Mengatasi Fobia Terhadap Matematika: Pemahaman dan Upaya Mengatasinya


Fobia terhadap matematika, sering kali disebut sebagai "math anxiety" adalah fenomena yang cukup umum terjadi di kalangan siswa di berbagai jenjang pendidikan. Fobia ini dapat mempengaruhi kinerja akademis dan menyebabkan seseorang menghindari pelajaran matematika, mata kuliah, atau bahkan program studi yang melibatkan matematika.  Selain itu, Ketakutan ini dapat memicu berbagai reaksi fisik dan emosional seperti kecemasan, panik, bahkan menghindari situasi yang melibatkan angka dan perhitungan. Fobia ini tidak hanya dialami oleh peserta didik saja lho ya, tetapi juga oleh orang dewasa!!!

1. Penyebab Fobia Terhadap Matematika

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami fobia terhadap matematika, antara lain:

  • Pengalaman Negatif di Masa Lalu: Pengalaman buruk terkait matematika, seperti gagal dalam ujian atau mendapat kritik tajam dari guru, atau diejek karena tidak bisa matematika yang mana dapat menimbulkan trauma dan rasa takut terhadap matematika.
  • Metode Pengajaran yang Tidak Efektif: Metode pengajaran yang terlalu kaku, monoton, atau kurang menarik yang membuat peserta didik merasa bosan dan tertekan. Ketika peserta didik merasa tidak mampu mengikuti pelajaran, rasa cemas pun muncul.
  • Tekanan Sosial dan Harapan Tinggi: Ekspektasi yang tinggi dari orang tua, guru, atau lingkungan sosial terhadap prestasi matematika dapat memberikan tekanan tambahan kepada peserta didik. Tekanan ini dapat menimbulkan rasa cemas yang berujung pada fobia.
  • Kurangnya Pemahaman Konseptual: Peserta didik yang tidak memahami konsep dasar matematika dengan baik cenderung merasa kewalahan ketika dihadapkan pada materi yang lebih kompleks. Hal ini bisa memicu rasa takut dan cemas.
  • Stereotip Gender**: Dalam beberapa budaya, terdapat stereotip bahwa laki-laki lebih unggul dalam matematika dibandingkan perempuan. Stereotip ini dapat memengaruhi kepercayaan diri peserta didik perempuan dan menimbulkan kecemasan ketika belajar matematika.
  • Faktor genetik: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan faktor genetik yang mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengalami fobia matematika.

2.       Dampak Fobia Terhadap Matematika

Fobia terhadap matematika tidak hanya berdampak pada prestasi akademis, tetapi juga dapat memengaruhi aspek lain dalam kehidupan seseorang, termasuk:

  • Penurunan Prestasi Akademis: Peserta didik yang mengalami fobia matematika sering kali mengalami kesulitan dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas-tugas matematika. Hal ini dapat menyebabkan penurunan nilai dan kegagalan dalam ujian.
  • Penghindaran Matematika: Peserta didik yang merasa cemas terhadap matematika cenderung menghindari pelajaran ini. Mereka mungkin memilih jurusan atau karier yang tidak melibatkan matematika, meskipun sebenarnya mereka memiliki potensi di bidang tersebut.
  • Dampak Psikologis: Rasa takut dan cemas yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kesehatan mental Peserta didik. Mereka mungkin mengalami stres, rasa tidak percaya diri, dan bahkan depresi.
  • Hambatan dalam Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Matematika melibatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang penting. Siswa yang menghindari matematika mungkin kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan ini.

 

3.       Mengatasi Fobia Terhadap Matematika

 

Untuk mengatasi fobia terhadap matematika, diperlukan pendekatan yang holistik dan inklusif. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh guru, orang tua, dan peserta didik:

 

  • Ubah MIndset: Gantilah pikiran negatif tentang matematika dengan pikiran yang lebih positif. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk belajar matematika, dan dengan usaha yang konsisten, Anda pasti bisa menguasainya. Peran penting mindset dalam suatu hasil Penelitian menunjukkan bahwa memiliki mindset pertumbuhan (growth mindset) yang percaya bahwa kemampuan matematika dapat ditingkatkan melalui usaha, dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan prestasi dalam matematika.
  • Membangun Pemahaman Dasar yang Kuat: Peserta didik perlu dibantu untuk memahami konsep dasar matematika dengan baik. Guru dapat menggunakan pendekatan yang lebih kreatif dan kontekstual untuk menjelaskan konsep-konsep yang sulit. Dengan pemahaman yang kuat, siswa akan merasa lebih percaya diri dan tidak mudah cemas ketika dihadapkan pada masalah matematika.
  • Menerapkan Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan: Guru dapat menerapkan berbagai metode pembelajaran yang lebih menyenangkan, seperti permainan matematika, proyek berbasis masalah, atau penggunaan teknologi interaktif. Pendekatan ini dapat membuat peserta didik merasa jadi lebih tertarik (hingga menjadi suka) dan termotivasi dalam belajar matematika.
  • Mengurangi Tekanan dan Meningkatkan Dukungan Emosional: Guru dan orang tua perlu mengurangi tekanan terhadap peserta didik dan memberikan dukungan emosional yang memadai. peserta didik perlu merasa bahwa mereka didukung dan dihargai, terlepas dari hasil akademis yang mereka capai.
  • Mengubah Persepsi Terhadap Matematika: Mengubah persepsi negatif terhadap matematika adalah langkah penting dalam mengatasi fobia ini. Guru dapat menunjukkan bahwa matematika adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dan memiliki banyak aplikasi praktis. Dengan memahami relevansi matematika, siswa mungkin merasa lebih termotivasi untuk belajar.
  • Mengajarkan Teknik Relaksasi dan Manajemen Stres: Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau visualisasi positif dapat membantu siswa mengurangi rasa cemas. Mengajarkan manajemen stres kepada peserta didik juga dapat membantu mereka menghadapi situasi yang menegangkan dengan lebih tenang.
  • Mendorong Kolaborasi: Pembelajaran kolaboratif dapat membantu peserta didik merasa lebih nyaman dan terbuka dalam belajar matematika. Diskusi kelompok memungkinkan peserta didik untuk berbagi pemahaman dan mendapatkan perspektif baru, yang dapat mengurangi rasa takut dan cemas.
  • Mengatasi Stereotip Gender: Penting untuk mengatasi stereotip gender yang berkaitan dengan matematika. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong peserta didik dari semua gender untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran matematika.
  • Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif: Umpan balik yang positif dan konstruktif dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Guru harus memastikan bahwa mereka memberikan apresiasi atas usaha siswa, bukan hanya hasil akhir. Hal ini dapat membantu peserta didik merasa lebih percaya diri dan mengurangi rasa takut terhadap kesalahan.
  • Pelibatan Orang Tua dalam Pembelajaran: Orang tua dapat berperan aktif dalam mendukung pembelajaran matematika di rumah. Mereka dapat membantu anak-anak mereka dengan memberikan dukungan emosional, membantu dalam pengerjaan tugas, atau bahkan terlibat dalam kegiatan matematika yang menyenangkan di rumah.

Fobia matematika tentunya merupakan masalah yang dapat diatasi dengan berbagai cara. Dengan dukungan yang tepat, perubahan mindset, dan usaha yang konsisten, siapa pun dapat mengatasi ketakutan terhadap matematika dan mencapai kesuksesan dalam belajar. Mari tetap semangat dalam belajar matematika.

 

Referensi artikel dari

1. Ashcraft, M. H., & Moore, A. M. dengan judul Mathematics Anxiety and the Affective Drop in Performance. 

2. Dowker, A., Sarkar, A., & Looi, C. Y. dengan judul  Mathematics Anxiety: What Have We Learned in 60 Years?

3. Maloney, E. A., & Beilock, S. L. dengan judul Math Anxiety: Who Has It, Why It Develops, and How to Guard Against It.

 




113 Komentar

  1. Nama: Maya Apriyani
    Npm: 2386206013
    Kelas: V.A

    setelah membaca blog ini saya rasa, saya juga pernah mengalami fobia matematika seingat saya itu pada saat jenjang sekolah dasar dan pada saat smp pada saat itu saya sangat penghindari mata pelajaran matematika rasanya kalau sudah jadwal matematika itu saya pengen pulang ndak mau ikut belajar. perasaan takut saya itu timbul karena beberapa hal, yang pertama pada saat sekolah dasar yang mengajari matematika itu adalah kepala sekolah yang di mana kepala sekolah ini terkenal sangat galak pada saat itu saya di suruh mengerjakan soal di depan lalu saya tidak tau jawabannya dan langsung di marah, itu pemicu pertama saya tidak suka matematika, kedua itu guru saya itu kalau menjelaskan terlalu sulit di mengerti oleh saya, dan saya belum paham pada satu materi itu tapi sudah di lanjutkan ke materi lain. karena rasa takut pada saat sd itu sudah pembentuk pemikiran saya bahwa pelajran matematika adalah pelajaran yang paling saya tidak sukai. pada saat smp pun saya merasakan hal yang di mana guru menjelaskan dengan langkah yang terlalu berbelit-belit dan terlalu kaku.
    tapi setelah saya masuk sma pemikiran itu mulai berubah saya mendapatkan guru matematika yang sangat hebat saya tidak mengerti kenapa pada saat dia menjelaskan matematika itu rasanya berbeda tidak seperti pada saat smp dan sd, ketika dia menjelaskan saya mudah memahami materi yang di berikan, dan bahkan pada saat di suruh mengerjakan tugas saya sering mendapat menilai yang baik, mulai dari situ mulai rasa suka terhadapat belajar matematika, setelah kuliah melewati beberapa semester dengan adanya belajar matematika yang di ajarkan oleh Bapak, saya merasa belajar matematika menjadi lebih menarik....
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022 K
      elas : VB (PGSD)

      Setuju, Maya tadi jadi bukti nyata kalau fobia matematika seringkali muncul karena faktor lingkungan dan cara mengajar yang kurang tepat di masa kecil. Benar kata artikel ini, keberhasilan belajar kuncinya ada pada pondasi dasar dan rasa percaya diri siswa.

      Dari sini kita belajar kalau peran guru sangat vital. Matematika yang tadinya "menakutkan" bisa jadi menyenangkan kalau dibawakan dengan metode yang sederhana dan suasana yang nyaman. Sebagai calon guru SD, ini jadi pengingat untuk kita agar selalu membangun kedekatan emosional dengan siswa supaya mereka tidak trauma dengan matematika sejak dini. terimakasih maya

      Hapus
  2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Menurut saya Pak, saya simpulkan dari materi ini adalah bahwa fobia kepada matematika ini muncul akibat pengalaman negatif tekanan sosial metode pengajaran yang kurang efektif serta persipasi terhadap kemampuan diri sendiri yang dapat menurunkan prestasi Akademi, karena kurangnya rasa percaya diri dan meragukan diri sendiri. Untuk mengatasinya kita dapat menggunakan strategi yang telah tertera di materi yaitu yang dapat diterapkan oleh guru, orang tua dan peserta didik adalah ubah mindset membangun pemahaman dasar yang kuat, menerapkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, mengurangi tekanan dan meningkatkan dukungan emosional, mengubah partisipasi terhadap matematika, mengajarkan teknik relaksasi dan stres, mendorong kolaborasi mengatasi stereotip gender memberikan umpan balik dan pelibatan orang tua dalam pembelajaran. Dengan dukungan yang tepat dan juga usaha yang konsisten rasa takut terhadap matematika ini dapat kita Ubah menjadi rasa percaya diri. Sehingga dapat belajar dengan tenang dan juga berpikir kritis🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat isdiana, bahwa fobia matematika dapat muncul akibat pengalaman negatif, tekanan sosial, metode pengajaran yang kurang efektif, dan persepsi terhadap kemampuan diri sendiri yang negatif.

      Strategi yang kamu sebutkan juga sangat tepat, yaitu mengubah mindset, membangun pemahaman dasar yang kuat, menerapkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, dan lain-lain. Dengan dukungan yang tepat dan usaha yang konsisten, kita dapat membantu siswa mengatasi fobia matematika dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
      Dengan begitu, mereka dapat belajar dengan tenang, berpikir kritis, dan mengembangkan kemampuan matematika yang lebih baik.
      Juga, penting bagi kita untuk terus mengembangkan diri dan mencari strategi pembelajaran yang lebih efektif, sehingga kita dapat membantu siswa mencapai potensi maksimal mereka.

      Hapus
    2. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Ijin nimbrung di pembahasannya Isdiana dan Dina, Saya setuju banget kalau pondasi dasar itu jadi kunci utama. Berdasarkan artikel yang kita pelajari, emang bener kalau fobia matematika ini bukan cuma masalah "nggak bisa hitung", tapi lebih ke arah psikologis atau mental block.
      Setuju dengan poin Isdiana soal mengubah mindset. Kalau dari yang saya baca di artikel, penting banget buat kita sebagai calon guru nanti untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Maksudnya, siswa nggak boleh merasa "takut salah". Karena seringkali fobia itu muncul karena trauma dimarahi atau dipermalukan saat salah jawab soal.
      Tambahan sedikit dari saya, selain strategi yang sudah disebutkan, teknik relaksasi dan visualisasi (seperti menggunakan alat peraga yang konkret) juga ampuh banget buat nurunin kecemasan siswa. Jadi, matematika nggak lagi kelihatan kayak "monster" yang abstrak, tapi sesuatu yang nyata dan menyenangkan.
      Semangat buat kita semua calon pendidik, semoga nanti kita bisa bantu siswa-siswa kita jadi lebih percaya diri sama matematika! 🙏✨

      Hapus
  3. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2386206125
    Kelas : 5D PGSD

    Banyak orang (termasuk saya) menganggap kalau matematika itu kaya monster yang menakutkan. Rumus di mana-mana, angka yang bikin pusing, dan soal cerita yang bikin bingung.

    Tapi sebenarnya, fobia matematika itu bukan berarti kita bodoh, iya kan?

    Seperti beberapa penyebab yang sudah Bapak jelaskan di atas itu bisa jadi aasan kita menganggap matematika itu menyeramkan. Jadi, bukan salah kita kalau merasa takut duluan kalau tiap liat soal matematika.

    Yang salah itu kalau kita ga berani untuk mencoba belajar, iya kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Saya suka banget tulisan Bapak kali ini, karena bukan hanya bisa jadi bekal untuk saya di masa depan nanti kalau bertemu anak yang tidak menyukai matematika, tapi tips-tipsnya tadi bisa saya terapkan langsung!

      Dengan tau penyebabnya, entah itu karna guru killer, nilai jeblok, atau karena tekaan dari orang tua, kita bisa jadi lebih paham diri sendiri. Intinya, maksud dari artiel ini fobia matematika itu bisa dijinakkan kalau kita tau akar masalahnya.

      Hapus
    2. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Kalau dari pengalaman pribadi saya, saya mulai kurang menyukai dan kadang menghindari matematika itu saat saya duduk di bangku SMA. Karena guru saya mohon maaf, sudah lumayan tua, jadi cara penyampaian materinya kureng gitu hehehe.

      Saya jadi ngantuk di kelas. Cepet bosan. Cepet-cepet pengen pulang.

      Dan yang mengalami itu bukan cuma saya sendiri aja lho, tapi juga teman-teman sekelas saya mengalami hal yang sama. Jadi, guru sangat berperan penting untuk mentransfer ilmu ke siswanya dengan cara yang juga relevan, agar pembelajaran berjalan dengan baik dan maksimal.

      Hapus
    3. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Semua yang mampir di bloknya Pak Nurdin kan calon guru nih. Yuk mulai hari ini kita sama-sama belajar kalau matematika ga semenyeramkan itu. Masa mau jadi guru kelas eh gurunya malah takut sama matematika (reminder buat saya sendiri juga nih).

      Kalau kita bisa ubah cara pandang, matematika mungkin bisa jadi sahabat, bukan musuh apalagi monster. Dengan latihan rutin dan mindset positif, pelan-pelan rasa takut itu bisa berubah jadi rasa penasaran.

      Hapus
    4. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Jadi guys, fobia matematika itu bukan akhir dunia yaa..

      Tulisan Pak Nurdin kali ini ngasih semangat kalau semua orang bisa belajar, asal tau caranya. Saya juga lagi membujuk diri saya nih buat berdamai sama angka dan rumus yang rumit *hehehe.

      Hapus
  4. Bener banget fobia matematika itu sangat mengganggu pikiran belum lagi memikirkan kalau kita nggak bisa matematika kita nggak bisa mengerjakan tugas ini, atau kita tidak bisa mendapatkan nilai yang bagus, pernah merasa juga ketika dihadapkan dengan soal-soal matematika kita menjadi orang yang paling takut saat menjawab soal tersebut karena memikirkan hasil dari pengerjaan dan nilai kita.
    Fobia matematika itu memiliki beberapa penyebab yang mungkin sudah hampir semuanya disebutkan pada laman ini ,mulai dari pengalaman negatif di masa lalu ,metode pengajaran yang diterapkan guru di kelas itu tidak efektif ,tekanan sosial dan harapan tinggi dari orang tua, belum lagi ketika kita susah memahami pemahaman konseptual yang dijelaskan.
    Tapi kalau untuk saya sendiri untuk dampak phobia yang di bagian gender saya tidak terlalu memikirkannya karena menurut saya laki-laki dan perempuan itu mempunyai otak yang sama, mereka bisa sama-sama berpikir kan?tergantung dari orangnya lagi terus, kalau untuk faktor genetik dari beberapa teori yang saya baca faktor genetik itu tidak mempengaruhi bagaimana seseorang itu belajar dan memahami suatu pembelajaran .
    Sangat terbantu dengan uraian laman ini pada bagian cara mengatasi phobia terhadap matematika saya rasa semua orang perlu membaca laman ini agar mereka bisa merubah mindset mereka tentang pembelajaran matematika yang tidak semenakutkan dan menyeramkan itu.

    BalasHapus
  5. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Materi diatas memberikan gambaran yang sangat cukup komprehensif/lengkap mengenai penyebab, dampak, dan juga strategi mengatasi pobia matematika. Saya sangat sependapat bahwasannya pobia matematika itu bukanlah sekrdar "takut pelajaran sulit" tetapi juga merupakan kondidsi psikologis yang kompleks dan juga dapat muncul karena akibat pengalaman buruk, tekanan lingkungan, dan juga karena metode pembelajaran yang kurang tepat. Pada penjelasan mengenai mindset bisa mengubah cara siswa menghadapi tantangan matematika itu menjadi poin penting yang perlu diperhatikan oleh para guru, orang tua, dan juga pendidik di semua jenjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Setuju Nanda, poin kamu soal fobia matematika sebagai kondisi psikologis yang kompleks itu sangat tepat. Memang peran kita sebagai calon guru dan juga orang tua sangat penting untuk mengubah mindset siswa agar tidak lagi merasa tertekan.
      Kalau merujuk ke materi, kunci utamanya adalah konsistensi dalam memberikan dukungan emosional dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar rasa takut itu berubah menjadi rasa percaya diri. Semangat ya buat kita semua

      Hapus
  6. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Saya sangat setuju mengenai pandangan kalau pobia matematika itu tidak hanya berdampak pada niat saja, namun juga pada aspek psikologis siswa seperti stres, rasa tidak percaya diri, bahkan bisa juga karena depresi. Oleh karena itu, strategi yang disebutkan seperti penggunaan metode pembelajran yang menyenangkan, permainan yang edukatif, dan juga media interaktif itu menjadi sangat releven. Ketika matematika itu kita sajikan dengan cara yang lebih ramah dan juga menarik, maka siswa akan dapat belajar tanpa merasa ada ketakutan dan juga perlahan dapat mengubah pengalaman emosional mereka menjadi lebih positif.

    BalasHapus
  7. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Pada materi diatas ini menurut saya cukup tepat dalam menekankan betapa pentingnya mengenai pemahaman konsep dasar sebagai fondasi untuk mengurangi kecemasan matematika. Sangat banyak sekali siswa yang mengalami ketakutan karena mereka tidak benar-benar memahami apa yang dipelajari oleh mereka sejak awal, sehingga pada saat pembelajaran selanjutnya membuat mereka semakin terasa berat. Menurut saya lingkungan belajar yang bebas tekanan itu dapat membantu kepada para siswa buat mereka menjadi lebih percaya diri lagi dalam menanggapi mata pelajaran matematika.

    BalasHapus
  8. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Materi ini menjelaskan fobia terhadap matematika dengan jelas mulai dari penyebab , dampak , hingga gimana cara mengatasinya , penekanan bahwa fobia matematika itu bisa dialami oleh siswa maupun orang dewasa membuat pembahasan akan lebih relevan , penyebab seperti pengalaman buruk , tekanan sosial hingga metode belajar yang kurang tepat dijelaskan dengan baik dan sangat sesuai dengan kondisi di lapangan .

    Fobia terhadap matematika itu sering kali di sebut sebagai “mata anxiety” itu adalah fenomena yang cukup sering sekali terjadi di kalangan siswa di berbagai jenjang pendidikan , fobia nya itu dapat mempengaruhi kinerja akademis dan menyebabkan seseorang menghindari pelajar matematika , selain itu ketakutan itu dapat memicu berbagai reaksi fisik dan emosional seperti kecemasan , panik , bahkan bisa menghindari situasi yang melibatkan angka dan juga perhitungan , fobia ini tidak hanya dialami oleh peserta didik aja ternyata , tetapi juga oleh orang dewasa .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Oktavia Ramadani
      NPM : 2386206086
      Kelas : 5D

      Izin menambahkan pak , ternyata dampaknya juga digambarkan secara realistis terutama bagaimana fobia pada matematika itu dapat menurunkan prestasi , mengurangi kepercayaan diri dan membuat siswa menjauh dari pelajaran matematika, bagian solusi disampaikan secara komprehensif , terutama pentingnya dalam mengubah mindset , membangun pemahaman dasar , serta bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tanpa adanya suatu tekanan .

      Hapus
  9. Nama : Oktavia Ramadani
    NPM : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin bertanya pak , dan teman “ semua jika ingin menjawab pertanyaan saya , saya ingin tahu sekali sih menurut bapa dan teman “ semua , bagaimana guru di kelas bisa mengenali sejak awal bahwa siswa itu sedang mengalami fobia pada matematika ? Dan strategi apasih yang paling efektif untuk di terapkan guru untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika dikelas ? ☺️☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Oktavia saya izin menjawab pertanyaanya ya
      Menurut saya cara guru bisa mengenali bahwa siswa tersebut mengalami fobia pada matematika ialah dengan cara memperhatikan gaya belajarnya saat pembelajaran matematika berlangsung.
      Biasanya anak-anak dengan fobia pada matematika ketika dihadapkan oleh tugas atau ditunjuk untuk menjawab pertanyaan dari kita mereka akan merasa cemas, panik ,dan juga takut ,serta tegang, itu bisa jadi anak tersebut kurangnya pemahaman tentang konseptual dalam matematika(permasalahan pada poin ke-4), peserta didik yang tidak memahami konsep dasar matematika dengan baik cenderung merasa kewalahan ketika dihadapkan pada materi yang lebih kompleks atau ketika dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan seperti soal atau pertanyaan yang kita ajukan.
      Lalu strategi yang paling efektif untuk diterapkan guru untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika di kelas ialah:
      Pertama-tama memberikan pemahaman kepada siswa bahwasannya matematika itu tidak menakutkan dan tidak menyeramkan ketika kita memahami konsep matematika.
      Selanjutnya guru bisa membangun hubungan yang baik terhadap siswa dalam pembelajaran matematika misalnya ,ketika selesai menjelaskan pembelajaran matematika guru bisa bertanya bagian mana yang belum dipahami atau setelah penjelasan ibu guru bertanya, apakah ada yang mau ditanyakan? nah ini bisa menjadi alat pengukur untuk bisa mengukur siswa atas pemahaman pembelajaran yang telah kita langsungkan.
      Lalu guru bisa memberikan pembelajaran matematika menggunakan metode pembelajaran yang efektif seperti bisa mengaitkan pembelajaran secara kontekstual melalui kegiatan-kegiatan nyata siswa atau bisa menggunakan games atau juga bisa menggunakan cerita-cerita yang bisa menciptakan stimulus dan mengakibatkan timbulnya respon dari siswa tersebut.
      Lalu yang terakhir guru juga bisa sering melakukan evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa seperti memberikan tugas-tugas rumah ataupun tugas yang bisa dikerjakan di kelas dan membimbing siswa dalam menyelesaikan tugas tersebut agar kita sebagai guru mengetahui bagian mana yang belum dipahami,setelah mengetahui bagian mana yang belum dipahami oleh siswa kita sebagai guru memberikan solusi ataupun memberikan arahan untuk menyelesaikan permasalan tersebut.

      begitu dari saya ka semoga bermanfaat....

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Oktavia Ramadani, menurut sepengetahuan yang aku ketahui sih ya Via cara untuk mengenalinya sejak awal itu bisa di lihat dari jika siswa tersebut itu sering kali merasa cemas, lalu suka menghindari pelajaran matematika, lalu sering merasa takut salah, dan juga prestasinya tetap saja turun meskipun siswa tersebut sudah terus berusaha. Nahh strategi yang aku ketahui sih strategi yang paling efektifnya itu mungkin bisa dengan menciptakan kelas yang aman tanpa ada menyalahkan siswa, lalu bisa menggunakan pendekatan kontekstual, bertahap, dan juga memeberikan penguatan yang positif.

      Hapus
    3. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Izin menanggapi pertanyaannya, Oktavia! Menurut materi yang saya baca, guru bisa mengenali fobia ini dari gejala fisik siswa seperti keringat dingin atau panik saat ada tugas matematika.
      Strategi paling efektif yang bisa kita terapkan adalah membangun pemahaman dasar yang kuat dan memberikan dukungan emosional. Dengan memastikan siswa paham konsep dari nol dan merasa aman untuk bertanya tanpa takut salah, kecemasan mereka perlahan akan berkurang. terimakasihh🙏✨

      Hapus
    4. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari kak Oktavia, cara paling mudah mengenalinya mungkin dengan memperhatikan sikap tubuh dan respon siswa, biasanya siswa yang fobia terlihat sangat tegang lalu menghindari kontak mata saat ditanya soal angka, untuk strategi yang dapat di gunakan adalah dengan membangun kedekatan emosional, jangan langsung masuk ke materi yang berat tapi bisa diawali dengan perbincangan santai atau bisa juga dengan game kecil yang ada unsur menghiungnya.
      semoga dapat membantu menjawab pertanyaan dari kak Oktavia

      Hapus
  10. Beberapa penyebab phobia terhadap matematika yang telah diuraikan pada laman ini pernah saya alami khususnya pada poin satu dan juga poin dua.

    Nah pada poin satu ini emang menjadi salah satu hal yang saya takutkan itu ketika berhadapan dengan pelajaran matematika jadi, dulu itu saya mempunyai guru matematika yang sangat galak beliau sering menghukum kami ketika kami tidak bisa menghafalkan perkalian dan tidak bisa mengerjakan soal pembagian .Hukumannya itu biasanya berjalan mengambil hasil kerjaan tugas kita itu dari tempat duduk kita ke tempat guru itu dengan berlutut jadi, bayangkan aja tuh lutut kita sampai sakit, merah, dann nyeri setelah mengikuti pembelajaran matematika ,nah makanya setiap belajar matematika itu kayak membangunkan kembali sisi negatif dalam pembelajaran matematika sebelum-sebelumnya itu dengan tadi berjalan menggunakan lutut dari tempat duduk ke bangku guru jadi setiap mengerjakan matematika itu pasti was-was karena takut salah setelah itu akan mendapatkan hukuman.

    Selanjutnya di poin kedua yaitu metode pengajaran yang tidak efektif, terkadang pembelajaran matematika itu kan sudah sangat menegangkan dan menakutkan ketika, sekadar mendengarkan kata-kata guru bahwasanya hari ini kita belajar matematika ya nak? nah dengan kondisi kelas yang menegangkan dan menakutkan ditambah lagi dengan pembelajaran yang diajarkan guru itu dalam pembelajaran matematika terlalu monoton terlalu menciptakan suasana yang bosan akan pembelajaran tersebut kita menjadi tidak tertarik ,maka dari itu ketika kita tidak tertarik memperhatikan penjelasan guru kita akan tidak mengerti tentang bagaimana konsep matematika itu sebenarnya, lalu bagaimana menerapkan konsep matematika itu saat menyelesaikan tugas.

    BalasHapus
  11. dari penjelasan materi ini menurut saya, dari semua solusi yang ada itu, yang paling ngena banget tuh poin pertama yaitu ubah mindset dulu. Soalnya mau belajar dengan cara apa pun, kalau di kepala udah nempel pikiran "Aku emang nggak bisa matematika".ya engga bakal bisa. Padahal matematika tuh bisa banget dipelajari kalau kita mau nyicil usaha dan rutin latihan. Kayak yang dibilang, growth mindset itu penting banget, yang percaya bahwa kemampuan materi dapat di tingkatkan melalui usaha, dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan prestasi dalam matematika. Jadi jangan kalah sama rasa takut. Pelan-pelan aja, yang penting konsisten nyoba.”

    BalasHapus
  12. Nama:Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Menurut saya, fobia matematika ini sebenarnya banyak banget dialami siswa, cuma kadang mereka nggak ngomong kunci utamanya bukan bikin matematika jadi super gampang, tapi bikin siswanya nyaman dulu, kalau suasananya udah enak dan konsep dasarnya buat biasanya rasa takutnya pelan-pelan hilang. Guru juga punya peran besar banget dengan cara ngajar yang santai nggak terlalu menekan dan mau memahami kondisi siswa itu bisa bikin matematika terasa lebih tidak kaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      setuju Imel, Bener kata kamu, kuncinya memang di rasa nyaman dulu. Kalau siswanya sudah nggak merasa tertekan, mereka bakal lebih terbuka buat terima materi.

      Sesuai materi, peran guru untuk ngajar dengan cara yang santai dan membangun konsep dasar yang kuat itu emang cara paling ampuh buat ngilangin fobia matematika secara perlahan. Semangat ya

      Hapus
  13. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Permisi pak izin menanggapi materi ini,menurut saya dalam materi ini sangat penting untuk dipahami oleh guru dan orang tua, karena fobia matematika adalah masalah yang cukup umum terjadi pada siswa.dengan memahami penyebab dan dampak fobia matematika, kita bisa lebih peka terhadap siswa yang mengalami masalah ini dan memberikan dukungan yang tepat.fobia matematika adalah masalah serius yang dapat menghambat prestasi akademik dan perkembangan keterampilan berpikir kritis pada siswa.oleh karena itu, penting bagi guru dan orang tua untuk memahami penyebab dan dampak fobia matematika serta mencari cara untuk mengatasinya.

    BalasHapus
  14. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    nahh ada juga penjelasan tentang penyebab fobia matematika sangat komprehensif.mulai dari pengalaman negatif di masa lalu, metode mengajar yang tidak efektif, tekanan sosial dan harapan tinggi, kurangnya pemahaman konseptual, hingga faktor genetik, semuanya dijelaskan dengan jelas.mengatasi fobia matematika membutuhkan pendekatan yang holistik dan inklusif.guru perlu mengubah mindset siswa, membangun pemahaman dasar yang kuat, menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, memberikan dukungan emosional, dan mengatasi stereotip gender.

    BalasHapus
  15. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Solusi untuk mengatasi fobia matematika yang ditawarkan dalam materi ini sangat praktis dan mudah diterapkan. Misalnya tuh, mengubah mindset, membangun pemahaman dasar yang kuat, menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, mengurangi tekanan dan dukungan emosional, mengubah persepsi terhadap matematika, mengajarkan teknik relaksasi dan manajemen stres, serta mendorong kolaborasi.peran guru sangat penting dalam mengatasi fobia matematika pada siswa.guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung, serta memberikan perhatian khusus kepada siswa yang mengalami fobia matematika.

    BalasHapus
  16. Nama : Maria
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    tambahan lagi tentang materi ini nahh pada materi ini juga menekankan pentingnya mengatasi stereotip gender dalam matematika.guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong peserta didik dari semua gender untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran matematika.kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik sangat penting dalam mengatasi fobia matematika.dengan bekerja sama, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, serta membantu siswa mengatasi fobia matematika dan mencapai potensi maksimal mereka.

    BalasHapus
  17. Terima ksaih bapak untuk meteri ini saya setuju dengan materi bapak tentang Ubah Mindset ini. Menurut saya, ini adalah langkah awal yang paling penting. Soalnya, kalau dari pikiran kita sendiri sudah bilang Matematika itu susah atau Saya pasti gagal, mau belajar model apa pun pasti rasanya berat. Jadi, intinya itu harus percaya dulu kalau kemampuan matematika itu bisa banget diasah, asalkan kita mau usaha terus dan enggak gampang menyerah. Konsep growth mindset ini terdengar sederhana, tapi dampaknya besar banget untuk menghilangkan rasa cemas sebelum bahkan kita mulai mengerjakan soal. Kalau kita sudah pede atau percaya diri dari awal, pasti belajarnya juga jadi lebih tenang dan hasilnya lebih baik.

    BalasHapus
  18. Di materi bapak ini sya suka dari pembahasan bapak di bagian Menerapkan Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan. Saya merasa cara mengajar yang kaku dan cuma ceramah itu salah satu pemicu fobia ini, seperti yang disebutkan di materi. Kalau pembelajarannya dibikin seru, misalnya pakai permainan, proyek kecil, atau teknologi interaktif, siswa atau mahasiswa jadi enggak fokus ke rasa takutnya, tapi lebih fokus ke kesenangan saat memecahkan masalah. Matematika jadi terasa lebih relevan dan ada gunanya dalam kehidupan sehari-hari, bukan cuma deretan rumus di buku. Intinya, membuat suasana belajar jadi santai dan gembira bisa mengurangi tekanan dan otomatis rasa takutnya juga berkurang.

    BalasHapus
  19. saya mau menambahkan sedikit dari materi bapak ini tentang Mengurangi Tekanan dan Meningkatkan Dukungan Emosional. Ini penting juga, karena fobia matematika kan banyak dipicu oleh trauma masa lalu, entah itu karena dimarahi guru, atau punya ekspektasi yang terlalu tinggi dari orang tua atau lingkungan. Sebagai mahasiswa, kita juga masih merasakan tekanan ini. Jadi, menurut saya, peran guru dan orang tua untuk memberikan apresiasi pada proses usaha yang sudah kita lakukan itu jauh lebih penting daripada cuma menilai hasil akhirnya saja. Dengan adanya dukungan emosional yang tulus, kita jadi enggak takut salah dan lebih berani mencoba hal-hal baru dalam matematika, karena kita tahu ada yang mendukung di belakang kita.

    BalasHapus
  20. Fobia matematika yang cukup umum terjadi dikalangan siswa diberbagai jenjang pendidikan bahkan bisa terbawa sampai dewasa menunjukkan bahwa cara belajar lama masih terlalu menekan dan membuat siswa kehilangan rasa nyaman. Pengalaman negatif dan tuntutan nilai jelas memberi dampak besar pada kepercayaan diri mereka. Karena itu, pembelajaran matematika di SD perlu dirancang ulang agar lebih ramah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Matematika sebaiknya dikenalkan sebagai alat untuk berpikir dan memecahkan masalah, bukan sekadar menghafal rumus. Kreativitas guru dalam menghadirkan contoh konkret, aktivitas nyata, dan diskusi ringan sangat berperan, dengan teknologi sebagai pendukung tambahan. Jika suasana kelas dibuat lebih menyenangkan dan tidak menakutkan, anak-anak akan lebih berani mencoba dan melihat matematika sebagai pelajaran yang menarik, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali pembelajaran matematika yang terlalu menekan dan fokus pada nilai bisa membuat siswa kehilangan rasa nyaman dan kepercayaan diri. Dengan merancang pembelajaran yang lebih ramah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, kita bisa membantu siswa melihat matematika sebagai alat untuk berpikir dan memecahkan masalah, bukan sekadar menghafal rumus.

      Kreativitas guru dalam menghadirkan contoh konkret, aktivitas nyata, dan diskusi ringan sangat penting. Teknologi juga bisa menjadi pendukung tambahan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
      Jika suasana kelas dibuat lebih menyenangkan dan tidak menakutkan, anak-anak akan lebih berani mencoba dan melihat matematika sebagai pelajaran yang menarik.

      Hapus
  21. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: VB PGSD

    Setuju banget kalau penyebab fobia matematika bukan karena siswa tidak pintar namun banyak penelitian yang menunjukkan bahwa fobia itu berkaitan dengan kecemasan, pengalaman negatif sebelumnya atau cara mengajar yang kurang tepat. Namun hal ini bisa diatasi dengan cara pendekatan yang holistik yaitu pendekatan yang melihat keseluruhan masalah serta memahami akar masalah dan inklusif yaitu pendekatan yang menerima, merangkul dan memberi ruang bagi semua siswa untuk belajar tanpa diskriminasi, seperti yang dijelaskan di materi ini untuk mengatasi fobia terhadap matematika itu dimulai dari hal kecil yaitu mengubah mindset negatif tentang matematika dan memperkuat latihan konsep dasar selain itu peran orang lain seperti guru, teman, orang tua dan lingkungan berperan besar dalam membantu atasi fobia. Kalau lingkungan belajar mendukung, tidak menekan dan memberi ruang untuk salah dan belajar pelan-pelan kemungkinan besar rasa takut itu perlahan akan sirna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Setuju banget sama pendapat Nur Sinta! Memang benar kalau fobia matematika itu bukan soal "pinter atau nggak", tapi lebih ke faktor psikologis dan lingkungan. Menarik banget poin kamu soal pendekatan holistik dan inklusif.
      Kalau mengacu pada materi yang kita bahas, saya ingin menambahkan bahwa kunci untuk meruntuhkan "tembok raksasa" ketakutan itu adalah dengan membangun pondasi konsep dasar yang kuat. Seringkali siswa merasa takut karena mereka kehilangan satu mata rantai konsep di masa lalu, sehingga materi berikutnya terasa seperti beban.
      Selain itu, peran kita sebagai calon guru SD nantinya sangat krusial untuk:
      • Mengubah Mindset: Membantu siswa percaya kalau matematika itu bisa dipelajari (growth mindset), bukan bakat lahir.
      • Menciptakan Safe Space: Seperti yang kamu bilang, lingkungan yang membolehkan siswa berbuat salah tanpa dihakimi akan membuat rasa cemas itu hilang perlahan.
      • Kontekstual: Menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari agar tidak terasa abstrak dan menakutkan.
      Semangat ya kita semua calon guru

      Hapus
  22. Nama :Zakky Setiawan
    NPM ; ( 2386206066 )
    Kelas : 5C
    Materi yang menarik, dengan adanya cara mengatasi fobia terhadap matematika ini membuat seseorang tau bahwa fobia matematika itu bisa di tangani, dengan mengubah mindsdet mereka dengan membuang pikiran negatif mereka terhadap matematika

    BalasHapus
  23. Nama :Zakky Setiawan
    NPM ; ( 2386206066 )
    Kelas : 5C
    Saking fobianya seseorang terhadap matematika, bisa sampai berdampak buat psikologis mereka ternyata betul banget rasa cemas dan takut bisa membuat sesorang jadi stres dan yang lebih parahnya kalau mereka sampe sakit, untungsaja di materi ini menyediakan cara mengatasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Betul banget, Zakky! Dampak fobia matematika memang gak main-main ya, bahkan bisa sampai memengaruhi kondisi fisik seperti stres atau sakit.
      Saya setuju kalau kuncinya ada pada perubahan mindset dan membuang pikiran negatif. Sesuai materi, dengan teknik relaksasi dan dukungan yang konsisten, rasa cemas itu bisa kita arahkan menjadi rasa percaya diri.

      Hapus
  24. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Menghadapi fobia terhadap matematika adalah tantangan yang sangat nyata bagi banyak siswa, di materi ini bapak menjelaskankan tentang penyebabab, dampak, serta strategi untuk mengatasinya dengan cara yang menyeluruh. Dari point- point yang disampaikan terutama dalam mengubah mindset siswa dari rasa takut menjadi rasa ingin tahu dan percaya diri, cara berpiki ini sangat berpengaruh dan jika dilihat dari sudut pandang yang lebih sederhana dapat mengurangi kecemasan dan membantu siswa berkembang dalam matematika. Dengan cara belajar yang lebih santai, menyenangkan dan tanpa tekanan berebihan siswa jadi lebih berani mencoba dan ngga akan takut salah. Materi ini menjadi sebuah pengingat kalau guru perlu mengajar dengan rasa empati, peka dan sabar, terutama bagi siswa yang memiliki kecemasan terhadap matematika.

    BalasHapus
  25. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Menurut saya setelah saya baca materi ini sudah menjelaskan dengan jelas bahwa fobia terhadap matematika itu bukan hal yang aneh dan bisa dialami siapa saja. Banyak siswa takut matematika bukan karena tidak mampu tapi karena punya pengalaman yang buruk sebelumnya. Cara mengajar yang terlalu kaku dan penuh tekanan juga sering bikin siswa cemas. Karena itu, guru memang punya peran besar untuk menciptakan suasana belajar yang santai dan aman. Kalau siswa merasa nyaman, pelan-pelan rasa takut terhadap matematika bisa berkurang

    BalasHapus
  26. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Saya setuju bahwa fobia matematika tidak cuma soal nilai jelek di sekolah. Rasa takut ini bisa bikin seseorang jadi menghindari angka dalam kehidupan sehari-hari, padahal matematika itu sering dipakai, misalnya saat belanja atau mengatur keuangan. Kalau phobia ini dibiarkan kemampuan berpikir logis dan kritis juga bisa terhambat. Jadi penting banget untuk mengatasi fobia matematika sejak dini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat Andi Nurfika bahwa Fobia matematika bukan hanya tentang nilai di sekolah, tapi juga bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Menghindari angka dan matematika bisa membuat kita kesulitan dalam mengelola keuangan, membuat keputusan, dan bahkan mempengaruhi kemampuan berpikir logis dan kritis.
      Mengatasi fobia matematika sejak dini sangat penting, karena ini bisa membantu kita mengembangkan kemampuan yang lebih baik dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan.

      Hapus
  27. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Upaya mengatasi fobia matematika yang dijelaskan menurut saya sudah cukup lengkap dan realistis mengubah mindset itu penting supaya siswa sadar kalau matematika bukan pelajaran yang menakutkan. Pembelajaran yang dibuat menyenangkan juga bisa bikin siswa lebih tertarik dan tidak cepat stress. Dukungan dari guru, orang tua dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh dalam proses ini. Dengan usaha yang konsisten fobia terhadap matematika pelan-pelan bisa diatasi.

    BalasHapus
  28. Setelah membaca artikel bapak kali ini yang mengenai fobia terhadap matematika, banyak memang siswa diluar sana yang sangat takut menghadapi matematika termasuk diri saya sendiri pak, sedikit ingin sharing ,sehabis saya membaca ini saya sangat merasakan apa yang bapak sampaikan itu ada dalam diri saya, ntah mengapa dari dulu saya sangat takut tehadap matematika ini apalagi melihat rumus dan teori nya, ya benar sekali pobia dalam hal ini dapat mempengaruhi kinerja dalam akademis maupun non akademis saya sangat merasakan itu, sebelum masuk ke jurusan pendidikan ini dulunya sayaa ingin sekali menghindar dari pelajaran matematika namun tidak bisa dipungkiri ternyata matematika adalah konsep rumus di semua kehidupan. Akan tetapi setiap saya menghadapi mata kuliah ini perasaan saya sangat mengacuh pada kecemasan panik dan bahkan rasa ketakutan yang berlebihan. Beberapa hal yang mungkin menyebabkan saya menjadi takut dengan matematika ini salah satunya yaitu, kurang nya pemahaman konseptual yang bapak sampaikan dalam artikel tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. namun suatu ketakutan yang ada dalam diri saya ini harus bisa saya hadapi dengan pelan pelan, dan terus berproses belajar, hingga bisa😊, terimakasih untuk materi kali ini pak sudah sangat mewakili diri saya.

      Hapus
  29. izin bertanya pak, karna saya mempunyai pobia terhadap matematika ini yang dari dulu sangat susah diatasi, saya ingin menghilangkan rasa pobia ini bagaiamana caranya pak, apakah bisa dalam jangka waktu yang lama secara perlahan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Selma Alsayanti Mariam
      Npm: 2386206038
      Kelas: VC

      Izin bantu menjawab ya kak agustiani, menurut saya jangan langsung hajar rumus yang susah. coba balik lagi ke konsep yang kamu rasa paling nyaman. keberhasilan kecil bikin otak kamu mulai berpikir "eh, ternyata aku bisa kok!". lalu ubah pola pikir kamu bahwa matematika itu bukan cuma soal salah dan benar saja, tetapi juga soal proses berpikir. jangan takut salah pas mengerjakan soal, karena dari kesalahan itu justru otak sedang belajar. kemudian coba kamu hubungkan dengan realita, seperti coba melihat matematika lewat hal-hal yang kamu suka. misalnya seperti belanja, memasak, atau hobi lainnya karena kalau sudah merasa relate sama kehidupan nyata, biasanya rasa takut itu akan berkurang dengan sendirinya.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari kak Agustiani, aku juga paham apa yang di rasakan kak Augstiani karena aku juga mengalami hal yang sama yaitu fobia matematika, dan mungkin hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan berdamai dulu sama matematika walaupun sangat memerlukan waktu yang lama tapi kenapa kita engga coba, seperti mulai dengan hal yang kita kuasai mungkin materi yang sangat dasar, dan kita jangan langsung mulai dari soal yang sulit mungkin bisa dari soal-soal yang mudah dulu biar kita bisa percaya diri dengan kemenangan kecil kita yang berhasil menyelesaikan soal yang mudah ini.
      semoga dapat membantu menjawab pertanyaan dari kak Agustiani

      Hapus
  30. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    materi tentang fobia terhadap matematika ini sangat penting dan menarik untuk dibahas karena banyak terjadi di setiap orang. sering kali ketakutan terhadap matematika bukan muncul karena tidak mampu, tapi karena pengalaman belajar yang kurang. banyak siswa merasa cemas karena merasa gagal, ditekan untuk mendapat nilai tinggi, atau kurang memahami konsep dasar matematika. ini dampaknya bukan cuma pada nilai, tapi juga pada kepercayaan diri dan kesehatan mental siswa. karena itu peran guru sangat besar dalam menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan tidak menakutkan. materi ini menyadarkan kalo mengatasi fobia matematika tidak bisa instan, tapi perlu kesabaran, dukungan, dan perubahan cara pandang agar siswa kembali percaya diri dan berani belajar.

    BalasHapus
  31. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Saya ingin berbagi pengalaman pribadi yang menurut saya berkaitan dengan fobia terhadap matematika. Saat SD hingga SMP, saya merasa cukup percaya diri dengan pelajaran matematika dan nilai yang saya peroleh juga tergolong baik, walaupun fasilitas belajar di sekolah masih terbatas. Namun, ketika masuk SMA di daerah lain yang menjadi di lingkungan baru dengan adanya kelas siswa unggulan dan saya berada di kelas yang mayoritas siswanya ambisius dan bercircle-circle, saya mulai merasa tertinggal. Banyak materi matematika yang dianggap sudah dipelajari sebelumnya, padahal di sekolah asal saya materi tersebut belum pernah diajarkan. Hal ini membuat rasa percaya diri saya menurun dan muncul rasa takut saat mengikuti pelajaran matematika, terlebih karena gaya mengajar guru matematika wajib yang cukup tegas sehingga siswa jarang berani bertanya. Berbeda dengan guru matematika minat yang lebih ramah dan terbuka, suasana kelas terasa lebih nyaman dan saya jadi lebih berani untuk bertanya serta belajar. Pengalaman tersebut terbawa hingga kuliah, di mana saya masih sering merasa deg-degan ketika dosen matematika memanggil nomor absen untuk maju menjawab soal didepan. Tapi Meskipun begitu, saya menyadari bahwa cara tersebut juga menghidupkan suasana kelas dan mendorong mahasiswa untuk lebih aktif. Sekarang dengan lingkungan perkuliahan yang lebih positif, pendekatan dosen yang lebih menyenangkan, serta dukungan dari teman-teman, rasa takut terhadap matematika perlahan mulai berkurang. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa fobia terhadap matematika sering kali muncul bukan karena tidak mampu, melainkan karena lingkungan belajar yang kurang mendukung. Jadi Suasana kelas yang nyaman, guru yang terbuka, dan dukungan emosional sangat berperan dalam membangun kembali kepercayaan diri siswa.

    BalasHapus
  32. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Fobia matematika sering kali lahir dari trauma masalalu,kritik tajam atau kegagalan yang tidak terkelola dengan baik. Dengan mengurangi tekanan sosial dan tidak ekspektasi yang tidak realistis kita membantu siswa menurunkan tingkat kecemasan mereka. Kolaborasi dengan orang tua menjadi pilar penting agar dukungan emosional tetap berlanjut di luar sekolah. Intinya kita tidak hanya mengajar rumus saja,melainkan membangun rasa percaya diri agar siswa tidak merasa “bodoh” saat belajar.

    BalasHapus
  33. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM : 2386206048
    Fobia matematika merupakan tantangan serius bagi dunia pendidikan yang berakar dari akumulasi pengalaman negatif mereka di masa lalu atau di masa sekarang.Penyebabnya pengajaran yang membosankan tekanan sosial yang terlalu tinggi serta kurangnya pemahaman konseptual yang membuat siswa merasa tersesat. Dampak nya bisa menurunkan nilai akademik dan juga bisa memicu pada karier di masa depan yang melibatkan angka. Oleh karena itu langkah pertama mengatasi adalah dengan melakukan identifikasi dini terhadap gejala kecemasan dan memahami bahwa setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Dita Ayu Safarila
      Kelas : 5 C
      NPM : 2386206048
      izin menambahkan kesimpulan pak.
      keberhasilan pembelajaran matematika sangat beruntung pada kemampuan kita dalam mengelola aspek psikologis siswa,dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan apresiatif terhadap usaha siswa,kita dapat mengubah kelas matematika dari ruang penuh ketegangan menjadi ruang eksplorasi yang aman dan memotivasi bagi semua peserta didik tanpa terkecuali

      Hapus
  34. Fobia matematika atau math anxiety ini memang nyata banget dialami banyak anak. Saya suka sekali poin di artikel ini yang menekankan kalau matematika itu harusnya dibawa santai dan jangan bikin tegang. Dengan pendekatan yang tepat dan suasana belajar yang nyaman, pelan-pelan anak pasti nggak akan takut lagi.

    BalasHapus
  35. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Ternyata menghilangkan fobia matematika itu tidak bisa sendirian ya. butuh banget dukungan emosional dari orang tua agar anaknya tidak merasa tertekan cuma gara-gara nilai. setuju sekali sama poin soal growth mindset. bahwa matematika itu bisa dipelajari kalau kita konsisten berusaha, bukan hanya soal bakat dari lahir atau faktor genetik saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Putri Anggraeni
      NPM : 2386206022
      Kelas : VB (PGSD)

      Betul sekali, Selma! Aku setuju banget kalau dukungan emosional dari orang tua dan lingkungan sekitar itu jadi faktor penentu buat mengatasi math phobia. Kadang tekanan untuk selalu dapat nilai bagus malah bikin anak merasa matematika itu jadi beban yang menakutkan, bukan ilmu yang menyenangkan.

      Menyambung poin kamu soal growth mindset, di artikel ini dijelaskan beberapa langkah konkret yang bisa kita terapkan untuk memperkuat hal tersebut:

      Mulai dari Hal Kecil: Mengatasi fobia itu harus bertahap, mulai dari mengubah pandangan negatif menjadi lebih positif sedikit demi sedikit.

      Kuasai Konsep Dasar: Memang benar bukan soal bakat, tapi soal pondasi. Mengulang dan memperkuat latihan konsep dasar adalah kunci supaya anak punya rasa percaya diri saat menghadapi materi yang lebih sulit.

      Lingkungan yang Suportif: Seperti yang kamu bilang, peran guru dan orang tua sangat besar untuk menciptakan ruang belajar yang tidak menekan, sehingga anak tidak takut berbuat salah saat bereksperimen dengan angka.

      Hapus
  36. Nama:syahrul
    npm:2386206092
    kelas:5D

    Artikel yang bapak kasih ini menarik banget karena mengangkat isu yang sering dianggap remeh.Padahal dampaknya besar buat masa depan anak. Banyak orang mikir kalau takut sama matematika itu bawaan lahir atau karena nggak bakat aja. Padahal, kalau di liat dari poin poin di situ, masalahnya justru sering datang dari tekanan luar, kayak omongan orang tua yang terlalu menuntut atau cara belajar di sekolah yang bikin jenuh.

    BalasHapus
  37. nama:syahrul
    npm:2386206092
    kelas:5D

    Menurut saya, kunci paling penting buat memutus rantai fobia ini adalah dengan mengubah suasana belajarnya dulu. Kalau dari awal anak sudah takut salah atau takut dimarahi, otak mereka bakal langsung menutup diri sebelum coba ngitung. Sebaliknya kalau matematika dibawa dengan santai kek lewat permainan atau dikaitkan sama hobi mereka, rasa cemas itu perlahan bakal hilang berganti jadi rasa penasaran.

    BalasHapus
  38. nama:syahrul
    kelas:5D
    Npm:2386206092

    Ada cara untuk membantu anak atau teman yang sedang berjuang dengan fobia
    • Hargai proses belajarnya, gak cuma hasil akhirnya atau nilai di kertas ujian.
    • Tunjukkan kalau matematika itu ada di mana mana, mulai dari belanja sampai main game.
    • Berhenti membandingkan kemampuan satu anak dengan anak lain karena tiap orang punya ritme sendiri.
    • Ciptakan ruang aman buat bertanya tanpa perlu merasa malu atau dicap kurang pintar.

    BalasHapus
  39. nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    Bagian yang menarik juga soal stereotip gender. Masih banyak yang percaya kalau laki laki lebih jago angka dibanding perempuan. Padahal, itu cuma pola pikir kuno yang nggak punya dasar ilmiah. Kalau kita terus menerus kasih label kek gitu, anak perempuan jadi merasa punya batasan sebelum mereka mulai melangkah. Membongkar mindset ini penting supaya semua orang merasa punya kesempatan yang sama buat mahir di bidang apa pun.

    BalasHapus
  40. nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    Intinya, dukungan emosional itu sama pentingnya dengan materi pelajaran itu sendiri. Kita nggak bisa memaksa seseorang buat pintar dalam semalam, tapi kita bisa membantu mereka buat nggak takut lagi. Begitu rasa takutnya hilang, biasanya kemampuan logikanya bakal jalan dengan sendirinya. Jadi, tugas kita sekarang adalah jadi pendukung yang sabar, bukan malah jadi sumber tekanan tambahan buat mereka.

    BalasHapus
  41. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Pembahasan terkait materi ini memberikan pemahaman yang mendalam terkait fobia terhadap matematika dengan menekankanbahwa ketakutan tersebut bukan disebabkan oleh krangnya kecerdasan siswa, melainkan oleh pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, tekanan lingkungan serta metode pengajaran yang tidk tepat. Penjelasan yang bapak sampaikan membuka wawasan saya bahwa fobia matematika merupakan masalah psikologis dan edukatif yang nyata, sehingga perlu dipahami terlebih dahulu sebelum mencari solusi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      Saya setuju dgn linda, sangat tepat bahwa hambatan utama belajar matematika seringkali bukan pada kemampuan otak, melainkan pada hambatan mental akibat trauma masa lalu. Menyadari bahwa fobia ini adalah masalah psikologis adalah langkah pertama yang paling logis untuk memulihkan kepercayaan diri dan mulai belajar dengan cara yang lebih manusiawi.

      Hapus
  42. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Saya merasa apa yang bapak jelaskan tentang penyebab dan dampak fobia terhadap matematika sangat relate dengan pengalaman saya sendiri. Contohnya pada bagian kurangnya pemahaman konseptual, saya sering kesulitan memahami konsep matematika secara mendalam sehingga cepat merasa kewalahan saat menghadapi materi yang kompleks, dan itu benar-benar bikin saya takut menghadapi pelajaran ini. Selain itu, saya juga merasa pengalaman saya terpengaruh stereotip gender yang kadang muncul di lingkungan sekitar, yang membuat kepercayaan diri saya terhadap kemampuan matematika jadi rendah.

    Dampaknya pun nyata saya pernah mengalami penghindaran matematika dulu di sekolah, sampai saya memilih jalur pelajaran atau tugas yang sebisa mungkin tidak berhubungan dengan matematika. Namun setelah membaca strategi-strategi yang bapak berikan di artikel ini, saya merasa sangat terbantu untuk melakukan refleksi diri dan mulai membangun pendekatan yang lebih positif terhadap matematika. Saya juga akan mencoba menerapkan ide-ide ini ketika mengajar nanti, supaya siswa saya bisa merasa lebih percaya diri dan tidak takut lagi dengan matematika. Terima kasih banyak bapak.

    BalasHapus
  43. Materi ini mengingatkan bahwa banyak siswa yang tertekan ketika belajar matematika, bukan karena tidak mampu, talu karena rasa takut yang sudah terbentuk sejak awal. Materi ini menegaskan bahwa guru perlu memahami kondisi psikologis siswa, sehingga pembelajaran matematika tidak lagi menjadi momok, tapi kesempatan untuk belajar tenang dan percaya diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Materi ini berpesan bahwa fobia matematika dapat dikatakan dengan pendekatan yang tepat. Guru yang sabar, kreatif, dan penuh empati dapat membantu siswa melihat matematika sebagai tantangan yang menyenangkan.

      Hapus
    2. Materi ini menyoroti bahwa fobia matematika dapat muncul karena pengalaman negatif, tekanan akademik, atau cara mengajar yang selalu menekankan hasil. Dalam materi ini dijelaskan bahwa solusi yang ditawarkan mencakup strategi seperti memberikan pengalaman belajar yang positif, menggunakan metode kontekstual, serta membangun suasana kelas yang mendukung.

      Hapus
  44. Fobia matematika memang menjadi masalah yang umum dan dapat mempengaruhi kinerja akademis serta kehidupan sehari-hari. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari pengalaman negatif di masa lalu, metode pengajaran yang tidak efektif, tekanan sosial, hingga kurangnya pemahaman konseptual.
    Dampaknya juga tidak main-main, bisa menyebabkan penurunan prestasi akademis, penghindaran matematika, dan bahkan dampak psikologis seperti stres dan depresi.

    BalasHapus
  45. Izin bertanya pak maupun teman-teman🙏🏻Bagaimana kita sebagai calon guru akan merancang sebuah program intervensi untuk mengatasi fobia matematika pada siswa SD, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti latar belakang pendidikan, gaya belajar, dan kebutuhan individual, serta bagaimana kita akan mengevaluasi efektivitas program tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari kak Dina, kalau aku jadi guru mungkin yang aku lakukan adalah melakukan pemetaan, karena kita engga bisa pakai satu cara untuk semua anak, aku bakal cek nih siapa siswa yang belajarnya cepat lewat gambar atau lewat gerakan baru hak disesuaikan medianya, untuk kegiatan nyatanya dimana satu hari dalam seminggu kita belajar matematika lewat permainan atau proyek seru yang sesuai dengan hobi masing-masing siswa, dan untuk evaluasinya aku bakal liat dari perubahan sikapnya.
      semoga dapat membantu menjawab pertanyaan dari kak Dina

      Hapus
  46. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    sebenarnya matematika itu netral ngka nggak pernah marah rumus nggak pernah mengejek yang bikin takut justru pengalaman masa lalu cara guru menjelaskan yang terlalu cepat, tuntutan harus selalu benar atau perasaan dibandingbandingkan dengan teman lain semua itu pelanpelan bikin kita percaya kalau matematika itu musuh

    BalasHapus
  47. Nama : Putri Anggraeni
    NPM : 2386206022
    Kelas : VB (PGSD)

    Ijin menanggapi pak, materi ini membuka mata kalau keberhasilan belajar Matematika itu bukan cuma soal hafal rumus, tapi gimana kita membangun "pondasi dasar" yang kuat. Sebagai calon guru SD, saya merasa pembahasan tentang Math Anxiety atau fobia matematika ini krusial banget.

    Seringkali anak-anak takut duluan karena merasa matematika itu kaku dan menakutkan. Padahal, kalau kita bisa menerapkan strategi yang disebutkan di materi seperti mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari dan membangun rasa percaya diri siswa matematika bakal jadi pelajaran yang menyenangkan.terimakasihh

    BalasHapus
  48. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya pak, bagaimana caranya fobia matematika ini bisa membuat seseorang menjadi sengaja dalam memilih jurusan perkuliahan atau kerjaan yang tidak ada hitung-hitungannya, padahal mungkin saja mereka sebenarnya punya potensi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      izin menjawab pertanyaan dari Selma, fenomena fobia matematika ini tu seperti penghalang mental karena saking takutnya seseorang sampai melakukan strategi menghindar, mereka sengaja pilih jurusan kuliah atau pekerjaan yang bebas matematika bukan karena enggak suka bidangnya tapi karena merasa mereka enggak mampu dan menghindari rasa cemasnya.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Selma

      Hapus
  49. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya kembali pak, peran orang tua dirumah itu seharusnya bagaimana ya pak. agar anak-anak tidak merasakan tertekan ketika sedang belajar hitung-hitungan? apakah hanya dengan membantu mereka mengerjakan tugas atau ada hal lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari selma, menurutku peran orang tua itu jauh lebih besar daripada sekedar bantu kerjakan PR, sebagai orang tua justru jangan menularkan kecemasan pada anak, kadang tampa sadar orang tua bilang aduh soal ini sulit bikin mama sakit kepala dari hal ini lah yang membuat anak makin takut, untuk solusi bagi orang tua bisa bantu lewat kegiatan sehari-hari tanpa paksaan, ajak anak hitung belanjaan di pasar atau bagi-bagi kue untuk anggota keluarga.
      semoga dapat menjawab pertanyaan dari Selma

      Hapus
  50. Nama : Shela Mayangsari
    Npm : 2386206056
    Kelas : V C

    Menurut saya, tulisan ini sangat bagus karena membahas fobia matematika secara lengkap dan dekat dengan pengalaman banyak orang, baik siswa maupun orang dewasa. Penjelasan tentang penyebab, dampak, sampai solusi seperti perubahan mindset, pembelajaran yang menyenangkan, dan dukungan emosional terasa realistis dan mudah diterapkan di kelas maupun di rumah. Materi ini juga mengingatkan bahwa takut matematika bukan karena tidak mampu, tetapi sering karena pengalaman dan tekanan yang salah. Secara keseluruhan, pembahasan ini memberi semangat bahwa dengan pendekatan yang tepat, matematika bisa dipelajari dengan lebih percaya diri dan tanpa rasa takut.

    BalasHapus
  51. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C
    npm : 2386206040

    Izin bertanya, artikel ini menjelaskan bahwa fobia terhadap matematika (math anxiety) dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti pengalaman negatif di masa lalu, metode pengajaran yang kurang efektif, tekanan sosial, dan kurangnya pemahaman konseptual, dan bahwa fobia ini bukan hanya berdampak pada prestasi tetapi juga bisa membuat siswa menghindari matematika secara keseluruhan. Kalau begitu, menurut Bapak, dalam praktik pembelajaran di kelas yang sering kali siswanya kurang percaya diri menghadapi matematika, strategi mana yang paling penting untuk diutamakan — misalnya mengubah mindset siswa, mengintegrasikan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan, atau memberikan dukungan emosional — agar suasana belajar menjadi lebih aman dan siswa tidak cemas ketika berinteraksi dengan materi matematika?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari Mifta, menurutku ketiga hal itu sebenarnya satu paket yang tidak bisa dipisahkan, tapi kalau harus mulai dari mana, yang paling utama adalah menciptakan dukungan emosional dulu agar suasana belajar terasa aman, dan untuk anak yang kurang percaya diri biasanya itu karena mereka sudah takut duluan bakal disalahkan, kalau kita sudah berhasil bikin mereka aman, baru deh kita bisa mengubah mindset mereka bahwa matematika itu bukan soal bakat tapi soal latihan.
      semoga dapat membantu menjawab pertanyaan kak Mifta

      Hapus
  52. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin menanggapi ya pak, kalau aku perhatikan fobia matematika itu sering muncul karena kita terlalu fokus pada hasil akhir dan nilai, akhirnya jadi takut salah dan merasa matematika itu beban padahal intinya kan belajar proses berpikir.

    BalasHapus
  53. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Penting banget nih di tingkat SD kita menggunakan benda nyata dulu sebelum masuk ke rumus yang rumit, kalau anak-anak sudah pegang bendanya langsung mereka jadi punya gambaran nyata dan enggak merasa matematika itu cuman angka ajaib yang turun dari langit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Menyambung poin di atas, sebagai guru kita memiliki peran yang sangat kursial karena guru bukan cuman jadi sosok yang menakutkan tapi jadi teman diskusi, kalau suasana kelasnya sudah asyik dan enggak bikin tegang, rasa cemas siswa otomatis bakal berkurang dan mereka jadi lebih berani buat mencoba.

      Hapus
    2. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menambahkan lagi pak, kalau rasa takutnya sudah hilang baru kita bisa asah kemampuan berpikir kritis mereka, kita inging anak-anak sadar kalau matematika itu bahasa buat menyelesaikan masalah sehari-hari, seperti saat mereka harus berbagi kue atau mengelola uang jajan

      Hapus
  54. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin bertanya pak, gimana ya cara paling efektif buat meyakinkan orang tua di rumah agar mereka nggak ikut menekan anak soal nilai matematika, supaya usaha guru di sekolah untuk menghapus fobia matematika ini enggak sia-sia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      izin menjawab ya margaretha menurut saya, Cara paling efektif adalah dengan memberi tau orang tua bahwa tekanan berlebih justru bikin otak anak "macet"karena rasa takut. Jelaskan bahwa matematika adalah soal melatih logika, bukan sekadar nilai 100, sehingga dukungan emosional jauh lebih penting daripada paksaan. Ajak orang tua untuk lebih menghargai proses dan usaha anak agar kepercayaan diri mereka tumbuh, karena anak yang tidak takut salah justru akan lebih cepat paham dan berprestasi.

      Hapus
    2. Hallo ka Margaretha saya izin menjawab pertanyaanya ya

      Sebagai seorang guru pastinya kita mempunyai skill untuk bisa membangun komunikasi yang baik kepada wali murid atau orang tua murid di sekolah.
      Menurut saya cara yang paling efektif untuk bisa meyakinkan orang tua di rumah agar tidak selalu menekan anak soal nilai matematika itu bisa dimulai dengan guru membangun komunikasi yang baik dan mencoba memberikan pemahaman secara perlahan kepada orang tua murid, guru bisa menjelaskan kenapa nilai matematika itu tidak harus sempurna guru bisa mengajak orang tua siswa untuk melihat kemampuan anaknya selain dilihat dari nilai matematika misalnya anak tersebut mungkin kurang di bagian akademik namun sangat luar biasa ketika dilihat dari bidang non akademik, nah dari situasi ini guru bisa memberikan arahan untuk orang tuanya untuk dapat melirik tidak terlalu terpaku kepada nilai akademik namun bisa juga melihat kemampuan anaknya yang luar biasa di bagian non akademik guru bisa meminta orang tuanya untuk terus mendorong dan memberikan dukungan agar anaknya meningkatkan prestasi di luar bidang akademik, guru juga bisa memberikan pengertian bahwasanya anak yang lebih berprestasi di bidang non akademik tidak akan buruk dan bisa menjadi orang hebat pula walaupun berprestasinya di bagian non akademik.
      Dengan cara ini saya yakin orang tua bisa menerima dan memberikan dukungan kepada anaknya agar anak tersebut tidak merasa tertekan untuk mengejar nilai.

      Semoga bermanfaat ya .

      Hapus
  55. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    Saya sangat setuju dengan materi ini Intinya, rasa takut sama matematika atau math anxiety itu memang masalah serius yang bisa bikin anak jadi benci sekolah kalau tidak segera dibantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat kalau cara paling ampuh buat menyembuhkannya adalah dengan mengubah cara pikir anak dari yang awalnya merasa "nggak bakat" jadi percaya kalau matematika itu bisa dipelajari pelan-pelan. Peran guru dan orang tua juga penting sekali untuk berhenti memberikan tekanan berlebih dan mulai menciptakan suasana belajar yang asyik, seperti lewat permainan. Kalau anak merasa aman dan tidak takut salah, mereka pasti akan jauh lebih percaya diri saat menghadapi angka dan hitungan.

      Hapus
  56. nama: erfina feren heldiana
    kelas:5C
    artikel ini menyarankan beberapa upaya untuk mengatasi fobia matematika, termasuk membangun pemahaman dasar yang kuat, menerapkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, mengurangi tekanan, serta teknik relaksasi dan kolaborasi. Namun di kelas nyata seringkali waktu pembelajaran terbatas dan siswa memiliki berbagai tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif agar semua siswa bisa merasa lebih nyaman dan tidak takut matematika tanpa guru harus menghabiskan terlalu banyak waktu? Misalnya melalui pembelajaran kelompok, penggunaan permainan/teknologi interaktif, atau membangun growth mindset, dan bagaimana cara memadukan strategi-strategi itu secara praktis di kelas?

    BalasHapus
  57. Dari uraian pada laman ini memberikan saya pencerahan ketika menempatkan diri saya sebagai calon seorang guru.
    Penyebab-penyebab phobia terhadap matematika yang dituliskan pada laman ini benar-benar membuat saya terpukul untuk bisa berusaha lebih baik lagi dalam memberikan pelajaran terkhususnya matematika, mulai dari membangun kepercayaan siswa kembali terhadap pembelajaran matematika dan menanamkan nilai bahwasanya pembelajaran matematika tidak seburuk yang mereka pikirkan, lalu sebagai guru Saya juga harus mempunyai banyak metode pengajaran yang efektif agar pembelajaran yang akan saya lakukan yang akan saya terapkan itu tidak kaku dan tidak membosankan bagi siswa saya, sebagai guru pun saya harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa agar meminta orang tua siswa tidak terlalu memberikan tekanan kepada anaknya untuk mendapatkan nilai yang sempurna namun sebaliknya mendukung anaknya agar bisa mempelajari pelajaran matematika atau pelajaran yang lainnya dengan baik, saya juga harus bisa memastikan bahwasanya pembelajaran yang saya sampaikan kepada siswa saya benar-benar dipahami mulai dari pemahaman konsep dasar hingga yang paling kompleks dapat dipahami oleh siswa saya.
    Luar biasa banget uraian yang diberikan benar-benar membantu membuka pemikiran yang lebih terbuka lagi untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebagai guru ke depannya.

    BalasHapus
  58. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Izin menanggapi pak, terima kasih pak atas penjelasannya. Dari tulisan ini saya jadi paham kalau banyak siswa tidak suka atau takut sama matematika bukan karena mereka bodoh, tapi karena pengalaman belajar yang membuat mereka merasa kewalahan atau gagal duluan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Alya Salsabila
      Npm : 2386206062
      Kelas : V C
      Kalau guru bisa memberikan suasana yang suportif dan langkah pembelajaran yang jelas, saya yakin siswa bisa mulai merasa nyaman dan percaya diri dengan matematika.

      Hapus
  59. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Pak izin bertanya ya, bagaimana cara guru membantu siswa yang sudah lama takut dengan matematika agar tidak cepat menyerah? terimakasih pak

    BalasHapus
  60. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    izin menambahkan Pak, penyebab phobia matematika tuh kompleks banget, biasanya berawal dari pengalaman buruk pas masih kecil, misalnya pernah dimarahin guru atau dipermalukan di depan kelas gara-gara nggak bisa jawab soal Pak. Tekanan dari orang tua yang nuntut nilai sempurna juga sering bikin anak jadi super cemas tiap liat angka. Selain itu, cara belajar yang cuma hafalan rumus tanpa paham konsep dasarnya bikin matematika berasa kayak bahasa alien yang mustahil dimengerti, ditambah lagi adanya stigma sosial kalau matematika itu emang "pelajaran horor" yang cuma bisa ditaklukin sama orang jenius doang.

    BalasHapus
  61. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    fobia matematika tuh bukan sekadar enda suka sama matematika tapi reaksi emosional negatif yang bikin siswa takut cemas atau malah males banget waktu belajar matematika dan menurut aku ini real banget banyak orang dulu waktu SD juga ngerasain hal yang sama

    BalasHapus
  62. Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Ijin menanggapi, setelah saya membaca materi di atas ternyata Fobia matematika tidak hanya berdampak pada nilai akademis, tetapi juga bisa membuat siswa menghindari matematika sama sekali, bahkan sampai memilih jurusan yang tidak melibatkan matematika di masa depan. Dampak psikologis seperti kurang percaya diri, stres, dan penurunan kemampuan berpikir kritis juga disebutkan sebagai konsekuensi dari ketakutan ini. pembahasan diatas juga menekankan bahwa mengatasi fobia matematika membutuhkan pendekatan menyeluruh: ubah mindset negatif menjadi positif, bangun pemahaman konsep dasar, gunakan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan seperti permainan matematika, kurangi tekanan dan berikan dukungan emosional, serta ajarkan manajemen stres dan teknik relaksasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NPM : 2386206113

      Materi diatas juga menjelaskan bahwa fobia matematika dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Misalnya metode pengajaran yang terlalu monoton membuat siswa bosan, tekanan dari lingkungan yang membuat takut gagal, serta kesenjangan pemahaman yang membuat siswa kewalahan ketika menghadapi materi yang lebih sulit

      Hapus
  63. Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Dulu saya punya pengalaman belajar matematika pak, dimana guru di sekolah saya sering nyuruh buat latihan soal terus, tapi bukan bikin paham malah makin takut. Gimana caranya supaya bisa belajar tanpa bikin nambah takut?

    BalasHapus
  64. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Terima kasih atas artikelnya yang sangat solutif ini Pak. Masalah fobia matematika ini memang seperti penyakit umum di sekolah, dan saya sangat setuju bahwa peran guru bukan cuma mengajarkan angka, tapi juga menyembuhkan trauma atau ketakutan siswa. Penjelasan Bapak tentang cara menciptakan lingkungan kelas yang aman dan tidak menghakimi adalah poin yang sangat penting bagi kami para calon pendidik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Saya sangat sepakat bahwa fobia matematika harus diatasi dari sisi psikologis terlebih dahulu sebelum masuk ke materi akademik. Jika siswa sudah merasa alergi atau takut salah, otak mereka akan tertutup untuk menerima informasi baru. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan santai seperti yang Bapak jelaskan, matematika tidak lagi terlihat sebagai monster yang menakutkan, melainkan tantangan yang menyenangkan. Memang benar, rasa percaya diri adalah kunci utama keberhasilan belajar.

      Hapus
  65. Nama : Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Izin memberikan sedikit pandangan berbeda ya, Pak. Jika sistem penilaian kita masih hanya fokus pada hasil akhir tanpa menghargai proses, maka kenyamanan di kelas mungkin hanya jadi obat sementara. Apakah tidak sebaiknya kita juga mengkritik sistem evaluasi kita yang seringkali menjadi akar utama munculnya fobia tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Dalam artikel disebutkan tentang pentingnya memberikan soal yang sesuai tingkat kemampuan. Namun, bagaimana jika fobia siswa sudah sangat berat hingga mereka menolak mencoba sama sekali ( freezing )? Langkah pertama apa yang paling efektif untuk mencairkan ketakutan tersebut?

      Hapus
  66. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Fobiaa Tanggapan saya, fobia matematika seringkali menjadi lingkaran setan. Karena cemas, siswa menghindar karena menghindar, mereka kurang latihan karena kurang latihan, mereka gagal dan kegagalan itu memperkuat rasa cemasnya. Strategi Growth Mindset yang disebutkan di atas adalah kunci pemutus rantai ini. Kita harus meyakinkan siswa bahwa otak itu seperti otot ia tumbuh saat dilatih, dan salah dalam matematika bukan tanda bodoh, melainkan tanda bahwa otak sedang bekerja keras untuk tumbuh.

    BalasHapus
  67. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Poin mengenai Umpan Balik Konstruktif dan Teknik Relaksasi sangat menarik. Di era digital ini, kita punya peluang besar untuk membungkus matematika ke dalam game atau simulasi sehingga siswa merasa sedang bermain, bukan sedang diuji. Ketika rasa senang (dopamin) muncul, rasa cemas secara alami akan mereda.

    BalasHapus
  68. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Menurut saya, artikel ini sangat penting karena banyak siswa yang mengalami fobia terhadap matematika tanpa disadari. Rasa takut itu bisa muncul karena pengalaman buruk sebelumnya, atau mungkin karena metode mengajar yang terlalu kaku. Saya setuju kalau guru dan orang tua perlu memberi dukungan dan membuat suasana belajar lebih nyaman.

    BalasHapus
  69. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Saya tertarik dengan bagian yang menyebut peran orang tua dalam membantu siswa mengatasi fobia matematika. Kalau orang tua selalu menekan atau memaksa, bukannya membantu, malah bisa memperparah rasa takut siswa. Saya rasa orang tua sebaiknya memberi motivasi, pujian atas usaha, dan pengertian saat anak belajar matematika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Yormatiana Datu Limbong
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206082

      Apa saja faktor utama yang bisa menyebabkan seorang siswa mengalami fobia terhadap matematika, dan bagaimana hal itu memengaruhi cara mereka belajar di kelas setiap hari?

      Hapus
  70. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Artikel ini juga menunjukkan bahwa fobia matematika bisa muncul sejak dini. Saya jadi berpikir kalau pembelajaran matematika sejak awal sebaiknya fokus pada pengalaman menyenangkan dulu, baru perlahan masuk ke soal-soal sulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Yormatiana Datu Limbong
      Kelas : 5C Pgsd
      Npm : 2386206082

      bagaimana cara mendeteksi fobia matematika sejak dini pada siswa, dan langkah-langkah apa yang bisa dilakukan supaya rasa takut itu tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius?

      Hapus
  71. NAMA;VIRGINIA JAU
    KELAS;VD
    NPM;2386206089
    Aku ngerasa artikel ini tuh ngebahas hal yang sering banget dialami banyak orang tapi jarang dibahas secara jujur — yaitu fobia atau rasa takut yang bikin kita ngeri duluan sama matematika. Artikel ini bilang kalau fobia terhadap matematika bukan sekadar nggak ngerti soal atau jelek nilainya, tapi bisa muncul karena pengalaman negatif di masa lalu, misalnya pernah dipermalukan waktu jawab di depan kelas atau dikatain nggak pinter. Itu bikin aku inget banget kalau banyak temen aku yang sampe sekarang masih ngerasa gugup tiap ada pelajaran hitung-hitungan, walaupun sekarang udah gede atau kuliah. Artikel itu juga ngejelasin kalau metode belajar yang monoton dan tekanan sosial dari orang tua atau guru bisa bikin ketakutan itu makin dalam, dan itu bikin aku sadar kalau rasa takut itu bukan masalah kemampuan — tapi lebih ke emosi dan pengalaman yang tertanam duluan. Jadi menurut aku artikel ini penting banget karena ngasih pemahaman bahwa fobia matematika itu bisa diatasi asal kita tau sumber masalahnya duluan, bukan cuma disuruh “belajar lebih keras.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak