menjawab pertanyaan awing. jadi sebagai guru kita bisa ngatur waktu kerja dengan bikin to do list harian, ngerjain yang paling penting dulu di sekolah biar pas pulang nggak bawa kerjaan yang banyak lagi. manffatin jam kosong buat nyiapin materi atau koreksi tugas yang lumayan bantu hemat waktu dirumah. untuk melibatkan siswa jaga kebersihan kelas, kita bisa bikin jadwal piket yangjelas dan adil, buat semua anak. selain itu, biasakan rutinitas beres-beres sekita 5-10 menit sebelum jam pulang supaya kelas tetap rapi. kalau anak anak sering di ajak dan di kasih tanggung jawab, lama-lama mereka bakal sadar sendiri penting nya tanggung jawab dan pentingnya menjaga kebersihan kelas.
Nama : Putri Lestari Pinang
BalasHapusNPM : 2386206081
Kelas : 5D PGSD
izin menanggapi pak, saya jadi punya bayangan saat saya menjadi guru nanti saya bisa mengatasi akhir pekan yang menumpuk dengan pekerjaan, akhir pekan saya nantinya menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat dan menikmati waktu luang setelah sepekan penuh mengajar dan mengurus siswa. Tidak ada suara bel sekolah, tidak ada tugas yang harus dinilai, dan tidak ada rapat yang harus dihadiri. Cukup dengan bersantai, melakukan hobi, dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman. Bagi guru sekolah dasar, akhir pekan juga merupakan kesempatan untuk mengisi energi dan mempersiapkan diri untuk minggu berikutnya. Bisa melakukan kegiatan yang disukai, seperti membaca buku, menonton film, atau berolahraga. Atau, bisa juga digunakan untuk mengejar hobi yang selama seminggu tidak sempat dilakukan. Saya pasti akan mencoba melakukan permainan sampah ajaib, Kamis adalah "Minggu yang baru" dan Jumat merapikan. terima kasih tips nya pak sangat membantu.
Nama:Bella ayu pusdita
BalasHapusKelas:5d
Nim:2386206114
Izin menjawab pak itu adalah strategi perawatan diri bagi guru mengoreksi tugas adalah beban terbesar guru SD, bagaimana cara efektif mengelola volume tugas dan feedback kepada siswa agar tidak mengorbankan akhir pekannya.
Mengajar di sekolah dasar bukan hanya menguras energi fisik tapi juga emosional.jika guru tidak memulihkan diri resiko bornout emosional akan meningkat tajam.
BalasHapusNama: Nanda Vika Sari
BalasHapusNpm: 2386206053
Kelas: 5B PGSD
Menurut saya materi ini sangat bermanfaat untuk guru sekolah dasar sebab memberikan cara yang mudah untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu pribadi. Dengan mengatur waktu dengan baik/terjadwal (tertata), guru dapat tetap produktif tanpa harus melibatkan pekerjaan ke rumah, dengan begitu hari libur menjadi waktu istirahat yang berkualitas.
Nama: Ratna Andina
BalasHapusNPM:2386206074
Kelas: 5C PGSD
Menurut saya, dari bacaan ini saya jadi tau kalau jadi guru itu memang capek, tapi sebenarnya bisa terasa jadi lebih ringan kalau guru bisa membagi tugas dengan jelas, membuat kebiasaan yang teratur, dan juga mendapat dukungan dari siswa ataupun rekan guru yang lain. jadi guru kan sebenarnya bukan cuma fisik yang lelah tapi juga pikiran, makanya strategi seperti di materi yang bapak bagikan ini sangat penting supaya guru tetap semangat dan tidak mudah stress.
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusNPM : 2386206048
Kelas : 5C
Materi bapak ini mengingatkan kita juga sebagai guru butuh waktu istrahat.Dalam kehidupan sehari-hari,banyak guru membawa tugas sekolah ke rumah,contohnya tugas anak-anak,kertas uts atau uas,dan materi atau bahan ajar pembelajaran selanjutnya. Jadinya waktu dengan keluarga berkurang,mengatur waktu dan tempat pekerjaan di sekolah dengan baik guru bisa benar benar menikmati akhir pekan untuk bersantai,berkumpul dan beristirahat untuk kembali ngejar di hari lainnya atau minggu berikutnya
Nama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusNPM : 2386206048
Kelas : 5C
Tetapi juga saya bepikir ya,guru sudah berusaha menyelesaikan tugas nya di sekolah agar tidak membawa nya kerumah,tetapi tetap saja ada saja pekerjaan yang belum selesai akhirnya di bawah kerumah,lalu gimana ya caranya kita nanti seorang guru mengatur waktu agar pekerjaan sekolah tidak di bawa pulang kerumah dan mengganggu akhir pekan kita bersama keluarga?
Hallo ka Dita saya izin menjawab pertanyaanya ya
HapusMenurut saya dengan menerapkan tips dan trik yang telah diberikan pada laman ini sudah sangat bisa membantu guru agar tidak membawa pekerjaan dari sekolah dan mengganggu waktu bersama keluarga di akhir pekan .
Peda laman ini telah dijelaskan ketika saat pembelajaran selesai guru membuat suatu permainan yang disebut dengan permainan sampah ajaib, nah dalam permainan ini setiap akhir pembelajaran siswa bersama guru membersihkan kelas, bahkan permainan ini efektif sekali dilakukan karena membutuhkan waktu sekitar 2 menit namun, hasilnya luar biasa karena kelas rapi dalam waktu yang singkat ,ini bisa membantu guru keesokan harinya langsung fokus pada perencanaan pembelajaran tanpa menghabiskan waktu untuk merapikan ruangan kembali .
Lalu tips yang kedua pada laman ini diterangkan adalah Kamis adalah minggu yang baru, nah pada tips yang kedua ini guru bisa melakukan penyelesaian tugasnya untuk mengecek berkas dan koreksi soal di hari Kamis supaya ,pekerjaan pengecekan soal dan berkas tersebut tidak dibawa pulang dan mengganggu akhir pekan guru bersama keluarga.
Selanjutnya untuk tips yang ketiga adalah di hari Jumat sendiri guru bisa membuat perencanaan untuk mempersiapkan pelajaran kembali di hari Senin, jadi di hari Jumat itu setelah mungkin kegiatan olahraga ataupun kegiatan kelas guru bisa menyisipkan waktunya sebentar untuk mempersiapkan pembelajaran di hari Senin.
Saya rasa tips ini sangat membantu guru untuk bisa melakukan aktivitas di akhir pekan bersama keluarga di hari Sabtu dan juga minggu tanpa beban.
Semoga bermanfaat Kak...
Nama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Izin terlebih dahulu untuk menjawab pertanyaan ini ya
Menurut saya ada beberapa cara agar pekerjaan tidak dibawa pulang, buat ritual penutup atau closing ritual sebelum pulang pastikan tugas hari itu selesai atau minimal catat apa yang harus dilanjutkan besok, pisahkan ruang kerja dan rumah dengan tidak bawa laptop kecuali urgent banget, gunakan alokasikan waktu khusus di sekolah untuk tugas tertentu, lalu kurangi kencenderungan individual karena kadang cukup baik sudah cukup, dan bicara pada diri sendiri "Hari ini sudah maksimal, besok lanjut lagi". Intinya bangun mental batas bahwa waktu di rumah adalah waktu untuk keluarga dan diri sendiri.
Sekian semoga membantu 🙏🏻
Nama : Andi Nurfika
HapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
izin menjawab yaaa, memang nggak mudah sih, tapi guru bisa mulai pasang batas waktu kerja yang jelas, misalnya setelah jam tertentu nggak ngerjain tugs sekolah lagi. Di sekolah coba fokus dan manfaatin waktu seefektif mungkin,kayak nyicil koreksi atau niapin bahan ajar sedikit-sedikit. kita juga bisa bikin prioritas, mana tugas yang harus selesai hari ini, dan mana tugas yang masih di tunda. jangan ragu berbagi tugas atau pakai bantuan teknologi agar kerjaan lebih cepat kelar. yang paling penting itu, akhir pekan usahain khusus buat keluarga atau istirahat biar badan dan pikiran tetap sehat dan segar
Nama: Imelda Rizky Putri
BalasHapusNpm: 2386206024
Kelas: 5B
Saya setuju pak dengan materi ini karena guru juga butuh ruang untuk bernapas dengan mengatur tugas saat ini di sekolah dan memberi batas waktu yang jelas, akhir pekan bisa menjadi momen penyegar energi. Ketika guru kembali bugar.pembelajaran pun jadi lebih semangat dan berkualitas dan menjaga keseimbangan hidup.
Nama : Andi Nurfika
HapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
saya setuju banget dengan pendapat imel, karena guru juga manusia yang butuh istirahat dan waktu buat diri sendiri. kalau tugas bisa di atur dan bisa diselesaikan disekolah, pikiran jadi lebih ringan pas di rumah, akhir pekan yang dipakai buat istirahat bikin energi guru makin baik lagi. saat masuk sekolah, ngajar jadi lebih semangat dan nggak gampang capek. ujung-ujungnya pembelajaran juga jadi menyenangkan dan asyik, baik untuk guru maupun siswa.
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5B (PGSD)
Wahh materi ini sangat memberikan ilmu yang baru untuk kami sebagai calon guru.
Saya dulu sempat kebayang seperti apa, saya nantinya saat jadi guru, belum pekerjaan dari sekolah yang saya bawa ke rumah, belum pekerjaan rumah dan waktu dengan keluarga, kadang sempat terpikir, bisa tidak ya saya menikmati akhir pekan hehe, tetapi setelah membaca materi diatas insyaallah saya bisa ini mengatur waktu secara efektif dengan menerapkan strategi-strategi di materi bapak.
Nama : Andi Nurfika
HapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
hehe saya juga awalnya berfikir seperti ini loh, tapi saya rasa hampir semua calon guru juga ngerasain hal yang sama. tapi bagusnya, dari sekarang kita sudah bisa kebayang soal manajemen waktu. materi ini memeng membuka wawasan kalau jadi guru itu tetap bisa punya waktu buat diri sendiri dan keluarga. asal pintar ngatur waktu dan konsisten denga strategi yang dipakai, kerjaan sekolh nggak harus kebawa kerumah, insyaAllah nanti pas kita jadi guru brnrran. kita msih bisa menikmati akhir pekan dengan tenang, bahagia, dan nyaman tanpa gangguan
Nama:Erfina feren heldiana
BalasHapuskelas:5c
npm:2386206065
Izin bertanya pak, apakah strategi seperti “magic trash” dan perencanaan di hari Kamis ini benar-benar bisa diterapkan di semua sekolah? Soalnya saya melihat beban guru beda-beda, dan beberapa kondisi kelas kadang kurang mendukung. Tapi idenya menarik karena bikin akhir pekan guru lebih manusiawi.
Nama: Maya Apriyani
HapusNpm: 2386206013
kelas: V.A
Izin menjawab pertanyaan dari Erfina feren, yaitu Apakah strategi seperti Magic trash dalam perencanaan di hari Kamis ini benar-benar bisa diterapkan di sebuah sekolah?
Menurut saya semua sekolah bisa menerapkan strategi Magic trash ini karena kan untuk mengimplementasikan ini itu hanya membutuhkan waktu yang singkat apalagi kalau kelas itu tidak terlalu berhamburan tentunya akan lebih mudah dan menurut saya itu tidak terlalu membebani siswa.
Dan saya rasa strategi ini juga dapat diterapkan kepada guru yang di mana guru itu dapat menyusun pembelajaran merancang pembelajaran membuat laporan membuat media yang di mana guru itu menyisipkan Waktu mereka pada hari hari Kamis tapi tidak hanya terpaku di hari Kamis bisa juga di hari lainnya seperti Senin sampai pada Jumat. terima kasih
Izin menjawab dan menambah kan yaaa, secara konsep nya yaaa karena permainan ini tidak membutuhkan alat khusus dan juga waktunya tidak lama.
HapusNama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Baik saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Erfina.
Menurut saya, memang nggak semua sekolah kondisinya sama, tapi strategi ini bisa jadi titik awal untuk guru mulai sadar pentingnya batasan antara kerja dan kehidupan pribadi, guru juga manusia yang butuh istirahat.
Terima kasih.
Nama: Maya Apriyani
BalasHapusNpm: 2386206013
kelas: V.A
Setelah saya membaca bacaan di atas Saya menyadari bahwa ternyata menjadi seorang guru itu bukan hal yang mudah Sudah beberapa kali saya membaca mulai dari kesehatan mental guru sampai kepada strategi agar guru ini bisa beristirahat Wah ternyata profesi guru itu cukup mengambil banyak waktu.
Bukan hanya pada saat kita mengajar namun juga sering mengambil di waktu di hari libur, sehingga apabila guru tidak dapat mengatur secara maksimal maka guru tersebut akan tidak memiliki hari untuk merefresh otak mereka, tubuh mereka tidak akan beristirahat, dan tentunya banyak kehilangan waktu-waktu bersama keluarga, teman, dan lain sebagainya.
Terima kasih kepada bapak yang telah memberikan kami materi tentang bagaimana cara ataupun strategi yang dapat Guru pakai untuk berakhir pekan tanpa membawa pekerjaan ke rumah tentunya hal ini menurut saya sangat berguna untuk kami sebagai calon pendidik untuk bisa mengefisienkan waktu yang ada, Terima kasih atas tips-tips yang telah Bapak berikan.
Melalui strategi ini menurut saya juga dapat mengurangi tingkat stress yang tinggi kepada guru Karena Guru itu mempunyai waktu untuk memulihkan tenaga-tenaga mereka, tentunya tips ini sangat bermanfaat.
Terima kasih
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
HapusHalo Mayy!!
Saya Fauzan Nashrullah NPM.2386206021 dari Kelas 5B PGSD.
Setuju Mayy... Profesi guru itu mengambil banyak sekali waktu, tidak hanya saat mengajar tetapi juga saat libur. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan waktu bersama keluarga, teman, dan hilangnya waktu refresh otak. Jadi.. tidak salah jika kita menganggap strategi ini dapat mengurangi tingkat stres yang tinggi karena guru punya waktu untuk memulihkan tenaga, sebagai strategi yang sangat top markotop heheheee:v
Secara tidak langsung... solusi di atas itu sudah berbicara bahwa tujuan akhir dari efisiensi waktu itu bukan hanya akan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memastikan guru memiliki waktu untuk refresh agar dapat kembali mengajar dengan lebih sabar, lebih kreatif, dan lebih bahagia!!!
Nama: Dominika Dew Daleq
HapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Halo Maya, terima kasih atas pendapat yang kamu berikan tentang materi ini senang sekali mendengar bahwa materi ini membuka wawasanmu tentang pentingnya keseimbangan dunia kerja untuk guru sebagai calon pendidik, kesadaran ini sangat berharga agar nanti kamu bisa jaga kesehatan fisik dan mental sambil tetap jadi guru yang efektif dan bahagia untuk murid-muridmu. Semangat terus maya 😊
Nama: Maya Apriyani
BalasHapusNpm: 2386206013
Kelas: V.A
Izin menjawab pertanyaan dari Miftahul Hasanah. Menurut pendapat saya mungkin bagi guru yang belum terbiasa hal ini akan sulit diterapkan, tapi untuk membiasakan hal itu tentunya kita harus memulai tanpa memulai kita tidak akan tahu bagaimana kedepannya.
Mungkin dalam mengerjakan pekerjaan di hari Kamis itu guru tidak harus membuatnya secara detail tapi mungkin bisa dengan garis-garis besarnya aja seperti materi yang akan diajarkan minggu depan, kemudian hal-hal yang akan dipraktekkan atau disimulasikan, pokoknya hal-hal yang dianggap terpenting dalam proses pembelajaran itu Itulah yang diselesaikan terlebih dahulu.
Tentunya dengan begini kan guru itu yang awalnya mungkin terpaksa lama-kelamaan akan terbiasa dan setelah merasakan efeknya di dalam dirinya pasti dia akan melakukan ini secara terus-menerus. terima kasih
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Dari materi yang saya baca materi ini membahas strategi bagi guru sekolah dasar untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama agar akhir pekan bebas dari beban pekerjaan sekolah. Menurut Marisa Silver (2024), kunci utama adalah mengelola waktu secara efektif di sekolah melalui tiga strategi permainan Sampah Ajaib Siswa diajak membersihkan kelas dalam sebelum pulang. Cara ini menghemat dan membuat kelas tetap rapi tanpa harus dibereskan sendiri.Kamis sebagai awal minggu baru guru melakukan perencanaan pembelajaran minggu berikutnya pada hari Kamis sore, sehingga tidak perlu membawa pekerjaan ke akhir pekan. hari jumat hanya digunakan untuk tugas ringan,jumat Merapikan
Siswa meluangkan untuk merapikan meja pribadi, laci, perpustakaan kelas, dan sampah. Selain menghemat waktu guru, aktivitas ini meningkatkan tanggung jawab dan kebanggaan siswa terhadap kelasnya.strategi ini sangat efektif diterapkan di sekolah full day,dan dapat disesuaikan jika sekolah belajar hingga sabtu.
Nama : Maria Ritna Tati
BalasHapusNPM : 2386206009
Kelas : V A PGSD
Tanggapan dari saya sedikit lagi jadi strategi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat bagi guru untuk mengurangi beban kerja emosional dan fisik,meningkatkan kualitas waktu pribadi dan keluarga,membentuk budaya kelas yang positif melalui kerja sama dan kedisiplinan siswa,dan meningkatkan efisiensi perencanaan dan manajemen kelas.dengan menerapkan rutinitas yang terstruktur seperti ini, guru dapat tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kehidupan pribadi, sehingga dapat mengajar dengan lebih maksimal dan bahagia.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
HapusHalo Maria Ritna Tati!
Saya Fauzan Nashrullah NPM.2386206021 dari Kelas 5B PGSD.
Terima kasih, Atii... Rangkumam mu mengenai tiga strategi utama dari Marisa Silver (2024) ini sangat jelas...
Saya sangat setuju...! bahwa poin kuncin di materi ini itu soal mengelola waktu secara efektif!!! dan yang terpenting, caranya dengan melibatkan siswa agar kebersihan kelas tetap terjaga tanpa harus diperintahkan guru terlebih dahulu. Penekanan Atii.. bahwa strategi ini efektif di sekolah full-day dan dapat disesuaikan untuk sekolah hingga Sabtu adalah poin penting yang menunjukkan fleksibilitas strategi ini. Hal ini memperkuat bahwa solusi manajemen waktu ini harus disesuaikan dengan konteks dan jam belajar sekolah.
tanggpan saya dari itu, mendapatkan keseimbangan antara pekerjaan guru dengan pekerjaan pribadi dirumah lagi lagi bukan suatu hal yang mudah bagi saya, terlebih lagi pekerjaan guru itu sangat melekat sampai di jam sekolah, dimulai dari mempersiapkan materi, dan menilai tugas hingga sampai pada memikirkan siswa. akan tetapi strategi pengelolaan waktu yang efektif benar benar bisa membuat untuk membuka ruang untuk akhir pekan yang bebas dari rasa stres.
BalasHapusSaya setuju dengan beberapa strategi yang telah diberikan olehhh Marisa silver dengan tiga poin tersebut, para guru akan lebih bisa menyeimbangkan pekerjaan antara dirumah dengan disekolah.
BalasHapusIzin menambah kan lagi yaaa pakkk, dalam point pertama yang menjelaskan tentang "permainan sampah ajaib"pada pemaparan materi tersebut dapat kita lihat bahwa menggambarkan sebuah strategi pengelolaan yang sangat sederhana tapi efektif. para guru sangat sering menghadapi kelas yang berantakan setelah siswa pulang sekolah, dan hal ini akan banyak memakan waktu serta banyak menguras energi. Dengan adanya menerapkan permainan itu guru tidak hanya mengurangi beban kerja pribadi, melainkan juga melibatkan siswa untuk bertanggungjawab bersama dengan menjaga lingkungan belajar.
BalasHapusNama : Naida Dwi Nur Herlianawati
BalasHapusKelas : 5 B
Npm : 2386206042
Pendekatan ini sangat praktis dan realistis karena berfokus pada efisiensi di tempat kerja dan melibatkan siswa. Ide untuk menyelesaikan perencanaan di hari Kamis adalah kunci untuk memastikan guru benar-benar bisa menikmati hari Jumat dan akhir pekan tanpa beban pekerjaan. Selain itu, melibatkan siswa dalam merapikan kelas tidak hanya menghemat waktu guru tetapi juga menanamkan tanggung jawab pada anak-anak. Strategi ini adalah solusi cerdas untuk mencapai keseimbangan kerja dan hidup pribadi yang lebih baik bagi para guru.
Nama : Juliana Dai
BalasHapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
Menurut saya, materi tentang manajemen waktu dan work-life balance bagi guru ini penting banget dan related dengan kondisi pendidikan kita sekarang, terutama di tengah tuntutan Kurikulum Merdeka yang makin intensif. Seringkali guru merasa tertekan sampai harus bawa tumpukan pekerjaan ke rumah, dan itu justru bikin stres serta mengurangi efektivitas mengajar. Materi ini memberikan solusi yang praktis dan cerdik, seperti "Permainan Sampah Ajaib" dan "Jumat Merapikan." Strategi ini tidak cuma menghemat waktu guru (yang bisa dipakai buat self-care atau keluarga), tapi juga mengajarkan tanggung jawab dan rutinitas baik pada siswa. Intinya, kalau guru sehat mental dan happy di akhir pekan, kualitas mengajarnya di kelas pasti akan jauh lebih optimal.
Strategi "Kamis Adalah Minggu yang Baru" juga sangat saya apresiasi karena memaksa guru untuk proaktif dan memanfaatkan waktu kerja seefisien mungkin untuk perencanaan minggu depan. Ini adalah prinsip manajemen waktu yang sangat bagus untuk menghadapi beban kerja yang tinggi. Dengan adanya rutinitas efisien seperti ini, sekolah sebenarnya menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan guru, yang merupakan fondasi penting agar program-program pendidikan lain, seperti pengajaran Pemikiran Kritis atau Literasi bisa berjalan maksimal. Jadi, menurut saya, materi ini memberikan kunci utama: kesejahteraan guru adalah syarat mutlak bagi keberhasilan sistem pendidikan secara keseluruhan.
Nama : Juliana Dai
BalasHapusNPM : 2386206029
Kelas : V,B
saya ingin menambahkan bahwa meskipun strategi manajemen waktu ini sangat efisien, guru harus memiliki akal kritis untuk melihatnya sebagai prinsip yang bisa diotak-atik, bukan resep kaku yang wajib diikuti. Karena materi sendiri mengakui adanya perbedaan sistem sekolah (seperti sekolah yang masuk hingga hari Sabtu), guru harus fleksibel dan menggunakan Penilaian (salah satu keterampilan berpikir kritis) untuk memodifikasi jadwal. Misalnya, prinsip "perencanaan proaktif" tetap wajib diterapkan, hanya saja hari optimalnya mungkin digeser dari Kamis ke Jumat sore agar tetap memastikan akhir pekan benar-benar pulih. Keterampilan beradaptasi ini menunjukkan bahwa guru juga harus menerapkan pemikiran kritis mereka sendiri untuk memodifikasi strategi efisiensi agar sesuai dengan kondisi kelas dan kearifan jadwal lokal.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
HapusHalo Julayy!
Saya Fauzan Nashrullah NPM.2386206021 dari Kelas 5B PGSD.
Behhh... Keren Julayy:v, Kamu benar!! Kita memang harus melihat prinsip ini adalah prinsip yang bisa kita otak-atik, bukan sebagai resep kaku yang permanen. Diatas pun sudah jelas menyatakan bahwa perbedaan sistem sekolah itu benar adanya, maka guru harus berpikir kritis dan memiliki keinginan untuk memodifikasi jadwalnya, sesuai dengan situasi yang di hadapannya.
NAMA:VIRGINIA JAU
BalasHapusKELAS:VD
NPM:2386206089
Artikel ini memberikan refleksi penting bagi para guru yang sering kehilangan waktu istirahat karena tuntutan pekerjaan. Penulis mampu menyampaikan betapa pentingnya menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup, terutama dalam profesi yang menuntut energi emosional besar seperti guru. Panduan yang diberikan terasa realistis, mulai dari mengelola waktu secara efektif, menetapkan batas kerja, hingga menciptakan rutinitas akhir pekan yang benar-benar memulihkan tenaga. Artikel ini bukan hanya inspiratif, tetapi juga memberikan dorongan bahwa guru berhak memiliki kehidupan pribadi yang utuh tanpa rasa bersalah. Sebuah tulisan yang menenangkan sekaligus memotivasi untuk merawat diri sendiri.
nama : bangkit dwi prasetyo
BalasHapuskelas : 5b
npm : 2386206044
Saya sangat setuju dengan materi tersebut. Guru memang butuh waktu untuk menarik napas sejenak supaya hari Senin bisa mulai dengan lebih segar. Nggak masalah kok kalau akhir pekan dipakai untuk diri sendiri. Apalagi saya yang punya banyak hobi, rasanya akhir pekan jadi momen terbaik buat recharge, hehe.....
Nama : Restu Bayu Anugrah
BalasHapusKelas : 5B
Npm : 2386206077
Untuk strategi ini cukup membantu guru dalam membagi kegiatan di akhir pekan dan tidak terbebani dengan kerjaan yang dibawa dari lingkungan sekolah, karna sebagai seorang pendidik atau sebagai seorang guru bukan hanya pikiran yang bekerja tetapi fisik dan mental pun ikut terlibat,
jadi sudah tentu strategi seperti ini sangat cocok digunakan agar guru tidak terlalu lelah dan tidak bingung untuk membagi kegiatan pribadi dan di lingkungan sekolah dan juga dapat memudahkan guru untuk mulai menyusun agenda di Minggu berikutnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
HapusApa Kabar Tutung!
Saya Fauzan Nashrullah NPM.2386206021 dari Kelas 5B PGSD.
Tepat sekali Tuu...! menjadi pendidik itu memang harus melibatkan pikiran, fisik, dan mental. Oleh karena itu, strategi yang memungkinkan guru untuk membagi kegiatan pribadi dan kegiatan sekolah dengan seimbang sangatlah cocok.
Dengan menyusun agenda minggu berikutnya lebih awal, guru tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi kelelahan dan kebingungan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pengajaran. Jadi... Lain kali kalau Restu punya masalah cerita aja yahh... Paus dan Kittun siap mendengarkan heheheee:v
NAMA : KORNELIA SUMIATY
BalasHapusNPM : 2386206059
KELAS : 5B PGSD
Materi di atas memberikan gambaran yang sangat praktis tentang bagaimana guru dapat mengatur waktu kerja secara lebih efisien agar tidak terbebani saat di rumah. Strategi-strategi seperti “sampah ajaib”, perencanaan pada hari Kamis, dan kegiatan “Jumat Merapikan” menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dan pengelolaan rutinitas harian dapat menghemat banyak waktu. Jika sekolah menerapkan sistem fullday atau masuk hingga Sabtu, tentunya strategi ini tetap bisa diterapkan dengan sedikit penyesuaian sesuai kebutuhan kelas. Secara keseluruhan, tips ini membantu guru tetap produktif tanpa mengorbankan waktu pribadi dan kesehatan mental.
Izin menanggapi pak tentang Materi ini memberikan gambaran yang sangat realistis mengenai tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak guru tanpa disadari terjebak dalam pola kerja yang melelahkan, terutama ketika pekerjaan sekolah ikut "terbawa" hingga akhir pekan. Artikel ini menyajikan strategi yang sederhana namun sangat efektif untuk mengelola waktu dan beban kerja, sehingga guru dapat memiliki akhir pekan yang benar-benar menjadi waktu pemulihan diri.
BalasHapusLanjut pak dari Strategi pertama tentang Permainan “Sampah Ajaib” patut diapresiasi karena menggabungkan kedisiplinan, kerapian, dan kerja sama dalam suasana yang menyenangkan. Sering kali guru merasa berkewajiban merapikan kelas sendirian setelah siswa pulang, padahal keterlibatan siswa dalam menjaga kebersihan ruang kelas adalah bagian penting dari pendidikan karakter. Permainan ini bukan hanya menghemat waktu guru, tetapi juga melatih tanggung jawab siswa sejak dini. Melihat fakta bahwa waktu yang terbuang untuk merapikan ruangan dapat mencapai 30 menit per hari, metode sederhana seperti ini sangat layak diterapkan.
HapusLanjut ke Poin kedua, “Kamis adalah Minggu yang Baru,” juga memberikan perspektif baru yang jarang dipraktikkan oleh banyak guru. Umumnya, perencanaan minggu depan dilakukan pada akhir pekan, sehingga guru kehilangan waktu istirahat yang seharusnya menjadi kesempatan untuk mengisi ulang energi. Dengan memindahkan perencanaan ke hari Kamis, guru dapat memanfaatkan momentum akhir minggu kerja untuk merencanakan dengan lebih objektif, karena masih terhubung dengan peristiwa-peristiwa pembelajaran yang terjadi selama minggu tersebut. Strategi ini sangat membantu mengurangi tekanan mental yang sering muncul ketika pekerjaan menumpuk di akhir pekan.
HapusKemudian, strategi “Jumat Merapikan” menjadi pelengkap yang sangat relevan untuk membangun lingkungan belajar yang nyaman dan terorganisasi. Mengajak siswa merapikan kelas bukan hanya untuk meringankan beban guru, tetapi juga bagian dari proses pembentukan kebiasaan positif. Ketika siswa merasa memiliki kelas mereka, mereka akan lebih peduli terhadap kebersihan dan kerapian. Rutinitas ini membantu menciptakan suasana belajar yang sehat dan kondusif di hari-hari berikutnya. Selain itu, kegiatan merapikan bersama-sama dapat menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan bagi siswa.
HapusMenarik juga bahwa materi ini memberikan catatan tambahan mengenai penerapan strategi bagi sekolah yang masuk hingga hari Sabtu. Hal ini menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki ritme dan kebutuhan berbeda, sehingga guru perlu menyesuaikan strategi sesuai kondisi kelas. Fleksibilitas seperti ini penting agar setiap guru dapat menerapkan metode dengan efektif, tanpa merasa terbebani.Secara keseluruhan, materi ini memberikan inspirasi praktis bagi guru untuk lebih bijak dalam mengatur waktu kerja. Dengan strategi sederhana yang melibatkan partisipasi siswa dan penjadwalan ulang pekerjaan, guru dapat menikmati akhir pekan tanpa membawa beban pekerjaan ke rumah. Materi ini menjadi pengingat penting bahwa kesejahteraan guru sangat berpengaruh pada kualitas pembelajaran. Ketika guru memiliki waktu istirahat yang cukup, mereka dapat mengajar dengan lebih semangat, kreatif, dan penuh energi.
HapusMateri ini memberikan cara sederhana namun sangat bermanfaat untuk mengatur waktu kerja. Dengan menerapkan permainan kebersihan dan jadwal perencanaan yang jelas, guru bisa bekerja lebih efisien tanpa harus membawa tugas ke rumah.
BalasHapusDengan membuat Kamis sebagai hari perencanaan, guru tidak terbebani pekerjaan saat akhir pekan. Hal ini sangat penting agar guru tetap sehat, bahagia, dan siap mengajar lagi tanpa merasa kelelahan.
Walaupun strategi ini berasal dari sekolah fullday, materi menekankan bahwa guru bisa menyesuaikannya dengan jadwal masing-masing sekolah, termasuk yang masih masuk sampai Sabtu. Artinya, cara ini cukup fleksibel dan mudah diterapkan.
Materi ini menunjukkan bahwa mengatur waktu bukan hanya soal disiplin, tetapi juga soal kreativitas. Dengan ide-ide kecil seperti permainan kebersihan, kegiatan yang biasanya melelahkan bisa menjadi menyenangkan.
BalasHapusPendekatan ini juga membantu guru tetap fokus pada hal yang penting, yaitu mengajar dan mendampingi siswa, bukan hanya menghabiskan waktu untuk merapikan kelas atau menumpuk pekerjaan rumah.
izin untuk memperbaiki NPM saya pak, ada kesalahan yang benarnya itu (2386206025)
BalasHapusNama: Rismardiana
BalasHapusNPM: 2386206026
Kelas: 5B PGSD
Izin untuk menambahkan pak, yang menarik dari strategi Marisa ini berfokusnya pada efisiensi tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. Semua poinnya itu realistis diterapkan di kelas manapun, termasuk sekolah yang masuk sampai Sabtu. Kuncinya ada pada kebiasaan kecil yang konsisten anak ikut bertanggung jawab, guru merencanakan lebih awal, dan ada jadwal khusus untuk merapikan kelas. Ini bukan cuma soal menghemat waktu, tapi juga membangun budaya kelas yang positif. Ketika ruang belajar rapi dan guru punya energi yang cukup, proses belajar pun jadi lebih nyaman. Pada akhirnya, guru yang hidupnya seimbang biasanya akan lebih sabar, lebih kreatif, dan lebih bahagia dalam mengajar.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
HapusHalo teman-teman semua!
Saya Fauzan Nashrullah Fajar NPM.2386206021 dari Kelas 5B PGSD.
Begitu yahh... Jadi, kunci keberhasilan strategi ini tuh... terletak pada kebiasaan kecil nan konsisten yang melibatkan siswa untuk bertanggung jawab. Berarti... ini sangat penting dong!, karena strategi ini bukan hanya tentang management, tetapi juga tentang membangun budaya kelas yang positif. Karena... Ketika ruang belajar rapi dan guru memiliki energi yang cukup, proses belajar mengajar secara keseluruhan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Oke, Terimakasih atas pencerahannya Kak Rismar... sekarang saya sudah paham, Jadi hal ini tuh bisa memiliki efek domino yang positif dong... Karena guru yang seimbang akan menjadi lebih sabar, lebih kreatif, dan lebih bahagia dalam mengajar!!
Nama: Hizkia Thiofany
BalasHapusKelas: V A
Npm: 2386206001
Terima kasih untuk materi pak, terkadang kala peserta didik masih agak ragu istilah kata kurang karena peserta didik masih berfokus pada kunci jawab kepada guru dan juga guru memberikan kontribusi kepada peserta didik dan juga membangun proses belajar mereka.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
BalasHapusHalo teman-teman semua!
Saya Fauzan Nashrullah NPM.2386206021 dari Kelas 5B PGSD.
Asik yahh topiknya... Mengenai Strategi "Memulihkan Akhir Pekan Guru Sekolah Dasar Tanpa Membawa Pekerjaan ke Rumah." Yang di dalamnya terdapat sup topik. Permainan "Sampah Ajaib", Kamis Adalah "Minggu yang Baru", dan "Jumat Merapikan" . Ketiganya menawarkan solusi yang kreatif dan berorientasi pada efisiensi waktu, terutama dalam hal menjaga kebersihan dan perencanaan mingguan, sangat menarik untuk di coba nanti nihh... Semoga aku gak lupa saat sudah jadi guru nanti:v
Strategi ini tuhh.. memiliki potensi yang sangat fleksibel dan dapat menghemat waktu berharga guru. Khususnya, melibatkan siswa dalam rutinitas kebersihan, tidak hanya meringankan beban guru, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab pada siswa terhadap lingkungan belajar mereka.
Tapi teman-teman, ada satu hal yang harus kita perhatikan terlebih dahulu. Karena mengingat budaya sekolah di Indonesia yang terkadang memiliki fokus yang sangat berat pada aspek administrasi dan pelaporan. Seperti penilaian yang kompleks, dan persiapan akreditasi, apakah strategi ini benar-benar bisa diterapkan secara efektif tanpa mengorbankan kualitas administratif guru?
HapusNama: Maria ritna Tati
BalasHapusNPM: 2386206009
Kelas: V A PGSD
Tambahan terkait materi ini,nah dalam materi ini sangat relevan dengan kehidupan guru sekolah dasar yang seringkali membawa pekerjaan ke rumah.penting untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar tidak mengalami kelelahan dan stres.materi ini memberikan solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut.guru sekolah dasar seringkali membawa pekerjaan ke rumah, yang dapat menyebabkan kelelahan dan stres.penting untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar dapat menikmati akhir pekan yang berkualitas.
Nama: Maria ritna Tati
BalasHapusNPM: 2386206009
Kelas: V A PGSD
Konsep permainan sampah ajaib sangat kreatif dan menyenangkan.dengan melibatkan siswa dalam membersihkan kelas, guru dapat menghemat waktu dan tenaga, serta membangun rasa tanggung jawab dan kebersamaan di antara siswa.ini adalah cara yang efektif untuk memulai hari dengan kelas yang bersih dan rapi.permainan sampah ajaib adalah cara yang kreatif dan menyenangkan untuk melibatkan siswa dalam membersihkan kelas.ini dapat menghemat waktu dan tenaga guru, serta membangun rasa tanggung jawab dan kebersamaan di antara siswa.
Nama: Maria ritna Tati
BalasHapusNPM: 2386206009
Kelas: V A PGSD
Ide kamis adalah minggu yang baru sangat membantu guru untuk merencanakan minggu berikutnya.dengan menyelesaikan tugas-tugas ringan dan menyiapkan materi pelajaran di hari Kamis sore, guru dapat merasa lebih siap dan tenang menghadapi minggu yang baru.ini juga dapat mengurangi stres dan beban mental di akhir pekan.kamis adalah minggu yang baru adalah strategi yang efektif untuk merencanakan minggu berikutnya.dengan menyelesaikan tugas-tugas ringan dan menyiapkan materi pelajaran di hari Kamis sore, guru dapat merasa lebih siap dan tenang menghadapi minggu yang baru.
Setuju sih dengan konsep 'Kamis sebagai minggu yang baru' ini high quality banget buat stress management. Daripada procrastinate terus kepanikan di Minggu malam, mending selesai kan di Kamis, keren sih patut ditiru ni idenya.
HapusNama: Maria ritna Tati
BalasHapusNPM: 2386206009
Kelas: V A PGSD
Melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas di hari jumat adalah cara yang baik untuk membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.dengan melakukan kegiatan seperti menyusun perpustakaan kelas, membuang barang daur ulang, dan mengembalikan barang ke tempatnya, siswa belajar untuk menjaga kebersihan dan kerapian kelas.melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas di hari jumat adalah cara yang baik untuk membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.ini juga dapat membantu guru untuk menghemat waktu dan tenaga.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
HapusKelas : 5A PGSD
NPM : 2386206003
Menurut saya saya sangat setuju dengan pendapat tati tentang melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas di hari Jumat kegiatan seperti merapikan perpustakaan atau mengelola barang daur ulang itu sederhana tapi sangat bermanfaat dari kegiatan ini siswa bisa belajar bertanggung jawab dan merasa memiliki kelasnya sendiri mereka jadi tidak hanya belajar di kelas tetapi juga ikut menjaga kenyamanan kelas tersebut selain itu menurut saya cara ini juga sangat membantu guru dengan adanya bantuan dari siswa pekerjaan merapikan kelas jadi lebih ringan dan tidak menumpuk di akhir pekan kelas sudah rapi sebelum pulang sehingga guru bisa beristirahat dengan tenang dan memulai hari Senin dengan suasana kelas yang lebih nyaman.
Nama: Maria ritna Tati
BalasHapusNPM: 2386206009
Kelas: V A PGSD
Tambahan sedikit lagi terkait materi ini,nah dalam materi ini menekankan pentingnya memiliki akhir pekan yang benar-benar bebas dari pekerjaan.dengan menerapkan rutinitas kebersihan yang efisien dan memastikan pekerjaan selesai di sekolah, guru dapat menikmati waktu istirahat dan relaksasi di akhir pekan.ini akan membantu guru untuk mengisi ulang energi dan kembali bekerja dengan semangat yang baru.dengan menerapkan rutinitas kebersihan yang efisien dan memastikan pekerjaan selesai di sekolah, guru dapat menikmati akhir pekan yang benar-benar bebas dari pekerjaan.ini akan membantu guru untuk mengisi ulang energi dan kembali bekerja dengan semangat yang baru.
Dari materi ini bisa disimpulkan bahwa, materi ini sangat membantu untuk guru yang sering kewalahan mengatur waktu. Seprti yg tertera pada materi ada 3 strategi dari Marisa Silver benar-benar realistis dan mudah diterapkan. Sangag bagus karena fokusnya bukan hanya pada guru, tetapi juga melibatkan siswa sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan. Contohnya seperti dengan membuat rutinitas seperti “Sampah Ajaib”, “Kamis adalah minggu baru”, dan “Jumat merapikan”, guru bisa menghemat banyak waktu dan energi.
BalasHapusPendekatan seperti ini juga bisa membuat Siswa lebih bertanggung jawab, kelas lebih rapi, dan guru bisa punya akhir pekan yang benar-benar untuk istirahat. Tetapi pasti ada saja setiap sekolah punya kondisi yg berbeda. Jadi saat strategi ini tetap perlu disesuaikan, apalagi bagi sekolah yang menerapkan jadwal sampai hari Sabtu.
BalasHapusNama: Nur Aulia MIftahul Jannah
BalasHapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Sebelumnya saya udah pernah baca materi ini, dan malam ini saya coba baca lagi, mencerna dan usaha berpikir mungkin ada hal lagi yang bisa diberi tanggapan dari materi ini. Dan ternyata benar saja (senang dalam hatiiii), abis saya baca lagi materi ini, di kepala saya muncul beberapa hal absurd yang mungkin bisa dipake untuk menanggapi ini. Saya pikir, materi ini akan sangat cukup relate dengan dunia saya nanti yang sebagai guru.
136
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Kenapa? Karena fun fact nya adalah saya termasuk orang yang introvert mwehehehehe, sayaa cape ketemu orang banyak, saya ngerasain banget tiap ketemu orang itu sebenernya saya senang tapi terasa juga kalo energi saya berkurang dan jadinya cape. Ditambah lagi ada pekerjaan pekerjaan kecil keliatannya tapi kalo diakumulasikan memotong lumayan banyak waktu. Sudahnya energi ini sedikit, ditambah meurusi perihal kecil kayak bersihkan kelas itu yang sebnenrnya bisa diakalin biar kegiatannya bisa memberi makna buat anak anak juga.
137
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Terus kalau disangkutin di dunia kampus, keknya idenya menarik. Karna sbenernya kalau dipikir pikir bisa aja materi ini berlaku buat mahasiswa. Kayak kebiasaan nyicil tugas yang dihubungan sama kamis pekan baru itu. Konetks mirip maknanya juga mirip supaya kita ga pusing dan ga gelabakan ngerjain kalau waktunya udah mepet. Hmmmmm kayanya saya harus adopt cara ini biar weekend saya bisa lebih lega dan ga jadi ajang panik xixixixi.
138
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Ohh iyaaa, bagian yang bilang kalai kehidupan pribadi guru dan pekerjaannya itu harus dipisahkan juga ngena banget di saya. Dulu waktu kecil saya ngeliat guru itu keren banget, selalu totalitas ngajarnya, selalu sempurna tapi ternyata ada batas yang harus di jaga. Bayangin aja kalau guru harus terus sempurna di kelas, pasti ada hal lain yang dikorbannya dan mungkin itu adalah hal pribadinya. Dan saya dari awal emang udah setujuuuu bangeet kalai weekend tu udah gitu santai, waktunya ngerefresh dan ngecharger energi lagi.
139
Nama: Nur Aulia MIftahul Jannah
HapusNPM: 2386206085
Kelas: 5D PGSD
Kalau weekend juga terus di ambil untuk ngurusin kerjaan, kayaknya saya stress juga pak karna energinya abis. Saya jadi mikir, nanti kalau saya ngajar, saya harus bener bener bisa pinter ngebagi waktu untuk kerjaan dan kehidupan saya sendiri biar saya tetap waras. Harus bisa baca dan ngerancang juga hal hal yang dikerjakan gmna caranya biar bisa tetap ngefek tapi tetep efisien. Hmmssss, challenging banget ya jadi guru??? Banyak bangett yang mesti diurusin dan dipikirkan, emm semangaat semuanyaa..
140
Terima kasih bapak karena terlah memberikan materi ini,saya ingin memberi tangaap saya pada materi bapak tentang gimana susahnya ya nanti kalau sudah jadi guru SD harus menyeimbangkan antara urusan pekerjaan di sekolah sama kehidupan pribadi. Jujur, sebagai mahasiswa yang sering juga sibuk sama tugas dan mengurus adek dikos, saya paham betul rasanya kalau waktu istirahat kita itu terpotong gara-gara mikirin atau bahkan harus mengerjakan tugas yang dibawa pulang. Materi ini bener-bener membuka mata kalau ternyata jadi guru itu rentan banget kena yang namanya kehabisan tenaga kalau nggak bisa ngatur waktu. Saya setuju kalau akhir pekan itu harusnya jadi waktu yang benar-benar bebas buat diri sendiri. Apalagi kalau sudah berkeluarga, pasti butuh waktu yang berkualitas juga sama di rumah. Jadi, fokus materi ini buat punya strategi biar kerjaan nggak kebawa ke rumah itu penting juga. Nggak cuma buat kesehatan mental guru, tapi juga biar pas di kelas, guru bisa lebih segar dan maksimal ngajarnya.
BalasHapusDimateri bapak ini yang juga saya suka itu di bagian ide tentang Permainan Sampah Ajaib. Ini ide yang sederhana , tapi menurut saya dampaknya besar. Selama ini saya mikirnya kalau kelas berantakan ya sudah tugas guru buat merapikan setelah anak-anak pulang, apalagi di SD. Tapi kalau melihat materi ini, dengan melibatkan siswa buat beres-beres sambil dikasih reward kecil kayak stiker atau pensil, itu keren banget. Selain guru jadi hemat waktu, yang tadinya bisa sampai setengah jam buat bersih-bersih sendiri, cara ini juga mengajarkan tanggung jawab ke anak-anak sejak dini. Jadi, bukan cuma soal kebersihan, tapi juga soal karakter. Anak-anak jadi merasa memiliki dan bangga kalau kelas mereka rapi karena usaha mereka sendiri. Ini kan jadi sama-sama senang, gurunya nggak capek, siswanya dapat pelajaran berharga, dan waktu kerja guru pun bisa lebih pendek. Beneran beda dari yang lain dan rasanya mudah banget buat dicoba nanti.
BalasHapusMateri bapak yang kalah penting menurut saya itu pada bagian Kamis sebagai Minggu yang Baru ini Bapak. Biasanya kan kita mikir perencanaan itu di akhir pekan atau hari Minggu, tapi justru itu yang bikin akhir pekan kita nggak santai. Kalau kita sudah punya gambaran jelas tentang apa yang mau diajarkan minggu depannya di hari Kamis sore, rasanya beban di hari Jumat dan apalagi di hari Sabtu-Minggu pasti jauh berkurang. Guru jadi punya waktu buat menyelesaikan tugas-tugas ringan di hari Jumat, misalnya sekadar print materi atau fotokopi, tanpa perlu panik di hari libur. Logikanya, kalau semua sudah disiapkan sebelum akhir pekan, otak kita pun akan ikut tenang dan bisa benar-benar istirahat dari urusan sekolah. Saya pikir, ini adalah kunci utama biar kerjaan nggak numpuk dan kebawa pulang. Jadi intinya, kita harus mencuri mulai duluan untuk perencanaan biar waktu liburan kita aman dari urusan sekolah.
BalasHapusSaya setuju skli dgn Margareta. Intinya jelas menggeser perencanaan ke Kamis adalah kunci utama untuk menenangkan otak, mengurangi beban mental dan stres, serta mencuri waktu liburan agar benar-benar aman dari urusan sekolah. Ini bukan hanya strategi kerja, tapi strategi menjaga kesejahteraan mental.
HapusMateri bapak pada bagian Jumat Merapikan ini sangat melengkapi cara-cara yang sebelumnya Bapak. Kalau di hari Kamis sudah selesai merencanakan, nah di hari Jumat ini fokusnya adalah membereskan sisa-sisa fisik dari kegiatan seminggu itu. Melibatkan siswa selama 10 menit terakhir di hari Jumat buat merapikan area pribadi mereka, bahkan sampai merapikan perpustakaan kelas atau memilah barang daur ulang, itu bukan hanya soal bersih-bersih. Saya lihat ini sebagai momen pembentukan kebiasaan dan rasa peduli siswa terhadap lingkungan belajar mereka. Dengan kelas yang rapi dan terorganisir sebelum pulang di hari Jumat, guru bisa memulai hari Senin dengan suasana hati yang lebih baik, tanpa harus lihat pemandangan kelas yang berantakan. Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan itu kan juga salah satu faktor penting buat bikin guru betah dan rajin berkerja. Jadi, ini investasi waktu 10 menit yang hasilnya sangat besar buat kenyamanan guru dan siswa.
BalasHapusDi materi bapak ini saya jadi tau hal yang bener-bener menguatkan kalau strategi-strategi tadi sari bapak ini adalah manajemen waktu yang efektif saat di jam kerja. Poin tentang mempertimbangkan kondisi sekolah yang menerapkan seharian penuh atau sampai hari Sabtu itu juga penting, Bapak, karena strategi ini perlu disesuaikan dengan kenyataannya dimasing-masing sekolah. Jadi, kalau kita sebagai calon guru bisa memaksimalkan waktu kerja buat perencanaan dan melibatkan siswa dalam rutinitas kebersihan, kita bisa punya rutinitas yang cepat dan cermat. Tujuan utamanya kan biar kita bisa jadi pendidik yang produktif dan profesional, tapi di saat yang sama nggak harus mengorbankan waktu pribadi. Jadi, kita bisa menikmati akhir pekan kita dengan tenang dan lepas dari pikiran tentang pekerjaan sekolah. Menurut saya, ini adalah bekal yang sangat berharga dan realistis buat kami sebagai calon guru SD. Terima kasih bapak karena sudah mau memberikan materi yang sangat bermanfaat ini untuk kami.
BalasHapusNama: Leoni Wulandari
BalasHapusKelas: 5D
NPM: 2386206088**
Menurut saya, materi ini memberikan cara praktis agar guru bisa mengatur waktu dengan lebih baik dan tidak selalu membawa pekerjaan pulang. Strategi seperti melibatkan siswa untuk menjaga kebersihan kelas, merencanakan minggu baru sejak hari Kamis, dan membuat rutinitas merapikan di hari Jumat sangat membantu mengurangi beban kerja. Dengan manajemen waktu seperti ini, guru bisa punya akhir pekan yang benar-benar untuk istirahat, sehingga tetap sehat dan semangat dalam mengajar.
Nama: Leoni Wulandari
BalasHapusKelas: 5D
NPM: 2386206088
Menurut saya, strategi yang dijelaskan sangat membantu guru agar tidak kewalahan. Dengan membiasakan siswa ikut merapikan kelas dan mengatur jadwal kerja lebih rapi, pekerjaan jadi tidak menumpuk di akhir minggu. Cara-cara sederhana seperti ini bisa membuat guru punya akhir pekan yang lebih tenang dan bisa memulihkan energi sebelum mengajar lagi.
Terima kasih atas artikel yang sangat relevan ini pak. Isu keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi bagi guru memang krusial. Strategi yang disajikan, terutama tentang memaksimalkan waktu kerja, sangat praktis dan patut untuk dicoba.
BalasHapusPoin mengenai 'memaksimalkan waktu kerja setelah pulang sekolah' benar-benar menjadi tantangan bagi saya juga. Saya setuju bahwa efektivitas di sekolah adalah kuncinya. Saya berharap bpk dapat membagikan lebih banyak tips mengenai implementasi strategi 'Marisa Silver' ini dalam seminar atau diskusi berikutnya.
BalasHapusNama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Setelah saya baca lagi materi ini sangat relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi guru sekolah dasar, sering kali pekerjaan belum selesai saat bel pulang berbunyi sehingga guru membawa pekerjaan itu ke rumah, yang kemudian mengganggu waktu beristirahat dan kehidupan pribadi mereka. Dengan menerapkan strategi-strategi praktis seperti di atas, guru dapat mengurangi beban kerja di luar jam sekolah serta menciptakan batas yang sehat antara kerja dan waktu istirahat, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup, kesehatan mental dan produktivitas dalam mengajar.
Nama: Nur Sinta
BalasHapusNPM: 2386206033
Kelas: VB PGSD
Menurut saya materi ini secara tidak langsung menanamkan kesadaran bahwa kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada siswa, guru yang bahagia dan tidak terlalu terbebani cenderung lebih sabar, lebih peduli dan lebih mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman. Dengan demikian memulihkan akhir pekan bukan hanya bermanfaat bagi guru tetapi juga bagi proses belajar siswa. Jadi secara keseluruhan materi ini memberikan pesan penting bahwa guru perlu menghargai dirinya sendiri, menjaga akhir pekan agar bebas dari pekerjaan adalah salah satu bentuk perawatan diri yang wajar dan perlu, dengan guru yang lebih seimbang dan sehat, kualitas pendidikan pun dapat terjaga dengan lebih baik.
Artikel ini menegaskan bahwa manajemen waktu yang baik sangat berpengaruh terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi guru. Strategi yang disampaikan Marisa Silver (2024) menunjukkan bahwa efisiensi kerja tidak selalu membutuhkan waktu tambahan, melainkan pengaturan rutinitas yang tepat. Hal ini penting bagi guru SD yang memiliki beban administratif dan pedagogis yang cukup tinggi setiap harinya.
BalasHapusPermainan "Sampah Ajaib" merupakan contoh sederhana namun efektif dalam melibatkan siswa menjaga kebersihan kelas. Selain menghemat waktu guru, kegiatan ini juga melatih siswa untuk peduli terhadap lingkungan belajar mereka. Kebiasaan positif seperti ini dapat membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini.
BalasHapusMenurut saya, gagasan ini menjadikan hari Kamis sebagai awal perencanaan minggu berikutnya sangat relevan untuk mengurangi beban kerja di akhir pekan.
BalasHapusDengan perencanaan yang sudah matang, guru tidak perlu membawa pekerjaan ke rumah dan dapat menikmati waktu istirahat secara optimal.
Strategi ini juga membantu guru lebih fokus dan siap dalam menjalankan pembelajaran di minggu berikutnya.
Kegiatan "Jumat Merapikan" tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kelas, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan terorganisasi. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bekerja sama dan menghargai ruang belajar mereka. Bagi guru, kelas yang rapi di akhir minggu membantu memulai minggu baru dengan lebih tenang dan siap.
BalasHapusPenulis juga menekankan bahwa strategi ini perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah, terutama bagi sekolah yang menerapkan pembelajaran hingga hari Sabtu. Fleksibilitas ini penting agar guru tidak merasa terbebani dan tetap dapat menerapkan prinsip efisiensi kerja.
BalasHapusDengan penyesuaian yang tepat, strategi ini tetap relevan dan bermanfaat dalam berbagai konteks sekolah.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, materi ini menjelaskan pentingnya rasa aman bagi guru di sekolah. Guru perlu merasa nyaman saat menyampaikan pendapat dan ide. Lingkungan kerja yang aman membuat guru lebih percaya diri. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendukung, bukan menakutkan. Rasa tidak aman dapat membuat guru stres dan lelah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja guru. Oleh karena itu, keamanan psikologis sangat penting.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, permainan “Sampah Ajaib” merupakan contoh kegiatan sederhana yang berdampak besar. Guru menciptakan suasana menyenangkan melalui permainan sambil tetap mencapai tujuan kebersihan kelas. Siswa terlibat aktif dalam menjaga lingkungan belajar mereka. Kegiatan ini melatih kepedulian dan disiplin siswa sejak dini. Guru menghemat waktu yang biasanya digunakan untuk membersihkan kelas sendiri. Kelas menjadi rapi dalam waktu singkat setelah jam pelajaran selesai. Strategi ini mendukung efisiensi kerja guru secara berkelanjutan.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, gagasan menjadikan hari Kamis sebagai waktu perencanaan merupakan langkah yang sangat efektif. Guru dapat memanfaatkan kondisi kelas yang masih segar dalam ingatan untuk menyusun rencana pembelajaran. Perencanaan yang dilakukan lebih awal membantu mengurangi tekanan menjelang akhir pekan. Hari Jumat dapat digunakan untuk tugas ringan yang tidak menguras energi. Guru memiliki kendali waktu yang lebih baik terhadap pekerjaannya. Strategi ini mencegah kebiasaan membawa pekerjaan ke rumah. Akhir pekan pun dapat dimanfaatkan untuk istirahat dan pemulihan diri.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, kegiatan “Jumat Merapikan” mencerminkan pembelajaran karakter yang nyata. Guru tidak hanya mengajarkan materi akademik, tetapi juga nilai tanggung jawab dan kepedulian. Siswa membersihkan area pribadi sebagai bentuk disiplin diri. Siswa juga belajar bekerja sama dalam menjaga kebersihan kelas. Kelas yang tertata rapi menciptakan suasana belajar yang nyaman. Guru merasakan manfaat langsung dari keterlibatan siswa. Kegiatan ini membangun budaya kelas yang positif dan berkelanjutan.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, penyesuaian strategi dengan kondisi sekolah sangat penting untuk diperhatikan. Guru perlu fleksibel dalam menerapkan metode sesuai jadwal sekolah masing-masing. Sekolah dengan sistem fullday maupun enam hari belajar membutuhkan pengaturan yang berbeda. Guru berperan sebagai pengelola waktu yang bijak dalam situasi tersebut. Strategi yang disesuaikan akan lebih mudah diterapkan di kelas. Guru tetap dapat menjaga produktivitas tanpa kelelahan berlebihan. Dengan perencanaan yang tepat, kualitas pembelajaran dan kesejahteraan guru dapat berjalan seimbang.
Nama: Lidia Jaimun
BalasHapusKelas: 5D PGSD
Npm: 2386206091
Izin menanggapi Pak, strategi pengelolaan waktu yang disampaikan dalam materi ini sangat relevan dengan kondisi guru sekolah dasar. Guru membutuhkan keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi agar tetap sehat secara mental. Penerapan rutinitas sederhana seperti melibatkan siswa dalam kebersihan kelas dapat menghemat banyak waktu guru. Strategi ini juga membantu guru fokus pada perencanaan pembelajaran yang lebih berkualitas. Siswa memperoleh pengalaman belajar tentang tanggung jawab dan kerja sama. Lingkungan kelas menjadi lebih rapi dan kondusif untuk belajar. Dengan demikian, guru dapat menikmati akhir pekan tanpa membawa beban pekerjaan sekolah.
Nama: Dominika Dew Daleq
BalasHapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Haii Miftahul, saya izin menjawab menurut saya, nggak harus selesai semua di hari Kamis minimal sudah ada gambaran besar detailnya bisa diselesaikan Jumat pagi juga, kedua manfaatkan waktu luang seperti saat siswa istirahat atau kerja mandiri untuk nyicil perencanaan, ketiga buat template yang bisa dipakai berulang jadi nggak bikin dari nol lagi, dan keempat kolaborasi dengan guru lain untuk bagi tugas, yang penting pola pikir nya "usahakan sebisa mungkin selesai di hari kerja" lebih baik 80% selesai di sekolah daripada 100% tapi harus lembur di rumah.
Semoga membantu.
Nama: Dominika Dew Daleq
BalasHapusNpm: 2386206051
Kelas: V.A
Nah pak, setelah saya baca materi ini dengan saksama, saya jadi paham kalau jadi guru SD itu nggak cuma soal ngajar di kelas, tapi juga harus pintar-pintar ngatur waktu supaya kehidupan pribadi nggak terganggu, lalu ada ketiga strategi yang Bapak sampaikan sangat praktis dan nyata untuk diterapkan, apalagi yang melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan kelas karena selain meringankan beban guru, juga mengajarkan tanggung jawab kepada anak-anak sejak dini, yang paling menarik buat saya adalah konsep "Kamis sebagai Minggu Baru" karena ini mengubah cara berpikir kita dari yang nunda-nunda pekerjaan sampai akhir pekan menjadi menyelesaikannya di hari kerja, sehingga Sabtu-Minggu benar-benar bisa dipakai untuk istirahat, kumpul keluarga, atau refreshing.
Bagi saya sebagai calon guru, materi ini mengingatkan saya bahwa menjaga keseimbangan hidup itu penting agar nggak cepat bosen atau lelah dan bisa terus memberikan yang terbaik untuk siswa dalam jangka panjang.
Terima kasih banyak atas ilmu berharga ini Pak, sangat bermanfaat untuk bekal saya nanti.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi, Pak. Saya setuju bahwa strategi seperti sampah ajaib sangat relevan untuk membantu guru menghemat waktu setelah jam pelajaran selesai. Kegiatan ini tidak hanya membuat kelas lebih rapi, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif sehingga guru tidak bekerja sendirian. Menurut saya, kebiasaan kecil seperti ini jika dilakukan rutin bisa berdampak besar pada manajemen waktu guru. Selain itu, siswa juga belajar tanggung jawab terhadap lingkungan kelasnya sendiri.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi, ya Pak. Saya setuju dengan gagasan menjadikan hari Kamis sebagai waktu utama untuk perencanaan minggu berikutnya. Cara ini terasa lebih realistis dibandingkan membawa pekerjaan ke akhir pekan yang justru menambah beban pikiran. Menurut saya, strategi ini membantu guru masuk ke hari Jumat dengan perasaan lebih tenang dan terkontrol. Akhirnya, akhir pekan bisa benar-benar digunakan untuk istirahat dan memulihkan energi.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi lagi ya, Pak. Menurut saya, kegiatan Jumat Merapikan adalah contoh sederhana tetapi bermakna dalam membangun budaya kelas yang positif. Siswa tidak hanya belajar menjaga kebersihan, tetapi juga merasa memiliki ruang belajar mereka. Saya setuju bahwa kelas yang rapi akan membuat suasana belajar lebih nyaman bagi guru dan siswa. Strategi ini juga fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah, termasuk yang masih menerapkan sekolah sampai hari Sabtu.
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi, Pak. Saya setuju bahwa strategi sampah ajaib terlihat sederhana tetapi dampaknya besar bagi efisiensi waktu guru dan kerapian kelas. Kegiatan ini juga membantu siswa belajar disiplin tanpa merasa terpaksa. Menurut saya, kebiasaan seperti ini bisa membentuk budaya kelas yang positif jika dilakukan konsisten. Nah menurut Bapak, Apakah melihat strategi ini juga bisa diterapkan di kelas dengan jumlah siswa yang besar?
Nama : Ninda Amelia Saputri
BalasHapusNPM : 2386206093
Kelas : 5D PGSD
Izin menanggapi, Pak. Menurut saya, pembiasaan merencanakan pembelajaran sejak Kamis sangat membantu guru menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Cara ini terasa lebih manusiawi karena guru tidak lagi terbebani pekerjaan saat akhir pekan. Saya setuju bahwa dengan perencanaan yang rapi, stres bisa berkurang cukup signifikan. Izin bertanya Pak, Apakah strategi ini tetap efektif diterapkan di sekolah yang kegiatan belajarnya sampai hari Sabtu?
Nama: Rosidah
HapusNpm: 2386206034
Kelas: 5 B
Hallo kak ninda karna bapak belum merespon izinkan saya melontarkan jawaban versi saya ya hehe,
Menurut saya kak strategi ini tetap bisa diterapkan meskipun sekolah menjalankan kegiatan belajar sampai hari Sabtu, hanya perlu disesuaikan dengan konteks sekolah masing-masing. Di dalam malam materi bapak juga dijelaskan bahwa tujuan utama strategi ini adalah menjaga kesehatan mental dan keamanan psikologis guru, bukan terpaku pada hari tertentu. Jadi, “Kamis sebagai minggu baru” bisa diganti dengan hari lain yang paling memungkinkan untuk perencanaan.
Misalnya kayak guru dapat nie kak memilih satu hari di tengah minggu sebagai waktu refleksi dan perencanaan ringan, sementara hari berikutnya digunakan untuk tugas-tugas sederhana.
Semoga tanggapan saya bermanfaat ya kaka
2386206060
BalasHapus5B PGSD
cerita ini memiliki relevansi kontekstual yang kuat dengan isu kesejahteraan pendidik tapi akan lebih baik apabila penulis menambahkan landasan konseptual atau rujukan singkat terkait work-life balance atau kelelahan kerja (burnout) pada profesi guru. Hal ini dapat memperkuat argumen bahwa pemulihan akhir pekan bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga didukung secara ilmiah.
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Gagasan utama teman teman sudah jelas, tapi dapat dipertegas melalui penekanan pada dampak profesional
Artikel akan semakin kuat apabila dijelaskan bahwa pemulihan waktu istirahat tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pribadi guru, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran, kesiapan mengajar, dan interaksi guru dengan peserta didik juga.
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Dari Cwrita di atas kita Bisa ditambah pengingat soal batasan waktu kerja kan
Ceritanya sudah ngajak buat santai di akhir pekan, tapi akan lebih kuat kalau ditegaskan soal batasan jam kerja. Contohnya: tentuin jam “stop mikir sekolah”, misalnya Jumat jam 5 sore. Setelah itu, urusan sekolah besok aja. Ini bantu guru belajar tegas sama diri sendiri gimana teman teman ?
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Sudut pandang siswa juga bisa diselipkan dikit Bisa ditambah satu bagian kecil tentang dampak ke siswa. Misalnya ni guru yang cukup istirahat biasanya lebih sabar dan ramah di kelas iya ngga? Jadi pesan ceritanya bukan cuma buat guru, tapi juga nunjukin kalau akhir pekan yang sehat itu berpengaruh ke kualitas belajar murid.
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Nah ini ada tuh yang Tipsnya sudah ringan, tapi bisa lebih detail langkah kecilnya kayak Ide memulihkan akhir pekan itu bagus, cuma kalau dikasih contoh langkah super sederhana bakal makin membantu. kayak mulai dari hal kecil dulu untuk stop buka grup WA sekolah hari Sabtu, atau batasi waktu mikirin tugas cuma 30 menit aja. Jadi nggak langsung berat gitu gimana?
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Untuk Bagaimana itu peran sekolah atau pimpinan pendidikan itu dalam mendukung guru agar benar-benar bisa menikmati akhir pekan sebagai waktu pemulihan? nah itu juga bagus kenapa. karena mengangkat sudut pandang struktural, tidak hanya tanggung jawab individu guru saja tetapi juga dukungan sistem dan kebijakan agar pesan dalam cerita dapat diterapkan secara berkelanjutan gitu??
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Teman teman ni jadi gini Apakah strategi yang ditawarkan dalam cerita ini realistis diterapkan oleh semua guru, untuk terutama yang memiliki beban administrasi tinggi? nah untuk Pertanyaan ini membuka ruang diskusi kritis, apakah solusi yang ditawarkan bersifat umum atau perlu penyesuaian berdasarkan kondisi sekolah, jenjang pendidikan, dan kebijakan institusi untuk itu teman apa ni??
Nama: Rosidah
HapusNpm: 2386206034
Kelas: 5 B
Hallo kak okta, kalo menurut saya, strategi yang ditawarkan di materi ini cukup realistis kak tapi memang tidak bisa dipukul rata untuk semua guru. Apalagi kalau bebannya administrasi sudah seperti “PR sekelas tapi dikerjakan sendirian” hahah😅.
Jadi wajar kak kalau strategi ini perlu penyesuaian sesuai kondisi sekolah, jenjang pendidikan, dan kebijakan masing-masing.
Kalau dikaitkan dengan materi bapak tentang keamanan psikologis, justru di sini poin pentingnya. Materi ini mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental guru bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga perlu dukungan sistem dan kebijakan. Jadi strategi seperti mengatur waktu, tidak membawa pekerjaan ke rumah, atau menjadikan akhir pekan sebagai waktu pemulihan akan lebih efektif kalau didukung oleh sekolah, bukan guru yang “berjuang sendirian”.
Sebagai calon guru yang masih belajar sambil mikir, “nanti aku kuat nggak ya?” 😄, saya melihat strategi ini lebih sebagai arah dan prinsip umum, bukan aturan kaku.
Intinya kaka, guru perlu ruang untuk bernapas, dan sekolah juga punya peran agar strategi ini bisa diterapkan secara berkelanjutan.
Semoga tanggapan saya bermanfaat ya kak
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Dari materi ini, mengingatkan kalau akhir pekan itu sangatlah penting bagi guru untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang setiap harinya sangat aktif dan bisa dibilang cukup menguras energi.. Kadang tanpa sadar pekerjaan disekolah kebawa terus sampai rumah, jadi pasti capeknya ngga berhenti . Dari materi ini sebenarnya guru bisa mulai mengatur waktu kerja di sekolah. supaya ketika akhir pekan bisa lebih tenang. kalau guru punya waktu istirahat yang cukup pasti proses ngajar setiap hari juga lebih fokus dan ngga gampang cape. Menurut saya, hal-hal sederhana seperti ini penting supaya guru tetap nyaman dan semangat menjalani perannya.
Nama : Erlynda Yuna Nurviah
BalasHapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Saya jadi ingat pesan orangtu saya kalau " kamu harus bisa menempatkan sesuatu hal di kotaknya masing-masing" nah menurut saya ini juga berkaitan dengan materi yang bapak jelaskan diatas. kalau pekerjaan di sekolah , diluar itu selesaikan ditempatnya jadi kal kita dirumah ya mikirkan apa yang ada dirumah janagn dicampur aduk, ini bisa membut pikiran kita rumit. Sebenarnya hal seperti ini bisa kita lakukan dari diri kita masing-masing, tergantung dari kemauan dan niat kita. Pekerjaan sekolah sebaiknya diselesaikan di waktu kerja, dan urusan pribadi diberi ruang di waktu istirahat. Kalau semuanya tercampur, yang ada justru capek terus dan pikiran nggak benar-benar pulih. Dengan membiasakan memisahkan peran dan waktu, guru bisa lebih seimbang antara tanggung jawab profesional dan kebutuhan diri sendiri.
2386206060
BalasHapus5B PGSD
kalo di baca ulang di cerita sudah disinggung soal tidak membawa pekerjaan ke rumah, tapi menurut aku bisa diperjelas lagi gimana caranya secara sederhana.
kayak banyak guru sebenarnya mau istirahat, tapi bingung mulai dari mana.
Contoh: Misalnya ni guru menetapkan aturan pribadi seperti tidak membuka grup sekolah setelah jam tertentu di hari Jumat, atau menyelesaikan administrasi penting sebelum pulang sekolah.
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Ada di Bagian akhir cerita ini itu kayak menurut ku bisa dibuat lebih nendang, misalnya dengan ajakan atau pertanyaan reflektif ke pembaca. Penutup yang kuat bikin pembaca berhenti sejenak dan mikir tentang kebiasaan mereka sendiri. Dengan begitu, pesan tentang pentingnya memulihkan akhir pekan nggak langsung lewat, tapi benar-benar diingat dan mungkin dipraktikkan gitu….
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas:5D PGSD
Npm: 2386206099
Terimah kasih Okta, ide yang bagus! Pertanyaan reflektif di akhir cerita bisa membuat pembaca merenung. Ini akan membuat pesan tentang pentingnya istirahat di akhir pekan lebih membekas. Saya setuju, penutup yang kuat sangat penting.
2386206060
BalasHapus5B PGSD
ceritanya dan pesannya nyampe, tapi bakal lebih kena lagi kalau ditambah satu atau dua contoh pengalaman nyata guru. Misalnya cerita singkat tentang guru yang awalnya selalu bawa kerjaan ke rumah, lalu capek sendiri, sampai akhirnya nyoba berubah. Contoh konkret bikin pembaca lebih kebayang dan merasa “oh ini kejadian juga di hidupku”.nah jadi tuh ceritanya nggak cuma jadi nasihat, tapi juga jadi cermin pengalaman sehari-hari guru.
Nama: Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm: 2386206090
Betul sekali, Okta Contohnya pengalaman nyata guru akan membuat cerita lebih relevan. Pembaca jadi merasa relate dengan cerita tersebut. Ide tentang guru yang awalnya selalu membawa pekerjaan ke rumah sangat menarik.😊
2386206060
BalasHapus5B PGSD
Eh tapi cerita ini memberikan contoh nyata atau pengalaman singkat guru yang berhasil mengubah kebiasaan, sehingga pembaca punya gambaran bahwa perubahan itu mungkin dilakukan dan buat Bagaimana cara guru menghilangkan rasa bersalah nya saat memilih beristirahat di akhir pekan tanpa mengabaikan tanggung jawabnya?
Nama : Erlynda Yuna Nuviah
HapusKelas : VB PGSD
Npm : 2386206035
Hai okta saya izin menjawab ya.. Menurut saya kalau dipikir secara logika, sebenarnya kita bisa melepas rasa bersalah ini dengan meyesuaikan pola pikir kita. Misalnya nih kita punya prinsip pikiran " Ini hari weekend, memang waktunya libur dan istirahat, pokoknya lepaskan tugas sekolah dulu waktunya me time". Jadi kalau waktu kerja memang sudah selesai, maka beristirahatlah tapii bukan berarti menghindar dari tanggung jawab ya. Maka dari itu kita perlu mempunyai strategi atau cara yang terstruktur untuk menyelesaikan tugas - tugas kita dengan tepat waktu dan tidak mengabaikan hal yang sekecilapapun, seperti strategi yang dijelaskan bapak diatas itu sangat membantu kita untuk memaksimalkan waktu kerja dan menghemat energi kita.
Rasa bersalah sering muncul bukan karena kita salah, tapi karena pola pikir atau kebiasaan yang merasa harus selalu produktif. Dengan menyadari kapan harus fokus bekerja dan kapan harus berhenti sejenak, kita bisa tetap bertanggung jawab tanpa terus dibebani rasa bersalah. Istirahat yang cukup justru membantu guru kembali bekerja dengan lebih tenang, fokus, dan berkualitas. Semoga jawaban saya bisa membantu ya...
Nama: Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm: 2386206090
Saya setuju dengan Okta, contoh nyata sangat membantu Pembaca jadi punya gambaran yang jelas tentang perubahan yang mungkin dilakukan. Pertanyaan tentang menghilangkan rasa bersalah saat istirahat juga sangat relevan. Ini bisa jadi poin penting dalam cerita.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
BalasHapusKelas : 5A PGSD
NPM. : 2386206003
Menurut saya menyeimbangkan peran sebagai pendidik sekaligus sebagai pribadi yang juga punya kehidupan di luar sekolah memang tidak mudah namun strategi dari Marisa Silver ini terasa sangat masuk akal dengan memindahkan beban perencanaan ke hari Kamis kita seperti mencuri start supaya pekerjaan tidak menumpuk di akhir pekan saya membayangkan betapa leganya ketika hari Jumat semua urusan administrasi dan rencana pembelajaran sudah selesai, sehingga Sabtu dan Minggu benar-benar bisa digunakan untuk beristirahat tanpa terus memikirkan pekerjaan sekolah.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
BalasHapusKelas : 5A PGSD
NPM. : 2386206003
Menurut saya strategi seperti permainan sampah ajaib dan jumat Merapikan bukan hanya bertujuan agar guru bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan tetapi juga mengajarkan nilai karakter kepada siswa melalui kegiatan sederhana yang tidak memakan banyak waktu siswa dilatih untuk bertanggung jawab dan merasa bangga terhadap kelas mereka sendiri dengan cara ini kebersihan kelas tidak lagi menjadi tugas guru semata tetapi menjadi tanggung jawab bersama menurut saya hal ini dapat menciptakan suasana kelas yang lebih positif rapi dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
Nama : Muhammad Nur Fauzi
BalasHapusKelas : 5A PGSD
NPM : 2386206003
Menurut saya hal yang menarik dari strategi ini adalah sifatnya yang bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah tidak semua sekolah menerapkan sistem belajar seharian penuh jika sekolah masih masuk sampai hari Sabtu strategi ini tetap bisa digunakan dengan mengatur ulang jadwal misalnya memindahkan kegiatan perencanaan ke hari Jumat agar hari Sabtu tidak terlalu berat menurut saya yang penting bukan mengikuti jadwal secara kaku tetapi mengatur kegiatan sehari-hari dengan baik supaya tenaga guru tetap terjaga dan tidak terlalu lelah karena urusan teknis atau pekerjaan di hari libur.
Nama : Nadia Vega
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2386206063
Menurut saya, artikel ini memberikan ide segar yang bisa membantu mengubah mindset banyak orang tentang belajar di luar jam sekolah. Penjelasan tentang bagaimana memadukan aktivitas yang menyenangkan dengan proses refleksi atau eksplorasi membuat saya berpikir bahwa belajar bisa jadi bagian dari gaya hidup bukan beban yang harus dihindari saat weekend tiba. Saya jadi terpikir untuk menciptakan jadwal akhir pekan yang seimbang antara relaksasi dan kegiatan yang memperkaya diri. Artikel ini benar-benar memberi inspirasi yang mudah diterapkan.
Nama : Nadia Vega
BalasHapusKelas : 5C PGSD
NPM : 2386206063
Artikel ini menarik banget karena mengangkat sudut pandang baru soal bagaimana kita bisa memanfaatkan akhir pekan sebagai waktu untuk belajar tanpa stres. Saya suka bagaimana penulis menekankan bahwa belajar tidak selalu harus serius atau formal — justru ketika kita bisa menikmatinya dengan cara yang santai dan kreatif, proses belajar jadi lebih bermakna. Artikel ini mengingatkan saya bahwa akhir pekan bisa jadi momen yang pas untuk mengeksplorasi hal-hal baru dengan cara yang menyenangkan, bukan sekadar istirahat pasif saja.
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm : 2386206090
Terima kasih Nadia,atas apresiasinya Saya senang artikel ini memberikan sudut pandang baru. Betul sekali, belajar tidak harus selalu serius. Semoga artikel ini bisa menginspirasi untuk memanfaatkan akhir pekan dengan cara yang menyenangkan.
Nama: Selma Alsayanti Mariam
BalasHapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya suka sekali dengan ide permainan "sampah ajaib" (magic piece of trash), karena terkadang guru capek sendiri buat ngerapihin kursi sama mungutin sampah sisa anak-anak yang bisa makan waktu 30 menit tiap harinya. kalo dijadiin game seperti ini cuma 2 menit dengan imbalan stiker saja, anak-anak pasti semangat rebutan buat ngerapihin kelas. selain itu karena adanya permainan ini kelas jadi bersih, guru jadi tidak pegel karena harus mungutin sampah satu persatu, dan anak- anak juga belajar tanggung jawab.
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas :5D PGSD
Npm : 2386206090
Halo Selma, ide permainan "sampah ajaib" sangat kreatif! Anak-anak pasti semangat untuk membersihkan kelas. Selain kelas jadi bersih, guru juga terbantu. Terima kasih atas idenya yang inspiratif😊
Nama : Andi Nurfika
BalasHapusNPM : 2386206017
Kelas : VB PGSD
izin menjawab ya, jadi strategi "kamis awal minggu baru" itu nggak harus berat, ada juga versi ringnnya cukup nyicil sedikt-sedikit aja, misal cuma nyusun garis garis besar materi aja atau cek jadwal minggu depan. nggak perlu semua beres di kamis itu sendri. yang penting otak sudah kebuka dan tahu mau ngapai. sisanya dilanjutin di hari jumat pas ada waktu longgar atau di jam kosong. dengan cara ringan kayak gini, akhir pekan akan tetap aman tanpa nambah beban berlebihan di hari kerja.
Nama: Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm : 2386206090
strategi "Kamis awal minggu baru" sangat menarik! Mempersiapkan materi sedikit demi sedikit bisa mengurangi beban di akhir pekan. Terima kasih atas tipsnya yang sangat membantu!
Nama Hanifah
BalasHapusKelas 5C
NPM 2386206073
Yang paling menarik dari materi ini adalah mindset shift nya yaitu mengubah akhir pekan dari waktu untuk mengejar deadline menjadi hak istirahat yang harus dilindungi. Konsep "Kamis adalah Minggu yang baru" ini bagus karena mengatasi prokrastinasi dengan cara yang realistis. Yang menarik, ini bukan hanya tentang manajemen waktu, tapi tentang self-care dan kesadaran bahwa guru yang burnout tidak bisa memberikan terbaik untuk siswa.
Nama : Finsensos Maria Seno
HapusKelas : 5D PGSD
Npm : 2386206090
Halo Hanifah, saya setuju dengan pendapatmu Mindset shift untuk mengubah akhir pekan sangat penting. Konsep "Kamis adalah Minggu yang baru" juga sangat bagus. Terima kasih atas insiatifnya yang berharga😊
Hanifah
BalasHapus5C
2386206073
Saya setuju bahwa guru perlu menggunakan akhir pekan sebagai waktu untuk memulihkan energi. Sebagai calon guru, saya berpikir betapa pentingnya membatasi pekerjaan sekolah agar tidak mengganggu waktu pribadi.
Saya merasa bahwa akhir pekan bukan hanya jeda, tapi kesempatan untuk memulihkan diri. Dengan menikmati akhir pekan, kita bisa kembali ke minggu berikutnya dengan energi baru dan semangat yang lebih.
HapusDari materi diketahui bahwa guru juga manusia yang perlu menjaga keseimbangan hidup. Dengan memanfaatkan akhir pekan untuk istirahat, kumpul dengan keluarga, atau melakukan hobi, maka ketika guru kembali ke kelas datang dengan semangat yang baru.
HapusNama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Izin komentar lagi ya pak. Tapi ni saya lebih mengomentari 3 aspek yang di bahas di atas.
Nah cara yang pertama saya bahas strategi kamis adalah minggu baru mengajarkan calon guru untuk menyelesaikan perencanaan lebih awal,dengan memindahkan beban kerja ke hari kerja juga,jadi sekalian dann akan melindungi waktu istirahat akhir pekan. Hal ini penting untuk mencegah burnout dan memastikan kita kembali ke sekolah pada hari senin dengan energi yang penuh dan pikiran segar.
Melibatkan siswa dalam kebersihan kelas melalui permainan seperti Magic Piece of Trash adalah bentuk manajemen kelas yang cerdas.Selain meringankan beban fisik guru metode ini membangun rasa memiliki dan tanggung jawab pada siswa terhadap lingkungan belajar mereka,dan menciptakan ekosistem kelas yang sehat bagi semua pihak
HapusNama : Dita Ayu Safarila
BalasHapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Nah ada juga Rutinitas “Jumat Merapikan “ selama 10 menit di akhir pekan efektif menciptakan suasana kerja yang nyaman,sebagai calon guru membiasakan hal seperti ini membangun sistem kerja yang rapi. Kelas yang terorganisir dengan baik secara otomatis membuat tingkat setres guru menurun dan meningkatkan fokus siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Nama : Dita Ayu Safarila
HapusKelas : 5 C
NPM : 2386206048
Jadi Menghindari membawa pekerjaan kerumah adalah batas profesional yang harus di bangun sejak mahasiswa. Disiplin waktu selama hari kerja memungkinkan guru memiliki kehidupan pribadi yang berkualitas. Keseimbangan ini sangat krusial bagi keberlangsungan karier.
Nama : Shela Mayangsari
BalasHapusNpm : 2386206056
Kelas : V C
Ini relate banget sama kehidupan guru sehari-hari. Strateginya kelihatan sederhana, tapi dampaknya besar kalau konsisten dilakukan. Yang paling saya suka, siswa dilibatkan tanpa merasa terbebani. Akhir pekan jadi benar-benar waktu istirahat, bukan lanjut kerja.
Ide merapikan kelas bareng siswa itu keren dan masuk akal. Selain kelas rapi, anak-anak juga belajar tanggung jawab. Guru jadi gak harus lembur sendirian setelah jam pulang. Ini contoh win-win solution di sekolah.
HapusBagian “Kamis adalah minggu baru” menurut saya sangat membantu. Selama ini banyak guru baru sadar kerjaan menumpuk pas akhir pekan. Dengan perencanaan lebih awal, beban pikiran jadi jauh berkurang. Akhir pekan bisa dipakai buat benar-benar recharge.
HapusStrategi yang dibagikan terasa realistis dan bisa langsung dipraktikkan. Tidak butuh alat mahal atau sistem ribet. Yang penting konsisten dan mau melibatkan siswa. Guru pun punya waktu untuk dirinya sendiri.
HapusPermainan “sampah ajaib” itu kreatif banget dan ramah anak. Anak merasa sedang bermain, padahal sebenarnya belajar menjaga lingkungan. Guru juga hemat waktu dan tenaga. Kelas rapi, hati pun lebih tenang.
HapusNama : Shela Mayangsari
BalasHapusNpm : 2386206056
Kelas : V C
Materi ini mengingatkan bahwa guru juga manusia yang butuh istirahat. Mengatur ritme kerja ternyata bisa mengubah kualitas hidup. Bukan soal malas, tapi soal pintar mengelola waktu. Akhir pekan bebas kerja itu penting untuk kesehatan mental.
Saya setuju bahwa kelas yang rapi bikin suasana belajar lebih nyaman. Libatkan siswa sejak awal, hasilnya terasa jangka panjang. Guru jadi tidak kelelahan sendirian. Ini kebiasaan kecil dengan dampak besar.
HapusPendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen kelas bisa berdampak ke kehidupan pribadi guru. Tidak semua harus dibawa pulang ke rumah. Kalau sekolah sudah selesai di sekolah, rumah jadi tempat istirahat. Guru lebih siap menghadapi minggu berikutnya.
HapusStrategi ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Mau fullday atau sampai Sabtu tetap bisa diatur. Yang penting ada niat untuk menjaga batas kerja. Guru yang bahagia pasti mengajar dengan lebih baik.
HapusTulisan ini memberi sudut pandang baru tentang efisiensi kerja guru. Bukan kerja lebih lama, tapi kerja lebih cerdas. Anak dilatih mandiri, guru pun lebih seimbang hidupnya. Semoga makin banyak sekolah menerapkan pola seperti ini.
Hapusnama: Sitti Fatimatus Zehroh
BalasHapusnpm: 2386206020
semester: 5A
izin menanggapi pak, saya sangat setuju dengan ulasan yang bapak berikan, karena menurut saya penjelasan tentang strategi ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi guru bisa dibangun lewat kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin, juga mengatur waktu dengan baik dan membuat rutinitas kelas yang jelas dapat membantu guru mengurangi pekerjaan yang menumpuk setelah jam sekolah.
nama: Sitti Fatimatus Zehroh
BalasHapusnpm: 2386206020
semester: 5A
izin menanggapi kembali, membahas tentang memulihkan akhir pekan sebagai guru sekolah dasar tanpa membawa pekerjaan di rumah ini, menurut saya hal yang menarik yaitu mengenai strategi sederhana seperti "sampah ajaib", disitu siswa tidak membutuhkan waktu yang lama, jadi bisa menghemat banyak waktu guru sekaligus menumbuhkan tanggung jawab siswa.
selain itu, ide menjadikan hari Kamis sebagai waktu perencanaan juga menarik, karena membantu kita sebagai guru untuk mengurangi beban di akhir pekan sehingga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa lebih terjaga.
Nama : Miftahul hasanah
BalasHapuskelals : 5C
NPM : 2386206040
Izin bertanya, konsep “Kamis sebagai minggu baru” ini menarik banget. Tapi kalau kondisi sekolah sering berubah-ubah atau ada agenda mendadak, apa strategi ini tetap bisa jalan? Atau harus fleksibel tiap minggu?
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5 B
Hallo kak miftahul kalo menurut saya nie kak strategi “Kamis sebagai minggu baru” tetap bisa dijalankan, tetapi memang perlu fleksibel, terutama jika kondisi sekolah sering berubah atau ada agenda mendadak. Dalam materi dijelaskan bahwa tujuan utama strategi ini bukan soal harinya, tetapi soal mengatur ritme kerja agar beban tidak menumpuk di akhir pekan.
Jika ada perubahan mendadak, guru bisa menyesuaikan isi perencanaan, misalnya dengan membuat rencana inti dan rencana cadangan. Hal ini justru sejalan dengan materi tentang keamanan psikologis guru, karena fleksibilitas membantu guru tidak merasa tertekan ketika rencana tidak berjalan sempurna. Intinya kak strategi ini bukan aturan kaku, tetapi alat bantu agar guru tetap sehat secara mental dan seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Semoga bermanfaat kaka
Nama: Rosidah
BalasHapusNpm: 2386206034
Kelas: 5 B
Jadi dimateri ini menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan rutinitas kerja guru agar kesehatan mental tetap terjaga. Strategi seperti melibatkan siswa dalam menjaga kerapian kelas dan menyelesaikan perencanaan di hari kerja menunjukkan bahwa guru tidak harus membawa semua beban pekerjaan ke rumah. Hal ini penting karena kelelahan yang terus menumpuk dapat berdampak pada emosi dan kualitas mengajar.
Semoga kita bisa menerapkan strategi-strategi yang bapak paparkan di materi ini saat kita menjadi guru nanti.
Nama: Selma Alsayanti Mariam
BalasHapusNpm: 2386206038
Kelas: VC
Saya izin bertanya pak, bagaimana caranya agar murid-murid mau membantu membereskan kelas tanpa paksaan, dan malah menjadi seperti sedang bermain game? lalu imbalan seperti apa yang bisa membuat anak-anak semangat untuk mengikuti permainan Magic Piece of Trash ini?