Sehat, Bahagia, Berkarya: Keamanan Psikologis untuk Guru di Era Modern

 

Sebagai seorang pendidik, pernahkah Anda merenungkan bagaimana Anda merasa terkait dengan lingkungan kerja di sekolah? Siapa saja orang-orang dan pengalaman yang memengaruhi perasaan tersebut? Adakah kolega, lokasi, atau aktivitas tertentu yang sengaja Anda hindari karena reaksi mereka terhadap ide-ide Anda atau bagaimana mereka memperlakukan Anda?

Apakah membaca ini memicu rasa cemas, mengingat seseorang atau sesuatu yang mungkin mengganggu ketenangan Anda di tempat kerja esok hari? Mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan di lingkungan ini, tempat kerja seharusnya menjadi ruang yang aman dan mendukung.

Apa itu Keamanan Psikologis?

Dalam penelitian berjudul Feeling Safe at Work: Development and Validation of the Psychological Safety Inventory, dijelaskan bahwa  keamanan psikologis (psychological safety) adalah persepsi bahwa seseorang merasa didukung dan nyaman mengambil risiko interpersonal, menyampaikan pendapat, serta berbagi ide. Aspek ini sangat penting bagi efektivitas sebuah organisasi.

Jika Anda pernah merasa tidak aman secara emosional atau psikologis di tempat kerja, Anda pasti memahami bagaimana kondisi tersebut dapat berdampak pada tubuh dan pikiran Anda. Ketidaknyamanan semacam ini bisa membuat rutinitas kerja terasa berat, bahkan menimbulkan masalah kesehatan fisik dan mental. Dalam konteks pendidikan, rasa tidak aman psikologis dapat merusak lingkungan kerja dan menciptakan tekanan tambahan bagi para guru, staf, dan semua individu di sekolah.

Tantangan di Dunia Pendidikan

Bekerja di sekolah, baik sebagai guru, konselor, staf administrasi, pengemudi bus, atau peran lainnya, menghadirkan tantangan yang beragam. Kompleksitas lingkungan ini dapat semakin berat jika diwarnai dengan kurangnya dukungan atau keamanan psikologis. Banyak pekerja pendidikan di berbagai titik karier mereka merasakan hal ini. Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?

Tanda-Tanda Lingkungan Kerja yang Tidak Aman secara Psikologis

Berikut adalah beberapa indikator bahwa Anda mungkin berada di lingkungan kerja yang tidak mendukung:

  • Penghindaran tugas: Mencari alasan untuk menghindari pekerjaan atau situasi tertentu.
  • Mimpi buruk: Terjebak dalam mimpi yang terus mengulang pengalaman negatif di tempat kerja.
  • Gangguan fisik: Sakit kepala, masalah pencernaan, atau kebiasaan makan berlebihan akibat stres.
  • Ketakutan: Rasa takut yang spesifik terhadap individu atau situasi tertentu.
  • Masalah kesehatan mental: Meningkatnya kecemasan, depresi, atau kesulitan berkonsentrasi.

Sebagaimana dikemukakan oleh Alex Shevrin Venet dalam buku Equity-Centered, Trauma-Informed Education, sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendukung kesejahteraan individu, baik siswa maupun staf, bukan sebaliknya.

Strategi untuk Mendukung Diri Sendiri

Jika Anda merasa lingkungan kerja Anda kurang mendukung, penting untuk mengidentifikasi isyarat diri sendiri dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan serta keselamatan pribadi Anda. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:

  1. Latihan Grounding
    Temukan momen untuk menenangkan diri. Duduk atau berdiri dengan kaki menapak lantai. Tarik napas dalam hitungan tiga dan hembuskan dalam hitungan yang sama. Latihan ini membantu Anda melepaskan emosi negatif dan memperkuat keseimbangan diri.

  2. Bangun Sistem Pendukung
    Tidak peduli peran Anda di sekolah, memiliki jaringan dukungan sangatlah penting. Temukan rekan kerja, mentor, atau bahkan teman di luar tempat kerja yang dapat menjadi pendengar dan memberikan saran. Berbagi beban dengan orang-orang tepercaya dapat membantu mengurangi tekanan.

  3. Kenali Batasan dan Tarik Tali Pengaman
    Jika Anda merasa terancam atau diremehkan, dokumentasikan setiap insiden dan cari bantuan. Anda bisa menghubungi program bantuan karyawan, berbicara dengan perwakilan serikat, atau mencari dukungan kesehatan mental. Jangan ragu untuk mengambil tindakan jika situasinya dirasa membahayakan.

Pekerjaan di bidang pendidikan adalah salah satu profesi yang paling penting bagi masa depan masyarakat. Anda memiliki hak untuk bekerja dalam lingkungan yang mendukung, aman, dan bebas dari rasa takut. Pastikan Anda menjaga kesejahteraan pribadi dengan mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi kesehatan fisik dan mental Anda. Lingkungan kerja yang aman tidak hanya mendukung Anda, tetapi juga memberikan dampak positif pada komunitas sekolah secara keseluruhan.


Referensi

Bowerman. 2023. A Guide to Psychological Safety for Educators

369 Komentar

  1. Nama:Elisnawatie
    Kelas:VD
    NPM:2386206069

    izin menambahkan pak keamanan psikologis bukan hanya di tempat kerja atau pun sekolah namun di kehidupan sehari hari .jika seseorang itu ngerasa aman secara psikologis akan lebih berani bertanya ,bercerita maupun mengungkapkan apa yang di rasakakan kepada orang tua bahkan orang terdekatnya .sebaliknya jika rasa aman psikologis tidak ada maka cenderung lebih tertutup ,merasa takut salah dan menghindari interaksi .dampaknya itu sangat berbahaya banget tidak hanya memengaruhi hubungan sosial ,tetapi juga kesehatan mental seperti stres ,cemasan atau rasa rendah diri pak🙏🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Ihh setujuuu banget sama yang Elis bilang. Kalau kita ngerasa secure kita akan lebih berani mengungkapkan apa yang mau kita ungkapkan ke orang orang. Ntah itu bertanya, berbicara, bercerita dan lain sebagainya. Jadi di lingkungan yang kita ngerasa secure itu ga ada perasaan takut, ga ada perasaan khawatir dimarahin kalau mengungkapkan apa yang sedang kita pikirkan dan hal yang mau kita omongkan. Bahkan jika itu di rumah sekalipun, semoga kita semua diberi kesempatan untuk menjadi orang tua dan berbuat yang terbaik untuk anak anak kita. Jadi rumah ternyaman dan tempat pulang buat anak anak kita, aamiinn..

      Komen ke 44

      Hapus
  2. Nama :Elisnawatie
    Kelas:VD
    NPM:2386206069

    Maaf pak izin bertanya

    Menurut bapak Jika seorang anak itu merasa dirinya tidak mendapatkan keamanan psikologis dari orang tuanya misalnya sering di marahin,di caci maki ,di bandingin dengan orang lain atau tidak pernah di dengarkan apa dampak jangka pendek maupun janga panjang yang mungkin muncul pada kepercayaan diri,kesehatan mental serta kemampuan anak dalam menjalin hubungan sosial dengan lingkungannya

    Terimakasih pak🙏🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm: 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaan elisnawati pak,
      Menurut saya dampak dalam jangka pendek anak akan merasa cemas dan takut. Permasalahan ini dapat memengaruhi potensi belajar anak. Anak akan hilang konsentrasi dan hilang rasa semangat dalam belajar
      Sedangkan untuk jangka panjang anak bisa merasakan trauma dan pikiran karena mereka akan mengingat perkataan yang tidak baik itu dan juga mental dari anak akan terganggu dan dapat memengaruhi kesehatan mental anak dan juga anak akan merasakan bahwa diri mereka tidak berguna 🙏

      Hapus
    2. Hallo ka Elisnawatie saya izin menjawab pertanyaanya
      Menurut saya jika seorang anak mengalami hal tersebut dampak jangka pendeknya ialah menurunkan semangat anak tersebut saat di sekolah, saat belajar dan bermain di lingkungan, selain itu juga dampak jangka pendek yang lainnya anak tersebut akan merasa sedih dan akan terus membanding-bandingkan dirinya dengan temannya yang diperlakukan dengan baik oleh keluarganya.

      Sedangkan untuk jangka panjangnya ketika anak terus menerus mendapatkan perlakuan seperti itu anak tersebut bisa jadi terkena gangguan mental karena terus mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari orang tuanya, selain itu juga anak yang mendapatkan perlakuan seperti itu bisa jadi memperlakukan temannya atau orang terdekatnya seperti apa yang ia rasakan,ini sangat berakibat fatal jika anak tersebut tidak ditangani oleh ahlinya seperti seorang psikolog.

      Hapus
    3. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie,
      1) Dari kepercayaan diri anak
      Jangka pendeknya itu membuat anak mudah merasa takut untuk mencoba hal yang baru. Sedangkan jangka panjangnya itu dapat membuat anak menjadi susah untuk mengambil sebuah keputusan.
      2) Kesehatan mental anak
      jangka pendeknya itu dapat membuat anak menjadi mudah sedih, susah fokus, stres. Sedangkan jangka panjangnya itu dapat membuat anak jadi depresi, overthinking, atau bisa juga membuat pola pikir mereka menjadi negatif terhadap dirinya sendiri.
      3) Kemampuan sosial anak
      jangka pendeknya itu bisa membuat anak sulit untuk berkerja sama. Sedangkan jangka panjangnya dapat membuat anak menjadi sulit untuk bisa mempercayai orang lain.

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Izin menjawab pertanyaan dari teman kita ini.

      Menurut Saya, kurangnya keamanan psikologis dari orang tua sangat berdampak buruk bagi anak itu sendiri yang pertama itu dampak dalam jangka pendek, kita akan bisa melihat anak sering merasa cemas atau takut melakukan kesalahan, anak menjadi sangat sensitif dan mudah menangis saat ditegur sedikit saja kepercayaan diri mereka hancur karena mereka merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tua, anak akan jadi sulit berteman karena mereka takut orang lain juga akan memarahi atau meremehkan mereka seperti di rumah, kedua dampak dalam jangka panjangnya jauh lebih berat yaitu anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang sangat membenci diri sendiri, mereka sering mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi saat dewasa, hubungan sosial mereka terganggu karena mereka sulit mempercayai orang lain mereka juga selalu merasa curiga atau malah menjadi terlalu patuh karena takut ditinggalkan, maka nya orang tua perlu memberikan kasih sayang dan dukungan penuh agar anak merasa aman dan mampu berkembang dengan baik tanpa rasa takut karena trauma atau masalah psikologis nya.

      Terima kasih 🙏🏻

      Hapus
  3. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    Kelas : 5 D PGSD
    NPM : 2386206125

    Sehabis baca tulisan Bapak saya jadi keinget, dalam waktu dekat ini ada kasus isu keamanan psikologis di tempat kerja yang saya pernah liat di sosial media. Saya lupa pak lihatnya di TikTok atau di X, intinya kasus itu tentang pekerja tambang di Halmahera-Maluku yang bunuh diri. Isu yang menyebar sih katanya karna masalah pribadi pak. Tapi banyak juga yang menduga kalau pekerja yang bunuh diri itu karena tekanan kerja yang berat. Jam kerja yang panjang dan lingkungan kerja yang keras bisa jadi alasan pekerja tersebut bunuh diri. Jadi sehabis baca tulisan Bapak saya jadi makin sadar kalau keamanan psikologis di tempat kerja tuh penting banget. Paling tidak kalau kita ga bisa bantu banyak untuk orang lain (rekan kerja kita) jangan buat mereka ga nyaman di tempat kerja. Karena pekerjaan yang dipikul saja sudah cukup membuat stress, apalagi kalau di tambah minimnya dukungan psikologis.

    BalasHapus
  4. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas: VB PGSD

    saya setuju pak dengan materi ini
    yang pertama apa itu keamanan psikologis, keamanan psikologis adalah persepsi bahwa seseorang merasa didukung dan nyaman mengambil resiko menyampaikan pendapat serta berbagi ide.
    dalam dunia pendidikan juga rasa tidak aman psikologis dapat merusak lingkungan dan dapat menciptakan tekanan tambahan bagi para guru atau staf di sekolah.
    adapun tantangan psikologis yang biasa terjadi pada guru bahkan pada guru muda yaitu biasanya tekanan dari guru senior di karenakan guru ini masih muda jadi di berikan atau di limpah kan pekerjaan yang banyak dari senior nya dengan kata2 sebagai guru baru harus banyak belajar. ini dapat menjadi tekanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5B (PGSD)

      Saya sependapat dengan andi nurfika, hal yang andi sampaikan sering kali dialami oleh guru-guru diluar sana, dan sedikit tambahan dari saya, dengan adanya pembahasan tentang keamanan psikologis diatas, bagi kita calon guru sangat membuka mata, apalagi dengan keadaan nyatanya pendidikan sering fokus pada kebutuhan siswa, tetapi lupa dengan kesejahteraan guru. Dan dengan adanya penjelasan mengenai lingkungan kerja yang tidak aman bisa kita pelajari sebagai calon guru, ini nantinya dapat dijadikan refleksi diri.
      Terima kasih

      Hapus
    2. Terima kasih, Fika atas responnya mengenai keamanan psikologis. Kamu benar sekali bahwa ini adalah persepsi kenyamanan untuk mengambil risiko interpersonal, seperti menyampaikan ide.
      Hanya sedikit koreksi kamu menyebut ''rasa tidak aman psikologis dapat merusak lingkungan''. Penting untuk diperhatikan bahwa ketiadaan keamanan psikologis (atau psychological unsafety) lah yang menciptakan lingkungan toxic dan tekanan. Perbedaannya halus, namun penting dalam konteks keilmuan.
      Poin mu tentang tantangan guru baru sangat menarik. Ini adalah contoh nyata bagaimana hierarki dan dinamika kekuasaan dapat memengaruhi keamanan psikologis. Saya sangat setuju

      Hapus
    3. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Halo Andi Nurfika 👋🏻 saya sangat setuju dengan pendapat yang kamu berikan, bahwa keamanan psikologis memang kunci utama agar kita nyaman dalam bekerja, guru muda sering mendapat beban kerja berlebih dari senior dengan alasan sedang belajar hal ini menciptakan tekanan mental yang berat bagi pendatang baru di sekolah, tentunya kita juga harus berani menentukan batas kemampuan agar kesehatan mental tetap terjaga, lingkungan yang sehat membantu kita mengajar anak murid dengan lebih baik, maka dari itu cari teman bicara yang bisa memberikan dukungan saat beban kita terasa terlalu berat.

      Pastikan juga selalu menjaga keseimbangan antara tugas sekolah dan waktu istirahat pribadi, pendidik yang bahagia akan menghasilkan kelas yang menyenangkan bagi siswa.

      Semoga membantu 🙏🏻

      Hapus
  5. Nama: Margaretha Elintia
    Npm: 2386206055
    Kelas: 5C PGSD

    izin menanggapi pak, saya setuju dengan isi materi ini karena kesehatan mental guru itu sangat penting, kalau guru merasa aman dan di hargai mereka bisa mengajar dengan lebih tenang dan semangat, lingkungan kerja yang positif juga dapat membuat suasana belajar di sekolah jadi lebih menyenangkan.

    BalasHapus
  6. Nama : Oktavia Ramadani
    Npm : 2386206086
    Kelas : 5D

    Memang benar pak kadang saya memikirkan , giamana dunia kerja esok hari , apakah lingkungannya baik ? Dan saya sering merasa sangat cemas memikirkan hal ini , dan di materi ini ni sebenarnya ya sangat relevan sekali , materi ini mengingatkan kita bahwa guru itu bukan hanya soal sekeder
    Mengajar dan mendidik saja , tetapi juga dapat menjaga kesehatan mental dan emosional mereka , saya sangat setuju dengan gagasan “ tempat kerja itu seharusnya menjadi tempat yang aman , bukan sekedar tekanan saja “ , banyak sekali kelelahan mental dan emosional yang di alamin karena berasal dari lingkungan kerja yang tidak mendukung secara psikologis .

    Pekerjaan di bidang pendidikan ini salah satu profesi yang paling penting bagi masa depan masyarakat .

    BalasHapus
  7. Nama : Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    Kelas: V.A

    walaupun sekarang saya belum menjadi seorang pendidik, tapi saya juga terkadang memikirkan hal-hal yang membuat saya takut atau merasa cemas, terkadang sama berpikir bagaimana nanti kalau saya jadi seorang guru apakah saya akan bisa menjalankan profesi itu dengan baik, karena banyak sekali saya lihat di internet banyak sekali tekanan-tekanan yang di hadapi seorang guru, baik itu ancaman dari siswa itu sendiri dan bahkan dari orang tua siswa.
    dari bacaan ini saya belajar apa bila saya mengalami tanda-tanda seperi yang di bacaan saya sudah mengetahui bahwa saya sudang berapa di fase lingkuangn kerja yang tidak nyaman, dan jika hal itu terjadi maka sudah mempunyai bekal untuk meredakannya. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA : DIAS PINASIH
      KELAS: 5B PGSD
      NPM : 2386206057

      izin menambahkan sedikit yaa dri Maya
      Kekuatiran yang Maya rasakan sebenarnya sangat wajar bagi calon guru justru rasa cemas itu menunjukkan bahwa kita memiliki kesadaran dan peduli terhadap tanggung jawab profesi guru yang tidak mudah namun penting juga untuk kita pahami bahwa selain adanya tantangan dan tekanan dunia pendidikan juga menyediakan banyak ruang untuk berkembang belajar dan mendapatkan dukungan salah satu hal yang sangat membantu guru dalam menghadapi tekanan ialah keamanan psikologis yang dibangun di lingkungan sekolah jika sekolah memiliki budaya yang sportif misalnya komunikasi yang terbuka rekan kerja yang saling membantu serta pimpinan yang tidak menghakimi maka guru tidak perlu takut menghadapi situasi sulit sendirian lingkungan seperti ini akan membuat guru merasa dihargai dan lebih percaya diri menghadapi berbagai kondisi selain itu penting bagi calon guru seperti kita untuk mulai mengenal strategi manajemen serta sejak dini seperti teknik relasi jurnalis atau meminta bantuan saat dibutuhkan dengan kali ini kita tidak hanya siap menghadapi kecemasan ketika sudah terjun ke sekolah nanti tetapi juga mampu menjelang kesehatan mental agar tetap stabil dalam jangka panjang.

      Hapus
  8. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2387206017
    Kelas : VB PGSD

    Izin menanggapi lagi pak, jadi sangat betul yaitu keamanan psikologis guru adalah fondasi dari pendidikan yang sehat. Jadi guru yang merasa dirinya aman secara mental dan emosi akan lebih mampu untuk mengajar dengan baik dan juga berinovasi serta mendukung siswa secara lebih maksimal. maka menjaga kesehatan mental guru bukanlah pilihan tetapi juga kebutuhan bersama di satu lingkungan. Dengan kita menjaga keamanan psikologis guru itu berarti kita juga bisa menjaga kualitas dari satuan pendidikan secara keseluruhan. Dengan kita perhatian terhadap kesejahteraan mental guru jadi harus menjadi prioritas bukan hanya bagi sekolah tapi juga bagi pemerintah dan masyarakat sekitar upaya bersama dari semua pihak akan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan. Tanpa adanya guru yang sehat secara mental mustahil mencetak generasi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan. Dapat kita tekankan lagi bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat kerja yang lebih empati bukan menjadi tekanan untuk para guru dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis kita sebagai guru sedang membangun fondasi kuat untuk masa depan anak-anak Didik yang lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA: DIAS PINASIH
      KELAS: 5B PGSD
      NPM: 2386206057

      izin menambahkan sedikit materi yang di jawab Andi.

      Selain menjadi fondasi pendidikan yang sehat keamanan psikologi guru juga berperan penting dalam cuplikan iklim sekolah yang positif guru yang merasa aman secara emosional biasanya lebih mampu membangun hubungan yang sangat dengan siswa lebih terbuka dalam kolaborasi dengan rekan kerja serta lebih berani mencoba metode pembelajaran yang inovatif hal yang lain sering terlupakan adalah bahwa keamanan psikologis juga sangat mempengaruhi kemampuan guru dalam mengambil keputusan dan menolak kelas jika dulu bekerja dalam keadaan mental yang stabil dan tenang mereka akan lebih mampu merespon perilaku siswa dengan bijak tanpa mudah terpancing emosi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua pihak selain itu perlu juga dipahami bahwa kamu fisiologis tidak hanya berdampak pada guru secara individu tetapi juga pada citra dan kualitas sekolah sekolah yang berhasil menjaga kesejahteraan mental gurunya biasanya akan memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi tingkat pergantian guru yang lebih rendah serta prestasi siswa yang lebih baik jadi memperhatikan kesehatan mental guru bukan hanya untuk berpendirian tetapi juga strategi untuk meningkatkan mutu sekolah secara keseluruhan.

      Hapus
  9. Nama: Stevani
    NPM: (2386206045)
    Kelas: V C PGSD
    Izin menanggapi buyaadin! Pembahasan yang paling saya suka, dibahas juga soal keamanan psikologis. Karena seorang guru juga butuh ruang yang aman buat berkembang, tanpa takut salah atau dihakimi. Kalau gurunya bahagia dan merasa didukung, pasti energi positif itu nyebar ke siswa juga. Saluttt banget sama materi ini, semoga makin banyak sekolah yang peduli sama kesejahteraan mental gurunya, Dan untuk Buyaadin Materinya keren! Ngingetin banget kalau guru juga manusia biasa yang butuh sehat, bahagia, dan merasa aman. Baru deh bisa maksimal berkarya buat siswa. Semoga makin banyak ruang aman buat guru berkembang tanpa tekanan. Ini si yang bisa saya sampaikan

    BalasHapus
  10. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Izin menaggapi pak jujur saya mualai cemas dan memikirkan bagaimana nantinya saya beradaptasi untuk mengajar disekolah baru, apalagi saya banyak mendengar tentang curhatan guru di desa saya misalnya dipandang remeh, tidak disukai ntah dalam hal apa dan lain sebagainya... mungkin semacam persaingan juga bisa, pasti ini kan dapat menggangu pikiran guru misalnya yg awalnya mau mengajar tetapi pikirannya terganggu akibat lingkungan yang seperti itu mungkin kalau orangnya sabar pasti bisa dilewati dengan legowo bahasanya pak heheh, dari materi yang bapak berikan sangat membantu sebagai bekal nantinya ketika akan terjun ke dunia sekolah semoga saya dan teman" bisa enjoy di lingkungan sekolah dan dapat memberikan juga menerima ilmu positif nantinya amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA : DIAS PINASIH
      KELAS : 5B PGSD
      NPM : 2386206057

      izin menambahkan sedikit yaa Erlinda materi yang erlynda jawab di atas

      Kekhawatiran .yang erlynda rasakan sebenarnya sangat wajar dan banyak calon guru maupun guru baru juga merasakan hal sekolah seketika akan memasuki lingkungan sekolah yang baru justru materi mengenai keamanan ini penting karena memberikan gambaran bahwa setiap guru berhak mendapatkan lingkungan kerja yang sehat suportif dan tidak penuh tekanan sosial selain itu penting juga untuk memahami bahwa adaptasi di sekolah baru tidak hanya ditentukan oleh karakter guru tetapi juga oleh budaya sekolah yang dibangun oleh pemimpin rekan kerja dan lingkungan sekitar jika sekolah memiliki budaya saling menghargai terbuka dan mengedepankan kolaborasi maka guru baru akan lebih mudah merasa diterima dan nyaman dengan demikian kecemasan awal dapat berkurang dengan sendirinya hal yang ini perlu dipahami ialah bahwa guru tidak perlu berusaha menyenangkan sama orang tetapi cukup menjadi profesional ramah dan memiliki etika kerja yang baik lingkungan kerja yang sehat dan menghargai usaha dan integrasi bukan mencari kesalahan dukungan seperti teman sejawat yang positif rekan kerja yang mau membantu serta komunikasi yang baik juga sangat membantu menjaga kesehatan mental guru di masa adaptasi

      Hapus
  11. Nama: Syahrul
    Kelas:. 5D
    Npm :2386206082

    Saya setuju karena sebagai seorang guru, sekolah pasti jadi tempat kita menghabiskan banyak waktu, maka itu seharusnya sekolah jadi zona aman buat semua orang termasuk staf dan guru. Jujur aja nih pasti kalian juga hati-hati banget milih kata atau milih orang buat diajak cerita karena takut ide kita di bantah atau bahkan bisa jadi ditertawakan atau di sepelekan. Kalau perasaan nggak aman kayak gitu terus muncul entah itu karena ada kolega tertentu yang toxic, lama lama badan rasanya kita ikut kena, kek sakit kepala sampai gampang cemas membuat kita lemes. keamanan psikologis menurut saya sangat penting karena bikin kita ngerasa nyaman buat ambil risiko interpersonal, menyampaikan pendapat, dan berbagi ide tanpa takut dihukum atau dipermalukan. Kalau rasa aman ini hilang, walaupun pekerjaan yang kita kerjakan itu sebenarnya ringan jadi terasa berkali lipat lebih berat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Syahrul
      Kelas:5D
      Npm : 2386206082

      Izin lanjut kan pak, sengaja saya potong biar komennya banyak,

      Nah kalau kalian ngerasa situasinya sudah nggak nyaman, kita nggak boleh diam aja. Ada tiga langkah praktis yang bisa langsung dicoba seperti yg dijelaskan di atas pertama, grounding, cuma perlu tarik napas pelan beberapa hitungan buat menenangkan diri biar nggak stres. Kedua, bangun sistem pendukung alias cari support system, entah itu teman dekat di kantor,pasangan,kerabat atau mentor di luar, yang bisa dengerin keluh kesah kita, intinya cari pendengar yang baik, jangan yg kita baru cerita udah ngomong ah kamu mah mending lah aku.Ketiga, kenali batasan, berani ambil tindakan kalau sudah merasa dilecehkan atau terancam jangan ragu dokumentasikan atau kalau perlu viralkan biasanya kalo sudah viral baru bergerak dan cari bantuan profesional. Intinya, kita berhak kerja di lingkungan yang bikin kita happy dan aman, karena kalau kita sehat mental, otomatis kita bisa kasih yang terbaik buat siswa

      Hapus
  12. Baru saja membuka laman ini, dibagian pertama sudah disajikan dengan beberapa pertanyaan yang langsung masuk ke otak dan langsung memikirkan jawaban apa ya yang saya berikan ketika sudah merasakan sebagai seorang pendidik untuk pertanyaan ini?
    Keamanaan psikologis bagi seorang guru di era modern memang sangat penting untuk diperhatikan, jujur saya saja yang masih dalam proses memantaskan diri sebagai pengajar punya rasa takut dan cemas untuk menjadi seorang pendidik, apalagi melihat berita yang begitu banyak beredar tentang dunia pendidikan, dunia pendidikan yang seharus aman dan nyaman malah dilihat sebagai tempat yang menakutkan, karena perilaku dan tindakan yang tak terpuji.
    Banyak peserta didik yang mengikuti gaya dan aturan media sosial yang kurang baik dibawah ke lingkungan sekolah. Belum lagi peraturan yang menekan guru untuk tetap tenang dalam mengambil tindakan saat peserta didik membuat masalah padahal emosi sudah sampai di ubun-ubun kepala tapi tidak boleh diluapkan, hal ini tentunya menjadi salah satu guru itu mengalami tekanan dan lama-lam bisa mengalami ganguan , maka dari itu dengan adanya keamanan psikologis untuk guru sangat membantu guru untuk bisa menjadi tempat berbagi cerita tentang hiruk pikuk seorang pendidik, ini menurut saya dapat mengurangi stres dan tekanan seorang guru.

    BalasHapus
  13. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Saya sangat setuju dengan materi yang bapak sampaikan, materi ini sangat penting karena menunjukkan bahwa rasa aman secara psikologis baik di sekolah ataupun dalam kehidupan sehari-hari berdampak besar terhadap kesehatan, kebahagiaan dan kemampuan kita untuk berkarya. Saya jadi lebih sadar bahwa lingkungan yang mendukung itu bukan hanya soal fisik tapi juga soal perasaan aman, nyaman dan di hargai, terimakasih banyak bapak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Alya Salsabila
      Npm : 2386206062
      Kelas : V C
      Izin bertanya bapak, bagaimana kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung keamanan psikologis di sekitar kita (misalnya di sekolah, di rumah atau di komunitas) agar kita dan orang lain merasa bebas, untuk berbicara, bertanya, dan berkarya tanpa takut salah?

      Hapus
    2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaan Alya Salsabila pak, menurut saya lingkungan yang mendukung rasa aman itu dapat di bangun dengan menciptakan budaya saling menghargai, terbuka terhadap pendapat, dan tidak menghakimi. Kita bisa memulainya dari hal sederhana seperti mendengar kan rekan kerja ataupun teman tanpa mengkritik secara negatif, memberi umpan balik yang membangun serta menunjukkan empati. Dengan begitu, baik di sekolah, rumah maupun komunitas, setiap orang dapat merasa nyaman untuk berbicara, bertanya maupun berkarya tanpa rasa takut atau cemas🙏

      Hapus
    3. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Alya, jadi menurut saya, kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung keamanan psikologis dengan membiasakan komunikasi yang hangat dan tidak menghakimi, misalnya dengan benar-benar mendengar sebelum menilai, memberi respon yang menghargai usaha bukan hanya hasil, serta menunjukkan bahwa kesalahan adalah bagian wajar dari proses belajar, di sekolah guru dapat memberi ruang diskusi aman dan mencontohkan bahwa bertanya itu bukan tanda lemah, di rumah orang tua bisa menghindari membentak dan lebih memilih dialog terbuka, dan di komunitas kita dapat membuat budaya saling dukung, bukan saling ejek dengan menetapkan aturan interaksi yang menghormati setiap pendapat, sehingga setiap orang merasa aman untuk mencoba hal baru, mengungkapkan ide, dan bertumbuh tanpa takut di permalukan.

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Izin untuk menambah jawaban dari teman-teman yang sudah menjawab pertanyaan tersebut.

      Menurut saya pribadi untuk bisa menciptakan lingkungan yang aman dengan cara menghargai setiap pendapat orang lain, mulai dengan mendengarkan saat teman bicara tanpa memotong atau menertawakan mereka, berikan senyuman dan kata-kata penyemangat ketika mereka ingin mencoba hal baru.

      ‎Kita harus menunjukkan bahwa berbuat salah itu hal yang wajar dalam proses belajar, jangan pernah mengejek teman yang bertanya atau menjawab salah jadilah salah satu contoh yang baik dengan berani mengakui kesalahan kita sendiri di depan orang lain, ajak teman-teman kita untuk saling mendukung dan berbagi ide tanpa rasa takut karena lingkungan yang nyaman akan membuat kita merasa terima dan di hargai.

      Hapus
  14. Nama: Zakky Setiawan
    NPM: ( 2386206066 )
    Kelas: 5C
    Setelah membaca materi tersebut kesehatan psikologi guru itu sangat penting untuk menunjang proses belajar dan mengajar di kelas, jika guru tersebut ga sehat secara mental, akan berdampak bagi peserta didik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Zakky Setiawan
      NPM: ( 2386206066 )
      Kelas: 5C
      Sedikit menambahkan pak, mengingat generasi sekarang yang biasa di sebut gen z sering di cap orang dengan mental yang lemah, alangkah baiknya jika ada hal di lingkup ruang kerja yang tidak menggenakkan lebih baik katakan tidak, berani bilang tidak, karena banyak generasi sekarang tidak enakan kepada orang lain,dan cenderung memikirkan orang lain ketimbang diriya sendiri

      Hapus
  15. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Saya berdoa untuk kita semua, untuk ditempatkan pada pekerjaan yang baik dengan lingkungan dan rekan rekan yang juga. Saya ga kebayang betapa ga enaknya bekerja di lingkungan yang toxic bagi mental kita. Kita jadi kena was was ga bebas berkarya, ihh ga nyaman bangett. Saya jadi teringat waktu saya SMP, saya sekolah di sekolah yang terkenal bagus dan banyak yang mau masuk ke sana. Waktu awal awal kelas 7 saya ga sadar bahwa saya masuk ke lingkungan yang toxic buat saya. Saya berteman saja dan mengikuti alurnya. Tapi pas makin naik kelas, kok saya jadi keikut ngomong kasar, sholat jadi yang paling terakhiran dan bahkan ga jarang ga dengerin guru yang lagi jelasin materi. Waktu semeser 2 kelas 8 saya mulai sadar bahwa saya ga cocok dengan pertemanan yang ada. Bahkan saat sudah merasakan ga cocok masalah belum juga selesau. Karena PR selanjutnya adalah melepaskan ikatan dan hidup tanpa mereka. Itu adalah pengalaman yang membekas sekali bagi hidup saya. Pasalnya tidak mudah meninggalkan lingkungan toxic. Banyak sekali tantangan dan rasa takutnya. Tapi karena pengalaman ini juga saya belajar bahwa, manusia itu macam macam bentuknya dan carilah yang sesuai dengan nilai diri kita. Agar kita tetap hidup dan terisolasi dengan lingkungan yang toxic. Untuk teman teman yang ngebaca ini dan mungkin masih berada di lingkungan yang toxic, percayalah keluar dari lingkungan tersebut membuat mu 1000 kali lebih kenal dengan diri mu sendiri dan itu adalah hal yang benar. Jangan takut, kamu punya hak untuk hidup mu sendiri.

    *komen ke 43

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Ohh iya pak, saya teringat lagi waktu saya duduk di bangku SMP. Saya gatau fenomena ini terjadi di sekitar saya atau di sekitar banyak orang juga. Jadi pak waktu saya SMP itu sekolah seriiing banget ada event dan guru jaraaang banget masuk kelas. Sekalinya masuk di jelasin 5-10 menit baru ngasih tugas seabrek ☹.. sedih banget kalau saya nginget momen saya di SMP... karena kayak saya kebingungan gitu lo pak, saya mau belajar tapi waktu itu semua aspek itu kaya ga saling mendukung dan jadinya saya ngang ngong ngang ngong banget.. padahal guru guru yang ngajarin saya di SMP guru guru yang udah PNS semua pak.. Nah, dari kejadian di SMP itu saya ada memikirkan satu hal. Saya tanya ke diri saya sendiri, emangnya kalau guru udah jadi PNS kerjanya di sekolah jadi dikit yah? Malah beda banget sama guru honorer, kalau guru honorer saya ngeliat banget kalau gurunya stand by terus di sekolah dan banyaaak banget jam ngajar dan kerjanya (kayak keliatan tertekan beda sama guru PNS).. Jadi di dalam kepala saya dulu itu kenapa guru guru yang udah PNS lebih santai ketimbang guru yang honorer :/ :/

      Komen ke 45

      Hapus
  16. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM :2386206113

    Ijin menangapi pak, Menurut saya dengan strategi yang disebutkan, seperti latihan grounding, membangun sistem pendukung, dan mengenali batasan. Ini semua dapat membantu kita mengelola stres dan menjaga kesehatan mental kita.
    Saya sangat setuju bahwa keamanan psikologis di tempat kerja sangat penting, terutama di lingkungan pendidikan. Ketika kita merasa aman dan didukung, kita dapat bekerja lebih efektif dan memberikan dampak positif pada siswa dan komunitas sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Aprilina awing
      Kelas : 5D PGSD
      NPM : 2386206113

      Saya juga ingin tahu pak, bagaimana kita dapat mendukung rekan kerja yang mengalami kesulitan dengan keamanan psikologis di tempat kerja? Apakah ada sumber daya atau strategi yang dapat kita gunakan untuk membantu mereka?

      Hapus
    2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab yah Aprilina Awing, kita dapat membantu rekan kerja kita yang mengalami kesulitan dengan cara membangun sistem pendukung, yaitu seperti mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan empati, serta menciptakan suasana kerja yang saling menghargai. Selain itu juga, kita juga bisa mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan anatara pekerjaan dan kesehatan mental. Dengan ada nya dukungan sederhana seperti ini dapat membantu mereka merasa lebih di Terima, aman, dan termotivasi untuk kembali berkarya dengan baik🙏🏻

      Hapus
    3. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Aprilina Awing, menurut saya hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung rekan kerja kita yang sedang mengalami masalah keamanan psikologis, mungkin kita sebagai tamannya bisa mendengarkan cerita mengenai masalahnya tanpa harus menghakiminya, lalu bisa juga dengan memberika dukungan emosional yang realistis, dan juga mungkin kita bisa membantu untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan juga yang aman.

      Hapus
    4. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari April. Kalau dari yang saya tau, dukungan yang paling nyata itu datang dari sikap kita sehari-hari sih. Semisal mulai dari peka kalau ada rekan yang berubah sikap, jadi lebih pendiam atau sering menghindar, kaya gitu kita harus menyapa dan menanyakan kabarnya dengan tulus. Kadang obrolan santai sudah cukup bikin mereka merasa diperhatikan.

      Nah kita juga bisa bantu dengan menciptakan suasana aman, misalnya tidak ikut menyebarkan gosip, tidak meremehkan keluhan, dan membela kalau ada yang diperlakukan tidak adil. Kalau situasinya sudah berat, kita bisa arahkan ke sumber bantuan seperti pimpinan yang dipercaya, atau komunitas pendukung guru. Intinya, jadi teman kerja yang aman dan peduli itu sudah sangat berarti.

      Hapus
    5. Nama: Dominika Dew Daleq
      ‎Npm: 2386206051
      ‎Kelas: V.A

      ‎Sebelum itu saya izin untuk menjawab pertanyaan dari teman kita ini.

      ‎Bagi saya kita bisa mendukung rekan kerja kita dengan menjadi pendengar yang baik saat mereka bercerita lalu tawarkan bantuan seperti berbagi tugas kecil untuk mengurangi beban kerja mereka, dan ajak mereka berbicara di tempat yang mereka rasa nyaman agar mampu menyampaikan pendapat tanpa rasa takut dan disini kita juga dapat mengenalkan strategi pernapasan atau latihan menenangkan diri saat mereka merasa cemas seperti contohnya tarik napas lalu di hembusan lakukan secara berulang sampai mereka merasa bahwa diri mereka sudah tenang, lalu setelah itu yang bisa kita lakukan yaitu berikan pujian tulus atas ide atau hasil kerja mereka untuk membangun kembali rasa percaya diri mereka, dan selalu pastikan kita selalu menunjukkan sikap peduli dan tidak menghakimi setiap tindakan atau perkataan mereka, jika situasi semakin sulit, arahkan mereka untuk mencari bantuan profesional melalui program kesehatan mental atau langsung ke psikiater, dengan adanya kehadiran kita sebagai teman yang saling mendukung sangat berarti bagi kesehatan jiwa mereka di sekolah karena disitu tempat mereka merasa bisa bercerita dan diterima.

      Hapus
  17. Nama: Nur sinta
    NPM:2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Materi ini sangat bermanfaat dan penting untuk dipahami oleh guru di zaman sekarang, apa lagi di zaman sekarang tugas guru semakin banyak yang kadang membuat guru stres atau lelah jika terlalu banyak beban, jadi sangat penting untuk menjaga kesehatan mental guru melalui terciptanya lingkungan kerja yang aman, bahagia dan membuat semua guru bisa berkarya dengan baik yaitu saling mendukung antara rekan kerja, merasa dihargai dan juga sekolah yang mendukung atau didukung di tempat kerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA : DIAS PINASIH
      KELAS : 5B PGSD
      NPM : 2386206057

      Izin menambahkan kan sedikit materi yang di sampaikan Sinta.

      Selain pentingnya menjaga kesehatan mental guru melalui lingkungan kerja yang aman dan super aktif ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu kesadaran guru untuk mengenali batas diri guru daerah sekarang seringkali dituntut untuk multitangi dan selalu responsif sehingga tanpa disadari mereka beresiko mengalami kekalahan emosional Dengan memahami batas kemampuan diri guru dapat mengatur waktu kerja mengelola stress serta mengetahui kapan harus berserat atau meminta bantuan hal ini sangat berpengaruh pada kemampuan guru tidak tetap produktif dan berkinerja baik tanpa mengorbankan kesejahteraan mentalnya selain itu pentingnya juga adanya budaya saling menghargai dan komunikasi terbuka di sekolah ketika guru merasa suaranya didengarkan dan pendapatnya dihargai maka rasa aman secara psikologis semakin kuat dampaknya guru menjadi lebih percaya diri dan nyaman dalam bekerja yang pada akhirnya turut meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

      Hapus
  18. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    izin menanggapi pak, saya juga cemas akan psikologis guru di zaman ini, yang sangat memberatkan bagi seorang pendidik, keamanan psikologis untuk guru di era modern sangat penting karena guru sering menghadapi tekanan dan stres yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Guru membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung dan positif, di mana mereka merasa dihargai dan didukung oleh rekan kerja dan pimpinan. Pelatihan dan pengembangan profesional yang memadai juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan guru. Selain itu, penghargaan dan pengakuan atas kerja keras guru dapat membantu meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja mereka. Dengan demikian, guru dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan tugasnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mereka sendiri.

    BalasHapus
  19. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    izin bertanya pak, mengenai keamanan psikologis pendidik apakah peran masyarakat dan pemerintah juga penting bagi psikologis pendidik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Hallo putri lestari pinang, izin menjawab yah pertanyaan nya, menurut saya keamanan psikologis itu sangat penting untuk pendidikan seperti guru karena bisa membuat mereka merasa tenang, dihargai, dan semangat saat bekerja. Kalau guru merasa aman, mereka jadi lebih mudah berinteraksi dan berbagi ide tanpa takut salah. Masyarakat dan pemerintah juga punya peran penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, misalnya dengan memberi dukungan, penghargaan, dan perhatian terhadap kesejahteraan guru🙏🏻

      Hapus
    2. NAMA : DIAS PINASIH
      KELAS : 5B PGSD
      NPM : 2386206057

      izin menjawab pertanyaan dri putri lestari pinang sedikit jawaban

      Menurut saya peran masyarakat dan pemerintahan memang sangat penting dalam mendukung keamanan psikologis para pendidik guru tidak hanya bekerja dalam lingkungan sekolah saja tetapi juga berada dalam sistem sosial yang lebih luas sehingga dukungan ekstranal sangat berpengaruh pada kesejahteraan mental mereka peran masyarakat dapat terlihat dari bagaimana orang tua dan lingkungan sekitar memberikan penghargaan terhadap profesi guru tidak memberikan tekanan berlebihan serta menjalin komunikasi yang baik dan saling menghormati ketika masyarakat memahami tantangan yang dihadapi guru maka hubungan yang tercipta akan lebih harmonis dan tidak menambah beban psikologis sementara itu peran pemerintahan sangat penting melalui kebijakan yang mendukung seperti penyediaan fasilitas sekolah yang layak kesejahteraan guru yang memadai pelatihan profesional serta regulasi yang melindungi hak dan kenyamanan guru dalam bekerja kebijakan yang perlu guru akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman stabil dan menyehatkan secara mental.

      Hapus
    3. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D

      Izin menjawab ya putri

      Menurut saya sangat penting
      peran masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam menjaga keamanan psikologis pendidik. Keamanan psikologis tidak bisa hanya dibangun oleh sekolah atau guru sendiri — tetapi merupakan ekosistem yang saling terkait.

      Keamanan psikologis guru lahir dari kolaborasi tiga pihak:

      Sekolah: menciptakan budaya aman.
      Masyarakat: memberi penghargaan dan dukungan.
      Pemerintah: memberikan perlindungan dan sistem kebijakan.

      Jika ketiganya bekerja selaras, guru bisa mengajar dengan:

      lebih tenang,lebih kreatif,lebih percaya diri,dan lebih fokus pada perkembangan siswa.

      Hapus
    4. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Putri Lestari Pinang, menurut saya iya, karena peran dari masyarakat itu dan juga pemerintah sangat amat penting bagi keamanan psikologi pendidikan. Mengapa saya bilang iya karena masyarakat itu berperan melalui dukungan dan sikap menghormati profesi guru, sementara pemerintahan penting di dalam menyediakan kebijakan, beban kerja yang sehat, dan juga suatu akses layanan kesehatan mental.

      Hapus
    5. Nama: Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Putri Lestari Pinang, jadi menurut saya,peran masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam menjaga keamanan psikologis pendidik, karena guru tidak hanya membutuhkan dukungan dari hanya membutuhkan dari lingkungan sekolah, tetapi juga ekosistem yang lebih luas yang menghargai dan melindungi mereka, masyarakat dapat membantu dengan membangun budaya saling menghormati tidak menyalahkan guru secara berlebihan,serta memberikan apresiasi yang layak, sementara pemerintah berperan yang layak, sementara pemerintah berperan melalui kebijakan yang adil, beban administrasi yang wajar, pelatihan berkelanjutan, dan sistem perlindungan hukum yang kuat agar guru merasa aman, dihargai, dan mampu bekerja dengan tenang tanpa tekanan berlebihan.

      Hapus
    6. ‎Nama: Dominika Dew Daleq
      ‎Npm: 2386206051
      ‎Kelas V.A

      ‎Izin ya untuk menjawab pertanyaan dari Putri!

      Bagi saya sendiri, ‎tentu saja peran dari masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga kesehatan mental guru, Pertama masyarakat perlu memberi apresiasi dan menghargai kerja keras guru agar guru merasa diterima oleh lingkungan sekitarnya dan kedua, pemerintah punya tugas besar dalam membuat kebijakan yang menjamin kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi semua tenaga pendidik.

      ‎Dukungan nyata dari luar sekolah ini membantu guru merasa tenang saat mengajar di kelas, guru-guru akan bekerja lebih maksimal jika tahu bahwa orang tua siswa dan pejabat negara mendukung kesejahteraan mereka, dan keamanan psikologis guru bukan hanya tanggung jawab sekolah tapi juga tanggung jawab kita semua.

      Semoga membantu 🙏🏻

      Hapus
  20. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114

    ‘Menurut saya materi ini mengalihkan fokus dari hanya kinerja akademik siswa ke kesejahteraan dan kesehatan psikologis guru, yang merupakan fondasi untuk kinerja dan keberlanjutan karir yang efektif.

    secara fundamental menyoroti bahwa keamanan psikologis (psychological safety) di tempat kerja (sekolah) adalah hak fundamental bagi semua pekerja pendidikan dan merupakan kunci bagi efektivitas organisasi.

    BalasHapus
  21. Pesan inti dari materi ini adalah Sekolah harus menjadi tempat yang mendukung kesejahteraan semua individu, dan guru memiliki hak untuk bekerja di lingkungan yang aman dan bebas dari rasa takut, demi diri mereka sendiri dan komunitas sekolah.

    BalasHapus
  22. Pentingnya materi ini di Indonesia terletak pada budaya yang terkadang sulit untuk berani berbeda pendapat atau menyampaikan kritik tanpa takut konsekuensi (sanksi interpersonal). Membangun keamanan psikologis di sekolah adalah prasyarat untuk inovasi dan kolaborasi yang jujur.

    BalasHapus
  23. Nama:bella ayu pusdita
    Nim:2386206114
    Kelas:5d
    Izin bertanya juga pak Mengingat bahwa menciptakan keamanan psikologis adalah tanggung jawab kepemimpinan, bagaimana kepala sekolah di era modern dapat secara sistematis dan terukur membangun budaya keamanan psikologis di sekolah, agar guru tidak perlu selalu mengandalkan strategi self-care individu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab yah Bella ayu pusdita. Menurut aku, kepala sekolah punya peran penting banget dalam menciptakan rasa aman secara psikologis di sekolah. Karena kalau pemimpinnya bisa terbuka, adil, dan menghargai setiap guru, suasana kerja pasti akan jadi lebih nyaman dan saling mendukung. Dengan begitu, guru bisa fokus bekerja tanpa merasa tertekan dan nggak harus terus menerus mengandalkan cara self-care pribadi🙏🏻

      Hapus
    2. NAMA: DIAS PINASIH
      KELAS: 5B PGSD
      NPM : 2386206057

      izin menjawab yah bela dri pertanyaan di atas.

      Menurut saya sih dalam era modern kepala sekolah memang memiliki peran penting untuk membangun keamanan psikologis yang tidak hanya bergantung pada self car guru saja kepala sekolah bisa mulai dengan menciptakan sistem komunikasi yang terbuka di mana guru dapat menyampaikan pendapat atau masalah tanpa takut dipersalahkan selain itu pimpinan sekolah dapat membuat kebijakan dan mendukung kesejahteraan guru seperti pembagian tugas yang adil forum relaksi atau diskusi rutin serta memberikan pelatihan tentang manajemen serta dan pengelolaan emosi dengan adanya langkah-langkah tersebut keamanan psikologis dapat dibangun secara sistematis dan tertukar guru tidak perlu merasa harus mengandalkan strategi .individu saja karena lingkungan sekolah juga turut mendukung kesehatan mental mereka

      Hapus
    3. Nama:Elisnawatie
      Kelas:5D
      NPM:2386206069

      Izin menjawab ya Bella

      Menurut saya Kepala sekolah di era modern bisa membangun keamanan psikologis secara sistematis dengan:

      menyusun kebijakan yang mendukung,
      mengubah praktik kepemimpinan harian,
      membuat evaluasi yang fair,
      membangun budaya kolaboratif.

      Dengan cara ini, guru tidak perlu terus-menerus dituntut untuk self-care individual, karena sistem sekolahnya sendiri sudah menjadi ruang yang aman, sehat, dan suportif.

      Hapus
    4. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Bella Ayu Pusdita, menurut saya mungkin kepala sekolah dapat membuat keamanan psikologi mungkin dengan memberikan dukungan yang nyata, lalu mengelola beban kerja dengan secara yang adil, dan mungkin bisa juga menyediakan pelatihan yang dapat membantu para guru dapat merasa dihargai dan juga dilindungi. Dengan adanya begitu mungkin dapat membuat para guru tidak lagi hanya mengandalkan self-care saja, namun juga dudukung secara langsung oleh sistem sekolah.

      Hapus
  24. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D

    Saya mau cerita lagi pak, perbandingan kepribadian saya selama di sekolah waktu SD, SMP dan SMA (yang menandakan bawha kita sangat amat butuh keamanan psikologis).. Agak panjang nihh... Awal-awal komen saya pernah komen di blog bapak juga, bahwa saya itu siswa yang suka mata pelajaran dari cara gurunya ngajar. Nah, waktu SD saya sama sekali ga bermasalah sama guru guru SD saya.. Mereka enaaak banget ngajarinnyaa, jadi saya pun sukaa belajarnyaa.. Tapi waktu SMP, SMP tu dulu saya di negeri pak.. waktu daftar SMP itu masi pake NIM dan mama saya maunya saya lanjut SMP negeri yang saya masuk itu. Nah tapi di sana saya kesulitan untuk memahami materi dan jadinya kepribadian saya berubah. Saya males ngerjain tugas, saya males mahamin sendiri materinya. Itu karena saya ngerasa saya ga dapet peran guru di SMP.. Dan kalaupun ada guru guru yang ngejelasin materinya, itu saya tetap ga mudeng karena udah gamau masuk duluan materinya karena mayoritas guru gurunya ngajar kayak 5-10 menit ada habis itu ilang terus ngasih tugas seabrek ~~~~

    *komen aul ke 46

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Terus pak, selama di SMP juga saya ga dapet teman yang cocok sama nilai yang saya punya. Terus dari saya nya juga ga ada bilang ke orang tua di rumah kalau lingkungan sekolah saya begitu. Jadi dari pihak orang tua atau orang rumah pun gatau apa yang saya alami. Sudah mayoritas guru gurunya ngajar 5-10 menit masuk kelas terus ngasih tugas bejibun banyaknya, terus teman teman saya waktu itu juga ga cocok, karena ga cocok jadinya toxic karna waktu itu saya sempet kena bully juga (ga sukaa bangeetttt, kalau saya bisa ngomong sama Aulia yang dulu saya bilang „kok ga kamu diem aja digituin, lawan donggg“. Tapi lagi lagi kita yang sekarang ada hasil belajar dari kita yang dulu) dan dari pihak orang tua pun gak tau keadaan saya. Jadi timbulah si Aulia yang sangat amat tidak saya kenali. Yang sangat amat berbeda dari Aulia yang waktu SD ~~~~

      Komen ke 47

      Hapus
    2. Komen ke 48

      Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Nah lanjut, ke masa saya SMA.. waktu peralihan dari SMP ke SMA itu ada wabah covid. Yang bikin kita belajar di rumah hampir 2 tahun. Tapi bapak tau nda, kalau waktu belajar di rumah itu saya benar benar enjoy sekolahnya, yaa walaupunn cuman lewat google classroom dan zoom gitu gitu aja. Tapi yang saya rasain, wabah covid kemarin itu kayak anugerah buat saya. Karena waktu itu di akhir SMP saya bener bener menjauh sama semua temen dekat saya yang toxic. Sampe akhirnya saya ngerasa di kelas itu jarang banget bicara dan akhirnya duduk di pojokkan dan kerjaannya cuman tidur dan nunduk. Saya ngerasa itu bukan sayaa bangeettt dan bahkan pernah waktu itu teman kelas saya ngajakin saya ngobrol saya malah ketakutan dan habis itu nangis. Padahal mah ga diapa-apain bener bener cuman diajak ngobrol aja. Nah karena keadaan saya di akhir SMP seperti itu, jadinya saya ga ketemu mereka waktu ujian akhir sekolah. Saya di rumah aja dan ngerasa lebih nyaman. Terus ada covid yang mengahruskan kita sekolah online. Jadi pas masuk ke sekolah baru yakni SMA.. Diri saya itu kayak dikasih waktu untuk pemulihan sama Allah lewat covid ini. Karena ga langsung ketemu teman teman baru dan langsung belajar di kelas. ~~~~

      *komen aul ke 48

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Saya ngerasain saya pelan pelan sembuh waktu SMA itu.. Dan covid bener bener ada hikmah yang sungguh luar biasa bagi hidup saya. Jadi, waktu di SMA saya bisa mulai membuka diri, mulai mau belajar lagi, mulai mau berteman lagi, dan bahkan jadi aktif lagii. Kalau saya inget hal ini, saya kayak bener bener lega karena menurut saya ini salah satu perjuangan di hidup saya. Dan alhamdulillah banget Allah selaly bersamai, dan semasa SMA itu saya jadi mulai jauh lebih kenal sama diri saya sendiri. Saya ngerti saya suka dan sesuainya sama hal yang seperti apa. Dan kalaupun ga sesuai, saya bisa tetap nerima perbedaan itu suntuk menghargai tanpa menomerduakan kebutuhan saya.. Jadii, kesehatan psikologis itu amat penting.. Kita bisa aja kemarin jadi orang yang paling bahagia dan nyaman, tapi kalau ada momen kesehatan psikolgis kita keganggu pasti akan memengaruhi hidup kita. Bahkan kalau sangat mengganggu akan berdampak besar bagi hidup kitaaa.. gitu deh.. soo stay healthyy teman temaannn..

      Komen ke 49

      Hapus
    4. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Pelajaran yang saya dapat dari secercah pengalaman saya tentang pentingnya kesehatan psikologis adalah kita ga boleh nyepelein kesehatan psikologis. Kalau dari diri sendiri, kita bisa mengontrol apa yang mau kita lakuin dan tanggepin. Kita bisa nolak hal yang kita anggap ga sesuai atau gak mau tanpa ngerasa bersalah. Kita bisa bilang iya kalau emang kita bisa dan beneran mau tanpa ada perasaan ga enakan. Untuk hal hal yang ga bisa kontrol kayak respon atau sikap orang lain ke kita. Kita bisa tanggapin atau bersikap yang terbaik diri kita. Nerapin self control biar kita tetap waras dan tetap ngejaga energi yang kita punya supaya ga bocor dan stress karena mikirin atau berusaha kontrol apa yang ga bisa kontrol. Kalau psikolgis sehat, hidup pun tenang..

      Komen ke 50

      Hapus
  25. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Materi ini sangat berkaitan dalam pendidikan saat ini. Di materi ini memeberitahukan betapa pentingnya rasa aman secara psikologis/kepribadian di lingkungan kerja supaya guru dan tenaga pendidikan dapat kerja dengan amat tenang, produktif dan juga sehat. Dengan diterapkannya lingkungan kerja yang aman, guru dapat berkembang, berkolaborasi, dan berkontribusi secara optimal bagi kemajuan sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Haii Nanda saya zizn menyangga ya, jadi menurut saya tanggapan Nanda benar mengenai pentingnya keamanan psikologis dan dampaknya pada produktivitas serta kontribusi optimal guru. Namun, sanggahan terhadap komentar ini adalah bahwa Nanda hanya berfokus pada hasil positif yang didapat ketika lingkungan sudah aman, dan mengabaikan Tantangan di Dunia Pendidikan serta tanda-tanda ketidakamanan yang dibahas secara spesifik dalam materi. Materi secara eksplisit mencantumkan bahwa kompleksitas lingkungan sekolah dapat diperberat oleh kurangnya dukungan atau keamanan psikologis, dan ini menimbulkan masalah kesehatan fisik dan mental (seperti sakit kepala, mimpi buruk, hingga depresi). Oleh karena itu, sanggahan ini menekankan bahwa realitas di lapangan sering kali bertentangan dengan hasil ideal yang Nanda sebutkan, di mana banyak pendidik di berbagai titik karier mereka merasakan hal ini, sehingga fokus tidak bisa hanya pada apa yang terjadi jika aman, tetapi apa yang terjadi ketika tidak aman dan bagaimana mengidentifikasinya.

      Lebih lanjut, komentar Nanda mengasumsikan bahwa guru akan secara otomatis berkembang dan berkontribusi secara optimal hanya dengan diterapkan lingkungan kerja yang aman oleh institusi. Sanggahan di sini adalah materi tidak hanya memberikan tanggung jawab penuh kepada lingkungan, melainkan juga menyoroti Strategi untuk Mendukung Diri Sendiri yang harus diambil secara proaktif oleh guru. Strategi seperti Latihan Grounding dan Membangun Sistem Pendukung adalah bukti bahwa keamanan psikologis juga merupakan hasil dari tindakan individu untuk melindungi diri dari tekanan yang tak terhindarkan. Jadi, pandangan Nanda terlalu pasif keberhasilan sistem keamanan psikologis memerlukan keseimbangan antara peran sekolah dalam menyediakan dukungan dan peran aktif guru dalam menjaga kesejahteraan pribadi dan menetapkan batasan.

      Hapus
    2. Nama: Dominika Dew Daleq
      ‎Npm: 2386206051
      ‎Kelas: V.A


      ‎Hai Nanda 👋🏻 kali ini saya setuju dengan pendapat kamu, bahwa keamanan psikologis memang kunci utama agar kita bisa bekerja dengan baik di sekolah, karena kita harus merasa nyaman saat berbicara atau berbagi ide dengan guru-guru lain tanpa rasa takut.

      ‎Guru yang sehat mentalnya pasti lebih produktif dan semangat mengajar anak murid nya, kita juga bisa mulai dengan rutin latihan pernapasan agar tetap tenang saat menghadapi masalah lalu cari juga teman bicara yang bisa mendukung kita di setiap hari nya, jangan ragu lapor jika kita sudah merasa lingkungan kerja mulai tidak sehat atau mengganggu fisik kita dan sekolah yang aman membuat kita lebih berkembang dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan, mari kita ciptakan ruang kerja yang penuh rasa saling menghargai tanpa membanding-bandingkan satu.

      Hapus
  26. Nama : Dita Ayu Safarila
    NPM : 2386206048
    Kelas : 5c
    tapi pak saya ada pertanyaan,bagaimana cara sekolah memastikan dan membuat para guru guru di sekolah tersebut merasa aman secara mental dan nyaman saat bekerja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Dita saya izin menanggapi ya
      Menurut saya cara sekolah yang paling benar untuk memastikan dan membuat para guru di sekolah tersebut merasa aman secara mental dan nyaman saat bekerja ialah
      Pihak sekolah memastikan ketersediaan perangkat pembelajaran yang nyaman dan aman untuk digunakan guru agar guru tidak terlalu pusing memikirkan bagaimana cara menutup media pembelajaran yang kurang lengkap.
      Selain itu juga sekolah bisa sering-sering nih membuat perlombaan yang bisa merefleksi pikiran guru misalnya lomba kebersihan kelas, jadi setiap wali kelas itu pasti membuat inovasi bagaimana kelas mereka bisa mendapatkan juara .
      Lalu bisa juga pihak sekolah membuat dan menetapkan hari libur misalnya setiap 3 bulan sekali bagi guru untuk refreshing ataupun beristirahat di rumah.
      Bisa juga dengan pihak sekolah memberikan penghargaan bagi guru yang membimbing siswanya untuk bisa mengikuti perlombaan, dan mendapatkan juara, pihak sekolah bisa memberikan reward bagi guru tersebut.
      Selain itu pihak sekolah bisa membuat kegiatan ramah tamah bersama para guru, untuk sekadar menanyakan bagaimana kemajuan kelas? atau menanyakan bagian siswa-siswi di kelas tersebut ? hal ini berguna agar guru atau setiap wali kelas menceritakan bagaimana keadaan kelas yang diajari, ini bisa mengurangi beban pikiran sang guru .
      Selain itu juga sekolah bisa menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dengan cara saling menghargai setiap pendapat, menghargai perbedaan dan tidak pilih kasih.

      semoga bermanfaat ka.....

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Dita Ayu Safrila, menurut saya di setiap sekolah mungkin dapat memastikan para guru itu merasa aman dan nyaman dengan membangun komunikasi yang menghargai, lalu bisa juga menerapkan aturan anti perundungan, bisa juga dengan mengatur beban kerja para guru secara yang wajar, dan juga bisa dengan menciptakan budaya saling menghormati di antara seluruh warga sekolah. Dengan adanya langkah-langkah ini mungkin dapat membuat para guru itu bisa merasa terlindungi secara mental saat mereka sedang bekerja.

      Hapus
    3. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Dita, jadi menurut saya,sekolah dapat memastikan guru merasa ama secara mental dan nyaman dengan membangun budaya kerja yang saling membangun, budaya kerja yang saling menghargai, menyediakan ruang dialog yang terbuka tanpa takut disalahkan, serta memberikan dukungan emosional melalui mentoring atau konseling, kepala sekolah perlu menjadi teladan. dalam komunikasi yang empatik,menyeimbangkan beban kerja agar tidak berlebihan, dan memberi fleksibilitas ketika guru membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Selain itu, sekolah dapat mengadakan pelatihan pengelolaan stres, menyediakan komunitas belajar yang positif, menegakkan aturan inti intimidasi dai siswa maupun rekan kerja, serta memberi apresiasi terhadap usaha guru sehingga mereka merasa diakui,didengar, dan aman untuk berinovasi tanpa khawatir dihukum saat melakukan kesalahan.

      Hapus
  27. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm: 2386206024
    Kelas: 5B

    Materi ini sangat penting bagi guru untuk memperoleh kualitas belajar yang baik dan guru dapat mendukung kesejahteraan mental pada pendidikannya. Keamanan psikologis adalah fondasi bagi kinerja yang berkelanjutan karena guru yang bahagia akan menyaksikan siswa yang berhasil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAMA : DIAS PINASIH
      KELAS : 5B PGSD
      NPM : 23862P6057


      sedikit tambahan buat jawaban dri Imel.

      Selain itu materi ini juga mengingatkan bahwa keamanan psikologis bukan hanya berpengaruh pada kenyamanan guru dalam bekerja tetapi juga berdampak langsung pada kualitas interaksi antara guru dan siswa guru yang merasa aman secara emosional akan lebih mudah berkomunikasi lebih sabar dalam menghadapi berbagai karakter siswa serta lebih kreatif dalam menyampaikan pembelajaran hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah sportif tidak hanya membantu guru berkembang tetapi juga menciptakan suasana belajar yang positif bagi peserta didik materi ini juga membuka wawasan saya bahwa faktor seperti budaya sekolah hubungan antara rekan kerja dan dukungan pimpinan sangat menentukan kesehatan mental guru ketika guru merasa dihargai diperhatikan dan diberi ruang untuk berdampak tanpa takut dihakimi maka mereka akan bekerja dengan motivasi yang lebih tinggi dengan kata lain keamanan fisiologi adalah salah satu intensifikasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan sekolah.

      Hapus
  28. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C
    Npm : 2386206040

    Izin bertanya, Dari penjelasan tentang keamanan psikologis ini, saya jadi penasaran. Kalau kondisi sekolahnya sendiri belum terlalu mendukung untuk terbuka soal kesehatan mental, langkah kecil apa yang bisa guru lakukan dulu supaya tetap bisa jaga diri tanpa harus nunggu perubahan besar di lingkungan kerjanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Maya Apriyani
      Npm: 2386206013
      kelas: V.A

      Menurut pendapat saya apabila apabila sekolah tempat kita bekerja belum terlalu mendukung untuk terbuka soal kesehatan mental langkah kecil apa yang bisa guru lakukan supaya tetap bisa menjaga diri tanpa harus menunggu perubahan besar di lingkungan kerjanya?
      Menurut pendapat saya mungkin guru melihatnya pada dirinya apabila dia mungkin sedang lelah sedang capek bisa mengapresiasi dirinya ataupun membangkitkan semangatnya menghilangkan rasa lelahnya itu dengan memakan makanan kesukaan ataupun membeli memberikan rewards kepada diri sendiri, misalnya saya tuh kalau lagi banyak tugas ataupun Saya lagi merasa lelah merasa capek saya biasanya memakan coklat.
      Kemudian saya rasa juga tuh untuk menjaga kesehatan mental kita kita mencari teman untuk dapat saling bertukar pikiran berkeluh kesah dan memberikan motivasi. Inilah hal-hal kecil yang dapat dilakukan untuk tetap bisa menjaga diri tanpa harus menunggu perubahan dari sekolah.

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D

      izin menjawab ya Miftahul menurut saya
      Ketika lingkungan sekolah belum sepenuhnya mendukung keamanan psikologis, guru tetap dapat mengambil langkah kecil untuk menjaga diri. Meskipun perubahan budaya sekolah membutuhkan waktu dan kerja bersama, guru bisa mulai dengan menciptakan batas kerja yang sehat, menemukan rekan yang aman untuk berbagi, serta melakukan refleksi sederhana seperti mencatat emosi dan tekanan harian. Rutinitas self-care kecil yang realistis—seperti bernapas sejenak, berjalan ringan, atau mendengarkan musik—dapat membantu mencegah akumulasi stres.
      Guru juga dapat membangun ruang dukungan mikro bersama beberapa rekan, serta fokus pada hal-hal yang masih berada dalam kendali, seperti mengatur kelas sendiri, mengembangkan metode mengajar, dan menjaga hubungan positif dengan siswa. Jika dukungan internal terbatas, komunitas profesional di luar sekolah dapat menjadi sumber kekuatan dan tempat berbagi yang aman.
      Secara keseluruhan, menjaga keamanan psikologis tidak harus menunggu perubahan besar dari sekolah. Langkah-langkah kecil, konsisten, dan sesuai kapasitas sudah cukup untuk membantu guru tetap stabil, berkembang, dan mampu memberikan pembelajaran terbaik meski berada di lingkungan yang belum ideal.

      Hapus
    3. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Miftahul Hasanah, menurut saya jikalau dari sekolah belum mendukung mungkin yang bisa di lakukan para guru itu ialah para guru bisa memulai dari langkah kecil dulu seperti mencari satu atau dua teman yang biasa di percayai untuk mendukung satu sama lain, menerapkan batasan kerja yang sehat, melatih teknik menenangkan diri sendiri (grouding)

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      ‎Npm: 2386206051
      ‎Kelas: V.A

      ‎Hai Miftahul 👋🏻 pertanyaan kamu sangat bagus sekali, memang guru sering menghadapi kondisi sekolah yang belum sepenuhnya mendukung kesehatan mental mereka, tapi mereka tetap bisa mulai dari langkah kecil untuk jaga diri mereka sendiri.

      ‎Pertama, mulai dari diri sendiri, kedua cari satu atau dua orang yang bisa mereka percaya, ini bisa rekan guru, teman lama, atau bahkan keluarga sendiri, ketiga buat batasan kerja yang jelas tentukan waktu kerja dan waktu pribadi, keempat jaga kesehatan fisik seperti tidur yang cukup, makan teratur, dan olahraga ringan seperti jalan di pagi, kelima belajar bilang tidak untuk hal-hal yang di luar kapasitas diri sendiri, contohnya tidak harus menerima semua tugas tambahan kalau memang sudah penuh bilang tidak bukan berarti tidak peduli, tapi kita tahu batas kemampuan diri kita sendiri, dan terakhir keenam itu cari hobi atau kegiatan di luar pekerjaan ini sangat penting juga supaya hidup tidak cuma soal sekolah dan mengajar tetapi hobi juga memberi ruang untuk jadi diri sendiri.

      ‎INGAT prioritaskan kesejahteraan diri sendiri terlebih dulu.

      Sekian semoga membantu 🙏🏻

      Hapus
  29. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : VA PGSD

    Dari materi yang saya baca materi ini sangat relevan dengan kondisi nyata yang dialami para pendidik di era modern. Bekerja di lingkungan sekolah sering kali memiliki tantangan kompleks, baik dari beban kerja, tuntutan administrasi, dinamika hubungan antar kolega, maupun tekanan dari siswa dan orang tua. Semua itu dapat berdampak pada kesehatan mental dan kenyamanan guru dalam bekerja.ada pun pada bagian yang mengajak guru merenungkan pengalaman, orang-orang, atau situasi yang memengaruhi kenyamanan bekerja sangat penting. Ini membantu pendidik melakukan refleksi diri untuk memahami penyebab stres, sekaligus menjadi langkah awal untuk mencari solusi.dalam materi ini juga menekankan bahwa tempat kerja seharusnya menjadi ruang yang aman, mendukung, dan menumbuhkan kebahagiaan, bukan sekadar tempat menjalankan tugas. Ketika guru merasa aman secara psikologis, mereka akan lebih produktif, kreatif, dan mampu memberikan pembelajaran yang terbaik untuk siswa.serta dalam bacaan materi di atas juga menyadarkan kita bahwa guru membutuhkan lingkungan kerja dengan keamanan psikologis,stres dan ketidaknyamanan harus diakui dan dikelola,dukungan emosional dan budaya kerja yang sehat sangat pentin,guru yang sehat dan bahagia akan membawa dampak positif pada siswa.apalagi materi ini sangat penting buat kita semua sebagai calon guru.

    BalasHapus
  30. Nama :Maria ritna tati
    NPM :2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Izin menambakan lagi jadi dari materi ini sangat tepat sasaran karena menempatkan fokus pada kesejahteraan individu sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan produktif. dari materi yang saya baca bahwa tempat kerja seharusnya menjadi ruang yang aman dan mendukung adalah pesan penting,tantangan dan tanda-tanda Lingkungan Kerja yang tidak aman didalam materi ini secara jelas menlihat bahwa kompleksitas pekerjaan di dunia pendidikan dapat memburuk jika diwarnai dengan kurangnya dukungan atau keamanan psikologis.saya juga pernah mendengar cerita orang-orang yang sudah berkerja katanya mereka bahwa lingkungan kerja itu sangat toxic sangat berbeda dengan lingkungan saat menempuh pendidikan,jadi materi ini sangat penting untuk melihat tanda-tanda bahwa lingkungan kerja tidak aman secara psikologis disajikan dengan baik, mencakup aspek perilaku, fisik, emosional dan mental.dengan begitu materi ini berhasil menyoroti bahwa menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya individu untuk menjaga kesejahteraan diri. Keamanan psikologis di sekolah akan memberikan dampak positif pada komunitas sekolah secara keseluruhan, sejalan dengan kutipan dari Alex Shevrin Venet bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendukung kesejahteraan individu, baik siswa maupun staf, bukan sebaliknya.

    BalasHapus
  31. NAMA : DIAS PINASIH
    KELAS : 5B PGSD
    NPM : 2386206057

    Izin menanggapi materi yang bapak jelaskan di atas pak


    Materi yang bapak sampaikan mengenai keamanan psikologis bagi guru daerah modern menurut saya sangat relevan dengan dinamika pendidikan saat ini sebagai mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja pendidikan saya merasa materi ini memberikan gambaran yang menyeluruh tentang urgensi keamanan psikologi dalam mendukung perfomadan kesejahteraan guru penjelasan ini mengenai bagaimana tekanan pekerjaan tuntutan administrasi sosial serta perubahan teknologi pendidikan menciptakan beban emosional yang signitifkan bagi guru membuat saya semakin memahami bahwa profesi ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik tetapi juga ketahanan mental yang kuat.

    BalasHapus
  32. Izin menambahkan sedikit lagi pak saya sangat mengapresiasi bagian materi yang membahas definisi keamanan fisiologis dan bagaimana konsep ini membentuk lingkungan kerja yang suportif penjelasannya tentang rasa aman untuk berpendapat tidak takut melakukan kesalahan serta bebas dari ancaman intimidasi atau penilaian negatif memberikan pemahaman yang lebih mendalam bahwa keamanan psikologi bukan hanya sekedar nyaman bekerja tetapi mencakup keseluruhan aspek emosional yang berpengaruh langsung pada kualitas pengajaran

    BalasHapus
  33. sedikit menambahkan lagi pak dimateri tersebut 🙏
    Pembahasan mengenai tentang lingkungan kerja yang tidak aman secara ekologis juga terasa sangat nyata mulai dari budaya sekolah yang menekan minimnya apresiasi lingkungan yang kognitif cara negatif hingga kurangnya kejelasan peran guru sesama itu menggambarkan kondisi yang sering terjadi di banyak institusi pendidikan. Udahan materi ini menurut saya berhasil menyadarkan mahasiswa seperti saya bahwa permasalahan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena dapat berdampak pada burnout penurunan motivasi hingga kualitas interaksi guru dan siswa.
    Selain itu bagi strategi yang berfokus pada membangun keamanan diri sendiri seperti grounding pembunuhan sistem pendukung serta batasan diri yang sehat sangat membantu untuk memberikan solusi praktis yang bisa diterapkan materi ini juga membuat saya menyadari bahwa guru juga manusia biasa yang membutuhkan ruang untuk beristirahat refleksi dan memperoleh dukungan emosional penekanan pada kemampuan guru mengatur emosi serta mengenali beban kerja yang menjadi insight pentingnya bagi saya.

    BalasHapus
  34. NAMA: DIAS PINASIH
    KELAS : 5B PGSD
    NPM : 238620605


    ada sedikit tambahan saran pak dalam materi yg bapak jelaskan di atas.🙏
    Materi yang bapak sampaikan sudah sangat baik tapi ada beberapa aspek yang masih dapat diperdalam misalnya materi belum memberikan contoh konkret situasi yang mencerminkan kurangnya keamanan psikologis disekolah Indonesia sehingga mahasiswa mungkin masih kesulitan membayangkan kasus nyata terkait masalah tersebut selain itu strategi yang ditawarkan lebih banyak berfokus pada usaha individu guru padahal berupa tantangan sebenarnya membutuhkan intervensi struktural seperti kebijakan sekolah atau dukungan institusi akan lebih baik jika materi juga membahas peran kepala sekolah rekan sejawat maupun pengambilan kebijakan dalam menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis.

    Untuk pengembangan materi bisa ditambahkan studi kasus lokal untuk memberikan gambaran nyata situasi yang sering dialami guru di Indonesia berikan contoh langkah-langkah implementasi keamanan psikologis di sekolah baik dari sisi individu tim guru maupun kebijakan sekolah bisa melibatkan diskusi kelompok agar mahasiswa bisa menganalisis sendiri problematika keamanan fisiologis dari berbagai perspektif tambahkan pembahasan tentang peran teknologi dan media sosial mengingat era modern membuat guru semakin rentan terhadap tekanan publik bisa juga berikan instrumen asesmen sederhana seperti checklist kesehatan mental guru atau indikator keamanan psikologis di tempat kerja agar mahasiswa dapat melakukan refleksi pribadi

    BalasHapus
  35. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5B (PGSD)

    Saya suka penjelasan di blog ini, sebelum benar-benar terjun menjadi guru disekolah, memang banyak sekali kekhawatiran dari diri, terutama karena sering mendengar cerita tentang lingkungan yang toxic, diremehkan atau sering dianggap saingan.
    Namun setelah membaca blog ini saya merasa sedikit lega karna saya jadi tau tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak aman, serta strategi untuk mendukung diri sendiri.

    saya juga sependapat bahwa pekerjaan dibidang pendidikan adalah profesi yang penting untuk masa depan masyarakat, karena itu, saya berharap semua guru, staf, dan tenaga pendidikan lainnya dapat bekerja dilingkungan yang aman, saling mendukung dan bebas dari rasa takut.

    BalasHapus
  36. Dari materi diatas,beberpa waktu lalu saya mendapatkan suatu berita tentang kasus yang berkaitan dengan materi tersebut. Tapi Saya lupa pak itu informasi nya saya dapatkan di mana intinya saya pernah baca pak . kasusnya seperti ini ada seorang guru SD yang ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dalam penyelidikan tersebut, ada keterangan yang menerangkan bahwasanya guru tersebut selalu bekerja hingga larut malam sekali. Ada salah satu yang melihat nya sebelum kejadian itu paginya beliau masih dalam keadaan sehat wal'afiat di jam sekitar 13:20 beliau dikabarkan pingsan tim medis mengabarkan bahwa beliau sudah tiada. nah dari kasus tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa bekerja dibawah tekanan, jam kerja serta tidak ada aturan jam kerja yang aman. Bekerja di bidang pendidikan yang sangat bernilai.

    BalasHapus
  37. Nama: Patricia Nini making
    Kelas:5C
    NPM: 2386206046

    izin menanggapi pak
    materi ini sangat relevan dalam konteks modern di mana guru dituntut bukan sekedar menyampaikan materi, tetapi juga banyak menghadapi tekanan baik dari pekerjaan, administrasi, maupun adaptasi terhadap teknologi. menekankan kesehatan mental bagi guru adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif.

    BalasHapus
  38. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    izin bertanya ya pak
    bagaimana cara menciptakan lingkungan kerja di sekolah yang mendukung kesehatan mental guru, baik dari rekan sejawat, pimpinan, maupun sistem kerja secara keseluruhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206067

      Izin menjawab yaa Patricia, menurut saya lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental guru bisa dibangun lewat tiga hal. Yaitu, teman sejawat harus saling mendukung dan nggak saling menjatuhkan. Pimpinan perlu terbuka, mau mendengarkan, dan tidak hanya menuntut hasil. Sementara sistem kerja sekolah harus jelas, wajar, dan tidak membebani. kalau tiga hal ini berjalan, guru bisa merasa lebih aman, dihargai, dan nyaman dalam bekerja.

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari Patricia Nini Making, menurut saya sebuah lingkungan kerja yang mendukung itu kesehatan mental itu dapat dibangun melalui kerja sama dengan rekan sejawat/rekan kerja yang bisa saling menghargai satu sama lain, dari pemimpin yang membuat ruang dialog aman dan juga memberikan dukungan, dan juga menerapkan budaya anti intimidasi. Dengan begitu mungkin dapat membuat para guru merasa dihargai, nyaman saat bekerja, dan juga merasa aman.

      Hapus
    3. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Izin untuk menjawab dari pertanyaanmu yah Patricia. Kalau versi saya nih, kuncinya ada di rasa dihargai. Dimulai dari sesama guru, cukup dengan saling jaga omongan, nggak gampang nyinyir, dan mau bantu kalau ada yang lagi kewalahan. Malahan kalau curhat sebentar di sela kerja itu sudah bikin lega loh.
      Kalau dari pimpinan, penting banget ada empati. Guru butuh pemimpin yang mau mendengar, bukan cuma menuntut. Terus dari sistem kerja juga, jangan semuanya dikejar target terus. Kalau sekolah mau memberi ruang istirahat, fleksibilitas, dan kejelasan tugas, nah disini tuh kesehatan mental guru lebih terjaga dan kerja pun terasa lebih manusiawi.

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      ‎Npm: 2386206051
      ‎Kelas: V.A

      ‎Halo Patricia 👋🏻 kalau menurut saya, kita bisa menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dengan cara saling menghargai pendapat rekan kerja kita, lalu itu berikan dukungan saat teman kita merasa kesulitan atau butuh teman bicara, nah tugas pimpinan sekolah juga harus mendengarkan keluhan guru dan tidak memberi beban tugas yang berlebihan dan pastikan juga ada aturan kerja yang jelas agar semua orang merasa adil, karena lingkungan yang aman lahir dari rasa peduli dan kerja sama semua orang di sekolah. 🙏🏻

      Hapus
  39. Nama : Reslinda
    Kelas : 5CPgsd
    Npm : 2386206067

    Menurut saya artikel ini benar-benar ngasih insight baru tentang peran sekolah sebagai ruang yang harus aman buta guru, bukan cuma buat siswa. Di era modern yang penuh tekanan dan tuntutan, guru butuh tempat kerja yang mendukung mental, menghargai pendapat, dan memberi ruang untuk gagal tanpa takut disalahkan.Yang paling menarik buat saya adalah bagaiman keamanan psikologis ternyata bisa bikin guru lebih kreatif, lebih percaya diri, dan akhirnya lebih bahagia saat mengajar. Rasanya pengingat penting bahwa kualitas pendiidikan nggak bisa lepas dari kesehatan mental para gurunya.

    BalasHapus
  40. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    setuju pak dengan materi diatas, bilang kalau merasa aman dan nyaman di tempat kerja disebut Keamanan Psikologis itu penting banget, apalagi buat guru dan staf sekolah. Sekolah harusnya jadi tempat yang mendukung dan tidak menakutkan bagi semua yang bekerja di sana. Kalau kita merasa tidak aman misalnya, takut dimarahi karena menyampaikan ide, itu bisa bikin kita stres, sakit fisik, dan cemas.Kita semua berhak bekerja di lingkungan yang aman dan bebas rasa takut, karena itu kunci agar kita bisa bekerja dengan baik dan sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Hallo Naida saya izin menyangga ya, jadi Tanggapan Naida sangat tepat dalam menekankan pentingnya keamanan psikologis dan dampaknya pada kesehatan fisik/mental. Namun, sanggahan saya terhadap komentar ini adalah bahwa Naida hanya berfokus pada perasaan tidak aman yang pasif (takut dimarahi) dan hak untuk merasa aman, tanpa menyoroti tanggung jawab proaktif diri sendiri yang ditekankan dalam materi. Materi tidak hanya membahas tanda-tanda lingkungan yang tidak aman, tetapi juga memberikan tiga Strategi untuk Mendukung Diri Sendiri, seperti Latihan Grounding untuk menenangkan diri dan Kenali Batasan dan Tarik Tali Pengaman . Ini berarti, di era modern ini, guru tidak bisa hanya menunggu lingkungan menjadi aman, tetapi harus secara aktif mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka sendiri, sambil mencari dukungan.

      Lebih lanjut, materi ini mendefinisikan keamanan psikologis sebagai persepsi bahwa seseorang merasa didukung dan nyaman mengambil risiko interpersonal, menyampaikan pendapat, serta berbagi ide. Komentar Naida berfokus pada sisi negatifnya (takut dimarahi), tetapi gagal menyentuh sisi proaktif mengambil risiko yang merupakan inti dari keamanan psikologis itu sendiri. Keamanan psikologis tidak hanya tentang bebas dari rasa takut (seperti yang dikatakan Naida), tetapi juga tentang memiliki keberanian dan kemampuan untuk bertindak dalam lingkungan tersebut, bahkan ketika ada kompleksitas. Oleh karena itu, sanggahan terhadap komentar ini adalah materi menempatkan tanggung jawab yang lebih besar pada guru untuk mengambil tindakan proaktif demi keselamatan diri sendiri, tidak hanya berdiam diri menunggu lingkungan berubah atau berfokus pada hak untuk merasa aman.

      Hapus
    2. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

      Hallo Nai!!
      Saya Fauzan Nashrullah Fajar, NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

      Nai..! pendap mu soal tempat kerja yang aman dan nyaman itu penting banget buat guru.

      Tapi Nai..., ada satu masalah peny lainnya. Selain keamanan psikologis dari lingkungan internal sekolah. Para guru hari zaman ini menghadapi ancaman keras dari eksternal, ancaman dari luar sekolah. Apa dia ancaman itu Nai..? Ancaman itu adalah perlindungan hukum!!

      Gini Nai..! Guru itu perlu yang namanya ketegasan dalam mengajar, iya kan Nai..? Tapi situasi di lapangan hari ini, banyak guru yang enggak berani menegur siswa yang bandel, melakukan kesalahan bahkan terhadap siswa yang melakukan bullying, Kenapa..? Karena mereka merasakan perasaan takut!! Takut dipenjarakan oleh orang tua murid!!.

      Bagaimana kita bisa pendidikan guru merasa aman dan nyaman? jika payung hukum yang melindungi tindakan mereka itu rapuh? Di satu sisi, guru dituntut mendidik karakter, tapi di sisi yang lain, saat mereka menjalankan tugas itu, mereka berisiko berhadapan dengan pasal pidana!!

      Hapus
  41. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    izin menanggapi pak, menurut saya, pembahasan tentang keamanan psikologis di tempat kerja guru ini pentingnya sudah enggak main-main, alias krusial banget di era pendidikan sekarang. Materinya jelas menekankan bahwa aman di sekolah itu bukan cuma soal tidak ada bahaya fisik, tapi lebih ke rasa nyaman buat berpendapat, ngasih ide, dan bahkan mencoba hal baru tanpa takut dihakimi atau dicibir. Kalau guru sudah merasa tertekan, takut, atau gampang cemas (seperti yang ditunjukkan tanda-tanda tadi pusing, sulit konsentrasi), otomatis mereka akan kesulitan buat fokus mengajar dan ngurus murid. Jadi, guru berhak banget dapat lingkungan kerja yang mendukung, karena kalau gurunya sehat secara mental dan emosional, manfaatnya langsung nyebar ke seluruh sekolah.

    Menurut saya, strategi yang ditawarkan di akhir materi itu praktis dan bisa langsung dicoba besok pagi. Ada tips kayak Latihan Grounding buat nenangin diri cepat, terus saran untuk Bangun Sistem Pendukung ini artinya kita enggak boleh menanggung beban sendiri, harus ada teman atau mentor yang bisa dipercaya buat curhat. Ini pas banget dengan tuntutan kurikulum baru yang berat; guru butuh bantalan emosional. Materi ini menegaskan bahwa guru harus proaktif menjaga diri sendiri, bukan pasrah. Intinya, kalau guru merasa aman, dihargai, dan support system-nya jalan, mereka bisa totalitas ngajar dan menghadapi segala macam tantangan pendidikan modern tanpa harus burnout.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Muhammad Nur Fauzi
      Kelas : 5A PGSD
      NPM : 2386206003

      Saya setuju dengan pendapat juliana bahwa keamanan psikologis sangat penting dalam dunia pendidikan menurut saya guru adalah bagian utama dalam proses belajar sehingga jika guru merasa tertekan atau tidak nyaman karena lingkungan kerja yang tidak sehat hal itu pasti akan berpengaruh ke suasana kelas rasa aman yang dimaksud bukan hanya soal keselamatan fisik tetapi juga perasaan nyaman untuk mencoba hal baru tanpa takut disalahkan hal ini penting karena tuntutan pembelajaran sekarang semakin beragam dengan adanya dukungan dan cara pencegahan yang tepat guru bisa terhindar dari kelelahan mental dan tetap semangat mengajar menurut saya saat guru berani menjaga kesehatan mentalnya itu justru menunjukkan sikap profesional dan akan berdampak baik bagi masa depan pendidikan.

      Hapus
  42. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Menurut saya, materi ini secara implisit memberikan pesan kuat kepada kepala sekolah dan manajemen bahwa keamanan psikologis ini bukan sekadar urusan pribadi guru, melainkan indikator kegagalan budaya organisasi jika diabaikan. Lingkungan yang tidak aman secara psikologis (ditandai dengan ketakutan, pengindaran tugas, atau meningkatnya kecemasan) menunjukkan adanya masalah di level kepemimpinan atau di antara kolega yang menciptakan suasana tidak suportif. Perkembangan pendidikan modern menuntut sekolah menjadi pusat inovasi, dan inovasi hanya bisa muncul jika guru merasa aman mengambil risiko interpersonal yaitu mencoba metode mengajar baru, melaporkan masalah, atau memberikan umpan balik konstruktif tanpa takut dimarahi atau dihukum.

    Tambahan lagi, menurut saya, kunci keberhasilan strategi seperti Bangun Sistem Pendukung dan Kenali Batasan sangat bergantung pada komitmen pimpinan untuk melindungi guru. Jika seorang guru berani Tarik Tali Pengaman atau mendokumentasikan insiden, manajemen sekolah harus bertindak cepat dan adil. Tanpa dukungan kepemimpinan yang tegas dan transparan, langkah proaktif guru untuk melindungi diri justru bisa menjadi bumerang. Oleh karena itu, di era pendidikan yang semakin kompleks ini, keamanan psikologis harus dimasukkan sebagai komponen utama dalam evaluasi kinerja kepemimpinan sekolah, bukan hanya sebagai topik seminar kesehatan mental biasa.

    BalasHapus
  43. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Izin menjawab pertanyaan dari Erfina Feren Heldiana, memang benar kalau keamanan psikologi itu terlihat sangat sering kali dianggap sepele di sekolah. Sangat terlihat banyak sekali para guru yang akhirnya menahan suara di karenakan mereka merasa takut dinilai atau ditekan. Padahal jikalau lingkungan kerjanya tidak sehat itu dapat membuat para guru jadi sulit untuk mengajar dengan maksimal, dan juga itu dapat membuat dampaknya langsung terasa ke kualitas pembelajaran di sekelas/tempat kerjanya.

    BalasHapus
  44. NAMA:VIRGINIA JAU
    KELAS:VD
    NPM:2386206089
    Artikel ini bener-bener ngebuka mata kita tentang pentingnya kesehatan mental guru di era yang serba cepat ini. Seringkali kita cuma fokus sama kurikulum dan nilai, tapi lupa kalau guru juga punya beban kerja dan tekanan yang besar. Sebagai seorang pendidik, mereka dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik, tapi siapa yang merhatiin kondisi psikologis mereka? Artikel ini kayaknya pengen ngingetin kita semua, terutama pihak sekolah dan pemerintah, untuk lebih peduli sama kesejahteraan guru. Dengan guru yang sehat secara psikologis, proses belajar mengajar pasti jadi lebih efektif dan menyenangkan. Semoga makin banyak program dukungan untuk guru, seperti konseling atau pelatihan manajemen stres.

    BalasHapus
  45. nama : bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    Materinya bagus banget bapak, karena mengingatkan kita sebagai calon pendidik bahwa kesehatan mental guru itu sama pentingnya dengan tugas mengajar. Lingkungan kerja yang aman secara psikologis memang bikin guru lebih tenang dan semangat dalam berkarya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin pak untuk menambahkan tanggapan. Menurutku materi ini bener-bener nyentuh soal kondisi guru sekarang, karena sering kali kita cuma lihat mereka ngajar tanpa tahu tekanan yang mereka hadapi. Guru juga butuh tempat kerja yang nyaman biar bisa ngomong bebas, nggak takut salah, dan tetap tenang secara mental. Aku setuju sama Bangkit, soalnya kesehatan psikologis guru itu penting banget kalau mereka merasa aman dan didukung, otomatis ngajar pun jadi lebih enak, lebih fokus, dan suasana belajar jadi lebih positif buat semua orang.🙏

      Hapus
    2. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

      Halo Broo Kittun :x.
      Saya Fauzan Nashrullah Fajar, NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

      Saya sangat setuju dengan pendapat mu Bro Kittun... mengenai "Lingkungan kerja yang aman secara psikologis memang bikin guru lebih tenang". Karena, jika kita merasa happy otak kita bakalan lebih fress, alhasil kita dapat memikirkan ide-ide brilian.

      Tapi Bro Kittun.. saya kurang setuju soal soal kedudukan kesehatan mental guru yang Bro Kittun Samaka kedudukannya dengan tugas mengajar. Menurut saya kesehatan mental dari seorang guru itu kedudukan jauh di atas kedudukan tugas mengajar. Kenapa..? Karena, jika seorang guru sudah tidak sehat mentalnya bagaimana bisa dia mengajar dengan baik, sesuai dengan prosedur-prosedur pengajaran atau tuntutan pendidikan!!

      Hapus
  46. Saya suka poin tentang lingkungan yang aman dan nyaman mendukung semangat bekerja atau belajar penting bagi siapa saja, terutama anak-anak

    BalasHapus
  47. Semoga artikel seperti ini bisa mengubah mindset banyak orang, bahwa berkarya tidak melulu soal target, tapi juga soal merawat diri dan lingkungan sekitar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas pengingatnya kadang kita terlalu fokus ke hasil akhir, lupa bahwa proses dengan kesehatan dan rasa aman adalah pondasi utama

      Hapus
  48. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saya Fauzan Nashrullah Fajar, NPM. 2386206021 dari Kelas 5B PGSD.

    Asik yahh... topiknya!! "Keamanan Psikologis guru". Memberikan gambaran yang baik sekaligus buruk dalam satu waktu, iyya kan...? Karena topiknya memperlihatkan bagaimana situasi kita sebagai calon guru di masa depan :b

    Psychological safety... Ini tuh, sebenarnya adalah langkah awal yang harus ada agar guru bisa menjalankan perannya sebagai pendidik dengan baik dan maksimal. Saya yakin teman-teman semua sedah mengetahui, bahwa perasaan yang baik atau happy adalah kunci untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif.

    Namun... Ada kesenjangan serius antara teori di materi dengan realitas lapangan. Karena realitas dilapangan kita justru dihadapan oleh beban administrasi yang bejibun, tuntutan kurikulum yang terus berubah, dan kesejahteraan yang tidak proporsional!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ironisnya lagi... Situasi guru yang down karena tekanan itu akan menciptakan efek domino ke siswanya. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa anak-anak adalah mahluk yang sangat sensitif, terutama anak SD. Oleh karena itu, jika mereka dihadapkan dengan ketidakstabilan emosi guru, mereka akan menyerapnya mentah-mentah, yang berpotensi menghambat tumbuh kembang dan memicu kecemasan di kelas. Kondisi emosional guru yang tidak seimbang juga menghalangi penyaluran ilmu, karena tidak maksimalnya metode guru dalam memaparkan materinya.

      Oleh karena itu, saya rasa pemerintahan seharusnya bisa lebih memberikan investasi yang lebih kepada kesejahteraan guru, untuk berinvestasi kepada anak-anak muda sebagai calon penerus bangsa!!

      Hapus
  49. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Hai Erfina izin menjawab pertanyaan nya ya... sebelumnya jawaban dari nanda sudah sangat mewakili tetapi saya izin menambahkan sedikit lagi ya..

    Banyak riset dan pengalaman guru yang menujukkan kalau terkadang sekolah lebih fokus pada administrasi, target serta kedisiplinan tetapi melupakan bahwa guru juga seorang manusia yang butuh ruang aman untuk bersuara, berdiskusi, dan mengungkapkan kesulitan tanpa takut dinilai atau tidak kompeten.

    Keamaan psikologis ini penting karena membuat guru lebih berani lebih kreatif, berani mencoba pendekatan baru dan lebih efektif dalam membantu siswa. Tapii kenyataanya disekolah guru harus menjaha image, menahan pendapat, atau tidak berani mengungkapkan permasalahan yang dialaminya karena takut disalahkan.

    Yang paling disayangkan ketika guru tidak merasa aman secara psikologis, mereka otomasis akan cenderung " survive mode" yaitu mengajar sekedar selesai, bukanya mengembangkan diri atau memaksimalkan pembelajaran. Hal seperti ini bukan kesalahan guru sepenuhnya , tetapi lingkungan kerja yang tidak sehat menjadi kekhawatiran seorang guru. Ketika guru tidak merasa nyaman mereka sulit memberikan rasa aman kepada siswanya.

    BalasHapus
  50. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    pentingnya keamanan psikologis di lingkungan sekolah. Intinya, setiap orang di dunia pendidikan berhak merasa aman, didukung, dan dihargai. Ketika tempat kerja tidak memberikan rasa aman, dampaknya bisa sangat besar baik secara emosional, fisik, maupun mental.

    BalasHapus
  51. nama : bangkit dwi prasetyo
    kelas : 5b
    npm : 2386206044

    izin menanggapi ya pak, materinya cukup relate dengan kondisi kelas zaman sekarang. Smartphone memang susah dipisahkan dari siswa, jadi wajar kalau guru perlu cari cara buat ngatur penggunaannya, bukan cuma melarang. Saya suka bagian yang ngajak bikin aturan bareng siswa, karena itu bikin mereka merasa lebih dihargai dan ikut bertanggung jawab. Intinya, kalau diarahkan dengan baik, smartphone bisa jadi alat bantu belajar yang cukup berguna, bukan sekadar pengganggu.

    BalasHapus
  52. Izin menanggapi pak Materi ini memberikan gambaran yang sangat relevan tentang pentingnya keamanan psikologis bagi guru dan seluruh tenaga kependidikan di era modern. Dalam konteks dunia pendidikan yang semakin menuntut, guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga harus mampu mengelola tekanan, ekspektasi, dan dinamika sosial di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, keamanan psikologis menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan karena memengaruhi kesehatan mental, kinerja, serta kualitas interaksi guru dengan siswa dan sesama kolega.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan tentang apa itu keamanan psikologis membantu memperjelas bahwa rasa aman di tempat kerja bukan sekadar tentang tidak adanya ancaman fisik, tetapi mencakup kemampuan seseorang untuk mengekspresikan diri tanpa takut direndahkan, dipermalukan, atau dihakimi. Guru yang merasa aman secara psikologis akan lebih terbuka dalam menyampaikan ide, lebih kreatif, dan lebih bersemangat dalam bekerja. Sebaliknya, rasa tidak aman dapat membuat mereka menahan diri, menarik diri, atau bahkan menghindari lingkungan kerja tertentu.

      Hapus
    2. Materi ini juga menyoroti berbagai tanda bahwa seorang guru mungkin berada di lingkungan kerja yang tidak sehat secara emosional, seperti penghindaran tugas, munculnya mimpi buruk, gangguan fisik, hingga meningkatnya kecemasan. Penjelasan ini sangat penting karena sering kali guru tidak menyadari bahwa gejala-gejala tersebut merupakan sinyal tubuh dan pikiran bahwa ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan kerja. Perubahan-perubahan kecil pada rutinitas atau kondisi tubuh sebenarnya dapat menjadi alarm awal yang harus diperhatikan agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

      Hapus
    3. Tantangan peran guru di sekolah modern semakin kompleks: mulai dari tuntutan administratif, ekspektasi orang tua, hingga tekanan untuk selalu tampil profesional. Tanpa adanya dukungan atau rasa aman psikologis, beban tersebut bisa meningkat berlipat ganda. Karena itu, materi ini memberikan pengingat yang sangat baik bahwa guru bukan hanya pengajar tetapi juga manusia yang harus dilindungi kesejahteraannya.
      Strategi yang disampaikan dalam materi, seperti latihan grounding, membangun sistem pendukung, dan mengenali batasan, merupakan langkah-langkah praktis yang dapat membantu guru menjaga kesehatan mentalnya. Latihan grounding, misalnya, sederhana namun sangat efektif untuk menenangkan pikiran di tengah situasi yang penuh tekanan. Dengan mengatur napas dan memusatkan perhatian, guru dapat mengurangi kecemasan dan mengembalikan kontrol diri.

      Hapus
    4. Selain itu pak , penekanan pada pentingnya jaringan pendukung sangat tepat. Dunia pendidikan sering kali dapat menjadi lingkungan yang penuh tekanan, tetapi memiliki teman kerja, mentor, atau komunitas yang suportif dapat memberikan kekuatan baru bagi guru. Berbagi cerita dengan kolega yang memahami kondisi lapangan juga sering menjadi bentuk terapi tersendiri.Bagian tentang batasan diri juga penting untuk ditegaskan. Guru sering kali merasa harus selalu kuat, selalu siap, dan selalu mampu mengatasi konflik, padahal mereka juga membutuhkan perlindungan. Mencatat insiden, mencari bantuan profesional, hingga menghubungi lembaga yang tepat merupakan langkah bijak untuk menjaga kesehatan mental serta keselamatan diri.Secara keseluruhan, materi ini menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat adalah hak bagi setiap individu di sekolah. Ketika guru merasa aman secara psikologis, mereka dapat berkarya lebih optimal, memberikan perhatian lebih baik kepada siswa, dan berkontribusi secara positif pada budaya sekolah. Keamanan psikologis bukan hanya urusan individu, tetapi tanggung jawab bersama seluruh komunitas pendidikan untuk menciptakan ruang kerja yang menghargai, mendukung, dan memanusiakan setiap tenaga pendidik.

      Hapus
  53. Nama: Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak setelah saya baca materinya, menurut saya kadang kita terlalu sibuk dengan kesibukan, pekerjaan, sampai lupa kalau kesehatan dan kebahagiaan itu juga bagian yang paling penting . Saya suka bagian yang mengingatkan bahwa berkarya itu harus seimbang dengan istirahat dan kesadaran diri, bukan dipaksakan sampai stres. Penjelasannya juga terasa nyata dengan kehidupan sehari-hari, jadi mudah dipahami.

    BalasHapus
  54. Nama: Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak, Setiap orang punya cara dan kebutuhan yang berbeda untuk merasa aman dan nyaman. Jadi, bagaimana caranya menciptakan lingkungan yang bisa cocok untuk semua, tanpa ada yang merasa diabaikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Sinta
      NPM: 2386206033
      Kelas: VB PGSD

      Saya akan menjawab pertanyaan Yorma
      Menurut saya lingkungan yang cocok untuk semua itu bisa tercipta kalau ada rasa aman secara psikologis, maksudnya guru merasa bebas menyampaikan pendapat, keluhan atau ide tanpa rasa takut disalahkan atau dianggap lemah. Selain itu penting juga ada komunikasi dua arah yang sehat antara guru dan pimpinan sekolah, serta sesama guru saling menghargai, arutan memang perlu tapi penerapannya harus adil dan manusiawi. Ketika kebutuhanemosional guru diperhatikan, mereka tidak hanya merasa aman tapi juga lebih bahagia dan termotivasi untuk berkarya. Jadi lingkungan yang aman itu bukan soal menyamakan semua orang, tapi memberi ruang agar setiap guru merasa didengar dan dihargai.

      Hapus
    2. Menciptakan lingkungan yang inklusif dan nyaman bagi semua pihak membutuhkan komitmen kolektif untuk menerapkan prinsip mutual respect, membangun komunikasi terbuka demi memahami kebutuhan individu yang beragam, dan memastikan adanya penegakan batasan yang transparan agar tidak ada pihak yang merasa terabaikan atau terdiskriminasi.Semoga membantu ya yorma

      Hapus
    3. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Izin untuk menjawab yah Yormatiana. Menurut saya, kita memang nggak bisa bikin lingkungan yang cocok sempurna buat semua orang. Tapi yang penting itu suasananya adil dan terbuka. Kalau dari pengalaman, rasa aman muncul kalau orang mau saling dengar dan nggak cepat menghakimi.
      Hal kecil kaya cara menanggapi pendapat, nada bicara, dan sikap saling menghargai itu sangat berpengaruh pastinya. Selama sekolah mau fleksibel dan sadar kalau tiap orang pasti beda kebutuhannya, nggak ada yang merasa diabaikan.
      Semoga membantu😌

      Hapus
  55. Materi ini mengingatkan bahwa guru bukan hanya pekerja, tetapi manusia yang membutuhkan rasa aman untuk dapat mengajar dengan baik. Jika lingkungan kerja tidak mendukung, kemampuan mengajar dan kesehatan mental guru dapat menurun.
    Daftar tanda lingkungan kerja tidak aman sangat membantu guru mengenali kondisi yang mungkin selama ini tidak disadari, seperti sering menghindari tugas, merasa takut bertemu seseorang, atau mengalami stres fisik. Ini membuka mata bahwa masalah psikologis bisa muncul dari lingkungan kerja.

    BalasHapus
  56. Materi ini menegaskan bahwa guru berhak mendapatkan tempat kerja yang sehat, aman, dan bebas dari intimidasi. Hal ini penting karena kesejahteraan guru berdampak langsung pada kualitas pengajaran dan suasana sekolah.
    Penekanan pada membangun sistem pendukung sangat relevan. Guru sering merasa harus menyelesaikan semuanya sendiri, padahal berbagi cerita dengan orang tepercaya mampu meringankan beban secara signifikan.
    membantu guru untuk lebih sadar terhadap kondisi tubuh dan emosi mereka sendiri. Ini penting karena sering kali guru terlalu fokus pada siswa hingga lupa menjaga dirinya.

    BalasHapus
  57. Nama: Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Bagian tentang kebahagiaan juga menurut saya menarik, karena kadang orang terlalu fokus pada hasil sampai lupa menikmati prosesnya. Kalau lingkungan belajar terasa nyaman dan positif, saya rasa siswa maupun guru bisa lebih semangat dalam melakukan aktivitasnya.Materinya juga mengingatkan bahwa setiap orang punya kebutuhan yang berbeda, jadi pendekatan untuk menciptakan suasana aman dan bahagia itu tidak bisa disamakan untuk semua situasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Yormatiana, terima kasih atas pikiran nya ya, benar sekali. Fokus berlebihan pada hasil akhir seringkali membuat kita lupa menikmati dan menghargai proses itu sendiri.
      Poin mu mengenai keterkaitan antara lingkungan belajar yang nyaman dan positif dengan peningkatan semangat dalam beraktivitas adalah hal yang krusial. Rasa nyaman dan kebahagiaan (atau well-being secara umum) adalah fondasi penting yang memungkinkan potensi akademik maupun non-akademik dapat berkembang secara maksimal, baik bagi siswa maupun guru.
      Kami sangat setuju dengan penekanan Anda bahwa pendekatan untuk menciptakan suasana aman dan bahagia tidak bisa disamaratakan. Ini sejalan dengan prinsip pendekatan personalisasi dalam pendidikan, di mana pengakuan terhadap kebutuhan dan keragaman emosional setiap individu adalah kunci utama.
      Dengan mengakui bahwa setiap orang memiliki 'locus' (pusat) kebahagiaan yang berbeda, kita bisa menerapkan strategi yang lebih adaptif dan efektif dalam menciptakan ekosistem belajar yang suportif dan inklusif..

      Hapus
  58. Nama: Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak, materinya cukup penting, menarik bagian membahas tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman, khususnya dalam berkarya. Saya setuju rasa aman itu bukan cuma soal diri, tapi juga mental, karena kalau siswa maupun guru merasa terpaksa dan takut salah mereka akan jadi kurang percaya diri.

    BalasHapus
  59. Nama: Maria ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas: V A PGSD

    Materi ini sangat sesuai dengan kondisi guru zaman sekarang.tekanan kerja dan tuntutan yang tinggi bisa banget memengaruhi kesehatan mental guru.penting banget buat guru untuk sadar akan hal ini dan mencari cara untuk menjaga diri.kesehatan psikologis guru adalah hal yang sangat penting di era modern ini.tekanan kerja dan tuntutan yang tinggi bisa memengaruhi kesehatan mental guru, sehingga perlu adanya kesadaran dan upaya untuk menjaga diri.

    BalasHapus
  60. Nama: Maria ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas: V A PGSD

    Konsep keamanan psikologis ini sangat menarik dan relevan dengan realita yang sering terjadi di lingkungan kerja kita. kadang, tanpa sadar, kita berada dalam lingkungan yang penuh tekanan, kritik, dan kurangnya dukungan. hal ini bisa membuat kita merasa tidak aman untuk berpendapat, berbagi ide, atau bahkan sekadar menjadi diri sendiri. materi ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang aman dan suportif, di mana setiap guru merasa dihargai dan didukung untuk berkembang.keamanan psikologis di tempat kerja adalah hak setiap guru. lingkungan kerja yang aman dan suportif akan membuat guru merasa dihargai, didukung, dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.oleh karena itu, penting bagi setiap sekolah untuk menciptakan budaya yang menghargai perbedaan, mendorong komunikasi yang terbuka, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh guru-guru mereka.

    BalasHapus
  61. Nama: Maria ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas: V A PGSD

    nahh ada pun tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis yang disebutkan dalam materi ini sangat penting untuk kita ketahui.seringkali, kita mengabaikan atau menyepelekan perasaan tidak nyaman yang kita rasakan di tempat kerja.padahal, jika dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional kita.dengan mengenali tanda-tanda ini, kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri kita sendiri, baik itu dengan mencari dukungan dari rekan kerja, atasan, atau bahkan profesional.mengenali tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis adalah langkah pertama untuk melindungi diri sendiri. jika kita merasa tidak nyaman, tertekan, atau tidak dihargai di tempat kerja, jangan ragu untuk mencari bantuan atau mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mental dan emosional kita.ingatlah bahwa kesehatan kita adalah prioritas utama, dan kita berhak untuk bekerja di lingkungan yang aman dan suportif.

    BalasHapus
  62. Nama: Maria ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas: V A PGSD

    Strategi untuk mendukung diri sendiri yang ditawarkan dalam materi ini sangat praktis dan mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.latihan grounding, membangun sistem pendukung, dan mengenali batasan diri adalah langkah-langkah sederhana yang bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan mental kita.terkadang, kita merasa malu atau enggan untuk meminta bantuan atau mengakui bahwa kita sedang mengalami kesulitan.padahal, dengan membuka diri dan mencari dukungan, kita bisa merasa lebih kuat dan mampu menghadapi tantangan yang ada.strategi untuk mendukung diri sendiri adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental dan emosional kita sebagai seorang guru.latihan grounding, membangun sistem pendukung, dan mengenali batasan diri adalah beberapa contoh strategi yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.jangan ragu untuk mencoba berbagai strategi yang berbeda dan menemukan apa yang paling cocok untuk kita.

    BalasHapus
  63. Nama: Maria ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas: V A PGSD

    Pentingnya menjaga kesejahteraan pribadi guru tidak bisa dianggap remeh.guru yang sehat secara fisik dan mental akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung bagi murid-muridnya.selain itu, guru yang sejahtera juga akan menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya tentang bagaimana menjaga diri sendiri dan menghargai kesehatan mental.dengan memprioritaskan kesejahteraan diri sendiri, kita tidak hanya memberikan yang terbaik bagi murid-murid kita, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi komunitas sekolah secara keseluruhan.

    BalasHapus
  64. Nama : Hizkia Thiofany
    Kelas: V A
    Npm : 2386206001

    Seorang guru dapat dipandang secara optimal dalam kinerja dan guru dapat menciptakan suasana kelas menjadi nyaman bagi peserta didik , memberikan contoh sederhana bagi peserta didik yaitu memberikan kontribusi positif kepada peserta didik.

    BalasHapus
  65. Materi ini sangat bagus, dapat mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengajar, tetapi juga tempat guru dan staf harus merasa aman untuk menjadi diri sendiri. Banyak pendidik yang pernah merasakan tidak nyaman ketika menyampaikan pendapat, takut di salah pahami, atau merasa disepelekan. Seperti komentar kolega, reaksi atasan, atau budaya sekolah bisa membuat seseorang enggan berbicara.

    BalasHapus
  66. Materi yang diberikan ini menggambarkan keadaan yang banyak dialami pekerja pendidikan. Sekolah sering dianggap tempat belajar yang aman bagi para siswa, tapi kadang justru menjadi sumber tekanan bagi seorang guru atau staf. Ketika lingkungan kerja tidak aman secara psikologis, misalnya ada rekan kerja yang membuat tidak nyaman, tuntutan berlebihan, atau kurangnya dukungan, itu bisa mempengaruhi fisik dan mental. Contoh tanda-tandanya itu seperti menghindari tempat kerja, cepat cemas, atau sakit fisik. Banyak pendidik mengalaminya tetapi sering menyepelekan karena merasa "harus kuat".

    BalasHapus
  67. Materi ini juga menunjukkan bahwa menjaga diri sendiri bukan egois, tetapi perlu. Pendidik memikul tanggung jawab besar, sehingga kesehatan mental mereka sangat mempengaruhi suasana sekolah dan proses belajar siswa. Keamanan psikologis itu penting karena ketika guru merasa aman, mereka bisa bekerja lebih tenang, lebih kreatif, dan lebih bahagia. Sebaliknya, jika guru merasa takut, cemas, atau tidak dihargai, performa kerja bisa menurun dan kesehatan mental ikut terdampak. Dari materi ini juga menunjukkan bahwa rasa aman bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang dihargai, didengarkan, dan boleh punya pendapat.

    BalasHapus
  68. Terima kasih bapak karena terlah memberikan materi ini, setelah saya baca materi bapak pada bagian materi ini, saya jadi kepikiran betapa rumitnya dunia pendidikan itu ya. Selama ini saya cuma lihat dari sisi pengajaran di kelas, tapi ternyata di belakang itu banyak banget tekanan yang dialami para pekerja sekolah, mau itu guru, staf, atau yang lainnya. Materi ini bilang kalau lingkungan kerja bisa makin susah kalau kurang dukungan dan keamanan psikologis. Saya rasa ini penting banget dibahas, karena kalau lingkungannya sudah nggak nyaman, pasti berpengaruh ke energi dan fokus guru di depan kelas. Sebagai calon guru, saya jadi sadar bahwa menciptakan suasana kerja yang saling mendukung itu sama pentingnya dengan menyiapkan pelajaran yang bagus. Kuncinya memang ada di dukungan dan rasa aman itu.

    BalasHapus
  69. Terima kasih bapak karena telah memberikan materi ini, setelah saya baca bagian materi ini, saya jadi kepikiran betapa sulitnya dunia pendidikan itu ya. Selama ini saya cuma lihat dari sisi pengajaran di kelas, tapi ternyata di belakang itu banyak banget tekanan yang dialami para pekerja sekolah, mau itu guru, staf, atau yang lainnya. Materi ini bilang kalau lingkungan kerja bisa makin susah kalau kurang dukungan dan keamanan psikologis. Saya rasa ini penting banget dibahas, karena kalau lingkungannya sudah nggak nyaman, pasti berpengaruh ke energi dan fokus Bapak/Ibu guru di depan kelas. Sebagai calon guru, saya jadi sadar bahwa menciptakan suasana kerja yang saling mendukung itu sama pentingnya dengan menyiapkan pelajaran yang bagus. Kuncinya memang ada di dukungan dan rasa aman itu.

    BalasHapus
  70. Dibagian materi bapak tentang Apa itu Keamanan Psikologis? ini penjelasannya juga penting, Bapak. Intinya dimateri ini bapak menjelaskan rasa aman psikologis itu adalah persepsi di mana kita merasa didukung dan nyaman buat mengambil risiko interpersonal. Maksudnya, nyaman buat ngomong, kasih pendapat, atau bahkan beda ide tanpa takut dihakimi atau mendapat reaksi negatif. Kalau di sekolah, ini berarti guru bisa bilang, " Saya butuh bantuan " atau " Menurut saya cara ini kurang efektif " tanpa khawatir jabatannya terancam atau dijauhi rekan kerja. Rasa aman ini beneran menjadi dasar, karena kalau kita sudah nyaman menyampaikan ide, pasti kreativitas juga muncul, dan ujung-ujungnya efektivitas organisasi di sekolah jadi naik. Menurut saya, hal ini yang paling sulit diwujudkan, tapi jadi sangat penting untuk kita.

    BalasHapus
  71. Materi bapak yang menjelaskan tentang Tanda-Tanda Lingkungan Kerja yang Tidak Aman Secara Psikologis itu juga sangat penting sih pak menrus saya, karena saya langsung terbayang betapa seriusnya dampak dari lingkungan yang tidak mendukung. Misalnya, materi bapak tentang Menghindari Tugas atau sampai mengalami Gangguan Fisik seperti sakit kepala atau masalah makan karena stres. Ini menunjukkan kalau masalah psikologis di tempat kerja itu bukan cuma soal perasaan sedih, tapi sudah berdampak fisik dan mengubah perilaku profesional. Jujur, sebagai mahasiswa, saya juga pernah merasakan stres yang sampai ke fisik. Jadi, saya bisa bayangin kalau hal ini dialami terus-menerus oleh Guru-guru, pasti itu berat. Materi ini membantu kami, sebagai calon guru, untuk tahu lebih awal dan juga bisa belajar, kalau gejala-gejala ini muncul, berarti ada yang salah dengan sistem kerjanya, bukan hanya salah individunya.

    BalasHapus
  72. Saya juga suka materi bapak pada bagian Strategi untuk Mendukung Diri Sendiri, khususnya di materi bapak Latihan Grounding dan Bangun Sistem Pendukung. Ini mudah dan cepat, Bapak. Latihan grounding seperti tarik napas hitungan tiga itu cara simpel tapi efektif buat menenangkan diri saat lagi panik atau tertekan. Terus, ide untuk Membangun Sistem Pendukung itu utama sekali. Di lingkungan kerja mana pun, punya teman yang bisa diajak cerita, jadi mentor, atau sekadar teman curhat yang bisa dipercaya itu adalah alat perlindungan diri yang utama. Beban pikiran pasti terasa ringan kalau dibagi, dan kita tidak harus menyelesaikan semuanya sendirian. Sebagai calon guru, saya akan coba terapkan ini, mencari rekan-rekan yang bisa jadi sistem dukungan yang solid nanti di tempat kerja.

    BalasHapus
  73. Dan materi bapak yang penting yang telah bapak jelaskan pada materi ini yaitu tentang hak untuk bekerja di lingkungan yang aman. Bagian yang menyarankan untuk mendokumentasikan setiap insiden jika merasa terancam atau diremehkan itu penting banget sebagai tindakan perlindungan diri. Seringkali orang memilih diam karena takut. Materi ini mengingatkan bahwa pendidikan adalah profesi yang sangat penting dan semua orang di dalamnya punya hak untuk sejahtera, baik fisik maupun mental. Ini bukan cuma tentang mengajar, tapi juga tentang menjaga kesehatan diri. Saya setuju dengan materi bapak, karena lingkungan kerja yang aman itu bukan cuma baik buat kita, tapi dampaknya positif ke seluruh komunitas sekolah. Kami sebagai calon guru perlu mengerti bahwa mencari dukungan itu bukan kelemahan, tapi hak dan rajin bekerja. Terima kasih untuk materinya bapak yang sangat bermanfaat ini untuk saya dan teman-teman lain untuk dimasa depan akan diingat baik-baik.

    BalasHapus
  74. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, materi ini mengingatkan bahwa guru juga membutuhkan rasa aman secara psikologis di tempat kerja. Jika lingkungan tidak mendukung, kinerja dan kesehatan bisa terganggu. Saya setuju bahwa dukungan sosial, memahami batas diri, dan menjaga kesejahteraan emosional sangat penting supaya guru bisa tetap sehat, bahagia, dan bekerja dengan baik.

    BalasHapus
  75. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, penting untuk membantu siswa melihat bahwa setiap orang bisa belajar matematika dengan cara dan kelebihannya masing-masing. Kalau matematika dibuat dekat dengan kehidupan nyata dan siswa diajak menyadari kekuatannya, mereka bisa lebih percaya diri dan tidak cepat merasa gagal.

    BalasHapus
  76. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, cara pandang siswa terhadap matematika sangat dipengaruhi oleh pengalaman mereka di kelas. Kalau guru bisa membantu siswa menemukan kekuatan mereka dan mengaitkan matematika dengan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari, siswa jadi lebih percaya diri. Dengan pendekatan seperti itu, matematika terasa lebih dekat dan tidak menakutkan.

    BalasHapus
  77. Menurut saya, topik keamanan psikologis untuk guru itu penting banget, apalagi di era sekarang. Guru bukan cuma dituntut profesional, tapi juga sering menghadapi tekanan dari lingkungan kerja, rekan, bahkan sistem. Kalau guru merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat atau ide, lama-lama bisa bikin tidak nyaman dan mengurangi semangat mengajar.

    BalasHapus
  78. Setuju skli dgn artikel ini pak karna menegaskan kembali betapa krusialnya psychological safety atau keamanan psikologis, tidak hanya untuk efektivitas organisasi tetapi juga sebagai fondasi kesehatan fisik dan mental individu di tempat kerja atau lingkungan pendidikan.

    BalasHapus
  79. Poin mengenai dampak rasa tidak aman secara psikologis yang dapat memperberat rutinitas kerja dan merusak lingkungan sungguh relevan, menyoroti urgensi bagi setiap pemimpin untuk memprioritaskan budaya saling dukung dan berani mengambil risiko interpersonal.

    BalasHapus
  80. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, materi ini menjelaskan pentingnya rasa aman bagi guru di sekolah. Guru perlu merasa nyaman saat menyampaikan pendapat dan ide. Lingkungan kerja yang aman membuat guru lebih percaya diri. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendukung, bukan menakutkan. Rasa tidak aman dapat membuat guru stres dan lelah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja guru. Oleh karena itu, keamanan psikologis sangat penting.

    BalasHapus
  81. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak aman dijelaskan dengan jelas. Guru bisa merasa takut, cemas, atau tidak nyaman saat bekerja. Tubuh guru sering memberi tanda seperti sakit kepala atau sulit tidur. Tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan. Guru perlu menyadari kondisi diri sendiri. Kesadaran ini membantu guru menjaga kesehatan. Lingkungan yang sehat mendukung kenyamanan kerja.

    BalasHapus
  82. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, dunia pendidikan memiliki banyak tantangan bagi guru. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menghadapi tekanan kerja. Kurangnya dukungan dapat membuat guru merasa sendirian. Lingkungan kerja yang aman membantu guru bekerja lebih baik. Rasa aman mendorong kerja sama antar guru. Sekolah yang mendukung menciptakan suasana positif. Suasana tersebut berdampak baik bagi pembelajaran.

    BalasHapus
  83. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, latihan grounding sangat membantu guru menenangkan diri. Guru dapat mengatur napas untuk mengurangi stres. Cara ini mudah dilakukan di mana saja. Latihan sederhana membantu guru lebih fokus. Guru yang tenang dapat berpikir lebih jernih. Emosi yang terkontrol mendukung pekerjaan guru. Kesehatan mental guru pun lebih terjaga.

    BalasHapus
  84. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, sistem pendukung sangat dibutuhkan oleh guru. Guru perlu memiliki teman berbagi di tempat kerja. Dukungan dari orang lain dapat meringankan beban. Guru juga perlu mengenali batas kemampuan diri. Mencari bantuan bukan tanda kelemahan. Guru berhak merasa aman di sekolah. Lingkungan aman mendukung kesejahteraan bersama.

    BalasHapus
  85. Menurut saya, artikel ini sangat tepat, karena dapat menekankan bahwa keamanan psikologis adalah kebutuhan dasar bagi guru agar dapat bekerja dengan sehat dan bahagia. Guru yang merasa aman untuk menyampaikan pendapat dan ide tanpa takut dihakimi akan lebih berani berinovasi dalam pembelajaran. Lingkungan kerja yang mendukung secara emosional juga membuat guru lebih fokus pada peran utamanya, yaitu mendidik dan mendampingi peserta didik dengan optimal.

    BalasHapus
  86. Saya sependapat bahwa lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental guru. Gejala seperti kecemasan, kelelahan emosional, hingga gangguan fisik sering kali dianggap sepele, padahal berakar dari tekanan kerja yang berkepanjangan. Artikel ini membuka kesadaran bahwa kesejahteraan guru perlu mendapat perhatian yang sama besarnya dengan pencapaian akademik sekolah.

    BalasHapus
  87. Artikel ini menggambarkan realitas dunia pendidikan yang penuh tantangan dan tanggung jawab besar. Menurut saya, tekanan tersebut akan terasa semakin berat apabila tidak diimbangi dengan dukungan dan rasa aman di lingkungan kerja. Oleh karena itu, membangun budaya saling menghargai dan mendukung antarwarga sekolah menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan semangat kerja para pendidik.

    BalasHapus
  88. Saya menilai daftar tanda lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis dalam artikel ini sangat relevan dan realistis. Banyak guru mungkin mengalami kondisi tersebut tanpa menyadari bahwa itu adalah sinyal peringatan dari tubuh dan pikiran. Dengan memahami tanda-tanda ini, guru diharapkan lebih peka terhadap kondisi diri sendiri dan tidak ragu untuk mencari bantuan.

    BalasHapus
  89. Menurut pendapat saya, strategi yang ditawarkan dalam artikel ini sangat aplikatif dan berpihak pada kesejahteraan guru. Latihan grounding, membangun sistem pendukung, serta mengenali batasan diri adalah langkah konkret yang bisa dilakukan dalam keseharian.

    Menjaga diri bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab profesional agar guru tetap sehat, produktif, dan mampu berkarya secara berkelanjutan.

    BalasHapus
  90. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Setelah membaca materi ini, saya merasa topik keamanan psikologis benar-benar dekat dengan realita di dunia pendidikan. Kadang kita datang ke sekolah bukan hanya membawa tugas dan tanggung jawab, tapi juga perasaan yang sedang tidak baik-baik saja. Menurut saya, ketika lingkungan kerja tidak memberi rasa aman untuk berbicara atau berpendapat, pelan-pelan semangat kerja bisa turun. Bukan karena enggak peduli, tapi karena takut salah dan takut disalahkan. Hal ini kalau dibiarkan terus-menerus bisa berdampak ke kesehatan mental dan cara kita menjalani profesi sebagai pendidik.

    BalasHapus
  91. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Saya setuju Pak, dengan penjelasan materi diatas bahwa rasa tidak aman secara psikologis sering muncul lewat tanda-tanda kecil seperti menghindari situasi tertentu atau merasa cemas berlebihan. Dari materi ini, saya jadi sadar Pak, bahwa banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa tubuh dan pikiran mereka sedang memberi sinyal lelah. Menurut saya, lingkungan kerja yang sehat seharusnya membuat kita merasa diterima, bukan justru merasa waswas setiap kali ingin menyampaikan ide. Nah, jadi kalau pendidik merasa aman, suasana kerja pasti akan lebih positif.

    BalasHapus
  92. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi ya, Pak. Menurut saya, bagian tentang sistem pendukung sangat relevan, terutama di lingkungan sekolah yang ritmenya cukup padat. Enggak semua masalah bisa diselesaikan sendiri, dan itu wajar. Kadang hanya dengan bercerita ke rekan kerja yang bisa dipercaya saja sudah cukup untuk meringankan beban. Saya merasa dukungan sosial ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar untuk menjaga kesehatan mental dan semangat bekerja sehari-hari.

    BalasHapus
  93. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi lagi, Pak. Setelah membaca materi ini, saya jadi refleksi ke pengalaman di lingkungan pendidikan, di mana kadang kita datang bekerja bukan cuma membawa tugas tapi juga perasaan yang belum tentu stabil. Ada dimana momen ketika kita ingin menyampaikan ide atau pendapat, tapi akhirnya dipendam karena takut salah atau takut respons dari orang lain. Menurut saya, kondisi seperti ini lama-lama bisa menguras energi dan menurunkan semangat kerja. Nah izin bertanya Pak, Apakah Bapak juga melihat bahwa rasa aman untuk berbicara sangat menentukan kenyamanan dan keberlanjutan kerja seorang pendidik?

    BalasHapus
  94. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Saya setuju nih Pak, sama materi diatas bahwa tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak aman sering kali muncul secara halus, seperti mulai menghindari situasi tertentu atau merasa cemas berlebihan tanpa alasan yang jelas. Dari materi ini, saya jadi sadar Pak, bahwa mungkin banyak pendidik yang sebenarnya sedang lelah secara mental, tetapi enggak tahu harus mulai dari mana untuk memperbaikinya. Nah, Izin bertanya yaa Pak, Menurut Bapak, apakah kesadaran akan keamanan psikologis ini sudah cukup diperhatikan di lingkungan sekolah kita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Izin jawab dari pertanyaanmu yah Ninda Amelia. Kalau dari yang saya alami dan lihat di lapangan, jujur aja kesadaran soal keamanan psikologis di sekolah itu belum sepenuhnya jadi perhatian utama. Kalau kita perhatikan banyak pendidik yang sebenarnya sudah lelah secara mental, tapi dianggap hal biasa. Saya sendiri pernah capek dan cemas, tapi bingung mau cerita ke siapa karena takut dinilai nggak kuat.

      Fokus sekolah sering masih ke target dan administrasi, bukan ke perasaan guru. Padahalkan tanda-tanda kelelahan itu ada, cuma yah sering nggak disadari aja. Walau begitu, sekarang ini mulai ada sudah sekolah dan pimpinan yang lebih terbuka dan mau mendengarkan. Menurut saya, ini penting banget sih supaya pendidik bisa merasa aman, betah, dan bertahan di dunia pendidikan.
      Semoga membantu😌

      Hapus
  95. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Izin untuk menanggapi pak, setelah saya baca pelan-pelan, materi ini benar-benar membuka ruang refleksi yang dalam pak, terutama bagi kita yang setiap hari terlibat di lingkungan sekolah. Diliat-liat selama ini, ketika bicara soal kualitas pendidikan, pasti fokusnya sering ke kurikulum, metode belajar, atau hasil akademik siswa. Padahal ada satu hal yang sering luput dibahas, semisal perasaan aman dan nyaman para pendidiknya sendiri. Jadi materi ini seperti mengingatkan bahwa sebelum bisa menciptakan lingkungan belajar yang sehat untuk siswa, sekolah harusnya menjadi tempat yang aman bagi orang-orang yang bekerja di dalamnya.

    BalasHapus
  96. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Kalau saya baca materi ini pak, rasanya kaya lagi diajak bercermin ke pengalaman sendiri di dunia pendidikan. Saya pribadi pernah ada di fase menahan ide. Bukan karena idenya buruk, tapi karena sudah kebayang respons yang mungkin muncul kaya disalahkan lah, disepelekan lah, atau dianggap ribet. Kalau begitu terus, malahan saya memilih diam dan bermain aman aja. Di titik itu saya sadar, ternyata rasa aman untuk bicara itu penting banget. Tanpa keamanan psikologis, guru bisa tetap bekerja, tapi rasanya cuma sekadar menjalani, bukan bertumbuh.

    BalasHapus
  97. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Menurut saya pak, materi ini lebih bagus lagi kalau dibahas bersama, bukan cuman dibaca sendiri pak. Keamanan psikologis bukan tanggung jawab individu saja, tapi budaya bersama. Kalau sekolah bisa jadi ruang yang aman untuk guru dan staf, dampaknya akan terasa ke seluruh ekosistem sekolah. Pada akhirnya, pendidikan yang baik lahir dari lingkungan kerja yang manusiawi.

    BalasHapus
  98. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Saya setuju bahwa mengenali batasan diri bukan tanda kelemahan, tapi justru bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Dalam dunia pendidikan, sering kali ada tuntutan untuk selalu siap dan kuat, padahal setiap orang punya batas energi dan emosi. Menurut saya, berani menarik “tali pengaman” saat merasa tertekan itu penting agar masalah tidak semakin menumpuk. Dengan menjaga diri sendiri, kita justru bisa bekerja lebih baik dan lebih bertahan dalam jangka panjang.

    BalasHapus
  99. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi ya, Pak. Secara keseluruhan, materi ini mengingatkan bahwa keamanan psikologis bukan hanya soal kenyamanan pribadi, tapi juga berpengaruh pada kualitas lingkungan sekolah secara keseluruhan. Saya setuju nih Pak, bahwa ketika pendidik merasa aman, didukung, dan dihargai, maka interaksi dengan siswa dan rekan kerja juga akan lebih positif. Menurut saya, menciptakan lingkungan kerja yang sehat berarti kita ikut menjaga kualitas pendidikan dan kesejahteraan semua pihak di dalamnya.

    BalasHapus
  100. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi lagi, Pak. Bagian tentang sistem pendukung menurut saya sangat relate, karena tidak semua masalah bisa diselesaikan sendiri. Kadang hanya dengan didengarkan saja sudah cukup membuat hati lebih ringan. Namun dalam kenyataannya, tidak semua orang merasa aman untuk berbagi cerita di tempat kerja. Nah izin bertanya Pak, Menurut Bapak, bagaimana seharusnya sekolah membangun budaya saling mendukung agar setiap individu merasa tidak sendirian?

    BalasHapus
  101. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Secara keseluruhan, materi ini membuat saya berpikir bahwa keamanan psikologis bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam satu lingkungan kerja. Jika pendidik merasa aman dan dihargai, tentu suasana belajar dan bekerja akan jauh lebih sehat. Menurut Bapak, langkah sederhana apa yang paling realistis dilakukan sekolah untuk mulai menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai ninda saya izin bantu menjawab ya.. Menurut saya, langkah paling sederhana dan realistis yang bisa dilakukan di sekolah adalah membangun kebiasaan komunikasi yang aman dan menghargai anak terlebih dahulu, dengan cara-cara sederhana yang mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dari sudut pandang siswa hal ini bisa memberi dampak besar. Siswa akan merasa lebih senang, merasa diakui keberadaannya, dan merasakan adanya keterbukaan dalam berinteraksi dengan guru. Dari situ, kepercayaan dan kenyamanan akan tumbuh, sehingga siswa tidak takut untuk bertanya, berpendapat, atau mencoba, karena mereka merasa lingkungan belajar benar-benar aman dan mendukung.

      Hapus
    2. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
      Kelas : VB PGSD
      Npm : 2386206035

      Sementara itu, antar guru dengan guru, keamanan psikologis bisa tercipta jika ada budaya saling menghargai pendapat, tidak saling menyalahkan, dan mau bekerja sama. Guru juga perlu merasa aman untuk berbagi kesulitan, mencoba pendekatan baru, dan mengakui keterbatasan tanpa takut dihakimi. Jika hubungan antar guru sehat dan saling mendukung, suasana positif itu akan menular ke siswa. Dengan kata lain, lingkungan aman secara psikologis tidak dibangun lewat aturan besar semata, tetapi melalui interaksi sehari-hari yang penuh empati, keterbukaan, dan rasa saling percaya di lingkungan sekolah.

      Hapus
  102. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Secara keseluruhan, materi ini membuka wawasan saya bahwa keamanan psikologis bukan sekadar konsep teori, tetapi kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan. Lingkungan kerja yang aman secara emosional sangat berpengaruh terhadap cara pendidik berpikir, bersikap, dan menjalankan perannya setiap hari. Ketika seseorang merasa didukung dan dihargai, ia akan lebih berani menyampaikan ide, bekerja dengan tenang, dan menjaga keseimbangan diri. Sebaliknya, rasa tidak aman yang dibiarkan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan mental, fisik, bahkan kualitas kerja. Menurut saya, upaya menjaga keamanan psikologis tidak bisa dibebankan pada individu saja, tetapi perlu menjadi budaya bersama di sekolah. Dengan saling peduli, membuka ruang komunikasi yang sehat, dan menghargai batasan setiap orang, lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat yang lebih manusiawi dan berkelanjutan bagi semua pihak.

    BalasHapus
  103. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    menurut saya, pembahasan tentang keamanan psikologis ini penting banget karena seringkali kita fokus ke tugas guru tanpa benar–benar memperhatikan perasaan dan dukungan yang mereka terima di lingkungan kerja.

    BalasHapus
  104. Nama: Patricia Nini Making
    kelas: 5C
    NPm: 2386206046

    izin menanggapi pak
    materinya bikin saya berpikir, apakah di sekolah kita nanti lingkungan kerjanya benar–benar mendukung, atau malah jadi sumber stres? kalau bisa, mampukah sekolah jadi tempat yang benar–benar aman secara psikologis?

    BalasHapus
  105. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    dari materi ini saya belajar bahwa kesehatan mental guru juga memengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kalau guru merasa aman dan bahagia, pasti energi positif itu akan tersalurkan ke siswa juga.

    BalasHapus
  106. Nama: Patricis Nini Making
    Kelas: 5C
    NpM: 2386206046
    izin bertanya ya pak,
    bagaimana peran kepala sekolah dan teman sejawat dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis pak?

    BalasHapus
  107. Nama: Patricia Nini making
    Kelas: 5C
    NPm: 2386206046
    menurut materi ini, kita bisa membangun keamanan psikologis sendiri. tapi kalau struktur sekolahnya memang tidak mendukung, apa langkah pertama yang sebaiknya dilakukan?


    BalasHapus
  108. Nama: Patricia Nini making
    Kelas: 5C
    NPm: 2386206046
    izin bertanya pak, kira-kira strategi apa yang paling efektif untuk meningkatkan keamanan psikologis guru di sekolah yang kulturnya masih cukup kaku atau kompetitif pak?

    BalasHapus
  109. nama : bangkit dwi prasetyo
    npm : 2386206044
    kelas : 5b

    Bangkit mau nanya nih, kita sebagai calon guru, kira-kira apa sih yang bikin guru bisa ngerasa aman dan nyaman pas ngajar di sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin menjawab ya bangkit.. menurut sudut pandang saya pribadi hal yang membuat kita merasa aman dan nyaman waktu ngajar disekolah itu adalah, yang pertama cintai pekerjaan /profesi kita terlebih dahulu, kita anggap sekolah itu adalah rumah kedua kita, jadi suasanaya bukan cuma sebagai tempat kerja tapi tempat untuk tumbuh dan belajar, Kalau suasana disekolah terasa aman, nyaman dan positif pasti guru jadi lebih betah dan ngga merasa terbebani . Yang kedua adalah hubungan antar guru sangatlah berpengaruh, kita harus bisa beradaptasi, saling menghargai dan yang paling penting adalah memahami karakter masing - masing guru bukan kita yang minta untuk dipahami, supaya kerjasama bisa berjalan dengan baik. Dan yang terakhir adalah rasa tulus dan ikhlas saat kita mengajari siswa, kalau niat kita benar - benar untuk mendidik dan mendampingi siswa, tekanan saat mengajar bisa terasa lebih ringan. Dengan lingkungan yang suportif, hubungan yang baik antar guru, dan niat yang tulus dalam mengajar, guru akan lebih percaya diri dan merasa nyaman menjalani peranya di sekolah. Semoga jawaban saya bisa membantu.. terimakasih.

      Hapus
  110. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    izin brrtanya ya pak,
    menurut materi ini, kita bisa membangun keamanan psikologis sendiri. tapi kalau struktur sekolahnya memang tidak mendukung, apa langkah pertama yang sebaiknya dilakukan?

    BalasHapus
  111. Nama: Patricia Ninj Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    dari materi ini saya belajar bahwa kesehatan mental guru juga memengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. kalau guru merasa aman dan bahagia, pasti energi positif itu akan tersalurkan ke siswa juga.terimakasuh banyak pak atas materinya

    BalasHapus
  112. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    izin menanggapi pak,
    materinya menyentuh banget saat bilang kalau lingkungan yang aman nggak hanya buat fisik, tapi juga buat berani menyampaikan pendapat tanpa takut dihakimi. saya jadi bertanya, apa indikator paling sederhana yang bisa kita gunakan buat menilai apakah sebuah sekolah sudah punya keamanan psikologis yang baik?

    BalasHapus
  113. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NpM: 2386206046
    srategi menjaga diri yang disebut dimateri ini sederhana tapi terasa realistis banget, misalnya latihan grounding dan membangun sistem dukungan. menurut saya ini bisa sangat membantu guru yang mulai merasa burnout.

    BalasHapus
  114. Nama: Patricia Nini making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    materinya bikin saya berpikir, apakah di sekolah kita nanti lingkungan kerjanya benar–benar mendukung, atau malah jadi sumber stres? kalau bisa, mampukah sekolah jadi tempat yang benar–benar aman secara psikologis

    BalasHapus
  115. Nama: Patricia Nini Making
    Kelas: 5C
    NPM: 2386206046
    izin menanggapi pak,
    menurut saya, pembahasan tentang keamanan psikologis ini penting banget karena seringkali kita fokus ke tugas guru tanpa benar–benar memperhatikan perasaan dan dukungan yang mereka terima di lingkungan kerja.

    BalasHapus
  116. Nama: Dominika Dew Daleq
    Npm: 2386206051
    Kelas: V.A

    Setelah membaca materi ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa keamanan psikologis di tempat kerja adalah hak setiap guru, guru perlu merasa didukung, nyaman menyampaikan pendapat, dan bebas dari rasa takut saat bekerja. Lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental guru. Adapun tanda-tanda lingkungan kerja tidak aman termasuk menghindari tugas tertentu, mimpi buruk, gangguan fisik seperti sakit kepala, rasa takut spesifik, dan masalah kesehatan mental seperti cemas atau depresi. Kalau kita sudah merasa mengalami hal ini, segera ambil langkah untuk jaga diri sendiri.

    ‎Strategi yang bisa dilakukan adalah latihan grounding untuk menenangkan diri, bangun sistem pendukung dengan rekan atau teman tepercaya, dan kenali batasan diri, kalau situasi membahayakan, dokumentasikan dan cari bantuan profesional.

    ‎Guru berhak bekerja dalam lingkungan yang aman dan mendukung, jaga kesejahteraan diri dengan langkah-langkah proaktif karena guru yang sehat mental akan memberikan dampak positif bagi siswa dan komunitas sekolah. Prioritaskan kesehatan fisik dan mental kita karena pekerjaan mengajar adalah profesi penting bagi masa depan anak bangsa.

    Terima kasih 🙏🏻

    BalasHapus
  117. Setuju sekali, Pak. Artikel ini mengingatkan kita bahwa kesehatan dan kebahagiaan adalah fondasi utama agar kita bisa terus berkarya dengan maksimal. Keseimbangan antara menjaga raga, ketenangan pikiran, dan rasa aman dalam bekerja memang sangat penting supaya kreativitas tidak terhambat oleh rasa cemas atau sakit. Terima kasih sudah berbagi pandangan yang sangat memotivasi ini agar kita lebih peduli pada kualitas hidup demi hasil karya yang lebih baik

    BalasHapus
  118. Okta Putri Aditai
    2386206060
    VB (PGSD) jadi tadi saya baca dari cerita ini tuh jadi kepikiran: gimana ya nanti caranya sekolah bisa benar-benar menciptakan keamanan psikologis untuk guru,dan bukan cuma sekadar slogan? kayak saat guru menyampaikan kritik atau ide baru gitu lo,nah jadi apakah sudah ada ruang yang aman tanpa takut disalahkan atau dinilai negatif. jadi bagi kalian teman teman langkah kecil apa yang paling realistis bisa dilakukan di sekolah supaya guru merasa lebih dihargai dan didengar?

    BalasHapus
  119. Okta Putri Aditai
    2386206060 untuk dari Cerita ini ada banyak juga ya menyinggung dampak lingkungan kerja terhadap kesehatan mental guru.nah jadi saya mau Pertanyakan ni teman teman, jadi gimana kalau guru sudah merasa tidak aman secara psikologis, na apa yang sebaiknya dilakukan terlebih dulu bertahan sambil beradaptasi atau berani menyuarakan kondisi tersebut? kayakkan saat ini tekanan datang dari atasan atau sistem sekolah, jadi untuk itu teman teman apa yang bagus untuk peran siapa yang paling penting untuk menciptakan perubahan guru sendiri, rekan kerja, atau pimpinan sekolah?

    BalasHapus
  120. Okta Putri Aditai
    2386206060
    VB (PGSD) jadi di cerita ini tu ada ngangkat isu yang sering kejadian tapi jarang dibahas ya, ternyata itu keamanan psikologis guru. wahhh Selama ini kita sering fokus ke hasil belajar siswa aja, tapi lupa kalau guru juga manusia emmm yang bisa capek mental juga bahkan pikiran yang ngga karuan. untuk itu mungkin ceritanya bisa ditambah, contoh situasi nyata di sekolah, misalnya guru yang takut menyampaikan pendapat saat rapat karena khawatir dianggap melawan atasan atau udah kepikiran deluan.misalnya ada contoh kecil kayak gini bikin pembaca makin relate dan sadar kalau rasa aman itu penting banget buat keberanian guru berinovasi di kelas dan di luar sekolah juga....

    BalasHapus
  121. OKTA PUTRI ADITIA
    2386206060
    5B (PGSD) setuju ni dengan pesan utama dari cerita ini lingkungan kerja yang aman secara psikologis bikin guru lebih bahagia dan produktif. Tapi akan lebih kuat lagi kalau ditambah contoh solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan. Misalnya, kepala sekolah membuka sesi diskusi santai tanpa menyalahkan, atau guru saling mendukung saat ada yang melakukan kesalahan.nah Dari contoh itu kelihatantan juga kan kalau keamanan psikologis nggak harus selalu hal besar, tapi bisa dimulai dari sikap saling menghargai sehari-hari gitu sih.

    BalasHapus
  122. OKTA PUTRI ADITIA
    2386206060
    5B (PGSD) ada ni Bagian yang membahas tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak aman itu menurutku penting banget, nah karena kadang orang nggak sadar kalau dirinya sudah tertekan. untuk itu, mungkin bisa ditambahkan contoh pengalaman guru, misalnya ni guru yang sering sakit kepala setiap mau berangkat ke sekolah karena merasa tertekan oleh tuntutan kerja. Contoh yang kayak gini tuh bikin pembaca lebih peka dan bisa refleksi ke diri sendiri atau lingkungan kerjanya.ya mungkin dari teman yang lain ada ta,bahan atau apa gitu yah boleh......

    BalasHapus
  123. Nama : Nadia Vega
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2386206063


    Saya merasa artikel ini menyampaikan pesan yang sangat relevan dan jarang dibahas secara mendalam dalam konteks pendidikan: bahwa kesejahteraan emosional siswa sama pentingnya dengan capaian akademik. Penjelasan tentang bagaimana lingkungan sekolah yang positif dapat membantu siswa merasa lebih termotivasi dan percaya diri membuat saya berpikir ulang tentang konsep “aman” dalam proses pembelajaran. Artikel ini memberikan saya inspirasi untuk lebih memperhatikan suasana kelas dan hubungan antar siswa agar mereka tidak hanya cerdas, tetapi juga merasa nyaman dan berdaya saat belajar.

    BalasHapus
  124. Nama : Nadia Vega
    Kelas : 5C PGSD
    NPM : 2386206063

    Artikel ini menurut saya sangat penting karena mengingatkan kita bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar akademik, tetapi juga ruang di mana kesehatan emosional siswa harus diperhatikan. Saya suka bagaimana penulis menekankan bahwa keamanan emosional merasa aman, dihargai, dan bebas berekspresi bisa berdampak besar terhadap kebahagiaan dan produktivitas peserta didik. Artikel ini membuka wawasan saya bahwa kondisi emosional yang baik justru menjadi fondasi bagi proses belajar yang optimal, bukan sekadar tujuan tambahan.

    BalasHapus
  125. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya setuju sekali dengan materi yang bapak sampaikan ini, karena menurut saya keamanan psikologis itu krusial banget di sekolah. kadang kalau lingkungan kerja tidak sehat, kita jadi sering mimpi buruk atau malah gampang sakit kepala karena stres. kemudian saya juga jadi tahu ternyata kalau lagi ngerasa tertekan di lingkungan sekolah, latihan grounding sesimpel tarik nafas itu ngaruh banget ya buat ngebalikin keseimbangan diri. kita memang harus kenal batasan diri dan tidak boleh ragu cari bantuan kalau situasinya sudah mulai membahayakan kesehatan mental kita.

    BalasHapus
  126. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Menurut saya keamanan psikologis adalah hal yang sangat penting di lingkungan sekolah keamanan ini berarti guru dan staf merasa aman untuk berbicara, bertanya, dan berpendapat tanpa takut disalahkan jika seseorang merasa tertekan atau takut, maka kinerjanya akan menurun termasuk dalam mengajar oleh karena itu seluruh warga sekolah perlu memahami pentingnya menciptakan suasana kerja yang saling mendukung agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  127. Nama : Muhammad nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Materi ini menunjukkan bahwa pimpinan sekolah memiliki peran besar dalam menjaga kenyamanan guru dan staf menurut saya kepala sekolah dan pihak manajemen perlu memastikan bahwa tidak ada suasana kerja yang membuat orang takut atau tertekan sekolah perlu menyediakan ruang diskusi yang aman dan mendukung guru untuk menyampaikan pendapat jika guru merasa dihargai mereka akan lebih bersemangat dan kreatif dalam mengajar.

    BalasHapus
  128. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    izin menambahkan pak Dalam menghadapi lingkungan kerja yang kurang nyaman menurut saya kita perlu melakukan langkah-langkah sederhana untuk menjaga diri sendiri misalnya dengan mengatur napas saat merasa tertekan atau berbagi cerita dengan rekan kerja yang dipercaya jika masalah terasa berat mencatat kejadian yang dialami dan mencari bantuan dari pihak yang tepat juga sangat penting langkah ini dilakukan bukan untuk mencari masalah tetapi untuk melindungi kesehatan mental kita sendiri.

    BalasHapus
  129. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Menurut saya setiap guru dan tenaga pendidikan berhak bekerja di lingkungan yang aman dan nyaman tidak seharusnya guru merasa takut atau tertekan saat menjalankan tugasnya lingkungan kerja yang sehat adalah hak dasar bukan permintaan berlebihan dengan memperjuangkan keamanan psikologis kita sedang menjaga martabat guru dan memastikan bahwa pendidikan berjalan dengan baik untuk semua pihak.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak