Opositional Defiant Disorder (ODD) atau Gangguan Perilaku Menentang



Menurut American Psychiatric Association (APA) dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5), ODD adalah pola perilaku negatif, menentang, atau kasar yang konsisten dan terjadi selama setidaknya enam bulan. Gangguan ini muncul pada anak usia prasekolah atau usia sekolah dan biasanya dapat bertahan hingga remaja jika tidak ditangani dengan baik.


ODD termasuk dalam kategori gangguan perilaku yang kompleks dan membutuhkan perhatian khusus karena sering berlanjut dengan masalah perilaku lainnya, seperti Conduct Disorder (CD) di usia remaja. Berdasarkan beberapa studi terbaru, prevalensi ODD diperkirakan sekitar 2-16% pada anak-anak dan remaja di seluruh dunia (Smith, 2023).


Tanda-tanda atau gejala utama ODD meliputi tiga kategori:

Marah dan mudah tersinggung

Anak dengan ODD sering menunjukkan sikap mudah marah, mudah tersinggung, dan sulit untuk dikendalikan emosinya. Mereka mungkin sering kali merasa tidak puas atau frustasi dalam berbagai situasi.

Argumentatif dan Menentang

Anak dengan ODD cenderung sering membantah orang dewasa, sengaja mengabaikan aturan, dan menentang figur otoritas. Mereka mungkin sering kali terlibat dalam perdebatan dan menghindari kegiatan yang memerlukan kepatuhan.

Perilaku Kasar dan Dendam

Anak dengan ODD mungkin sering memendam perasaan dendam atau memiliki sikap tidak menyenangkan terhadap orang lain. Mereka bisa juga menunjukkan perilaku kasar baik secara fisik maupun verbal.


Gejala ini harus diperhatikan dengan cermat, terutama jika sudah mengganggu fungsi sehari-hari anak di lingkungan rumah atau sekolah. Menurut kajian oleh Jones dan koleganya (2021), perilaku menentang yang kronis bisa memicu kesulitan dalam berhubungan sosial dengan teman sebaya dan keluarga.

Penyebab ODD

Penyebab ODD sering kali bersifat multifaktorial, yang berarti bahwa ada beberapa faktor yang saling berinteraksi. Beberapa di antaranya adalah:

Faktor Genetik

Penelitian menunjukkan bahwa genetik memainkan peran dalam meningkatkan risiko ODD. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan mental seperti ADHD, depresi, atau gangguan kecemasan, berpotensi lebih tinggi mengalami ODD (Martinez et al., 2022).

Lingkungan

Kondisi rumah tangga yang tidak stabil, pola asuh yang keras, atau kurangnya perhatian dari orang tua dapat meningkatkan risiko perilaku ODD. Lingkungan sekolah yang penuh tekanan juga dapat berkontribusi pada perkembangan perilaku menentang.

Pengaruh Neurobiologis

Perubahan fungsi otak, khususnya pada area yang mengatur emosi, seperti amigdala dan korteks prefrontal, juga dikaitkan dengan perkembangan ODD. Menurut penelitian terbaru, ketidakseimbangan neurotransmitter, khususnya serotonin dan dopamin, juga dapat berpengaruh terhadap munculnya perilaku impulsif dan agresif (Johnson et al., 2023).


Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami ODD meliputi:

Jenis Kelamin: Anak laki-laki memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami ODD dibandingkan anak perempuan.

Lingkungan Sosial: Pengalaman traumatik atau berada di lingkungan sosial dengan konflik yang tinggi dapat memperburuk risiko.

Pola Asuh: Pola asuh yang otoriter atau terlalu permisif dapat memperburuk perilaku menentang pada anak.

Diagnosis ODD

Diagnosa ODD dilakukan oleh tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater dengan cara melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk wawancara dengan anak dan orang tua, serta observasi perilaku. Biasanya, untuk mendiagnosis ODD, anak harus menunjukkan perilaku menantang selama setidaknya enam bulan secara konsisten dalam berbagai lingkungan. DSM-5 memberikan panduan khusus yang dapat digunakan untuk mendiagnosis, dan tes tambahan dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan perilaku lain seperti ADHD atau gangguan kecemasan.


Penanganan ODD

Penanganan ODD melibatkan pendekatan multidisiplin, termasuk:


Terapi Kognitif dan Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy, CBT)

CBT adalah pendekatan utama untuk mengelola gejala ODD, yang berfokus pada pengembangan keterampilan sosial, pengendalian emosi, dan kemampuan pemecahan masalah. Terapi ini membantu anak memahami dan mengubah pola pikir dan perilaku negatif. Studi oleh Lee et al. (2020) menunjukkan bahwa CBT dapat mengurangi intensitas gejala ODD hingga 30% dalam waktu 6 bulan.


Pelatihan Orang Tua

Program pelatihan bagi orang tua membantu mereka memahami cara menghadapi perilaku anak dengan ODD, sehingga mereka dapat memberikan respon yang lebih efektif dan mendukung perbaikan perilaku anak. Teknik yang digunakan termasuk penguatan positif dan pengaturan batasan.


Terapi Keluarga

Terapi ini melibatkan seluruh anggota keluarga untuk membantu meningkatkan komunikasi dan interaksi yang positif di dalam keluarga, sekaligus membantu keluarga dalam memahami cara terbaik untuk mendukung anak dengan ODD.


Penggunaan Obat-obatan

Dalam beberapa kasus, obat-obatan mungkin diresepkan untuk mengendalikan gejala yang lebih parah atau jika ODD terjadi bersamaan dengan gangguan lain, seperti ADHD atau depresi. Penggunaan obat harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dari profesional kesehatan.

Referensi

Smith, J. (2023). Global Prevalence and Impacts of Oppositional Defiant Disorder in Childhood and Adolescence. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 64(3), 287-298.

Jones, L., et al. (2021). Challenging Behaviors in Children: The Role of Parenting and Social Influences in Oppositional Defiant Disorder. Child and Adolescent Behavioral Health, 35(2), 159-173.

Martinez, R., & Associates. (2022). Genetic and Environmental Factors in Oppositional Defiant Disorder: A Family Study Analysis. Journal of Genetic Psychology, 34(4), 201-212.

Johnson, H., et al. (2023). Neurobiological Underpinnings of Oppositional Defiant Disorder: A Review of Recent Findings on Brain Function and Neurotransmitter Regulation. Neuroscience and Biobehavioral Reviews, 138, 452-467.

Lee, S., et al. (2020). Effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy on Oppositional Defiant Disorder Symptoms in Children and Adolescents: A Meta-Analysis. Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology, 49(4), 502-516.

Patel, K., & Colleagues. (2023). Case Study Analysis of Behavioral Interventions in Children with Oppositional Defiant Disorder. Clinical Child Psychology and Psychiatry, 28(1), 33-49.

Smith, T. (2022). The Impact of Inclusive School Environments on Children with Oppositional Defiant Disorder: A Longitudinal Study. Educational Psychology Review, 34(2), 125-141.


226 Komentar

  1. Nama:Elisnawatie
    Kelas:VD
    NPM:2386206069

    Saat saya membaca penjelasan mengenai tanda-tanda dan gejala ODD, saya merasa pernah mengalami beberapa hal yang mirip, terutama dalam hal mudah marah atau sering membantah. Hal ini membuat saya bertanya-tanya pak apakah perilaku tersebut hanya merupakan bagian dari dinamika emosi sehari-hari atau bisa termasuk dalam gejala ODD. Namun saya juga memahami bahwa untuk memastikan hal ini, diperlukan evaluasi profesional oleh psikolog atau psikiater, karena tidak semua ciri yang muncul berarti langsung termasuk ODD

    BalasHapus
  2. Nama:Elisnawatie
    Kelas:VD
    NPM:2386206069

    Izin bertanya pak

    Apa yang bisa dilakukan untuk membedakan antara perilaku yang hanya dipicu oleh stres sesaat dengan perilaku menentang yang konsisten selama berbulan-bulan sebagaimana dijelaskan dalam materi tentang ODD pak .tidak untuk orang lain pak namun untuk diri saya sendiri terlebih dahulu🙏🏻🙏🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menjawab pertanyaan dari erisnawati pak, untuk membedakan antara perilaku yang hanya dipicu oleh stress dengan perilaku menentang yaitu biasanya dapat kita lihat dari atau dipengaruhi dan tekanan sesaat biasanya ditandai dengan pola di berbagai situasi ini biasanya menandakan perilaku ODD sedangkan jika perilaku marah munculnya dalam kondisi stres sementara maka itu tidak disebut dengan ODD🙏

      Hapus
    2. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie, menurut sepengetahuan yang aku tau sih mungkin bisa dengan memperhatikan durasi dan juga konsistensi perilaku pada diri sendiri. Jikalaua sikap menentangnya hanyalah muncul sesaat saja yaitu saat sedang merasa stres dan juga merada ketika situasi sudah membaik, mungkin itu hanyalah sekedar reaksi sesaat saja. Namun jika pola menentang, mudah marah, dan agresif muculnya berulang-ulang kali di berbagai situasi dan cukup lama, itulah tandanya sudah mendekati pola ODD sesuai dengan pada materi di atas ini.

      Hapus
    3. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Elisnawatie, jadi menurut saya, untuk diri sendiri, yang bisa dilakukan adalah refleksi jujur dengan melihat pola waktu dan situasi: tanya ke diri sendiri apakah sikap menentang itu muncul hanya saat lagi capek, tertekan, atau ada masalah tertentu, lalu mereda setelah kondisi membaik, atau justru muncul hampir setiap hari di banyak situasi dan berlangsung berbulan-bulan, coba catat pemicunya, frekuensinya, dan dampaknya ke hubungan atau aktivitas, karena stres sesaat biasanya fluktuatif dan bisa reda dengan istirahat atau dukungan, sementara perilaku menentang yang konsisten cenderung menetap, berulang, dan sulit dikendalikan meski situasi sudah lebih tenang.

      Hapus
    4. Nama : Dias Pinasih
      NPM : 2386206057
      Kelas : 5B PGSD
      Izin menjawab ya Pak 🙏
      Menurut saya, untuk membedakan antara perilaku yang muncul karena stres sesaat dengan perilaku ODD, hal utama yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dan lamanya perilaku tersebut muncul. Jika anak hanya sesekali membantah, marah, atau menolak aturan karena sedang lelah, tertekan, atau ada masalah tertentu, biasanya perilaku itu tidak berlangsung lama dan bisa mereda setelah anak ditenangkan.
      Berbeda dengan anak yang mengalami ODD, perilaku menentang cenderung muncul terus-menerus, konsisten, dan berlangsung dalam jangka waktu lama, bahkan bisa berbulan-bulan. Perilaku tersebut juga sering muncul di berbagai situasi, bukan hanya di satu kondisi tertentu, serta terlihat lebih disengaja seperti sering menolak aturan, mudah tersulut emosi, dan menyalahkan orang lain.

      Hapus
    5. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A


      Izin menjawab pertanyaan dari Elis, menurut saya untuk membedakannya kita bisa perhatikan lagi tiga hal pada diri sendiri pertama soal waktu, kalau ODD itu perilakunya muncul konsisten minimal enam bulan sekali sedangkan stres sesaat biasanya cuma muncul saat ada pemicu tertentu dan mereda setelah masalahnya selesai misalnya pas lagi banyak deadline kita jadi gampang tersinggung, tapi setelah deadline lewat yaa akan kembali normal lagi. Kedua adalah tempat munculnya, ODD itu terjadi di berbagai lingkungan seperti rumah, kampus, atau tempat kerja, bukan hanya di satu tempat aja. Ketiga adalah dampaknya kalau ODD sampai mengganggu hubungan dan tanggung jawab kita secara keseluruhan, bukan hanya gangguan kecil sesaat.

      Jadi coba evaluasi diri apakah perilaku kita sudah berlangsung lama dan konsisten di mana-mana, atau hanya muncul sesekali saat tertekan kalau memang merasa ada pola yang mengganggu, sebaiknya konsultasi ke profesional saja.

      Hapus
  3. Nama:Elisnawatie
    Kelas:VD
    NPM:2386206069

    Menurut pandangan saya pak pelatihan orang tua dan terapi keluarga itu tidak membantu dalam mengobati odd pak soalnya bisa saja odd itu ada karena perlakuan mereka .seperti yang bapa sudah sampaikan obat obatan ,psikolog dan diri sendiri saja yg bisa membantu

    BalasHapus
  4. Sayangnya di Indonesia ini menurut saya masih kurang pemerintahnya memparhatikan hal-hal ini, padahal kalo pemerintah melakukan penangan yang baik terhadap anak sejak usia dini untuk mengurangi gangguan perilaku menentang pasti banyak peserta didik yang terarah gaya hidup dan kebiasaan hidupnya.
    Apa karena ganguan ini juga ya peserta didik di Indonesia ini semakin hari semakin tak bisa di atur? banyak sekali kejadian yang buruk terjadi dan bisa kita lihat di internet, mulai dari peserta didik yang melawan guru, menindas teman, melawan orang tua , kebiasaan mereka tu sangat bisa dikatakan ganguan perilaku menentang karena sudah sampai pada titik yang keterlaluan.

    Sebagai calon pendidik ada rasa ketakutan yang tersendiri kadang melintas setelah melihat berita sekarang, takut ketika mengajar lalu mendapatkan murid yang mengalami gangguan menentang dan didukung oleh kedua orang tuanya hmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, Pemerintah memang perlu meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dan penanganan gangguan perilaku anak. Gangguan perilaku menentang bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh lingkungan.
      Kejadian-kejadian buruk di sekolah memang memprihatinkan. Tapi, sebagai calon pendidik, kita bisa menjadi bagian dari solusi dengan membangun hubungan baik dengan siswa, mengidentifikasi akar masalah, dan menggunakan pendekatan yang tepat.

      Hapus
  5. Nama : Nabilah Aqli Rahman
    NPM : 2356206125
    Kelas : 5D PGSD

    Selama kurang lebih 20 menit saya membaca artikel ini saya jadi semakin merasa kalau saya ini manusia yang kurang ilmu banget nih Pak. Saya kemana aja yaa baru tau kalau ada gangguan anak yang namanya OOD ini 😓

    Berarti ODD ini masih termasuk kategori anak berkebutuhan khusus yaa Pak? Karena kan tadi saya baca kalau anak dengan gangguan ODD sering kali juga punya gejala ADHD.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Setelah tau saya jadi sadar, kalau ga semua perilaku menentang atau membangkang itu berarti anaknya nakal atau ga sopan. Bisa jadi, anak tersebut sedang mengalami kesuliatan mengelola emosinya, merasa ga aman.

      Saya juga jadi merenung tentang peran guru di kelas. Ternyata menjadi pendidik lagi lagi bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi juga tentang membangun hubungan yang penuh empati dan kesabaran.

      Kalau nanti di kelas yang kita ajar terdapat anak ODD mungkin akan menantang kita, tapi justru di situlah kita di uji. Apakah kita bisa menjadi orang dewasa yang tetap hadir, meski ditolak atau dibantah.

      Hapus
    2. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Kalau pembahasannya di perluas lagi nih yaa. ODD mengajak kita untuk melihat pendidikan sebagai proses membentuk manusia yang utuh. Anak-anak dengan tantangan perilaku bukan untuk dijauhi, dikucilkan. Tapi justru dipeluk dengan strategi yang tepat.

      Karena saya yakin. Setiap anak punya potensi, dan kadang potensi itu tersembunyi di balik perilaku anak yang sulit dan berbeda dari anak lainnya.

      Hapus
    3. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Pengetahuan baru tentang ODD ini juga jadinya buat saya jadi pengen terus belajar Pak. Karena pengetahuan saya masih dangkal banget ternyata. Pasti masih banyak yang saya belum ketahui tentang ODD ini.

      Strategi pembelajarannya, cara membangun komunikasi yang ga memicu konflik, dan bagaimana menciptakan lingkungan kelas yang ramah bagi semua anak.

      Saya mau jadi guru yang ga cuma mengajar, tapi juga mendampingi proses tumbuh anak-anak dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan yang berbeda-beda

      Hapus
    4. Nama : Nabilah Aqli Rahman
      NPM : 2386206125
      Kelas : 5D PGSD

      Akhirnya, saya jadi merasa besyukur meskipun terlambat saya bisa mengenal ODD ini sejak sekarang. Bagi saya, ini bukan sekedar informasi medis, tapi bekal penting untuk menjadi pendidik yang lebih peka, reflektif, dan siap mengjadapi tantangan nyata di dunia pendidikan. Karena setiap anak, termasuk yang punya ODD tetap punya hak untuk terus tumbuh, belajar, dan dicintai.

      Hapus
    5. Nama : Dias Pinasih
      NPM : 2386206057
      Kelas : 5B PGSD
      Izin menanggapi ya Pak 🙏
      Menurut saya, dari penjelasan di materi dan juga komentar Nabilah, memang wajar kalau awalnya kita bingung membedakan antara ODD, ADHD, atau sekadar perilaku anak yang terlihat aktif dan membangkang. Karena di lapangan, gejalanya memang bisa mirip dan saling tumpang tindih.
      Namun yang saya tangkap dari materi, ODD lebih ke pola perilaku menentang yang konsisten, seperti sering membantah, menolak aturan, mudah marah, dan cenderung menyalahkan orang lain, sedangkan ADHD lebih dominan ke masalah fokus, impulsif, dan hiperaktif. Jadi meskipun bisa muncul bersamaan, keduanya tetap punya ciri yang berbeda.
      Menurut saya, sebagai calon guru, kita memang tidak dituntut untuk langsung mendiagnosis, tapi penting untuk peka terhadap pola perilaku anak. Kalau perilaku tersebut muncul terus-menerus dan mengganggu proses belajar, guru perlu berkoordinasi dengan orang tua dan tenaga profesional agar anak mendapat penanganan yang tepat, bukan malah dicap nakal.

      Hapus
  6. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : 5B PGSD

    Izin menanggapi materi di atas pak, Menurut saya, materi Oppositional Defiant Disorder (ODD) ini sangat bermanfaat karena menjelaskan dengan jelas gejala, penyebab, dan cara penanganannya. Saya baru memahami bahwa perilaku menentang pada anak bisa menjadi gangguan yang perlu penanganan serius jika berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penjelasan tentang peran faktor genetik, lingkungan, serta pentingnya pelibatan orang tua dan terapi keluarga juga sangat membantu untuk meningkatkan kesadaran🙏🏻

    BalasHapus
  7. Nama : Oktavia Ramadani
    Npm : 2386206086
    Kelas : 5D

    Setelah saya membaca materi ini saya bisa tau tentang ODD , mulai dari gejala nya , penyebabnya bahkan hingga penanganannya , ternyata Anak dengan ood itu cenderung memang sering membantah orang dewasa , sengaja mengabaikan sebuah aturan , mereka mungkin sering kali terlibat dalam perdebatan dan menghindari kegiatan yang memerlukan kepatuhan , prilaku kasar dan dendam , anak dengan ODD itu mungkin sering memendam perasaan yang dimiliki atau ada sikap tidak menyenangkan terhadap orang lain , mereka bisa menunjukkan perilaku kasar itu baik secara fisik maupun secara verbal.

    Biasanya nih ada anak yang sering membantah atau marah , orang langsung berpikir dia tidak sopan dia nakal , padahal saat saya membaca materi ini bisa terlihat bahwa bisa aja itu merupakan tanda dari gangguan prilaku yang serius dan butuh penanganan yang khusus , materi ini sangat bermanfaat banget sih untuk guru dan juga orang tua , membantu memahami bahwa anak dengan prilaku yang menentang itu tidak perlu di marahi terus , tapi harus bida dipahami dan di bimbing dengan cara yang tepat .

    BalasHapus
  8. Nama : Oktavia Ramadani
    Npm : 2386206086
    Kelas : 5D

    Izin bertanya bapa dan teman - teman semua jika ingin menjawab , apakah ODD itu bisa sembuh ya , Jika di tangani dengan tepat ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka Oktavia saya mau menanggapii pertanyaanya.
      Ya benar sekali ODD dapat disembuhkan, melalui pendekatan atau terapi antara orang yang mengalami ODD dengan orang yang bisa menangani gejala atau penderita ODD ini seperti psikolog atau psikiater dapat sedikit menurunkan ODD yang di alami, selain itu juga bisa dibantu dengan perawatan seperti obat-obatan dan terutama dukungan dari orang terdekat seperti orang tua , keluarga bahkan temannya. Selain usaha diatas orang tua juga bisa memperhatikan lingkungan bermain dan sekitarnya.
      ini ka jawaban dari sudut pandang saya semoga bermanfaat....

      Hapus
    2. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D

      Haloo Oktavia menurut aku bisa dong asalkan ditangani dengan pendekatan yang tepat, konsisten, dan dilakukan sejak dini. Dukungan bersama antara guru, orang tua, dan profesional sangat penting agar anak dapat belajar mengelola emosi, mengikuti aturan, serta memiliki hubungan sosial dan kemampuan belajar yang lebih baik.

      Semoga membantu

      Hapus
    3. Nama: Nanda Vika Sari
      Npm: 2386206053
      Kelas: 5B PGSD


      Izin menjawab pertanyaan dari Oktavia Ramadani, iya pasti bisa sih Via ODD itu pasti bisa membaik bahkan dipulihkan jikalau di tangani dengan tepat terutama melalui pelatihan orang tua, dukungan keluarga, dan juga lingkungan sekolah yang positif. Penanganan dini itu bisa membuat peluang untuk memulihkannya jauh lebih besar kemungkinannya.

      Hapus
    4. Nama: Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Oktavia, jadi menurut saya, ODD itu bisa membaik dan banyak anak bahkan bisa tidak lagi memenuhi kriteria ODD kalau ditangani dengan tepat dan konsisten, terutama lewat pendampingan psikologis, pola asuh yang lebih stabil, latihan mengelola emosi, serta dukungan lingkungan sekolah dan rumah; memang bukan proses instan, tapi dengan intervensi dini dan kerja sama semua pihak, perilaku menentang bisa jauh berkurang dan anak bisa belajar respon yang lebih sehat.

      Hapus
    5. Nama : Dias Pinasih
      NPM : 2386206057
      Kelas : 5B PGSD
      Izin menjawab ya Pak 🙏
      Menurut saya, ODD itu bisa ditangani dan dikendalikan, tapi prosesnya memang tidak instan dan butuh kerja sama banyak pihak. ODD bukan berarti langsung “sembuh total” seperti sakit fisik, tapi perilaku anak bisa jauh lebih terkendali kalau ditangani dengan pendekatan yang tepat dan konsisten.
      Dari materi yang dijelaskan, penanganan ODD perlu dilakukan lewat pendekatan emosional, konsistensi aturan, dan komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan tenaga profesional. Guru di kelas punya peran penting, terutama dengan tidak menggunakan nada marah, memberi batasan yang jelas, dan tetap tegas tapi empatik.
      Selain itu, anak dengan ODD juga butuh lingkungan yang mendukung supaya tidak merasa terus disalahkan. Kalau anak merasa dipahami dan diberi arahan yang jelas, perilaku menentangnya bisa berkurang perlahan. Jadi menurut saya, ODD bisa “membaik” dan dikontrol, asalkan ditangani dengan sabar, konsisten, dan tidak hanya mengandalkan satu pihak saja.

      Hapus
    6. ODD (Oppositional Defiant Disorder) bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Penanganan yang efektif biasanya melibatkan kombinasi terapi perilaku, konseling, dan dukungan keluarga.

      Dengan penanganan yang tepat, anak dengan ODD bisa belajar mengelola perilaku mereka dan mengembangkan keterampilan sosial yang lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak berbeda, dan hasilnya bisa bervariasi.
      Penting untuk bekerja sama dengan profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

      Hapus
    7. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A


      Hai Oktavia, kalau menurut saya ODD bisa membaik kalau ditangani dengan tepat kok dari materi yang kita pelajari, penelitian menunjukkan terapi CBT bisa mengurangi gejala ODD sampai 30 persen dalam enam bulan, penanganannya memang harus konsisten dan melibatkan banyak pihak, seperti terapi untuk anak, pelatihan orang tua, dan dukungan keluarga, ODD memang bukan yang langsung sembuh total, tetapi lebih ke pengelolaan perilaku yang butuh waktu dan kesabaran.

      Hapus
    8. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Hallo Oktavia Ramadani saya izin menjawab pertanyaan komentar anda yaa 😊
      Menurut saya, iyaa ODD itu bisa membaik dan bisa dikendalikan kalau ditangani dengan tepat dan konsisten
      Walaupun nggak langsung cepat, tapi pelan-pelan anak bisa berubah jadi lebih baik.

      - ODD bukan penyakit yang nggak bisa hilang
      Anak dengan ODD itu sebenarnya lagi kesulitan mengatur perasaan 😢

      Kalau anak:
      - Dibantu dengan cara yang baik
      - Nggak sering dimarahi
      - Diberi contoh sikap yang tenang
      - Dipuji saat berbuat baik
      👉 Anak bisa belajar mengontrol diri 👍

      Siapa saja yang harus membantu?
      - Guru di sekolah
      - Orang tua di rumah
      - Kadang juga guru BK atau ahli
      - Kalau semua kerja sama, hasilnya lebih bagus

      Menurut saya, ODD bisa membaik asal ditangani dengan sabar, konsisten, dan penuh kasih. Anak ODD bukan anak nakal mereka hanya butuh bantuan untuk belajar mengatur emosi. Kalau orang dewasa mau membantu dengan hati,
      anak juga bisa belajar jadi lebih baik setiap hari.

      Hapus
  9. Nama : Aprilina Awing
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Tanggapan Saya dari materi yang disampaikan, Materi ini memberikan wawasan yang penting tentang bagaimana menghadapi anak-anak dengan Oppositional Defiant Disorder (ODD). Perilaku anak-anak dengan ODD memang bisa sangat menantang, baik bagi mereka sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar mereka. Sangat menarik bahwa perilaku ini tidak hanya sekadar kenakalan biasa, tetapi memiliki dampak yang lebih besar dan sering kali membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dari guru dan orang tua.

    Salah satu poin yang saya tangkap adalah pentingnya menjaga ketenangan dan konsistensi saat menghadapi siswa dengan ODD. Respon emosional dari guru hanya akan memperburuk situasi, sehingga penting bagi guru untuk tetap tenang dan menggunakan nada suara yang positif. Ini adalah tantangan tersendiri, terutama dalam situasi yang dapat memicu stres. Selain itu, penguatan perilaku positif juga merupakan strategi yang baik. Memberikan perhatian lebih pada perilaku yang baik daripada yang buruk bisa membantu siswa merasa dihargai dan berusaha untuk berperilaku lebih baik.

    BalasHapus
  10. Nama : Aprilina AWING
    Kelas : 5D PGSD
    NPM : 2386206113

    Saya ingin bertanya Pak, bagaimana cara guru dapat lebih baik dalam mengenali dan memahami pemicu yang mungkin menyebabkan perilaku negatif pada siswa? Apakah ada teknik tertentu yang bisa digunakan untuk membantu siswa mengidentifikasi dan mengatasi stres mereka sebelum mencapai puncak emosi? Selain itu, dalam hal menciptakan ruang tenang yang aman, apa saja elemen yang harus ada di dalamnya agar efektif untuk membantu siswa merasa nyaman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Halo Aprilina Awing izin yh untuk menjawab pertanyaan nya, kalo untuk aku sendiri merasa bahwa guru punya peran penting dalam mengenali pemicu perilaku menentang pada siswa sejak awal. Karena setiap anak punya cara berbeda dalam mengekspresikan emosi, jadi penting bagi seorang guru untuk memahami pola reaksi mereka di berbagai situasi. Contohnya, kalau siswa mulai menunjukkan tanda stres atau marah, guru bisa memberi waktu jeda sebentar agar mereka tenang dulu sebelum melanjutkan kegiatan. Selain itu juga, aku juga setuju bahwa pendekatan seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bisa jadi inspirasi dalam mengelola perilaku siswa. Dengan membantu mereka mengenali dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif, suasana kelas bisa jadi lebih nyaman. Menurutku juga, lingkungan belajar yang hangat, penuh empati, dan komunikasi terbuka antara guru dan siswa adalah kunci agar mereka merasa aman untuk belajar dan berkembang🙏🏻

      Hapus
    2. Nama:bella ayu pusdita
      Kelas:5d
      Nim:2386206114
      Izin menjawab pertanyaan dari aprilina awing
      Peran guru adalah menjadi "detektif" untuk perilaku siswa, mencari tahu fungsi atau alasan di balik perilaku negatif, bukan hanya menghukumnya. Guru juga dapat menggunakan teknik pengumpulan data sederhana yang disebut ABC (Antecedent-Behavior-Consequence) untuk memahami konteks pemicu. Setelah mengumpulkan data ABC, guru perlu berbicara langsung dengan siswa (bila memungkinkan dan sesuai usia) atau dengan orang tua/staf lain untuk mendapatkan wawasan tentang faktor-faktor yang tidak terlihat. Tujuan utamanya adalah mengajarkan kesadaran diri (self-awareness) dan regulasi diri (self-regulation) sehingga siswa dapat melakukan intervensi sebelum emosi mencapai puncaknya (sebelum terjadi tantrum atau ledakan). Ini adalah alat regulasi diri yang paling cepat dan efektif. Ajarkan teknik pernapasan yang menyenangkan dan mudah diingat Elemen-elemen ini membantu siswa dengan ODD atau trauma untuk melatih self-soothing (menenangkan diri) dan kembali ke kondisi siap belajar.🙏🏻🙏🏻

      Hapus
    3. Nama:Elisnawatie
      NPM:2386206069
      Kelas:5D
      haloo April menurut aku Guru dapat lebih baik mengenali pemicu perilaku negatif dengan cara mengamati pola perilaku siswa setiap hari dan mencatat kapan perilaku itu muncul. Misalnya: saat pelajaran sulit, saat tidak mendapat perhatian, atau ketika suasana kelas terlalu ramai. Dengan catatan tersebut, guru bisa mengetahui apa yang membuat siswa stres dan apa yang membantu mereka lebih tenang.
      Untuk membantu siswa mengenali dan mengatasi stres sebelum emosi memuncak, guru dapat menggunakan beberapa teknik sederhana, seperti:
      Latihan pernapasan(tarik napas dalam 3 detik, hembuskan 3 detik)
      Kartu emosi untuk membantu siswa mengungkapkan perasaan
      Time-out positif (beristirahat sementara di tempat aman)
      Self-talk positif, misalnya: “Aku bisa tenang dulu”.Selain itu, menciptakan ruang tenang (calm corner) dapat sangat membantu siswa menenangkan diri.
      Dengan pengamatan yang konsisten, teknik regulasi emosi, dan ruang tenang yang aman, guru dapat membantu siswa mengelola stres sebelum perilaku negatif muncul dan mengganggu kelas.

      Hapus
    4. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Aprilina Awing, jadi menurut saya, guru bisa mulai dengan lebih peka mengamati pola perilaku siswa (kapan muncul, setelah kejadian apa, dan di situasi seperti apa) lalu ngobrol singkat secara empatik tanpa menghakimi supaya tahu pemicunya; teknik sederhana yang bisa dipakai misalnya check-in emosi, kartu emosi, skala perasaan 1–5, atau latihan napas singkat sebelum emosi memuncak, sedangkan ruang tenang aman sebaiknya berisi tempat duduk nyaman, suasana sepi, pencahayaan lembut, aturan jelas tapi tidak menghukum, alat bantu regulasi emosi (seperti bola stres atau gambar perasaan), serta kehadiran guru yang menerima dan membuat siswa merasa aman, didengar, dan tidak dihakimi.

      Hapus
    5. Nama : Dias Pinasih
      NPM : 2386206057
      Kelas : 5B PGSD
      Izin menjawab ya Pak 🙏
      Menurut saya, supaya guru bisa lebih baik dalam mengenali dan memahami pemicu perilaku negatif pada siswa, langkah awal yang penting adalah observasi yang konsisten. Guru perlu memperhatikan pola perilaku siswa, misalnya kapan anak mulai marah, apa yang terjadi sebelumnya, dan dalam situasi seperti apa perilaku itu muncul. Dari situ guru bisa lebih peka terhadap pemicu stres siswa sebelum emosinya memuncak.
      Selain itu, teknik yang bisa digunakan adalah komunikasi yang tenang dan terbuka, seperti mengajak siswa bicara secara personal saat kondisinya sudah lebih stabil. Pendekatan ini membantu siswa merasa didengar, bukan dihakimi, sehingga guru bisa membantu mereka mengelola emosi dengan lebih baik. Guru juga perlu memberi arahan yang jelas dan konsisten supaya siswa tahu batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh

      Hapus
    6. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Hallo Aprilina Awing saya izin menjawab pertanyaan komentar anda yaa. Menurut saya, guru bisa lebih mudah mengenali dan memahami penyebab (pemicu) perilaku negatif anak kalau guru mau mengamati dan mendengarkan dengan sabar 😊
      Cara guru bisa mengenali pemicu perilaku negatif
      Guru bisa memperhatikan:
      - Kapan anak mulai marah atau melawan
      Apakah saat pelajaran sulit? Saat ditegur? Saat ramai?

      - Apa yang terjadi sebelum anak marah
      Contoh nya:
      Lapar, capek, diejek teman, dan Nggak paham pelajaran 😢

      Guru juga bisa:
      - Ajak anak ngobrol pelan-pelan

      - Bertanya:
      “Tadi kamu kenapa sedih?” atau “Bagian mana yang bikin kamu kesal?”

      Teknik supaya anak tahu dan mengatasi stres sebelum marah
      Guru bisa mengajarkan anak hal sederhana:
      - Menarik napas pelan-pelan 🌬️
      - Menghitung sampai 5 atau 10
      - Menunjuk perasaan
      Misalnya: senang 🙂, sedih 😢, marah 😠
      - Boleh minta waktu tenang sebentar
      Kalau anak tahu perasaannya, anak nggak cepat meledak

      Hapus
  11. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2386206053
    Kelas: 5B PGSD

    Setelah saya membaca materi ini ternyata di materi ini penulis menjelaskan bahwa ODD bukan sekedar perilaku “nakal” atau “pembangkang”, tetapi sebagai gangguan psikologis dengan dasar biologis, sosial, dan lingkungan yang saling berinteraksi. Adapun penjelasan tentang tanda-tanda ODD yang dibagi tiga kategori yaitu mudah marah, argumentatif, dan perilaku dendam sangat amat membantu untuk para pembaca dalam memahami karakteristik anak dengan ODD secara sistematis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Nanda sudah sangat tepat karena menyebutkan ODD itu adalah gangguan psikologis dengan dasar biologis, sosial, dan lingkungan yang saling berinteraksi. Sebagai tambahan, ini penting banget karena materi ODD juga menyoroti adanya Faktor Risiko yang memperparah interaksi kompleks ini, seperti pola asuh yang otoriter atau terlalu permisif. Pola asuh yang ekstrem ini bisa memperburuk kecenderungan biologis anak untuk menentang. Oleh karena itu, pembagian gejala menjadi tiga kategori (mudah marah, argumentatif, dan perilaku dendam) yang Nanda sebutkan itu sangat membantu guru dan orang tua untuk cepat mengenali pola perilaku negatif ini dan tahu bahwa interaksi lingkungan (pola asuh) perlu segera diperbaiki melalui intervensi, misalnya Pelatihan Orang Tua.

      Hapus
  12. Nama: Nanda Vika Sari
    Npm: 2486206053
    Kelas: 5B PGSD

    Izin menanggapi pak, setelah saya baca materi ini pada materi ini ada penanganan yang ditawarkan bersifat multi disiplin dan realistis, mencerminkan pendekatan modern dalam psikologi klinis dan pendidikan. Selain itu, pembahasan mengenai terapi keluarga dan penciptaan lingkungan inklusif di sekolah menunjukkan bahwa keberhasilan penanganan ODD tidak hanya ditentukan oleh terapi individual, tetapi juga oleh dukungan sosial dan budaya sekolah yang positif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Komentar Nanda keren sekali karena menyoroti bahwa penanganan ODD itu multidisiplin dan realistis, dan yang paling penting, keberhasilannya juga bergantung pada dukungan sosial dan budaya sekolah yang positif. Sebagai tambahan, ini dikuatkan oleh temuan riset yang dikutip di materi, bahwa Lingkungan Sekolah yang Inklusif punya dampak positif bagi anak ODD. Artinya, upaya sekolah untuk menciptakan budaya suportif seperti tidak melabeli anak sebagai nakal akan menjadi dukungan lingkungan yang sangat kuat bagi terapi individual yang dijalani anak, seperti Terapi Keluarga yang juga Nanda sebutkan. Dukungan ini mencegah anak merasa dihakimi dan membantu mereka menerapkan keterampilan sosial baru yang dipelajari dari terapi.

      Hapus
  13. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Setelah membaca materi di atas menurut saya sudah cukup lengkap dan mudah di pahami. Dapat kita ketahui ternyata perilaku menentang ini harus diperhatikan sejak dini supaya tidak berkembang jadi masalah yang lebih besar. Banyak anak sebenarnya cuma sedang mencari perhatian atau batasan, tetapi jika sudah parah banget memang jadi beda ceritanya. Lingkungan rumah dan pola asuh juga ternyata sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan perilaku ODD ini. Makanya penting banget ada kerja sama antara orang tua,guru dan tenaga pekerja profesional lainnya.

    BalasHapus
  14. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Gejala OOD di atas itu memang sering keliatan di keseharian, tetapi kadang di salah artikan sebagai (anak nakal) biasa. Padahal kalau perilaku nya sudah sering dan berlangsung lama, bisa jadi ini tanda gangguan yang perlu di tangani. Anak dengan gangguan ODD biasanya lebih sensitif dan gampang terpancing emosi. Kalau di biarkan terus menerus mereka bisa makin sulit di atur dan di kondisikan perilakunya serta susah bersosialisasi. Karena itu pendekatan yang sadar dan konsisten dari orang dewasa sangatlah di perlukan.

    BalasHapus
  15. Nama : Andi Nurfika
    NPM : 2386206017
    Kelas : VB PGSD

    Dapat kita lihat penyebab ODD yang campuran antara faktor genetik dan lingkungan memang bikin gangguan ini gak bisa ditangani dengan satu cara aja. Setiap anak yang memiliki gangguan ini butuh penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nya.terapi perilaku dapat di berikan orang tua dari orang yang berpengalaman atau juga pelatihan dari orang tua langsung jadi langkah awal yang efektif. Dalam beberapa kasus ODD ini, obat juga bisa membantu tapi tetap harus dalam pengawasan ahlinya. Yang paling penting dari segalanya dukungan orng terdekat, Dangan membuat anak merasa di dukung dan gak di anggap "masala" oleh orang yang ada di sekitarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A


      Halo Fika, saya sangat setuju sekali dengan tanggapan kamu, karena ODD memang kompleks sekali dengan penyebab yang beragam mulai dari genetik sampai lingkungan, menjadikan penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi tiap anak dan yang paling penting adalah dukungan dari orang terdekat supaya anak tersebut merasa diterima bukan dianggap sebagai masalah karena perasaan didukung ini justru bisa jadi kunci keberhasilan terapi dan pelatihan yang diberikan baik dari profesional maupun orang tua sendiri.

      Hapus
  16. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Dengan adanya materi ini saya jadi mengetahui gejala terhadap ODD adalah mudah tersinggung dan marah, argumentatif dan menantang seperti suka berdebat dengan orang tua serta perilaku kasar dan dendam gejala tersebut harus di perhatikan karena perilaku tersebut dapat memicu kesulitan untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, keluarga dan orang lain misalnya tetangga. Tapi menurut saya gejala tersebut dapat menjadi tanda bahwa anak yang mengalami ODD sedang kesulitan dalam mengelola emosi dan kesulitan dalam kontrol atau mengendalikan diri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Izin menambahkan sedikit tanggapan, menurut saya penting untuk digarisbawahi bahwa kesulitan mengelola emosi dan mengendalikan diri yang ia sebutkan itu sangat erat kaitannya dengan penyebab ODD yang dijelaskan dalam materi. Materi menyebutkan adanya pengaruh neurobiologis, di mana terjadi perubahan fungsi otak, khususnya di area yang mengatur emosi seperti amigdala dan korteks prefrontal, serta adanya ketidakseimbangan neurotransmitter. Jadi, kesulitan emosi dan kontrol diri itu bukan hanya masalah kemauan anak, tapi juga ada faktor biologis di baliknya. Oleh karena itu, penanganannya pun harus melibatkan Terapi Kognitif dan Perilaku (CBT) yang fokus pada pengembangan keterampilan mengendalikan emosi dan pemecahan masalah.

      Hapus
  17. Nama: Nur Sinta
    NPM: 2386206033
    Kelas: 5B PGSD

    Saya jadi paham bahwa perilaku menantang atau kasar dari siswa yang mengalami ODD bukan sepenuhnya anak membangkang dan menyebalkan, namun ternyata anak yang mengalami ODD termasuk dalam kategori gangguan perilaku yang kompleks. Disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor genetik yang berkaitan dengan keturunan ADHD, lingkungan sekitar, pengaruh neurobiologis atau perubahan fungsi otak serta beberapa faktor risiko yang dapat meningkat pada anak yang mengalami ODD yaitu jenis kelamin, lingkungan sosial dan pola asuh yang otoriter maka dari itu anak yang mengalami ODD membutuhkan perhatian dan pendekatan yang khusus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Izin menambahkan sedikit tanggapan, menurut saya, yang membuat anak ODD ini butuh pendekatan khusus di sekolah dan rumah adalah karena perilaku menentang mereka yang kronis itu punya dampak jangka panjang yang serius. Materi menyebutkan bahwa jika ODD tidak ditangani dengan baik, perilaku ini bisa bertahan hingga remaja dan bahkan berlanjut menjadi masalah perilaku yang lebih kompleks seperti Conduct Disorder (CD). Selain itu, perilaku menentang yang terus-menerus ini juga bisa memicu kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan teman sebaya dan keluarga. Jadi, pendekatan khusus yang Sinta sebutkan itu sangat mendesak, dan harus segera dilakukan, misalnya lewat Terapi Kognitif dan Perilaku (CBT) dan Pelatihan Orang Tua, untuk mencegah masalah ini makin parah dan mengganggu masa depan sosial anak.

      Hapus
  18. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM : 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Menurut saya dari yang saya baca materi ini membuka mata tentang bagaimana matematika seharusnya diajarkan.bukan hanya soal rumus dan angka, tapi juga tentang bagaimana matematika bisa menjadi alat untuk memahami dunia di sekitar kita.saya suka bagaimana materi ini menekankan pentingnya pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir logis dalam matematika.
    matematika dalam pendidikan matematika seharusnya tidak hanya berfokus pada penguasaan rumus dan prosedur, tapi juga pada pengembangan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir logis. dengan memahami konsep-konsep matematika secara mendalam, siswa akan lebih mampu menerapkan matematika dalam berbagai situasi dan memecahkan masalah-masalah kompleks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Maria Ritna Tati
      NPM :2386206009
      Kelas : V A PGSD

      Maaf pak ini juga kebalik-balik komentarnya tentang materi ini,Izin menaggapi lagi ya pak.Dari materi yang saya baca materi ini memberikan informasi yang sangat penting dan bermanfaat tentang ODD.penjelasan tentang gejala, penyebab, dan penanganan ODD sangat membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gangguan ini.saya suka bagaimana materi ini menekankan pentingnya penanganan ODD secara multidisiplin, yang melibatkan berbagai pihak seperti psikolog, psikiater, guru, dan orang tua.
      oppositional defiant disorder (ODD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan pola perilaku negatif, menentang, atau kasar yang konsisten dan terjadi selama setidaknya enam bulan. Gejala ODD meliputi marah dan mudah tersinggung, argumentatif dan menentang, serta perilaku kasar dan dendam. ODD dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, lingkungan sosial yang tidak mendukung, dan pola asuh yang otoriter atau terlalu permisif.

      Hapus
  19. Nama : Maria Ritna Tati
    NPM: 2386206009
    Kelas : V A PGSD

    Tambahan lagi terkait dengan materi ini saya setuju dengan pendapat bahwa matematika sekolah seharusnya tidak hanya berfokus pada aturan dan prosedur abstrak, tapi juga pada bagaimana matematika terhubung dengan konteks, budaya,dan masyarakat.dengan menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari,siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan memahami matematika dengan lebih baik.
    untuk membuat matematika lebih relevan dan menarik bagi siswa,guru perlu menghubungkan matematika dengan konteks, budaya, dan masyarakat. dengan menunjukkan bagaimana matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan memahami matematika dengan lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Maria Ritna Tati
      NPM: 2386206009
      Kelas : V A PGSD

      Maaf sekali lagi pak untuk keterbalikan komentar nya,izin menanggapi lagi ya pak.Tambahan tentang materi ini saya merasa materi ini tuh sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana semakin banyak anak-anak dan remaja yang menunjukkan gejala-gejala ODD.dengan memahami ODD, kita bisa lebih berempati terhadap anak-anak dan remaja yang mengalami gangguan ini dan memberikan dukungan yang tepat agar mereka bisa berkembang secara optimal.

      penanganan ODD melibatkan pendekatan multidisiplin, yang meliputi terapi kognitif dan perilaku (CBT), pelatihan orang tua, terapi keluarga, dan penggunaan obat-obatan atau dalam kasus tertentu. CBT membantu anak-anak untuk memahami dan mengubah pola pikir dan perilaku negatif mereka, sementara pelatihan orang tua membantu orang tua untuk memahami dan merespon perilaku anak dengan lebih efektif.terapi keluarga membantu meningkatkan komunikasi dan interaksi yang positif di dalam keluarga, sementara obat-obatan digunakan untuk mengendalikan gejala yang lebih parah atau jika ODD terjadi bersamaan dengan gangguan lain, seperti ADHD atau depresi.

      Hapus
  20. Terima kasih bapam telah memberikan informasi dan materi ini, Saya suka sekali dengan materi bapak yang ini dengan bagian Penanganan ODD yang menekankan pendekatan multidisiplin. Menurut saya, ini adalah kunci utama. Materi menyebutkan Terapi Kognitif dan Perilaku (CBT), Pelatihan Orang Tua, Terapi Keluarga, hingga penggunaan obat. Ini menunjukkan bahwa mengatasi ODD tidak bisa hanya fokus pada anak saja, tetapi juga harus melibatkan seluruh ekosistem. Pelatihan Orang Tua yang mengajarkan penguatan positif dan pengaturan batasan, misalnya, sangat penting karena orang tua adalah garda terdepan dalam merespons perilaku anak sehari-hari dan juga orang tua adalah orang yang paling dekat dengan siswa itu sendiri. Selain itu, Terapi Keluarga juga orang yang paling penting untuk memperbaiki komunikasi. Jadi, penanganan ODD ini adalah upaya menyeluruh dari berbagai sisi agar hasilnya bisa lebih optimal dan tahan lama untuk seorang anak tumbuh.

    BalasHapus
  21. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
    Npm : 2386206058
    Kelas : VB PGSD

    Izin menanggapi pak. Menurut saya , materi tentang Oppositional Defiant Disorder (ODD) ini bikin saya lebih ngerti soal perilaku anak yang suka membantah atau susah diatur. Ternyata hal kayak gitu nggak selalu karena anaknya nakal, tapi memang ada kondisi tertentu yang harus dipahami. Penjelasan penyebabnya juga lengkap mulai dari faktor genetik, lingkungan, sampai pola asuh. Yang paling bikin saya tersadar adalah bagian penanganannya. Ternyata dukungan keluarga, cara komunikasi, dan terapi dari profesional bisa bantu banget anak-anak dengan kondisi ODD. Jadi orang tua atau guru nggak boleh cuma marah-marah, tapi perlu pendekatan yang tepat supaya anak merasa dipahami dan pelan-pelan bisa berubah. Menurut saya materi ini bermanfaat banget buat siapa pun yang sering berinteraksi sama anak dan juga calon guru seperti saya pak, biar kita nggak salah menilai dan bisa kasih respon yang lebih baik.🙏🏻

    BalasHapus
  22. Saya suka dengan materi bapan yang ini karena membahas Penyebab ODD yang bersifat multifaktorial itu membuat jadi semakin tau Terutama soal Faktor Risiko dan Pengaruh Neurobiologis. Saya jadi sadar bahwa perilaku menentang ini bukan sekadar karena nakal, tapi ada faktor genetik, lingkungan sosial yang traumatis, pola asuh yang ekstrem otoriter atau terlalu permisif karena dulu waktu Saya SMP Saya punya temen dikelas cwo dia kata guru nakal sekali, sampe-sampe guru tuh biarin dia apapun yang dia buat guru ga akan negur mau dia bolos atau tidak mengikuti upacara tetap dibiarkan ternyata ini penyebab nya. Adanya bukti neurobiologis yang melibatkan amigdala dan korteks prefrontal ini membuat kita melihat ODD dari perspektif medis yang lebih serius. Ini penting agar kita sebagai calon guru tidak hanya fokus pada gejalanya, tapi juga mencari tahu akar masalahnya, karena penanganan yang efektif harus disesuaikan dengan faktor risiko spesifik yang dialami oleh anak tersebut. Terima kasih bapak sudah memberikan materi ini

    BalasHapus
  23. Nama : Dita Ayu Safarila
    NPM : 2386206048
    Kelas : 5 C
    Nah,kita sebagai calon guru wajib tuh berarti menyadari tantangan perilaku seperti ODD memerlukan kolaborasi profesional. Peran kita guru di kelas yaitu menyediakan lingkung yang stabil dan suportif yang memperkuat hasil dan terapi bukan mencoba menangani gangguan tersebut secara mandiri atau sendirian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Saya setuju dengan komentar Dita karena disini Dita menyebutkan pentingnya kolaborasi profesional dan peran guru untuk menyediakan lingkungan yang stabil dan suportif. Sebagai tambahan, kolaborasi profesional ini wajib dilakukan karena penanganan ODD itu sifatnya multidisiplin dan tidak bisa diselesaikan guru sendirian. Materi ODD jelas menyebutkan bahwa penanganan yang efektif melibatkan psikolog/psikiater untuk diagnosis, lalu ada Terapi Kognitif dan Perilaku (CBT), Pelatihan Orang Tua, dan Terapi Keluarga yang perlu diawasi profesional. Peran guru di kelas adalah memperkuat hasil terapi itu, misalnya dengan konsisten menerapkan teknik penguatan positif dan pengaturan batasan yang dipelajari orang tua dari terapi, bukan mencoba mendiagnosis atau memberikan terapi sendiri.

      Hapus
  24. Nama : Dita Ayu Safarila
    Kelas : 5 C
    NPM: 2386206048
    Jadi tanggung jawab kita sebagai guru melampaui transfer ilmu ke murid. kita harus bisa dan ahli dalam menciptakan budaya kelas yang suportif dan menghargai proses belajar masing masing. Dengan menomor satukan hubungan antara guru dan murid kita tidak hanya membantu anak dengan tantangan perilaku seperti ODD tetapi juga mengusahakan perkembangan otak anak di SD usia kritis

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf itu saja komentar saya tentang materi kali ini pak

      Hapus
    2. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Saya setuju dengan komentar Dita, karena fokus pada tanggung jawab guru yang melampaui transfer ilmu, yaitu menciptakan budaya kelas yang suportif dan menghargai proses belajar, serta menyebutkan pentingnya perkembangan otak anak di usia kritis. Tambahannya, fokus pada perkembangan otak di usia prasekolah dan sekolah ini sangat penting, karena materi ODD menyebutkan gangguan ini muncul di usia tersebut dan salah satu penyebabnya adalah perubahan fungsi otak di area pengatur emosi. Budaya kelas yang suportif, di mana guru bisa menjadi figur otoritas yang positif dan stabil, bisa berfungsi sebagai faktor lingkungan yang protektif untuk mengimbangi faktor risiko ODD seperti lingkungan sosial yang penuh konflik atau pola asuh yang kurang tepat.

      Hapus
  25. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
    NPM: 2386206085
    Kelas: 5D PGSD

    Ini pertama kalinya saya baca materi diblog bapak tentang gangguan perilaku yang lebih spesifik pada anak. Menurut saya materi ini cukup mengambil perhatian saya karna saya ngerasa cukup penting untuk mengetahuinya ilmu dan pengetahuan ini. Saya juga baru tahu bahwa ada gangguan perilaku untuk anak sebelum sekolah dan yang disebutnya sekarang adalah ODD ini. Ini cukup related pak untuk saya karena saya punya pengalaman dengan satu anak yang ciri cirinya kayak bapak sebutin di atas.~~~

    (94)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Izin cerita yaa pak hehe, kayaknya komentar saya kebanyakan ceritanya ya pak karena kalau saya baca materi bapak tuh pasti selalu saya sangkutin dan ingat ingat saya pernah ngalamin apa ngga yah gitu pak hehe. Jadi, di semester 5 ini saya ada ngajar anak untuk les private pak, dan saya pengen cerita ciri cirinya dalam berkegiatan sama saya waktu les. Anak yang saya ajar ini umurnya 6 tahun pak, dan bersekolah di sekolah swasta yang terkenal bagus di samarinda. Anak ini kita sebut saja A pak, Ia saat ini duduk di bangku kelas 1 SD di sekolahnya. ~~~

      (saya izin potong potong komennya yaa pak, biar banyak hehe)

      (95)

      Hapus
    2. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Nah, sebelum masuk ke kelas 1 SD, si A bersekolah TK di yayasan yang sama dengan SD nya ini pak, yang berarti si A sudah dikenalkan sekolah dari umur 5 tahun. Terus, yang saya amati selama les sama saya si A ini sering bangeet timbul perilaku menentangnya pak. Misalnya nih, udah mulai lesnya terus saya ajak untuk berdoa dulu sebelum kita belajar dia sering hampir selalu bilang gamau. Kalaupun saat itu dia mau berdoa, doanya kayak ga niat dia sengaja ga ikut baca doa hanya menegadah tangan tapi lidah nya keluar kayak ngolok gitu pak. ~~~

      (96)

      Hapus
    3. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Dan perilaku menentang yang lainnya, seperti kalau dia mau minta tolong tapi kalimatnya seperti nyuruh dan saat saya menasehatinya untuk mengatakan kata tolong kalau mau meminta tolong pada seseorang, dia malah merespon dengan kata “ga mau, suka suka aku” katanya. Saya jadi sempet ngoreksi diri juga pak, apa ini salah saya ya ngajarinnya apa gimana. Tapi, saya sudah menunjukkan sikap tegas dan bisa humble kok pak. Saya juga mengatur belajarnya agar tidak penuh yang malah jadi overhelmed buat si A.~~~

      (97)

      Hapus
    4. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Tapi waktu saya perhatiin dengan anaul (analia aul). Si A memiliki keluarga yang utuh, si A juga hidup di keluarga yang berada dan menjadi anak kesayangan mamanya (mamanya sendiri yang mengatakan itu). Nah, tetapi disisi yang lain, orang tua si A sibuk bekerja dan yang ngurus si A adalah kakaknya yang juga masih bersekolah SMA. Ga jarang bapaknya si A tak pulang ke rumah karna sedang bekerja. Dari situ, saya ngerasa dan bertanya dalam hati “apa si A anakku yang ku ajar ini kekurangan kasih sayang dari orang tuanya?”.~~~

      (98)

      Hapus
    5. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Tapi, apapun jawaban dari pertanyaan yang ada dalam pikiran ini saya pengeeen bangeet ngebantu dan nemenin anak anak murid saya dalam tumbuh kembangnya termasuk anak saya si A ini. Walaupun ada hari hari yang membuat saya bersedih hati oleh tingkahnya, dan kemudian ada perasaan ingin menyerah. Tapi saya teringat lagi bahwa inilah tugas guru, inilah pekerjaan guru. Dan hati ini terketuk lagi untuk berjuang mendampingi dan mengajarinya. Saya akan terus belajar untuk mengajar.~~~

      (99)

      Hapus
    6. Nama: Nur Aulia Miftahul Jannah
      NPM: 2386206085
      Kelas: 5D PGSD

      Makasih yaa pak sudah bikin tugas membaca dan mengomentari hasil bacaan ini hehe karena saya jadi dapat banyak ilmu baru. Saya juga jadi sering refleksi diri, ngeliat ke belakang untuk hal hal yang pernah berbenturan langsung di hidup saya yang bersangkutan dengan materi yang bapak tulis. Saya juga yakin dalam proses tugas ini banyak banget hal bersangkutan perilaku yang akan saya ambil. Contohnya ODD ini, saya jadi lebih lega menghadapi anak yang saya ajar di tempat les karena sudah tahu ilmunya “Oh, ternyata anak saya si A, bisa jadi begini” dan akhirnya saya memaklumi, menemani sambil terus memperbaiki diri saya sendiri sebagai guru.

      (100)

      Hapus
  26. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Izin memberi tanggapan tentang materi di atas pak Materi yang disampaikan diatas mengenai Oppositional Defiant Disorder (ODD) ini sangat informatif, komprehensif, dan terstruktur dengan baik. Tinjauan ini mencakup definisi, prevalensi, gejala, penyebab, faktor risiko, hingga penanganan ODD berdasarkan standar klinis (DSM-5) dan penelitian terkini. Jadi menurut saya materi ini berhasil mengedukasi pembaca mengenai ODD dengan bahasa yang mudah dipahami namun tetap akurat secara klinis, menjadikannya sumber yang sangat baik untuk orang tua, guru, maupun profesional kesehatan yang ingin memahami ODD.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Izin menambahkan sedikit tanggapan, menurut saya yang paling menarik dari materi ini adalah pendekatan penanganannya yang multidisiplin. Ini artinya, ODD tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu cara saja, tapi butuh beberapa jenis terapi yang saling mendukung. Contohnya, ada Terapi Kognitif dan Perilaku (CBT) yang fokus mengubah pola pikir negatif anak, lalu ada Pelatihan Orang Tua yang penting banget biar orang tua tahu cara merespons perilaku anak dengan efektif, dan terakhir Terapi Keluarga untuk memperbaiki komunikasi di rumah. Bahkan, ada kalanya butuh Obat-obatan jika gejalanya parah atau ada gangguan penyerta. Intinya, materi ini menekankan bahwa penanganan ODD harus dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak (profesional, guru, dan keluarga) untuk hasil yang maksimal.

      Hapus
  27. Nama:bella ayu pusdita
    Kelas:5d
    Nim:2386206114
    Izin bertanya setelah saya baca dan saya pahami tentang materi ini materi diatas menyebutkan bahwa ODD sering berlanjut dengan masalah perilaku lainnya seperti Conduct Disorder (CD) di usia remaja:
    "Apa perbedaan klinis utama antara ODD dan Conduct Disorder (CD), dan bagaimana intervensi awal ODD dapat secara spesifik mencegah perkembangan menuju CD yang memiliki prognosis (pandangan ke depan) yang lebih buruk?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Margaretha Elintia
      Kelas: 5C PGSD
      Npm: 2386206055

      Izin menjawab pertanyaan dari kak bella, perbedan utama dari ODD dan CD, ODD itu adalah prilaku yang fokus pada menentang figur otoritas seperti marah, berdebat, dan membangkang, kalau CD itu adalah prilaku yang jauh lebih serius dan agresif, prilaku ini pelanggaran aturan dan hak orang lain, seperti kekerasa, pencurian, dan tindakan kriminal lainnya, untuk penanganan ODD bisa di lakukan sejak dini karena ini akan mengajarkan anak mengontrol emosi, kepatuhan, dan empati, agar tidak meningkat menjadi tindakan agresif dan merusak.

      terimakasih, semoga dapat membantu menjawab pertanyaan kak bella.

      Hapus
    2. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Hallo bella izin menjawab yh. Setelah baca materinya kembali , bisa dijelasin bahwa
      ODD itu gangguan perilaku yang biasanya ditandai anak gampang marah, suka ngeyel, dan sering menentang orang dewasa atau aturan. Walaupun begitu, perilakunya belum sampai merusak atau menyakiti orang lain.
      Sementara itu, CD (Conduct Disorder) adalah tingkat yang lebih berat. Di CD, anak bisa melakukan hal-hal yang benar-benar membahayakan, misalnya menyakiti orang/ hewan, merusak barang, mencuri, atau melanggar aturan besar lainnya. Jadi, CD itu seperti versi lebih parah dari ODD. Nah, kenapa penting menangani ODD dari awal.
      Karena kalau ODD dibiarkan, perilakunya bisa makin buruk sampai masuk ke kategori CD. Tapi kalau sejak awal anak sudah dibantu misalnya lewat terapi perilaku, dukungan keluarga, cara pengasuhan yang lebih positif, dan lingkungan yang stabil maka anak jadi lebih bisa mengatur emosinya, nurut aturan, dan tidak mengarah ke perilaku yang lebih berbahaya.
      Intinya, penanganan ODD sejak dini bisa menghentikan anak dari perkembangan ke arah CD, sehingga kondisinya tidak berubah menjadi lebih serius di masa remaja.

      Terimakasih😊

      Hapus
    3. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:2386206024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Bella, jadi menurut saya , perbedaan klinis utamanya, ODD lebih ke pola menentang, mudah marah, dan sering berdebat dengan orang dewasa tanpa pelanggaran berat, sedangkan CD sudah masuk ke perilaku yang melanggar hak orang lain dan aturan serius seperti agresi fisik, merusak barang, mencuri, atau kabur dari rumah; intervensi awal pada ODD penting karena fokusnya masih bisa diarahkan ke penguatan regulasi emosi, keterampilan sosial, pola asuh konsisten, dan hubungan positif dengan guru maupun orang tua, sehingga kemarahan dan sikap menentang tidak berkembang jadi perilaku agresif dan antisosial yang lebih menetap seperti pada CD, yang biasanya jauh lebih sulit ditangani dan berdampak jangka panjang.

      Hapus
    4. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A

      Izin ya menjawab pertanyaan, kalau menurut saya perbedaan utama nya adalah ODD itu lebih ke perilaku menentang seperti suka membantah dan melawan otoritas tapi belum sampai melanggar hak orang lain atau norma sosial yang serius, sedangkan CD sudah masuk ke pelanggaran yang lebih berat seperti kekerasan fisik, merusak properti, atau tindakan kriminal, makanya dukungan dan layanan yang diberikan sedini mungkin pada ODD lewat terapi CBT, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga sangat penting karena bisa mengajarkan anak cara mengelola emosi dan mengembangkan keterampilan sosial sebelum perilakunya berkembang menjadi lebih merusak seperti yang terjadi pada CD yang prognosisnya memang lebih sulit ditangani.

      Hapus
  28. Nama: Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Setelah membaca materi ini, sangat penting bagi guru dan ortu, gangguan ini sering muncul dalam bentuk perilaku menentang, mudah marah dan sulit mengikuti aturan, guru dan ortu harus melakukan pendekatan pada anak membantu mengelola emosinya, menentang bukan hanya “nakal“ tetapi bisa jadi tanda anak membutuhkan perhatian, bimbingan khusus dan komunikasi yang baik serta lingkungan yang aman dan nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Isdiana Susilowati Ibrahim
      Npm : 2386206058
      Kelas : VB PGSD

      Izin menambahkan tanggapan. Setelah baca kembali materi tentang ODD ini, aku setuju dengan imel dan juga jadi makin paham kalau perilaku anak yang suka ngelawan atau mudah marah itu nggak selalu karena mereka nakal, tapi bisa jadi memang ada gangguan yang perlu ditangani. Kadang orang tua atau guru cuma lihat dari luarnya saja tanpa tahu apa yang lagi dirasain anak. Menurutku, materi ini penting banget karena bikin kita lebih ngerti cara menghadapi anak yang punya ODD. Jadi nggak cuma nyuruh atau marah, tapi lebih ke cari cara yang tepat biar anak bisa ngatur emosinya dan merasa dipahami. Kalau lingkungan di rumah atau sekolah mendukung, anak juga bisa pelan-pelan berubah jadi lebih baik. Intinya aku setuju sama penjelasannya, apalagi soal pentingnya komunikasi dan pendekatan yang lembut. Anak itu butuh didengar, bukan cuma dikasih aturan.🙏🏻

      Hapus
  29. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Sedikit berbagi cerita.. dulu waktu SD saya punya teman laki – laki yang berperilaku sama seperti tanda – tanda ODD dari materi yang bapak jelaskan. Dia mudah tersinggung dan kalau marah benar – benar kyk membara gitu sampai mukamya merah, berlebihan dan emosinya sulit dikendalikan, raut wajah dan tatapanya seperti orang yang lagi dendam gitu. Nah saya baru tau mungkin ini bisa dikatakan ke ciri – ciri ODD dan butuh penaganan khusus. Jadi saya dulu mengagap ohh dia pemarahan. Padahal disisi lain kondisi seperti ini butuh dukungan dan pemahaman berbeda dari guru, orangtua dan lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  30. Nama: Margaretha Elintia
    Kelas: 5C PGSD
    Npm: 2386206055

    Izin menanggapi ya pak, materi kali ini sangat bagus karena menjelaskan dengan jelas bahawa anak yang menentang atau melawan bukan sekedar nakal tapi ada alasannya mungkin faktor genetik atau lingkungan, dengan penjelasan yang sudah di paparkan dengan rinci kita jadi tahu dan paham cara penangannya bukan hanya marah-marah kembali kepada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Juliana Dai
      NPM : 2386206029
      Kelas : V,B

      Tanggapan dari Margaretha itu sudah bagus banget karena menangkap poin utamanya, yaitu ODD bukan sekadar kenakalan biasa, tapi ada penyebab genetik dan lingkungan yang mendasarinya. Sebagai tambahan, kita bisa menekankan bahwa kunci penanganannya memang bukan cuma memarahi, tapi harus menggunakan pendekatan yang komprehensif dan butuh kesabaran ekstra. Artinya, kita perlu fokus pada melatih keterampilan anak, seperti mengendalikan emosi dan cara berinteraksi sosial yang baik, melalui terapi seperti CBT. Selain itu, peran orang tua itu krusial sekali; mereka harus dilatih untuk tahu cara merespons anak ODD dengan lebih efektif dan suportif, misalnya dengan menerapkan aturan yang jelas dan memberikan pujian positif. Jadi, penanganan ODD ini adalah proses jangka panjang yang melibatkan anak, orang tua, dan profesional.

      Hapus
  31. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5B (PGSD)

    Saya sampai sekarang masih menyiapkan diri untuk menghadapi anak yang ODD sebelum terjun langsung ke sekolah, dulu waktu saya pernah pengabdian masyarakat, saya pernah ketemu anak laki-laki yang menunjukkan perilaku seperti ODD, anak laki-laki tiba-tiba langsung keluar dari barisan belajar, saya datangin tanya kenapa, dan coba membujuk untuk masuk kembali menggunakan bahasa yang lembut, malah si anak mau marah dan ingin menangis, disitu saya langsung panik dan meminta bantuan senior saya untuk mengatasi anak tersebut.

    Sampai acara berakhir si anak nggk mau berdekatan dengan saya, saat kejadian itu saya sedikit ragu dengan kemampuan saya, tapi dengan kejadian itu justru juga membuat saya termotivasi untuk terus belajar menangani anak dengan ODD.

    BalasHapus
  32. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Menurut saya, materi yang Bapa sampaika tentang ODD ini jelas banget dan isinya berbobot. Enaknya, materi ini tidak cuma bilang kalau anak ODD itu nakal atau suka melawan, tapi menjelaskan bahwa ada banyak penyebabnya, seperti masalah genetik, kondisi rumah yang berantakan, dan bahkan cara kerja otaknya. Jadi, kita bisa melihat ODD bukan sebagai kenakalan biasa, tapi sebagai masalah kesehatan mental yang rumit. Selain itu, cara penanganannya juga lengkap, mulai dari terapi ngobrol (CBT), pelatihan buat orang tua, sampai melibatkan seluruh keluarga, yang menandakan bahwa penanganan anak ODD ini butuh kerja sama banyak pihak.

    Menurut saya materi ini penting banget untuk dijadikan pegangan di sekolah. Sekolah dan guru tidak boleh cuma fokus di nilai akademik, tapi juga harus peka sama kondisi mental dan perilaku siswa. Anak ODD sering kali dianggap biang masalah, padahal mereka butuh bantuan khusus. Sekolah harus punya konselor atau psikolog yang lebih mumpuni dan guru-guru harus dilatih biar tahu cara menghadapi perilaku menentang ini dengan benar, misalnya dengan teknik penguatan positif, bukan cuma memarahi. Intinya, pendidikan harus lebih ramah dan suportif terhadap kesehatan mental anak, termasuk anak-anak dengan ODD.

    BalasHapus
  33. Nama : Juliana Dai
    NPM : 2386206029
    Kelas : V,B

    Menurut saya, satu hal penting lain yang perlu digarisbawahi dari materi ODD ini dan kaitannya dengan pendidikan adalah pencegahan stigma. Seringkali, anak-anak yang menunjukkan gejala ODD seperti mudah marah dan menentang langsung dicap buruk oleh guru atau teman sebaya, yang justru bisa memperparah perilaku mereka. Dengan memahami bahwa ODD memiliki dasar neurobiologis dan lingkungan yang kompleks bukan sekadar malas atau bandel, kita bisa mengubah pandangan ini. Pendidikan harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang penuh empati, di mana perilaku sulit dilihat sebagai panggilan bantuan, bukan sekadar pelanggaran aturan. Hal ini sejalan dengan tuntutan pendidikan masa kini untuk fokus pada pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa secara menyeluruh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
      Kelas : 5 B
      Npm : 2386206042

      setuju dengan juliana, Intinya jika pendidikan ingin benar-benar fokus pada pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa secara menyeluruh, maka kita harus mengganti label buruk dengan strategi dukungan yang didasari pemahaman ilmiah tentang perilaku, termasuk ODD. Ini bukan hanya tentang mendisiplinkan, tapi tentang mengajar dan mendukung.

      Hapus
  34. Nama : Naida Dwi Nur Herlianawati
    Kelas : 5 B
    Npm : 2386206042

    Saya setuju pak, dengan materi ini Penjelasan mengenai Oppositional Defiant Disorder (ODD) yang disampaikan sungguh lengkap, mudah dicerna, dan valid. Yang paling saya suka, materi ini tidak hanya sekadar memberikan definisi, tetapi juga mengupas tuntas mulai dari gejala yang dikelompokkan dengan jelas (marah, menentang, dan dendam), penyebab multifaktorialnya (genetik, lingkungan, dan neurobiologis), sampai cara mengatasinya yang sangat praktis dan berbasis bukti (CBT, Pelatihan Orang Tua, dll.). Semua informasinya, apalagi didukung dengan referensi penelitian terbaru, membuat materi ini sangat kredibel dan bisa jadi panduan yang luar biasa bagus bagi orang tua, guru, maupun siapa pun yang ingin memahami dan menangani masalah perilaku ODD secara lebih baik. Ini adalah sumber daya yang sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  35. NAMA : KORNELIA SUMIATY
    NPM : 2386206059
    KELAS : 5B PGSD

    Materi di atas sudah cukup lengkap dan jelas banget buat ngerti apa itu ODD. Penjelasannya runtut, mulai dari definisi menurut DSM-5, gejala, penyebab, sampai cara menanganinya. Gaya bahasanya juga cukup mudah dipahami, walaupun masih terasa “ilmiah,” tapi tetap informatif. perlunya penanganan yang tepat. Mulai dari CBT, pelatihan orang tua, sampai terapi keluarga semuanya memang terbukti jadi pendekatan yang efektif.

    BalasHapus
  36. Nama :Zakky Setiawan
    NPM ; ( 2386206066 )
    Kelas : 5C
    Materi yang menarik, ternyata perilaku menentang anak bisa terjadi karena berbagai fakfor, faktor genetik ternyata meningkatkan resiko ODD seorang anak, hal ini sangat berpengaruh buruk terhadap anak di sekolah maupun di luar sekolah, yang terjadi bisa anak ini tidak di sukai oleh teman-temannya bahkan yang lebih parahnya sampai dibenci

    BalasHapus
  37. Nama :Zakky Setiawan
    NPM ; ( 2386206066 )
    Kelas : 5C
    Materi ini tuh selain memberikan informasi mengapa anak-anak bisa mempunyai sifat ODD, juga memberikan solusi penangannya, dengan cara salah satunya memberikan pelatihan bagi orang tua si anak, agar bisa memberikan respon yang baik kepada anak tersebut

    BalasHapus
  38. Pak izin bertanya apakah Odd ini termasuk dalam anak berkebutuhan khusus? Karena dari penyampaian materi bapak anak Odd ini yang mempunyai gangguann kesehatan mental dan membutuhkan penanganan terapi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan setelah saya membaca beberapa poin tanda tanda anak Odd, yaitu marah dan mudah tersinggung sifat/perilaku ini sangat sulit di kendalikan pada diri mereka apalagi mereka sering kali merasa tidak puas. Peran orang tua serta keluarga sangat penting akan hal ini.

      Hapus
    2. NAMA:VIRGINIA JAU
      KELAS:VD
      NPM:2386206089
      Ijin menanggapi ya Ani. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan sedikit agar tidak menjadi masalah. ODD (Oppositional Defiant Disorder) merujuk pada masalah kesehatan mental pada anak, khususnya yang berkaitan dengan emosi dan perilaku. Namun, ini bukan berarti anak dengan ODD tidak mampu belajar atau cerdas; melainkan, ini hanya berarti bahwa anak tersebut sering menentang, mudah marah, sulit diatur, dan bertentangan dengan orang dewasa.
      Apakah anak dengan ODD juga memiliki kebutuhan khusus? Secara umum, hal ini disebabkan karena mereka membutuhkan pelatihan dan pendidikan khusus, seperti psikoterapi, terapi perilaku, dan kerja sama antara siswa dan guru. Namun, kebutuhan khusus saya lebih berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan diri daripada disabilitas fisik atau intelektual.Dengan bimbingan yang tepat, terapi rutin, dan lingkungan yang mendukung, anak-anak dengan ODD dapat berkembang secara normal, bersekolah seperti anak-anak lain, dan mengembangkan potensi mereka. Oleh karena itu, hal terpenting adalah memahami situasi mereka, berhati-hati saat membimbing mereka, dan menghindari memberi mereka label negatif.
      Semoga penjelasan ini bisa membantu dan menambah pemahaman kita bersama ya  Ani 😊

      Hapus
    3. Nama:Imelda Rizky Putri
      Npm:238626024
      Kelas:5B

      Izin menjawab pertanyaan dari Agustiani, jadi menurut saya, ODD bisa termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus dalam konteks tertentu, karena ODD adalah gangguan kesehatan mental yang memang membutuhkan pendampingan dan terapi, tapi tidak semua anak dengan ODD otomatis disebut ABK permanen; biasanya mereka dikategorikan sebagai ABK jika perilakunya sudah mengganggu fungsi belajar dan sosial secara signifikan sehingga butuh layanan khusus, penyesuaian pembelajaran, atau dukungan profesional, dan dengan penanganan yang tepat banyak anak ODD bisa berkembang baik dan tidak lagi memerlukan label ABK jangka panjang.

      Hapus
  39. nama:virginia jau
    kels:vd
    npm:2386206089
    Artikel ini merupakan sumber inspirasi yang bagus, terutama bagi orang dewasa dan pendidik yang mungkin dapat membantu anak muda yang tertarik pada "nakal" atau "bandel." Setelah membaca penjelasan tentang ODD ini, ada kemungkinan bahwa Perilaku Perilaku dapat berasal dari masalah kesehatan mental yang membutuhkan perhatian khusus. Penjelasan tentang gejala, penyebab, dan penanganannya dijelaskan dengan sangat panjang dan detail, sehingga sulit dipahami oleh pembaca. Hal ini penting agar anak-anak tidak dicap negatif dan dapat menerima bantuan yang tepat setelah dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama:virginia jau
      kels:vd
      npm:2386206089
      Kali ini, tujuan saya adalah untuk menunjukkan bahwa ODD disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetika, lingkungan, dan asuh pola. Keluarga dan lingkungan rumah sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana banyak orang mungkin tidak menyadari pola asuh yang terlalu keras atau, sebaliknya, terlalu ketat dapat berdampak signifikan pada perkembangan anak. Artikel ini mengingatkan kita bahwa mendidik anak bukan hanya tentang aturan tetapi juga tentang emosi, komunikasi, dan konsistensi

      Hapus
    2. nama:virgini jau
      kelas:vd
      npm:2386206089
      Penjelasan gejala ODD yang dibagi menjadi tiga kategori sangat membantu, menurut saya. Hasilnya, kita bisa lebih mudah membahas tanda-tanda awal, terutama jika anak sudah mulai mengganggu di rumah atau sekolah. Banyak orang mungkin berpikir bahwa anak mereka hanya sedang dalam "fase," tetapi ini perlu ditanggapi lebih serius. Artikel ini dapat berfungsi sebagai titik awal sebelum orang memutuskan untuk berkonsultasi dengan profesional.

      Hapus
  40. nama:virgini jau
    kelas:vd
    npm:2386206089
    Karena hal ini menunjukkan bahwa ODD dapat diatasi dan bukan merupakan masalah yang tidak memiliki solusi, bagian penanganan ODD juga sangat menenangkan. Terapi CBT, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga terdengar masuk akal karena masalah anak perilaku tidak dapat diatasi dari lingkungan sekitar. Selain itu, saya ingin menekankan bahwa penggunaan obat harus dipertimbangkan dengan baik karena fokus utama harus pada pengobatan dan perubahan interaksional daripada hanya berfokus pada gejala.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama:virgini jau
      kelas:vd
      npm:2386206089
      Secara keseluruhan, artikel ini cukup mendidik dan informatif, terutama bagi masyarakat umum yang memiliki sedikit pengetahuan tentang gangguan perilaku pada anak. Penggunaan referensi juga membuat isi artikel lebih kuat dan kredibel. Diharapkan kehadiran artikel seperti ini akan membuat orang, guru, dan masyarakat sekitar lebih memahami dan mampu menghadapi anak-anak yang memiliki gangguan perilaku oposisi (ODD), sekaligus membantu mereka berkembang dengan cara yang lebih konstruktif dan positif.

      Hapus
  41. Nama:syahrul
    kelas:5D
    npm:2386206092

    ODD ini kayak pola perilaku nentang dan marah yang udah keterlaluan dan konsisten.Ini tuh pola negatif, menentang, atau bahkan kasar yang terjadi setidaknya selama enam bulan. Intinya tuh anak dengan ODD ini sering banget marah, mudah tersinggung, suka membantah orang dewasa, sengaja melanggar aturan, dan susah banget ngendaliin emosi. Kalau perilaku ini sampai mengganggu kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah, itu tandanya perlu diperhatikan serius.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama:syahrul
      kels:5D
      npm:2386206092

      Penyebab ODD itu gak satu aja, tapi campuran dari banyak hal. Ada dari faktor genetik misalnya tuh ada riwayat gangguan mental lain di keluarga kayak ADHD atau depresi, risiko kena ODD bisa lebih tinggi. Lingkungan juga main peran besar. Misalnya kondisi rumah yang kurang stabil, pola asuh yang keras, atau kurangnya perhatian dari orang tua. Ditambah lagi, perubahan di otak, terutama area yang mengatur emosi kayak amigdala yang ada di otak dan korteks prefrontal, juga diduga berkontribusi. Intinya, ini adalah kombinasi dari faktor bawaan dan lingkungan.

      Hapus
    2. Nama:syahrul
      kelas:5D
      npm:2386206092

      Tanda tanda utamanya tuh kayak
      1. Marah dan gampang tersinggung kek anak jadi gampang baper, cepat marah, dan susah mengendalikan emosinya.
      2. Argumentatif dan menentang kayak sering berdebat, sengaja mengabaikan aturan, dan menantang figur otoritas.
      3. Perilaku kasar dan dendam kayak nyimpan rasa dendam atau punya sikap yang gak menyenangkan ke orang lain, kadang juga menunjukkan perilaku kasar.
      Untuk diagnosis yang pasti, profesional seperti psikolog atau psikiater akan melakukan evaluasi menyeluruh selama setidaknya enam bulan, dan ini perlu konsisten terjadi di berbagai lingkungan.

      Hapus
    3. Nama:syahrul
      kelas:5D
      npm:2386206092

      Adapun car ngatasinya kayak
      • Terapi kognitif dan perilaku. Tujuannya tuh buat ngebantu anak mengelola emosi, mengembangkan keterampilan sosial, dan mengubah pola pikir negatif mereka.
      • Pelatihan orang tua dimana diajarin cara hadapi perilaku anak ODD, menggunakan teknik kayak penguatan positif dan pengaturan batasan supaya respon mereka lebih efektif.
      • Terapi keluarga juag penting kek melibatkan seluruh anggota keluarga untuk meningkatkan komunikasi dan saling mendukung.

      Hapus
    4. Nama:syahrul
      kelas:5D
      npm:2386206092

      Intinya tuh ODD adalah gangguan perilaku kompleks yang gak boleh dianggap sepele. Mengingat penyebabnya multifaktorial dan gejalanya konsisten mengganggu fungsi sehari-hari, penanganannya harus fokus pada banyak aspek mulai dari ngubah pola pikir dan perilaku anak ,sampe pada peran serta dan edukasi orang tua dan keluarga. Dengan penanganan yang tepat dan disiplin, termasuk dukungan yang konsisten di rumah, anak bisa dibantu untuk mengelola gejala dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

      Hapus
  42. Materi ini menjelaskan ODD dengan jelas, mulai dari pengertian, ciri-ciri, penyebab, hingga cara penanganannya. Penjelasan bahwa ODD dapat berlangsung lama dan berdampak pada kehidupan anak di rumah maupun di sekolah sangat penting agar orang tua dan guru tidak mengabaikan tanda-tanda awalnya.
    Pembagian gejala ODD ke dalam tiga kelompok mudah marah, suka membantah, serta perilaku kasar dan dendam membuat pembaca lebih mudah mengenali kondisi ini dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membantu kita memahami bahwa anak dengan ODD bukan anak nakal, tetapi anak yang kesulitan mengelola emosi dan perilaku.

    BalasHapus
  43. Penjelasan tentang penyebab ODD yang melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan fungsi otak menunjukkan bahwa masalah ini tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Ini penting agar orang tua dan guru tidak saling menyalahkan, tetapi fokus pada solusi dan dukungan yang tepat.
    Bagian penanganan ODD juga sangat bermanfaat. Penekanan pada terapi perilaku, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga menunjukkan bahwa ODD dapat ditangani jika ada kerja sama antara anak, keluarga, sekolah, dan tenaga profesional. Penjelasan tentang penggunaan obat yang harus dilakukan dengan hati-hati juga memberikan pemahaman yang seimbang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A


      Halo Dina, betul banget apa yang kamu sampaikan bahwa ODD itu disebabkan oleh banyak faktor memang sangat penting supaya kita semua bisa bekerja sama mencari solusi daripada saling menyalahkan dan dengan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak seperti terapi untuk anak, pelatihan orang tua, dukungan sekolah, dan bantuan profesional, penanganan ODD bisa berjalan lebih efektif karena semua orang paham perannya masing-masing dalam membantu anak.

      Hapus
  44. Nama:Imelda Rizky Putri
    Npm:2386206024
    Kelas:5B

    Izin menanggapi pak, jadi materi tentang ODD ini penting karena membantu kita paham bahwa perilaku menentang pada anak bukan selalu soal nakal atau kurang disiplin, tapi bisa jadi tanda anak kesulitan mengelola emosi dan stres; dengan pemahaman yang tepat, guru dan orang tua jadi bisa lebih empatik, fokus ke pencegahan dan pendampingan sejak dini, serta menghindari label negatif yang justru memperburuk perilaku anak.

    BalasHapus
  45. Nama: Arjunna
    Kelas: 5A
    Npm: 2386206018
    Menurut saya, penyebab ODD juga tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Faktor keluarga, lingkungan, dan kondisi emosional anak saling berkaitan. Oleh karena itu, pendekatan yang paling tepat adalah pendekatan yang penuh empati, konsisten, dan melibatkan kerja sama antara orang tua dan guru. Dengan pemahaman yang baik, anak dengan ODD tetap memiliki peluang besar untuk berkembang secara positif.

    BalasHapus
  46. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Materi ini membuat saya semakin paham bahwa ODD bukanlah perilaku menentang yang muncul tanpa sebab, melainkan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari genetik, lingkungan, hingga kondisi neurobiologis anak. Penjelasan tentang gejala yang berlangsung konsisten selama enam bulan dan dampaknya terhadap kehidupan sosial anak membantu saya melihat bahwa ODD perlu ditangani secara serius dan tidak bisa disederhanakan sebagai masalah kedisiplinan saja. Dengan pemahaman ini, guru dan orang tua seharusnya lebih berhati-hati dalam memberi label pada perilaku anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Ninda Amelia Saputri
      NPM : 2386206093
      Kelas : 5D PGSD

      Izin menambahkan, Pak. Selain itu, pembahasan mengenai penanganan ODD terasa sangat relevan dan realistis. Pendekatan seperti CBT, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga menunjukkan bahwa perubahan perilaku anak membutuhkan kerja sama dari banyak pihak, bukan hanya menuntut anak untuk berubah sendiri. Materi ini juga mengingatkan bahwa lingkungan yang suportif dan respons yang tepat dapat membantu anak mengelola emosinya dengan lebih baik. Secara keseluruhan, pembahasan ini memberi gambaran utuh bahwa penanganan ODD harus berfokus pada pemahaman, pendampingan, dan proses jangka panjang, bukan solusi instan.

      Hapus
  47. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi lagi, Pak. Materi ini membuka pemahaman saya bahwa ODD bukan sekadar perilaku “nakal” atau pembangkangan biasa, tetapi merupakan gangguan perilaku yang kompleks dan memiliki dasar ilmiah yang jelas, baik dari sisi psikologis maupun neurobiologis. Penjelasan tentang DSM-5, durasi gejala, serta dampak jangka panjang jika tidak ditangani membuat saya sadar bahwa respons lingkungan, terutama sekolah dan keluarga, sangat menentukan arah perkembangan anak. Selama ini, mungkin banyak anak yang justru mendapat label negatif tanpa pernah benar-benar dipahami akar permasalahannya.

    BalasHapus
  48. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Saya setuju nih, Pak. Bahwa pendekatan penanganan ODD harus bersifat multidisiplin dan tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak saja. Penjelasan mengenai CBT, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga menunjukkan bahwa perubahan perilaku anak sangat bergantung pada sistem di sekitarnya. Dari materi ini, terlihat jelas bahwa anak dengan ODD membutuhkan konsistensi, empati, dan struktur yang sehat, bukan hukuman semata. Pendekatan seperti ini terasa lebih manusiawi dan realistis untuk diterapkan dalam jangka panjang.

    BalasHapus
  49. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi yaa, Pak. Menurut saya materi di atas, sangat relevan dengan kondisi di lapangan, terutama di lingkungan sekolah dasar dan menengah. Saya pribadi pernah melihat siswa yang sering membantah guru atau memicu konflik, namun akhirnya hanya dianggap sebagai pembuat masalah. Setelah membaca materi ini, saya merasa bahwa perilaku seperti itu seharusnya menjadi sinyal untuk melakukan pendekatan yang lebih mendalam, bukan justru menjauhkan anak dari lingkungan belajar yang seharusnya mendukung mereka.

    BalasHapus
  50. Nama: Hizkia Thiofany
    Kelas: V A
    npm: 2386206001
    Siswa mengalami ODD ( opsitional defiant diseroder) dalam pembelajaran matematika perlu namanya strategi pengajar tepat supaya siswa dapat produktif dalam pelajaran tersebut guru harus peka terhadap kontrol terhadap siswa yang mengalami gangguan ODD yang pertama memberi kan soal berdasarkan level supaya mereka dapat memahami dan guru juga harus melakukan komunikasi terhadap mereka jika mereka merasa tidak nyaman alakah baik beri kan mereka jeda istirahat supaya mereka dapat mengontrol emosi mereka.

    BalasHapus
  51. Menurut saya, penjelasan mengenai Opositional Defiant Disorder (ODD) dalam artikel ini sudah sangat jelas dan komprehensif. Definisi yang mengacu pada DSM-5 membantu pembaca memahami bahwa ODD bukan sekadar perilaku membangkang biasa, melainkan gangguan perilaku yang memiliki kriteria klinis tertentu. Hal ini penting agar guru dan orang tua tidak keliru dalam menilai perilaku anak yang membutuhkan perhatian khusus.

    BalasHapus
  52. Saya berpendapat bahwa pengelompokan gejala ODD ke dalam tiga kategori utama sangat membantu dalam mengidentifikasi perilaku anak secara lebih sistematis. Gejala seperti mudah marah, menentang, dan perilaku dendam dapat berdampak serius pada hubungan sosial anak di rumah maupun di sekolah. Jika tidak ditangani sejak dini, perilaku ini dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak dalam jangka panjang.

    BalasHapus
  53. pembahasan mengenai penyebab ODD yang bersifat multifaktorial menunjukkan bahwa gangguan ini tidak dapat disalahkan pada satu pihak saja. Faktor genetik, lingkungan, dan neurobiologis saling berinteraksi dalam membentuk perilaku anak. Oleh karena itu, pendekatan penanganan ODD harus mempertimbangkan seluruh aspek tersebut secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada perilaku anak semata.

    BalasHapus
  54. Saya berpendapat bahwa proses diagnosis ODD yang dilakukan oleh tenaga profesional sangat krusial untuk memastikan penanganan yang tepat. Evaluasi menyeluruh sesuai pedoman DSM-5 membantu membedakan ODD dari gangguan lain seperti ADHD atau gangguan kecemasan. Diagnosis yang akurat akan mencegah kesalahan penanganan dan membantu anak mendapatkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhannya.

    BalasHapus
  55. Menurut saya, pendekatan penanganan ODD yang melibatkan terapi perilaku, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga merupakan langkah yang sangat tepat. Keberhasilan penanganan ODD tidak hanya bergantung pada anak, tetapi juga pada konsistensi dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar. Dengan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, dan tenaga profesional, anak dengan ODD memiliki peluang besar untuk berkembang secara positif.

    BalasHapus
  56. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Kalau boleh curhat sedikit yaa, Pak. Membaca materi ini membuat saya berpikir bahwa menangani ODD bukan hanya tentang memperbaiki perilaku anak, tetapi juga tentang memperbaiki cara kita sebagai orang dewasa merespons tantangan. Materi ini menegaskan bahwa anak dengan ODD tetap memiliki potensi untuk berkembang jika diberi dukungan yang tepat. Pendekatan yang sabar, konsisten, dan kolaboratif terasa jauh lebih berdampak dibandingkan pendekatan yang kaku dan menghukum, baik bagi anak maupun bagi lingkungan sekitarnya.

    BalasHapus
  57. Nama : Ninda Amelia Saputri
    NPM : 2386206093
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menanggapi, Pak. Materi ini membuka wawasan saya bahwa ODD merupakan gangguan perilaku yang kompleks dan tidak bisa dilihat sekadar sebagai sikap membangkang anak, karena ada banyak faktor yang saling memengaruhi, mulai dari genetik, lingkungan, hingga aspek neurobiologis. Penjelasan mengenai gejala, faktor risiko, serta pentingnya penanganan terpadu seperti CBT, pelatihan orang tua, dan dukungan keluarga membuat saya menyadari bahwa peran guru dan orang tua sangat krusial dalam proses pemulihan anak. Dengan pemahaman yang lebih utuh seperti ini, menurut Bapak, bagaimana strategi paling efektif yang bisa dilakukan guru di kelas agar anak dengan ODD tetap merasa diterima tanpa mengganggu proses belajar siswa lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A


      Sebelum itu terima kasih untuk tanggapan yang kamu berikan dan saya izin menjawab pertanyaan yang kamu ajukan di akhir kalimat.

      Menurut saya strategi paling efektif di kelas adalah dengan menerapkan prinsip penguatan positif seperti yang ada dalam materi tentang pelatihan orang tua dan CBT, yaitu guru bisa memberikan apresiasi saat anak menunjukkan perilaku baik meskipun kecil, mengatur batasan yang jelas tapi disampaikan dengan tenang bukan dengan emosional atau nada tinggi, memberikan pilihan dalam tugas supaya anak merasa punya kontrol dan yang penting juga berkomunikasi secara pribadi dengan anak tersebut untuk memahami pemicu emosinya sambil tetap menjaga suasana kelas tetap kondusif dengan cara mengatur tempat duduk dengan strategis dan memberikan waktu istirahat kalau anak mulai terlihat frustasi sehingga anak dengan ODD tetap merasa diterima dan siswa lain juga bisa belajar dengan nyaman.

      Hapus
    2. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Hallo Ninda Amelia Saputri saya izin menjawab pertanyaan komentar anda yaa. Menurut saya, strategi paling efektif yang bisa guru lakukan di kelas supaya anak dengan ODD tetap merasa diterima tapi nggak mengganggu teman lain adalah dengan menggabungkan sikap hati yang baik dan aturan yang jelas 😊
      Cara guru bersikap ke anak ODD
      - Terima anaknya, tapi tetap atur perilakunya
      Guru bisa menunjukkan:
      “Kamu itu anak yang baik, tapi perilaku ini nggak boleh ya.”
      Jadi anak nggak merasa ditolak, tapi tetap tahu batas 🚦

      - Buat aturan sederhana dan sama untuk semua
      Aturan ditulis jelas dan diingatkan pelan-pelan.
      Anak ODD jadi tahu apa yang boleh dan nggak boleh

      - Beri pujian kecil saat anak berusaha baik
      Walau cuma duduk tenang sebentar, guru bisa bilang:
      “Terima kasih sudah mencoba tenang.” ⭐

      - Gunakan ruang tenang (calm corner)
      Kalau anak mulai marah, guru bisa bilang:
      “Kita ke sudut tenang dulu ya, supaya bisa balik belajar.”
      Ini bukan hukuman, tapi bantuan

      - Ajak bicara secara pribadi, bukan di depan kelas
      Supaya anak nggak malu dan nggak makin marah 😌

      Supaya nggak mengganggu siswa lain:
      - Guru tetap menjaga kelas berjalan normal
      - Anak ODD dibantu sebelum emosinya meledak
      - Teman-teman lain tetap bisa belajar dengan nyaman
      Guru itu bukan hanya mengajar pelajaran,
      tapi juga mengajarkan cara jadi manusia yang baik 😊

      Hapus
  58. Nama Hanifah
    Kelas 5C
    NPM 2386206073

    Materi ini membantu saya memahami bahwa ODD bukan sekedar anak yang "nakal" atau suka membantah, tapi sebuah gangguan perilaku yang memiliki ciri khas tertentu. Penjelasan tentang gejala seperti mudah marah, sering menentang, dan menyalahkan orang lain membuat saya sadar bahwa kondisi ini perlu ditangani dengan pendekatan psikologis, bukan sekedar hukuman. Materi ini membuka wawasan bahwa memahami ODD adalah langkah awal untuk memberikan dukungan yang tepat.

    BalasHapus
  59. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Terimakasih atas materinya pak karena materi ini saya jadi tau. ternyata faktor lingkungan seperti konflik di rumah atau bahkan tekanan di sekolah itu berpengaruh sekali ke perkembangan ODD. pantas saya kalau suasananya tidak stabil, anak jadi lebih gampang marah dan susah di atur. memang benar-benar butuh lingkungan yang supportif. kemudian saya juga jadi tau kalau ternyata pola asuh yang terlalu otoriter atau malah terlalu bebas itu juga bisa bikin perilaku menantang anak makin parah. jadi kuncinya memang di terapi kognitif (CBT) sama penguatan positif, bukan hanya pakai obat-obatan saja, kecuali memang sudah parah sekali.

    BalasHapus
  60. Nama : Dias Pinasih
    NPM : 2386206057
    Kelas : 5B PGSD
    Izin menambahkan sekaligus menanggapi materi Bapak ya 🙏
    Menurut saya, materi tentang ODD ini sangat membuka wawasan kami sebagai calon guru. Selama ini, banyak dari kami yang mungkin masih menganggap perilaku menentang, membantah, atau mudah marah pada siswa sebagai kenakalan biasa. Padahal lewat materi ini jadi kelihatan jelas bahwa ODD adalah gangguan perilaku yang butuh pemahaman khusus, bukan sekadar ditegur atau dimarahi.
    Saya setuju dengan penjelasan bahwa anak dengan ODD sering menunjukkan sikap menolak aturan, mudah tersulut emosi, dan sulit bekerja sama, terutama dengan orang dewasa. Di sini peran guru benar-benar diuji, karena guru harus bisa tetap tenang, konsisten, dan tidak terpancing emosi. Kalau guru ikut marah, menurut saya justru akan memperparah kondisi anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk sarannya, menurut saya akan lebih membantu kalau materi ini juga ditambah contoh kasus nyata di kelas SD, misalnya bagaimana langkah konkret guru saat anak ODD mulai menentang di tengah pembelajaran. Jadi kami sebagai mahasiswa bisa lebih kebayang penerapannya di lapangan, bukan hanya secara teori.
      Sedangkan kritik kecil dari saya, materinya cukup padat dan serius. Mungkin ke depannya bisa ditambahkan ringkasan poin-poin penting atau tabel perbandingan antara perilaku anak ODD dan anak pada umumnya, supaya lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca.
      Secara keseluruhan, materi ini sangat bermanfaat dan menyadarkan kami bahwa menghadapi anak dengan ODD tidak bisa dengan pendekatan keras, tapi dengan empati, kesabaran, dan kerja sama antara guru, orang tua, serta pihak sekolah.

      Hapus
  61. Nama : Dias Pinasih
    NPM : 2386206057
    Kelas : 5B PGSD
    Izin bertanya Pak 🙏
    Dalam kondisi kelas yang besar dan heterogen, bagaimana guru bisa tetap memberikan perhatian khusus pada siswa dengan ODD tanpa mengabaikan siswa lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Aku izin jawab dengan sepengetahuanku aja Dias. Kalau menurutku, guru bisa buat cara mengatur strategi kelas yang rapi dan fleksibel. Misalnya, pakai aturan kelas yang jelas, konsisten, dan disepakati bersama sejak awal. Untuk siswa dengan ODD, guru bisa memberi pendekatan personal secara singkat, seperti komunikasi empat mata atau penguatan positif saat mereka menunjukkan perilaku baik.
      Selain itu juga Dias, pembelajaran yang variatif dan melibatkan semua siswa juga membantu, karena anak dengan ODD biasanya lebih mudah terlibat kalau merasa diperhatikan. Intinya, perhatian khusus nggak harus selalu terlihat berbeda, tapi bisa disisipkan lewat cara mengajar, sikap guru, dan pengelolaan kelas yang adil buat semua.

      Hapus
    2. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Hallo Dias Pinasih saya izin menjawab pertanyaan komentar anda yaa. Menurut saya, walaupun kelas besar dan muridnya banyak macamnya, guru tetap bisa memperhatikan anak dengan ODD tanpa melupakan teman-temannya 😊
      Caranya dengan mengatur perhatian guru supaya adil dan pintar membagi waktu.

      Cara guru kasih perhatian khusus tapi kelas tetap jalan
      - Aturan kelas dibuat jelas untuk semua
      Jadi semua anak tahu apa yang boleh dan nggak boleh. Anak ODD jadi nggak merasa disorot sendiri.

      - Perhatian kecil tapi sering
      Guru nggak perlu lama-lama.
      Cukup:
      Senyum, Acungan jempol,
      Bisikan: “Terima kasih sudah tenang”

      - Gunakan bantuan rutinitas kelas
      Saat anak-anak lain mengerjakan tugas mandiri,
      guru bisa cek sebentar anak ODD tanpa mengganggu kelas ✏️

      - Pakai strategi seperti calm corner
      Kalau anak ODD mulai marah, guru bisa arahkan ke sudut tenang,
      supaya kelas tetap belajar dan anak bisa menenangkan diri 🪑

      - Libatkan semua anak dalam kegiatan
      Anak ODD juga diberi peran kecil,
      jadi dia merasa penting dan diterima, bukan dikucilkan 😊

      Menurut saya:
      - Guru nggak harus fokus ke satu anak terus
      - Cukup pintar membagi perhatian
      - Anak ODD tetap merasa diperhatikan
      - Teman-teman lain tetap bisa belajar dengan nyaman
      Guru yang hebat itu
      bisa mengayomi semua anak, walaupun kelasnya ramai.

      Hapus
  62. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Izin menanggapi Pak, ODD merupakan gangguan perilaku yang perlu mendapat perhatian serius sejak dini. Gangguan ini ditandai dengan perilaku menentang yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Anak menunjukkan pola perilaku negatif yang konsisten selama minimal enam bulan. Guru perlu memahami bahwa perilaku tersebut bukan sekadar kenakalan biasa. Pemahaman yang tepat membantu guru merespons secara profesional. Lingkungan sekolah berperan penting dalam proses penanganan. Intervensi dini dapat mencegah masalah yang lebih berat di masa remaja.

    BalasHapus
  63. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Gejala ODD dapat terlihat jelas dalam perilaku sehari-hari anak. Anak sering menunjukkan kemarahan dan mudah tersinggung. Anak juga cenderung membantah dan menentang figur otoritas. Perilaku ini dapat mengganggu hubungan sosial anak. Guru perlu mengamati perilaku siswa secara cermat. Gangguan fungsi belajar menjadi tanda penting yang harus diperhatikan. Sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua untuk mendukung anak.

    BalasHapus
  64. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Penyebab ODD bersifat multifaktorial dan saling berkaitan. Faktor genetik dapat meningkatkan risiko munculnya ODD. Lingkungan keluarga dan sekolah turut memengaruhi perilaku anak. Pola asuh yang tidak konsisten dapat memperburuk kondisi anak. Faktor neurobiologis juga berperan dalam pengaturan emosi anak. Guru perlu memahami latar belakang siswa secara menyeluruh. Pendekatan yang empatik membantu mengurangi konflik di kelas.

    BalasHapus
  65. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Diagnosis ODD memerlukan evaluasi profesional yang menyeluruh. Psikolog atau psikiater melakukan observasi dan wawancara secara sistematis. Anak harus menunjukkan perilaku menantang secara konsisten di berbagai lingkungan. DSM-5 menjadi acuan utama dalam proses diagnosis. Guru berperan memberikan informasi perilaku siswa di sekolah. Kolaborasi antara sekolah dan tenaga profesional sangat penting. Diagnosis yang tepat membantu penanganan yang efektif.

    BalasHapus
  66. Nama: Lidia Jaimun
    Kelas: 5D PGSD
    Npm: 2386206091

    Penanganan ODD memerlukan pendekatan multidisiplin yang berkelanjutan. Terapi kognitif perilaku membantu anak mengelola emosi dan perilaku. Pelatihan orang tua mendukung konsistensi pola asuh di rumah. Terapi keluarga memperbaiki komunikasi antaranggota keluarga. Dalam kondisi tertentu, penggunaan obat dapat dipertimbangkan. Guru mendukung proses terapi melalui lingkungan kelas yang aman. Pendekatan terpadu membantu perkembangan anak secara optimal.

    BalasHapus
  67. Nama: Rismardiana
    NPM: 2386206025
    Kelas: 5B PGSD

    Izin menanggapi pak. Setelah aku baca-baca dan yang kupahami, materi ini sudah cukup lengkap dan mudah dipahami karena membahas ODD dari berbagai sisi, mulai dari definisi, gejala, penyebab, sampai penanganannya. Yang paling terasa penting adalah penekanan bahwa ODD bukan sekadar anak nakal, tapi gangguan perilaku yang memang butuh pemahaman dan penanganan yang tepat. Kalau nggak ditangani sejak dini, dampaknya bisa panjang sampai remaja bahkan dewasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Aku juga setuju dengan peran lingkungan, terutama keluarga dan sekolah, sangat besar. Pola asuh orang tua dan cara guru merespons perilaku anak jelas berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak. Menurutku, pendekatan seperti CBT dan pelatihan orang tua itu masuk akal, karena perubahan perilaku anak nggak bisa berdiri sendiri, tapi harus didukung oleh orang-orang di sekitarnya.

      Hapus
    2. Nama: Rismardiana
      NPM: 2386206025
      Kelas: 5B PGSD

      Jadi yang ku pahami di materi ini pak. Secara keseluruhannya, materi ini membuka wawasan bahwa menghadapi anak dengan ODD perlu kesabaran, konsistensi, dan kerja sama antara orang tua, guru, dan tenaga profesional. Dengan penanganan yang tepat, anak tetap punya peluang besar untuk berkembang dengan lebih baik.

      Hapus
  68. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Izin menanggapi menurut saya memahami konsep ODD sangat penting terutama di lingkungan sekolah dasar karena perilaku menentang pada anak sering kali langsung dianggap sebagai kenakalan biasa padahal perilaku tersebut terjadi secara terus menerus dan memiliki pola tertentu dengan pemahaman yang baik guru dapat lebih sabar dan tidak terburu buru memberi hukuman sehingga anak merasa lebih dipahami

    BalasHapus
  69. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386296993

    Menurut saya dampak ODD di kelas tidak hanya dirasakan oleh anak yang bersangkutan tetapi juga memengaruhi suasana belajar teman temannya ketika ada siswa yang mudah marah sering membantah dan menolak aturan kelas menjadi kurang kondusif oleh karena itu guru perlu strategi pengelolaan kelas yang tepat agar proses pembelajaran tetap berjalan

    BalasHapus
  70. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    saya juga setuju bahwa peran guru sangat besar dalam membantu siswa dengan ODD karena guru berinteraksi langsung dengan anak setiap hari sikap guru yang tenang konsisten dan tidak mudah terpancing emosi dapat membantu siswa belajar mengontrol diri secara perlahan pendekatan seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan hukuman keras

    BalasHapus
  71. Nama: Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Izin menanggapi pak menurut saya peran keluarga juga sangat menentukan karena lingkungan rumah menjadi tempat pertama anak belajar bersikap jika pola asuh terlalu keras atau kurang perhatian maka perilaku menentang bisa semakin kuat oleh karena itu kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting agar penanganan anak berjalan searah

    BalasHapus
  72. Nama : Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Izin menanggapi lagi pak menurut saya peran keluarga juga sangat menentukan karena lingkungan rumah menjadi tempat pertama anak belajar bersikap jika pola asuh terlalu keras atau kurang perhatian maka perilaku menentang bisa semakin kuat oleh karena itu kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting agar penanganan anak berjalan searah

    BalasHapus
  73. Nama: Muhammad Nur Fauzi
    Kelas : 5A PGSD
    NPM : 2386206003

    Menurut saya pencegahan ODD perlu dilakukan sejak dini dengan menciptakan lingkungan yang aman penuh perhatian dan konsisten baik di rumah maupun di sekolah jika anak dibiasakan mengenali emosi dan diberi contoh cara mengelola emosi yang baik maka kemungkinan munculnya perilaku menentang yang berlebihan dapat dikurangi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Hallo kak fauzi, saya setuju dengan pendapat kaka, di pencegahan ODD memang sangat penting dilakukan sejak dini, dan lingkungan yang aman serta konsisten, baik di rumah maupun di sekolah, menjadi kunci utamanya.

      Sesuai dengan materi bapak, anak perlu dibantu untuk mengenali dan mengekspresikan emosinya dengan cara yang tepat, bukan hanya ditegur saat perilakunya bermasalah.

      Kita sebagai calon guru, kita juga perlu menyadari bahwa pembiasaan ini bisa dilakukan melalui hal sederhana di kelas, seperti memberi ruang anak untuk bercerita, mengajarkan cara menenangkan diri, dan memberi contoh respon yang positif saat anak sedang marah atau kecewa. Dengan pendekatan yang sabar dan konsisten, perilaku menentang bisa ditekan sejak awal dan anak merasa lebih dipahami kak.

      Hapus
  74. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Pembahasan saya kali ini tertuju pada topik " Pelatihan orangtua" pak, nah saya pernah dengar ni kalau ada orangtua yang menolak dan gamau menerima kalau anaknya dikaitkan dengan istilah ganguan atau kelainan, sehingga mungkin mereka mengangap perilaku tersebut adalah hal yang normal. dipenjelasan materi bapak, ODD ini tidak dilihat dari perilaku anak sesaat saja tetapi dari pola perilaku menentang yang berlangsung lama, konsisten, dan berdampak pada fungsi anak di rumah maupun di sekolah. Bagaimana sebagai guru jika kita menemukan orangtua yang seperti itu dan langkah tepat seperti apa yang bisa kita lakukan untuk menyadarkan orangtua?

    BalasHapus
  75. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Oiya ketika membaca penjelasan tentang ODD ini saya menyadari kalau membedakan antara perilaku anak yang keras kepala dengan pola perilaku yang konsisten ini sepertinya bukan hal yang mudah. Seperti yang saya katakan dikomentar sebelumnya pak, beberapa orangtua mungkin menganggap perilaku seperti ini hanya sebaga sebuah " fase" atau tempramen sesaat. Padahal kalau ini terjadi terus menerus diberbagai situasi, kan bisa dikatakan ODD. Dari materi ini membantu kita melihat bahwa fokus utama guru juga harus memahami pola tersebut dan mencari strategi yang tepat untuk mengatasinya melalui pelatihan orangtua dan dukungan profesional.

    BalasHapus
  76. Nama : Erlynda Yuna Nurviah
    Kelas : VB PGSD
    Npm : 2386206035

    Materi yang bapak berikan ini sangatlah membantu dan mengajak pembaca untuk tidak cepat menghakimi anak yang menunjukkan perilaku menentang sebagai nakal atau perilaku buruk. Dilengkapi juga dengan tanda - tanda ODD , penyebab, serta penangananya saya menjadi lebih paham bukan hanya sekedar tau ODD itu apasih. ODD ini menunjukkan kalau perilaku membantah, sering marah, atau menolak aturan akan menjadi sebuah masalah ketika terjadi sejara konsisten dan bakal menganggu kehidupan/ aktivitas anak.

    BalasHapus
  77. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Pak, terima kasih atas materinya. Dari tulisan ini saya jadi lebih paham kalau perilaku menentang pada anak itu bukan sekadar nakal biasa, tapi bisa jadi karena gangguan seperti ODD yang perlu dipahami dengan baik. Guru dan orang tua harus sabar, peka, dan tahu cara merespon dengan bijak supaya anak merasa didengar dan tetap bisa belajar dengan baik. Artikel ini sangat membuka wawasan tentang perilaku anak yang sering kita temui di sekolah.

    BalasHapus
  78. Nama : Alya Salsabila
    Npm : 2386206062
    Kelas : V C
    Saya mau tanya pak, bagaimana cara guru mengenali perbedaan antara perilaku menentang biasa dan yang sudah mengarah ke ODD? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Rosidah
      Npm: 2386206034
      Kelas: 5 B

      Hallo kak Alya, sambil menunggu tanggapan bapak, saya izin mau menjelaskan versi saya ya...

      Jadi kak untuk membedakan perilaku menentang biasa dengan yang mengarah ke ODD, guru perlu melihat tanda-tanda atau gejala utama ODD yang ada dimateri bapak.jadi perilaku menentang biasa umumnya muncul sesekali dan masih dipengaruhi situasi tertentu, serta anak masih bisa diarahkan.
      Sementara itu, pada ODD, perilaku menentang muncul secara konsisten, berlangsung cukup lama, dan terjadi di berbagai situasi, seperti di rumah maupun di sekolah. Gejala seperti mudah marah, sering membantah, sengaja melanggar aturan, dan menyimpan dendam menjadi penanda penting yang memang sudah dibahas dalam materi.

      Semoga bermanfaat ya kak tanggapan saya

      Hapus
    2. Nama: Dominika Dew Daleq
      Npm: 2386206051
      Kelas: V.A


      Hai Alyaa, izin menjawab pertanyaan dari kamu, adapun kunci utama untuk membedakannya adalah dengan memperhatikan durasi dan konsistensi perilaku tersebut, kalau perilaku menentang biasa itu biasanya hanya muncul sesekali atau dalam situasi tertentu saja dan masih bisa dikontrol sedangkan kalau sudah mengarah ke ODD perilaku menentangnya muncul secara konsisten minimal enam bulan terjadi di berbagai tempat seperti di kelas, rumah, atau lingkungan lain, sampai mengganggu kemampuan anak bersosialisasi dan belajar jadi sebagai guru kita perlu mengobservasi apakah anak tersebut selalu mudah marah, sering membantah, memendam dendam dan apakah perilaku ini sudah berlangsung lama serta berdampak pada fungsi sehari-harinya kalau memang ada indikasi kuat ke arah ODD sebaiknya segera komunikasikan dengan orang tua dan sarankan untuk konsultasi ke profesional.

      Hapus
    3. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Menurut saya, guru bisa mengenali bedanya perilaku menentang biasa dan yang sudah mengarah ke ODD dengan cara mengamati kebiasaan anak, bukan dari satu kejadian saja. Perilaku menentang biasa
      - Kadang nggak mau nurut
      - Bisa marah sebentar, lalu tenang lagi
      - Kalau dinasihati pelan-pelan, bisa berubah

      Biasanya karena:
      Capek, bosan, dan mau diperhatikan
      👉 Ini masih wajar 👍

      Perilaku yang mengarah ke ODD. Guru mulai perlu waspada kalau anak:
      - Sering sekali melawan, hampir setiap hari
      - Sudah diingatkan baik-baik tapi tetap sengaja menolak
      - Mudah marah dan marahnya lama 😠
      - Menyalahkan orang lain terus
      - Terjadi di banyak situasi, bukan cuma satu pelajaran

      👉 Ini bukan sekadar nakal, tapi anaknya sedang kesulitan mengatur perasaan 😢

      Cara guru memastikan (yang bisa dilakukan di kelas)
      - Mengamati dari waktu ke waktu
      - Mencatat perilaku anak
      Melihat:
      “Ini sering atau cuma sesekali?”
      - Nggak langsung memberi label
      - Bekerja sama dengan orang tua dan guru BK

      Karena nggak semua anak yang melawan itu nakal,
      kadang mereka sedang butuh bantuan.

      Hapus
  79. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Kembali ke laman ini di materi tentang ODD ini penting banget buat calon guru SD pelajari, karena sering kali perilaku menentang anak di kelas dianggap sekadar “nakal” atau “tidak patuh”, padahal bisa jadi ada faktor psikologis di baliknya. Dari materi ini kita jadi paham bahwa ODD bukan muncul tiba-tiba, tapi dipengaruhi oleh banyak hal seperti lingkungan keluarga, pola asuh, kondisi emosi anak, sampai faktor biologis. Artinya, respons guru di sekolah tidak bisa hanya fokus pada hukuman, tapi perlu pendekatan yang lebih empatik dan terstruktur.
    Dalam konteks sekolah dasar jua, guru punya peran besar sebagai lingkungan pendukung kedua setelah keluarga.

    BalasHapus
  80. Nama: Rosidah
    Npm: 2386206034
    Kelas: 5 B

    Hmmm sebagai calon guru, saya jujur merasa cukup khawatir jika nantinya harus menghadapi siswa dengan ODD. Dan dari materi yang dibahas, saya jadi paham bahwa perilaku menentang bukan sekadar kenakalan, tetapi kondisi yang membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan kesiapan mental guru. Karena itu, penting bagi guru untuk terus belajar, bersikap tenang, dan tidak menangani sendiri, melainkan bekerja sama dengan sekolah dan orang tua agar proses pembelajaran tetap berjalan baik tanpa mengorbankan kesehatan mental guru.

    Semoga kita selalu di mampukan dengan hal yang kita usahakan, aamiin

    BalasHapus
  81. Artikel ini dengan tepat menyoroti sikap argumentatif dan menentang, di mana anak dengan ODD cenderung sengaja membantah orang dewasa serta mengabaikan aturan, yang menunjukkan adanya hambatan dalam kegiatan yang memerlukan kepatuhan terhadap figur otoritas.

    BalasHapus
  82. Penjelasan mengenai tanda utama seperti mudah marah, tersinggung, dan kesulitan mengendalikan emosi memberikan pemahaman bagi saya sebagai pembaca bahwa reaksi anak tersebut sering kali dipicu oleh rasa frustrasi atau ketidakpuasan yang mendalam dalam berbagai situasi.

    BalasHapus
  83. Nama: Hizkia Thiofany
    Kelas: V A
    Npm: 2386206001

    Terkadang siswa merasa tertekan saat pembelajaran itu sulit untuk di pahami
    Jadi siswa tersebut mudah prustasi atau kesal terhadap pembelajaran tersebut
    Sehingga siswa tidak semangat untuk belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi masa situasi yang sulit bagi siswa mereka mudah untuk marah atau kesal terhadap teman atau guru jadi tepicu oleh situasi yang tidak nyaman bagi siswa untuk belajar jadi bosen dan tidak menyenangkan.

      Hapus
    2. Tapi ada cara guru untuk mengatasi masalah tersebut yaitu guru akan melakukan kegiatan pembelajaran yang sambil bermain jadi siswa tidak mudah merasa tertekan saat pembelajaran tersebut.

      Hapus
    3. Ada berapa cara juga guru menggunakan cara tersebut untuk mengatasi siswa yang mudah prustasi yaitu dengan cara mendekati dan berbicara dengan baik kepada siswa tersebut dan memberi dukungan kepada siswa untuk lebih semangat untuk belajar.

      Hapus
    4. Jadi cara mengatasi siswa yang mental merasa terganggu yaitu cara yang mendekati siswa tersebut berbicara kepada siswa dan membimbing siswa tersebut dan memberi motivasi belajar jadi memberikan soal yang berdasarkan level.

      Hapus
  84. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya pak, apa bedanya anak yang hanya sedang nakal biasa saja sama anak yang terkena ODD jika dilihat dari durasi waktunya? lalu apakah benar kalau faktor genetik itu ngaruh ke resiko anak terkena ODD? misalnya kalau orang tuanya dulu mempunyai riwayat ADHD atau depresi.

    BalasHapus
  85. Nama: Selma Alsayanti Mariam
    Npm: 2386206038
    Kelas: VC

    Saya izin bertanya kembali pak, kalau ada anak yang sedikit-dikit marah, gampang tersinggung, terus suka sekali membantah orang tua, apakah itu sudah bisa dikatakan gejala ODD atau tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Stevani
      NPM: 2386206045
      Kelas: VC
      Izim menjawab pertannyaan selma sedikit Pertanyaan Selma bagus. Anak yang gampang marah dan sering membantah belum tentu ODD. Bisa jadi itu masih fase perkembangan, pengaruh lingkungan, atau anak lagi stres. ODD baru dicurigai kalau perilaku itu terjadi terus-menerus minimal 6 bulan, muncul di berbagai tempat, dan mengganggu kehidupan anak. Yang jelas, ODD tidak bisa ditentukan sendiri, tapi perlu penilaian dari ahli. Jadi, penting memahami dulu kondisi anak sebelum memberi label, Jadi, sikap marah dan membantah sebaiknya dilihat dulu sebagai sinyal bahwa anak sedang mengalami kesulitan, bukan langsung diberi label gangguan. Yang paling penting adalah memahami penyebabnya, membangun komunikasi yang hangat, dan mencari bantuan profesional bila perilaku tersebut terus berulang dan semakin mengganggu.

      Hapus
  86. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Materi ini sudah sangat jelas dan runtut dalam menjelaskan Opositional Defiant Disorder ODD mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga penanganannya. Penjelasan yang mengacu pada DSM-5 dan didukung oleh berbagai hasil penelitian membuat materi ini kuat secara ilmiah dan mudah dipahami. Selain itu, pemaparan faktor genetik, lingkungan, dan neurobiologis menunjukkan bahwa ODD bukan sekadar masalah perilaku, melainkan gangguan yang kompleks dan perlu ditangani secara serius. Penekanan pada pendekatan multidisiplin seperti CBT, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga juga menegaskan bahwa penanganan ODD tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan kerja sama antara anak, keluarga, sekolah, dan tenaga profesional agar perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal.

    BalasHapus
  87. Nama : Miftahul Hasanah
    kelas : 5C
    npm : 2386206040

    materi ini menyebut bahwa ODD bisa muncul jika pola asuh kurang konsisten atau lingkungan rumah tidak stabil. Kalau begitu, bagaimana kira-kira cara terbaik bagi guru di sekolah untuk mendeteksi gejala ODD sedini mungkin — tanpa langsung “menuduh” siswa? Karena kadang perilaku menentang bisa jadi hanya reaksi sementara, bukan gangguan.

    BalasHapus
  88. Nama: Arjuna
    Npm: 2386206018
    Kelas: 5A
    yang paling penting adalah ngeliat perilaku itu sebagai tanda mereka butuh dukungan bukan sekadar nakal sehingga kita bisa bantu mereka berkembang dengan cara yang lebih positif dan mendukung proses belajarnya

    BalasHapus
  89. nama:erfina feren heldiana
    5C
    ketika seorang siswa telah menunjukkan tanda-tanda ODD, seperti sering membantah dan agresif, apakah intervensi di sekolah saja sudah cukup? Atau perlu melibatkan orang tua dan profesional (psikolog/terapis)? Kalau ya, bagaimana caranya guru bisa mengajak orang tua untuk bekerja sama tanpa membuat mereka merasa disalahkan?

    BalasHapus
  90. nama:erfina feren heldiana
    kelas:5c
    penanganan ODD memerlukan pendekatan multidisiplin, termasuk kolaborasi dengan orang tua, terapis, dan penggunaan teknik seperti terapi perilaku kognitif agar keterampilan sosial dan kontrol emosi anak meningkat. Namun di praktik nyata, tidak semua sekolah memiliki dukungan profesional seperti psikolog. Menurut Bapak, langkah praktis apa yang bisa dilakukan guru dan sekolah secara langsung agar siswa dengan pola perilaku menentang itu tetap merasa didukung dan bisa berkembang secara akademik dan sosial di lingkungan sekolah?

    BalasHapus
  91. Nama : Miftahul Hasanah
    kls : 5C

    Artikel ini menjelaskan bahwa ODD adalah gangguan perilaku yang ditandai oleh pola menentang, tidak patuh, dan sering marah atau berdebat terhadap figur otoritas seperti orang tua atau guru, apabila perilaku ini berlangsung konsisten selama lebih dari enam bulan dan mengganggu fungsi sehari‑hari anak. Menurut Bapak, strategi apa yang paling efektif guru gunakan di kelas untuk merespon sikap menentang seperti itu secara positif, tanpa mempermalukan siswa namun tetap membantu mereka belajar mengelola emosi dan mengikuti aturan?

    BalasHapus
  92. Nama :Reslinda
    Kelas : 5C
    Npm : 2386206067

    Saya sependapat bahwa kunci menghadapi anak dengan ODD adalah konsistensi dan ketenangan guru. Sebagai mahasiswa, saya belajar kalau kita terpancing emosi, justru itu yang diharapkan oleh pola perilaku mereka. Artikel ini sangat membantu memberikan panduan praktis tentang bagaimana membangun komunikasi yang minim konflik tapi tetap memiliki batasan yang jelas. Ini bakal jadi pegangan berharga banget buat saya saat observasi atau magang di sekolah nanti. Terima kasih Pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Reslinda
      Kelas : 5C
      Npm : 2386206067

      Izin bertanya Pak, terkait penanganan di sekolah, bagaimana cara terbaik bagi guru untuk menjelaskan kondisi siswa dengan ODD ini kepada teman-teman sekelasnya tanpa memberikan stigma negatif? Karena sering kali perilaku siswa ODD ini memicu kecemburuan atau kebingungan siswa lain jika mereka merasa peraturan untuk siswa tersebut terlihat lebih longgar.Mohon jawabannya Pak.

      Hapus
  93. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, artikel ini memberikan penjelasan yang sangat lengkap mengenai pengertian ODD, mulai dari definisi hingga dampaknya bagi perkembangan anak. Penjelasan berdasarkan DSM-5 membantu pembaca memahami bahwa ODD bukan sekadar perilaku membangkang biasa, tetapi termasuk gangguan yang perlu penanganan serius.

    BalasHapus
  94. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, pemaparan mengenai gejala ODD yang dibagi ke dalam tiga kategori sangat membantu guru dan orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan ini. Dengan memahami ciri seperti mudah marah, menentang, dan perilaku dendam, pendidik dapat lebih waspada terhadap perubahan perilaku siswa.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Menurut saya, bagian faktor risiko sangat penting untuk dipahami oleh pendidik dan orang tua. Informasi tentang pengaruh pola asuh dan lingkungan sosial dapat menjadi bahan refleksi agar orang dewasa lebih bijak dalam mendampingi anak, terutama di lingkungan rumah dan sekolah.

      Hapus
  95. Nama: Leoni Wulandari
    Kelas: 5D
    NPM: 2386206088
    Menurut saya, pembahasan mengenai penanganan ODD sudah sangat jelas dan aplikatif. Pendekatan seperti CBT, pelatihan orang tua, dan terapi keluarga menunjukkan bahwa kolaborasi antara profesional, keluarga, dan sekolah sangat dibutuhkan untuk membantu anak dengan ODD berkembang lebih baik.

    BalasHapus
  96. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pak,Artikel ini menarik karena menjelaskan tentang ODD atau Oppositional Defiant Disorder dengan bahasa yang mudah dimengerti. Saya penasaran, bagaimana cara orang tua membedakan anak yang hanya bandel biasa dengan yang mengalami ODD? karena penting supaya penanganannya tepat dan tidak salah kaprah. Saya juga ingin tahu peran guru dalam menghadapi anak dengan ODD di sekolah.

    BalasHapus
  97. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    Artikel ini bikin saya sadar kalau ODD bukan sekadar masalah perilaku, tapi bisa terkait kondisi psikologis anak. Anak dengan ODD tetap perlu perhatian dan bimbingan khusus. Rasanya memahami kondisi ini sejak dini bisa membantu anak berkembang lebih baik.

    BalasHapus
  98. Nama : Yormatiana Datu Limbong
    Kelas : 5C Pgsd
    Npm : 2386206082

    izin menanggapi pakSaya suka bagian yang membahas ciri-ciri anak dengan ODD, seperti sering menentang atau marah tanpa sebab jelas. Tapi saya bertanya-tanya, apakah ciri-ciri ini selalu muncul setiap hari atau hanya kadang-kadang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Stevani
      NPM: 2386206045
      Kelas: VC
      Izin menjawab pertanyaan dari yorma, gejala ood tidak harus muncul setiap hari, namun harus terjadi secara konsisten dan menetap selama minimal enam bulan. Untuk anak di bawah usia 5 tahun, perilaku tersebut biasanya muncul hampir setiap hari, sedangkan untuk anak usia 5 tahun ke atas, gejala minimal muncul sekali seminggu dengan intensitas yang jauh lebih ekstrem dibandingkan perilaku membangkang normal pada anak seusianya. Perilaku ini sering kali bersifat situasional, di mana anak mungkin hanya menentang figur otoritas tertentu seperti guru atau orang tua namun tetap tenang di lingkungan lain, sehingga observasi mendalam di berbagai konteks sangat diperlukan sebelum melakukan diagnosis.

      Hapus
    2. Nama : Tarenta Syensis Septiani Mbitu
      NPM : 2386206068
      Kelas : Vb

      Hallo Yormatiana Datu Limbong saya izin menjawab pertanyaan komentar anda yaa. Menurut saya, ciri-ciri anak dengan ODD itu nggak selalu muncul setiap hari. Biasanya anak bisa kelihatan baik-baik aja, tapi di waktu tertentu dia jadi mudah marah atau suka membantah. Kayak cuaca, kadang cerah, kadang hujan. Anak dengan ODD biasanya lebih sering marah dibanding teman-temannya, dan marahnya bisa muncul saat capek, sedih, atau merasa nggak dimengerti. Jadi, nggak setiap hari, tapi sering terjadi dan berulang.

      Hapus
  99. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Tanggapan saya yang pertama adalah mengenai faktor neurobiologis dan lingkungan. Sering kali, sebagai guru atau calon guru kita cenderung merasa diserang secara pribadi ketika ada siswa yang membantah atau berlaku kasar. Materi ini menyadarkan saya bahwa perilaku menentang tersebut bukanlah sekadar anak nakal, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara genetik, ketidakseimbangan neurotransmitter, dan lingkungan. Memahami bahwa ada peran amigdala dan korteks prefrontal yang belum berfungsi optimal pada anak ODD membantu kita untuk tetap berkepala dingin dan tidak reaktif secara emosional.

    BalasHapus
  100. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Pas bagian Poin mengenai Pelatihan Orang Tua dan cbt sangat menarik. Meskipun guru bukan terapis, sekolah adalah tempat di mana gejala ood paling sering terlihat. Tanggapan: Mengingat prevalensinya bisa mencapai 16%, guru abad 21 harus dibekali kemampuan untuk mengenali gejala ini sejak dini tanpa memberikan stempel negatif. Guru bisa menjadi jembatan informasi bagi orang tua dan tenaga profesional. Selain itu, teknik penguatan positif yang disebut dalam penanganan ood sebenarnya sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang memuliakan martabat siswa.

    BalasHapus
  101. Nama: Stevani
    NPM: 2386206045
    Kelas: VC
    Saya punya pertanyaan buyaadin, Dalam materi Karakteristik Guru Abad 21, kita didorong untuk memberikan kebebasan pembelajaran yang dipersonalisasi dan menggunakan teknologi. Namun, bagi anak dengan ood yang sulit mematuhi aturan dan mudah frustrasi, bagaimana strategi terbaik untuk menyeimbangkan antara memberikan pilihan/kebebasan agar mereka merasa berdaya, tanpa kehilangan kendali dan otoritas kelas yang sering kali menjadi pemicu kemarahan mereka??

    BalasHapus
  102. Nama: Dominika Dew Daleq
    Npm: 2386206051
    Kelas: V.A


    Setelah saya membaca materi tentang ODD ini, saya menjadi sedikit lebih paham bahwa perilaku menentang pada anak itu ternyata tidak sesederhana yang saya bayangkan selama ini yaa dan yang sedikit menarik juga bagi saya yakni penjelasan tentang penyebab ODD yang bersifat multifaktorial dimana ada campuran antara faktor genetik, lingkungan, sampai pengaruh neurobiologis seperti ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, ini yang membuat saya sadar bahwa kita sebagai calon guru tidak bisa langsung menilai anak yang suka membantah atau melawan sebagai anak nakal saja, karena bisa jadi mereka memang mengalami gangguan yang butuh penanganan khusus dan terpaling penting menurut saya adalah bagian tentang diagnosis yang harus dilakukan minimal enam bulan secara konsisten, ini memberikan kita pemahaman untuk tidak terburu-buru memberi label pada anak dan lebih bijak dalam mengobservasi perilaku mereka di kelas.

    BalasHapus
  103. Nama: Dominika Dew Daleq
    Npm: 2386206051
    Kelas: V.A


    Dari materi ini juga saya jadi terbuka soal bagian penanganan ODD yang melibatkan banyak pihak, saya sangat terkesan dengan data penelitian yang menyebutkan bahwa terapi CBT bisa mengurangi gejala ODD sampai 30 persen dalam waktu enam bulan ini menunjukkan bahwa ODD bukan sesuatu yang tidak bisa disembuhkan asalkan ada penanganan yang tepat, pentingnya juga pelatihan untuk orang tua karena selama ini kita sering fokus pada terapi untuk anaknya saja tapi lupa bahwa orang tua juga perlu belajar cara merespon perilaku anak dengan lebih efektif. Saya sebagai calon guru SD materi ini sangat mengingatkan saya bahwa peran kita sangat penting dalam mendeteksi dini dan bekerja sama dengan orang tua serta profesional untuk membantu anak dengan ODD, bukan justru membuat mereka merasa dikucilkan atau dianggap bermasalah di lingkungan sekolah.

    BalasHapus
  104. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080


    Izin menanggapi materi tersebut pak. Saya merasa pembahasan tentang ODD ini penting karena sering kali perilaku anak yang suka membantah langsung dianggap nakal. Padahal dari materi ini terlihat jelas bahwa ada pola perilaku yang konsisten dan berlangsung lama. Menurut saya, pemahaman seperti ini bisa membantu orang tua dan guru lebih bijak dalam bersikap. Jadi tidak langsung memberi label negatif ke anak.

    BalasHapus
  105. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080

    Menurut saya pak, penjelasan mengenai ciri-ciri ODD sangat membantu untuk membedakan mana perilaku anak yang wajar dan mana yang perlu perhatian khusus. Saya jadi sadar bahwa perilaku menentang yang terus berulang tidak bisa dianggap sepele. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa ke hubungan sosial anak. Karena itu saya setuju perlu deteksi dan penanganan sejak din

    BalasHapus
  106. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080


    Izin menanggapi materi tersebut pak. Saya tertarik dengan penjelasan bahwa ODD bukan muncul begitu saja, tapi dipengaruhi banyak faktor. Ada faktor lingkungan, pola asuh, sampai faktor biologis yang ikut berperan. Ini menunjukkan bahwa permasalahan anak tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Menurut saya, orang dewasa di sekitar anak perlu lebih reflektif.

    BalasHapus
  107. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080

    Menurut saya pak, bagian yang menjelaskan perbedaan ODD dengan kenakalan biasa sangat membuka wawasan. Selama ini banyak yang mengira semua anak yang melawan itu hanya kurang disiplin. Padahal dari materi ini dijelaskan soal durasi dan konsistensi perilaku. Saya jadi lebih paham bahwa pendekatan ke anak harus disesuaikan dengan kondisinya.

    BalasHapus
  108. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080


    Izin menanggapi materi tersebut pak. Saya merasa penjelasan tentang sikap mudah marah dan dendam pada anak dengan ODD cukup relevan dengan kondisi di lapangan. Kadang anak terlihat seperti sengaja memancing konflik. Namun setelah membaca ini, saya jadi berpikir bahwa perilaku itu bisa jadi bentuk kesulitan mengelola emosi. Jadi menurut saya, pendekatan yang tenang lebih dibutuhkan.

    BalasHapus
  109. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080


    Menurut saya pak, materi ini mengingatkan bahwa hukuman keras bukan solusi utama untuk anak dengan ODD. Kalau hanya dimarahi atau ditekan, justru bisa memperparah perilaku menentang. Saya setuju dengan pendekatan yang lebih fokus pada pembinaan dan komunikasi. Ini menjadi pelajaran penting bagi orang tua dan pendidik.

    BalasHapus
  110. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080

    Izin menanggapi materi tersebut pak. Secara keseluruhan, saya menilai materi tentang ODD ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Banyak anak yang menunjukkan perilaku menentang, tapi belum tentu dipahami dengan benar. Dengan membaca materi ini, saya jadi lebih sadar pentingnya memahami latar belakang perilaku anak. Semoga semakin banyak yang membaca dan menerapkannya.

    BalasHapus
  111. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080

    Menurut saya pak, artikel ini memberikan gambaran bahwa memahami perilaku anak perlu proses dan kesabaran. Tidak semua perilaku menentang bisa diselesaikan dengan cara instan. Saya merasa materi ini mengajak kita untuk lebih reflektif sebagai orang dewasa. Terutama dalam cara berkomunikasi dengan anak.

    BalasHapus
  112. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080


    Izin menanggapi materi tersebut pak. Saya merasa artikel ini membantu membuka sudut pandang bahwa anak dengan ODD bukan anak yang sengaja ingin melawan. Ada kondisi psikologis yang memengaruhi perilaku mereka. Dengan pemahaman ini, saya jadi lebih berhati-hati dalam menilai perilaku anak. Menurut saya, empati sangat diperlukan.

    BalasHapus
  113. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080

    Menurut saya pak, bagian tentang pentingnya peran profesional sangat tepat. Tidak semua masalah perilaku bisa diselesaikan sendiri di rumah atau sekolah. Ada kalanya perlu bantuan psikolog atau tenaga ahli. Ini menunjukkan bahwa mencari bantuan bukan tanda kegagalan orang tua. Justru itu bentuk kepedulian.

    BalasHapus
  114. Nama: Cecillia Titha Fortunata S
    Kelas: VD
    Npm: 2386206080

    Izin menanggapi materi tersebut pak. Saya tertarik dengan penjelasan bahwa ODD bisa berlanjut hingga remaja jika tidak ditangani. Ini menunjukkan bahwa intervensi dini sangat penting. Menurut saya, semakin cepat dikenali, semakin besar peluang anak berkembang dengan lebih baik. Jadi edukasi seperti ini sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  115. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    ODD atau gangguan perilaku menantang, intinya itu kondisi di mana seseorang biasanya anak-anak atau remaja punya hobi banget buat ngebantah, marah-marah, dan sengaja bikin kesel orang lain, terutama sama figur otoritas kayak orang tua atau guru. Mereka itu nggak cuma sekadar nakal biasa, tapi emang bawaannya emosian, gampang tersinggung, dan susah banget buat diatur atau diajak kompromi.

    BalasHapus
  116. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menambahkan Pak, OOD itu rasanya kayak mereka punya "saklar" yang selalu di posisi mau ribut terus tiap kali disuruh sesuatu. Tapi ya perlu diingat juga kalau perilaku kayak gini tuh bukan karena mereka "jahat", melainkan ada faktor psikologis atau lingkungan yang emang butuh penanganan khusus biar mereka bisa lebih kalem dan kooperatif.

    BalasHapus
  117. Nama : Putri Lestari Pinang
    NPM : 2386206081
    Kelas : 5D PGSD

    Izin menyimpulkan Pak, menurut saya gangguan perilaku menantang kondisi di mana seseorang biasanya anak-anak atau remaja punya hobi banget buat ngebantah, marah-marah, dan sengaja bikin kesel orang lain, terutama sama figur otoritas kayak orang tua atau guru. Mereka itu nggak cuma sekadar nakal biasa, tapi emang bawaannya emosian, gampang tersinggung, dan susah banget buat diatur atau diajak kompromi.

    BalasHapus
  118. NPM : 2386206060
    soal ODD ini bikin kita sadar kalau perilaku melawan itu nggak selalu soal anak bandel di kehidupan nyata sering banget anak yang dikit-dikit membantah langsung dicap susah diatur padahal dari pembahasan ini kelihatan jelas ODD itu pola perilaku yang berulang dan lama bukan kejadian sekali dua kali Jadi menurutku penting banget guru dan orang dewasa nggak langsung nge-judge tapi coba pahami dulu konteksnya anak bisa aja kelihatan keras di luar tapi sebenernya lagi berantakan di dalam.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak